mungkin rizqi anda :

Selamat Datang ! Selamat Membaca ! jumlah pengunjung dari negara: ...

free counters

Minggu, 25 April 2010

Prinsip Dasar Ilmu Sejarah

Standar Kompetensi : 1. Memahami Prinsip Dasar Ilmu Sejarah
Kompetensi Dasar : 1.1. Menjelaskan Pengertian dan Ruang Lingkup Sejarah
1.2. Mendeskripsikan Tradisi Sejarah dalam
Masyarakat Indonesia Masa Praaksara dan Masa
Aksara
1.3. Mendeskripsikan Prinsip-Prinsip Dasar
Penelitian Sejarah
I. PENGERTIAN SEJARAH
Sejarah berasal dari bahasa Arab Syajarotun yang artinya Pohon dan berkembang menjadi akar, keturunan, asal usul, riwayat dan silsilah. Sejarah dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama History yang berasal dari bahasa Yunani Istoria yang berarti ...

ilmu : berikut ini beberapa pengertian sejarah menurut beberapa ahli :
a. Sejarah menurut WJS POERWO DARMINTO
“Ilmu Pengetahuan, cerita pelajaran tentang kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau “atau” kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau”.
b. Sejarah menurut HERODOTUS (484-425 BC)
“Sejarah tidak berkembang ke arah depan dengan tujuan pasti melainkan bergerak seperti garis lingkaran yang tinggi rendahnya diakibatkan oleh keadaan manusia”.
c. Sejarah menurut IBNU KALDUN (1332-1406 AD)
“Sejarah adalah catatan tentang masyarakat umat manusia atau peradaban Dunia dan tentang perubahan yang terjadi pada watak masyarakat tersebut”.
Berdasarkan beberapa pengertian dan para ahli sejarah tersebut, dapat disimpulkan bahwa secara umum pengertian sejarah adalah :
1. Peristiwa-peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau dalam kehidupan manusia sebagai makhluk sosial.
2. Cerita atau kisah tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masa lampau yang disusun berdasarkan sumber-sumber sejarah.
3. Ilmu yang mempelajari peristiwa-peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau. Dalam kehidupan manusia, peristiwa sejarah merupakan suatu peristiwa yang abadi.
Dalam kehidupan manusia, peristiwa sejarah merupakan suatu peristiwa yang abadi, unik dan penting.
- Peristiwa yang abadi : peristiwa sejarah merupakan peristiwa yang abadi karena peristiwa tersebut tidak berubah-ubah dan dikenang sepanjang masa.
- Peristiwa yang unik : karena peristiwa sejarah hanya terjadi satu kali dan tidak pernah terulang persis sama untuk kedua kalinya.
- Peristiwa yang penting : dapat dijadikan momentum karena mempunyai arti dalam menentukan kehidupan orang banyak.
Sejarah dapat dikatakan sebagai seni sebab dalam rangka penulisan sejarah diperlukan :
a. Intuisi (ilham)
b. Imajinasi
c. Emosi
d. Gaya bahasa
Tokoh penganjur sejarah sebagai seni adalah George Macaulay Travellen mengajarkan bahwa menuliskan sebuah kisah peristiwa sejarah tidak mudah karena memerlukan imajinasi dan seni.
II. CIRI-CIRI SEJARAH SEBAGAI ILMU : memiliki beberapa ciri sebagai berikut :
1. Empiris :
Ilmu sejarah termasuk ilmu-ilmu empiris yang berasal dari bahasa Yunani EMPIRIA (pengalaman).
2. Memiliki Obyek :
Sejarah harus mempunyai obyek dalam bahasa latin obyektus (yang dihadapan, sasaran tujuan) setiap ilmu harus memiliki tujuan dan sasaran yang jelas demikian pula sejarah.
3. Memiliki Teori :
Dalam bahasa Yunani Theoria (Renungan) seperti halnya ilmu sosial yang lain, sejarah memiliki teori-teori yang berisi kumpulan kaidah-kaidah pokok suatu ilmu (teori chalange and response oleh A. Toyen Bee, teori konflik sosial Karl Marx) dsb.
4. Memiliki Metode :
Sejarah memiliki methodos (cara) sejarah, sehingga ilmu mempunyai methode tersendiri dengan menggunakan pengalaman yang didukung dengan bukti-bukti yang kuat perlu penelitian yang berhati-hati dalam membuat kesimpulan.
III. PERIODESASI, KRONOLOGI DAN KRONIK
Periodesasi (pembabakan waktu) adalah mengatur pembagian peristiwa masa lampau dengan batasan waktu yang terbatas.
Kronologi (urutan waktu) adalah peristiwa sejarah yang disusun berdasarkan waktu.
Kronik merupakan suatu kumpulan tulisan tentang perjalanan seorang musafir Cina, Pujangga dan juga pendeta Cina. Mereka akan menulis seluruh peristiwa atau kejadian maupun hal-hal yang baru ditemukan ketika melakukan perjalanannya.
IV. KEGUNAAN SEJARAH DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT
a. Memberikan kesadaran waktu
b. Memberikan pelajaran yang baik
c. Memperkokoh rasa kebangsaan (Nasionalisme)
d. Memberikan ketegasan Identitas Nasionalisme : Kepribadian suatu bangsa
e. Sumber Inspirasi
f. Sebagai sarana rekreasi
V. JENIS-JENIS SEJARAH
Sebagai ilmu yang mempelajari peristiwa-peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau, sejarah dapat dibagi menjadi beberapa jenis seperti dalam tabel dibawah ini :
No Cakupan Wilayah
Pembahasan Tingkat
Kekunoan Tema Wilayah
Kajian

1



2
3
4
Sejarah
Dunia


Sejarah Nasional
Sejarah Lokal
Sejarah sebelum
Mengenal
Tulisan (Prasejarah)

Sejarah Klasik
Sejarah Modern
Sejarah Kontemporer
Sejarah
Kebudayaan
Sejarah
Perekonomian
Sejarah Hukum
Sejarah Telekom
Sejarah Militer

Sejarah Agama
Sejarah Agraria

Sejarah Maritim
Sejarah Tata Negara
Sejarah Diplomasi
Sejarah Eropa

Sejarah Afrika

Sejarah Asia
Sejarah Amerika
Sejarah Australia

Sejarah Pasifik
Sejarah Timur Tengah

Dan sebagainya
VI. DASAR-DASAR PENELITIAN SEJARAH
Sejarah sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masa lampau dalam lingkup kehidupan manusia. Dengan demikian, peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masa lampau menjadi unsur mengungkap tabir sejarah dimasa lampau.
Prosedur kerja sejarahwan yang disebut metode sejarah, antara lain dilakukan dengan cara :
a. Mencari jejak-jejak masa lampau.
b. Meneliti jejak-jejak masa lampau secara kritis.
c. Berdasarkan informasi jejak-jejak masa lampau, sejahrawan berusaha membayangkan gambaran pada masa lamapu.
d. Menyelesaikan hasil rekonstruksi (imajinasif) hingga sesuai jejak-jejaknya dengan imajinatif ilmiahnya.
Langkah-langkah yang ditempuh dalam penelitian sejarah, antara lain :
a. Menentukan topik.
b. Heuristik (pengumpulan sumber sejarah).
Heuristik adalah supaya penelitian yang mendalam untuk menghimpun jejak-jejak sejarah atau dokumen-dokumen agar dapat mengetahui segala bentuk peristiwa atau kejadian-kejadian bersejarah dimasa lampau.
c. Verifikasi.
Pemeriksaan terhadap kebenaran laporan tentang suatu peristiwa bersejarah, hal ini diperlukan untuk meneliti data atau laporan dari suatu peristiwa yang terjadi.
d. Interpretasi
Penafsiran terhadap suatu peristiwa atau memberikan pandangan teoritis terhadap suatu peristiwa sejarah.
e. Historiografi
Dalam tahap ini, seorang sejahrawan akan melakukan penulisan sejarah dengan menyusun semua fakta yang telah dikumpulkan dan diuji kebenaran isi, materi, dan sebagainya. Tentu saja sesuai dengan norma-norma yang berlaku didalam disiplin ilmu sejarah.
VII. SUMBER-SUMBER SEJARAH
a. Sumber tertulis
b. Sumber benda (artefak)
c. Sumber lisan
d. Sumber rekaman
Sedangkan berdasar urutan penyampaiannya, sumber sejarah dibagi dalam :
a. Sumber primair à Prasasti, Kroni, Piagam, Candi
b. Sumber sekundair à yang berupa benda-benda tiruan atau sumber-sumber kepustakaan, laporan penelitian dan terjemahan.
c. Sumber tersier à berupa buku-buku sejarah yang disusun berdasarkan laporan penilaian laporan penelitian ahli sejarah tanpa melakukan penelitian langsung.
VIII. BENTUK-BENTUK PENELITIAN SEJARAH
1. Penelitian Lapangan
Dalam penelitian lapangan, seorang sejahrawan datang ke tempat terjadinya peristiwa bersejarah atau ke tempat ditemukannya peninggalan-peninggalan bersejarah. Tempat ditemukannya benda-benda bersejarah disebut SITUS.
2. Penelitian Kepustakaan
Penelitian ini disebut juga penelitian DOKUMENTER. Dalam melakukan penelitian kepustakaan, seorang peneliti sejarah memfokuskan perhatiannya untuk memperoleh dokumen yang disimpan dimuseum atau perpustakaan.
IX. PRINSIP-PRINSIP DASAR DALAM PENELITIAN SEJARAH LISAN
Langkah yang diambil dalam hal ini adalah perlu adanya sumber-sumber yang mendukung yaitu :
1. Sumber Berita dari Pelaku Sejarah
Pada pelaku merupakan unsur utama atau berperan dalam suatu peristiwa, karena mereka mengetahui dengan pasti apa yang terjadi.
2. Sumber dari Saksi Sejarah
Saksi adalah seseorang yang pernah melihat atau menyaksikan terjadinya suatu peristiwa, tetapi bukan sebagai pelaksana atau ikut serta ambil bagian dari dalam peristiwa tersebut.
3. Tempat Peristiwa Sejarah
Didalam penelitian sejarah, masalah tempat terjadinya suatu peristiwa merupakan masalah yang sangat penting. Apabila peristiwa terjadi dalam beberapa dekade terdahulu, barangkali dapat diketahui dengan jelas.
4. Latar Belakang Munculnya Peristiwa Sejarah
Hal ini merupakan unsur terpenting dalam suatu peristiwa sejarah dibandingkan dengan unsur-unsur lainnya.
Latar belakang mendorong terjadinya suatu peristiwa bukan hal yang muncul secara tiba-tiba, melainkan telah mengalami suatu proses hingga munculnya peristiwa yang dimaksud.
1. PENGERTIAN FOLKLORE
Kata Folklore merupakan pengindonesian dari bahasa Inggris Folklore. Kata tersebut merupakan kata majemuk yang berasal dari dua kata dasar yaitu FOLK dan LORE. Menurut Alan Dundes kata Folk berarti sekelompok orang yang memiliki ciri-ciri fisik, sosial dan kebudayaan sehingga dapat dibedakan dari kelompok sosial yang lainnya.
Ciri-ciri pengenal itu antara lain berupa warna kulit, bentuk rambut, mata pencaharian, bahasa, taraf pendidikan dan agama yang sama.
Perkembangan Folklore tidak hanya terbatas pada golongan petani desa tetapi juga nelayan pedagang, peternak, pemain sandiwara, dsb.
Menurut Koentjaraningrat setiap unsur kebudayaan universal tersebut mempunyai tiga wujud yaitu :
a. Wujud sistim budaya, berupa gagasan, kepercayaan, nilai-nilai norma ilmu pengetahuan, dsb.
b. Wujud sistim sosial berupa tindakan sosial, perilaku yang berpola seperti upacara, kebiasaan, tata cara, dsb.
c. Wujud Kebudayaan Fisik.
Jan Harold Brunvand, seorang ahli Folklor Amerika Serikat sebagai Folklor ke dalam tiga kelompok besar berdasarkan tipenya yaitu Folklor lisan, sebagian lisan, dan bukan lisan.
2. MITOS
Mitos atau mite (muth) adalah cerita prosa rakyat yang ditokohi oleh para dewa atau makhluk setengah dewa yang terjadi di dunia lain (kebudayaan) pada masa lampau dan dianggap benar-benar terjadi oleh empunya cerita atau penganutnya.
3. LEGENDA
Adalah cerita rakyat yang didalamnya mengandung kebenaran dan berhubungan dengan ketokohan dari masyarakat setempat.
Biasanya cerita legenda terjadi diberbagai daerah-daerah dan berhubungan dengan asal usul dan nama daerah itu.
Secara umum sebenarnya kebenaran dari cerita tersebut kurang bisa di pertanggung jawabkan. Namun dalam kenyataan dalam masyarakat sering dianggap benar.
4. UPACARA ADAT
Adalah upacara tradisional yang dilakukan oleh masyarakat setempat secara turun temurun untuk menghormati roh nenek moyang / leluhurnya.
Upacara adat secara umum terdiri dari :
a. Upacara terhadap roh nenek moyang / roh leluhur.
b. Upacara yang berhubungan dengan hidup manusia, seperti : upacara sebelum kelahiran, upacara kelahiran, dan upacara perkawinan.
c. Upacara yang berhubungan dengan kematian, seperti : upacara 7 hari, upacara 40 hari, dll.
d. Upacara yang berhubungan dengan alam semesta, seperti : upacara meminta hujan, upacara panen, nyandran, dll.
5. LAGU-LAGU
Adalah lagu-lagu yng berasal dari berbagai daerah ditanah air. Indonesia sebagai negara majemuk terdiri dari berbagai beribu-ribu pulau, adat istiadat, dan kebudayaan yang berbeda termasuk lagu-lagu daerah.
Menurut Profesor Kuncoro Ningrat, lagu-lagu daerah termasuk bentuk kesenian dan unsur budaya universal dari suatu bangsa.
6. DONGENG
Adalah cerita prosa rakyat yang tidak dianggap benar-benar terjadi. Dongeng diceritakan untuk hiburan, melukiskan tentang kebenaran, berisikan pelajaran (moral), bahkan sindiran.
PERKEMBANGAN PENULISAN SEJARAH
1. Histografi Tradisional
Penulisan sejarah pada hakekatnya merupakan ekspresi budaya untuk mengetahui masa lampau sebagaimana adanya. Dalam histriografi tradisional terjalinlah dengan erat unsur-unsur sastra, sebagai karya imajinatif dan metodologi, sebagai pandangan hidup yang dikisahkan sebagai uraian jenis hawa pada masa lampau, seperti tercermin dalam abad atau hikayat.
2. Histografi kolonial
Histografi kolonial dengan sendirinya menonjolkan peranan bangsa Belanda dan memberi tekanan pada Bapak prakteik dan ekrunai.
3. Histografi Modern
Tuntutan akan ketetapan teknik dalam usaha untuk mendapatkan fakta sejarah secermat mungkin dan mengadakan rekronstruksi sebaik mungkin serta menerangkan setepat mungkin, mendorong histografi modern.
4. Histogrofi Nasional
Usaha perintisan penulisan sejarah nasional muncul setelah revolusi kemerdekaan Indonesia. Hal ini di latarbelakangi berbagai oleh penulisan sejarah yang ada merupakan penulisan sejarah yang dilakukan pada zaman kolonial dan bersifat belanda sentris selain itu sebagai negara yang baru memperoleh kemerdekaannya membentuk suatu penulisan sejarah yang dapat menunjukkan jati diri sebagai bangsa, serta dapat memberikan legitimasi pada keberadaan bangsa Indonesia yang baru, setelah bertahun-tahun berada dalam masa penjajahan.
Heuristik
adalah seni dan ilmu pengetahuan dari penemuan. Kata ini berasal dari akar yang sama dalam bahasa Yunani dengan kata "eureka", berarti 'untuk menemukan'. Suatu heuristik untuk masalah yang diberi adalah cara menujukan perhatian Anda secara berhasil sampai pemecahan. Ini berbeda dari algoritma di mana hanya dipergunakan sebagai peraturan atau garis pedoman, bertentangan dengan prosedur invarian.
Heuristik selalu mungkin tidak mencapai hasil yang diinginkan, tetapi bisa teramat berharga sampai proses yang memecahkan masalah. Heuristik yang baik secara dramatis bisa mengurangi waktu yang diharuskan memecahkan masalah dengan menghapuskan keperluan untuk mempertimbangkan kemungkinan atau status tidak relevan yang tak mungkin.
Verifikasi
(Inggris: verification) adalah teori filsafat positif logis dalam memilih yang menyatakan bahwa pengalaman adalah satu-satunya sumber dasar pengetahuan dan dalam analisa logis dapat dilakukan dengan bantuan simbol-simbol logika dengan menggunakan metode untuk pemecahkan masalah melalui metode verifikasi empirik yaitu bila terdapat sesuatu yang tidak dapat diverifikasi secara empirik maka hasilnya adalah sia-sia. penganut teori radikal ini memiliki masalah konsekuensi untuk filosofi tradisional, karena, jika benar, akan menyebabkan banyak pekerjaan sia-sia pada filosofis masa lalu, antara lain pada metafisika dan etika.
Interpretasi
atau penafsiran adalah proses komunikasi melalui lisan atau gerakan antara dua atau lebih pembicara yang tak dapat menggunakan simbol-simbol yang sama, baik secara simultan (dikenal sebagai interpretasi simultan) atau berurutan (dikenal sebagai interpretasi berurutan). Menurut definisi, interpretasi hanya digunakan sebagai suatu metode jika dibutuhkan. Jika suatu objek (karya seni, ujaran, dll) cukup jelas maknanya, objek tersebut tidak akan mengundang suatu interpretasi. Istilah interpretasi sendiri dapat merujuk pada proses penafsiran yang sedang berlangsung atau hasilnya.
Suatu interpretasi dapat merupakan bagian dari suatu presentasi atau penggambaran informasi yang diubah untuk menyesuaikan dengan suatu kumpulan simbol spesifik. Informasi itu dapat berupa lisan, tulisan, gambar, matematika, atau berbagai bentuk bahasa lainnya. Makna yang kompleks dapat timbul sewaktu penafsir baik secara sadar ataupun tidak melakukan rujukan silang terhadap suatu objek dengan menempatkannya pada kerangka pengalaman dan pengetahuan yang lebih luas.
Tujuan interpretasi biasanya adalah untuk meningkatkan pengertian, tapi kadang, seperti pada propaganda atau cuci otak, tujuannya justru untuk mengacaukan pengertian dan membuat kebingungan.

Silahkan baca juga artikel di bawah ini...



Widget by Hoctro | Jack Book

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar