mungkin rizqi anda :

Selamat Datang ! Selamat Membaca ! jumlah pengunjung dari negara: ...

free counters

Selasa, 06 April 2010

SEJARAH HINDU – BUDHA



1. Lahirnya agama Hindu
- Lahir di India
- Bangsa Arya (keturunan Indo-Jerman) dan Bangsa Dravida (bangsa asli)
- Berpusat di Hindustan (India)
- Mengalami pertumbuhan Pada zaman weda (2000-1000 SM)

2. Tahapan Hidup
Hindu mengakui bahwa setiap orang, hewan dan benda merupakan kesatuan dari keteraturan alam yang mempunyai hubungan serasi dengan setiap bagiannya.
Pedoman perilaku hindu adalah akan mendapat ...

( Ingin memiliki Kamus Bahasa Sansekerta ? Silahkan download gratis di sini !!! Semoga bermanfaat )

karunia/hukuman menurut kedekatan dharma. Perilaku akan menentukan nasib (karma) dalam kehidupan sekarang dan yang akan dating

Reinkarnasi
Hidup adalah samsara karena perbuatan kurang baik pada masa sebelumnya (karma).
Maka manusia akan lahir kembali (reinkarnasi). Sebagai kesempatan untuk memperbaiki dirinya. Bila manusia sudah sempurna, akan mencapai moksa (lepas dari samsara) dan mencapai nirwana / surga.

Samsara :
Setiap manusia selalu mengalami
hidup, lahir, dan mati secara berulang- ulang sampai menuju nirwana

4 jalan Hindu (catur marga) :
1. Bhakti marga (cara berbakti)
2. Karma marga (cara bertingkah laku)
3. Jnana marga (cara bijak dan pandai)
4. Yoga marga (cara mendisiplinkan diri secara rohani)

Untuk dapat mencapai nirwana umat hindu harus menjalani 3 tahap :
1. * Dharma
Contoh : pelajar à belajar
* Artha
Contoh : guru à sebagaimana mestinya
* Kama
Contoh : makan berlebihan

2. 4 tingkatan hidup (catur asrama) yang harus dijalani umat Hindu :
* Brahmacarin
* Grhasta
* Wanaprasta
* Pariwrajaka

3. Melakukan Yajna
Upacara kurban

3. Ajaran-ajaran
Kasta / Catur warna adalah suatu sistem pelapisan masyarakat yang punya tujuan politis (agar tidak bercampur antara Bangsa Arya dan Sudra).
Berdasar fungsinya kasta dibagi menjadi 4 :
1. Kasta Brahmana
2. Kasta Kesatria
3. Kasta Waisya
4. Kasta Sudra
Diluar kasta diatas disebut paria/candhala
Ajaran dasar hindu berisi 5 kepercayaan (panca randha) :
* Brahman
* Atman
* Karma phala
* Punar bhawa
* Moksa
Konsep cara bertingkah laku yang benar sesuai dharma :
Tat twan asi (kau adalah aku atau kita semua sama)
Trikaya parsudha (3 perbuatan murni)
- Kayika (perbuatan baik)
- Wacika (tutur kata yang baik)
- Manacika (pikiran jernih)

Larangan
Kama - agnida - surupa
Loba – wisada - dana
Kroda – atharwa - guna
Moha – satraghna -kulina
Mada – dratikrama - yowana
Matsarya – rajapisuna - sura
kasuran
Kewajiban
Ahimsa - akroda
Satya - Guru susrusa
Brahmacari - sauca
Asteya - aharalagawa
Awyawahara - apramada

Upacara - upacara Hindu
Dikelompokkan ke dalam 5 jenis berdasar untuk siapa upacara ditujukan :
1. Dewa Yadnya
2. Bhuta yadnya
3. Pitra yadnya
4. Manusa yadnya
5. Rsi yadnya

4. Kitab – kitab
Kitab agama Hindu = Weda ada 2 :
1. Terdiri dari 4 samhita/himpunan
* Regweda
* Samaweda
* Yajurweda
* Atharwaweda
2. Kitab pelengkapnya ada 2 :
* Brahmana
* Upanisad
Kitab penuntun cara melakukan upacara dan sesaji disebut kalpasutra
Selain kitab weda, Brahmana dan upanisad ada cerita tentang epos (kepahlawanan)
yaitu:
* Kitab Mahabarata
* Kitab Ramayana

5. Dewa-dewa
Kesatuan 3 dewa tertinggi (trimurti) dalam agama Hindu :
1. Brahmana
2. Wisnu (waisnawa)
3. Dewa Syiwa (Syiwaisme)
Istri Syiwa = Parwati
Agama Hindu juga menyembah binatang yaitu : Lembu, gajah, kera, tikus, penyu
Selain memuja trimurti, masyarakat hindu juga mengenal dewa lain, yang namanya menurut tenaga alam :
1. Dewa Surya
2. Dewa Candra
3. Dewa Agni
4. Dewa wayu (bayu)
5. Dewa indra
Tempat suci Agama Hindu
1. Banares
2. Sungai gangga

6. Bukti masuknya agama Hindu ke Indonesia
Masuknya prasasti kerajaan kutai yang disebut yupa.
Yang jelas-jelas beridentitas agama hindu.
Kerajaan hindu yang berdiri di Indonesia : Kutai, Tarumanegara

AGAMA BUDHA

1. Lahirnya agama budha
Lahir di lembah sungai gangga (kapilawastu)
Di India, sekitar abad 5
Pelopornya adalah Sidharta Gautama
2. Kisah Sidharta Gautama
Dilahirkan pada tahun 563 SM di kerajaan kapilawastu di Taman Lumbini. Ayahnya seorang raja bernama Sudhodana dan ibunya bernama Dewi Klaya. Saat 16th, Sidharta beristrikan Yashodara dan punya seorang anak. Hidup mewah dalam istana tidak dapat membahagiakannya sehingga Sidharta mulai mencari jalannya sendiri.
Setelah beberapa lama bertapa dibawah pohon semacam beringin yang disebut bodhi (=kesadaran/keinsyafan), Sidharta melihat jalan yang harus ditempuh untuk mencapai kelepasan. Sidharta mengajarkan pahamnya pertama kali di dalam Taman rusa di Benares. Ia mengembara sebagai rahib sambil menyebarkan ajarannya. Akhirnya, saat hendak kembali ke tempat kelahirannya, ia tiba-tiba jatuh sakit
Dan meninggal dalam usia 80. Tubuhnya dibakar dan abunya dibagikan kepada raja yang memeluk agamanya.
4 sebutan Sidharta Gautama :
1. Buddha
2. Tathagatha
3. Jina
4. Sakyamuni

3. Ajaran-ajaran
Para pemeluk agama Budha harus berikras (trisarana), yang bunyinya :
- saya berlindung kepada budha (tokoh Sejarah pendiri agama Budha)
- saya berlindung kepada dharma (ajaran Budha)
- saya berlindung kepada sanggha (pemeluk agama Budha)
Ajaran Budha ada 2 yaitu :
1. Aryasatyani
- mengajarkan kebenaran2 yang ada dalam hidup
- dibagi menjadi 4 kebenaran utama (catur Arya satya) :
a. Hidup adalah penderitaan/samsara
b. Penderitaan dikarenakan oleh hati yang tidak ikhlas dan hawa nafsu untuk hidup
(mencari kesenangan di dunia)
c. Penderitaan bisa dilenyapkan jika Kesenangan dunia itu dihilangkan
d. Hawanafsu untuk mencari kesenangan

Dapat dihilangkan dengan 8 cara yang disebut astamarga / astavidha :
+ pandangan (pengetahuan) yang benar
Hidup ini pada dasarnya adalah menderita dan untuk bebas dari penderitaan itu
manusia harus memiliki pandangan yang baik mengenai penderitaan tersebut
+ niat (sikap/minat) yang benar
+ perkataan yang benar
+ perbuatan (tingkah laku) yang benar
+ penghidupan (mata pencaharian) yang benar
+ usaha (daya upaya) yang benar
+ perhatian (renungan) yang benar
+ semedi (memusatkan pikiran) yang benar

2. Pratityasamutpada
Rantai sebab akibat yang dimulai dari asal-usul manusia sampai dengan kematian
manusia
4 jiwa positif yang wajib dikembangkan oleh pengikut budha
1. metta
2. mudita
3. karuna
4. upekha
Para pengikut agama budha (sanggha) dibedakan menjadi 2 macam :
- tetap tinggal sebagai masyarakat biasa
Mereka disebut upasaka (laki-laki) dan upasika (wanita)
- hidup dalam biara
Mereka disebut biksu (laki-laki) dan biksuni (wanita)
10 larangan yang harus dijauhi biksu dan biksuni (dasasila) :
1. Larangan menyakiti/mengganggu sesame makhluk (ahimsa)
2. Larangan mencuri (mengambil yang tidak diberikan)
3. Larangan berzinah
4. Larangan berbohong
5. Larangan minum-minuman yang memabukkan
6. Larangan makan selain pada waktu yang ditentukan
7. Larangan menghadiri/melihat pertunjukan kesenangan duniawi
8. Larangan bersolek
9. Larangan tidur di tempat yang enak (berkasur empuk)
10. Larangan menerima hadiah uang
Pada awal abad Masehi, agama Budha terpecah menjadi 2 aliran :
- budha hinayana/theravada/kendaraan kecil
- budha mahayana/kendaraan besar
Inti : ajaran budha bersifat universal dan ajarannya dipersembahkan untuk semua bangsa yang mempunyai keragaman etnis dan budaya. Jadi setiap manusia berhak menjadi budha dengan berbagai cara
Dianut oleh bangsa Jepang, Cina, Korea dan Vietnam
Orang yang dianggap dapat menolong orang lain agar kelak dapat masuk nirwana disebut bodhisatwa (laki2) dan lava (wanita). Bodhisatwa merupakan orang yang besar dan berpengaruh. Bodhisatwa dinilai lebih penting daripada Budha karena dapat menolong ribuan manusia masuk nirwana. Bodhisatwa surga dalam masa dunia yang mereka alami disebut awalokiteswara.

Ajaran utama Budha :
Agama Budha mengajarkan bahwa waktu tidak memiliki titik awal, alam semesta tanpa waktu, muncul dan berlaku dalam aliran tanpa akhir yang tunduk pada hukum sebab akibat. Pemeluk Budha tidak Menggunakan istilah “Budha” untuk melukiskan sistem kepercayaan mereka. Mereka lebih suka menggunakan istilah “Budha dharma” atau “dharma” yang berarti kebenaran, hukum, atau ajaran
Pokok-pokok ajaran agama Budha dibukukan dalam kitab tripitaka (=tiga keranjang) yang menggunakan bahasa pati. Tiga keranjang yang dimaksud :
- winayapithaka
Isi :
peraturan tentang hukum agama budha
- suttapithaka
Isi : wejangan-wejangan sang Budha
- abhidarmapithaka
Isi : keterangan dan penjelasan tentang soal - soal keagamaan

6 mudra (=posisi tangan) Budha
1. Nama Budha : aksobhaya
Posisi : timur
Mudra : bhumisparsa
2. Nama Budha : ratnasambhawa
Posisi : selatan
Mudra : vara
3. Nama Budha : amithaba
Posisi : barat
Mudra : dhyana mudra (bersemedi)
4. Nama Budha : amogasidhi
Posisi : utara
Mudra : abhaya
5. Letak : pada empat sisi deretan atas borobudur
Murda : vitarka (sikap berkotbah)
6. Nama Budha : wairocana
Posisi : zenith
Mudra : dharmacakra



Silahkan baca juga artikel di bawah ini...



Widget by Hoctro | Jack Book

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar