mungkin rizqi anda :

Selamat Datang ! Selamat Membaca ! jumlah pengunjung dari negara: ...

free counters

Selasa, 04 Mei 2010

RPP SEJARAH KLAS XII IPA SEMESTER 1 (GASAL)


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
NO: 1
SMA : SMA ISLAM T. HUDA BUMIAYU
Program : Ilmu Pengetahuan Alam
Mata Pelajaran : Sejarah
Kelas/Semester : XII/1
Standar Kompetensi : 1. Merekonstruksi Perjuangan Bangsa Indonesia sejak
Proklamasi hingga masa Reformasi
Kompetensi Dasar : 1.1. Merekonstruksi perkembangan masyarakat Indonesia
pada masa Orde Baru
Indikator : - Mendeskripsikan kronologis lahirnya pemerintahan
Orde Baru
Alokasi Waktu : 1x45 menit

selengkapnya silahkan download gratis di sini, semoga bermanfaat !!!


A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu untuk:
• Mendeskripsikan kronologis lahirnya pemerintahan Orde Baru

B. Materi Pembelajaran
• Kronologis lahirnya pemerintahan Orde Baru

C. Metode Pembelajaran
Pendekatan model ICT dan life skill, inquiri, dan pemberian tugas

D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
1. Kegiatan Pendahuluan
• Apersepsi guru membuka pembelajaran dengan menjelaskan kondisi politik Indonesia pasca pemberontakan G30S/PKI.
• Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
2. Kegiatan Inti
• Guru menjelaskan kronologis lahirnya pemerintahan Orde Baru.
• Peserta didik ditugaskan membuat daftar pertanyaan kronologis lahirnya pemerintahan Orde Baru.. Guru menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan melibatkan seluruh peserta didik.
• Peserta didik membuat esai atau kliping yang menceritakan Supersemar 1966 dengan menggunakan berbagai media pendukung dan menyertakan gambar atau foto (Aktivitas hal 7). Tugas dikumpulkan pada pertemuan berikutnya.
3. Kegiatan Penutup
• Bersama-sama melakukan refleksi materi yang telah dibahas.
• Menarik kesimpulan materi.

E. Sumber Belajar
• Kurikulum KTSP dan perangkatnya
• Pedoman Khusus Pengembangan Silabus KTSP SMA XII IPA - ESIS
• Buku sumber Sejarah SMA XII IPA – ESIS ( hal 1 – 7 )
• Peta konsep
• Power point
• OHP
• Internet

F. Penilaian
• Esai atau kliping yang menceritakan Supersemar 1966 dengan menggunakan berbagai media pendukung dan menyertakan gambar atau foto (Aktivitas hal 7). Tugas dikumpulkan pada pertemuan berikutnya.


Format Penilaian Portofolio
Indikator Nilai Kualitatif Nilai Kuantitatif Deskripsi
Pengantar
Menunjukkan dengan tepat isi esai atau kliping
Isi
Kesesuaian antara judul dengan isi dan materi. Menguraikan esai dengan tepat
Penutup Memberikan kesimpulan esai
Struktur/logika penulisan Penggambaran dengan jelas metode yang dipakai dalam penulisan esai
Orisinalitas karangan Esai atau kliping merupakan hasil sendiri
Penyajian, bahasan dan bahasa Bahasa yang digunakan sesuai EYD dan komunikatif
Jumlah










Bumiayu, 2010.
Mengetahui,
Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran



H. Tasripin, S.Pd Drs. Harun Nurosid
NIP. 132279333 NIP. ---










RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
NO: 2 dan 3
SMA : SMA ISLAM T. HUDA BUMIAYU
Program : Ilmu Pengetahuan Alam
Mata Pelajaran : Sejarah
Kelas/Semester : XII/1
Standar Kompetensi : 1. Merekonstruksi Perjuangan Bangsa Indonesia sejak
Proklamasi hingga masa Reformasi
Kompetensi Dasar : 1.1. Merekonstruksi perkembangan masyarakat Indonesia
pada masa Orde Baru
Indikator : Mengidentifikasi ciri-ciri pokok kebijakan sosial, politik,
ekonomi pemerintah Orde Baru
Alokasi Waktu : 2x45 menit

A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu untuk:
• Mengidentifikasi ciri-ciri pokok kebijakan sosial, politik, ekonomi pemerintah Orde Baru

B. Materi Pembelajaran
• Ciri-ciri pokok kebijakan sosial, politik, ekonomi pemerintah Orde Baru

C. Metode Pembelajaran
Pendekatan model ICT dan life skill, inquiri, dan pemberian tugas

D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
1. Kegiatan Pendahuluan
• Apersepsi guru membuka pembelajaran dengan menjelaskan Ciri-ciri pokok
kebijakan sosial, politik, ekonomi pemerintah Orde Baru
• Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
2. Kegiatan Inti
• Guru menjelaskan Ciri-ciri pokok kebijakan sosial, politik, ekonomi pemerintah Orde Baru
• Peserta didik ditugaskan membuat daftar pertanyaan mengenai kebijakan sosial, politik, ekonomi pemerintah Orde Baru. Guru menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan melibatkan seluruh peserta didik.
• Tes lisan mengenai kebijakan sosial, politik, ekonomi pemerintah Orde Baru.
• Peserta didik membuat esai yang menceritakan tentang keuntungan dan kerugian dengan adanya dana bantuan luar negeri (Aktivitas hal 13). Tugas dikumpulkan pada pertemuan berikutnya.
3. Kegiatan Penutup
• Bersama-sama melakukan refleksi materi yang telah dibahas.
• Menarik kesimpulan materi.

E. Sumber Belajar
• Kurikulum KTSP dan perangkatnya
• Pedoman Khusus Pengembangan Silabus KTSP SMA XII IPA - ESIS
• Buku sumber Sejarah SMA XII IPA – ESIS (hal 7 – 13)
• Peta konsep
• Power point
• OHP
• Internet

F. Penilaian
• Esai yang menceritakan tentang keuntungan dan kerugian dengan adanya dana bantuan luar negeri (Aktivitas hal 13). Tugas dikumpulkan pada pertemuan berikutnya.


Format Penilaian Portofolio
Indikator Nilai Kualitatif Nilai Kuantitatif Deskripsi
Pengantar
Menunjukkan dengan tepat isi esai atau kliping
Isi
Kesesuaian antara judul dengan isi dan materi. Menguraikan esai dengan tepat
Penutup Memberikan kesimpulan esai
Struktur/logika penulisan Penggambaran dengan jelas metode yang dipakai dalam penulisan esai
Orisinalitas karangan Esai atau kliping merupakan hasil sendiri
Penyajian, bahasan dan bahasa Bahasa yang digunakan sesuai EYD dan komunikatif
Jumlah








• Tes lisan mengenai kebijakan sosial, politik, ekonomi pemerintah Orde Baru.


Bumiayu, 2010.
Mengetahui,
Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran



H. Tasripin, S.Pd Drs. Harun Nurosid
NIP. 132279333 NIP. ---






RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
NO: 4 dan 5
SMA : SMA ISLAM T. HUDA BUMIAYU
Program : Ilmu Pengetahuan Alam
Mata Pelajaran : Sejarah
Kelas/Semester : XII/1
Standar Kompetensi : 1. Merekonstruksi Perjuangan Bangsa Indonesia sejak
Proklamasi hingga masa Reformasi
Kompetensi Dasar : 1.1. Merekonstruksi perkembangan masyarakat Indonesia
pada masa Orde Baru
Indikator : - Mendeskripsikan menguatnya peran negara pada masa
Orde Baru
- Mendeskripsikan dampak menguatnya peran negara
terhadap kehidupan sosial politik masyarakat
Alokasi Waktu : 2x45 menit

A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu untuk:
• Mendeskripsikan menguatnya peran negara pada masa Orde Baru
• Mendeskripsikan dampak menguatnya peran negara terhadap kehidupan sosial politik masyarakat

B. Materi Pembelajaran
• Menguatnya peran negara pada masa Orde Baru
• Dampak menguatnya peran negara terhadap kehidupan sosial politik masyarakat

C. Metode Pembelajaran
Ceramah, tanya jawab, dan pemberian tugas

D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
1. Kegiatan Pendahuluan
• Apersepsi guru membuka pembelajaran dengan mengajukan pertanyaan “Sebutkan partai politik pada masa Orde Baru?”.
• Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
2. Kegiatan Inti
• Guru menjelaskan menguatnya peran negara pada masa Orde Baru.
• Tanya jawab mengenai menguatnya peran negara terhadap kehidupan sosial politik masyarakat.
• Peserta didik mengerjakan soal Evaluasi pilihan ganda (hal 16 – 17 no. 1 – 10) dan soal uraian (hal 17 no. 1 – 10).
3. Kegiatan Penutup
• Bersama-sama melakukan refleksi materi yang telah dibahas.
• Menarik kesimpulan materi.

E. Sumber Belajar
• Kurikulum KTSP dan perangkatnya
• Pedoman Khusus Pengembangan Silabus KTSP SMA XII IPA - ESIS
• Buku sumber Sejarah SMA XII IPA – ESIS (hal 13 – 18)
• Peta konsep
• Power point
• OHP
• Internet

F. Penilaian
• Evaluasi pilihan ganda hal 16 – 17 no. 1 – 10 (skor 2 s/d 20) dan soal uraian hal 17 no. 1 – 10 (skor setiap soal benar 6 tetapi bila mendekati 3).

Kunci Jawaban
A.
1. A
2. d
3. A
4. C
5. C
6. A
7. D
8. B
9. E
10. B



B.
1. Setelah tragedi G30S/PKI, situasi Indonesia sangat tegang. Pada 10 Maret 1966, Presiden Soekarno mengadakan pertemuan dengan berbagai partai politik untuk menekankan partai politik agar menolak dan mengecam demonstrasi mahasiswa. Pertemuan tersebut tidak ditanggapi oleh partai politik. Pada 11 Maret 1966, digelar sidang paripurna untuk menyelesaikan masalah Indonesia. Pertemuan tersebut ditutup karena ada pasukan tak dikenal di luar istana. Presiden Soekarno kemudian pergi ke Istana Bogor. Mayjen Basoeki Rachmat, Brigjen M. Yusuf, dan Brigjen Amir Machmoed kemudian mengadakan pertemuan dengan Presiden Soekarno yang didampingi oleh dr. J. Leimena, dr. Subandrio, dan dr. Chairoel Saleh. Presiden Soekarno kemudian memberikan Surat Perintah Sebelas Maret kepada Mayjen Soeharto. Dengan demikian, urusan kenegaraan dimandatkan kepada Soeharto. Kemudian pada 23 Februari 1967, Presiden Soekarno secara resmi telah menyerahkan jabatan kekuasaan kepada Soeharto.
2. Di kampus, dilaksanakan Normalisasi Kehidupan Kampus dan Badan Koordinasi Kemahasiswaan (NKK/BKK). Sejak tahun 1978, sistem tersebut membatasi hak-hak warga negara untuk berserikat dan berkumpul dalam rangka mengeluarkan dan menyatakan pendapat. Berbagai pergerakan yang disinyalir berbeda haluan dengan asas tunggal Pancasila langsung dihukum dengan dakwaan subversif. Selain itu, kebebasan pers dan media juga dikekang dengan jalan melakukan pembredelan pada media yang bertentangan dengan pemerintah Orde Baru
3. Kemunculan dwifungsi ABRI pada awalnya merupakan konsep yang diajukan oleh Jenderal A.H. Nasution pada 11 November 1958. Dalam pidatonya yang berjudul “Jalan Tengah”, Jenderal Nasution menyatakan bahwa tentara juga merupakan kekuatan sosial politik yang berperan di dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
4. Kelompok PDI berdiri pada 11 Januari 1973 terdiri atas PNI, Parkindo, Partai Katolik, IPKI, dan Partai Murba. Kelompok PPP berdiri pada 5 Januari 1973 terdiri atas NU, Partai Muslimin Indonesia, PSII, dan Perti. Kelompok Golongan Karya terdiri dari berbagai organisasi profesi, organisasi buruh, organisasi tani dan nelayan, organisasi seniman, dan organisasi masyarakat.
5. Masyarakat harus mengikuti ketetapan yang digariskan oleh pemerintah Orde Baru. Segala jenis pergerakan nasional tidak boleh melenceng dari Pancasila. Soeharto juga menerapkan sistem reward and punishment terhadap orang-orang yang mendukung atau menentang kekuatan Orde Baru.
6. Peristiwa Malari didahului oleh adanya arus investasi Jepang yang membanjiri Indonesia dan mengalahkan ruang gerak sektor ekonomi lokal. Demonstrasi mulai bermunculan menentang investasi tersebut. Salah satunya adalah demonstrasi pada 15 Februari hingga 16 Februari 1974, seiring dengan kedatangan perdana menteri Jepang, Kakuei Tanaka. Situasi pun mulai memanas pada 17 Februari 1974, saat pemerintah mulai menerapkan pola represif untuk membubarkan demonstrasi tersebut. Kerusuhan pun mulai tersulut. Massa mulai melakukan penghancuran dan pembakaran terhadap produk-produk Jepang. Pada peristiwa Malari, tiga orang mahasiswa ditangkap oleh aparat dan diadili pada 7 Agustus 1974. Mereka adalah Hariman Siregar, Sjahrir, dan Muhammad Aini Chalid. Mereka secara sepihak dituduh melakukan kegiatan subvesif yang mengancam stabilitas bangsa.
7. Program Kerja Kabinet Ampera tercermin dalam Catur Karya. Pertama, memperbaiki kualitas kehidupan rakyat Indonesia, terutama dalam hal sandang dan pangan. Kedua, menggelar Pemilihan Umum secepatnya hingga 5 Juli 1968, seperti yang telah ditetapkan dalam TAP MPRS No. XI/MPRS/1966. Ketiga, kembali meluruskan dan melaksanakan prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif sesuai dengan TAP MPRS No. XI/MPRS/1966. Keempat, meneruskan perjuangan untuk menolak imperialisme dan kolonialisme dalam berbagai bentuk.
8. - Indonesia mendapatkan penangguhan pembayaran utang luar negerinya dari tahun
1968 hingga tahun 1972-1978
- utang-utang Indonesia yang jatuh tempo tahun 1969 dan 1970 juga mendapat
pertimbangan untuk ditunda dengan syarat lunak dalam pelunasannya
9. - Pemerataan pembangunan negara serta hasil-hasilnya dengan berkonsentrasi pada
terciptanya prinsip keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
- merencanakan , melaksanakan dan mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi
- menciptakan stabilitas nasional yang sehat dan dinamis
10. Menerapkan anggaran belanja seimbang, menerapkan kebijakan untuk mengekang proses ekspansi kredit, menerapkan kebijakan penundaan pembayaran utang, menerapkan kebijakan penanaman modal asing, memberikan stimulasi kepada para pengusaha untuk menyerahkan sebagian hasil usahanya untuk sektor pajak dan ekspor Indonesia.


Bumiayu, 2010.
Mengetahui,
Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran



H. Tasripin, S.Pd Drs. Harun Nurosid
NIP. 132279333 NIP. ---




RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
NO: 6 dan 7
SMA : SMA ISLAM T. HUDA BUMIAYU
Program : Ilmu Pengetahuan Alam
Mata Pelajaran : Sejarah
Kelas/Semester : XII/1
Standar Kompetensi : 1. Merekonstruksi Perjuangan Bangsa Indonesia sejak
Proklamasi hingga masa Reformasi
Kompetensi Dasar : 1.2. Merekonstruksi Perkembangan Masyarakat Indonesia
pada Masa Reformasi
Indikator : - Mendeskripsikan perkembangan politik setelah 21
Mei 1998
Alokasi Waktu : 2x45 menit

A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu untuk:
• Mendeskripsikan perkembangan politik setelah 21 Mei 1998

B. Materi Pembelajaran
• Perkembangan politik setelah 21 Mei 1998

C. Metode Pembelajaran
Pendekatan model ICT dan life skill dan pemberian tugas

D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
1. Kegiatan Pendahuluan
a. Apersepsi guru membuka pembelajaran dengan menerangkan secara garis besar mengenai materi yang telah dipelajari seminggu sebelumnya.
b. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
2. Kegiatan Inti
• Peserta didik dibagi beberapa kelompok untuk mencari artikel dari internet dan sumber lainnya mengenai perkembangan politik setelah 21 Mei 1998.
• Guru dan peserta didik membahas informasi yang didapatkan dari internet dan sumber lain disertai dengan tanya jawab.
• Peserta didik membuat esai analisis singkat yang menceritakan tentang manfaat atau hikmah yang dapat diambil dari sejarah adanya krisi multideminsional di Indonesia, metode yang tepat untuk mencegah terjadinya krisis tersebut (Aktivitas hal 23). Tugas dikumpulkan pada pertemuan berikutnya.
• Peserta didik membuat analisis singkat mengenai pelajaran yang dapat diambil
dari sejarah terjadinya krisis multidimensi dan metode yang tepat untuk
mencegah terjadinya krisis tersebut (Aktivitas hal 23).
3. Kegiatan Penutup
• Bersama-sama melakukan refleksi materi yang telah dibahas.
• Menarik kesimpulan materi.

E. Sumber Belajar
• Kurikulum KTSP dan perangkatnya
• Pedoman Khusus Pengembangan Silabus KTSP SMA XII IPA - ESIS
• Buku sumber Sejarah SMA XII IPA – ESIS ( hal 19 – 24 )
• Peta konsep
• Power point
• OHP
• Internet
F. Penilaian
• Esai esai analisis singkat yang menceritakan tentang manfaat atau hikmah yang dapat diambil dari sejarah adanya krisi multideminsional di Indonesia, metode yang tepat untuk mencegah terjadinya krisis tersebut (Aktivitas hal 23). Tugas dikumpulkan pada pertemuan berikutnya.

Format Penilaian Portofolio
Indikator Nilai Kualitatif Nilai Kuantitatif Deskripsi
Pengantar
Menunjukkan dengan tepat isi esai atau kliping
Isi
Kesesuaian antara judul dengan isi dan materi. Menguraikan esai dengan tepat
Penutup Memberikan kesimpulan esai
Struktur/logika penulisan Penggambaran dengan jelas metode yang dipakai dalam penulisan esai
Orisinalitas karangan Esai atau kliping merupakan hasil sendiri
Penyajian, bahasan dan bahasa Bahasa yang digunakan sesuai EYD dan komunikatif
Jumlah










Bumiayu, 2010.
Mengetahui,
Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran



H. Tasripin, S.Pd Drs. Harun Nurosid
NIP. 132279333 NIP. ---






RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
NO: 8 dan 9
SMA : SMA ISLAM T. HUDA BUMIAYU
Program : Ilmu Pengetahuan Alam
Mata Pelajaran : Sejarah
Kelas/Semester : XII/1
Standar Kompetensi : 1. Merekonstruksi Perjuangan Bangsa Indonesia sejak
Proklamasi hingga masa Reformasi
Kompetensi Dasar : 1.2. Merekonstruksi Perkembangan Masyarakat Indonesia
pada Masa Reformasi
Indikator : - Mengidentifikasi faktor penyebab jatuhnya pemerintah
Orde Baru
- Merekonstruksi jatuhnya pemerintah Orde Baru secara
kronologis
Alokasi Waktu : 2x45 menit

A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu untuk:
• Mengidentifikasi faktor penyebab jatuhnya pemerintah Orde Baru
• Merekonstruksi jatuhnya pemerintah Orde Baru secara kronologis

B. Materi Pembelajaran
• Kronologi jatuhnya pemerintah Orde Baru

C. Metode Pembelajaran
Pendekatan model ICT dan life skill, inquiri, dan pemberian tugas

D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
1. Kegiatan Pendahuluan
• Apersepsi guru membuka pembelajaran dengan memberikan penjelasan secara garis besar mengenai kehidupan sosial politik menjelang kejatuhan Orde Baru.
• Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
2. Kegiatan Inti
• Guru menjelaskan mengenai faktor penyebab jatuhnya pemerintah Orde Baru.
• Peserta didik ditugaskan membuat daftar pertanyaan mengenai kronologi jatuhnya pemerintahan Orde Baru. Guru menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan melibatkan seluruh peserta didik.
3. Kegiatan Penutup
• Bersama-sama melakukan refleksi materi yang telah dibahas.
• Menarik kesimpulan materi.
• Peserta didik mengerjakan tugas essai mengenai peristiwa seputar pengunduran diri Presiden Soeharto dan krisis sosial-politik pada bulan Mei 1998 dengan mencari data dan bahan-bahan materi di internet, buku atau media lainnya
( aktivitas hal. 30 ) Tugas dikumpulkan pada pertemuan berikutnya.

E. Sumber Belajar
• Kurikulum KTSP dan perangkatnya
• Pedoman Khusus Pengembangan Silabus KTSP SMA XII IPA - ESIS
• Buku sumber Sejarah SMA XII IPA – ESIS (hal 25 – 30)
• Peta konsep
• Power point
• OHP
• Internet

F. Penilaian
Portofolio berbentuk analisis singkat essai mengenai peristiwa seputar pengunduran diri Presiden Soeharto dan krisis sosial-politik pada bulan Mei 1998 dengan mencari data dan bahan-bahan materi di internet, buku atau media lainnya
( aktivitas hal. 30 ) Tugas dikumpulkan pada pertemuan berikutnya.

Format Penilaian Portofolio
Indikator Nilai Kualitatif Nilai Kuantitatif Deskripsi
Pengantar Menunjukkan dengan tepat isi analisis
Isi
Kesesuaian antara judul dengan isi dan materi. Menguraikan hasil analisis dengan tepat.
Penutup Memberikan kesimpulan analisis
Struktur/logika penulisan Penggambaran dengan jelas metode yang dipakai dalam analisis
Orisinalitas karangan Analisis merupakan hasil sendiri
Penyajian dan bahasa Bahasa sesuai EYD dan komunikatif
Jumlah








Bumiayu, 2010.
Mengetahui,
Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran



H. Tasripin, S.Pd Drs. Harun Nurosid
NIP. 132279333 NIP. ---











RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
NO: 10 dan 11
SMA : SMA ISLAM T. HUDA BUMIAYU
Program : Ilmu Pengetahuan Alam
Mata Pelajaran : Sejarah
Kelas/Semester : XII/1
Standar Kompetensi : 1. Merekonstruksi Perjuangan Bangsa Indonesia sejak
Proklamasi hingga masa Reformasi
Kompetensi Dasar : 1.2. Merekonstruksi Perkembangan Masyarakat Indonesia
pada Masa Reformasi
Indikator : - Mendeskripsikan perkembangan politik setelah 21
Mei 1998
Alokasi Waktu : 2x45 menit

A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu untuk:
• Mendeskripsikan perkembangan politik setelah 21 Mei 1998

B. Materi Pembelajaran
• Perkembangan politik setelah 21 Mei 1998

C. Metode Pembelajaran
Pendekatan model ICT dan life skill dan pemberian tugas

D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
1. Kegiatan Pendahuluan
• Apersepsi guru membuka pembelajaran dengan menerangkan secara garis besar mengenai materi yang telah dipelajari seminggu sebelumnya.
• Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
2. Kegiatan Inti
• Peserta didik dibagi beberapa kelompok untuk mencari artikel dari internet dan sumber lainnya mengenai perkembangan politik setelah 21 Mei 1998.
• Guru dan peserta didik membahas informasi yang didapatkan dari internet dan sumber lain disertai dengan tanya jawab.
3. Kegiatan Penutup
• Bersama-sama melakukan refleksi materi yang telah dibahas.
• Menarik kesimpulan materi.
• Peserta didik mengerjakan tugas membuat analisis mengenai kondisi sosial dan politik Indonesia di zaman pemerintahan Presiden BJ Habibie dengan memberikan data-data mengenai kebijakan ekonomi sosial dan politik di masa pemerintahan masing-masing (aktivitas hal 39).

E. Sumber Belajar
• Kurikulum KTSP dan perangkatnya
• Pedoman Khusus Pengembangan Silabus KTSP SMA XII IPA - ESIS
• Buku sumber Sejarah SMA XII IPA – ESIS (hal 30 – 39)
• Peta konsep
• Power point
• OHP
• Internet

F. Penilaian
• tugas membuat analisis mengenai kondisi sosial dan politik Indonesia di zaman pemerintahan Presiden BJ Habibie dengan memberikan data-data mengenai kebijakan ekonomi sosial dan politik di masa pemerintahan masing-masing (aktivitas hal 39).
• Tugas dikumpulkan pada pertemuan berikutnya.

Bumiayu, 2010.
Mengetahui,
Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran



H. Tasripin, S.Pd Drs. Harun Nurosid
NIP. 132279333 NIP. ---

































RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
NO: 13
SMA : SMA ISLAM T. HUDA BUMIAYU
Program : Ilmu Pengetahuan Alam
Mata Pelajaran : Sejarah
Kelas/Semester : XII/1
Standar Kompetensi : 1. Merekonstruksi Perjuangan Bangsa Indonesia sejak
Proklamasi hingga masa Reformasi
Kompetensi Dasar : 1.2. Merekonstruksi Perkembangan Masyarakat Indonesia
pada Masa Reformasi
Indikator : - Mendeskripsikan kondisi sosial dan ekonomi
masyarakat pascareformasi
Alokasi Waktu : 1x45 menit

A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu untuk:
• Mendeskripsikan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat pascareformasi

B. Materi Pembelajaran
• Kondisi sosial dan ekonomi masyarakat pascareformasi

C. Metode Pembelajaran
Pendekatan model ICT dan life skill, wawancara

D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
1. Kegiatan Pendahuluan
• Apersepsi guru membuka pembelajaran dengan mengajukan pertanyaan “Bagaimana kondisi ekonomi Indonesia pascareformasi?”.
• Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
2. Kegiatan Inti
• Peserta didik melakukan wawancara dengan narasumber yang mengalami peristiwa masa-masa reformasi 1998 sebagai tugas portofolio (Analitika hal 41).
3. Kegiatan Penutup
• Bersama-sama melakukan refleksi materi yang telah dibahas.
• Menarik kesimpulan materi.

E. Sumber Belajar
• Kurikulum KTSP dan perangkatnya
• Pedoman Khusus Pengembangan Silabus KTSP SMA XII IPA - ESIS
• Buku sumber Sejarah SMA XII IPA – ESIS (hal 39 – 41)
• Peta konsep
• Power point
• OHP
• Internet

F. Penilaian
• Wawancara dengan narasumber yang mengalami peristiwa masa-masa reformasi 1998 sebagai tugas portofolio (Analitika hal 41).

Format Penilaian Portofolio
Indikator Nilai Kualitatif Nilai Kuantitatif Deskripsi
Pemahaman tentang peristiwa masa-masa reformasi 1998
Pengetahuan tentang teknik wawancara
Keberanian melakukan wawancara
Ketepatan menggunakan teknik wawancara
Kemampuan mengumpulkan data
Penyajian, bahasan dan bahasa
Jumlah










Bumiayu, 2010.
Mengetahui,
Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran



H. Tasripin, S.Pd Drs. Harun Nurosid
NIP. 132279333 NIP. ---


• Evaluasi pilihan ganda hal 42 – 43 no. 1 – 10 (skor 2 s/d 20) dan soal uraian hal 43 no. 1 – 10 (skor setiap soal benar 6 tetapi bila mendekati 3). Tugas dikumpulkan pada pertemuan berikutnya.
Kunci Jawaban
A.
1. c
2. a
3. c
4. e
5. c
6. e
7. a
8. b
9. d
10. b
B.
1. Krisis multidimensi yang melanda Indonesia. Dimulai dari krisis ekonomi yang memunculkan krisis sosial, politik, dan krisis legitimasi atas pemerintahan Orde Baru.
2. Aksi damai mahasiswa Trisakti digelar tanggal 12 Mei 1998 pada pukul 11.00. Pada pukul 13.00 mahasiswa memutuskan untuk mendatangi gedung MPR/DPR, tetapi aparat tidak mengizinkan. Negosiasi dilakukan hingga akhirnya mahasiswa hanya sampai di kantor walikota Jakarta Barat dan diminta untuk kembali ke kampus. Pada pukul 17.20 mahasiswa berjalan mundur memasuki kampus Trisakti, tiba-tiba terdengar suara letusan yang diduga dilepaskan oleh aparat. Setelah itu, keempat mahasiswa Trisakti tertembak dan meninggal setelah berada di dalam kampus.
3. Penetapan kebijakan reformasi pembangunan, penyelenggaraan pemerintah bebas KKN, penyelenggaraan otonomi daerah, demokrasi ekonomi, pelaksanaan Pemilu, penegakan HAM, dan penetapan Pancasila sebagai dasar negara.
4. Krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia menyebabkan roda perekonomian tidak berjalan karena banyak perusahaan yang bangkrut sehingga menyebabkan banyak pengangguran. Ditambah lagi kesenjangan sosial ekonomi yang dirasakan masyarakat akibat KKN yang dilakukan oleh pemerintah Orde Baru. Krisis ekonomi merembet pada krisis politik dan sosial yang mengakibatkan masyarakat tidak percaya pada pemerintah Orde Baru dan menuntut turunnya Soeharto sebagai presiden. Presiden Soeharto kemudian lengser keprabon yang menandai jatuhnya Orde Baru.
5. Sebagian kalangan ahli hukum dan mahasiswa melihat bahwa pengangkatan B.J. Habibie sebagai presiden RI tidak konstitusional. Hal ini didasari oleh pasal 9 UUD 1945 yang berbunyi, “Sebelum memangku jabatannya, Presiden dan Wakil Presiden bersumpah menurut agama, atau berjanji dengan sungguh-sungguh di hadapan MPR atau DPR”. Faktanya, peralihan kepemimpinan dari Soeharto ke B.J. Habibie pada 21 Mei 1998 tidak dilakukan di depan MPR/DPR, melainkan hanya di depan ketua Mahkamah Agung, dan hanya bertempat di Istana Negara.
6. Kemunculan dwifungsi ABRI pada awalnya merupakan konsep yang diajukan oleh Jenderal A.H. Nasution pada 11 November 1958. Dalam pidatonya yang berjudul “Jalan Tengah”, Jenderal Nasution menyatakan bahwa tentara juga merupakan kekuatan sosial politik yang berperan di dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
7.
1. mengadili Soeharto dan kroni-kroninya
2. melakukan amandemen terhadap UUD 1945
3. menghapus Dwi Fungsi ABRI dalam struktur pemerintahannegara
4. penegakan supremasi hukum di Indonesia
5. mewujudkan pemerintah yang bersih dari unsur-unsur KKN
8. IMF menuntut pemerintah untuk menghapus subsidi
9. Melakukan proses rekapitulasi perbankan Indonesia, melaksanakan likuidasi bank-bank yang bermasalah, memperbaiki angka nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat hingga mencapai di bawah Rp10.000,00, membangun konstruksi baru perekonomian Indonesia, melaksanakan syarat-syarat reformasi ekonomi yang diberikan IMF kepada Indonesia
10. 1. meningkatkan lapangan pekerjaan seoptimal mungkin
2. menyediakan barang-barang kebutuhan pokok masyarakat
3. optimalisasi fasilitas umum bagi masyarakat
4. mengoptimalkan sektor pendidikan
5. memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk akses kesehatan


• Evaluasi Semester 1
pilihan ganda hal 44 – 46 no. 1 – 25 (skor 2 s/d 50) dan soal uraian hal 46 no. 1 – 15 (skor setiap soal benar 6 tetapi bila mendekati 3).
Kunci Jawaban
A.
1. b 11. a 21. e
2. c 12. c 22. b
3. b 13. d 23. d
4. d 14. c 24. b
5. b 15. c 25. b
6. d 16. d
7. e 17. d
8. e 18. c
9. c 19. d
10. d 20. c
B.
11. Muncul tuntutan dari berbagai pihak agar pemerintah segera menumpas PKI, membersihkan pemerintahan dari unsur PKI, dan memperbaiki perekonomian Indonesia. Tuntutan tersebut berasal dari KAMI, KAPPI, KAPI, KABI, KASI, dan KAWI. Selain itu muncul Naskah Deklarasi Mendukung Pancasila yang dikeluarkan oleh Badan Koordinasi Kesatuan Aksi dan Front PancasilaKrisis multidimensi yang melanda Indonesia. Dimulai dari krisis ekonomi yang memunculkan krisis sosial, politik, dan krisis legitimasi atas pemerintahan Orde Baru.
12. Kemunculan dwifungsi ABRI pada awalnya merupakan konsep yang diajukan oleh Jenderal A.H. Nasution pada 11 November 1958. Dalam pidatonya yang berjudul “Jalan Tengah”, Jenderal Nasution menyatakan bahwa tentara juga merupakan kekuatan sosial politik yang berperan di dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
13. Kehidupan ekonomi dan sosial Indonesia semakin memburuk. Tingginya angka pengangguran dan melambatnya pertumbuhan ekonomi mengakibatkan kriminalitas meningkat. Investasi asing di Indonesia juga menurun dan IMF menuntut pemerintah untuk menghapus subsidi
14. Krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia menyebabkan roda perekonomian tidak berjalan karena banyak perusahaan yang bangkrut sehingga menyebabkan banyak pengangguran. Ditambah lagi kesenjangan sosial ekonomi yang dirasakan masyarakat akibat KKN yang dilakukan oleh pemerintah Orde Baru. Krisis ekonomi merembet pada krisis politik dan sosial yang mengakibatkan masyarakat tidak percaya pada pemerintah Orde Baru dan menuntut turunnya Soeharto sebagai presiden. Presiden Soeharto kemudian lengser keprabon yang menandai jatuhnya Orde Baru.
15. Krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia menyebabkan roda perekonomian tidak berjalan karena banyak perusahaan yang bangkrut sehingga menyebabkan banyak pengangguran. Ditambah lagi kesenjangan sosial ekonomi yang dirasakan masyarakat akibat KKN yang dilakukan oleh pemerintah Orde Baru. Krisis ekonomi merembet pada krisis politik dan sosial yang mengakibatkan masyarakat tidak percaya pada pemerintah Orde Baru dan menuntut turunnya Soeharto sebagai presiden. Presiden Soeharto kemudian lengser keprabon yang menandai jatuhnya Orde Baru.
16. IMF menuntut pemerintah untuk menghapus subsidi.
17. Program Kerja Kabinet Ampera tercermin dalam Catur Karya. Pertama, memperbaiki kualitas kehidupan rakyat Indonesia, terutama dalam hal sandang dan pangan. Kedua, menggelar Pemilihan Umum secepatnya hingga 5 Juli 1968, seperti yang telah ditetapkan dalam TAP MPRS No. XI/MPRS/1966. Ketiga, kembali meluruskan dan melaksanakan prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif sesuai dengan TAP MPRS No. XI/MPRS/1966. Keempat, meneruskan perjuangan untuk menolak imperialisme dan kolonialisme dalam berbagai bentuk.
18. Menerapkan anggaran belanja seimbang, menerapkan kebijakan untuk mengekang proses ekspansi kredit, menerapkan kebijakan penundaan pembayaran utang, menerapkan kebijakan penanaman modal asing, memberikan stimulasi kepada para pengusaha untuk menyerahkan sebagian hasil usahanya untuk sektor pajak dan ekspor Indonesia
19. Kemunculan dwifungsi ABRI pada awalnya merupakan konsep yang diajukan oleh Jenderal A.H. Nasution pada 11 November 1958. Dalam pidatonya yang berjudul “Jalan Tengah”, Jenderal Nasution menyatakan bahwa tentara juga merupakan kekuatan sosial politik yang berperan di dalam kegiatan sosial kemasyarakatan
20. dibentuk Badan Pertimbangan Penanaman Modal Asing diikuti keluarnya UU no 6 th 1968 tentang penanaman modal dalam negeri
21. - Pemerataan pembangunan negara serta hasil-hasilnya dengan berkonsentrasi pada
terciptanya prinsip keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
- merencanakan , melaksanakan dan mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi
- menciptakan stabilitas nasional yang sehat dan dinamis
22. Fusi partai politik menjadi PDI, PPP, dan Golongan Karya. Munculnya berbagai organisasi profesi, seperti Korpri dan Federasi Buruh Seluruh Indonesia
23. 1. meningkatkan lapangan pekerjaan seoptimal mungkin
2. menyediakan barang-barang kebutuhan pokok masyarakat
3. optimalisasi fasilitas umum bagi masyarakat
4. mengoptimalkan sektor pendidikan
5. memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk akses kesehatan
24. Aksi damai mahasiswa Trisakti digelar tanggal 12 Mei 1998 pada pukul 11.00. Pada pukul 13.00 mahasiswa memutuskan untuk mendatangi gedung MPR/DPR, tetapi aparat tidak mengizinkan. Negosiasi dilakukan hingga akhirnya mahasiswa hanya sampai di kantor walikota Jakarta Barat dan diminta untuk kembali ke kampus. Pada pukul 17.20 mahasiswa berjalan mundur memasuki kampus Trisakti, tiba-tiba terdengar suara letusan yang diduga dilepaskan oleh aparat. Setelah itu, keempat mahasiswa Trisakti tertembak dan meninggal setelah berada di dalam kampus.
Hal ini menyebabkan posisi militer pada era reformasi tidak mendapat tempat cukup baik di hati masyarakat. Peristiwa penembakan empat mahasiswa Tri sakti menyulut sikap anti pati masyarakat akan eksistensi militer kala itu . tuntutan untuk menghapus Dwi Fungsi ABRIpun menjadi isu utama di dalam agenda reformasi
25. Tim Gabungan Pencari Fakta bertugas mencari segala sesuatu yang berhubungan dengan kerusuhan 13-14 mei 1998 di Jakarta diketuai Marzuki darusman

Bumiayu, 2010.
Mengetahui,
Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran



H. Tasripin, S.Pd Drs. Harun Nurosid
NIP. 132279333 NIP. ---

Silahkan baca juga artikel di bawah ini...



Widget by Hoctro | Jack Book

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar