mungkin rizqi anda :

Selamat Datang ! Selamat Membaca ! jumlah pengunjung dari negara: ...

free counters

Rabu, 31 Maret 2010

CANDI BOROBUDUR


Candi Borobudur terletak di Kabupaten Magelang, eks Karesidenan Kedu, Jawa Tengah.
Apa arti Borobudur sebenarnya ? Belum diketahui secara jelas hingga sekarang.
Nama itu berasal dari bangunan kata Bara dan Budur.
Bara : Wihara (Sansekerta) kompleks candi, biara, asrama.
Budur : (beduhur) di atas.
BOROBUDUR dapat diartikan :
Asrama atau bihara (Kelompok candi) yang ...

terletak di atas bukit

ASAL – USUL
750 – 842 M
Dibangun oleh dinasti Sailendra (Sanmaratungga) yang pada waktu itu menganut
agama Budha Mayahana. Sehingga sampai saat ini Candi Borobudur dianggap
bersifat Budha Mayahana.
1814 : ditemukan oleh Sir Thomas Stanford Raffles dalam keadaan hancur dan terkubur.
1815 : Sir Thomas Stanford Raffles menugasi H.C. Cornelius untuk menggali candi yang
terkubur berabad-abad ini.
1905 – 1910 : Pembokaran besar besaran oleh Dr. Tb.Van Erp
Agustus 1913 – 1983 : Pembongkaran kedua dengan bantuan UNESCO

4 TAHAPAN PEMBONGKARAN CANDI BOROBUDUR

TAHAP 1
Tahap 1 mungkin dimulai sekitar tahun 780 M. sebuah tata susun kecil terdiri atas 3 undak dibangun dan di atasnya mulai dibangun tata susun lain tetapi kemudian dihancurkan. Mungkin pada awalnya dirancang sebagai piramida berundag

TAHAP 2
Pada tahap kedua dilakukan pelebaran fondasi Borobudur dan ditambah dengan dua undag persegi dan satu undag bulat

TAHAP 3
Lebih banyak perubahan dasar dilakukan : undag atas yang bulat dihilangkan dan diganti dengan tiga undag bulat. Stupa juga dibangun di atas undag-undag ini

TAHAP 4 dan 5
Hanya ada perubahan-perubahan kecil, antara lain penambahan relief baru serta perubahan tangga dan lengkungan di atas pintu tangga. Meskipun demikian, lambing pada candi tetap sama dan perubahan yang dilakukan lebih bersifat hiasan


Struktur

Struktur bangunan Candi Borobudur sendiri adalah lambang dari semangat Budhis, dimana Budhis menekankan perubahan yang ditempa pada diri seseorang berupa pembangunan karakter dengan jalan meditasi. Borobudur melambangkan kedamaian dan ketenangan.
Borobudur sebenarnya merupakan “ kulit” dari batu, dengan tebal beberapa meter yang menelungkupi sebuah bukit. Air hujan yang merembes melalui bangunan ini hampir menyebabkan keruntuhannya

ukuran
• Keseluruhan tinggi nya 42 m tapi setelah diadakan perombakan hanya tinggal 34.5 m
• Luasnya 123 x 123 m = 15. 129 m2
• Terdiri dari 10 tingkat yang dinamakan Hhumtcambharabudara, gunungan dari akumulasi dari kesalehan dalam tingkatan Bodhisatva.
- 9 tingkat berbentuk bujur sangkar.
- 1 puncak berbentuk lingkaran.

3 TINGKATAN
Pada th. 1929 Prof. Dr. W.F. Stutterheim telah mengemukakan teorinya bahwa
candi Borobudur itu hakekatnya merupakan “tiruan” dari alam semesta yang menurut
ajaran agama Budha terdiri atas 3 bagian besar, yaitu:
1. Kamadhatu (bagian kaki)
dunia yang masih dikuasai karma atau nafsu yang rendah, yaitu dunia manusia
biasa seperti dunia kita ini.Tersusun atas 13.000 m3 batu dengan 160 relief terpendam.
2. Rupadhatu
dunia yang sudah dapat membebaskan diri dari ikatan nafsu, tetapi masih terikat
oleh rupa dan bentuk, yaitu dunianya orang suci dan merupakan “alam antara “ yang
memisahkan “alam bawah” (kamadhatu) dengan “alam atas” (arupadhatu). Terdapat 4
lorong dengan 1300 relief.
3. Arupadhatu
“alam atas” atau nirwana, tempat para Budha bersemayam, dimana kebebasan
mutlak telah tercapai, bebas dari keinginan dan bebas dari ikatan bentuk dan rupa.
Karena itu, bagian ini digambarkan polos, tidak ber-relief.Memiliki induk stupa
raksasa yang polos padat berdiameter 9,90 dan tingginya 7m.

Dunia Budha yang dilukiskan di Borobudur :
- Dunia tanpa bentuk ( pada Lapisan atas candi )
- Dunia dengan bentuk ( pada lapisan tengah candi )
- Dunia Idaman ( pada lapisan bawah candi )

Relief
Pada relief candi terdapat sebelas seri relief dengan 1460 buah adegan. Untuk mengikuti jalannya pada relief-relief, orang memulai dari pintu gerbang borobudur sebelah timur dan tiap-tiap tingkat berjalan ke kiri, jadi monumen selalu berada di sebelah kanan kita. Pada tembok kaki asli yang sekarang tertutup, terdapat relief-relief yang menggambarkan kehidupan sehari-hari di dunia dan tentang hukum karma, contohnya neraka bagi yang jahat dan surga bagi yang baik. Untuk mencapai tujuan surga itu ialah dengan mengikuti ajaran-ajaran sang Budha Gautama, yang terdapat pada relief di lorong-lorong Borobudur tingkat berikutnya.

Lorong 1 :
1. Pagar Langkan : memuat 2 deret relief (atas dan bawah). Keduanya melukiskan tentang kehidupan sang Budha di masa lalu (awadana dan jantaka) sampai dengan adengan ke-135 deret atas, dikenal dari naskah Sansekerta Jarakamala).
2. Tembok Induk : memuat 2 deret cerita (atas dan bawah). Deret atas menggambarkan riwayat hidup sang Budha Gautama, dimulai pada saat ia berada di Surga Tushita sampai untuk pertama kali mengajarkan pengetahuannya di Taman Lumbini.Riwayat ini dikenal dari naskah Sansekerta Laitawisatara. Deretan bawah menggambarkan kehidupan Sang Budha di masa-masa yang dikenal kembali atau awadana dan jantaka.

Lorong 2 :
1. Pagar langkan : memuat lanjutan kehidupan sang Budha di masa lalu. Antara lain Bodhisatwa menjelma sebagai burung merak dan tertangkap memberikan ajarannya.
2. Tembok induk : memuat relief yang menggambarkan cerita dari naskah Gandawyuha. Menurut riwayat, Bodhisatwa Sudhana yang mencapai pengetahuan tertinggi dengan berkelana kian kemari menemui bermacam-macam orang untuk berguru. Pertama-tama ia datang kepada Manjucri dan setelah mengunjungi berbagai orang serta dewa-dewa, akhirnya kembali lagi ke Manjucri (berakhir).

Relief-relief 15, merupakan prolog dari cerita Gandawyuha. Relief 16 relief 127, Sudhana di hadapan Manjucri. Ia dikenal, dibawahnya dipahatkan kantung-kantung uang (menurut cerita karena ayahnya kaya raya). Relief 128 (terakhir) menemui Maitreya. Di sini ternyata adegan terakhir menemui Maitreya, sedangkan menurut naskah masih ada 2 adegan lagi, yaitu pada waktu kunjungannya kepada Bodhisatwa, Samantabhadra dan Manjucri.

Lorong 3 :
1. Pagar Langkan : seluruh lorong ini memuat riwayat Bodhisatwa Maitreya sebagai calon Budha yang akan datang. Ia selalu dikenal dengan adanya stupa kecil pada mahkotanya.
2. Tembok Induk : sama dengan adegan di atas.

Lorong 4 :
1. Pagar Langkan : separuh bagian ini masih memuat riwayat Bodhisatwa Maitreya, sedangkan relief selanjutnya memuat adegan-adegan yang sampai sekarang masih belum dikenal.
2. Tembok Induk : memuat riwayat hidup seorang Bodhisatwa (Samantabhadra), yang di Jawa dianggap sebagai Calon Budha terakhir masa mendatang.
Adegan-adegan pemujaan pada candi Borobudur :
1. Biksu
2. Wanita pemeluk Budha yang memberi sesaji makanan.
3. Memuliakan stupa.
4 & 5. Perbuatan jahat dan hukumannya di neraka.
6. Upacara pembaiatan biksuni Budha.

EMPAT KEBENARAN YANG TERPUJI :
1. Eksistensi meliputi hal-hal yang tidak memuaskan ( dukkha ) : sakit, menjadi tua,
Terpisah dari orang yang dicintai, hidup dengan orang yang tidak disukai, dan bosan
2. Manusia mengalami penderitaan ( tanha, avidya ) dan ketidakpuasan umum karena mereka mempunyai keinginan memiliki, tamak, egois, dan bodoh
3. Ego sentries dapat dimengerti, diatasi, dan dibasmi. Dengan kata lain, penderitaan dapat dihentikan
4. Pembasmian dapat dilakukan dengan cara mengikuti jalan Sikap Lapis Delapan yang rasional itu dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan, yang juga disebut Jalan Tengah

SIKAP TANGAN ARCA BUDHA
1. Bumisparsa Mudra
2. Abhaya Mudra
3. Dhyana Mudra
4. Vara Mudra
5. Virtaka Mudra
6. Dharmacakra Mudra

1. Bumisparsa Mudra
Mudra ini dengan sikap tangan kanan menyentuh bumi, diletakkan di atas lutut kanan, dengan jari-jari menunjuk ke bawah, yang melambangkan permintaan Budha kepada Dewa Bumi untuk menyaksikan perilakunya yang benar ketika menyangkal tuduhan Mara. Budha ini adalah ciri khas bagi Dhyani Budha Aksobhya. Mudra ini menghadap ke arah timur.

2. Abhaya Mudra
Mudra ini dengan sikap tangan Budha dimana tangan kanan diletakkan di atas paha kanan, dengan telapak tangan menghadap ke atas, sebuah posisi yang melambangkan upaya penghalauan terhadap rasa takut atau kegentaran. Mudra ini merupakan Dhyani Budha Amoghasiddi yang semua arcanya menghadap ke utara.

3. Dhyana Mudra
Atau “meditasi”, dengan sikap kedua tangan terbuka dan diletakkan di pangkuan, dimana tangan kanan berada diatas tangan kiri, dan kedua ibu jari saling menyentuh satu sama lain. Mudra ini dianggap berasal dari Amitabha, Dhyani Budha barat. Arca ini menghadap ke Barat.

4. Vara Mudra
Arca ini dilambangkan dengan sikap tangan kanan diputar ke atas dan jari-jari ke bawah dan diletakkan di lutut kanan. Dhyani Budha tersebut adalah Ratnasambhava, posisi letak arca menghadap ke selatan. Mudra ini memiliki arti memberi anugerah.

5. Virtaka Mudra
Ke segala penjuru angin tangan Budha mengisyaratkan untuk menimbang keputusan secara matang dengan sikap mengangkat tangan kanan diatas lutut kanan, dengan telapak tangan menghadap ke atas, dan ujung jari telunjuk menyentuh ibu jari. Dhyani Budha yang dimaksud adalah Budha dari semua arah atau menghadap ke 4 penjuru.

6. Dharmacakra Mudra
Atau “perputaran roda Hukum”, yang melambangkan kotbah pertama Sakyamuni di Taman Rusa di Benares dengan sikap kedua tangan ditahan di dada, tangan kiri dibawah tangan kanan, & diputar keatas dengan jari manis menyentuh ibu jari, & jari manis tangan kanan menyentuh jari kelingking kiri. Arca ini menghadap ke 4 penjuru.


baca selengkapnya ( klik ) di sini...

Minggu, 28 Maret 2010

CONTOH KARYA TULIS


SEKILAS TENTANG GUNUNG TANGKUBAN PERAHU BANDUNG JAWA BARAT
Memasuki semester awal di klas XII siswa – siswi SMA mulai membuat karya tulis. mereka sibuk mencari bahan karya tulis, berkonsultasi kepada guru pembimbing , dan mulai menulis karya tulis. Kaya tulis ini harus mereka buat sebagai syarat yang harus dipenuhi oleh siswa – siswi guna mengikuti Ujian Akhir Sekolah ( UAS ) dan Ujian Akhir Nasional ( UAN ) juga untuk melatih serta mengembangkan bakat dan kemampuan dalam menyusun karya ilmiah . Berikut ini karya tulis yang mungkin bisa dijadikan contoh atau perbandingan bagi pembaca.


SEKILAS TENTANG
GUNUNG TANGKUBAN PERAHU
BANDUNG - JAWA BARAT





KARYA TULIS
Diajukan untuk memenuhi tugas kesiswaan guna memenuhi persyaratan menempuh Ujian Akhir Nasional ( UAN ) dan Ujian Akhir Sekolah ( UAS )
pada SMA Islam Ta’allumul Huda Bumiayu
Tahun Pelajaran 2008/2009


















Disusun Oleh :
Nama : Dian Novianti
Kelas : XII ( Dua belas )
NIS : 3604
Program : Ilmu Pengetahuan Sosial ( IPS 2 )




SEKOLAH MENENGAH ATAS
(SMA ) ISLAM TA’ALLUMUL HUDA BUMIAYU
TAHUN 2008






PENGESAHAN




Karya Tulis ini telah disetujui dan disyahkan oleh guru pembimbing SMA Islam Ta’allumul Huda Bumiayu sebagai syarat untuk mengikuti Ujian Akhir Sekolah dan Ujian Akhir Nasional ( UAS/UAN ) di SMA Islam Ta’allumul Huda Bumiayu Tahun Pelajaran 2008/2009 pada :


Hari / tanggal :
Waktu :
Tempat : SMA Islam T. Huda Bumiayu





Bumiayu, Oktober 2008
Mengetahui
Kepala SMA Islam T. Huda Pembimbing
Bumiayu




H. Tasripin SPd Drs. Harun Nurosid



























ii
PERSEMBAHAN





























Karya tulis ini dipersembahkan
kepada :

 Ayah dan Ibu tercinta serta kakak yang telah memberikan motivasi serta dukungan yang bersifat mendidik kepada penulis
 Bapak H. Tasripin SPd , selaku Kepala Sekolah SMA Islam T. Huda Bumiayu
 Bapak Drs. Harun Nurosid selaku pembimbing dimana telah memberikan bimbingan dalam pembuatan karya tulis ini
 Bapak Drs. Mualip selaku Wali Kelas XII IPS 2 SMA Islam T. Huda Bumiayu yang telah memberikan arahan kepada penulis
 Bapak dan Ibu guru beserta staf karyawan
SMA Islam T. Huda Bumiayu
 Teman – teman SMA Islam T. Huda
Bumiayu
 Adik – adik kelas X dan XI SMA Islam T.
Huda Bumiayu serta para pembaca yang
budiman



iii
MOTTO




 Belajarlah, sungguh ilmu itu merupakan perhiasan bagi yang mempunyai serta tanda keunggulan bagi setiap orang yang terpuji

 Jadilah engkau seperti mawar yang berduri, bukan untuk menyakiti tapi untuk menjaga diri, janganlah kau seperti lilin yang mau menerangi sekitarnya namun terbakar dirinya

 Kesuksesan belajar itu bukan karena kecerdasan, akan tetapi karena kemauan dan kesungguhan









































iv
KATA PENGANTAR





Assalamu alaikum Wr, Wb.

Dengan mengucap syukur kehadlirat Allah SWT yang telah melimpahkan
Rahmat dan Hidayah NYA kepada kita semua khususnya kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan Karya tulis ini guna untuk memenuhi syarat mengikuti Ujian Akhir Sekolah ( UAS ) dan Ujian Akhir Sekolah ( UAS )di SMA Islam Ta’allumul Huda Bumiayu Tahun Pelajaran 2008/2009
Dengan terselesaikannya Karya Tulis ini penulis tidak lupa mengucapkan banyak terima kasih kepada :
1. Bapak H. Tasripin SPd selaku Kepala SMA Islam T. Huda Bumiayu
2. Bapak Drs. Harun Nurosid selaku Guru pembimbing dimana telah memberikan
bimbingan dan pengarahan dalam pembuatan karya tulis ini
3. Bapak /Ibu guru beserta staf karyawan SMA Islam T. Huda Bumiayu
4. Teman – teman serta saudara – saudara semuanya yang telah banyak mendukung
dalam tersusunnya karua tulis ini
5. Ayahanda dan Ibunda yang telah membantu dalam bentuk moril maupun materiil
Penulis menyadari bahwa karya tulis ini masih banyak kekurangan dan kesalahan , baik dalam penulisan maupun penyajiannya. Oleh karena itu kritik dan saran yang sifatnya membangun akan sangat membantu sekalim mudah –mudahan apa yang penyusun tulis dalam karya tulis ini dapat bermanfaat bagi seluruh pembaca

Wassalamu alaikum Wr, Wb.



Bumiayu, Oktober 2008



Penulis



















v
DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN JUDUL ………………………………………………………… i
HALAMAN PENGESAHAN ...……………………………………………………… ii
HALAMAN PERSEMBAHAN ……..…………………………………………………. iii
HALAMAN MOTTO …..……………………………………………………. iv
KATA PENGANTAR ……..…………………………………………………. v
DAFTAR ISI ……..…………………………………………………. vi

BAB I . PENDAHULUAN ……..…………………………………………………. 1

A. Alasan Pemilihan Judul ......…………………………………………..….. 1
B. Tujuan Penulisan ……………..... ………….………………………….. 1
C. Metode Penulisan ………...……………………….……………………… 1
D. Sistematikan Penulisan..…………………………………………….……. 1

BAB II. SEJARAH SINGKAT GUNUNG TANGKUBAN PERAHU DAN
TOPOGRAFI….... ..……………………………………….…………..…....... 3

A. Asal – Usul Gunung Tangkuban Perahu ……...……………….................... 3
B. Letak Geografis ……................................................................................... 3
C. Iklim............................................................................................................... 4
D. Luas Areal...................................................................................................... 4
E. Tabel Analisis Gas Kimia.............................................................................. 4
F. Legenda sangkuriang..................................................................................... 4
G. Kawah Gunung Tangkuban Perahu ……...………………........................... 7
1. Kelompok Pangguyangan Badak ( Kawah Utama ) .......................... 7
2. Kelompok Kawah Parasiter ............................................................... 7
H. Aktifitas Letusan............................................................................................ 7
I. Flora Dan Vegetasi........................................................................................ 8
1. Jenis Tumbuhan Bawah ................................................................... 8
2. Jenis tumbuhan Epiphyt ................................................................... 8
J. Satwa Liar ......................................................................................................9
1. Species Primata ............................................................,.....................9
2. Species Mamalia ................................................................................9
3. Species Aves ..................................................................................... 9

BAB III. OBYEK – OBYEK WISATA DI SEKITAR GUNUNG TANGKUBAN
PERAHU ……...……………….................................................................... 10

A. Bumi Perkemahan Cikole....…………………………………………..…..10
B. Pemandian Air Panas…………..... ………….………………………….. 10
C. Situ Lembang … ………...……………………….………………………10
D. Air Terjun Maribaya ....…………………………………………………. 10
E. Curug Cimahi ……………………………………………………………..10
F. Taman Junghun Jaya Giri …………………………………………………10
G. Desa Wisata Bunga “ Cihideung “ ………………………………………..11
H. Observatorium / Teropong Bintang “ Bosscha “ ………………………….11

BAB IV. ARTI DAN FUNGSI TANGKUBAN PERAHU BAGI PENDUDUK
SEKITAR , WISATAWAN DOMESTIK DAN ASING ……..………. . 12

A. Biologis ………………....…………………………………………..….. 12
B. Ekonomis ……………..... ………….…………………….………….. 12
C. Psikologis …..........……...……………………….……………………… 12
D. Akademis..………………………………………..................…….……. 12

BAB V. PENUTUP ……………..………………………….……………..………. . 13

A. Kesimpulan …..……………………………….………………….…… 13
B. Saran – saran .. …...…………………………………………….….… . 13

DAFTAR PUSTAKA ………..…………………………..……………………… …… 14














































vi
BAB I

PENDAHULUAN





Sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan di SMA Islam Ta’allumul Huda Bumiayu bahwa dalam memenuhi persyaratan mengikuti Ujian Akhir Sekolah
( UAS ) dan Ujian Akhir Sekolah ( UAS ) maka setiap siswa diwajibkan untuk membuat laporan perjalanan atau karya tulis . Adapun yang akan penulis bahas mengenai : ” GUNUNG TANGKUBAN PERAHU , BANDUNG - JAWA BARAT ”


A. Alasan Pemilihan Judul

Dalam menyusun karya tulis ini , penulis mengangkat judul :” SEKILAS
TENTANG GUNUNG TANGKUBAN PERAHU , BANDUNG - JAWA BARAT ”
dengan alasan sebagai berikut :
1. Untuk mengenal lebih ajuh tentang obyek wisata yang ada di Indonesia ,
khususnya Gunung Tangkuban Perahu
2. Menarik minat Pembaca untuk mengunjungi obyek wisata Gunung Tangkuban Perahu
3. Menyadarkan kepada kita bahwa di Indonesia terdapat banyak obyek wisata yang melukiskan tentang keindahan alam


B. Tujuan Penulisan

1. Sebagai syarat yang harus dipenuhi oleh siswa – siswi guna mengikuti Ujian
Akhir Sekolah ( UAS ) dan Ujian Akhir Nasional ( UAN )
2. Untuk menambah pengetahuan dan wawasan bagi diri sendiri juga para pembaca
tentang Gunung Tangkuban Perahu
3. Untuk melatih dan mengembangkn bakat serta kemampuan penulisan dalam
menyusun laporan perjalanan ataupun karya tulis secara sistematis


C. Metode Penulisan

Dalam penyusunan karya tulis ini Penulis memilih menggunakan metode –
metode sebagai berikut :
1. Metode Observasi
Teknik pengumpulan data dengan melihat dan mengujungi secara langsung obyek yang telah ditentukan

2. Metode Pustaka
Teknik pengumpulan data dengan cara membaca dan mencatat dari buku – buku
yang berhubungan langsung dengan Gunung Tangkuban Perahu

3. Metode Interview
Teknik pengumpulan data dengan melakukan tanya - jawab secara langsung dengan pihak yang bersangkutan


1
D. Sistematika Penulisan

Sebagai gambaran, penulis memberikan garis besar karya tulis ini, yaitu :

BAB I . Pendahuluan yang meliputi : Alasan Pemilihan Judul , Tujuan Penulisan
Metode Penulisan dan Sistematika Penulisan. laporan perjalanan

BAB II. Sejarah singkat gunung Tangkuban Perahu dan Topografi yang meliputi :Asal
usul Gunung Tangkuban Perahu , Letak Geografis , Iklim.Luas Areal., Tabel
Analisis Gas Kimia. Legenda sangkuriang ,Kawah Gunung Tangkuban Perahu ,
Kelompok Pangguyangan Badak ( Kawah Utama ) Kelompok Kawah Parasiter
..Aktifitas Letusan..Flora Dan Vegetasi...dan Satwa Liar

BAB III. Obyek – obyek wisata di sekitar gunung Tangkuban Perahu yang meliputi :
Bumi Perkemahan Cikole.Pemandian Air Panas, Situ Lembang Air Terjun
Maribaya .Curug Cimahi , Taman Junghun Jaya Giri Desa Wisata Bunga “
Cihideung “ Observatorium / Teropong Bintang “ Bosscha “

BAB IV. Arti dan fungsi Tangkuban Perahu bagi penduduk sekitar , wisatawan domestik
dan asing yang meliputi: Biologis, Ekonomis ,Psikologis dan Akademis..

BAB V. Bab ini meliputi PENUTUP dari penulis yang meliputi : Kesimpulan dan
Saran – saran .
































2
BAB II

SEJARAH SINGKAT
GUNUNG TANGKUBAN PERAHU DAN TOPOGRAFI





A. Asal – Usul Gunung Tangkuban Perahu

Gunung Tangkuban Perahu terbentuk dari aktivitas letusan yang paling muda
di antara jajaran/ kompleks Gunung Api Sunda Purba dengan type letusan Strato/
berlapis , sekitar 3000 tahun yang lalu
Dari gunung Sunda Purba (dengan ukuran yang lebih besar) kemudian
Terbentuklah 3 tiga gunung api baru, yaitu : Gunung Sunda ( Baru ) , Gunung
Tangkuban Perahu. Gunung Burangrang dan Pada Fase terakhir sekitar 2000 tahun
yang lalu terbentuklah dasar batuan Sedimen neogen / endapan batu bara .
Bagian sisa kawah ( Kaldera ) gunung Sunda Purbamasih terdapat di antara
Gunung Burangrang dan Tangkuban Perahu. Sedangkan Danau atau Situ Lembang
masih merupakan salah satu bagian dari dasar kawah gunung Sunda Purba itu sendiri.
Peristiwa runtuhan ini terjadi pada dua tahap , yaitu :
1. Terjadinya patahan di Lembang sekitar + 3000 tahun yang lalu
2. Runtuhnya bagian puncak di sebelah Utara, kemudian muncullah kegiatan gunung Tangkuban Perahu di sebelah Timur yang merupakan sisa kawah Kaldera gunung Sunda (+ 2000 tahun yang lalu )
Dalam perkembangannya membentuk tubuh gunung dengan puncak gunung api
yang memanjang . Bentuk tubuh yang memanjang disebabkan oleh adanya tempat
perpindahan titik letusan yang memanjang + 1100 m dengan arah timur dan barat . Hal
ini dapat ditunjukkan dengan adanya sisa – sisa tepi kawah yang lama yang mendirikan
adanya gerakan atau perpindahan aktifitas puncak. Pada waktu yang bersamaan
terbentuk pula mata air panas Ciater dan Maribaya .
Perpindahan aktifitas puncak yang membentang dari timur ke barat, maka
apabila dilihat dari arah Selatan ( kota Bandung ) maka tampak seperti trapesium atau
seperti perahu yang terbalik ( Bahasa Sunda ) perahu nangkub = Tangkuban Perahu .
Keadaan / aktifitas gunung Tangkuban Perahu Sampai saat ini adalah
dalam keadaan aktif dan normal. Dengan suhu permukaan kawah 96 ’ C s/d 98 ’ C
dengan kondisi asap berwarna putih tipis . setelah kira – kira 3 bulan yang lalu Gunung
Tangkuban perahu dinyatakan statusnya ” WASPADA ” ,dengan ketinggian antara 5 –
15 m dari permukaan ( kawah Baru, Ratu , Domas ) . Dalam masyarakat setempat
( Sunda ) , terbentuknya Gunung Tangkuban Perahu tidak lepas dengan legenda
Sangkuriang


B. Letak Geografis

Secara geografis Gunung Tangkuban Perahu berada pada 64 derajat 06 LS dan
107 derajat 36 BT dengan puncak tertinggi kurang lebih 2,084 meter dpi . Obyek
wisata gunung Tangkuban Perahu yang terletak tidak jauh dari jalan raya Bandung –
Jakarta via Subang, Cikampek. Sekitar 30 km dari Bandung ( merupakan Ibukota
Provinsi Jawa Barat ) ke arah Utara 200 km dari Jakarta atau 32 km sebelah selatan
kota Subang secara administratif berada di wilayah kabupaten Subang dan kabupaten
Bandung.


3
C. Iklim

Daerah Tangkuban Perahu termasukkategori daerah tropis dengan suhu rata-
rata siang hari 18 derajat celcius dan antara 7 derajat sampai 9 derajat celcius malam
hari. Memiliki curah hujan 2.700 mm pertahun dengancurah hujan terendah 100 mm
di bulan Juli dan tertinggi 320 mm di bulanNonember dengan kelembaban udara 45 % -
95 % Prosentasipenyinaran Matahari tinggi antara 40 % - 60 % dengan lama penyinaran
4,8 jam atau sekitar 7- 2 jam per hari


D. Luas Areal


Secara keseluruhan luas areal gunung Tangkuban Perahu : 3.320 km2 dan
dalam pengelolaannya terbagi dalam tiga kelompok,yaitu :
1. Hutan Produksi : 1.290 km2
2. Hutan Wisata : 370 km2


E. Tabel Analisis Gas Kimia


TABEL ANALISIS KIMIA GAS DI GUNUNG TANGKUBAN PERAHU:

No. Nama Kawah Tanggal Tahun Suhu (C’) HCN Konsentrasi %
ASN2 CO H2S CO2
1. Ratu 1 5 jan 1984 95,00 0,62 0,34 0,30 2,30 92,00
2. Ratu 2 1 jan 1984 95,00 0,32 0,54 1,20 2,90 81,00
3. Upas 5 jan 1984 95,00 1,20 1,20 0,84 4,00 65,00
4. Domas 4 jan 1984 94,00 0,65 0,65 0,32 2,60 65,00
5. Baru 3 jan 1984 96,00 0,50 0,32 0,50 11,20 16,00

( Sumber Dirjen Vulkanologi , Direktorat Geologi Bandung )



F. Legenda Sangkuriang

Padi jaman dahulu kala ada seorang maha raja yang bernama Sungging Purbang
kara dari kerajaan Galuh Pakuan pergi berburu ke hutan larangan dengan diiringi bala
Punggawa kerajaan. Konon dalam perburuannya sang raja sempat membuang air kecil
ke tampar tanpa sengaja air seninya tergenang di sebuah belahan tempurung kelapa
yang tergeletak di tanah. Saat itu seekor babi hutan betina lari terbirit –birit karena
ketakutan dikejar- kejar para penggawa yang akhirnya bersembunyi dekat genangan
air kencing sang raja yang terkenal kesaktiannya itu. Karena babi betina yang
merupakan jelmaan dari seorang pertapa cantik ( yang dikutuk menjadi seekor babi
hutan oleh gurunya karena melanggar pantangannya ) meminum air seni sang raja .
Selang beberapa waktu kemudian pada musim berburu berikutnya raja kembali ke
hutan tersebut dan betapa terkejutnya dia saat mendengar jeritan tangis seorang bayi
yang tergeletak di atas semak –semak belukar . lalu raja memerintahkan seluruh pung-
gawa membawa bayi perempuan yang cantik kepada raja. Ia sangat gembira dan
kemudian kembali ke Istana membawa bayi itu dan kemudian tumbuh menjadi seorang
putri yang cantik jelita yang kemudian diberi nama Dayang Sumbi


4
a. Dayang Sumbi Dibuang Ke Hutan

Sejak kehadiraan Dayang Sumbi ke Istana Galuh , negara menjadi kisruh dan
sering dilanda malapetaka, bencana demi bencana datang silih berganti.keresahan
semakin memuncak Pada saat Dayang Sumbi menjelang remaja ia selalu menolak
lamaran para pangeran dari kerajaan tetangga sehingga sang raja menjdi panik dan
khawatir bila mereka bersatu dan menyerang Galuh karena sakit hati , maka keputusan
untuk membawa kembali Dayang Sumbi ke tempat asalnya ( ke Hutan ) dan hanya
ditemani oleh seekor anjing Penjaga yang bernama si Tumang (yang merupakan
jelmaan dari seorang manusia yang melanggar larangan guru ) dan dibawa seperangkat
alat tenun untuk menghibur dan mengisi waktu senggang di hutan yang sunyi dan sepi
kerjanya hanya menenun setiap hari sesal duka akhirnya menjadi bencana , berbagai
macam penyakitdatang silih berganti


b. Kawin Dengan Si Tumang

Suatu hari Dayang Sumbi memaksakan dirinya menenun kain meskipun ia
sedikit sakit , tiba – tiba tenun tanpa sengaja alat tenunan itu jatuh dari tangannya ke
lereng yang terjal, dengan badan lemah tak berdaya Dayang Sumbi tidak mampu
mengambil kembali alat tenun itu . Maka Dayang Sumbi bersumpah dan berkata
“ Siapa saja yang sudi membawa alat tenun itu kembali bila ia perempuan akan ku
angkat sebagai saudara dan bila ia laki – laki maka akan kuangkat menjadi suami
.sungguh aku tak bohong ” Dayang Sumbi bersungguh – sungguh dengan ucapan itu .
Alangkah terkejutnya Dayang Sumbi setelah beberapa saat kemudian datanglah si
Tumang yang membawa alat tenun itu. Apa boleh buat janji seorang iswari tidak dapat
dipungkiri maka Dayang Sumbi dengan si Tumang jadilah suami istri. Setelah mereka
menikah maka keduanya mempunyai seorang anak laki-laki yang diberi nama
”Sangkuriang ” si anak Tumang yang diasuhnya bersama


c. Sangkuriang Membunuh Ayahnya

Pada suatu hari Sangkuriang kecil mengemban kuasa sang bunda untuk
mencari hati rusa hasil buruannya sebagai santap malam ditemani si Tumang pergi
membawa busur panah dan menuju ke hutan. Beberapa kali sangkuriang berusaha
mebidik panahnya ke sasaran namun selalu gagal akhirnya Sangkuriang semakin kesal
karena tidak mendapatkan hati rusa, kemudian dengan maksud menenangkan hati sang
ibunda akhirnya Sangkuriang mengambil anak panah untuk mengambil hati si Tumang
Setelah selesai makan malam tiba - tiba Dayang Sumbi bertanya ” Wahai
anakku kemanakah gerangan si Tumang ? dari tadi tidak tampakrupa dan
bayangannya ? ” tanya sang bunda. Dengan nada datar Sangkuriang menjawab
’’ Hati yang kita makan tadi sebenarnya bukanlah hati rusa tetapi “ Hati “ yang
disantap pada makan malam adalah hati si Tumang.Dengan sangat terkejut dan
perasaan yang sangat marah ketika itu Dayang Sumbi mengambil Centong dan
akhirnya Sangkuriang dipukul dengan keras dan menyebabkan luka kepala yang cukup
dalam. Pada saat itu Dayang Sumbi memohon kepada sang Hyang Widi atas
kesalahannya yang tidak pernah menceritakan keadaan yang sebenarnya ayah
Sangkuriang. Pada waktu Dayang Sumbi mendapat “wamgsit” bisikan dari Hyang
Widhi bahwa ia tidak boleh memakan setiap makhluk yang berdarah antar lain harus
mandi air pancuran dan sejak saat itu Dayang Sumbi hanya memakan aneka tumbuhan
dan daun – daunan ( lalaban ) sebagai lauk pauk.serta harus mandi dan minum dari air
pancuran


5
d. Sangkuriang diusir Ibunya

Dalam keadaan kepala yang luka dan berdarah dengan kondisi setengah
hilang ingatan ,Sangkuriang di usir oleh ibunnya dari kampung halamannya dan ia
menggembara entah kemana tujuannya dari masuk hutan keluar hutan ,dari satu desa
ke desa lain , ia menuju ke arah matahari terbit dan dalam pengembaraannya itu
Sangkuriang selalu berburu dan mempelajari ilmu dari setiap guru yang dijumpainya.
Akhirnya sekarang Sangkuriang menjadi seorang pemuda yang tampan dan perkasa (
sakti mandraguna )
Setelah sekian lama mengembara timbul hasrat untuk pulang ke kampung
halamannya untuk mencari ibunya . setelah menempuh perjalanan dalam beberapa hari
kemudian sampai juga di suatu desa. Dalam perjalanan Sangkuriang berpapasan
dengan seorang gadis cantik Dan Sangkuriang mempunyai hasrat untuk mencintai
gadis itu yang sesungguhnya adalah ibunda, dan Sangkuriang tidak menyadari bahwa
kampung yang disinggahinya adalah kampung halamannya sendiri yang pernah ia
tinggalkan. Dan gadis tersebut sesungguhnya adalah ibunya ” Dayang Sumbi ” Atas
ampunan segala perihal sang Dewata Dayang Sumbi tetap ayu dan tampak muda.
Pada suatu hari Sangkuriang dan Dayang Sumbi sedang memadu kasih
untuk merencanakan perkawinannya . Dayang Sumbi terkejut akan luka yang pernah
dilakukan pada anaknya, semua bentuk dan ciri-ciri luka pada kepalanya Sangkuriang
( sang kekasih ). Dayang Sumbi menyadari hal itu dan dia fikir tak ingin menikah
dengan Sangkuriang ( yang ia yakini bahwa dia adalah anak kandungnya sendiri )
namun di sisi lain ia tak mampu membatalkan rencana perikawinannya tersebut.
Kepada sang Dewata sekali lagi ia mohon bagaimana cara melakukan siasat
untuk menggagalkan perkawinannya .sebagai siasat suatu syarat ( sebagai Mas kawin )
Sangkuriang harus membuat danau dengan perahu raksasa dalam tempo satu malam
yang akan dipakai nanti untuk dilayari berbulan madu .Perahu dan danau tersebut harus
sudah selesai sebelum fajar menyingsing
Tenamglah fikiran Dayang Sumbi ketika itu , karena menurutnya
persyaratan itu tidak akan mampu dipenuhi oleh Sangkuriang . Dengan percaya diri
dan tenang , syarat perkawinan itupun ia terima tanpa basa-basi Sangkuriang perkasa
langsung menyanggupi persyaratan sang kekasih.


e. Sangkuriang Membuat Perahu

Dengan dibantu bala tentara siluman ” gunung tujuh ” Sangkuriang mulai
membendung aliran sungai Citarum sang Hyang Tikoro ( kini sudah menjadi
Padalarang sekitar 30 km barat kota Bandung ). Perahu dibangun di hutan Lembitan
( Lembang ) . sepanjang malam Dayang Sumbi mengamati apa yang diperbuat oleh
Sangkuriang , dengan perasaan cemas, menjelang tengan malam Situ Hyang alias
danau atau telaga Bandung telah terbentangdan perahu pun siap diluncurkan.sementara
fajar menyingsing masih jauh menjelang
Di kala itupun Dayang Sumbi tak keukurangan akal untuk mengagalkan
rencana anaknya yang angkara murka, Dayang Sumbi berdoa kepada Dewata dan
beberapa saat kemudianDayang Sumbi mengambil sehelai selendang mayang (
berwarna putih ) hasil tenunannya dan ilmu kesaktian yang dimilikinya Dayang Sumbi
mulai mengibar-ibarkankan selendang putihnya di ufuk timur sehingga menimbulkan
cahaya seolah fajar telah tiba
Selain itu pula dayang Sumbi memerintahkan penduduknya pengiringnya
Untuk menyalakan obor , ayam – ayam yang berada di sekitarnya mulai berkokok ,
sedangkan kaum wanitanya disuruh bersenandung sambil menumbuk padi seolah –
olah hari sudah pagi


6
Sangkuriang wirang karena kesiangan karena ia merasa yakin
melaksanakan apa yang diinginkan oleh calon istrinya akan tetapi ternyata ia gagal
dan begitu murkanya ia menendang perahunya yang hampir selesai itu kemudian
terbalik ( dalam bahasa Sunda yaitu Nangkub ) dan berubah menjadi gunung yang
sekarang dinamakan Tangkuban Perahu ( yang berarti perahu terbalik ) . Dan sisa
ranting pohon untuk membuat perahu yang berubah menjadi gunung Burangrang dan
sisa kayu yang ditebang berubah menjadi bukit yang dinamakan bukit Tunggul.
Bendungan Sang Hyang Tikoro. untuk membuat danau itu pun diobrak – abrik
sehingga air menjadi surut dan danaunya pun berubah menjadi sebuah desa Bandung .
Kini desa tersebut telah berubah menjadi kota yang kita kenal dengan sebutan kota ”
Bandung ” ( Berasal dari Kata Bendung / bendungan


G. Kawah Gunung Tangkuban Perahu

Gunung Tangkuban Perahu mempunyai dua kelompok kawah pusat yang masih
aktif sampai saat ini , diantaranya adalah :

1. Kelompok Pangguyangan Badak ( kawah Utama )
a. Kawah Pangguyangan Badak ( pertama ) ukuran 800 m x 700 m
b. Kawah Upas, kawah Upas A ( tertua ), kawah Upas B ( sebelum sekarang )
Kawah Upas C ( sekarang ) ukuran 800 m x 560 m
c. Kawah Ratu, kawah Ratu B ( sekarang ) ukuran 650 m x 500 m
d. Kawah G Como, ( leburan tahun 1926 )
e. Kawah Baru

2. Kelompok Kawah Parasiter

a. Kawah Jurig
b. Kawah Siluman
c. Kawah Jurian
d. Kawah Badak
e. Kawah Domas
f. Kawah Jagal
g. Kawah Suci

Dari sekian kawah yang ada, hanya beberapa kawah yang paling
menarik perhatian pengunjung . Hal ini disebabkan selain kawah Domas masih aktif
juga karena ada mata air panas ( Fumarole ) dengan suhu mendekati titik didih
antara 98 ‘C – 100’ C.
Kawah Domas merupakan yang paling aman untuk dikunjungi
karena posisinya yang tepat di lereng gunung terbuka ( tidak tertutup atau ditumbuhi
oleh tumbuh-tumbuhan) sehingga gas – gas yang dikeluarkan oleh kawah akan
segera terbawa angin


H. Aktifitas Letusan


Peristiwa letusan – letusan yang besar yang pernah terjadi tidak pernah
dilakukan pencatatan sebelumnya . Baru kemudian mulai tercatat dalam sejarah setelah
seorang berkewarga negaraan Jerman bernama Junghun yang pernah menulis erupsi
tahun 1829 sejak itulahkegiatan gunung Tangkuban perahu mulai diadakan pencatatan
aktivias sampai saat ini.dan tercatat sebagai berikut :

7

Tahun Kegiatan
1829 Terjadi letusan abu secara terus menerus di kawah Ratu dan Upas
1846 Erupsi dalam kawah baru
1862 Peningkatan kegiatan di dalam kawah Ratu dan Upas
1896 Letusan freaktif, terbentuk kawah baru
1910 Letusan kawah ratu
1929 Letusan kawah lumpur setinggi 10 m di kawah Ratu
1935 Terbentuklah celah panjang 50 m lebar 1m di kawah Ratu
1936 Kenaikan kegiatan di kawah Ratu tinggi asap mencapai 100 m
1952 Awan hitam mengepul setinggi 25 m disertai hujan abu tipis di kawah Ratu
1969 Hujan abu tipis mencapai perkebunan teh di daerah sebelah utara
1970 Erupsi lumpur di kawah Ratu
1984 Kenaikan kegempaan
1985 Kenaikan suhu solfatar
1992 Kenaikan aktifitas / gempa vulkanik



I. Flora Dan Vegetasi

Tangkuban Perahu memiliki formasi hutan hujan tropis , berbagai jenis
pohon yang terdapat di dalamnya . Adapun jenis tumbuhan yang ada di sekitar Gunung
Tangkuban Perahu antara lain :

a. Manarasa
b. Jambu Atus
c. Puspa
d. Harendong
e. Kipare
f. Saninten
g. Rasalama
h. Lemo
i. Kihiuris
j. Walen
k. Kipanggang
l. Cantigi Bodas
m. Pakis Tangkus


1. Jenis Tumbuhan Bawah

Babodotan
Herendong Alas
Kicentre
Carutu
Pakis cempe
Pinang
Kantong Semar
Bingbin
Pakis tangkur
Benying
Pakis Andong

8
2. Jenis Tumbuhan Epiphyl

Epiphyl

Benalu
Kedeca
Paku

Liana
Arevy gereng
Kibabera
Hariyang
Kirinyuh
Kesangka


J. Satwa Liar

Satwa liar kerap dijumpai saat pengunjung melakukan pendakian ( Hiking ) ke
puncak gunung atau ke kawah yang masih aktif yang letaknya di lereng bagian bawah
gunung Tangkuban Perahu

1. Species Primata

a. Surit ( Presibis aygula )
b. Lutung ( Precybis crstata )
c. Jelarang ( Ratufa Bicolor )

2. Species Mamalia

a. Macan Tutul ( Phanthera Pardus )
b. Trenggiling ( manis jaranscur )
c. Tupai ( cavociuros notatus )

3. Species Aves

a. Walik ( Teuro grisscicapina )
b. Tikukur ( Strepto pellascinansip )
c. Candara ( ducula apna )
d. Filiran ( geopelia striata )
e. Elang Lurik ( Spiloreis cheela )
f. Tratuka ( Megalaema Megalema )
g. Alap – alap ( Fako Mohicensis )
h. Serendet ( Loncullus vernallis )
i. Nadu ( Anthropthus )
j. Jog – jog ( Picnonotus Golfar )
k. Ayam hutan ( Galuas Sp )
l. Puyuh ( caturnik jamaika )
m. Gelatik ( podda lucor cipola )






9
BAB III

OBYEK – OBYEK WISATA
DI SEKITAR GUNUNG TANGKUBAN PERAHU





Selain Taman wisata Tangkuban Perahu sebagai Obyek wisata utama , di sekitar lokasi ini juga masih terdapat obyek – obyek wisata yang tidak kalah menariknya untuk dikunjungi, antara lain :

A. Bumi Perkemahan Cikole

Terletak 7 km dari kawah Ratu ( TP ) atau sekitar 1 km dari pintu masuk
utama . Bumi perkemahan ini bisa menampung + 150 tenda untuk 200 sampai 300
orang

B. Pemandian Air panas

Sari Ater atau dikenal dengan sebutan Ciater merupakan sebuah taman rekrea si yang dilengkapi sarana hotel restoran dan pemandian air panas ( sumber air panas alam + 40’ C ) dengan kandungan mineral tinggi 10 km dari taman wisata Gunung Tangkuban Perahu ke arah Subang ( timur ) dapat dicapai dalam waktu 30 menit. Sambil melewati panorama perkebunan Teh ( PTP XIII )

C. Situ Lembang

Situ Lembang merupakan danau yang masih alami yang merupakan dasar
Gunung Purba ( kaldera Sunda ) sekitar 3000 tahun yang lalu, kini menjadi danau
yang dikelilingi panorama hutan, hanya berjarak 18 km dari Lembang

D. Air Terjun Maribaya

Selain itu terdapat air terjun dengan ketinggian 30 meter. Di sini juga terdapat Sumber atau mata air panas dari taman rekreasi yang dilengkapi dengan sarana hotel Dan restoran. Dari air Terjun Maribaya ini kita bisa mencapai Taman Hutan Raya
( Pago ) dengan berjalan kaki.

E. Curug Cimahi

Air terjun yang tingginya mencapai 75 meter berada di desa Cisarua 8 km dari Lembang . Dalam perjalanan dari arah Lembang kita bisa menyaksikan patahan Lembang yang berkaitan dengan terbentuknya gunung Tangkuban Perahu.

F. Taman Junghun Jaya Giri

Taman Botani Jayagiri hanya diperuntukkan bagi pejalan kaki yang ingin menikmati panorama alam dengan menyusuri area hutan sepanjang 7 km menuju gunun
Tangkuban Perahu , dikenal dengansebutan “ Taman Junghun “ diambil dari nama se-
Orang ilmuwan Jerman yang bergabung dengan tentara Belanda dan telah mengabdi
kan dirinya di tanah Priangan dan telah banyak menyumbangkan ilmu pengetahuan
sampai akhir hayatnya ( 1809 – 1864 ) dan dimakamkan di Taman Botani Jayagiri

10
G. Desa Wisata ” Cihideung ”

Cihideung lebih dikenal dengan desa wisata bunga , karena merupakan
desa penghasil dan pensuplai bunga terbesar untuk pulau Jawa dimana juga dikenal
dengan panorama alam serta udara yang sejuk dan nyaman.

H. Observatorium / Teropong Bintang ” Bosscha ”

Obeservatorium Boscha atau dikenal juga dengan sebutan Bosscha
Steerwach merupakan salah satu pusat Peneropongan bintang ( Observatorium )
yang tertua ( 1923 ) dan terbesar di Asia Tenggara. Terletak di jalan raya Bandung –
embang atau 15 km arah selatan Taman Wisata Gunung Tangkuban Perahu ke arah
kota Bandung










































11

BAB IV

ARTI DAN FUNGSI TANGKUBAN PERAHU
BAGI PENDUDUK SEKITAR, WISATAWAN DOMESTIK DAN ASING





Gunung Tangkuban Perahu memiliki beberapa fungsi bagi masyarakat penduduk sekitar , wisatawan domestik dan asing dan berikut ini beberapa fungsi yang akan dijabarkan penulis sebagai berikut :

A. Fungsi Biologis

Secara Biologis, asap belerang berguna untuk kesehatan kulit . daerah Gunung
Tangkuban Perahu mempunyai tanah yang subur karena berdekatan dengan dapur
magma sehingga cocok ditanami tumbuhan yang hidup pada suhu dingin

B. Fungsi Ekonomis

Secara ekonomis , adanya tempat wisata Gunung Tangkuban Perahu merupakan
keuntungan bagi penduduk sekitar dapat mencari nafkah dengan menjual souvenir,
pakaian dan lain – lain , barang dagangan dijual dan dibangun semacam stan – stan
tempat berdagang berjejer – jejer sambil menawarkan barang dagangannya pada
wisatawan. Dengan demikian penduduk sekitar dapat memperoleh keuntungan
dalam memenuhi kebutuhan sehari – hari

C. Fungsi Psikologis

Tempat wisata alam Gunung Tangkuban Perahu sangat cocock untuk tempat
rekreasi, liburan dan refresing, karena suasana alamnya yang sejuk , tenang,
damai dan tentram sehingga dapat menghilangkan perasaan yang stress dan jenuh
dengan aktifitas pekerjaan mereka . Tempat ini juga cocok untuk berlibur keluarga,
sekolah ( Study Tour ) liburan anak – anak muda atau sekedar berlibur mencari
kedamaian agar hati menjadi tenang

D. Fungsi Akademis

Gunung Tangkuban Perahu selain sebagai tempat wisata juga dapat digunakan
sebagai tempat penelitian ilmu – ilmu pengetahuan seperti Geografi, Geologi bagi
para ilmuawan dan sarana bagi pelajar untuk dapat mengetahui kehebatan alam
yang merupakan ciptaaan Tuhan Yang Maha Esa yang harus disyukuri dan
dipelihara agar tetap terjaga kelestraiannya dan dapat diolah dengan baik sesuai
kegunaannya









12
BAB V

PENUTUP





A. Kesimpulan

Dari hasil uraian di atas mengenai Gunung Tangkuban Perahu , maka penulis
dapat menarik kesimpulan sebagai berikut :

1. Obyek wisata Tangkuban Perahu selain dijadikan sebagai tempat rekreasi juga dapat dijadikan bahan penelitian ilmu-ilmu pengetahuan
2. Obyek wisata Tangkuban Perahu merupakan salah satu obyek yang menarik di wilayah Bandung dan kaya akan budaya serta tinggi nilai sejarahnya
3. Obyek wisata Tangkuban Perahu harus dilestraikan dan dimanfaatkan secara optimal



B. Saran – saran

1. Setelah memahami laporan perjalanan ini hendaknya pembaca dapat semakin
mengenal dan lebih mencintai budaya sendiri
2. Dengan laporan ini semoga semakin meningkatkan kesadaran kita untuk melindungi kelestarian alam



























13
DAFTAR PUSTAKA




> Dinas Pariwisata Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Barat 1986 :” Wajah
Pariwisata Jawa Barat, yayasan 17 Oktober, Jakarta

> Singarimbun, Masri. Efendi dan Sofyan . 1987, :” Meotde Penelitian Survei
LP3SES, Jakarta

> Direktorat Geologi , 1996 . Buku Tentang Ilmu Pengetahuan Alam , No. 7
/XI/Th. 1996 Subang Jawa Barat

> Dirjen Vulkanologi , Direktorat Geologi, Buku Pedoman Bandung

> Zulfie AK, 2000, Buku Pedoman Tangkuban Perahu , Legenda Sangkuriang
Edisi III April








baca selengkapnya ( klik ) di sini...

Jumat, 26 Maret 2010

PEMANFAATAN MEDIA DALAM PEMBELAJARAN


MEDIA PENDIDIKAN
Kata Media berasal dari bahasa Latin yang merupakan bentuk jamak dari Medium. Dalam bidang Pendidikan, Media Pendidikan berarti media yang digunakan sebagai alat dan bahan kegiatan pembelajaran.
Dalam proses belajar mengajar terjadi proses komunikasi, penyampaian pesan dari pengantar ke penerima. Pesan berupa isi/ajaran yang ...

dituangkan ke dalam symbol-simbol komunikasi baik verbal ( kata-kata dan tulisan ) maupun non verbal. Proses ini disebut Encoding. Penafsiran simbol-simbol komunikasi tersebut oleh siswa disebut Decoding.
Penafsiran oleh siswa terhadap symbol-simbol komunikasi ada kalanya berhasil, dan adakalanya tidak. Maka terjadilah kegagalan atau ketidak berhasilan siswa dalam memahami apa yang didengar, dibaca, dilihat atau diamati. Penghambat yang menyebabkan kegagalan atau ketidak berhasilan dalam proses komunikasi dikenal dengan istilah noise atau barrier. Semakin banyak verbalisme, semakin abstrak pemahaman yang diterima.Maka peranan Media pembelajaran menjadi penting dalam bidang pendidikan.
Secara umum Media mempunyai kegunaan :
1. memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis
2. mengatasi keterbatasan ruang, waktu, tenaga dan daya indera
3. menimbulkan gairah belajar, interaksi lebih langsung antara murid dengan sumber belajar
4. memungkinkan anak belajar mandiri, sesuai dengan bakat dan kemampuan visual, auditori dan kinestetiknya
5. memberi rangsangan yang sama , mempersamakan pengalaman dan menimbulkan persepsi yang sama
selain itu , kontribusi media pembelajaran menurut Kemp and Dayton, 1985:
1. Penyampaian pesan pembelajaran dapat lebih terstandar
2. pembelajaran dapat lebih menarik
3. pembelajaran menjadi lebih interaktif dengan menerapkan teori belajar
4. waktu pelaksanaan pembelajaran dapat diperpendek
5. kualitas pembelajaran dapat ditingkatkan
6. proses pembelajaran dapat berlangsung kapanpun dan di manapun diperlukan
7. sikap positif siswa terhadap materi pembelajaran serta proses pembelajaran dapat ditingkatkan
8. peran guru berubah ke arah positif

Karakteristik dan kemampuan Media perlu diperhatikan oleh guru agar mereka dapat memilih media mana yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan. Berikut ini daftar kelompokMedia instruksional menurut Anderson, 1976 :
1. Audio : pita audio ( rol atau kaset )
: piringan audio
: radio ( rekaman siaran )
2. cetak : buku teks program
: buku pegangan/manual
: buku tugas
3.Audio – Cetak : buku latihan dilengkapi kaset
: gambar/poster ( dilengkapiaudio )
4. Proyek Visual Diam : film bingkai ( slide )
: film rangkai ( berisi pesan verbal )
5. Proyek Visual Diam dengan Audio : film bingkai ( slide ) suara
: film rangkai suara
6. Visual Gerak : film bisu dengan judul ( caption )
7. Visual gerak dengan Audio : film suara
: video/vcd/dvd
8. Benda : benda nyata
: model tiruan ( mock up )
9. Komputer : media berbasis computer , CAI ( Computer Assisted Instructional )
dan CMI ( Computer managed Instructional )

KLASIFIKASI DAN JENIS MEDIA

KLASIFIKASI : JENIS MEDIA
Media yang tidak diproyeksikan Realita, model, bahan grafis, display
Media yang diproyeksikan OHT, Slide, Opaque
Media Audio Audio kaset, Audio Viision, active Audio Vission
Media Video Video
Media Berbasis Komputer Computer assisted Innstructional ( Pembelajaran
Berbasis Komputer )
Multimedia kit Perangkat Praktikum

Media yang tidak diproyeksikan :
- Realita : Benda nyata yang digunakan sebagai bahan belajar
- Model : Benda tiga dimensi yang merupakan representasi dari benda
sesungguhnya
- Grafis : gambar atau visual yang penampilannya tidak diproyeksikan ( Grafik,
Chart, Poster, Kartun )
- Display: Medium yang penggunaannya dipasang di tempat tertentu sehingga
dapat dilihat informasi dan pengetahuan di dalamnya
Media Video
- Kelebihan
- Dapat menstimulir efek gerak
- Dapat diberi suara maupun warna
- Tidak memerlukan keahlian khusus dalam penyajiannya
- Tidak memerlukan ruangan gelap dalam penyajiannya
- kekurangan
- memerlukan perlatan khusus dalam penyajiannya
- memelukan tenaga listrik
- memerlukan keterampilan khusus dan kerja tim dalam pembuatannya
Media Berbasiskan Komputer
Bentuk interaksi yang dapat diaplikasikan
- praktek dan latihan ( drill &practice )
- tutorial
- permainan ( games )
- simulasi ( simulation )
- penemuan ( discovery )
- pemecahan masalah ( problem solving )
( Heinich, et .al 1996 )
Kemajuan media computer memberikan beberapa kelebihan untuk kegiatan produksi audio visual. Pada tahun-tahun belakangan computer mendapat perhatian besar karena kemampuannya yang dapat digunakan dalam bidang kegiatan pembelajaran. Ditambah dengan teknologi jaringan internet, computer seakan menjadi primadona dalam kegiatan pembelajaran.
Dibalik kehandalan computer sebagai media pembelajaran terdapat beberap persoalan yang sebaiknya menjadi bahan peertimbanganawal bagi pengelola pengajaran berbasis computer :
1. perangkat keras danlunak yang mahal dan cepat ketinggalan jaman
2. teknologi yang sangat cepat berubah, sangat memungkinkan perangakat yang dibeli saat ini beberapa tahun kemudian akan ketinggalan jaman
3. pembuatan program yang rumit serta dalam pengoperasian awal perlu pendampng guna menjelaskan penggunaannya. Hal ini bias disiasati dengan pembuatan modul pendamping yang menjelaskan penggunaan dan pengoperasian program

Pemakaian Komputer dalam Proses Belajar
Dalam kegiatan belajar dengan computer digunakan istilah CAI dan CMI.

CAI ( Computer Assisted Instructional ) :
yaitu penggunaan computer secara langsung dengan siswa untuk untuk menyampaikan isi pelajaran, memberikan latihan dan mengetes kemajuan belajar siswa. CAI ( Computer Assisted Instructional ) juga bermacam-macam bentuknya tergantung kecakapan pendesain dan pengembang pembelajarannya, bisa berbentuk permainan ( games ), mengajarkan konsep-konsep abstrak yang kemudian dikonkritkan dalam bentuk visual dan audio yang dianimasikan.

CMI ( Computer managed Instructional ):
Digunakan sebagai pembantu pengajar menjalankan fungsiadministratif yang
meningkat, seperti rekapitulasi data prestasi siswa, database buku/e-library, kegiatan
administrative sekolah seperti pencatatan pembayaran, kwitansi dll

Pada masa sekarang CMI dan CAI bersamaan fungsinya dan kegiatannya seperti pada e-learning, dimana urusan administrasi dan kegiatan belajar-mengajar sudah masuk dalam satu system

Pemakaian Komputer dalam kegiatan Pembelajaran
Untuk Tujuan kognitif :
Komputer dapat mengajarkan konsep-konsep aturan, prinsip, langkah-langkah
Proses dan kalkulasi yang kompleks. Computer juga dapat menjelaskan konsep tersebut dengan sederhana dengan penggabungan visual dan audio yang dianimasikan. Sehingga cocok untuk kegiatan pembelajaran mandiri

Untuk Tujuan Psikomotor :
Dengan bentuk pembelajaran yang dikemas dalam bentuk games dan simulasi sangat bagus digunakan untuk menciptakan kondisi dunia kerja. Beberapa contoh program antara lain: simulasi pendaratan pesawat, simulasi perang dalam medan yang paling berat dan sebagainya

Untuk Tujuan Afektif :
Bila program didesainsecara tepat dengan memberikan potongan clipsuara atau video yang isinya menggugah perasaan, pembelajaran sikap/afektif pun dapat dilakukan menggunakan media computer.

Kapan media perlu digunakan ?
1. pada waktu mengantar suatu topic yang baru
2. sebagai ilustrasi pada waktu yang tepat
3. disajikan pada pertengahan pelajaran
4. sebagai stimulans imaginasi anak
5. sebagai sarana memperbaiki
6. sebagai bahan tes

baca selengkapnya ( klik ) di sini...

Rabu, 24 Maret 2010

SEJARAH AWAL PERKEMBANGAN ILMU


Manusia dihadapkan pada masalah-masalah sejak berada di muka bumi. Dan manusia berusaha untuk memecahkannya. Dalam menghadapi masalahnya manusia memberikan reaksi yang berbeda-beda sesuai dengan cara berpikir masing-masing. Ditinjau secara perkembangan kebudayaan, sikap manusia dalam memecahkan ...

masalah dapat dibedakan berdasarkan ciri-ciri tertentu. CA.Van Peursen membagi perkembangan kebudayaan menjadi tiga tahap, yaitu :
- tahap mistis
- tahap ontologis
- tahap fungsional
Pada tahap mistis,:
Manusia merasakan dirinya terkepung oleh kekuatan-kekuatan gaib di sekitarnya

Pada tahap Ontologis, :
Manusia tidak lagi merasakan dirinya terkepung oleh kekutatan-kekuatan gaib dan bersikap mengambil jarak dari obyek di sekitarnya serta mulai melakukan penelaahan-penelaahan terhadap obyek tersebut.

Pada tahap fungsional,:
Sikap manusia bukan saja merasa telah terbebas dari kepungan kekuatan gaib dan mempunyai pengetahuan berdasarkan penelaahan terhadap obyek-obyek di sekitar kehidupannya, namun lebih dari itu, ia memfungsionalkan pengetahuan tersebut bagi kepentingan dirinya
Ilmu mulai berkembang pada tahap ontologis, yaitu ketika manusia berpendapat bahwa terdapat hukum-hukum tertentu dalam dunia empiris yang terlepas dari kekuasaan dunia mistis. Manusia melalui pemikirannya mulai mengambil jarak dari obyek di sekitarnya dan mulai menentukan batas-batas yang jelas kepada obyek tersebut yang terpisah dari eksistensi manusia. Walaupun demikian pada tahap mistis, manusia sebenarnya sudah memiliki pengetahuan, tetapi pengetahuan yang selalu dihubungkan dengan kekuatan mistis.
Ditinjau secara sejarah, proses kemenangan akal manusia dari kekuatan mistis dimulai sejak dari jaman Yunani Kuno. Setelah periode ini perkembangan ilmu berkembang semakin pesat. Bahkan pada masa sekarang ini, ilmu pengetahuan berkembang dengan cepat dalam dinamika yang semakin cepat lagi karena penemuan yang satu sering menyebabkan penemuan-penemuan lainnya
Perkembangan ilmu pengetahuan seperti sekarang ini tidak terpusat pada satu tempat atau wilayah tertentu saja. Selain di Eropa , Dunia Timur juga terbukti memberikan sumbangsih yang besar bagi kemajuan ilmu pengetahuan. Banyak penemuan yang terjadi di Dunia Timur yang baru dikembangkan belakangan di Dunia Barat. Oleh karena itu untuk memahami sejarah perkembangan ilmu, perlu dilakukan periodesasi. Periodisasi perkembangan ilmu yang disusun di sini dimulai dari perkembangan pemikiran dan kebudayaan masyarakat di wilayah Babilonia, Mesir, Cina dan India. Hal ini sangat penting karena pemikiran dan kebudayaan yang berkembang di wilayah-wilayah tersebut pada masa itu juga merupakan rangkaian panjang sejarah peradaban umat manusia, yang dengan kemampuan akal pikirannya selau berusaha melangkah maju.
Perkembangan ilmu pada periode awal :
A. Zaman Purba ( + abad 15 – 7 SM )
Pada dasarnya manusia pada jaman purba hanyalah menerima semua
peristiwa sebagai fakta. Menunjukan bahwa manusia purba masih berada pada
tingkatan sekedar menerima, baik dalam sikap maupun dalam pemikiran
Pada jaman Batu , manusia menggunakan batu dan tulang binatang sebagai
peralatan.
Pada perkembangan selanjutnya , benda-benda yang dipergunakan mengalami
kemajuan dan perbaikan. Berdasarkan percobaan ( trial and error ) yang cukup
lama akhirnya terjadilah perkembangan dan penyempurnaan pembuatan alat-alat
yang digunakan, sehingga manusia menemukan bahan dasar pembuatan alat-alat
yang baik dan kuat serta hasilnyapun lebih baik. Dengan demikian tersusunlah
pengetahuan ( know how ) yang diwariskan ke generasi berikutnya.
Perkembangan kebudayaan terjadi lebih cepat setelah manusia menemukan
dan menggunakan api dalam kehidupan sehari-hari. Pengetahuan tentang proses
pemanasan dan peleburan merintis jalan pada pembuatan alat dari logam.
Perkembangan pengetahuan terjadi pada jaman batu muda ( Neolithikum ) .
pada masa ini terjadi revolusi besar dalam cara hidup manusia. Manusia mulai
mengenal pertanian, mengenal kehidupan menetap, dan mulai beternak hewan.
Pada masa itu juga muncul kemampuan menulis, membaca dan berhitung sehingga
perkembangan pengetahuan menjadi lebih lengkap dan jelas
Secara umum pengetahuan pada jaman purba ditandai dengan adanya lima
kemampuan, yaitu :
1. pengetahuan didasarkan pada pengalaman (empirical knowledge)
2. pengetahuan berdasarkan pengalaman itu diterima sebagai fakta, keterangan tentang fakta itu bersifat mistis, magis dan religius
3. kemampuan menemukan abjad dan system bilangan alam sudah menampakan perkembangan pemikiran ke tingkat abstraksi
4. kemampuan menulis berhitung, menyusun kalender didasarkan atas sintesa terhadap hasil abstraksi yang dilakukan
5. kemampuan meramalkan peristiwa fisik atas dasar peristiwa sebelumnya yang pernah terjadi

1. Perkembangan Pengetahuan di Mesir dan Babilonia
Sekitar tahun 3000 SM di daerah Mesopotamia, orang mulai bertani dalam jumlah besar, menggunakan binatang dan bajak, memiki perahu dan kendaraan beroda sebagai sarana transportasi. Mereka juga sudah mampu mengolah logam dan membuat barang dari keramik.
Tahun 2500 SM bangsa Sumeria telah mengenal matematika. Tahun 2000 SM dinasti Hammurabi mengembangkan kemajuan kebudayaan. Matematika semakin berkembang. Banyak sekolah didirikan.
Orang Babilonia telah mampu membagi hari dalam jam serta menyatakan bahwa satu tahun terdiri atas 365 hari
Di bidang astronomi para pemuka agama melakukan pengamatan terhadap angkasa dan memberi nama bintang-bintang dengan Pisces, Gemini, Scorpio dan lain-lain yang sekarang disebut zodiac. Kemudian melalui pengamatan tersebut , mereka mencoba meramalkan nasib seseorang dikaitkan dengan hari kelahirannya.
Pengetahuan tentang kedokteran juga telah lama dikenal di Babilonia. Pada tahun 2350 SM telah ada dokter di Babilonia Selatan. Akan tetapi pada saat itu pengetahuan yang dikembangkan bercampur dengan anggapan bahwa penyakit itu dibawa oleh roh jahat. Oleh karena itu pengobatannya pun dilakukan melalui obat dan mantra. Yang diketahui dari buku-buku kedokteran yang memuat tulisan yang berisi campuran antara resep dan mantra.
Dalam bidang ekonomi orang Babilonia juga telah mengenal perdagangan dalam bentuk barter. Kerajinan tangan membuat sepatu, menyamak kulit, memotong batu, textil.dll.
Kebudayaan Mesir di jaman Purba lebih maju. Di bidang transportasi orang Mesir sudah berhasil menemukan kereta beroda dan perahu layer. Juga mengenal timbangan yang memungkinkan mereka mengetahui berat suatu benda. Pembuatan textile dengan cara menenun telah dilakukan dengan alat tenun.
Pada tahun 2500 SM di Mesir telah dibangun Piramid yang sisi-sisinya tepat menghadap Barat, Timur, Utara dan Selatan. Pembangunan Piramid menunjukan telah dipergunakannya Matematika untuk menghitung sudut elevasi Piramid.
Dalam bidang kedokteran ditemukan tulisan tentang cara-cara pengobatan orang sakit . Pada papyrus ebers misalnya, terdapat keterangan tentang denyut nadi pada beberapa bagian badan, mekanisme pernafasan, daftar penyakit, resep obat untuk penyakit mata, telinga dan perut dan lain-lain. Pengobatan suatu penyakit selain menggunakan obat-obatan yang terdiri dari ramuan tumbuhan dan bahan kimia seperti minyak jarak, soda, garam, timbale dan garam tembaga, juga menggunakan mantera. Lemak harimau, buaya, ular dan angsa digunakan sebagai obat penumbuh rambut. Dalam papyrus ini ditulis pula cara-cara mengawetkan makanan dengan menggunakan garam, cuka dll.Dokter pertama kali dikisahkan bernama Imhotep dan kemudian dianggap sebagai dewa pengobatan pada tahun 3000 SM sedangkan gambar-gambar tentang suatu operasi atau pembedahan telah ada pada tahun 2500 SM.Gambar tersebut terdapat sebagai ukiran dalam suatu makam di Mesir. Akan tetapi pada orang yang menderita penyakit jiwa, pengobatannya tidak melalui dokter, akan tetapi diserahkan pada ahli mengusir roh jahat
Dalam bidang pengolahan logam orang Mesir telah lama mengenal cara-cara pemurnian emas, pengolahan besi serta bijih logam lainnya. Hal ini dapat diketahui dengan ditemukannya benda-benda dari logam yang berupa perhiasan atau senjata. Emas, perak dan tembaga diperkirakan telah ada pada tahun 3000 SM. Perunggu telah dipergunakan orang pada tahun 2500 SM dan pada waktu itu besi dan timbal telah ditemukan .raksa telah dikenal orang pada tahun 1500 SM. Timbale terdapat sebagai bijih timbal sulfide di suatu tempat dekat laut Merah. Tambang emas terletak di sebelah timur sungai Nil di daerah yang disebut Nubia.
Selain logam, orang Mesir juga mengenal cara pembuatan gelas dan keramik. Mereka telah menggunakan alat yang berupa roda yang berputar pada sumbu tegak untuk memberi bentuk kepada tanah liat yang digunakan, misalnya bentuk suatu bejana kemudian dibakar dalam sebuah tungku atau tanur tinggi yang tertutup. Pembuatan gelas secara besar-besaran baru dilakukan pada tahun 1370 SM dengan menggunakan netron yang dilebur bersama kwarsa. Senyawa-senyawa tembaga dipakai untuk memberi warna hijau atau biru pada gelas. Kira-kira pada tahun 4000 SM orang-orang Mesir juga telah mengenal zat warna indigo yang digunakan untuk memberi warna pada tekstil .

2. Perkembangan Pengetahuan di India
Pada jaman kuno, pengetahuan yang telah dikenal di daerah lembah sungai Indus ini adalah astronomi, matematika dan kedokteran. Walaupun tidak dapat menyamai perkembangan astronomi di Babilonia, namun para pengamat benda-benda angkasa telah mengamati posisi matahari, bulan dan beberapa bintang. Dari pengamatan itu ditentukan banyaknya waktu dalam satu tahun dan satu bulan
Trigonometri serta lambang-lambang bilangan juga dikembangkan dengan baik. Berhitung dengan menggunakan angka nol dan angka satu sampai sembilan berkembang dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari
Pengetahuan kedokteran telah dikenal di India beberapa ratus tahun Sebelum Masehi. Tulisan tentang pengetahuan kedokteran memuat beberapa cara pengobatan yang bebas dari pengaruh mistik. Menurut teori kedokteran pada jaman kuno, tubuh manusia terdiri atas lima unsure alami yaitu : tanah, air, api, angina dan ruang kosong. Air, api dan angina adalah unsur yang aktif. Apabila ketiga unsur tersebut berada dalam keseimbangan dan keserasian maka orang akan sehat. Kelebihan atau kekurangan salah satu unsure tadi menyebabkan adanya ketidakseimbangan dan ketidakserasian yang mengakibatkan orang menjadi sakit. Tumbuh-tumbuhan digunakan untuk keperluan pengobatan. Pengobatan penyakit dengan cara pembedahan juga telah lama dikenal.

3. Perkembangan Pengetahuan di Cina
Perkembangan pengetahuan di Cina dapat diketahui dari penemuan arkeologi, yaitu pada masa Dinasti Shang ( 1523-1028 SM ) dan Dinasti Chin ( 1027 – 256 SM ). Pada masa – masa tersebut orang telah mengenal tulisan, pembuatan keramik, kendaraan beroda, cara bertanam padi, pembuatan sutera alam, dan pembuatan alat-alat dari perunggu.perunggu telah lama dikenal pada abad ke -10 SM. Pengolahan besi dikenal abad ke-6 SM. Pada masa Dinasti Shang dan Chin, teknologi di Cina mencapai kemajuan besar. Dalam bidang kedokteran bangsa Cina juga telah mengenal bentuk pengobatan dengan menggunakan tusuk jarum ( akupuntur ) pada beberapa abad sebelum masehi.
Di samping itu dalam sebuah buku kuno yang ditulis pada tahun 1200 SM terdapat tulisan tentang asal mula benda-benda. Disebutkan bahwa benda berasal dari dua macam kekuatan yaitu Yin dan Yang. Yin membawa cirri buruk, sedangkan Yang membawa ciri baik. Sifat suatu benda tergantung dari jumlah Yin dan Yang yang terkandung dalam benda tersebut. Karena itu mereka percaya bahwa satu benda dapat berubah menjadi benda lain apabila jumlah Yin dan Yang dalam benda tersebut diubah, misalnya suatu logam dapat diubah menjadi logam mulia dengan mengurangi Yin dan menambah jumlah Yang. Dalam buku lian yang ditulis pada tahun 2200 SM disebut adanya lima unsur yang membentuk benda yaitu air, api, kayu, logam dan tanah.

Secara umum periode perkembangan ilmu antara lain sebagai berikut :
A.Zaman Purba ( + abad 15 – 7 SM )
1.Perkembangan Pengetahuan di Mesir dan Babilonia
2.Perkembangan Pengetahuan di India
3.Perkembangan Pengetahuan di Cina
B.Zaman Yunani ( abad 7 SM – 6 M )
C.Zaman Pertengahan ( abad 6 – 15 M )
D.Zaman Renaissance ( 14 – 17 M )
E.Zaman Modern ( 17 – 19 M )
F.Zaman Kontemporer ( abad ke - 20 – sekarang )

baca selengkapnya ( klik ) di sini...

Sabtu, 20 Maret 2010

IKHLAS MEMBAWA KESUKSESAN


Keutamaan Niat

Alkisah pada jaman dahulu ada seorang dari bani Israil yang rajin beribadah. Ia beribadah kepada Allah dalam kurun yang sudah cukup lama. Kemudian datanglah orang-orang kepadanya. Mereka berkata : “ Di desa sana ada suatu kaum yang bukan menyembah Allah swt. Tetapi mereka menyembah pohon “.
Kemudian ia marah mendengar hal itu, lalu ia mengambil kampaknya dan pergi untuk menebang pohon itu. Pohon yang akan ditebang ternyata ...

ditunggui oleh Iblis. Kemudian Iblis menghalangi niatnya, Iblis mengubah dirinya menjadi orang yang sudah tua yang lemah. Ia berkata : “ Hendak pergi kemana engkau ?” Orang alim itu menjawab : “ Aku hendak menebang pohon ini ! supaya orang-orang tidak terjebak kepada kemusyrikan dengan menyembah pohon ini “ Iblis berkata : “ Hai orang alim, aku tidak akan membiarkanmu untuk menebang pohon ini.”
Si Orang alim tetap melanjutkan niatnya untuk menebang pohon itu, sementara Iblis terus menghalanginya, sehingga terjadilah perkelahian yang berakhir dengan kemenangan si Orang alim. Iblis berkata : “ lepaskan aku supaya aku bisa menjelaskan sesuatu kepadamu ! “ Orang alim itu kemudian berdiri meninggalkannya. Dan berkatalah Iblis kepadanya : “ Hai orang alim ! Sesungguhnya Allah tidak menyuruhmu untuk menebang pohon ini. Andaikata Allah menghendaki niscaya dia akan menyuruh Nabi dan RosulNya untuk melaksanakan tugas ini. “ Kemudian Orang alim itu berkata : “ Pohon ini sumber kemusyrikan, pohon ini harus ditebang !” Mendengar perkataan ini , Iblis kemudian menyerangnya dan terjadilah perkelahian kembali. Orang alim itupun berhasil mengalahkannya kembali.
Iblis kemudian berkata : “ Maukah engkau mendapatkan sesuatu yang selama ini kau inginkan ?” Orang alim itu bertanya : “ apa ? “
Iblis berkata : “ Engkau seorang miskin yang tidak punya apa-apa, pulanglah kamu, jangan lanjutkan usaha menebang pohon ini, kamu bukan Nabi, juga bukan Rosul, aku akan memberimu setiap malam uang dua dinar untuk kebutuhan hidupmu. “
Kemudian Orang alim itu merenungkan semua perkataan Iblis tadi. Dan berkata dalam hati : “ Benar juga orang tua ini !. aku ini bukan Nabi dan Rosul, aku tidak berdosa jika tidak menebangnya. Janji –janji itu lebih bermanfaat bagiku, aku akan diberi dua dinar setiap malam, aku akan hidup berkecukupan !”
Akhirnya si Orang alim itupun menghentikan niatnya untuk menebang pohon, . kemudian ia meminta kepada orang tua tadi ( Iblis ) untuk berjanji dan bersumpah bahwa ia kana menepati janjinya.
Pulanglah si Orang alim , kembali ke tempat ibadahnya dan beribadah sebagaimana biasa. Setelah pagi datang maka benarlah perkataan orang tua ( Iblis ) itu. Ternyata di dekatnya terdapat uang dua dinar, maka iapun mengambilnya. Dan begitu pula hari esoknya. Akan tetapi pada hari ketiga, ia tidak mendapatkan apapun, begitupula hari keempat , kelima dan seterusnya, ia tidak mendapatkan uang dinar, maka iapun menjadi marah dan segera mengambil kampaknya lalu pergi untuk menebang pohon itu.
Kemudian Iblis pun menyambutnya dengan menyerupai orang tua, seperti pada pertama kali . Iblis pun menyapa : “ Mau kemana engkau , wahai Orang alim ? “. Ia menjawab : “ Aku hendak menebang pohon sialan itu !” Lalu Iblis berkata : “ Percuma, engkau tidak akan mampu untuk menebang pohon itu lagi ! Percayalah ! lebih baik kamu urungkan niatmu !
Orang alim itupun berusaha untuk melanjutakan niatnya, dan Iblispun menghalanginya. Maka terjadilah perkelahian kembali. Pada perkelahian kali ini si Orang alim merasa kewalahan. Iblis itu sulit untuk dikalahkan. Akhirnya si Orang alim dapat dikalahkan oleh Iblis. Iblis kemudian berkata : “ Berhentilah engkau menebang pohon ini atau aku akan membunuhmu !”
Orang alim itu kelihatannya tidak punya tenaga untuk mengalahkan Iblis, tidak seperti yang dilakukannya pada saat pertama kali ia melawannya.
Orang alim itu berkata kepada Iblis : “ Hai, kenapa engkau bisa mengalahkanku sekarang, padahal pada waktu yang lalu aku dapat mengalahkanmu dengan mudah ?”
Iblis pun menjawab : “ itu karena pada saat yang pertama engkau marah karena Allah, dan berniat ikhlas menebang pohon ini demi kehidupan akherat , tetapi kini engkau marah bukan karena Allah dan kehidupan akherat, tetapi engakau marah karena kepentingan dunia, engkau marah karena aku tidak memberi uang dua dinar . Adapun pada perkelahian pertama Allah membantumu sehingga aku kalah, sedangkan yang kedua kalinyaAllah tidak membantumu, maka aku dapat mengalahkanmu dengan mudah “
Demikianlah kisah tentang pentingnya niat semata-mata karena Allah, lillahi ta’ala .
Apabila kita melakukan sesuatu pekerjaan dengan niat yang ikhlas, semata-mata karena Allah, maka tujuan yang kita inginkan akan lebih mudah dicapai. Marilah kita benahi niat hidup kita, kita luruskan kembali agar perjalanan hidup kita tetap dalam lindungan Allah SWT.

baca selengkapnya ( klik ) di sini...

Jumat, 19 Maret 2010

RAHASIA KEHEBATAN SEORANG PANDAI BESI


HIKMAH MENAHAN NAFSU
Al kisah ada seorang pandai besi yang mempunyai keajaiban luar biasa. Kalau dia memegang besi di dalam bara api, tangannya tidak kepanasan, sekalipun saat mengambilnya menggunakan tangannya secara telanjang. Ketika itu ada seseorang yang yang tergerak hatinya berminat menyaksikan keajaiban itu. Apakah benar ataukah sekedar berita bohong. Hingga suatu hari orang tersebut datang ...

ke rumah si pandai besi. Ia bertanya tentang berita itu. Setelah menyaksikan sendiri, ia memandangi penuh kekaguman.
Setelah si pandai besi itu menyelesaikan pekerjaannya, lelaki tadi memberi salam. Si pandai besi menjawab.lalu kata lelaki tadi : “ Malam ini aku menjadi tamumu, kamu tidak keberatan, bukan ? “
Si pandai besi menjawab : “ Dengan suka hati aku menerima kehadiranmu “
Lelaki tadi diajak masuk ke rumah. Hinga setelah makan malam tiba, ia disuguhi makan malam. Selesai makan malam hingga menjelang tidur, lelaki tadi tidak menjumpai suatu kelebihan yang dilakukan si pandai besi. Ibadah Fardlunya hanya biasa saja. Ia tidur malah hingga subuh. Dalam hati lelaki tadi berkata : “ Barangkali malam ini dia sengaja merahasikan ibadahnya “
Lelaki tadi meminta izin lagi agar diperbolehkan bermalam untuk yang kedua kali. Ia mencoba memperhatikan amaliahnya. Ternyata tidak ada kelebihannya dalam menjalankan kewajiban dan kesunahan beribadah.
Akhirnya lelaki tadi berkata : “ Sudah seringkali aku mendengar, betapa besarnya Allah memuliakan dirimu. Kebetulan aku sendiri juga menyaksikan kekeramatanmu itu. Tetapi setelah aku perhatikan secara lahiriah, ternyata tidak ada kelebihan yang aku jumpai dalam ibadah fardlu atau sunahmu. Kalau begitu, dari manakah tingkatan itu kau peroleh ? “
Si pandai besi menjawab : “ Saudara, sesungguhnya aku mepunyai kisah yang sangat menarik. Ceritanya begini : aku bertetangga seorang perempuan yang sangat cantik. Aku cinta sekali padanya. Setiap aku menggoda dan merayunya supaya ia mau memenuhi keinginanku. Namun sampai sejauh itu aku tidak dapat menundukkan dirinya. Rupanya ia perempuan ahli ibadah yang sangat bagus segalanya .
Bulan demi bulan terus bergulir, hingga tibalah masa paceklik, makanan susah diperoleh. Kelaparan merata di mana-mana. Suatu hari ketika aku sedang duduk menikmati udara di rumah, tiba-tiba pintu rumahku diketuk seseorang. Aku keluar untuk melihat siapa yang datang. Ternyata perempuan yang cantik itu rupanya yang dating. Ia berdiri di depan pintu, katanya : “ Tuan, aku sedang kelaparan. Apakah ada makanan yang bisa tuan berikan kepadaku ? “
Jawabku : “ Apa kamu tidak merasa bahwa aku sangat mencintaimu ? aku tidak akan memberi makanan kecuali kau bersedia menyerahkan dirimu padaku “
Perempuan yang cantik itu berkata : “ Sesungguhnya aku sangat takut menghadapi bahaya dalam kematian. Aku telah berjanji tidak akan bermaksiat kepada Allah “. Lalu ia pulang.
Dua hari kemudian ia datang lagi. Ia meminta makanan seperti yang dikatakan tempo hari.aku juga memberi jawaban seperti jawabanku kemarin. Saat itu tubuhnya kelihatan begitu kusut dan rusak. Ia masuk dan duduk di dalam rumah. Aku menyodorkan makanan di depannya. Tiba-tiba air mata perempuan cantik itu mengalir deras, seraya berkata : “ Apakah makanan ini kau berikan semata-mata karena Allah ?”
Aku menjawab : “ aku berikan makanan itu agar kau bersedia menyerahkan dirimu kepadaku “
Ia bangkit , meninggalkan makanan itu tanpa menjamahnya sedikitpun. Ia terus keluar rumah menuju rumahnya sendiri, yang berada tidak jauh dari rumahku.
Dua hari kemudian ia datang lagi. Ia mengetuk pintu sambil berdiri di depan pintu. Kulihat tubuhnya kian kurus kering, suaranya terbata-bata. Punggungnya kelihatan membungkuk karena menahan lapar.
Ia berkata : “ Tuan, aku telah merasa kesulitan untuk mencari makanan, dan aku tidak sanggup lagi berjalan jauh mencari makanan kecuali kepada tuan. Apakah tuan punya makanan yang bisa diberikan kepadaku ikhlas karena Allah ? “
Aku menjawab : “ ya , tentu ada, kalau kamu bersedia menyerahkan dirimu kepadaku “
Ia kemudian menundukkan wajah beberapa saat. Ia masuk dan duduk di dalam. Saat itu aku benar-benar tidak mempunyai makanan yang dapat kuberikan untuknya. Maka aku segera menghidupkan api untuk memasak makanan baginya.
Setelah masak dan makanan kuletakkan di depannya, tiba-tiba aku tersadar memperoleh petunjuk Allah. Dalam hati aku berkata : “ Hai , rusak amat diriku ini ! Sesungguhnya perempuan ini termasuk orang yang diberi akal sedikit dan begitu pula ketaatannya kepada agamanya. Ia tidak mampu mencari makanan dan sudah berulang kali merasakan pedihnya kelaparan. Tetapi kamu tidak mampu menahan kemaksiatan, padahal ia dapat mencegah kemaksiatan tanpa mau menyentuh makanan, jika diberikan disertai syarat.
Kemudian aku berdoa kepada Allah : “ Wahai Allah ! sesungguhnya sekarang aku bertaubat kepadaMu atas segala perbuatanku. Aku berjanji tidak akan mendekat-dekat lagi kepada perempuan itu untuk bermaksiat !“
Aku dekati dia yang masih terpaku di depan makanan. Aku berkata : “ Sekarang makanlah ! Kamu tidak perlu khawatir bahwa aku akan meminta persyaratan itu. Kuberikan makanan ini karena Allah ! “
Begitu mendengar ucapanku itu, ia mengangkat wajahnya ke langit, seraya berucap : “ Wahai Allah ! jika ucapan itu benar, hindarkanlah dirinya dari api di dunia atau di akherat “
Lalu perempuan cantik itu kubiarkan mnyantap makanan. Aku sendiri berkemas dari hadapannya untuk memadamkan api. Peristiwa itu terjadi di musim penghujan. Tanpa sengaja , sebuah bara api jatuh mengenai kakiku. Ternyata tidak melepuh. Aku kembali lagi menjumpainya dengan penuh kegembiraan.
Aku berkata : “ Bergembiralah kamu ! Sesungguhnya Allah telah mengabulkan doamu “
Lalu ia buang sesuap makanan yang masih ada di tangannya. Ia bersujud syukur seraya berucap : “ Wahai Allah ! Sesungguhnya Engkau telah memperlihatkan kepadaku apa yang kuhendaki terhadap lelaki ini. Maka cabutlah ruhku sekarang juga ! “
Selesai berucap begitu, perempuan cantik itu meninggal dalam keadaan masih bersujud. Demikianlah ceritaku saudara !
Kisah di atas memberi pelajaran bahwa di jaman modern seperti sekarang ini, di mana kemaksiatan meraja lela, patut kiranya kita renungkan, sejauh manakah diri kita sanggup menahan diri, menahan hawa nafsu yang senantiasa mendorong dan menjerumuskan kita untuk bermaksiat. Mari kita kendalikan nafsu kita, karena Allah menjanjikan barang siapa yang mampu mengendalikan hawa nafsunya, maka syorgalah tempatnya ia kembali kelak !

baca selengkapnya ( klik ) di sini...

Senin, 15 Maret 2010

TAWASSUL


KISAH TIGA ORANG DALAM GUA

Ada sebuah kisah bahwa dahulu ada tiga orang yang terperangkap dalam sebuah gua. Dan tiba-tiba ada sebuah batu besar yang menutup pintu gua, sehingga mereka tidak dapat keluar. Mereka merasa sangat bingung.
Kemudian salah seorang dari mereka mengatakan kepada..

yang lainnya : “ Carilah amal kebajikan yang kalian kerjakan yang murni karena Allah SWT. Kemudian jelaskan sebagai do’a kepada Allah. Semoga Allah Azza Wa Jalla mengabulkan do’a kita dan menghilangkan batu ini “.
Kemudian salah seorang diantara mereka berkata : “ Ya Allah, sesunggunya aku punya kedua orang tua yang tua renta, dan aku tidak pernah memberikan minuman maupun harta kepada keluargaku sebelum aku memberikan kepada kedua orang tuaku. Pekerjaanku hanya mencari kayu, suatu hari aku ke rumah sampai mereka tidur, namun aku tetap tidak mau memberikan minum susu di malam hari kepada keluargaku atau hartaku sebelum mereka berdua “
Aku pun hanya berdiam diri membawa mangkok hingga terbit fajar. Mereka pun bangun dan minum minuman malam mereka. Ya Allah, aku melakukan itu semua demi mencari keridloanMu. Lantaran itu, renggangkanlah batu yang menghalangi kami ! “
Akhirnya batu itu sedikit demi sedikit merenggang, akan tetapi mereka tidak dapat keluar.
Dalam riwayat yang lain mengatakan : Salah seorang dari mereka berkata : Aku punya anak kecil, aku adalah penggembala hewan, jika aku pulang selalu memeras susu buat orang tuaku sebelum anak-anakku “
Suatu ketika pekerjaan mencari kayu amat menjauhkan aku, sampai sore aku belum datang, sampai aku melihat mereka tertidur. Akupun memeras susu sebagaimana kebiasaanku. Kemudian aku berdiri di samping mereka, aku tidak mau membangunkan mereka, aku tidak akan memberikan susu buat anak-anakku sekalipun anak-anak menangis di telapak kakiku.
Keadaan ini berlangsung sampai fajar tiba, dan tahukah engkau bahwa aku melakukan ini hanya demi mencari keridloanMu, maka renggangkanlah batu ini agar aku dapat melihat langit ! “
Maka Allah SWT merenggangkan batu itu sampai mereka dapat melihat langit lagi. Kemudian yang lain berdo’a atas terpeliharanya zina dengan anak pamannya, yang lain lagi berdoa lantaran mengembangbiakkan harta buruhnya. Lalu batu itu mulai renggang seluruhnya sehingga mereka dapat keluar dari goad an kembali ke rumahnya masing - masing .
Kisah ini mengajarkan pada kita bahwa amal baik yang kita lakukan dapat kita jadikan penolong ketika kita menghadapi kesulitan.

baca selengkapnya ( klik ) di sini...

Sabtu, 13 Maret 2010

KEWAJIBAN SUAMI UNTUK SABAR


Meneladani sikap Umar bin Khattab

Alkisah di masa Khalifah Umar bin Khattab, diriwayatkan ada seorang menghadap khalifah Umar bin Khattab bermaksud hendak mengadukan perihal perangai buruk istrinya. Sampai di depan rumah yang dituju, orang itu menanti khalifah Umar bin Khattab di depan pintu. Saat itu ia mendengar

istri Umar bin Khattab mengomeli dirinya, sementara Umar bin khattab sendiri hanya berdiam saja tanpa bereaksi. Orang itu bermaksud balik kembali sambil berguman : “ kalau keadaan Amirul Mu’minin Umar bin Khattab saja begitu, bagaimana halnya dengan diriku “.
Bersamaan dengan itu Umar bin Khattab keluar, ketika melihat orang itu hendak kembali, Umar bin Khattab memanggilnya. Katanya : “ Ada keperluan penting ? “ ia menjawab : “ Amirul mu’minin, kedatanganku ini sebenarnya hendak mengadukan perihal istriku lantaran suka memarahiku. Tetapi begitu aku mendengar istrimu sendiri berbuat serupa , maka aku bermaksud kembali. Dalam hati aku berkata : Kalau keadaan Amirul Mu’minin saja diperlakukan istrinya seperti itu, bagaimana halnya dengan diriku “.
Umar berkata kepadanya : “ saudaraku sesungguhnya aku rela menanggung perlakuan seperti itu dari istriku, karena adanya beberapa hak yang ada padanya. Istriku bertindak sebagai juru masak makananku, Ia selalu membuatkan roti untukku. Ia selalu mencucikan pakaian-pakaianku. Ia menyusui anak-anakku , padahal semua itu bukan kewajibannya. Aku cukup tenteram tidak melakukan perkara haram lantaran pelayanan istriku. Karena itu aku menerimanya sekalipun dimarahi “.
Kata orang itu : “ Amirul Mu’minin, demikian pulakah terhadap istriku ? “ Jawab Umar : “ Ya , terimalah marahnya. Karena yang dilakukan istrimu tidak akan lama, hanya sebentar saja.
Demikian riwayat yang bisa dijadikan pelajaran untuk para suami agar memiliki kesabaran dalam menghadapi perangai istrinya, semata-mata demi tercapai keluarga sakinah mawaddah wa rohmah.

baca selengkapnya ( klik ) di sini...

Jumat, 12 Maret 2010

Cold War

PERANG DINGIN
Pengertian

Perang dalam bentuk ketegangan antara Amerika Serikat dan Uni Soviet ( perang tidak secara terbuka )
Perang Dingin adalah ketegangan dan saling tidak percaya antara USA dengan USSR karena masing-masing merasa lebih unggul, sehingga ...

terjadi persaingan Ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya

Latar Belakang terjadinya Perang dingin
Perbedaan Idiologi antara USA ( liberalis kapitalis ) dengan Uni Soviet ( Sosialis komunis )
Adanya perlombaan senjata
Perebutan pengaruh atau hegemoni kekuasaan
Timbulnya politik aliansi/mencari kawan
Bentuk bentuk Perang Dingin
Dalam bidang ekonomi
Dalam bidang politik
Dalam Bidang militer

Timbulnya fakta-fakta pertahanan
Persaingan kebijakan politik, dan ekonomi
Perang terbuka di beberapa negara
Perlombaan senjata nuklir
Perlombaan penjelajahan ruang angkasa
Terbentuknya badan spionase dari dua negara Super Power

Akibat Perang Dingin
Timbulnya bipolarisasi di berbagai negara
Timbulnya perlombaan senjata
Timbulnya fakta-fakta pertahanan
Terpecahnya Jerman, Korea, Vietnam menjadi dua
Munculnya dua negara adikuasa yaitu Amerika dan Uni-Sovyet
Dikeluarkannya kebijakan bantuan ekonomi USA misalnya Marshall Plan, Truman Doctrine, Colombo Plan

PEREDAAN
Munculnya organisasi dunia yang bersifat regional (ASEAN) dan global (Gerakan Non Blok)
Dilaksanakan perundingan senjata nuklir misal; perjanjian non-proliferasi nuklir 1968, SALT, START
Glasnost dan Perestroika di Uni-Sovyet oleh Michael Gorbachev
Reunifikasi Jerman
Terbentuknya Badan Pengawas Senjata Nulkir oleh PBB / IAEA
Kekhawatiran akan terjadinya Perang Dunia III

SIKAP INDONESIA TERHADAP PERANG DINGIN
• Pelaksanaan politik Luar Negeri bebas dan aktif
• Secara aktif memprakarsai berdirinya organisasi Internasional dan regional yang bergerak dibidang social budaya dan ekonomi
• Secara aktif selalu mengirimkan pasukan Garuda sebagai pasukan perdamaian PBB
• Berusaha menarik Vietnam agar secara aktif dalam ASEAN

baca selengkapnya ( klik ) di sini...

Selasa, 09 Maret 2010

MODEL - MODEL PEMBELAJARAN YANG INOVATIF

EXAMPLES NON EXAMPLES
CONTOH DAPAT DARI KASUS/GAMBAR YANG RELEVAN DENGAN KD
Langkah-langkah :
1. Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran
2. Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan melalui OHP
3. Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa untuk memperhatikan/menganalisa gambar
4. Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa, hasil diskusi dari

analisa gambar tersebut dicatat pada kertas
5. Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya
6. Mulai dari komentar/hasil diskusi siswa, guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai
7. Kesimpulan
PICTURE AND PICTURE
Langkah-langkah :
1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
2. Menyajikan materi sebagai pengantar
3. Guru menunjukkan/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan berkaitan dengan materi
4. Guru menunjuk/memanggil siswa secara bergantian memasang/mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis
5. Guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gambar tersebut
6. Dari alasan/urutan gambar tersebut guru memulai menamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai
7. Kesimpulan/rangkuman
MEMBERED HEADS TOGETHER
(KEPALA BERNOMOR)
(SPENCER KAGAN, 1992)
Langkah-langkah :
1. Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor
2. Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya
3. Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya/mengetahui jawabannya
4. Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka
5. Tanggapan dari teman yang lain, kemudian guru menunjuk nomor yang lain
6. Kesimpulan
COOPERATIVE SCRIPT
(DANSEREAU CS., 1985)
Skrip kooperatif : metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan bergantian secara lisan mengikhtisarkan, bagian-bagian dari materi yang dipelajari
Langkah-langkah :
1. Guru membagi siswa untuk berpasangan
2. Guru membagikan wacana/materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan
3. Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar
4. Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin, dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya.
Sementara pendengar :
• Menyimak/mengoreksi/menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap
• Membantu mengingat/menghafal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya
5. Bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. Serta lakukan seperti diatas.
6. Kesimpulan guru
7. Penutup
KEPALA BERNOMOR STRUKTUR
(MODIFIKASI DARI NUMBER HEADS)
Langkah-langkah :
1. Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor
2. Penugasan diberikan kepada setiap siswa berdasarkan nomorkan terhadap tugas yang berangkai
Misalnya : siswa nomor satu bertugas mencatat soal. Siswa nomor dua mengerjakan soal dan siswa nomor tiga melaporkan hasil pekerjaan dan
seterusnya
3. Jika perlu, guru bisa menyuruh kerja sama antar kelompok. Siswa disuruh keluar dari kelompoknya dan bergabung bersama beberapa siswa bernomor sama dari kelompok lain. Dalam kesempatan ini siswa dengan tugas yang sama bisa saling membantu atau mencocokkan hasil kerja sama mereka
4. Laporkan hasil dan tanggapan dari kelompok yang lain
5. Kesimpulan
STUDENT TEAMS –ACHIEVEMENT DIVISIONS ( STAD)
TIM SISWA KELOMPOK PRESTASI
(SLAVIN, 1995)
Langkah-langkah :
1. Membentuk kelompok yang anggotanya = 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi, jenis kelamin, suku, dll)
2. Guru menyajikan pelajaran
3. Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota-anggota kelompok. Anggotanya tahu menjelaskan pada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti.
4. Guru memberi kuis/pertanyaan kepada seluruh siswa. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu
5. Memberi evaluasi
6. Kesimpulan
JIGSAW ( MODEL TIM AHLI )
(ARONSON, BLANEY, STEPHEN, SIKES, AND SNAPP, 1978)
Langkah-langkah :
1. Siswa dikelompokkan ke dalam = 4 anggota tim
2. Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang berbeda
3. Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang ditugaskan
4. Anggota dari tim yang berbeda yang telah mempelajari bagian/sub bab yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk mendiskusikan sub bab mereka
5. Setelah selesai diskusi sebagai tim ahli tiap anggota kembali ke kelompok asal dan bergantian mengajar teman satu tim mereka tentang sub bab yang mereka kuasai dan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan sungguh-sungguh
6. Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi
7. Guru memberi evaluasi
8. Penutup
PROBLEM BASED INTRODUCTION ( PBI)
(PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH)
Langkah-langkah :
1. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. Menjelaskan logistik yang dibutuhkan. Memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih.
2. Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik, tugas, jadwal, dll.)
3. Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah, pengumpulan data, hipotesis, pemecahan masalah.
4. Guru membantu siswa dalam merencanakan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya
5. Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan
ARTIKULASI
Langkah-langkah :
1. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
2. Guru menyajikan materi sebagaimana biasa
3. Untuk mengetahui daya serap siswa, bentuklah kelompok berpasangan dua orang
4. Suruhlan seorang dari pasangan itu menceritakan materi yang baru diterima dari guru dan pasangannya mendengar sambil membuat catatan-catatan kecil, kemudian berganti peran. Begitu juga kelompok lainnya
5. Suruh siswa secara bergiliran/diacak menyampaikan hasil wawancaranya dengan teman pasangannya. Sampai sebagian siswa sudah menyampaikan hasil wawancaranya
6. Guru mengulangi/menjelaskan kembali materi yang sekiranya belum dipahami siswa
7. Kesimpulan/penutup
MIND MAPPING
Sangat baik digunakan untuk pengetahuan awal siswa atau untuk menemukan alternatif jawaban
Langkah-langkah :
1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
2. Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang akan ditanggapi oleh siswa/sebaiknya permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban
3. Membentuk kelompok yang anggotanya 2-3 orang
4. Tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi
5. Tiap kelompok (atau diacak kelompok tertentu) membaca hasil diskusinya dan guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru
6. Dari data-data di papan siswa diminta membuat kesimpulan atau guru memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru

MAKE – A MATCH
(MENCARI PASANGAN)
(Lorna Curran, 1994)
Langkah-langkah :
1. Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang cocok untuk sesi review, sebaliknya satu bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban
2. Setiap siswa mendapat satu buah kartu
3. Tiap siswa memikirkan jawaban/soal dari kartu yang dipegang
4. Setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (soal jawaban)
5. Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin
6. Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya
7. Demikian seterusnya
8. Kesimpulan/penutup
THINK PAIR AND SHARE
(FRANK LYMAN, 1985)
Langkah-langkah :
1. Guru menyampaikan inti materi dan kompetensi yang ingin dicapai
2. Siswa diminta untuk berfikir tentang materi/permasalahan yang disampaikan guru
3. Siswa diminta berpasangan dengan teman sebelahnya (kelompok 2 orang) dan mengutarakan hasil pemikiran masing-masing
4. Guru memimpin pleno kecil diskusi, tiap kelompok mengemukakan hasil diskusinya
5. Berawal dari kegiatan tersebutmengarahkan pembicaraan pada pokok permasalahan dan menambah materi yang belum diuangkapkan para siswa
6. Guru memberi kesimpulan
7. Penutup
DEBATE
Langkah-langkah :
1. Guru membagi 2 kelompok peserta debat yang satu pro dan yg lainnya kontra
2. Guru memberikan tugas untuk membaca materiyang akan didebatkan oleh kedua kelompok diatas
3. Setelah selesai membaca materi. Guru menunjuk salah satu anggotanya kelompok pro untuk berbicara saat itu ditanggapi atau dibalas oleh kelompok kontra demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa bisa mengemukakan pendapatnya.
4. Sementara siswa menyampaikan gagasannya guru menulis guru menulis inti/ide-ide dari setiap pembicaraan di papan tulis. Sampai sejumlah ide yang diharapkan guru terpenuhi
5. Guru menambahkan konsep/ide yang belum terungkap
6. Dari data-data di papan tersebut, guru mengajak siswa membuat kesimpulan/rangkuman yang mengacu pada topik yang ingin dicapai
ROLE PLAYING
Langkah-langkah :
1. Guru menyusun/menyiapkan skenario yang akan ditampilkan
2. Menunjuk beberapa siswa untuk mempelajari skenario dua hari sebelum kbm
3. Guru membentuk kelompok siswa yang anggotanya 5 orang
4. Memberikan penjelasan tentang kompetensi yang ingin dicapai
5. Memanggil para siswa yang sudah ditunjuk untuk melakonkan skenario yang sudah dipersiapkan
6. Masing-masing siswa duduk di kelompoknya, masing-masing sambil memperhatikan mengamati skenario yang sedang diperagakan
7. Setelah selesai dipentaskan, masing-masing siswa diberikan kertas sebagai lembar kerja untuk membahas
8. Masing-masing kelompok menyampaikan hasil kesimpulannya
9. Guru memberikan kesimpulan secara umum
10. Evaluasi
11. Penutup
GROUP INVESTIGATIONS
(SHARAN, 1992)
Langkah-langkah :
1. Guru membagi kelas dalam beberapa kelompok heterogen
2. Guru menjelaskan maksud pembelajaran dan tugas kelompok
3. Guru memanggil ketua-ketua untuk satu materi tugas sehingga satu kelompok mendapat tugas satu materi/tugas yang berbeda dari kelompok lain
4. Masing-masing kelompok membahas materi yang sudah ada secara kooperatif berisi penemuan
5. Setelah selesai diskusi, lewat juru bicara, ketua menyampaikan hasil pembahasan kelompok
6. Guru memberikan penjelasan singkat sekaligus memberi kesimpulan
7. Evaluasi
8. Penutup
TALKING STIK
Langkah-langkah :
1. Guru menyiapkan sebuah tongkat
2. Guru menyampaikan materi pokok yang akan dipelajari, kemudian memberikan kesempatan kepada siswa untuk untuk membaca dan mempelajari materi pada pegangannya/paketnya
3. Setelah selesai membaca buku dan mempelajarinya mempersilahkan siswa untuk menutup bukunya
4. Guru mengambil tongkat dan memberikan kepada siswa, setelah itu guru memberikan pertanyaan dan siswa yang memegang tongkat tersebut harus menjawabnya, demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa mendapat bagian untuk menjawab setiap pertanyaan dari guru
5. Guru memberikan kesimpulan
6. Evaluasi
7. Penutup
BERTUKAR PASANGAN
Langkah-langkah :
1. Setiap siswa mendapat satu pasangan (guru biasa menunjukkan pasangannya atau siswa menunjukkan pasangannya
2. Guru memberikan tugas dan siswa mengerjakan tugas dengan pasangannya
3. Setelah selesai setiap pasangan bergabungdengan satu pasangan yang lain
4. Kedua pasangan tersebut bertukar pasangan masing-masing pasangan yang baru ini saling menanyakan dan mengukuhkan jawaban mereka
5. Temuan baru yang didapat dari pertukaran pasangan kemudian dibagikan kepada pasangan semula
SNOWBALL THROWING
Langkah-langkah :
1. Guru menyampaikan materi yang akan disajikan
2. Guru membentuk kelompok-kelompok dan memanggil masing-masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan tentang materi
3. Masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya masing-masing, kemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya
4. Kemudian masing-masing siswa diberikan satu lembar kertas kerja, untuk menuliskan satu pertanyaan apa saja yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok
5. Kemudian kertas tersebut dibuat seperti bola dan dilempar dari satu siswa ke siswa yang lain selama ± 15 menit
6. Setelah siswa dapat satu bola/satu pertanyaan diberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab pertanyaan yang tertulis dalam kertas berbentuk bola tersebut secara bergantian
7. Evaluasi
8. Penutup
STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING
Siswa/peserta mempresentasikan ide/pendapat pada rekan peserta lainnya
Langkah-langkah :
1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
2. Guru mendemonstrasikan/menyajikan materi
3. Memberikan kesempatan siswa/peserta untuk menjelaskan kepada peserta untuk menjelaskan kepada peserta lainnya baik melalui bagan/peta konsep maupun yang lainnya
4. Guru menyimpulkan ide/pendapat dari siswa
5. Guru menerangkan semua materi yang disajikan saat itu
6. Penutup
COURSE REVIEW HORAY
Langkah-langkah :
1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
2. Guru mendemonstrasikan/menyajikan materi
3. Memberikan kesempatan siswa tanya jawab
4. Untuk menguji pemahaman, siswa disuruh membuat kotak 9/16/25 sesuai dengan kebutuhan dan tiap kotak diisi angka sesuai dengan seler masing-masing siswa
5. Guru membaca soal secara acak dan siswa menulis jawaban di dalam kotak yang nomornya disebutkan guru dan langsung didiskusikan, kalau benar diisi tanda benar (Ö) dan salan diisi tanda silang (x)
6. Siswa yang sudah mendapat tanda Ö vertikal atau horisontal, atau diagonal harus berteriak horay … atau yel-yel lainnya
7. Nilai siswa dihitung dari jawaban benar jumlah horay yang diperoleh
8. Penutup
EXPLICIT INTRUCTION
(PENGAJARAN LANGSUNG)
(ROSENSHINA & STEVENS, 1986)
Pembelajaran langsung khusus dirancang untuk mengembangkan belajar siswa tentang pengetahuan proseduran dan pengetahuan deklaratif yang dapat diajarkan dengan pola selangkah demi selangklah
Langkah-langkah :
1. Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa
2. Mendemonstrasikan pengetahuan dan ketrampilan
3. Membimbing pelatihan
4. Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik
5. Memberikan kesempatan untuk latihan lanjutan

COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION ( CIRC )
KOOPERATIF TERPADU MEMBACA DAN MENULIS
(STEVEN & SLAVIN, 1995)
Langkah-langkah :
1. Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang yang secara heterogen
2. Guru memberikan wacana/kliping sesuai dengan topik pembelajaran
3. Siswa bekerja sama saling membacakan dan menemukan ide pokok dan memberi tanggapan terhadap wacana/kliping dan ditulis pada lembar kertas
4. Mempresentasikan/membacakan hasil kelompok
5. Guru membuat kesimpulan bersama
6. Penutup

INSIDE – OUTSIDE – CIRCLE
LINGKARAN KECIL –LINGKARAN BESAR
OLEH SPENCER KAGAN

“Siswa saling membagi informasi pada saat yang bersamaan, dengan pasangan yang berbeda dengan singkat dan teratur”
Langkah-langkah :
1. Separuh kelas berdiri membentuk lingkaran kecil dan menghadap keluar
2. Separuh kelas lainnya membentuk lingkaran di luar lingkaran pertama, menghadap ke dalam
3. Dua siswa yang berpasangan dari lingkaran kecil dan besar berbagi informasi. Pertukaran informasi ini bisa dilakukan oleh semua pasangan dalam waktu yang bersamaan
4. Kemudian siswa berada di lingkaran kecil diam di tempat, sementara siswa yang berada di lingkaran besar bergeser satu atau dua langkah searah jarum jam.
5. Sekarang giliran siswa berada di lingkaran besar yang membagi informasi. Demikian seterusnya

baca selengkapnya ( klik ) di sini...