mungkin rizqi anda :

Selamat Datang ! Selamat Membaca ! jumlah pengunjung dari negara: ...

free counters

Selasa, 21 Desember 2010

PENDIDIKAN SEX DALAM ISLAM




BEKAL PERNIKAHAN




Keluarga yang Sakinah Mawaddah wa Rohmah , suatu rumah tangga yang harmonis penuh ketentraman dihiasi cinta dan kasih sayang adalah dambaan setiap orang. Rumahku adalah sorgaku merupakan harapan setiap keluarga. Untuk dapat mencapai keinginan tersebut, salah satunya adalah melalui hubungan suami – istri secara benar, karena melalui hubungan suami-istri kelak akan menghasilkan keturunan dan tentunya anak – anak yang akan dilahirkannya diharapkan menjadi anak yang sholeh dan sholehah. Doa dari anak yang sholeh adalah harapan bagi orang tua apabila mereka sudah meninggal dunia kelak. Bagaimanakah ajaran Islam tentang hubungan suami - istri yang benar ?

Apabila seorang suami akan mencampuri istrinya, hendaklah diawali dengan membaca doa :
“ Bismillahir-Rohmanir-Rohim, bismillahi allahumma janibna syaetoni wa janibi syaetona maa rozaqtana “
Artinya : Dengan Nama Allah, Ya Allah ! Jauhkanlah kami dari syetan daripada yang engkau karuniakan kenikmatan pada kami berdua“
Apakah sebabnya kita dianjurkan membaca doa seperti itu , ketika akan berjimak ?
Karena kata Nabi Muhammad SAW. : “ Ketika anak Adam membuka pakaian maka pada saat – saat itu malaikat Rokib dan Atid segera menyingkir karena ia merasa malu melihat anak Adam berdua-dua dalam keadaan polos. Namun bagi Syetan lain lagi, baginya hal ini adalah kesempatan bagus dan menyenangkan malah tambah asyik melihat adegan ini. Andaikata orang tidak membaca bismillah, Syetan ikut nimbrung bersama laki-laki turut menjimak istrinya orang itu “
Akan tetapi jika orang itu membaca bismillah , Syetan tidak berani mendekati dan akan menyingkir jauh, dan jika membandel ia ( Syetan ) tubuhnya akan terkena lontaran batu api menyala yang mematikan dirinya.

Dalam suatu Hadist riwayat Bukhori dan Muslim dari Abbas ra., Nabi Muhammad SAW bersabda : “ Jika sesungguhnya seorang dari pada kamu akan datang menjima’ istrinya, lalu mengucapkan : ( “Bismillahir-Rohmanir-Rohim, bismillahi allahumma janibna syaetoni wa janibi syaetona maa rozaqtana “) Dengan Nama Allah, Ya Allah ! Jauhkanlah kami dari syetan daripada yang engkau karuniakan kenikmatan pada kami berdua, Niscaya Alloh akan jadikan anak yang tidak diganggu Syetan selama-lamanya”.

Perhatikan pengakuan Syetan kepada Nabi Muhammad SAW ketika Nabi Muhammad SAW bertanya kepada Syetan :
“ Ada berapa perkara yang Syetan turut serta melakukan bersama Manusia ? “
jawab Syetan :
“ - Saya dapat turut serta di kala mereka makan dan minum
- dan turut serta orang yang mau pergi kemana saja.
- Saya menyerupai pada anak Adam dan pada harta bendanya. Saya goda anak-anaknya sehingga ibu bapaknya merasa kesal dan jengkel oleh tingkah polah perbuatan anak-anaknya.”
Jangan heran jika ada anak-anak durhaka pada orang tuanya. Begitu pula pada harta bendanya sehingga menjadi orang yang suka bergelimang dengan maksiat karena hartanya.
- Saya menyertai suami - istri dalam persetubuhan, apabila ia tidak menyebut nama Allah, dikala ia mau bersetubuh.
Dan jika persetubuhan ini menjadi anak, anak ini nantinya akan menjadi orang yang tunduk kepada Syetan.
Demikianlah pengakuan Syetan kepada Nabi Muhammad SAW.

Jima ‘ atau senggama , yang paling utama menurut pendapat ulama hendaknya dilakukan 4 ( empat ) malam sekali bagi mereka yang sudah separoh umur. Hal ini tidak akan mengganggu kesehatan badan, dan sunah jika suami habis bepergian jauh adalah sangat baik, tidur di dalam satu selimut dan satu hamparan jika hawa dingin.
Dan sangat utama jika berwudlu lebih dahulu, dengan maksud , mudah-mudahan jika menjadi anak, jadilah dia sebagai anak yang senang akan jalan kesucian dan jika mau jima’ lagi sesudah jima’, maka afdolnya berwudlu jika mau itu lebih baik. Makruh, makan dan minum sesudah jima’ jika belum bersuci atau junub.
Demikian kata Imam Ghozali dalam Ihya Ulumuddin. Sunah hukumnya jima’ dengan istri yaitu pada malam Senin, Kamis, atau malam Jum’at.

Dalam kitab Hayawatul-hayawan ada 4 ( empat ) macam yang bisa menyebabkan lemah badan dan cepat lebih tua, sebagai berikut :
1. Banyak jima’
2. Banyak angan-angan
3. Banyak minum air dingin di pagi hari
4. Banyak makan barang yang asam dan minum alcohol.
Yang dapat menimbulkan penyakit dalam badan, sebagai berikut :
1. terlalu banyak jima’
2. kurang tidur
3. makan terlalu kenyang
4. menahan kencing
Menurut keterangan dalam kitab Hayawatul-hayawan yang menyebabkan cerdas antara lain :
1. meninggalkan kata yang tidak bermanfaat
2. membiasakan menggosok gigi
3. bergaul dengan orang yang berilmu
4. mengamalkan ilmu yang manfaat
5. sering makan daging sapi dan kambing
6. mengendus wangi-wangian
7. sering mandi
8. memakai pakaian bersih dan rapi

Berkata ahli kesehatan ( tabib ) :
“ Siapa orang yang melakukan jima’ pada istrinya tanpa bersenda gurau lebih dahulu, akan menjadi anak yang buruk budi pekertinya “
sedangkan Nabi Muhammad SAW. bila menjima’ istrinya, lebih dahulu beliau bermain-main menyenangkan hati istrinya, beliau bersabda : “ Menyenangkan hati orang-orang mukmin adalah sedekah “.
Selanjutnya Nabi Muhammad SAW menerangkan : “ bila seorang laki-laki memandang istrinya dengan penuh kasih sayang, maka Alloh memandang orang laki-laki dengan pandangan rohmat dan Alloh ridlo kepadanya. Apabila ia menjima’ istrinya dengan kasih sayang niscaya gugurlah dosanya berjatuhan dari celah-celah anak jarinya “
Bersenda gurau seorang suami kepada istrinya menyebabkan turun rohmat Alloh kepadanya. Syahdan, Rosulullah saw. : mengecup bibir istrinya dan menghisap lidah istrinya, oleh karena itu beliau selalu menggosok gigi dan tidak suka makan makanan yang berbau seperti lobak, bawang putih. Lantaran beliau tidak ingin bau mulutnya jadi mengganggu kepada istrinya, ketika beliau mengecup bibir istrinya.
Kata Nabi Muhammad SAW dikala mengisap lidah istrinya maka dikala itu menimbulkan rasa nikmat pada sang istri dan pada beliau sendiri dan disitulah timbul perpaduan jiwa antara suami – istri.
Kata Nabi Muhammad SAW, jika kamu merasa turun mani janganlah kamu segera mengangkatnya , dinantikan dulu sehingga istrimu sama-sama turun maninya. Karena disitulah letaknya puncak kenikmatan bagi suami –istri. Janganlah seorang laki-laki hanya mau senang sendiri saja tanpa memperhatikan kehendak istrinya.
Nabi Muhammad SAW bersabda : “kelebihan orang perempuan dari pada laki-laki yaitu mempunyai 99 kelezatan dalam bersetubuh, namun mereka lebih banyak takut dan merasa malu “.

Beberapa macam Jima’ :

Sebelum membicarakan tentang cara bagaimana senggama itu dilakukan lebih baik di sini dikemukakan Hadist Nabi Muhammad SAW yang dikutip dari kitab Shohih Muslim, Nabi Muhammad SAW bersabda : “ adalah orang Yahudi biasanya menjima’ istrinya dari belakang, tapi bukan pada duburnya, dan katanya cara begitu bisa menjadi anak - anak yang kuat dan cerdas otaknya,”
lalu turun surat Al Baqoroh 223 yang berbunyi : “ Nisaa-ukum khartsu lakum, fa’tuu khartsakum ana syi’tum, wa qoddimuu lianfusikum wattaqullaha wa’lamu annakum mulaquuhu wa basyiril mu’minin “
Artinya : “ istri-istrimu adalah ( seperti ) sawah ladang kamu ( tempat kamu menaburkan bibit anak ), maka campurilah istrimu sebagaimana kamu kehendaki dan kerjakanlah ( amal yang baik ) untuk dirimu dan bertaqwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemuiNya. Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman. “
Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa istrimu ibarat sawah untuk menaburkan benih dan yang dimaksud dari penaburan bibit itu adalah untuk menghasilkan anak sebagai penerus keturunan .
Ada bermacam-macam cara untuk bersenggama yang dapat dilakukan oleh suami-istri agar dapat mendapat kepuasan. Dalam melakukan hubungan suami-istri agar tercapai suatu kepuasan, jangan lupa menetapkan cara dengan memperhitungkan letak liang senggama wanita ( faraj ), karena keadaan ini akan menentukan, salah cara bisa membahayakan bagi dirinya karena bisa-bisa istrinya tidak senang.
Hal ini harus diperhitungkan pada malam pertama perkawinan , pada suami-istri yang telah mendapat kecocokan senggama, segala variasi gerak sebenarnya tidak membahayakan karena keduanya sudah saling mengerti.
Pada waktu senggama yang pertama, ada baiknya diletakkan bantal yang kecil dibawah pinggul sang istri agak meninggi agar letak liang farjinya dapat dengan mudah dzakar laki-laki masuk ke dalamnya, sebab jika di atas kasur yang empuk pinggul sang istri tenggelam, hal ini jadi menyulitkan masuknya dzakar laki-laki dan bisa juga menimbulkan rasa sakit pada sang istri andaikata suami kurang bijaksana.
Perlu diketahui apabila istri sudah timbul berahinya maka pada saat itu akan keluar zat yang lendir pada liang farajnya agar memudahkan dzakar masuk ke dalam . Demikian pula bagi laki-laki, bila sudah menegang dzakarnya, maka pada saat itu keluar cairan lendir yang dinamakan “ Wadi “ sebagai alat pelicin supaya bisa masuk dengan mudah ke dalam farji wanita.
Yang paling banyak orang lakukan adalah :
1. Cara biasa , yaitu istri merebahkan badannya dengan membuka kedua pahanya dan suami berada di atasnya dan bertahan dengan dua lututnya dan sebelah sikunya, tangan bebas dapat memasukan dzakarnya pada liang senggama atau lengannya meremas-remas susu istrinya agar mani sang istri bisa cepat keluarnya, karena biasanya wanita lebih lama keluar mani daripada laki-laki. Paha dari suami harus berada di antara kedua paha istrinya. Dan jika istri menghendaki, boleh saja ia melipatkan kedua kakinya ke badan suami.
Berdasarkan keterangan, cara begini sangat baik, karena suami bisa saling berpandangan, saling menunjukan kasih sayang . berseda gurau, berpeluk cium, sehingga menimbulkan birahi sang istri, mengecup bibirnya, memainkan puting susunya , serta meremas susunya perlahan-lahan karena dengan hal demikian membangkitkan birahi sang istri.
Apabila dzakar telah menegang, gosok-gosokkan kepala dzakar pada bibir farjinya, karena pada bagian itu ada beberapa urat yang halus yang dapat menimbulkan rasa nikmat pada perempuan.
Tanda-tanda perempuan telah memuncak birahinya , yaitu menggelepar tubuhnya dan cepat jalan nafasnya, maka dalam hal yang demikian itu masukkan dzakar perlahan-lahan dan dengan seksama dan mainkan dzakar maju – mundur.
Makruh hukumnya bagi seorang suami akan mengajak istri dengan tanpa cumbu dan rayu, tanpa diawali senda gurau, jangan sampai sang istri mempunyai perasaan dipaksa. Ibarat suami mau makan, jika istri dengan senang hati melayaninya, tentu suami merasa puas hatinya.
Seorang ulama berkata : jika suami menjima’ istrinya tanpa diawali dengan cumbu rayu, tanpa lebih dahulu membangkitkan birahi istrinya, maka anaknya itu akan menjadi anak yang bebal dan kurang cerdas, oleh karena itu jika ingin mempunyai anak yang sehat otaknya, cerdas pikirannya, tidak pemalu, lincah dan gesit , hendaklah diperhatikan, dimulai menanamkan benih anak itu dalam rahim sang istri dengan cumbu rayu.
Jadi jangan mempunyai pikiran ( anggapan ) jima’ adalah cuma sekedar menghilangkan nafsu berahi saja, ketika akan manjima’ istrinya. Maka sebelum seorang melepaskan pakaian untuk berjima’ ( sanggama ) bacalah :
“ Bismillahir-Rohmanir-Rohim, bismillahi allahumma janibna syaetoni wa janibi syaetona maa rozaqtana “
Artinya : Dengan Nama Allah, Ya Allah ! Jauhkanlah kami dari syetan daripada yang engkau karuniakan kenikmatan pada kami berdua“

2. Cara menyamping, :
Kemudian ada senggama cara menyamping
Dalam posisi ini suami - istri masing-masing memiringkan badannya berhadap-hadapan. Macam ini boleh juga dilaksanakan, jika suami-istri ingin jima’ yang cetek. Kaki Istri yang satu berada di bawah kaki suami dan kaki suami berada di bawah kaki istri atau satu kaki suami berada di antara dua kaki istri, kemudian suami mengangkat dzakarnya, lalu memasukkannya ke faraj istri dan merangkul dan menyelimuti istrinya dengan penuh cinta dan kasih sayang .

3. Cara berduduk :
Suami-istri sama-sama duduk saling berhadapan. Dalam hal yang demikian memang mengasyikan, suami dapat sambil mengecup bibir istri, sedang tangan suami dapat bebas meremas susu istrinya .

4. Cara bersujud :
Yaitu cara istri dalam keadaan seperti orang bersujud dan dalam hal ini suami memasukkan dzakarnya dari belakang pada liang farji istrinya.
Bagi istri yang sedang hamil cara seperti orang bersujud ini dan suami dari belakangnya lebih baik agar nanti memudahkan bagi istri kelak akan melahirkan.

Allah tidak melarang dengan cara apapun asal pada tempat yang Allah telah tentukan, artinya dilarang keras jika laki-laki akan bersenggama pada istri yang sedang haid atau masih dalam keadaan belum suci dari haid atau nifas atau bersenggama pada liang duburnya.
Demikian Allah terangkan dalam Al-Qur’an dan juga Nabi Muhammad SAW dalam Hadistnya, yang penting suami harus bisa menggauli istri dengan baik dan menyenangkan, seperti Hadist Nabi Muhammad SAW, sabdakan : “Khiyarukum, khiyaru linasaihim “ artinya : sebaik-baik kamu, sebaik-baik kamu ialah yang baik bagi istrinya.

Hendaknya anda mengetahui tentang senggama, ada yang makruh, ada yang sunah, ada yang haram.
Makruh hukumnya bagi seorang suami akan mengajak istri dengan tanpa cumbu dan rayu, tanpa diawali senda gurau, jangan sampai sang istri mempunyai perasaan dipaksa. Ibarat suami mau makan, jika istri dengan senang hati melayaninya, tentu suami merasa puas hatinya.

Haram ,jika istri masih dalam haid dan belum suci dari nifas.
Sunah bagi suami mencari waktu yang baik, yaitu malam 3 ( tiga ) malam, yaitu malam Senin, Kamis, atau Jum’at dan sunah pula bagi suami atau istri membasuh kemaluannya dengan air bersih, yaitu sebelum digunakan dibersihkan lebih dulu, kalau perlu pakai sabun wangi, bahkan sunah bulu-bulu dicukur jika mau.Demikian pula setelah selesai jima’ lalu alat vital masing-masing dicuci bersih.

Demikian peraturan yang baik. Kata ulama , jika orang ingin mendapat kemenangan hidup di dunia dan akherat , hendaklah mereka memperhatikan hal ini, yakni :
Sunah bersenda gurau suami-istri sebelumnya, bercanda berpeluk cium dan sebagainya, yang maksudnya tidak lain adalah untuk membangkitkan gairah masing-masing pihak suami-istri.
Dan Sunah , menyediakan air bersih untuk membersihkan bekas-bekasnya bila selesai bersetubuh. Dan sediakan kain-kain yang bersih untuk membasuh farjinya masing-masing.
Dilarang orang yang dalam keadaan mabuk diajak bersetubuh / dalam keadaan sakit yang enteng-enteng seperti dalam keadaan kurang sehat, pusing kepala dan sebagainya. Jangan bersetubuh dalam keadaan lapar atau dalam keadaan sangat sangat kenyang.
Jima’ hendaklah dilakukan di tempat tertutup.

Langkah – langkah dalam jima’ :
Hendaklah diawali dengan membaca doa :
“ Bismillahir-Rohmanir-Rohim, bismillahi allahumma janibna syaetoni wa janibi syaetona maa rozaqtana “
Artinya : Dengan Nama Allah, Ya Allah ! Jauhkanlah kami dari syetan daripada yang engkau karuniakan kenikmatan pada kami berdua“

kemudian :
Suami mengucapkan : “ Assalamu alaikum ya baaba rohmana !” artinya : keselamatan atas kamu, hai pintu yang maha pengasih !
Jawab Istrinya : “ wa alaikum salam ya sayidil amin ..” artinya : dan atas kamu pula keselamatan . hai tuanku yang dipercaya …”

Lalu suami memegang tangan kanan istri , lalu dudukan dia , Kemudian suami memegang kedua tangan istri sambil mengucapkan : “ Rodhitu billahi robba…! “ artinya : “ aku telah rela Allah itu tuhanku …”

Di saat itu bukalah seluruh baju istri lalu raba perlahan-lahan buah dadanya sambil mengucapkan sholawat 3 x : “ allahuma sholli ala muhamad wa ‘ala ali Muhammad “
Selanjutnya ciumlah ubun-ubunnya , lalu cium matanya yang kanan sambil membaca :
“ allahuma sholli ala muhamad wa ‘ala ali Muhammad “ lalu cium matanya yang kiri sambil membaca asma Allah : “ Ya karim, ya rohman ya rohim, ya Allah…”
artinya : Hai yang Maha Mulia, hai yang Maha Pengasih, hai yang Maha penyayang, Ya Allah…”
lalu cium pipinya yang kanan sambil mengucapkan : “ Ya karim, ya rohman ya rohim, ya Allah…”
artinya : Hai yang Maha Mulia, hai yang Maha Pengasih, hai yang Maha penyayang, Ya Allah…”
lalu cium pula pipinya yang kiri . selanjutnya bacalah : “ farouhun wa roihanun wa jannatu na’im ..” artinya : “ lalu mendapat kelapangan dan ketentraman serta mendapat surga yang nikmat..”
lalu cium hidungnya dan sedot nafasnya kemudian tiup kembali liang hidungnya.

Di sinilah kunci nikmat penciuman senikmat-nikmatnya. Di sini ciuman yang mengesankan dan sukar akan dilupakan bagi istrinya yang mana istri tidak akan dapat melupakan selama-lamanya dan seumur hidupnya. Insya Allah istri tidak akan mencari suami yang lain selama-lamanya.

Kemudian bacalah asma Allah : “ ya rohmanu dunya , ya rohimul akherat “
Lalu ciumlah dagunya sambil mengcapkan asma Allah : “ Allahu nuru samawati wal ardi ” lalu ciumlah lehernya, ucapkan asma Allah : “ Nuru habibil imani min ‘ibadika sholihin “ lalu ciumlah kuduknya dan bacalah : “ ma kadzabal fuadu ma roa..” lalu cium tapak tangannya yang kanan dan baca : “ ma kadzabal fuadu ma roa..” lalu cium pula tangannya yang kiri. Lalu ucapkan doa: ” wal qoitu muhabbatan minni “ lalu ciumlah dua buah dadanya kemudian baca asma Allah : “ ya hayyu ya qoyyum…”

Jika mau mengamalkan petunjuk ini, barulah dinamakan laki-laki sempurna. Inilah kunci kehidupan rumah tangga.

Siklus mani perempuan menurut penanggalan Hijriah
Untuk dapat mempercepat perempuan mencapai orgasme perlu diketahui peredaran mani.
Menurut ulama peredaran mani perempuan menurut peredaran atau penanggalan bulan hijriah adalah sebagai berikut :
Tanggal 1 : pada tapak kakinya yang kanan, oleh karena itu garuk-garuklah pada bagian itu
Tanggal 2 : pada betis kanan, cobalah raba-raba pada bagian itu
Tanggal 3 : pada lututnya yang kanan, oleh karena itu gosok-gosoklah pada bagian itu
Tanggal 4 : pada pahanya yang kanan, cobalah sentuh pada bagian itu
Tanggal 5 : pada bibir farjinya , coba sentuh pada bagian itu
Tanggal 6 : pada ketiaknya, oleh karena itu rabalah pada bagian itu
Tanggal 7 : pada dadanya, oleh karena itu coba anda peluk dengan dada anda
Tanggal 8 : pada susunya yang kanan, oleh karena itu remas-remaslah pada bagian itu
Tanggal 9 : pada bibirnya , oleh karena itu kecuplah bibirnya itu
Tanggal 10 : pada leher, oleh karena itu lekatkan pada leher anda
Tanggal 11 : pada matanya , oleh karena itu ciumlah matanya
Tanggal 12 : pada keningnya, oleh karena itu ciumlah keningnya
Tanggal 13 : pada dahinya, oleh karena itu ciumlah dahinya
Tanggal 14 : pada ubun-ubunya , oleh karena itu ciumlah ubun-ubunnya
Tanggal 15 : pada seluruh tubuhnya maka ciumlah di mana saja

Selamat mencoba, semoga mendapatkan keluarga yang sakinah mawaddah wa rohmah ! dan memiliki keturunan yang soleh dan solehah, amien !

Silahkan baca juga artikel di bawah ini...



Widget by Hoctro | Jack Book

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar