mungkin rizqi anda :

Selamat Datang ! Selamat Membaca ! jumlah pengunjung dari negara: ...

free counters

Rabu, 24 Maret 2010

SEJARAH AWAL PERKEMBANGAN ILMU


Manusia dihadapkan pada masalah-masalah sejak berada di muka bumi. Dan manusia berusaha untuk memecahkannya. Dalam menghadapi masalahnya manusia memberikan reaksi yang berbeda-beda sesuai dengan cara berpikir masing-masing. Ditinjau secara perkembangan kebudayaan, sikap manusia dalam memecahkan ...

masalah dapat dibedakan berdasarkan ciri-ciri tertentu. CA.Van Peursen membagi perkembangan kebudayaan menjadi tiga tahap, yaitu :
- tahap mistis
- tahap ontologis
- tahap fungsional
Pada tahap mistis,:
Manusia merasakan dirinya terkepung oleh kekuatan-kekuatan gaib di sekitarnya

Pada tahap Ontologis, :
Manusia tidak lagi merasakan dirinya terkepung oleh kekutatan-kekuatan gaib dan bersikap mengambil jarak dari obyek di sekitarnya serta mulai melakukan penelaahan-penelaahan terhadap obyek tersebut.

Pada tahap fungsional,:
Sikap manusia bukan saja merasa telah terbebas dari kepungan kekuatan gaib dan mempunyai pengetahuan berdasarkan penelaahan terhadap obyek-obyek di sekitar kehidupannya, namun lebih dari itu, ia memfungsionalkan pengetahuan tersebut bagi kepentingan dirinya
Ilmu mulai berkembang pada tahap ontologis, yaitu ketika manusia berpendapat bahwa terdapat hukum-hukum tertentu dalam dunia empiris yang terlepas dari kekuasaan dunia mistis. Manusia melalui pemikirannya mulai mengambil jarak dari obyek di sekitarnya dan mulai menentukan batas-batas yang jelas kepada obyek tersebut yang terpisah dari eksistensi manusia. Walaupun demikian pada tahap mistis, manusia sebenarnya sudah memiliki pengetahuan, tetapi pengetahuan yang selalu dihubungkan dengan kekuatan mistis.
Ditinjau secara sejarah, proses kemenangan akal manusia dari kekuatan mistis dimulai sejak dari jaman Yunani Kuno. Setelah periode ini perkembangan ilmu berkembang semakin pesat. Bahkan pada masa sekarang ini, ilmu pengetahuan berkembang dengan cepat dalam dinamika yang semakin cepat lagi karena penemuan yang satu sering menyebabkan penemuan-penemuan lainnya
Perkembangan ilmu pengetahuan seperti sekarang ini tidak terpusat pada satu tempat atau wilayah tertentu saja. Selain di Eropa , Dunia Timur juga terbukti memberikan sumbangsih yang besar bagi kemajuan ilmu pengetahuan. Banyak penemuan yang terjadi di Dunia Timur yang baru dikembangkan belakangan di Dunia Barat. Oleh karena itu untuk memahami sejarah perkembangan ilmu, perlu dilakukan periodesasi. Periodisasi perkembangan ilmu yang disusun di sini dimulai dari perkembangan pemikiran dan kebudayaan masyarakat di wilayah Babilonia, Mesir, Cina dan India. Hal ini sangat penting karena pemikiran dan kebudayaan yang berkembang di wilayah-wilayah tersebut pada masa itu juga merupakan rangkaian panjang sejarah peradaban umat manusia, yang dengan kemampuan akal pikirannya selau berusaha melangkah maju.
Perkembangan ilmu pada periode awal :
A. Zaman Purba ( + abad 15 – 7 SM )
Pada dasarnya manusia pada jaman purba hanyalah menerima semua
peristiwa sebagai fakta. Menunjukan bahwa manusia purba masih berada pada
tingkatan sekedar menerima, baik dalam sikap maupun dalam pemikiran
Pada jaman Batu , manusia menggunakan batu dan tulang binatang sebagai
peralatan.
Pada perkembangan selanjutnya , benda-benda yang dipergunakan mengalami
kemajuan dan perbaikan. Berdasarkan percobaan ( trial and error ) yang cukup
lama akhirnya terjadilah perkembangan dan penyempurnaan pembuatan alat-alat
yang digunakan, sehingga manusia menemukan bahan dasar pembuatan alat-alat
yang baik dan kuat serta hasilnyapun lebih baik. Dengan demikian tersusunlah
pengetahuan ( know how ) yang diwariskan ke generasi berikutnya.
Perkembangan kebudayaan terjadi lebih cepat setelah manusia menemukan
dan menggunakan api dalam kehidupan sehari-hari. Pengetahuan tentang proses
pemanasan dan peleburan merintis jalan pada pembuatan alat dari logam.
Perkembangan pengetahuan terjadi pada jaman batu muda ( Neolithikum ) .
pada masa ini terjadi revolusi besar dalam cara hidup manusia. Manusia mulai
mengenal pertanian, mengenal kehidupan menetap, dan mulai beternak hewan.
Pada masa itu juga muncul kemampuan menulis, membaca dan berhitung sehingga
perkembangan pengetahuan menjadi lebih lengkap dan jelas
Secara umum pengetahuan pada jaman purba ditandai dengan adanya lima
kemampuan, yaitu :
1. pengetahuan didasarkan pada pengalaman (empirical knowledge)
2. pengetahuan berdasarkan pengalaman itu diterima sebagai fakta, keterangan tentang fakta itu bersifat mistis, magis dan religius
3. kemampuan menemukan abjad dan system bilangan alam sudah menampakan perkembangan pemikiran ke tingkat abstraksi
4. kemampuan menulis berhitung, menyusun kalender didasarkan atas sintesa terhadap hasil abstraksi yang dilakukan
5. kemampuan meramalkan peristiwa fisik atas dasar peristiwa sebelumnya yang pernah terjadi

1. Perkembangan Pengetahuan di Mesir dan Babilonia
Sekitar tahun 3000 SM di daerah Mesopotamia, orang mulai bertani dalam jumlah besar, menggunakan binatang dan bajak, memiki perahu dan kendaraan beroda sebagai sarana transportasi. Mereka juga sudah mampu mengolah logam dan membuat barang dari keramik.
Tahun 2500 SM bangsa Sumeria telah mengenal matematika. Tahun 2000 SM dinasti Hammurabi mengembangkan kemajuan kebudayaan. Matematika semakin berkembang. Banyak sekolah didirikan.
Orang Babilonia telah mampu membagi hari dalam jam serta menyatakan bahwa satu tahun terdiri atas 365 hari
Di bidang astronomi para pemuka agama melakukan pengamatan terhadap angkasa dan memberi nama bintang-bintang dengan Pisces, Gemini, Scorpio dan lain-lain yang sekarang disebut zodiac. Kemudian melalui pengamatan tersebut , mereka mencoba meramalkan nasib seseorang dikaitkan dengan hari kelahirannya.
Pengetahuan tentang kedokteran juga telah lama dikenal di Babilonia. Pada tahun 2350 SM telah ada dokter di Babilonia Selatan. Akan tetapi pada saat itu pengetahuan yang dikembangkan bercampur dengan anggapan bahwa penyakit itu dibawa oleh roh jahat. Oleh karena itu pengobatannya pun dilakukan melalui obat dan mantra. Yang diketahui dari buku-buku kedokteran yang memuat tulisan yang berisi campuran antara resep dan mantra.
Dalam bidang ekonomi orang Babilonia juga telah mengenal perdagangan dalam bentuk barter. Kerajinan tangan membuat sepatu, menyamak kulit, memotong batu, textil.dll.
Kebudayaan Mesir di jaman Purba lebih maju. Di bidang transportasi orang Mesir sudah berhasil menemukan kereta beroda dan perahu layer. Juga mengenal timbangan yang memungkinkan mereka mengetahui berat suatu benda. Pembuatan textile dengan cara menenun telah dilakukan dengan alat tenun.
Pada tahun 2500 SM di Mesir telah dibangun Piramid yang sisi-sisinya tepat menghadap Barat, Timur, Utara dan Selatan. Pembangunan Piramid menunjukan telah dipergunakannya Matematika untuk menghitung sudut elevasi Piramid.
Dalam bidang kedokteran ditemukan tulisan tentang cara-cara pengobatan orang sakit . Pada papyrus ebers misalnya, terdapat keterangan tentang denyut nadi pada beberapa bagian badan, mekanisme pernafasan, daftar penyakit, resep obat untuk penyakit mata, telinga dan perut dan lain-lain. Pengobatan suatu penyakit selain menggunakan obat-obatan yang terdiri dari ramuan tumbuhan dan bahan kimia seperti minyak jarak, soda, garam, timbale dan garam tembaga, juga menggunakan mantera. Lemak harimau, buaya, ular dan angsa digunakan sebagai obat penumbuh rambut. Dalam papyrus ini ditulis pula cara-cara mengawetkan makanan dengan menggunakan garam, cuka dll.Dokter pertama kali dikisahkan bernama Imhotep dan kemudian dianggap sebagai dewa pengobatan pada tahun 3000 SM sedangkan gambar-gambar tentang suatu operasi atau pembedahan telah ada pada tahun 2500 SM.Gambar tersebut terdapat sebagai ukiran dalam suatu makam di Mesir. Akan tetapi pada orang yang menderita penyakit jiwa, pengobatannya tidak melalui dokter, akan tetapi diserahkan pada ahli mengusir roh jahat
Dalam bidang pengolahan logam orang Mesir telah lama mengenal cara-cara pemurnian emas, pengolahan besi serta bijih logam lainnya. Hal ini dapat diketahui dengan ditemukannya benda-benda dari logam yang berupa perhiasan atau senjata. Emas, perak dan tembaga diperkirakan telah ada pada tahun 3000 SM. Perunggu telah dipergunakan orang pada tahun 2500 SM dan pada waktu itu besi dan timbal telah ditemukan .raksa telah dikenal orang pada tahun 1500 SM. Timbale terdapat sebagai bijih timbal sulfide di suatu tempat dekat laut Merah. Tambang emas terletak di sebelah timur sungai Nil di daerah yang disebut Nubia.
Selain logam, orang Mesir juga mengenal cara pembuatan gelas dan keramik. Mereka telah menggunakan alat yang berupa roda yang berputar pada sumbu tegak untuk memberi bentuk kepada tanah liat yang digunakan, misalnya bentuk suatu bejana kemudian dibakar dalam sebuah tungku atau tanur tinggi yang tertutup. Pembuatan gelas secara besar-besaran baru dilakukan pada tahun 1370 SM dengan menggunakan netron yang dilebur bersama kwarsa. Senyawa-senyawa tembaga dipakai untuk memberi warna hijau atau biru pada gelas. Kira-kira pada tahun 4000 SM orang-orang Mesir juga telah mengenal zat warna indigo yang digunakan untuk memberi warna pada tekstil .

2. Perkembangan Pengetahuan di India
Pada jaman kuno, pengetahuan yang telah dikenal di daerah lembah sungai Indus ini adalah astronomi, matematika dan kedokteran. Walaupun tidak dapat menyamai perkembangan astronomi di Babilonia, namun para pengamat benda-benda angkasa telah mengamati posisi matahari, bulan dan beberapa bintang. Dari pengamatan itu ditentukan banyaknya waktu dalam satu tahun dan satu bulan
Trigonometri serta lambang-lambang bilangan juga dikembangkan dengan baik. Berhitung dengan menggunakan angka nol dan angka satu sampai sembilan berkembang dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari
Pengetahuan kedokteran telah dikenal di India beberapa ratus tahun Sebelum Masehi. Tulisan tentang pengetahuan kedokteran memuat beberapa cara pengobatan yang bebas dari pengaruh mistik. Menurut teori kedokteran pada jaman kuno, tubuh manusia terdiri atas lima unsure alami yaitu : tanah, air, api, angina dan ruang kosong. Air, api dan angina adalah unsur yang aktif. Apabila ketiga unsur tersebut berada dalam keseimbangan dan keserasian maka orang akan sehat. Kelebihan atau kekurangan salah satu unsure tadi menyebabkan adanya ketidakseimbangan dan ketidakserasian yang mengakibatkan orang menjadi sakit. Tumbuh-tumbuhan digunakan untuk keperluan pengobatan. Pengobatan penyakit dengan cara pembedahan juga telah lama dikenal.

3. Perkembangan Pengetahuan di Cina
Perkembangan pengetahuan di Cina dapat diketahui dari penemuan arkeologi, yaitu pada masa Dinasti Shang ( 1523-1028 SM ) dan Dinasti Chin ( 1027 – 256 SM ). Pada masa – masa tersebut orang telah mengenal tulisan, pembuatan keramik, kendaraan beroda, cara bertanam padi, pembuatan sutera alam, dan pembuatan alat-alat dari perunggu.perunggu telah lama dikenal pada abad ke -10 SM. Pengolahan besi dikenal abad ke-6 SM. Pada masa Dinasti Shang dan Chin, teknologi di Cina mencapai kemajuan besar. Dalam bidang kedokteran bangsa Cina juga telah mengenal bentuk pengobatan dengan menggunakan tusuk jarum ( akupuntur ) pada beberapa abad sebelum masehi.
Di samping itu dalam sebuah buku kuno yang ditulis pada tahun 1200 SM terdapat tulisan tentang asal mula benda-benda. Disebutkan bahwa benda berasal dari dua macam kekuatan yaitu Yin dan Yang. Yin membawa cirri buruk, sedangkan Yang membawa ciri baik. Sifat suatu benda tergantung dari jumlah Yin dan Yang yang terkandung dalam benda tersebut. Karena itu mereka percaya bahwa satu benda dapat berubah menjadi benda lain apabila jumlah Yin dan Yang dalam benda tersebut diubah, misalnya suatu logam dapat diubah menjadi logam mulia dengan mengurangi Yin dan menambah jumlah Yang. Dalam buku lian yang ditulis pada tahun 2200 SM disebut adanya lima unsur yang membentuk benda yaitu air, api, kayu, logam dan tanah.

Secara umum periode perkembangan ilmu antara lain sebagai berikut :
A.Zaman Purba ( + abad 15 – 7 SM )
1.Perkembangan Pengetahuan di Mesir dan Babilonia
2.Perkembangan Pengetahuan di India
3.Perkembangan Pengetahuan di Cina
B.Zaman Yunani ( abad 7 SM – 6 M )
C.Zaman Pertengahan ( abad 6 – 15 M )
D.Zaman Renaissance ( 14 – 17 M )
E.Zaman Modern ( 17 – 19 M )
F.Zaman Kontemporer ( abad ke - 20 – sekarang )

Silahkan baca juga artikel di bawah ini...



Widget by Hoctro | Jack Book

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar