mungkin rizqi anda :

Selamat Datang ! Selamat Membaca ! jumlah pengunjung dari negara: ...

free counters

Senin, 26 September 2011

KULIAH UMUM Prof. Dr. H. M. Mahfud MD, SH

Supremasi Hukum Sebagai Pilar Pembinaan Karakter Bangsa


“Bangsa Indonesia sekarang ini sedang dihadapkan pada masalah besar. Para Elit Politik sedang dilanda krisis moral dalam membina Supremasi Hukum “ Demikian menurut Prof . Dr. H. M. Mahfud MD, SH. Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. Hal ini disampaikan dalam acara “ Silaturahim dan Kuliah Umum “, pada hari Ahad, 25 September 2011 bertempat di SMA Islam T. Huda Bumiayu. Acara Silaturahim dan Kuliah Umum ini dilaksanakan oleh Keluarga Besar Yayasan Perguruan Ta’allumul Huda Bumiayu dalam rangka Syukuran Pembangunan Kampus Perguruan Tinggi Yayasan Perguruan Ta’alumul Huda Bumiayu.




Menurut Prof. Dr. H. M. Mahfud MD, SH . : “ Supremasi Hukum perlu ditegakkan, sebab sebuah Negara akan hancur, jika tidak ditegakkan Hukum “. Selanjutnya Prof. Dr. H. M. Mahfud MD, SH memberikan contoh Negara Romawi, Negara Jerman dll. Negara-negara yang semula berkuasa dan maju kemudian hancur karena adanya ketidak – adilan dan Otoriterisme yang terjadi di Negara – Negara tersebut.

“ Hukum dibuat oleh akal sehat dan dikontrol serta dikendalikan oleh akal sehat pula, inilah yang dimaksud dengan Supremasi Hukum “ lanjut Prof. Dr. H. M. Mahfud MD, SH
“ Kasus – kasus Korupsi seperti kasus Nazarudin dll seharusnya mudah diatasi. Kenapa masih dicari pasal berapa yang telah dilanggar ? dengan pasal sekian Nazarudin bisa ditangkap, dengan pasal sekian Nazarudin bisa dibebaskan, tinggal gunakan hati nurani , dengarkan hati nurani bicara, apakah Nazarudin bersalah atau tidak ? “

“ Sebagai Pilar dalam pembinaan Karakter bangsa , karakter yang madani, yaitu sikap gotong royong, santun, dan toleran akan dapat menegakkan keadilan yang diharapkan. “ lanjutnya.

Hadir dalam acara tersebut antara lain Bupati Brebes , Bapak H. Agung Widyantoro, SH. MSi

SUSUNAN ACARA SILATURAHIM DAN KULIAH UMUM
BERSAMA PROF. DR. H.M. MAHFUD MD. SH
BUMIAYU, 25 SEPTEMBER 2011
A. Pra Acara, penampilan siswa-siswi SD, SMP, dan SMA Islam T. Huda Yayasan
Perguruan Ta’allumul Huda Bumiayu
B. Prof. Dr. H.M. Mahfud MD, SH , beserta rombongan tiba di SMA Islam T. Huda Bumiayu
1. Pembukaan ( MC : Farida Hidayati dan Musa Sayono )
2. Menyanyikan lagu Indonesia Raya dipimpin oleh Ibu Dra. Nurhikmatul Aen
3. Pembacaan Ayat Suci Al Qur’an oleh Bapak Ustadz Kamali
4. Penanyangan proses pembangunan kampus, disampaikan oleh Bapak Ir.
Chirzun, MT.
5. Penyerahan Sumbangan Ruang Perpustakaan dari keluarga Hj. Aminah
Djamali yang diwakili Bapak H. Musa Djamali
6. Sambutan Ketua Umum Yayasan Perguruan Ta’allumul Huda Bumiayu, Bapak
Abdul Karim , SAg.
7. Sambutan Bupati Brebes, Bapak H. Agung Widyantoro, SH. MSi
8. Sambutan Ketua Dewan Pembina Yayasan Perguruan Ta’allumul Huda
Bumiayu, Prof. Dr. H. Yahya A. Muhaimin
9. Selingan Paduan Suara STKIP Islam Bumiayu
10. Ceramah Akbar dan Kuliah Umum oleh Prof. Dr. H. M. Mahfud MD , SH dengan tema :
Supremasi Hukum sebagai Pilar Pembinaan Karakter Bangsa
11. Pembacaan Do’a oleh KH. Ali Hasan
12. Penutup
C. Menuju lokasi pembangunan kampus di Pagojengan


baca selengkapnya ( klik ) di sini...

Rabu, 14 September 2011

PROGRAM EKSTRA KURIKULER

Kerokhanian Islam ( Rokhis )

A. DASAR

Nabi Muhammad SAW bersabda : ” Balighu anni walau ayatan ” artinya ” sampaikanlah apa-apa dariku walupun hanya satu ayat. ” dari Hadist di atas dapat diketahui bahwa manusia hidup , khususnya Umat Islam di dunia, mengemban tugas dari Nabi Muhammad SAW, untuk menjadi penyampai risalah dan da’wah Nabi. Setiap umat Islam harus menyampaikan dan mengajarkan kembali apa-apa yang telah diterima dari Nabi Muhammad SAW.
Jadi agar pesan Nabi Muhammad SAW dapat dilaksanakan, maka setiap umat Islam harus menjadi mubaligh, menjadi Da’i, menjadi penceramah, dll.
SMA Islam T. Huda Bumiayu merupakan salah satu sekolah yang bercirikan Islam . Sebagai wadah dalam mengembangkan bakat, minat dan kemampuan serta hobi siswa, maka...



maka diadakan kegiatan Ekstra kurikuler Kerohanian Islam atau Rohis. Melalui kegiatan ekstra kurikuler Kerohanian Islam diharapkan dapat melahirkan siswa – siswi yang mampu menjadi penerus da’wah Nabi Muhammad SAW, mampu mencetak mubaligh/ penceramah sehingga ajaran Islam dapat terus dikembangkan.
” Mencetak Seribu Da’i ” adalah slogan dari kegiatan ini

B. TUJUAN

1. Melengkapi kegiatan ekstra kurikuler SMA Islam T. Huda Bumiayu
2. Menambah wawasan keagamaan bagi para siswa SMA Islam T. Huda Bumiayu
3. Menyalurkan minat , bakat dan kemampuan serta hobi dari para siswa SMA Islam T. Huda Bumiayu
4. Mendidik para siswa agar mampu berkhutbah, berceramah agama, bertabligh mengembangkan ajaran agama Islam
5. Membekali siswa dengan pengetahuan retorika agar mampu berbicara di muka umum dalam rangka menda’wahkan ajaran islam
6. Memberikan kesempatan pada para siswa mempraktekan pengetahuan agama dalam bentuk pelatihan da’wah
7. Menyalurkan hobi dan bakat siswa dalam retorika

C. SASARAN
Sasaran kegiatan ekstra kurikuler Kerohanian Islam adalah para siswa kelas
XI IPA, IPS dan Bahasa SMA Islam T. Huda Bumiayu

D. Materi
Materi kegiatan ekstra kurikuler kerohanian Islam SMA Islam T. Huda Bumiayu terbagi
dalam materi dan praktek dengan perbandingan 30 % materi dan 70 % praktek.
Adapun rangkaian materi ekstra kurikuler kerohanian Islam antara lain, sebagai berikut :
1. Da’wah dalam Islam
2. Macam –macam Da’wah
3. Khutbah Jum’at
4. Menulis naskah khutbah
5. Praktek Khutbah
6. Retorika , Khitobah dan seluk – beluk yang berhubungan dengan metode
da’wah


E. PELAKSANAAN
Kegiatan ekstra kurikuler Kerohanian Islam dilaksanakan setiap minggu sekali pada hari
Jum’at dengan mempraktekan khutbah Jum’at di Masjid SMA Islam T. Huda Bumiayu bagi
Siswa yang dianggap siap berkhutbah.





















PROGRAM TAHUNAN

Satuan Pendidikan : SMA ISLAM T.HUDA BUMIAYU
Materi Ekstra Kurikuler : Kerohanian
Kelas / program : XI / IPA, IPS, BHS
Semester Kegiatan Kelas XI Ket
Sasaran Alokasi Waktu
1 1. Menyusun Program
2. Penyelesaian Bahan
3. Praktek menulis
4. Praktek Khutbah 1 kali
6 Kompetensi
3 kali
9 kali
0 JP
12 JP
6 JP
18 JP

Jumlah Alokasi Waktu 36 JP
2 5. Menyusun Program
6. Penyelesaian Bahan
7. Praktek menulis
8. Praktek Khutbah 1 kali
6 Kompetensi
3 kali
9 kali
0 JP
12 JP
6 JP
18 JP

Jumlah Alokasi Waktu 36 JP

Bumiayu, ...........................2011
Mengetahui,
Kepala Sekolah, Pembina Ekstra Kurikuler



Drs. Mungal Purnomo Drs. Harun Nurosid

























RENCANA PELAKSANAAN KEGIATAN
NO: 1 dan 2

SMA : SMA ISLAM T. HUDA BUMIAYU
Materi Ekstra Kurikuler : Kerohanian Islam
Kelas/Semester : XI/1
Standar Kompetensi : 1. Memahami Prinsip Da’wah dalam Islam
Kompetensi Dasar : 1.1. Menjelaskan Pengertian da’wah
Indikator : Mendeskripsikan pengertian Da’wah berdasarkan asal usul
kata
Alokasi Waktu : 4 x 45 menit ( 2 minggu )

A. Tujuan
Peserta didik mampu untuk:
• Mendeskripsikan tugas umat Islam dalam hidup di dunia
• Mendeskripsikan pengertian da’wah berdasarkan asal usul kata
• Mendeskripsikan kedudukan da’wah dalam Islam


B. Materi
• Tugas Umat Islam untuk berda’wah
• Arti kata Da’wah berdasarkan asal usul kata
• Kedudukan Da’wah dalam agama Islam

C. Metode
Pendekatan demontrasi, metode bermain, pemberian tugas, tanya jawab

D. Langkah-langkah Kegiatan
1. Kegiatan Pendahuluan
• Apersepsi Pembina Ekstra membuka kegiatan dengan menerapkan praktek berkhutbah.
• Pembina menyampaikan tujuan kegiatan.
2. Kegiatan Inti
• Pembina menjelaskan arti kata da’wah berdasarkan asal usul kata.
• Penugasan mencari nama-nama tokoh mubaligh
• Tanya-jawab berdasarkan hasil temuan siswa dan mencermati contoh metode da’wah para tokoh .
• Peserta didik secara individu membuat naskah ceramah sebagai bahan da’wah secara singkat
3. Kegiatan Penutup
• Bersama-sama melakukan refleksi materi yang telah dibahas.
• Menarik kesimpulan materi.

E. Sumber Belajar
• Al Qur’an Hadist
• Kitab-kitab khutbah jum’at
• Buku Fiqih lengkap karya H Sulaiman Rasyid

F. Penilaian
• Pembuatan naskah ceramah






Format Penilaian naskah
Aspek yang dinilai Nilai Kualitatif Nilai Kuantitatif
Ketepatan bahasa
Keakuratan urutan rukun
Pemberian variasi kalimat
Kerapian
Jumlah Nilai


Bumiayu, 2011
Mengetahui,
Kepala Sekolah, Pembina Ekstra



Drs. Mungal Purnomo Drs. Harun Nurosid




































RENCANA PELAKSANAAN KEGIATAN
NO: 3 dan 4

SMA : SMA ISLAM T. HUDA BUMIAYU
Materi Ekstra Kurikuler : Kerohanian Islam
Kelas/Semester : XI/1
Standar Kompetensi : 1. Memahami Prinsip Da’wah dalam Islam
Kompetensi Dasar : 1.1. Menjelaskan Macam –macam Da’wah
Indikator : Mendeskripsikan pengertian Da’wah bil lisan
Alokasi Waktu : 4 x 45 menit ( 2 minggu )

A. Tujuan
Peserta didik mampu untuk:
• Mendeskripsikan macam –macam da’wah
• Mendeskripsikan pengertian da’wah bil lisan
• Mengamati praktek da’wah bil lisan


B. Materi
• Macam –macam da’wah
• Pengertian da’wah bil lisan
• Praktek da’wah bil lisan


C. Metode
Pendekatan demontrasi, metode bermain, pemberian tugas, tanya jawab

D. Langkah-langkah Kegiatan
1. Kegiatan Pendahuluan
* Apersepsi Pembina Ekstra membuka kegiatan dengan menerapkan praktek
berkhutbah.
* Pembina menyampaikan tujuan kegiatan.
2. Kegiatan Inti
• Pembina menjelaskan macam-macam da’wah.
• Penugasan mengamati praktek da’wah bil lisan
• Tanya-jawab berdasarkan hasil praktekan siswa dan mencermati contoh metode da’wah .
• Peserta didik secara individu membuat naskah ceramah sebagai bahan da’wah secara singkat
3. Kegiatan Penutup
• Bersama-sama melakukan refleksi materi yang telah dibahas.
• Menarik kesimpulan materi.

E. Sumber Belajar
• Al Qur’an Hadist
• Kitab-kitab khutbah jum’at
• Buku Fiqih lengkap karya H Sulaiman Rasyid

F. Penilaian
• Praktek pengamatan da’wah bil lisan




LAPORAN
KEGIATAN EKSTRA KEROHANIAN

HARI /TANGGAL : ...........................................................................................................
NAMA : ...........................................................................................................
KELAS : ...........................................................................................................
NAMA KHOTIB : ...........................................................................................................
NAMA MASJID : ...........................................................................................................
ALAMAT : ...........................................................................................................
JUDUL / TEMA : ...........................................................................................................
........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
EVALUASI :
KEKURANGAN : ........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
KELEBIHAN : : ........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
SARAN – SARAN : : ................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................


KHOTIB NAMA SISWA



( ..............................) ( ............................. )



Bumiayu, 2011
Mengetahui,
Kepala Sekolah, Pembina Ekstra



Drs. Mungal Purnomo Drs. Harun Nurosid



RENCANA PELAKSANAAN KEGIATAN
NO: 5 dan 6

SMA : SMA ISLAM T. HUDA BUMIAYU
Materi Ekstra Kurikuler : Kerohanian Islam
Kelas/Semester : XI/1
Standar Kompetensi : 1. Memahami Prinsip Da’wah dalam Islam
Kompetensi Dasar : 1.1. Mempraktekan dan mengevalusi Da’wah bil lisan
Indikator : Mempraktekan Da’wah bil lisan
Alokasi Waktu : 4 x 45 menit ( 2 minggu )

A. Tujuan
Peserta didik mampu untuk:
• Menyusun naskah khutbah
• Mempraktekan da’wah bil lisan
• Mengevaluasi praktek da’wah bil lisan


B. Materi
• Syarat dan rukun khutbah
• Hal – hal yang membatalkan khutbah
• Sunah-sunah khutbah
• Praktek khutbah / ceramah


C. Metode
Pendekatan demontrasi, metode bermain, pemberian tugas, tanya jawab

D. Langkah-langkah Kegiatan
i. Kegiatan Pendahuluan
* Apersepsi Pembina Ekstra membuka kegiatan dengan menerapkan praktek
berkhutbah.
* Pembina menyampaikan tujuan kegiatan.
ii. Kegiatan Inti
• Pembina menjelaskan syarat dan rukun khutbah.
• Penugasan menyusun naskah khutbah / da’wah bil lisan
• Tanya-jawab berdasarkan hasil praktekan siswa dan mencermati contoh metode da’wah .
• Peserta didik secara individu membuat naskah ceramah dan mempraktekkannya
iii. Kegiatan Penutup
• Bersama-sama melakukan refleksi materi yang telah dibahas.
• Menarik kesimpulan materi.

E. Sumber Belajar
• Al Qur’an Hadist
• Kitab-kitab khutbah jum’at
• Buku Fiqih lengkap karya H Sulaiman Rasyid

F. Penilaian
• Praktek khutbah/ da’wah bil lisan




LAPORAN
KEGIATAN EKSTRA KEROHANIAN

HARI /TANGGAL : ...........................................................................................................
NAMA : ...........................................................................................................
KELAS : ...........................................................................................................
NAMA KHOTIB : ...........................................................................................................
NAMA MASJID : ...........................................................................................................
ALAMAT : ...........................................................................................................
JUDUL / TEMA : ...........................................................................................................
........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
EVALUASI :
KEKURANGAN : ........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
KELEBIHAN : : ........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
SARAN – SARAN : : ................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................


KHOTIB NAMA SISWA



( ..............................) ( ............................. )



Bumiayu, 2011
Mengetahui,
Kepala Sekolah, Pembina Ekstra



Drs. Mungal Purnomo Drs. Harun Nurosid



RENCANA PELAKSANAAN KEGIATAN
NO: 7 sd 16 dan seterusnya

SMA : SMA ISLAM T. HUDA BUMIAYU
Materi Ekstra Kurikuler : Kerohanian Islam
Kelas/Semester : XI/1
Standar Kompetensi : 1. Memahami Prinsip Da’wah dalam Islam
Kompetensi Dasar : 1.1. Mempraktekan dan mengevalusi Da’wah bil lisan
Indikator : Mempraktekan Da’wah bil lisan
Alokasi Waktu : 10 x 45 menit ( 5 minggu )

A. Tujuan
Peserta didik mampu untuk:
• Menyusun naskah khutbah
• Mempraktekan da’wah bil lisan
• Mengevaluasi praktek da’wah bil lisan


B. Materi
• Contoh naskah khutbah
• Praktek khutbah / ceramah
• Evalusai praktek khutbah


C. Metode
Pendekatan demontrasi, metode bermain, pemberian tugas, tanya jawab

D. Langkah-langkah Kegiatan
i. Kegiatan Pendahuluan
* Apersepsi Pembina Ekstra membuka kegiatan dengan menerapkan praktek
berkhutbah.
* Pembina menyampaikan tujuan kegiatan.
ii. Kegiatan Inti
• Pembina menjelaskan contoh naskah khutbah.
• Penugasan menyusun naskah khutbah da’wah bil lisan
• Tanya-jawab berdasarkan hasil praktekan siswa dan mencermati contoh metode da’wah .
• Peserta didik secara individu membuat naskah ceramah dan mempraktekkannya
iii. Kegiatan Penutup
• Bersama-sama melakukan refleksi materi yang telah dibahas.
• Menarik kesimpulan materi.

E. Sumber Belajar
• Al Qur’an Hadist
• Kitab-kitab khutbah jum’at
• Buku Fiqih lengkap karya H Sulaiman Rasyid

F. Penilaian
• Praktek khutbah/ da’wah bil lisan dan evalusi





LAPORAN
KEGIATAN EKSTRA KEROHANIAN

HARI /TANGGAL : ...........................................................................................................
NAMA : ...........................................................................................................
KELAS : ...........................................................................................................
NAMA KHOTIB : ...........................................................................................................
NAMA MASJID : ...........................................................................................................
ALAMAT : ...........................................................................................................
JUDUL / TEMA : ...........................................................................................................
........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
EVALUASI :
KEKURANGAN : ........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
KELEBIHAN : : ........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
SARAN – SARAN : : ................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................


KHOTIB NAMA SISWA



( ..............................) ( ............................. )



Bumiayu, 2011
Mengetahui,
Kepala Sekolah, Pembina Ekstra



Drs. Mungal Purnomo Drs. Harun Nurosid


PEDOMAN HIDUP UMAT ISLAM

KHUTBAH JUMAT


Assalamu alaikum wr, wb.

- Alhamdulillahi hamdan yuwafi ni’amahu wa yukafi mazidahu, ya robbana lakal hamdu kama
yanbahi li jalalika wa adhimi sulthonika,
Nahmaduhu wa nasta’inuhu, wa nastaghfiruh, wa na’udzu bi llahi min sururi anfusina, wa min
sayi’ati a’malina. Man yahdillahu fala mudilla lahu, wa man yudlil, fala hadiya lahu.
- As hadu an la ilaha Illa llah, wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa rosuluhu,
- Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad, wa ala alihi wa shohbihi ajmain, Wassalama tasliman
katsiro.
Amma ba’du

- Fa ya ibadallah, ittaqullah haqqo tuqotihi, wa la tamutunna illa wa antum muslimun.

Hadirin Jamaah Jum’at rahimakumullah,
Alhamdulillah, marilah kita panjatkan syukur ke hadlirat Allah SWT, bahwa sampai hari ini kita masih diberi nikmat oleh Allah SWT, sehingga kita masih bisa dipertemukan dan masih dapat menambah amalan ibadah kepada Allah , dengan melaksanakan ibadah sholat, di hari jum’at ini,

Tak lupa sebagai khotib, saya mengajak kepada diri saya dan hadirin sekalian, untuk senantiasa meningkatkan taqwa kita kepada Allah SWT, dengan sebenar-benarnya taqwa, dalam arti menjalankan segala perintah Allah SWT, dan menjauhi segala larangan-laranganNya, baik secara terang-terangan, maupun secara sembunyi-sembunyi. Sebab hanya dengan Taqwa sajalah kita dapat menyelesaikan segala persoalan hidup dan kita akan dapat mendapatkan rizqi dari Allah SWT dari jalan yang tidak diduga – duga. (Islam mengajarkan : “ Man yataqillaha yaj’al lahu mahrojan wa yarzuqhu min haisu la yahtasib” artinya : barang siapa bertaqwa kepada Allah SWT, maka Allah SWT akan memberikan jalan keluar dari masalah yang dihadapi, dan akan memberi rizqi dari jalan yang tidak diduga-duga )

Dan hanya dengan taqwa , dapat kita jadikan bekal menghadap Allah SWT kelak apabila kita sudah meninggal dunia. ( Islam mengajarkan : “ wa tazawaduu, fa inna khoiro zadi taqwa “ artinya : dan berbekal lah kalian untuk menghadap Allah SWT, dengan sebaik-baik bekal, yaitu Taqwa “

Hadirin Jamaah Jum’at rahimakumullah,
Dalam kesempatan khutbah kali ini, saya selaku khotib akan menyampaikan khutbah tentang Al Qur’an dan Hadist sebagai pedoman hidup umat Islam.

Hadirin Jamaah Jum’at rahimakumullah,
Allah SWT dalam Al Qur’an berfirman : “ Al yauma akmaltu lakum dinakum wa atmamtu alikum ni’mati wa roditu lakumul islam dina “ artinya :” pada hari ini telah Ku sempurnakan bagimu agamamu, dan telah Kucukupkan NimatKu untuk mud an telah Ku Ridhoi Islam sebagai agamamu “

Ayat ini merupakan ayat yang terakhir diturunkan oleh Allah SWT. kepada Nabi Muhammad SAW. menjelang nabi kita wafat. Ayat ini menjelaskan pada kita bahwa agama kita , agama Islam adalah agama yang sudah sempurna. Maka kita sebagai umat Islam seharusnya,iman kita semakin mantap dan kuat

Hadirin Jamaah jumat rahimakumullah,
Nabi Muhammad SAW ketika merasa sudah semakin dekat ajalnya, maka beliau berwasiat : “ Taroktu fikum amroini, lan tadillu ma tamasaktum bi hima, kitaballah wa sunnatu nabihi “ artinya “ ku tinggalkan bagimu dua perkara, yang bisa menyelamatkanmu dari dunia sampai akherat, selama kamu berpegang teguh kepada keduanya, yaitu Al Qur’an dan Hadist

Jamaah jumat rahimakumullah,
Di jaman sekarang ini, kita saksikan umat Islam belum sepenuhnya mematuhi syariat dan hukum Islam.
Masih banyak umat Islam belum konsekwen dengan ajaran Islam, Masih banyak umat Islam yang belum melaksanakan ajaran Islam secara benar. Masih banyak umat Islam melakukan pelanggaran dan pelanggaran. Masih banyak umat Islam yang belum berpedoman kepada Al Qur’an dan Hadist.

Al Qur’an dan Hadist adalah pedoman hidup umat Islam, Al Qur’an dan Hadist lah yang akan dapat menyelamatkan hidup kita , dari dunia sampai akherat.
Tetapi yang kita saksikan dalam kehidupan sehari-hari, di jaman sekarang ini, orang lebih suka meniru dan meneladani hal-hal yang bukan dari ajaran agama Islam. Banyak tontonan dijadikan tuntunan dan tuntunan menjadi tontonan. Jika hal ini yang terjadi, bagaimanakah nasib umat Islam di kemudian ?, bagaimakah nasib anaka-anak kita yang tiap hari dijejali dengan tontonan dan tayangan yang tidak mendidik ? perbuatan pelanggaran terjadi di depan mata, pornografi meraja lela, kerusakan moral menghadang anak-anak kita.

Jamaah Jum’at rahimakumullah,
Al Qur’an menegaskan : “ laqod kana lakum fi rosulillahi uswatun khasanah” artinya: “ sungguh dalam diri pribadi rosulullah terdapat contoh suri tauladan yang baik bagimu “
Hadist ini menjelaskan pada kita bahwa seharusnya umat Islam dalam hidup di dunia ini selalu meneladani dan mengambil contoh suri tauladan pada diri Nabi Muhammad SAW. Karena Allah SWT juga mengaskan : “ Wa innaka la’ala huluqin adhiem “ artinya : “ dan sesungguhnya dalam diri Nabi Muhammad SAW terdapat akhlaq yang mulia “

Jamaah Jum’at rahimakumullah,
Nabi Muhammad SAW bersabda : “ innama buitstu li utamima makarimal akhlaq “ artinya : “ sesungguhnya aku diutus oleh Allah SWT tidak lain adalah untuk menyempurnakan akhlaq “
Dari hadist ini menunjukkan bahwa memang manusia umumnya memiliki akhlaq yang belum sempurna, masih banyak yang berakhlaq kurang terpuji, masih perlu disempurnakan, maka Nabi Muhammad SAW memberikan contoh suri tauladan , dan ajaran akhlaq kepada kita, agar kita umat Islam melaksanakan dan meniru Nabi Muhammad SAW, agara umat Islam memiliki akhlaq yang benar , memiliki akhlaq yang terpuji, memiliki akhlakul karimah.

Jamaah Jum’at rahimakumullah,
Kenapa Nabi Muhammad SAW ditugaskan untuk mendidik akhlaq kepada umat Islam ? Apakah pentingnya Akhlaq dalam hidup ini ?

Jamaah Jum’at rahimakumullah,
“ Maju mundurnya suatu bangsa terletak pada budi pekertinya, pada akhlaqnya. “
Kalimat dia atas meberikan penjelasan pada kita betapa pentingnya peranan akhlaq bagi suatu bangsa.
Bangsa yang maju adalah bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral, nilai-nilai budi pekerti, nilai-nilai akhlaq. Sebaliknya kemunduran suatu bangsa akan terjadi apabila nilai –nilai moral , budi pekerti sudah tidak diperhatikan lagi.

Jamaah jumat rahimakumullah,
Ada suatu penelitian dari ilmuwan Islam yang bernama Amir Syakib Arselan, yang berjudul : Limadza ta’akhorol muslimin wa taqoddama Ghoiruna ? artinya : Mengapa orang-orang Islam mundur dan bangsa lain maju ?
Dari hasil penelitiannya ditemukan jawaban yaitu : baik umat Islam yang mundur maupun bangsa Barat
yang menjadi maju, keduanya disebabkan : sama-sama meninggalkan ajaran agamanya !
Orang Islam meninggalkan ajaran Islam, orang Barat meninggalkan ajaran Kristen !
Kenapa hasilnya berbeda ?
Orang Islam meninggalkan ajaran Islam menjadi mundur, bangsa Barat meninggalkan ajaran Kristen menjadi maju.
Hal ini disebabkan karena agama Kristen pada masanya tidak mendukung kemajuan ilmu, sedangkan agama Islam justru menyuruh umatnya selalu mendalami ilmu.

Jamaah Jum’at rahimakumullah,
Apakah ada perbedaan antara orang yang berilmu dengan yang tidak berilmu ?
Jelas , sungguh berbeda ! ilmu akan memberikan pemahaman kepada manusia, sehingga manusia dengan akal dan ilmunya akan berbeda dengan binatang. Tanpa ilmu khususnya ilmu agama, manusia tidak beda dengan binatang.
Maka untuk mengukur kemajuan suatu bangsa, mengukur suatu masyarakat akan maju atau mundur , menjadi baik atau rusak : Nabi Muhammad SAW menegaskan : Man yurudillah khoiron, yufaqihu fi din” artinya : “ barang siapa yang dikehendaki Allah SWT menjadi baik, maka dia mau mendalami agamanya “

Jamaah Jum’at rahimakumullah,
Jadi tolok ukur suatu bangsa, suatu masyarakat, sebuah keluarga, akan menjadi baik atau rusak, terletak pada sikapnya dalam memahami ajaran agamanya. Apakah kita masih mau mempelajari agama kita, apakah suatu masyarakat masih gemar membaca Al Qur’an, masih mau mengikuti kegiatan majlis ta’lim, mengikuti pengajian-pengajian, masih tertarik untuk mempelajari ajaran agama Islam ? semuanya akan terjawab dan masa depan suatu masyarakat akan menjadi seperti apa, dapat dilihat dari sikap dan perhatian terhadap ajaran agama Islam.

Jamaah Jum’at rahimakumullah,
Bagaimanakah nasib anak keturunan kita ? apakah kita sudah mendidik mereka dengan baik ? apakah kita sudah memberikan pendidikan moral secara benar ?
Nabi Muhammad SAW mengajarkan : “ Murru auladakum bil birri wal adabi “ artinya : “ ajarkanlah anak-anakmu dengan budi pekerti yang baik dan akhlaq yang mulia “
Dari Hadist ini jelaslah tugas kita sebagai orang tua, yaitu agar selalu mendidik anak-anak kita dengan pendidikan moral, ajaran akhlaq yang terpuji. Akhlakul karimah.
Dengan pendidikan moral yang baik, harapan kita untuk memiliki anak soleh dan solehah akan dapat tercapai. Kita akan memiliki anak harapan kita : Waladun Soleh yad’ulahu. Anak soleh yang berbakti kepada kedua orang tua, yang doanya menjadi harapan kita kelak apabila kita sudah meninggal dunia.
Nabi Muhammad SAW bersabda : “ idza mata ibnu adam, inqot-a amalaluhu illa min salasin, sodaqotun jariyah, wa ilmu yuntafa-u bihi, wa waladun soleh yad’u lahu “ artinya : “apabila seorang anaka Adam, meninggal dunia , putuslah segala amalnya kecuali tiga perkara, yaitu : sodaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak Soleh yang mendoakan kedua orang tuanya.”

Jamaah Jum’at rahimakumullah,
Marilah kita renungkan kembali tugas kita , sebagai seorang suami, sebagai kepala rumah tangga : Allah SWT telah menerangkan dalam Al Qur’an : “ ya ayyuha lladzina amanu, quu anfusakum wa ahlikum naaro “ artinya : “ Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api Neraka “
Bagaimanakah cara menyelamatkan keluarga kita, istri kita, anak-anak kita ?
Tidak lain adalah mendidik mereka dengan ajaran Islam yang benar, dengan pendidikan akhlaq. Dan jangan lupa kita senantiasa minta pertolongan kepada Allah SWT, berdoa kepada Allah SWT agar keluarga kita, istri kita, anak-anak kita selalu di jalan yang benar, selalu dalam mendapat bimbingna dan petunjuk dari Allah SWT :
Robbana Hab lana min az’wajina wa dzurriyatiana qurrota a’yun , waj ‘alna lil muttaqina imama “

Wa qul robbi ghfir war ham, wa anta khoirum rohimin


KHUTBAH JUMAT kedua

- Alhamdulillah,-Innal hamda lillah , nahmaduhu wa nasta’inuhu, wa nastaghfiruh, wa na’udzu bi
llahi min sururi anfusina, wa min sayi’ati a’malina. Man yahdillahu fala mudilla lahu, wa man
yudlil, fala hadiya lahu.
- Asy hadu an la ilaha Illa llah, wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa rosuluhu,
- Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad, wa ala alihi wa shohbihi ajmain, .
Amma ba’du

- Fa ya ibadallah, ittaqullah haqqo tuqotihi, wa la tamutunna illa wa antum muslimun.

Wa qola ta’ala : Inna Llah wa malaikatahu yu sholluna ala nabi, ya ayyuhal ladzina amanu sholu alihi wa salimu taslima

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Dalam kesempatan khutbah yang kedua ini saya selaku khotib sekali mengajak kepada diri saya dan hadirin sekalian, sebagai umat Islam yang sedang menghadapi banyak gangguan, khususnya anak keturunan kita yang kelak akan kita tinggalkan di saat kita meninggal dunia kelak . mari kita renungkan peringatan Allah SWT, : “ wal yahsal ladzina lau taroqu min holfihim dzuriyatan dhiafan “ artinya : “ hendaklah kamu takut meninggalkan keturunan-keturunan di belakangmu ( sesudah kamu meninggal dunia ) yaitu keturunan yang lemah “

Yang dimaksud dengan ayat di atas adalah Lemah aqidah, maka mari kita senantiasa, selalu meningkatkan dan mengajarkan kepada anak-anak kita ajaran agama Islam , sebagai bekal hidup anak kita di kemudian hari. agar mereka keimanan dan keislaman bias dipertahankan.
Sebab Sahabat Umar bin Khottob mengingatkan : inna abna akum qod huliqu li jaili ghoiri jailikum wa li zamani ghoiru zamanikum “ artinya : sesungguhnya anak-anakmu diciptakan bukan untuk generasi pada generasimu dan juga bukan berada pada jaman di jamanmu.

Dari penjelasan di atas adanya kekhawatiran kita terhadap lemahnya aqidah dan keimanan anak-anak keturunan kita , perlu kita sikapi dengan selalu meningkatkan ajaran agama Islam. Kita didik anak-anak kita dengan selalu berpedoman kepada Al Qur’an dan hadist. Marilkah kita berdoa Semoga Allah SWT memberikan perlindungan kepada keluarga dan keturunan kita

Allahumaghfir lil muslimina wal muslimat, wal mu’minina wal mu’minat al ahya’i minhum wal amwat
Allahumma inna nas’aluka salamatan fi din, wa afiyatal fil jasadi, wa ziyadatal fil ilmi, wa barokatal fil rizqi, wa taubatal qoblal maut, wa rohmatal indal maut, wa maghfirotal ba’dal maut. Allahumma hawin alaina fi sakarotil maut, wa najata minan nar, wal afwa indal hisab
Robbana dholamna anfusana wa inlam taghfir lana wa tarhamna lana kunanna minal khosirin
Robbana hab lana min azwajina wa dzurriyatina qurrota anyun waj’alna lil muttaqina imama
Robbana atina fi dunya hasanah, wa fil akhiroti khasanah wa qina adzaban nar

Ibada Llah , inna Llaha ya’muru bil adli wal ihsan, wa ita idil qurba wa yanha anil munkari wal baghyu
Ya idukum la alakum tadakarun
Wa la dzikrullah akbar
Wassalamu alaikum wr, wb.

Disampaikan di Masjid Al Jalal Pagenjahan Kalierang Bumiayu pada tanggal 21 Januari 2011
\














HIDUP ADALAH UJIAN

KHUTBAH JUMAT


Assalamu alaikum wr, wb.

- Alhamdulillahi hamdan yuwafi ni’amahu wa yukafi mazidahu, ya robbana lakal hamdu kama
yanbahi li jalalika wa adhimi sulthonika,
Nahmaduhu wa nasta’inuhu, wa nastaghfiruh, wa na’udzu bi llahi min sururi anfusina, wa min
sayi’ati a’malina. Man yahdillahu fala mudilla lahu, wa man yudlil, fala hadiya lahu.
- As hadu an la ilaha Illa llah, wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa rosuluhu,
- Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad, wa ala alihi wa shohbihi ajmain, Wassalama tasliman
katsiro.
Amma ba’du

- Fa ya ibadallah, ittaqullah haqqo tuqotihi, wa la tamutunna illa wa antum muslimun.

Hadirin Jamaah Jum’at rahimakumullah,
Alhamdulillah, marilah kita panjatkan syukur ke hadlirat Allah SWT, bahwa sampai hari ini kita masih diberi nikmat oleh Allah SWT, sehingga kita masih bisa dipertemukan dan masih dapat menambah amalan ibadah kepada Allah , dengan melaksanakan ibadah sholat, di hari jum’at ini,

Tak lupa sebagai khotib, saya mengajak kepada diri saya dan hadirin sekalian, untuk senantiasa meningkatkan taqwa kita kepada Allah SWT, dengan sebenar-benarnya taqwa, dalam arti menjalankan segala perintah Allah SWT, dan menjauhi segala larangan-laranganNya, baik secara terang-terangan, maupun secara sembunyi-sembunyi. Sebab hanya dengan Taqwa sajalah kita dapat menyelesaikan segala persoalan hidup dan kita akan dapat mendapatkan rizqi dari Allah SWT dari jalan yang tidak diduga – duga. (Islam mengajarkan : “ Man yataqillaha yaj’al lahu mahrojan wa yarzuqhu min haisu la yahtasib” artinya : barang siapa bertaqwa kepada Allah SWT, maka Allah SWT akan memberikan jalan keluar dari masalah yang dihadapi, dan akan memberi rizqi dari jalan yang tidak diduga-duga )

Dan hanya dengan taqwa , dapat kita jadikan bekal menghadap Allah SWT kelak apabila kita sudah meninggal dunia. ( Islam mengajarkan : “ wa tazawaduu, fa inna khoiro zadi taqwa “ artinya : dan berbekal lah kalian untuk menghadap Allah SWT, dengan sebaik-baik bekal, yaitu Taqwa “

Hadirin Jamaah Jum’at rahimakumullah,
Dalam kesempatan khutbah kali ini, saya selaku khotib akan menyampaikan khutbah tentang UJIAN DALAM HIDUP MANUSIA.

Hadirin Jamaah Jum’at rahimakumullah,
Allah SWT dalam Al Qur’an berfirman : “ ahasiban nas an yutroku an yakulu amanna fahum la yuftanun “ artinya :” apakah manusia mengira akan aku biarkan saja setelah ia mungucapkan telah beriman, tanpa aku uji keimanannya ? “

Ayat ini menegaskan bahwa dalam hidup manusia, akan ada ujian dari Allah SWT, khususnya ujian bagi orang yang telah menyatakan dirinya beriman kepada Allah SWT. Ujian iman ini akan diterima bagi setiap mu’min yang akan meningkatkan derajat bagi yang telah lulus ujian dari Allah SWT

Allah SWT dalam Al Qur’an berfirman : “ alladzi kholaqol mauta wal hayata li yabluwakum ayyukum ahsanu amala “ artinya :” Dialah Allah yang telah menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji siapakan di antara kalian yang paling baik amalnya “

Hadirin Jamaah jumat rahimakumullah,
Nabi Muhammad SAW bersabda : “ al imanu yazidu wa yankusu, yazidu bit to’ati, wa yankusu bil ma’siati “ artinya : “ iman itu bisa bertambah dan bisa berkurang, bertambah karena keta’atan kepada Allah SWT, iman berkurang karena kemaksia’atan”.
Jamaah jumat rahimakumullah,
Hidup manusia di dunia dihadapkan pada pilihan demi pilihan, di mana pilihan yang dijatuhkan membawa konsekwensi pada kebaikan dan keburukan. Apanila pilihan manusia dijatuhkan pada hal yang baik, maka kebaikanlah yang akan didapatkan, tetapi jika pilihannya salah, memilih hal yang buruk, yang tidak baik , maka keburukan lah yang akan didapatkan.

Jamaah Jum’at rahimakumullah,
Sudah menjadi kehendak Allah, di dunia ini semua serba berpasangan, ada baik ada yang buruk , ada siang , ada malam, ada kebaikan ada kejahan, ada syorga dan ada Neraka.
Pembagian pilihan yang serba dikhotomis ini menjadi ujian keimanan bagi manusia, apakah akan memilih yang baik atau yang buruk, semua tergantung pada diri kita masing-masing

Sejak Nabi Adam As diciptakan oleh Allah SWT, dan hidup di Syorga beserta Siti Hawa ,istrinya. Allah sudah memberikan ujian kepada mereka : la taqroba hadihis sajarata. La takunanna minal khosirin : janganlah kamu dekati pohon ini, niscaya kamu akan menjadi orang yang rugi “
Dalam al qur’an dikisahkan, nabi Adam dan Siti Hawa karena terbujuk oleh Iblis akhirnya menjatuhkan pilihan yang salah, mereka akhirnya melanggar larangan Allah SWT dan diturunkan ke dunia sebagai hukumannya.

Di jaman sekarang ini, apakah pilihan kita sudah benar ?
Apakah keluarga kita , anak keturunan kita sudah berada pada pilihan langkah hidup yang benar ?

Jamaah jumat rahimakumullah,
Sekarang ini kita saksikan umat Islam belum sepenuhnya mematuhi syariat dan hukum Islam.
Masih banyak umat Islam belum konsekwen dengan ajaran Islam, Masih banyak umat Islam yang belum memilih secara benar. Masih banyak umat Islam melakukan pelanggaran dan pelanggaran. Masih banyak umat Islam yang belum berpedoman kepada Al Qur’an dan Hadist.

Di jaman sekarang ini, orang lebih suka memilih yang salah, meniru dan meneladani hal-hal yang bukan dari ajaran agama Islam. Banyak tontonan dijadikan tuntunan dan tuntunan menjadi tontonan. Jika hal ini yang terjadi, bagaimanakah nasib umat Islam di kemudian hari ?, bagaimakah nasib anak-anak kita yang tiap hari dijejali dengan tontonan dan tayangan yang tidak mendidik ? perbuatan pelanggaran terjadi di depan mata, pornografi meraja lela, kerusakan moral menghadang anak-anak kita.
Sungguh, Ujian Allah tentang pilihan hidup yang benar telah gagal dilewati

Jamaah Jum’at rahimakumullah,
Sebenarnya hakekat ujian adalah sarana untuk mengukur keimanan kita kepada Allah SWT. :
Ada ungkapan : semakin tinggi pohon , semakin besar angin meniup bahkan ingin merobohkannya. Apakah pohon yang pendek bergoyang tertiup angin ? ternyata tidak begitu besar pohon itu bergoyang karena anginnya yang bertiup kecil.
Inilah gambaran hidup manusia, semakin kuat imannya, semakin besar pula godaan dan ujian keimanan yang akan dihadapinya.

Jamaah Jum’at rahimakumullah,
Hidup manusia di jaman modern seperti sekarang sungguh berat, ujian keimanan selalu terjadi. Hidup seperti sekarang ini dapat diungkapkan seperti : Hidup di jaman Nabi Muhammad SAW, tetapi dekat dengan Abu jahal, satu kaki berada di Syorga, kaki yang lain masuk Neraka, malam hari melakukan ibadah, siang hari melakukan kemaksiatan.

Jamaah Jum’at rahimakumullah,
Al Qur’an menegaskan : “ laqod kana lakum fi rosulillahi uswatun khasanah” artinya: “ sungguh dalam diri pribadi rosulullah terdapat contoh suri tauladan yang baik bagimu “
Hadist ini menjelaskan pada kita bahwa seharusnya umat Islam dalam hidup di dunia ini selalu meneladani dan mengambil contoh suri tauladan pada diri Nabi Muhammad SAW. Karena Allah SWT juga mengaskan : “ Wa innaka la’ala huluqin adhiem “ artinya : “ dan sesungguhnya dalam diri Nabi Muhammad SAW terdapat akhlaq yang mulia “

Jamaah Jum’at rahimakumullah,
Nabi Muhammad SAW bersabda : “ innama buitstu li utamima makarimal akhlaq “ artinya : “ sesungguhnya aku diutus oleh Allah SWT tidak lain adalah untuk menyempurnakan akhlaq “
Dari hadist ini menunjukkan bahwa memang manusia umumnya memiliki akhlaq yang belum sempurna, masih banyak yang berakhlaq kurang terpuji, masih perlu disempurnakan, maka Nabi Muhammad SAW memberikan contoh suri tauladan , dan ajaran akhlaq kepada kita, agar kita umat Islam melaksanakan dan meniru Nabi Muhammad SAW, agara umat Islam memiliki akhlaq yang benar , memiliki akhlaq yang terpuji, memiliki akhlakul karimah.

Jamaah Jum’at rahimakumullah,
Kenapa Nabi Muhammad SAW ditugaskan untuk mendidik akhlaq kepada umat Islam ? Apakah pentingnya Akhlaq dalam hidup ini ?

Jamaah Jum’at rahimakumullah,
“ Maju mundurnya suatu bangsa terletak pada budi pekertinya, pada akhlaqnya. “
Kalimat dia atas meberikan penjelasan pada kita betapa pentingnya peranan akhlaq bagi suatu bangsa.
Bangsa yang maju adalah bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral, nilai-nilai budi pekerti, nilai-nilai akhlaq. Sebaliknya kemunduran suatu bangsa akan terjadi apabila nilai –nilai moral , budi pekerti sudah tidak diperhatikan lagi.

Jamaah jumat rahimakumullah,
Ada suatu penelitian dari ilmuwan Islam yang bernama Amir Syakib Arselan, yang berjudul : Limadza ta’akhorol muslimin wa taqoddama Ghoiruna ? artinya : Mengapa orang-orang Islam mundur dan bangsa lain maju ?
Dari hasil penelitiannya ditemukan jawaban yaitu : baik umat Islam yang mundur maupun bangsa Barat
yang menjadi maju, keduanya disebabkan : sama-sama meninggalkan ajaran agamanya !
Orang Islam meninggalkan ajaran Islam, orang Barat meninggalkan ajaran Kristen !
Kenapa hasilnya berbeda ?
Orang Islam meninggalkan ajaran Islam menjadi mundur, bangsa Barat meninggalkan ajaran Kristen menjadi maju.
Hal ini disebabkan karena agama Kristen pada masanya tidak mendukung kemajuan ilmu, sedangkan agama Islam justru menyuruh umatnya selalu mendalami ilmu.

Jamaah Jum’at rahimakumullah,
Apakah ada perbedaan antara orang yang berilmu dengan yang tidak berilmu ?
Jelas , sungguh berbeda ! ilmu akan memberikan pemahaman kepada manusia, sehingga manusia dengan akal dan ilmunya akan berbeda dengan binatang. Tanpa ilmu khususnya ilmu agama, manusia tidak beda dengan binatang.
Maka untuk mengukur kemajuan suatu bangsa, mengukur suatu masyarakat akan maju atau mundur , menjadi baik atau rusak : Nabi Muhammad SAW menegaskan : Man yurudillah khoiron, yufaqihu fi din” artinya : “ barang siapa yang dikehendaki Allah SWT menjadi baik, maka dia mau mendalami agamanya “

Jamaah Jum’at rahimakumullah,
Jadi indikator, atau tolok ukur suatu bangsa, suatu masyarakat, sebuah keluarga, akan menjadi baik atau rusak, terletak pada sikapnya dalam memahami ajaran agamanya. Apakah kita masih mau mempelajari agama kita, apakah suatu masyarakat masih gemar membaca Al Qur’an, masih mau mengikuti kegiatan majlis ta’lim, mengikuti pengajian-pengajian, masih tertarik untuk mempelajari ajaran agama Islam ? semuanya akan terjawab dan masa depan suatu masyarakat akan menjadi seperti apa, dapat dilihat dari sikap dan perhatian terhadap ajaran agama Islam.
Allah menegaskan dalam Al Qur’an :“ in ahsantum fa ahsantu li anfusikum, wain asa’tum fa laha “ artinya : “ jika kamu berbuat baik, maka kebaikan yang akan kamu dapat, tapi jika kamu berbuat jelek , maka kejelekan pula baginya “
Jadi menjatuhkan pilihan secara benar, pilihan yang berdasarkan ajaran agama, akan menjadi kunci keselamatan hidup manusia dari dunia sampai akherat.

Jamaah Jum’at rahimakumullah,
Bagaimanakah nasib anak keturunan kita ? apakah kita sudah mendidik mereka dengan baik ? apakah kita sudah memberikan pendidikan moral secara benar ?
Nabi Muhammad SAW mengajarkan : “ Murru auladakum bil birri wal adabi “ artinya : “ ajarkanlah anak-anakmu dengan budi pekerti yang baik dan akhlaq yang mulia “
Dari Hadist ini jelaslah tugas kita sebagai orang tua, yaitu agar selalu mendidik anak-anak kita dengan pendidikan moral, ajaran akhlaq yang terpuji. Akhlakul karimah.
Dengan pendidikan moral yang baik, harapan kita untuk memiliki anak soleh dan solehah akan dapat tercapai. Kita akan memiliki anak harapan kita : Waladun Soleh yad’ulahu. Anak soleh yang berbakti kepada kedua orang tua, yang doanya menjadi harapan kita kelak apabila kita sudah meninggal dunia.
Nabi Muhammad SAW bersabda : “ idza mata ibnu adam, inqot-a amalaluhu illa min salasin, sodaqotun jariyah, wa ilmu yuntafa-u bihi, wa waladun soleh yad’u lahu “ artinya : “apabila seorang anaka Adam, meninggal dunia , putuslah segala amalnya kecuali tiga perkara, yaitu : sodaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak Soleh yang mendoakan kedua orang tuanya.”

Jamaah Jum’at rahimakumullah,
Marilah kita renungkan kembali hidup kita, tugas kita , sebagai seorang suami, sebagai kepala rumah tangga : sudahkah kita menjatuhkan pilihan hidup secara benar ? sudahkah kita bekali keluarga kita , anak kita dengan pengetahuan yang benar ? agar mereka dapat memilih secara benar pula ? Allah SWT telah menerangkan dalam Al Qur’an : “ ya ayyuha lladzina amanu, quu anfusakum wa ahlikum naaro “ artinya : “ Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api Neraka “

Bagaimanakah cara menyelamatkan keluarga kita, istri kita, anak-anak kita ?
Tidak lain adalah memberikan contoh pilihan hidup yang benar, agar mereka dapat melewati juian Allah SWT, menjatuhkan pilihan secara benar, pilihan dalam kebaikan, dan mendidik mereka dengan ajaran Islam yang benar, dengan pendidikan akhlaq.

Dan jangan lupa kita senantiasa minta pertolongan kepada Allah SWT, berdoa kepada Allah SWT agar keluarga kita, istri kita, anak-anak kita selalu di jalan yang benar, selalu dalam mendapat bimbingan dan petunjuk dari Allah SWT :
Robbana Hab lana min az’wajina wa dzurriyatiana qurrota a’yun , waj ‘alna lil muttaqina imama “

Wa qul robbi ghfir war ham, wa anta khoirum rohimin


KHUTBAH JUMAT kedua

- Alhamdulillah,-Innal hamda lillah , nahmaduhu wa nasta’inuhu, wa nastaghfiruh, wa na’udzu bi
llahi min sururi anfusina, wa min sayi’ati a’malina. Man yahdillahu fala mudilla lahu, wa man
yudlil, fala hadiya lahu.
- Asy hadu an la ilaha Illa llah, wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa rosuluhu,
- Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad, wa ala alihi wa shohbihi ajmain, .
Amma ba’du

- Fa ya ibadallah, ittaqullah haqqo tuqotihi, wa la tamutunna illa wa antum muslimun.

Wa qola ta’ala : Inna Llah wa malaikatahu yu sholluna ala nabi, ya ayyuhal ladzina amanu sholu alihi wa salimu taslima

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Dalam kesempatan khutbah yang kedua ini saya selaku khotib sekali mengajak kepada diri saya dan hadirin sekalian, sebagai umat Islam yang sedang diuji oleh Allah SWT, yang menghadapi banyak gangguan, khususnya anak keturunan kita yang sedang dihadapkan pada pilihan hidup yang sulit, yang bisa menjerumuskan kepada kerusdakan,
Anak yang kelak akan kita tinggalkan di saat kita meninggal dunia kelak . mari kita renungkan peringatan Allah SWT, : “ wal yahsal ladzina lau taroqu min holfihim dzuriyatan dhiafan “ artinya : “ hendaklah kamu takut meninggalkan keturunan-keturunan di belakangmu ( sesudah kamu meninggal dunia ) yaitu keturunan yang lemah “

Yang dimaksud dengan ayat di atas adalah Lemah aqidah, maka mari kita senantiasa, selalu meningkatkan dan mengajarkan kepada anak-anak kita ajaran agama Islam , sebagai bekal hidup anak kita di kemudian hari. agar keimanan dan keislaman mereka bisa dipertahankan.

Sebab Sahabat Umar bin Khottob mengingatkan : inna abna akum qod huliqu li jaili ghoiri jailikum wa li zamani ghoiru zamanikum “ artinya : sesungguhnya anak-anakmu diciptakan bukan untuk generasi pada generasimu dan juga bukan berada pada jaman di jamanmu.

Dari penjelasan di atas adanya kekhawatiran kita terhadap kerusakan moral yang akan terjadi pada anak kita, karena lemahnya aqidah dan keimanan anak-anak kita , ujian Allah SWT apakah akan dapat dilewati dengan baik ?, apakah mereka akan lulus ujian iman ? apakah akan tetap dalam kebenaran ?
Semuanya perlu kita sikapi dengan selalu meningkatkan ajaran agama Islam. Kita didik anak-anak kita dengan selalu berpedoman kepada ajaran yang benar
Dan marilkah kita senantiasa berdoa Semoga Allah SWT memberikan perlindungan kepada keluarga dan keturunan kita .

Allahumaghfir lil muslimina wal muslimat, wal mu’minina wal mu’minat al ahya’i minhum wal amwat
Allahumma inna nas’aluka salamatan fi din, wa afiyatal fil jasadi, wa ziyadatal fil ilmi, wa barokatal fil rizqi, wa taubatal qoblal maut, wa rohmatal indal maut, wa maghfirotal ba’dal maut. Allahumma hawin alaina fi sakarotil maut, wa najata minan nar, wal afwa indal hisab
Robbana dholamna anfusana wa inlam taghfir lana wa tarhamna lana kunanna minal khosirin
Robbana hab lana min azwajina wa dzurriyatina qurrota anyun waj’alna lil muttaqina imama
Robbana atina fi dunya hasanah, wa fil akhiroti khasanah wa qina adzaban nar

Ibada Llah , inna Llaha ya’muru bil adli wal ihsan, wa ita idil qurba wa yanha anil munkari wal baghyu
Ya idukum la alakum tadakarun
Wa la dzikrullah akbar
Wassalamu alaikum wr, wb.

Disampaikan di Masjid Nurul Huda , SMA Islam T. Huda Bumiayu pada tanggal 11 Maret 2011






















DAFTAR HADIR EKSTRA KURIKULER
KEROHANIAN ISLAM ( ROKHIS )
SMA ISLAM T. HUDA
BUMIAYU

HARI / TANGGAL : ………………………………

NO. NAMA SISWA KELAS ABSENSI TANDA TANGAN
S I A
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28.
29.
30.
31.
32.
33.
34.
35.
36.
37.
38.
39.
40.

Bumiayu, ……………….Juli 2011

Pembina




Drs. Harun Nurosid


baca selengkapnya ( klik ) di sini...

Kamis, 25 Agustus 2011

PELAJARAN AGAMA ISLAM


Nabi Muhammad SAW. Bersabda : “man yurudi Llahu khoiron, yufaqihu fi din,” artinya : “Barang siapa dikehendaki Allah menjadi baik, maka ia akan mau mempelajari agamanya.”
Di bulan Ramadhan banyak dilaksanakan kegiatan keagamaan, seperti Tadarus, Tarawih, Kuliah Subuh dll. Bagaimana dengan bulan yang lain ? Apakah ketertarikan untuk mendalami agama hanya pada bulan Ramadhan saja ? Semoga kita termasuk orang yang tetap mau mendalami dan mempelajari agama Islam. Mari kita pelajari !


MANUSIA DAN AGAMA

Mari kita melihat diri kita !

SIAPA MANUSIA?
Aristoteles menjelaskan: manusia adalah Animal Rationale . Dalam bahasa Arab : Hayawan al-natiq (hewan yang berpikir).
Fungsi manusia, menurut Thabatabai, adalah sebagai khalifah fi al-ardhi karena:
a. Memiliki intelegensi yang tinggi
b. Dekat dengan Tuhan
c. Memiliki kebebasan dan kreativitas
d. Memiliki martabat
e. Memiliki kesadaran moral
f. Memiliki kecenderungan pada kedamaian

PENGERTIAN AGAMA

Harun Nasution:
Keyakinan dan pengakuan akan adanya hubungan manusia dengan kekuatan gaib yang menguasai, mengikat, mempengaruhi, dan menuntut umatnya untuk mengikuti sistem tingkah laku (code of conduct) yang berasal dari kekuatan gaib tersebut.

Dunlop:
Agama sebagai sarana terakhir bila institusi lainnya tak berdaya mengatasi problem manusia.

Agama menjadi fitrah manusia (Alastu birabbikum balaa syahidna… QS al-Rum/30: 30).

UNSUR-UNSUR AGAMA
1. Kekuatan gaib atau supranatural.
2. Keyakinan bahwa kebahagiaan manusia di dunia dan di akhirat tergantung pada hubungan baik dengan supranatural.
3. Respon yang bersifat kejiwaan (spiritual) dari manusia.
4. Paham adanya yang kudus (sacred).

TUJUAN BERAGAMA
1. Membantu manusia menyesuaikan diri terhadap ketidakberdayaan, ketidakpastian, dan kepunahan.
2. Mencari keselamatan material dan spiritual (akhirat) melalui penyerahan diri dan kepatuhan.
3. Memberikan kedamaian dan kebahagiaan.
4. Memberikan kesadaran moral.
5. Memberikan motivasi untuk hidup bermakna dan mendorong manusia ke arah kebaikan.

FUNGSI AGAMA

• Edukatif
• Penyelamatan
• Kontrol sosial
• Solidaritas sosial
• Profetis atau kritis
• Transformasi sosial
• Rasa ketenangan
• Sumber kreativitas
• Sublimatif (transendensi)
• Identitas

DIMENSI-DIMENSI AGAMA
• Keyakinan (rukun iman dll)
• Praktik ritual (rukun islam dll)
• Pengetahuan (teologi, fiqih dll)
• Perasaan (pengalaman spiritual)
• Konsekuensi (dosa, pahala, sanksi agama dll)

Pendapat lain:
• Ritual dan praktis
• Emosional dan pengalaman (konversi, pencerahan dll)
• Narasi dan mistis (mukjizat, kisah Nabi-nabi dll)
• Doktrin dan filsafat
• Etis dan legal
• Institutional dan sosial
• Material

KEBUTUHAN AKAN AGAMA
M. Quraish Shihab dan Ensiklopedi Remaja Islam
• Manusia mengalami ketidakberdayaan, ketidakpastian, ketidakmampuan, dan kepunahan.
• Manusia memerlukan penjelasan atas pertanyaan tentang arti, asal, dan tujuan hidupnya.
• Memperoleh pembenaran atas praktik hidupnya yang baik dan berguna.

MOTIVASI BERAGAMA
Nico Syukur Dister:
 Mengatasi frustrasi
 Menjaga kesusilaan dan tatanan masyarakat
 Memuaskan rasa ingin tahu
 Mengatasi rasa takut

ISLAM SEBAGAI AGAMA DUNIA
Asal Kata Islam:
Dari bahasa Arab aslama: penyerahan diri, kepatuhan (QS.Al Imran: 19, 85 dan 67, Al-Nisa: 125).
Kata Islam dalam al-Qur’an disebut delapan kali
(6X dalam surat Madaniyah dan 2X dalam surat Makiyyah): “Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah adalah Islam” (Al Imran: 19).
“Orang yang mencari agama lain selain Islam, maka Allah tidak akan meridhainya” (Al Imran: 85)

PENGERTIAN ISLAM
Syekh Muhammad Mahmud al-Shawaf:
Islam adalah penyerahan dan kepatuhan yang menyeluruh dan meninggalkan sikap membantah dan menentang. Sikap ini terekspresi dalam keyakinan di hati, ucapan dengan lisan, dan perbuatan.

Harun Nasution:
• Semua agama yang diturunkan Allah kepada seluruh Nabi sejak Nabi Adam sampai Nabi Muhammad (bersifat umum), disebut islam
• Agama Allah yang dibawa oleh Nabi Muhammad saja (bersifat khusus), disebut Islam

DASAR HUKUM ISLAM
• Al-Qur’an
• Hadist
• Ijma’ (Kesepakatan Ulama)
• Qiyas
• Ra’yu (rasio/nalar)
• Catatan:
 Qiyas dan ra’yu hanya digunakan jika tidak mungkin memperoleh dasar hukum dari ketiga dasar sebelumnya. Dua golongan Islam yang menolak qiyas dan ra’yu menjadi dasar hukum adalah golongan Zhahiriyyah dan Syi’ah Imamiyah.

Ajaran Islam Kaffah

Akidah/Tauhid  Syariah/Amal  Akhlak/Moral

Akidah/Tauhid
Rukun Iman:
1. Allah
2. Malaikat
3. Kitabullah
4. Rasulullah
5. Hari Akhirat
6. Qadha-Qadar

Syariah/Amal
- Ibadah
- Muamalah
- Munakahat
- Jinayah

Ibadah :
- Shalat
- Zakat
- Puasa
- Haji

Muamalah
- Perdata:
- Ekonomi

Munakahat
- Pernikahan
- Perceraian
- Waris
- Hibah

Jinayah
- Pidana dan
- hukumannya

Akhlak/Moral
- Terpuji
- Tercela

HUBUNGAN AKIDAH, SYARI’AH, DAN AKHLAK
• Iman harus terefleksi dalam syariah (ibadah) dan akhlak.
• Tujuan manifestasi terakhir dari iman dan amal ibadah adalah akhlak.
• Akhlak menjadi ukuran keimanan.
• Tujuan syariat (fiqih) adalah memelihara keutamaan, budi pekerti yang luhur, dan akhlak mulia.
• Bila iman, ibadah, dan akhlak saling memperkukuh satu sama lain, maka terciptalah kesejahteraan individu dan masyarakat, di dunia dan di akhirat.

PRINSIP-PRINSIP UNIVERSALISME ISLAM
Universalisme Islam adalah keberlakuan ajaran Islam untuk semua orang di seluruh dunia (QS. al-Anbiya:5 dan Q.S. al-Maidah: 4).
• Prinsip-prinsip universalisme Islam:
 Rasionalisme
 Egalitarianisme
 Keadilan
 Keadilan di depan hukum
 Keadilan diterapkan setara
• HAM
 Al-Ghazali, lima hak utama dalam Islam:
 Hak hidup (hifdz al-nafs),
 hak reproduksi (hifdz al-nasab),
 hak beragama (hifdz al-din),
 hak berpikir (hifdz al-’aql),
 dan hak ekonomi (hifdz al- maal).
• Perdamaian, keseimbangan, dan harmoni
• Keberpihakan pada kelompok marginal
- prosedur zakat, sadaqah, infak.


SUMBER AJARAN ISLAM PERTAMA:

AL-QUR’AN

HADIS RIWAYAT MALIK

تركت فيكم أمرين لن تضلوا ما ان تمسكتم بهما كتاب الله و سنتى (رواه مالك)

“Aku mewariskan dua hal, yang membuat kalian (ummatku) tidak akan tersesat, selama masih berpegang teguh kepada dua hal tersebut, yaitu Kitab Allah (Al-Qur’an) dan Sunnah-ku”. (Hadis riwayat Malik)

PENGERTIAN AL-QUR’AN
 Secara bahasa (etimologi), Al-Qur’an berarti “Bacaan”, berasal dari akar kata “qara’a”. Kata kerja “qara’a” dan berbagai kata bentukannya muncul 17 kali dalam Al-Qur’an.
 Secara istilah (terminologi), Al-Qur’an is the Muslim scripture, containing the revelation recited by Muhammad and preserved in a fixed, written form.

NAMA LAIN AL-QUR’AN
 Selain nama Al-Qur’an, disebut pula nama “Al-Kitab”, yang berarti “Tulisan”.
 Menurut Abu al-Ma’ali Uzaizi bin Abdul Malik (w. 1085), terdapat 55 nama yang lazim digunakan untuk merujuk Al-Qur’an.
 Salah satu nama tersebut adalah “Al-Furqan”, yang berarti “Pembeda”, yakni “Pembeda antara yang hak dan batil”.

SEJARAH AL-QUR’AN
 Al-Qur’an sebagai Kalam Allah diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantaraan Malaikat Jibril selama kurang lebih 22 tahun.
 Pewahyuan secara gradual adalah selaras dengan perkembangan misi kenabian Muhammad SAW.
 Menurut Jalaluddin al-Suyuti (w. 1505) cara pewahyuan Al-Qur’an adalah sebagai berikut:
1. Laksana gemerincing lonceng.
2. Dihunjamkan ke hati Nabi Muhammad oleh Jibril.
3. Disampaikan oleh Jibril yang berwujud manusia.
4. Disampaikan langsung oleh Tuhan, baik saat Nabi Muhammad terjaga atau bermimpi.
 Al-Qur’an tersusun tidak berdasarkan kronologi pewahyuannya, karena 5 ayat pertama yang turun (Iqra’ dan seterusnya) terdapat pada Surah 96 (Al-’Alaq).
 Berdasarkan tempat turunnya wahyu, menurut Ibnu Abbas, surah-surah dalam Al-Qur’an terbagi menjadi dua: Makkiyyah (86 surah) dan Madaniyyah (28 surah).
 Al-Qur’an terpelihara dari kemusnahan dan dikumpulkan menjadi sebuah Kitab Suci melalui dua cara:
1.Ia dihafalkan oleh Nabi dan para Sahabat.
2.Ia direkam secara tertulis di atas berbagai jenis bahan yang bisa ditulis.

 Para Sahabat Nabi yang dikenal sebagai penghafal dan pengumpul Al-Qur’an antara lain:
1. Ubay bin Ka’b (w. 642)
2. Mu’az bin Jabal (w. 639)
3. Zaid bin Tsabit (w. 655)
4. Ali bin Abi Talib (w. 661)
5. Usman bin Affan (w. 656)
6. Sa’ad bin Ubaid (w. 637)
7. Abu al-Darda (w. 652)
8. Abdullah bin Mas’ud (w. 652)

KODIFIKASI AL-QUR’AN
 Inisiatif penulisan Mushaf Al-Qur’an berasal dari Umar bin Khattab yang mengusulkan kepada Khalifah Abu Bakar agar tulisan-tulisan ayat Al-Qur’an dikumpulkan.
 Umar khawatir, karena pada Perang Yamamah puluhan pejuang-penghafal Al-Qur’an gugur.
 Maka dibentuk tim yang diketuai oleh Zaid bin Tsabit.
 Penyeragaman dan standarisasi teks dan bacaan Al-Qur’an ditetapkan pada masa Khalifah Usman bin Affan, dan dikenal sebagai Mushaf Usmani.
 Selanjutnya Al-Qur’an standar tersebut disebarkan ke kota-kota yang dikuasai oleh Khilafah Islamiyah.

KEOTENTIKAN AL-QUR’AN
Jaminan dari Al-Qur’an sendiri:

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُوْنَ

“Sesungguhnya Kami yang menurunkan Al-Qur’an,
dan Kami yang memiliharanya”

Pengakuan William Muir (seorang Orientalis):

“….Kami dengan sangat yakin menegaskan bahwa setiap ayat dalam Al-Qur’an merupakan komposisi asli dan tak berubah dari Muhammad sendiri…”
“… Kami yakin bahwa Al-Qur’an memang kata-kata Muhammad, seperti keyakinan orang Muslim bahwa Al-Qur’an adalah firman Tuhan…”

FUNGSI AL-QUR’AN
 Sebagai petunjuk akidah atau kepercayaan yang harus dianut oleh manusia.
 Sebagai petunjuk mengenai moral (akhlak) yang harus diikuti manusia baik secara individual maupun kolektif.
 Sebagai petunjuk mengenal syari’at dan hukum dengan jalan menerangkan dasar-dasar hukum yang harus diikuti oleh manusia dalam hubungannya dengan Tuhan dan sesamanya.

KEDUDUKAN AL-QUR’AN
 Al-Qur’an dipandang sebagai sumber pertama yang membentuk seluruh bangunan keagamaan Islam, baik teologi, etika, maupun hukum.
 Al-Qur’an menjadi basis segala aspek kehidupan individual dan sosial kaum Muslim.

POKOK KANDUNGAN AL-QUR’AN
 Ajaran mengenai akidah.
 Ajaran mengenai ibadah dan syari’ah.
 Ajaran mengenai mu’amalah.
 Keterangan tentang yang haq (benar) dan bathil (salah).
 Petunjuk-petunjuk ilmiah (keilmuan).
 Keterangan tentang alam gaib.
 Kisah umat-umat terdahulu.
 Tabsyir (berita gembira) dan indzar (peringatan)

TAFSIR AL-QUR’AN
 Tafsir berasal dari kata fassara berarti “menjelaskan”, “menerangkan”, “menyingkap”, atau “menampakkan”.
 Secara khusus tafsir bermakna penjelasan atas al-Qur’an atau ilmu tentang penafsiran Kitab Suci tersebut.
 Tafsir mencakup penjelasan tentang sebab pewahyuan suatu bagian al-Qur’an, kedudukan bagian tersebut dalam surah, kisah sejarahnya, penentuan masa pewahyuan (Makkiyah-Madaniyah), nasikh-mansukh, ‘am-khas, dan lain-lain.
 Tafsir telah muncul sejak awal Islam dan dimotori oleh Nabi Muhammad SAW sendiri. Tafsir Nabi ini direkam dalam berbagai koleksi hadis, dan disusun mengikuti urutan surah dalam Mushaf Usmani.

KONTEKSTUALISASI PENAFSIRAN AL-QUR’AN
 Secara umum metode tafsir terbagi dua: Tafsir bi al-Ma’tsur (periwayatan) dan Tafsir bi al-Ra’yi (penalaran).
 Para penafsir Al-Qur’an menafsirkan ayat-ayat sesuai dengan konteks zaman dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

SIGNIFIKANSI AL-QUR’AN
 Ciri kehidupan modern adalah rasionalitas. Al-Qur’an sangat mendorong manusia menggunakan rasionya.
 Isyarat-isyarat ilmiah di dalam Al-Qur’an justru banyak terbukti pada zaman modern.
 Petunjuk-petunjuk Al-Qur’an relevan dengan isu-isu kemanusiaan yang berkembang pada zaman modern, seperti masalah keadilan, HAM, persamaan, demokrasi, dan lain-lain.

SUMBER AJARAN ISLAM KEDUA:
AL-SUNNAH


وأنزلنا اليك الذكر لتبين للناس ما نزل اليهم

ولعلهم يتفكرون (النحل 44)
“Dan Kami turunkan al-Qur’an kepadamu agar kamu menerangkan kepada manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka, dan supaya mereka memikirkan” (Q.S. al-Nahl ayat 44).

PENGERTIAN HADIS DAN SUNNAH
• Secara harfiah (etimologi), hadis berarti baru, cerita, kisah, perkataan, atau peristiwa.
• Menurut istilah (terminologi), hadis adalah segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW yang berupa ucapan, perbuatan, dan taqrir (sesuatu yang dibiarkan, dipersilakan, dan disetujui secara diam-diam).
• Istilah lain yang sinonim dengan hadis adalah khabar, atsar, dan sunnah.
• Para ulama menganggap bahwa sunnah adalah sinonim dengan hadis.
• Sunnah, secara bahasa, berarti perilaku (sirah), jalan (tariqah), kebiasaan, atau ketentuan.
• Dalam pengertian di atas, maka sunnah ada yang baik (sunnah hasanah) dan ada yang buruk (sunnah sayyi’ah).

KEDUDUKAN SUNNAH
• Banyak ayat dalam Al-Qur’an yang memerintahkan untuk taat kepada Allah dan kepada Rasul (Ati’u Allah wa ati’u al-Rasul). Konsekuensinya, menaati Rasul (Nabi Muhammad SAW) sama dengan menaati Allah.
• Karena itu, sejak awal, sunnah dianggap sebagai sumber wewenang (otoritas) kedua dalam Islam setelah Al-Qur’an.
• Hadis tentang Mu’az bin Jabal meriwayatkan tentang hirarki sumber pemutusan perkara (hukum), yaitu Kitab Allah, Sunnah Rasul, dan ijtihad.

FUNGSI AL-SUNNAH
1. Menetapkan hukum yang terdapat dalam Al-Qur’an. Contoh: kewajiban beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, kewajiban melaksanakan ibadah seperti salat, zakat, puasa, dan haji.
2. Menerangkan atau menjelaskan (bayan) dalil-dalil yang terdapat dalam Al-Qur’an.
3. Menetapkan suatu hukum yang tidak terdapat dalam Al-Qur’an. Contoh: Larangan memakan daging binatang buas bertaring.

EMPAT MODEL BAYAN
1. Bayan Tafsil, yaitu penjelasan dengan memerinci dalil Al-Qur’an yang bersifat global
(mujmal). Contoh: Hadis tentang cara-cara salat, zakat, puasa, dan haji.

2.Bayan Takhsis, yaitu penjelasan yang memberi pengkhususan terhadap nash yang
umum dalam Al-Qur’an. Contoh: Kebolehan berpoligami dalam Al-Qur’an ditakhsis
dengan sebuah Hadis yang tidak membolehkan memadu seorang perempuan/ istri
dengan bibinya (baik bibi dari pihak bapak maupun bibi dari pihak ibu).

3.Bayan Ta’yin, yaitu penjelasan yang menentukan antara dua atau tiga makna yang
dimaksudkan dalam Al-Qur’an. Contoh: Kata qur’un (dalam iddah perempuan yang
dicerai) bisa berarti haid bisa berarti suci. Dalam Hadis disebut bahwa iddah adalah tiga
kali masa haid.

4.Bayan Nasakh/Tabdil, yaitu penjelasan yang mengganti atau menghapuskan suatu
hukum. Contoh: Salat menghadap kiblat ke Bait al-Maqdis diganti dengan hadis yang
menghadapkan salat ke Ka’bah di Masjid al-Haram di Mekkah.

SEJARAH PENULISAN HADIS
• Periode periwayatan dengan lisan. Terjadi pada zaman Rasul SAW hidup; Secara umum Hadis tidak diperkenankan ditulis karena khawatir tercampur dengan penulisan Al-Qur’an.
• Periode penulisan dan pembukuan secara resmi. Terjadi pada masa Khalifah Umar bin Abd al-Aziz (w. 720 M) dan yang mendapat tugas adalah Ibnu Syihab al-Zuhri (w. 742 M). Setelah itu muncul kitab-kitab Hadis seperti Al-Muwatta’ karya Malik bin Anas.
• Periode penyaringan hadis (abad ke-3 H/10 M) sehingga muncul kitab-kitab hadis yang jauh lebih kredibel, seperti kitab-kitab karya Imam Bukhari (w. 870 M), Muslim (w. 875 M), Abu Dawud (w. 888 M), al-Tirmizi (w. 892 M), al-Nasa’i (w. 916 M), Ibnu Majah (886 M).
• Periode penghafalan dan pengisnadan hadis (abad ke-4 H/11 M), ditandai dengan usaha untuk menghafalkan hadis sebanyak-banyaknya dan penelitian terhadap sanad (matarantai periwayat Hadis). Muncul karya-karya seperti Mu’jam al-Kabir, Mu’jam al-Ausath, dan Mu’jam al-Saghir karya Imam Sulaiman bin Ahmad al-Thabrani (w. 360 H).
• Periode pengklasifikasian dan sistematisasi susunan kitab Hadis yang terjadi setelah abad ke-5 H/12 M dan seterusnya. Para ulama berupaya menyusun kitab yang berisi hadis-hadis dengan tema dan konten yang sejenis, membuat syarah (penjelas) kitab-kitab hadis sebelumnya, atau malah meringkasnya. Di antara karya yang muncul adalah Sunan al-Kubra karya al-Baihaqi (w. 458 H). Selain itu muncul pula kitab-kitab kamus hadis seperti Al-Jami’ al-Saghir karya Jalal al-Din al-Suyuthi (w. 911 H) dan Al-Mu’jam al-Mufahras li Alfadz al-Hadis karya AJ Wensinck, dosen bahasa Arab di Universitas Leiden, Belanda, dan diterbitkan di Leiden tahun 1934.

KUALITAS PERIWAYATAN HADIS
• Dari segi kualitas sanad (rangkaian para periwayat), hadis terbagi tiga macam:
– Sahih, yaitu hadis yang memenuhi syarat-syarat: sanad bersambung, para periwayat bersifat ‘adil, dhabit (kuat hapalannya), tidak ada kejanggalan (syadz) dan tidak cacat (‘illat).
– Hasan, syaratnya: sanad bersambung, tetapi ada periwayat yang kurang dhabit.
– Dha’if, hadis yang tidak memenuhi syarat di atas.

KUANTITAS PERIWAYAT HADIS
• Dari segi kuantitas periwayat, hadis terbagi menjadi dua macam:
– Mutawatir: Hadis yang diriwayatkan oleh banyak orang (minimal tujuh orang sahabat). Kedudukan hadis ini kuat, karena tidak mungkin orang bohong secara bersama-sama.
– Ahad: Hadis yang jumlah periwayatnya tidak sampai jumlah mutawatir. Hadis ini terbagi menjadi tiga macam:
1. Gharib (diriwayatkan oleh 1 orang sahabat),
2. ‘Aziz (diriwayatkan oleh 2 orang sahabat),
3. Masyhur (diriwayatkan oleh minimal 3 orang sahabat).

ENAM KITAB HADIS UTAMA
• Enam kitab hadis utama dalam literatur disebut Kutub al-Sittah, merupakan kitab-kitab hadis yang dianggap paling kredibel oleh umat Islam dan dijadikan rujukan dalam kehidupan keagamaan mereka.
• Kutub al-Sittah terdiri dari:
1. Al-Jami’ al-Sahih karya Imam Bukhari.
2. Al-Jami’ al-Sahih karya Imam Muslim.
3. Kitab al-Sunan karya Abu Dawud.
4. Kitab al-Jami’ karya al-Tirmizi.
5. Kitab al-Sunan karya al-Nasa’i.
6. Kitab al-Sunan karya Ibn Majah.

PENGARUH KITAB-KITAB HADIS DALAM PEMBENTUKAN TRADISI ISLAM
• Di samping Al-Qur’an, Kitab-kitab Hadis sangat besar pengaruhnya dalam pembentukan tradisi Islam.
• Hal ini disebabkan kedudukan Hadis sebagai sumber (otoritas) kedua dalam ajaran dan hukum Islam setelah Al-Qur’an.
• Tidak ada tradisi yang berkembang dalam Islam dan masyarakat Muslim –seperti tradisi ritual (ibadah), keyakinan, politik, ekonomi, dan etika pergaulan– yang tidak dipengaruhi oleh Hadis. Hadis menjadi rujukan yang sangat penting dalam membentuk, melegitimasi, memelihara, dan melestarikan tradisi-tradisi tersebut.

SIGNIFIKANSI SUNNAH
• Menjadi sumber rujukan bagi tradisi keagamaan yang berkembang di lingkungan masyarakat Muslim.
• Menjadi sumber rujukan moral dengan Nabi Muhammad sebagai model Manusia Sempurna (Insan Kamil).
• Menjadi penuntun perilaku yang utama bagi kaum Muslim.

Kualitas dan Kuantitas Sanad
• Dari segi kualitas sanad, hadis terbagi 3 macam:
– Shahih, syaratnya: sanad bersambung, periwayat adil, dhabit, terhindar dari kejanggalan(Syaz) dan tidak cacat (illat)
– Hasan, syaratnya Sanad bersambung, periwayat kurang dhabit
– Dhoif: hadis yang tidak memenuhi syarat tsb.
• Dari segi kuantitas, hadis terbagi 2 macam:
– Mutawatir: Diriwayatkan banyak orang (min. diriwayatkan oleh 7 orang sahabat)
– Ahad, terbagi 3 macam:
1. Gharib (diriwayatkab oleh I orang sahabat),
2 ‘Aziz (diriwayatkan oleh 2 orang sahabat),
3. Masyhur (diriwayatkan oleh min. 3 orang sahabat)

ASPEK RITUAL KEAGAMAAN
 ما خلقت الجن والانس الا ليعبدون ( الذاريات 56 )
 Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ritual (a) berarti berkenaan dengan ritus; hal ihwal ritus. Ritus (n) adalah tata cara dalam upacara keagamaan.
 Dalam Islam, “ibadah” merupakan kata yang paling dekat maknanya dengan ritus.
 Dalam arti luas, ibadah berarti segala sesuatu yang mencakup apa yang disenangi serta disukai oleh Allah, baik berupa perkataan maupun perbuatan, secara lahir maupun batin.

 Di dalam kitab-kitab fikih, bab ibadah selalu didahulukan pembahasannya.
 Ruang lingkup fikih ibadah meliputi taharah, salat, puasa, zakat, haji, umrah, kurban, akikah, wakaf, sedekah, infak, makanan, minuman, sembelihan, pengurusan jenazah, ziarah kubur, membaca al-Qur’an, doa, dan nazar.
 Umumnya ibadah yang pertama dibahas dalam kitab-kitab fikih adalah tentang salat. Nabi Muhammad dalam sebuah hadis riwayat Baihaqi menyebut salat sebagai “tiang agama” (‘imad al-din).

SHOLAT
 Menurut bahasa, sholat berarti “doa”.
 Seorang Muslim wajib menjalankan sholat lima waktu berdasarkan petunjuk al-Qur’an dan Hadis.
 Syarat wajib salat:
(1) Islam.
(2) Berakal.
(3) Balig.
 Syarat sah sholat:
(1) Suci dari hadas.
(2) Suci badan, pakaian, dan tempat dari najis.
(3) menutup aurat.
(4) Masuk waktu salat.
(5) Menghadap kiblat (Ka’bah).

 Menurut Imam Syafi’i, rukun sholat ada 13, dari mulai takbiratul ihram sampai salam dan tertib.
 Dalam beberapa hadis disebutkan bahwa sholat berjamaah memiliki pahala yang lebih dibanding sholat sendirian.
 Sholat Jum’at hukumnya fardhu ain bagi setiap lelaki Muslim dewasa, dan tidak diwajibkan bagi wanita, anak-anak, hamba sahaya, dan orang sakit.
 Dalam sebuah perjalanan, sholat boleh diqasar dan dijamak. Yang boleh diqasar adalah sholat dzuhur, asar, dan isya, masing-masing menjadi dua rakaat, sedangkan jumlah rakaat salat subuh dan magrib tetap.
 Syarat sah sholat qasar adalah perjalanan yang dilakukan bukan merupakan perjalanan maksiat, berjarak jauh, memberatkan, dan berniat mengqasar sholat.
 Orang yang dalam perjalanan juga diperbolehkan menjamak sholat, baik takdim maupun ta’khir.
 Sholat-sholat yang hukumnya sunnah adalah
Sholat Id (Fitri dan Adha),
Sholat Gerhana (matahari dan bulan),
Sholat Istisqa’ (memohon hujan),
Sholat Sunnah Rawatib (yang dilakukan sebelum atau sesudah sholat fardhu),
Sholat Duha (waktu pagi saat matahari mulai naik),
Sholat Tahajud (larut malam, lebih baik setelah tidur),
Sholat Tahiyatul Masjid (untuk menghormati masjid sebelum duduk),
Sholat Witir (bilangannya ganjil),
Sholat Tarawih (saat bulan Ramadhan),
Sholat Istikharah (memohon petunjuk).

 Waktu-waktu terlarang untuk sholat:
 Sesudah sholat subuh sampai terbit matahari.
 Sesudah sholat asar sampai matahari terbenam.
 Tatkala persis tengah hari, kecuali Sholat Jum’at.
 Tatkala terbit matahari sampai setinggi tombak.
 Tatkala matahari hampir terbenam sampai terbenam.

 Sholat erat hubungannya dengan latihan moral. Dalam al-Qur’an disebutkan bahwa sholat itu mencegah perbuatan keji dan munkar. Hadis Nabi juga menjelaskan bahwa sholat yang tidak bisa mencegah perbuatan keji dan munkar bukanlah sebenarnya sholat.

PUASA
 Puasa (saum, siyam) secara bahasa berarti “menahan diri dari melakukan sesuatu’.
 Menurut syarak berarti “menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari dengan niat serta persyaratan tertentu”.
 Puasa Ramadan termasuk salah satu rukun Islam yang lima dan diwajibkan atas setiap Muslim yang sudah balig dan berakal berdasarkan al-Qur’an Surah al-Baqarah ayat 183.
 Syarat wajib puasa:
(1) berakal.
(2) balig.
(3) kuat berpuasa.
 Orang yang tidak kuat berpuasa karena sakit atau dalam perjalanan jauh dan melelahkan dapat rukhsah tidak berpuasa, tetapi wajib meng-qada (mengganti) pada hari lain di luar Ramadan. Orang yang tidak kuat berpuasa karena tua tidak wajib meng-qada, tetapi harus membayar fidyah setiap hari sebanyak ¾ liter beras atau yang senilai dengan itu kepada fakir miskin.
 Rukun puasa ada dua:
(1) niat.
(2) menahan diri dari segala yang membatalkan puasa sejak dari terbit fajar sampai matahari
terbenam.
 Syarat sah puasa:
(1) Muslim.
(2) Mumayiz.
(3) Suci dari haid dan nifas bagi wanita.
(4) Dalam waktu yang dibolehkan berpuasa.

 Hal-hal yang membatalkan puasa:
(1) makan dan minum dengan sengaja.
(2) muntah yang disengaja.
(3) bersetubuh.
(4) keluar darah haid, darah nifas, dan keluar mani secara sengaja.

 Orang yang bersetubuh pada siang hari bulan Ramadhan, di samping wajib mengqada puasa, juga terkena kifarat (denda), yaitu memerdekakan seorang hamba sahaya, atau berpuasa selama dua bulan berturut-turut, atau memberi makan enam puluh orang miskin.

 Amalan sunnah ketika puasa:
(1) segera berbuka bila tiba waktunya.
(2) berdoa sewaktu berbuka.
(3) sahur setelah tengah malam.
(4) memperbanyak sedekah.
(5) tadarrus.
(6) i’tikaf.
(7) salat tarawih.

 Puasa-puasa sunnah:
(1) enam hari pada bulan Syawal.
(2) hari Arafah.
(3) hari Asyura.
(4) bulan Syakban.
(5) hari Senin dan Kamis.
(6) puasa Nabi Daud.

 Hari-hari dilarang berpuasa:
(1) Id fitri dan adha.
(2) hari tasyrik.
(3) hari Jumat secara khusus.
(4) setiap hari sepanjang tahun (wisal).

 Puasa wajib di luar Ramadan:
(1) puasa qada.
(2) puasa nadzar.
(3) puasa kifarat.

HIKMAH PUASA
 Membina ketakwaan
 Membina kesabaran
 Membina akhlak
 Membina persaudaraan dan kemanusiaan
 Menjaga kesehatan jasmani
 Mendapat pahala yang besar dan diampuni dosa-dosa yang telah dilakukan

ZAKAT
 Zakat secara bahasa berarti suci, bersih, tumbuh, bertambah. Zakat adalah kadar harta tertentu yang diberikan kepada orang yang berhak menerimanya dengan beberapa persyaratan tertentu.
 Dalam al-Qur’an kewajiban zakat sering disebut beriringan dengan kewajiban salat.
 Secara garis besar zakat dibagi dua: zakat mal (harta) dan zakat nafs (fitrah).
 Syarat muzakki:
(1) beragama Islam.
(2) milik yang sempurna, benar-benar milik pribadi secara penuh.
(3) sampai nisab, yaitu jumlah minimal harta kena wajib zakat.
(4) sampai setahun disimpan (haul).

ZAKAT HARTA
 Harta yang wajib dikeluarkan zakatnya: emas dan perak, hewan ternak, hasil tanaman, harta perniagaan, hasil dari profesi.
 Tuntunan nisab dan besaran zakat kebanyakan berasal dari Hadis Nabi.
 Nisab emas adalah 20 dinar (94 gram) dan besar zakatnya 2,5% (1/40).
 Nisab ternak sangat bervariasi dan besar zakatnya tergantung dari jenis ternaknya.
 Nisab tanaman, baik biji-bijian seperti beras, jagung, dan gandum maupun buah-buahan seperti kurma, anggur, jeruk, dan apel adalah 5 wasaq, kurang lebih 930 liter atau 7,5 kuintal.
 Besar zakat tanaman tergantung cara mendapatkan hasil tanaman. Jika diairi dengan air hujan atau sungai zakatnya 10%, dan jika diairi dengan menggunakan alat yang memerlukan biaya zakatnya 5%.
 Nisab harta perniagaan dihitung berdasarkan modal pokoknya dengan analogi emas atau perak. Zakatnya 2,5%. Jika pada saat haul perdagangan merugi, maka tidak wajib dikeluarkan zakatnya.
 Profesi (pekerjaan) ada dua macam: (1) bekerja sendiri tak tergantung orang lain, seperti dokter, insinyur, advokat, seniman. (2) dipekerjakan dengan mendapat imbalan, baik berupa gaji, upah, maupun honorarium. Nisabnya sama dengan emas, dan zakatnya sebesar 2,5%.

ZAKAT FITRAH
 Zakat fitrah adalah zakat yang harus dikeluarkan oleh setiap muslim (pria-wanita, besar-kecil, tua-muda, kaya-miskin) pada bulan Ramadan sampai menjelang salat Idul Fitri.
 Zakat fitrah wajib dikeluarkan untuk diri sendiri dan orang yang wajib diberi nafkah olehnya.
 Besar zakat fitrah per jiwa adalah sebanyak 1 sa’ (3,1 liter) berupa makanan yang mengenyangkan seperti beras, jagung, dan gandum menurut keadaan setempat, atau berupa uang seharga makanan pokok yang akan dikeluarkan zakat fitrahnya.

PENERIMA ZAKAT
 Ada delapan kelompok (asnaf) yang berhak menerima zakat (harta maupun fitrah):
1.Fakir, yaitu orang yang mempunyai harta tapi tidak mencukupi untuk kebutuhan pokok.
2.Orang miskin.
3.Amil (panitia zakat).
4.Muallaf, yaitu orang yang perlu dibujuk hatinya, seperti orang yang baru masuk Islam.
5.Hamba sahaya.
6.Orang yang terlilit utang.
7.Kepentingan agama (fi sabilillah), seperti pembangunan masjid, sekolah, rumah sakit.
8.Orang yang kehabisan bekal dalam perjalanan.

HIKMAH ZAKAT
 Zakat menjadi perekat dan sarana penghubung antara si kaya dan si miskin.
 Membersihkan harta dan jiwa.
 Mengikis sifat kikir dan memupuk sifat dermawan.
 Mendorong rasa syukur kepada Allah.
 Mendatangkan ketenteraman dan kebahagiaan bagi pemberi dan penerima.
 Mengikis kemiskinan.
 Mengembangkan harta benda.

HAJI
 Haji adalah bersengaja mengunjungi Ka’bah (Baitullah) di Mekkah untuk beribadah dengan tata cara dan persyaratan tertentu.
 Ibadah haji wajib dilaksanakan dengan segera, sekali seumur hidup bagi orang yang telah mencukupi persyaratannya.
 Syarat wajib haji:
(1) Islam.
(2) berakal.
(3) balig.
(4) memiliki kemampuan, baik harta, fisik, maupun mental.
(5) merdeka (bukan hamba sahaya).
 Para imam madzhab berbeda pendapat tentang istita’ah (kemampuan) dalam melaksanakan haji.
 Orang yang mampu membayar ongkos haji, tetapi tidak bisa melaksanakannya sendiri karena usia lanjut atau sakit, boleh mewakilkan kepada orang lain dengan jalan mengongkosinya pergi haji. Syaratnya, orang yang mewakili tersebut pernah menunaikan ibadah haji sebelumnya.
 Dalam melakukan ibadah haji, ada kewajiban untuk melakukan umrah yang merupakan satu kesatuan dengan ibadah haji.
 Dalam praktiknya, ada tiga macam cara dalam melakukan haji dan umrah, yaitu ifrad, tamattu’, dan qiran.
 Ifrad berarti menyendirikan, yaitu menyendirikan haji atau umrah dengan mendahulukan ibadah haji. Caranya, melakukan ihram dari miqat dengan niat melakukan haji dan tetap dalam keadaan ihram sampai ketentuan-ketentuan haji dilakukan, kemudian setelah itu baru umrah.
 Tamattu’ berarti bersenang-senang (santai), yaitu melakukan umrah, jeda dengan melepas ihramnya, sampai kemudian berihram lagi dari Mekah dengan niat melaksanakan ibadah haji.
 Qiran adalah membersamakan, yaitu membersamakan ihram untuk melakukan haji dan umrah sekaligus, dan tetap dalam keadaan ihram sampai segala ketentuan haji dan umrah selesai dilakukan.
 Ada beberapa larangan ketika sedang berhaji dan umrah:
o Laki-laki yang sedang ihram dilarang memakai pakaian berjahit dan menutup kepala.
o Wanita yang sedang ihram dilarang menutup muka dan kedua telapak tangan.
o Laki-laki dan wanita dilarang memakai wangi-wangian pada badan maupun pakaian di waktu ihram.
o Dilarang mencukur bulu badan dan memakai minyak rambut.
o Dilarang memotong kuku.
o Dilarang melakukan perkawinan, mengawinkan, atau menjadi wakil dalam akad perkawinan.
o Dilarang melakukan hubungan seksual.
o Dilarang berburu dan membunuh hewan darat yang liar walaupun halal dimakan.

 Rukun haji ada enam:
1. Ihram, yaitu berniat mulai mengerjakan haji atau umrah.
2. Wukuf, yaitu hadir di Padang Arafah pada waktu yang ditentukan.
3. Tawaf, yaitu mengelilingi Ka’bah.
4. Sa’i, yaitu berlari-lari kecil antara Bukit Safa dan Marwa.
5. Mencukur (menggunting) rambut, sekurang-kurangnya tiga helai rambut.
6. Tertib melaksanakan rukun-rukun di atas.

 Di samping rukun haji ada pula wajib haji. Bedanya, rukun haji jika ditinggalkan maka ibadahnya tidak sah, sementara wajib haji jika ditinggalkan ibadahnya tetap sah, tetapi diwajibkan membayar dam (menyembelih hewan).
 Yang termasuk wajib haji adalah: ihram dari miqat (tempat tertentu pada masa tertentu); bermalam di Muzdalifah sesudah tengah malam Idul Adha setelah wukuf di Arafah; melontar jumrah pada hari raya Idul Adha; melontar jumrah pada tanggal 11, 12, 13 Zulhijjah setelah tergelincir matahari; bermalam di Mina; melakukan tawaf wada’; menjauhkan diri dari segala larangan haji.



baca selengkapnya ( klik ) di sini...

Minggu, 21 Agustus 2011

CARA PASANG JAM DI SIDEBAR BLOG


Mempercantik Blog

Jam berapa sekarang ?
Lupa waktu !!! Itulah yang sering dialami oleh kita. Asyiknya berselancar di internet, menyebabkan waktu berlalu tanpa terasa. Lupa waktu bisa terjadi karena asyik membaca artikel di blog. Penampilan blog yang menarik sering menjadikan pembaca betah berlama – lama menikmati sajian yang disuguhkan.
Bagaimana cara mempercantik tampilan blog agar tampak menarik untuk dilihat ? salah satunya adalah dengan memasang jam. Selain untuk mengingatkan kepada para pembaca tentang waktu, juga untuk melengkapi aksesori blog agar lebih menarik. Bagaimana cara memasang jam di sidebar ?



Untuk memasang jam, agar blog anda tampak cantik untuk dilihat, maka anda bisa mendapatkan pada situs http://www.clocklink.com. Anda bisa mendapatkan secara gratis seperti jam di sidebar yang ditampilkan pada www.pagenjahan.blogspot.com.
Jika blog anda ingin dipasang jam, maka langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
1. Masuklah ke situs http://www.clocklink.com
2. Selanjutnya klik tulisan: Want a clock on your Website ?
3. Ada beberapa pilihan model jam yang bisa dipasang. Silahkan anda memilih model jam yang tersedia, dari model jam Analog, Animal, Animation, dll
4. Apabila anda sudah menemukan model jam yang anda sukai, selanjutnya klik tulisan View HTML tag yang berada di bawah jam yang anda pilih
5. Langkah berikutnya klik tombol yang bertuliskan: Accept
6. Lalu sesuaikan waktu yang tepat dengan tempat anda di samping tulisan: TimeZone. Contoh : untuk Indonesia ( WIB ) pilih GMT +7:00
7. Lanjutkan dengan mensetting ukuran jam yang anda pilih di samping tulisan size
8. Lalu Copy kode HTML yang di berikan pada notepad
9. Selanjutnya Paste-kan kode HTML yang sudah di copy tadi pada blog anda
10. Selesai
Selamat mencoba !!!

baca selengkapnya ( klik ) di sini...

Kamis, 11 Agustus 2011

TIPOLOGI SISWA


(DENGAN PENDEKATAN FIQH)

menuju Siswa IDEAL

ada 5 Tipe Siswa :
1. Siswa Wajib
2. Siswa Sunnah
3. Siswa Mubah
4. Siswa Makruh
5. Siswa Haram
seperti apakah tipe siswa tersebut ?



TIPE Siswa WAJIB
1. Berakhlak mulia
2. Semua orang merasa senang dengan kehadirannya
3. Semua orang merasakan manfaat dengan kehadirannya
4. Apabila tidak ada Banyak yang merasa kehilangan

TIPE Siswa SUNNAH
1. Berprestasi, Semangat belajarnya baik
2. Pribadinya menyenangkan
3. Hanya ketika tidak ada, lingkungan-nya tidak merasa kehilangan (biasa-biasa saja)

TIPE Siswa MUBAH
1. Tidak punya Motivasi, dan asal- asalan
2. Tidak memikirkan kualitas dan prestasi
3. Kehadirannya biasa-biasa saja, dan ketidakhadirannya pun biasa-biasa saja

TIPE Siswa MAKRUH
1. Biang gosip
2. Bicara sia-sia, selalu ketus, marah dan menyinggung perasaan
3. Kehadirannya menjadi masalah, dan ketiadaanya biasa-biasa saja

TIPE Siswa HARAM
1. Kehadirannya sangat menjengkelkan
2. Tidak hadirnya sangat disyukuri

Untuk Menjadi Siswa Wajib
 Ibadahnya benar
 Akhlak terpuji
 Pribadinya kredibel
 Profesional
 Kompeten

5 S

Menjadi Siswa dengan Pribadi
Simpatik dan Menawan

Senyum
Salam
Sapa
Sopan
Santun

MEMULAILAH !!
Bergaul dengan sopan penuh kelembutan
Bicara hati-hati, dan jangan menyinggung perasaan

SOPAN PADA KONDISI APAPUN
 BERDIRI
 DUDUK
 MENYIMPAN TANGAN
 MENYURUH
 MENYELONJORKAN KAKI
 MENUNJUK
 BERBUSANA
 BERBICARA, DLL.

SOPAN KEPADA SIAPAPUN
 Kepala Sekolah
 Sesama Guru
 Tata Usaha
 Pengusaha
 Pejabat
 Sesama Siswa
 Kaum Dhuafa
 Sopir
 Tukang Becak
 Tukang Ojek
 Kusir Dokar
 Pedagang Kecil
 Petani

Akhlak Yang Menawan Ini lahir dari niat yang tulus, buah dari Qolbu yang bersih
serta dari

Sikap tidak memandang rendah orang lain dan menganggap setiap orang adalah penting

Pribadi Kredibel
 Jujur & Terpercaya
 Cakap Memuaskan
 Kreatif & Inovatif

5 AS Siswa DALAM Studynya
 Belajar Keras
 Belajar Cerdas
 Belajar Kualitas
 Belajar Tuntas
 Belajar Ikhlas

Siswa PEJUANG
Belajar Terus, Berkorban untuk Mencapai Kesuksesan

Siswa TypePEKERJA
Belajar Kalau ada Tugas

Siswa Type PENJAHAT
Mengorbankan Orang Lain
untuk Kepentingan Dirinya

• SELF-CONFIDENCE (PERCAYA DIRI)

• UNDERSTANDING (PEMAHAMAN DIRI)

• CREATIVE (KREATIF)

• COLLABORATION (KERJASAMA)

• EXELLENCE (YANG TERBAIK)

• ENJOYMENT (SANTAI TAPI SERIUS)

• DETERMINATION (HADAPI TANTANGAN)

SELF-CONFIDENCE (KEPERCAYAAN DIRI)
• KESUKSESAN DIMULAI DENGAN PERCAYA DIRI
• HARGAI KESUKSESAN KECIL YANG PERNAH DIRAIH
• YAKIN BAHWA KITA MEMILIKI POTENSI YANG DAPAT DIKEMBANGKAN

UNDERSTANDING (PEMAHAMAN DIRI)
• MEMAHAMI KELEMAHAN DIRI
• MEMAHAMI POTENSI DIRI

CREATIVITY (KREATIFITAS)
• KEINGINTAHUAN
• MOTIVASI UNTUK BERKEMBANG

COLLABORATION (KERJASAMA)

• Banyak hal yang sulit dilakukan secara individu, dengan mudah dapat diselesaikan secara kerjasama.

EXELENCE / YANG TERBAIK
ANDA BISA MENJADI YANG TERBAIK

ENJOYMENT / SANTAI DAN SERIUS
HADAPI :

Jangan panik
Jangan Putus Asa
Jangan Tergesa2
Jangan Didramatisir
Jangan Emosional

HAYATI :
Siap sebelum terjadi
Ridho bila sudah terjadi
Jangan mempersulit diri
Evaluasi diri
Cukuplah Allah tempat bergantung

NIKMATI
SYUKURI
SABAR

DETERMINATION/HADAPI TANTANGAN

 HADAPI KESULITAN, JANGAN LARI ATAU MENGHINDAR DARI KESULITAN

PENUTUP
Ada pepatah bijak orang tua kita :

Jika hendak seribu daya

Jika tak hendak seribu dalih

baca selengkapnya ( klik ) di sini...