RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
NO: 1
SMA : SMA ISLAM T. HUDA BUMIAYU
Program : Ilmu Pengetahuan Sosial
Mata Pelajaran : Sejarah
Kelas/Semester : XI/1
Standar Kompetensi : 1. Menganalisis Perjalanan Bangsa Indonesia pada Masa
Negara-negara Tradisional
Kompetensi Dasar : 1.1. Menganalisis Pengaruh Perkembangan Agama dan
Kebudayaan Hindu-Buddha terhadap Masyarakat
di Berbagai Daerah di Indonesia
Indikator : - Mendeskripsikan lahir dan berkembangnya agama dan ...
kebudayaan Hindu-Buddha di India
Alokasi Waktu : 3x45 menit
A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu untuk:
• Mendeskripsikan lahir dan berkembangnya agama dan kebudayaan Hindu-Buddha di India
B. Materi Pembelajaran
• Lahir dan berkembangnya agama dan kebudayaan Hindu-Buddha
C. Metode Pembelajaran
Pendekatan model ICT dan life skill, pemberian tugas
D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
1. Kegiatan Pendahuluan
• Apersepsi guru membuka pembelajaran dengan mengajukan pertanyaan “Di daerah mana mayoritas penganut agama Hindu di Indonesia ?”.
• Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
2. Kegiatan Inti
• Penugasan mencari artikel di internet tentang lahir dan berkembangnya agama dan kebudayaan Hindu-Buddha di India.
• Tanya-jawab berdasarkan hasil temuan peserta didik dari internet dan menugaskan peserta didik membuat karangan analitis tentang proses perkembangan Hindu-Buddha pada masa pemerintahan Raja Ashoka dari Dinasti Maurya dari berbagai sumber (Aktivitas hal 6).
3. Kegiatan Penutup
• Bersama-sama melakukan refleksi materi yang telah dibahas.
• Menarik kesimpulan materi.
E. Sumber Belajar
• Kurikulum KTSP dan perangkatnya
• Pedoman Khusus Pengembangan Silabus KTSP SMA XI IPS - ESIS
• Buku sumber Sejarah SMA XI IPS – ESIS (hal 1 – 20)
• Peta konsep
• Power point
• OHP/slide
• Internet
F. Penilaian
• Portofolio berbentuk uraian analitis tentang proses perkembangan Hindu-Buddha pada masa pemerintahan Raja Ashoka dari Dinasti Maurya dari berbagai sumber (Aktivitas hal 6).
Format Penilaian Portofolio
Indikator Nilai Kualitatif Nilai Kuantitatif Deskripsi
Pengantar
Menunjukkan dengan tepat isi karangan/laporan penelitian, kesimpulan maupun rangkuman. Untuk peta, skema, dan lukisan, mempersiapkan bahan-bahan.
Isi
Kesesuaian antara judul dengan isi dan materi. Menguraikan hasil karangan/laporan penelitian, kesimpulan, dan rangkuman dengan tepat. Menjabarkan peta dan skema sesuai dengan tema yang diajukan. Melukis sesuai dengan wujud benda yang telah ditentukan.
Penutup Memberikan kesimpulan karangan/hasil penelitian
Struktur/logika penulisan Penggambaran dengan jelas metode yang dipakai dalam karangan/penelitian
Orisinalitas karangan Karangan/penelitian, kesimpulan, rangkuman, peta, skema, dan lukisan merupakan hasil sendiri
Penyajian, bahasan dan bahasa Bahasa yang digunakan sesuai EYD dan komunikatif
Jumlah
Bumiayu, 2010.
Mengetahui,
Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran
H. Tasripin, S.Pd Drs. Harun Nurosid
NIP. 132279333 NIP. ---
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
NO: 2
SMA : SMA ISLAM T. HUDA BUMIAYU
Program : Ilmu Pengetahuan Sosial
Mata Pelajaran : Sejarah
Kelas/Semester : XI/1
Standar Kompetensi : 1. Menganalisis Perjalanan Bangsa Indonesia pada Masa
Negara-negara Tradisional
Kompetensi Dasar : 1.1. Menganalisis Pengaruh Perkembangan Agama dan
Kebudayaan Hindu-Buddha terhadap Masyarakat
di Berbagai Daerah di Indonesia
Indikator : - Mendeskripsikan teori masuk dan berkembangnya
Hindu-Buddha di Indonesia
Alokasi Waktu : 3x45 menit
A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu untuk:
• Mendeskripsikan teori masuk dan berkembangnya Hindu-Buddha di Indonesia
B. Materi Pembelajaran
• Proses masuk dan berkembangnya agama dan kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia
C. Metode Pembelajaran
Pendekatan model ICT dan life skill, pemberian tugas
D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
1. Kegiatan Pendahuluan
• Apersepsi guru membuka pembelajaran dengan mengajukan pertanyaan “Siapa yang menyebarkan agama dan kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia?”. Guru kemudian mengadakan tanya jawab mengenai teori penyebaran agama Hindu-Buddha di Indonesia.
• Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
2. Kegiatan Inti
• Guru menjelaskan mengenai teori masuk dan berkembangnya Hindu-Buddha di Indonesia.
• Guru menugaskan peserta didik untuk melakukan analisis mengenai teori apa yang memiliki dasar penjelasan paling kuat mengenai masuknya agama Hindu-Buddha di Indonesia.
3. Kegiatan Penutup
• Bersama-sama melakukan refleksi materi yang telah dibahas.
• Menarik kesimpulan materi.
• Peserta didik mengerjakan soal evaluasi pilihan ganda (hal 17 – 19 no. 1 – 20) dan soal uraian (hal 19 – 20 no. 1 – 10). Tugas dikumpulkan pada pertemuan berikutnya.
E. Sumber Belajar
• Kurikulum KTSP dan perangkatnya
• Pedoman Khusus Pengembangan Silabus KTSP SMA XI IPS - ESIS
• Buku sumber Sejarah SMA XI IPS – ESIS (hal 1 – 20)
• Peta konsep
• Power point
• OHP/slide
• Internet
F. Penilaian
• Evaluasi pilihan ganda hal 17 – 19 no. 1 – 20 (skor 2 s/d 40) dan soal uraian hal 19 – 20 no. 1 – 10 (skor setiap soal benar 6 tetapi bila mendekati 3). Tugas dikumpulkan pada pertemuan berikutnya.
Kunci Jawaban
A.
1. d
2. a
3. a
4. d
5. c
6. e
7. c
8. a
9. b
10. c
11. a
12. a
13. b
14. d
15. d
16. c
17. e
18. e
19. b
20. d
B.
1. Letak Indonesia yang dilewati oleh jalur perdagangan membuat Indonesia menjadi salah satu lokasi perdagangan para pedagang India dan Cina. Melalui hubungan perdagangan, kebudayaan asing ikut masuk ke Indonesia, diantaranya Hindu-Buddha.
2. Agama Hindu dikembangkan oleh Bangsa Arya yang memuja banyak dewa, sedangkan agama Buddha muncul sebagai reaksi terhadap dominasi Brahmana dalam ritual keagamaan. Agama Hindu menerapkan sistem kasta, sedangkan Buddha tidak mengenal kasta.
3. Samsara merupakan penderitaan atau kesengsaraan akibat perbuatan yang kurang baik pada masa sebelumnya. Seseorang yang telah sempurna hdupnya dapat mencapai Moksa, yaitu lepas dari samsara.
4. Agama Hindu-Buddha disebarkan dengan jalan damai dan memiliki kemiripan dengan kepercayaan masyarakat Indonesia sebelumnya.
5. Seni arsitektur Hindu-Buddha memiliki nilai budaya dan teknologi tinggi sehingga mempengaruhi seni arsitektur bangsa Indonesia pada saat itu.
6. Aliran Hinayana mengajarkan bahwa untuk mencapai nirwana sangat tergantung pada usaha diri melakukan meditasi. Sementara itu, aliran Mahayana mengajarkan bahwa untuk mencapai nirwana, setiap orang harus mengembangkan kebijaksanaan dan sifat welas asih.
7. Karena agama Hindu-Buddha disebarkan melalui perdagangan damai sehingga mudah masuk ke Indonesia.
8. Bidang teknologi berpengaruh terhadap teknologi kemaritiman, arsitektur bangunan, dan pertanian. Bidang pendidikan berpengaruh pada penggunaan bahasa Sansekerta dan huruf Palawa serta diterapkan juga sistem pendidikan berasrama. Bidang sosial dan kemasyarakatan berpengaruh pada diterapkannya sistem kasta dan pemerintahan raja yang turun-temurun. Bidang kepercayaan adalah dianutnya agama Hindu-Buddha.
9. Berlakunya sistem kasta berdasarkan pembagian kerja secara turun-temurun. Kasta Brahmana mengatur kegiatan keagamaan, kasta Ksatria menjalankan pemerintahan dan menjaga keamanan wilayah, kasta Waisya menghasilkan dan mendistribusikan kebutuhan masyarakat, kasta Sudra menjadi pelayan atau pekerja kasar.
10. Digunakannya bahasa Sansekerta dan huruf Palawa. Digunakannya bahasa Kawi, bahasa Jawa Kuno, dan bahasa Bali Kuno yang merupakan turunan dari bahasa Sansekerta. Sistem pendidikan asrama (ashram) dan didirikan sekolah-sekolah (pasraman).
Bumiayu, 2010.
Mengetahui,
Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran
H. Tasripin, S.Pd Drs. Harun Nurosid
NIP. 132279333 NIP. ---
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
NO: 3
SMA : SMA ISLAM T. HUDA BUMIAYU
Program : Ilmu Pengetahuan Sosial
Mata Pelajaran : Sejarah
Kelas/Semester : XI/1
Standar Kompetensi : 1. Menganalisis Perjalanan Bangsa Indonesia pada Masa
Negara-negara Tradisional
Kompetensi Dasar : 1.1. Menganalisis Pengaruh Perkembangan Agama dan
Kebudayaan Hindu-Buddha terhadap Masyarakat
di Berbagai Daerah di Indonesia
Indikator : - Menunjukkan peta jalur masuknya Hindu-Buddha
ke Indonesia
Alokasi Waktu : 3x45 menit
A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu untuk:
• Menunjukkan peta jalur masuknya Hindu-Buddha ke Indonesia
B. Materi Pembelajaran
• Jalur masuknya Hindu-Buddha ke Indonesia
C. Metode Pembelajaran
Pendekatan model ICT dan life skill, pemberian tugas, diskusi
D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
1. Kegiatan Pendahuluan
• Apersepsi guru membuka pembelajaran dengan mengajukan pertanyaan “Melalui jalur pelayaran mana para pedagang dari India menuju Indonesia?”. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
2. Kegiatan Inti
• Guru bersama peserta didik memperhatikan peta penyebaran agama Buddha (Gambar 1.5 hal 9)
• Peserta didik secara berkelompok ditugaskan untuk membuat peta penyebaran agama Hindu-Buddha. Tugas telah diberitahukan seminggu sebelumnya.
• Peserta didik secara berkelompok mendemonstrasikan peta jalur masuknya Hindu-Buddha ke Indonesia berdasarkan hasil buatan mereka disertai dengan tanya jawab.
3. Kegiatan Penutup
• Bersama-sama melakukan refleksi materi yang telah dibahas.
• Menarik kesimpulan materi.
E. Sumber Belajar
• Kurikulum KTSP dan perangkatnya
• Pedoman Khusus Pengembangan Silabus KTSP SMA XI IPS - ESIS
• Buku sumber Sejarah SMA XI IPS – ESIS (hal 1 – 20)
• Peta konsep
• Power poin
• OHP/slide
• Buku-buku penunjang yang relevan
• Internet
F. Penilaian
• Portofolio dengan membuat peta penyebaran agama Hindu-Buddha di Indonesia
Format Penilaian Portofolio
Indikator Nilai Kualitatif Nilai Kuantitatif Deskripsi
Pengantar
Menunjukkan dengan tepat isi karangan/laporan penelitian, kesimpulan maupun rangkuman. Untuk peta, skema, dan lukisan, mempersiapkan bahan-bahan.
Isi
Kesesuaian antara judul dengan isi dan materi. Menguraikan hasil karangan/laporan penelitian, kesimpulan, dan rangkuman dengan tepat. Menjabarkan peta dan skema sesuai dengan tema yang diajukan. Melukis sesuai dengan wujud benda yang telah ditentukan.
Penutup Memberikan kesimpulan karangan/hasil penelitian
Struktur/logika penulisan Penggambaran dengan jelas metode yang dipakai dalam karangan/penelitian
Orisinalitas karangan Karangan/penelitian, kesimpulan, rangkuman, peta, skema, dan lukisan merupakan hasil sendiri
Penyajian, bahasan dan bahasa Bahasa yang digunakan sesuai EYD dan komunikatif
Jumlah
Bumiayu, 2010.
Mengetahui,
Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran
H. Tasripin, S.Pd Drs. Harun Nurosid
NIP. 132279333 NIP. ---
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
NO: 4
SMA : SMA ISLAM T. HUDA BUMIAYU
Program : Ilmu Pengetahuan Sosial
Mata Pelajaran : Sejarah
Kelas/Semester : XI/1
Standar Kompetensi : 1. Menganalisis Perjalanan Bangsa Indonesia pada Masa
Negara-negara Tradisional
Kompetensi Dasar : 1.1. Menganalisis Pengaruh Perkembangan Agama dan
Kebudayaan Hindu-Buddha terhadap Masyarakat
di Berbagai Daerah di Indonesia
Indikator : - Mengidentifikasi fakta-fakta tentang proses interaksi
masyarakat di berbagai daerah dengan tradisi Hindu-Buddha
Alokasi Waktu : 2x45 menit
A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu untuk:
• Mengidentifikasi fakta-fakta tentang proses interaksi masyarakat di berbagai daerah dengan tradisi Hindu-Buddha
B. Materi Pembelajaran
• Tradisi Hindu-Buddha di Indonesia
C. Metode Pembelajaran
Pendekatan model ICT dan life skill, diskusi
D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
1. Kegiatan Pendahuluan
• Apersepsi guru membuka pembelajaran menceritakan mengenai tradisi Hindu yang masih dilakukan oleh masyarakat sampai saat ini, seperti upacara selamatan kematian.
• Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
2. Kegiatan Inti
• Peserta didik secara berkelompok melakukan diskusi mengenai kontribusi paling besar dari kebudayaan Hindu-Buddha terhadap kehidupan masyarakat Indonesia (Analitika hal 16).
3. Kegiatan Penutup
• Bersama-sama melakukan refleksi materi yang telah dibahas.
• Menarik kesimpulan materi.
E. Sumber Belajar
• Kurikulum KTSP dan perangkatnya
• Pedoman Khusus Pengembangan Silabus KTSP SMA XI IPS - ESIS
• Buku sumber Sejarah SMA XI IPS – ESIS (hal 1 – 20)
• Peta konsep
• Power point
• OHP/slide
• Internet
F. Penilaian
• Unjuk Kerja berbentuk diskusi kelompok mengenai kontribusi paling besar dari kebudayaan Hindu-Buddha terhadap kehidupan masyarakat Indonesia (Analitika hal 16).
Lembar Penilaian Diskusi
Hari/Tanggal : …………………………………
Topik diskusi/debat : …………………………………
No Sikap/Aspek yang dinilai Nama Kelompok/ Nama peserta didik Nilai Kualitatif Nilai Kuantitatif
Penilaian kelompok
1. Menyelesaikan tugas kelompok dengan baik
2 Kerjasama kelompok
3 Hasil tugas
Jumlah Nilai Kelompok
Penilaian Individu Peserta didik
1. Berani mengemukakan pendapat
2. Berani menjawab pertanyaan
3. Inisiatif
4. Ketelitian
Jumlah Nilai Individu
Bumiayu, 2010.
Mengetahui,
Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran
H. Tasripin, S.Pd Drs. Harun Nurosid
NIP. 132279333 NIP. ---
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
NO: 5
SMA : SMA ISLAM T. HUDA BUMIAYU
Program : Ilmu Pengetahuan Sosial
Mata Pelajaran : Sejarah
Kelas/Semester : XI/1
Standar Kompetensi : 1. Menganalisis Perjalanan Bangsa Indonesia pada Masa
Negara-negara Tradisional
Kompetensi Dasar : 1.2. Menganalisis Perkembangan Kehidupan Negara-negara
Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia
Indikator : - Mendeskripsikan muncul dan berkembangnya kerajaan-
kerajaan Hindu-Buddha di berbagai daerah
a. Kutai g. Medang Kemulan
b. Tarumanegara h. Kediri
c. Holing i. Singasari
d. Melayu j. Bali
e. Sriwijaya k. Pajajaran
f. Mataram Kuno l. Majapahit
Alokasi Waktu : 3x45 menit
A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu untuk:
• Mendeskripsikan muncul dan berkembangnya kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di berbagai daerah
B. Materi Pembelajaran
• Muncul dan berkembangnya kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di berbagai daerah
C. Metode Pembelajaran
Pendekatan model ICT dan life skill, diskusi jigsaw
D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
1. Kegiatan Pendahuluan
• Apersepsi guru membuka pembelajaran dengan mengajukan pertanyaan “Sebutkan kerajaan Hindu tertua di Indonesia?”.
• Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
2. Kegiatan Inti
• Peserta didik dibagi dalam dua belas kelompok untuk mendiskusikan dua belas kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia (hal 21 – 57). Setiap kelompok membahas salah satu dari materi tersebut. Setelah itu, setiap kelompok membuat laporan tertulis mengenai hasil diskusi.
3. Kegiatan Penutup
• Bersama-sama melakukan refleksi materi yang telah dibahas.
• Menarik kesimpulan materi.
E. Sumber Belajar
• Kurikulum KTSP dan perangkatnya
• Pedoman Khusus Pengembangan Silabus KTSP SMA XI IPS - ESIS
• Buku sumber Sejarah SMA XI IPS – ESIS (hal 21 – 62)
• Peta konsep
• Power point
• OHP/slide
• Internet
F. Penilaian
• Unjuk Kerja berbentuk diskusi kelompok mengenai kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia.
Lembar Penilaian Diskusi
Hari/Tanggal : …………………………………
Topik diskusi/debat : …………………………………
No Sikap/Aspek yang dinilai Nama Kelompok/ Nama peserta didik Nilai Kualitatif Nilai Kuantitatif
Penilaian kelompok
1. Menyelesaikan tugas kelompok dengan baik
2 Kerjasama kelompok
3 Hasil tugas
Jumlah Nilai Kelompok
Penilaian Individu Peserta didik
1. Berani mengemukakan pendapat
2. Berani menjawab pertanyaan
3. Inisiatif
4. Ketelitian
Jumlah Nilai Individu
Bumiayu, 2010.
Mengetahui,
Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran
H. Tasripin, S.Pd Drs. Harun Nurosid
NIP. 132279333 NIP. ---
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
NO: 6
SMA : SMA ISLAM T. HUDA BUMIAYU
Program : Ilmu Pengetahuan Sosial
Mata Pelajaran : Sejarah
Kelas/Semester : XI/1
Standar Kompetensi : 1. Menganalisis Perjalanan Bangsa Indonesia pada Masa
Negara-negara Tradisional
Kompetensi Dasar : 1.2. Menganalisis Perkembangan Kehidupan Negara-negara
Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia
Indikator : - Menunjukkan peta wilayah kekuasaan kerajaan-kerajaan
Hindu-Buddha di berbagai daerah
a. Kutai g. Medang Kemulan
b. Tarumanegara h. Kediri
c. Holing i. Singasari
d. Melayu j. Bali
e. Sriwijaya k. Pajajaran
f. Mataram Kuno l. Majapahit
Alokasi Waktu : 3x45 menit
A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu untuk:
• Menunjukkan peta wilayah kekuasaan kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di berbagai daerah
B. Materi Pembelajaran
• Wilayah kekuasaan kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di berbagai daerah
C. Metode Pembelajaran
Pendekatan model ICT dan life skill, diskusi
D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
1. Kegiatan Pendahuluan
• Apersepsi guru membuka pembelajaran dengan mengajukan pertanyaan “Dimana letak wilayah kekuasaan Kerajaan Kutai?”.
• Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
2. Kegiatan Inti
• Peserta didik secara berkelompok mendemonstrasikan peta wilayah kekuasaan kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia berdasarkan hasil buatannya. Tugas telah diberitahukan pada pertemuan sebelumnya.
• Guru memberikan tes lisan kepada para peserta didik mengenai wilayah kekuasaan kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia.
3. Kegiatan Penutup
• Bersama-sama melakukan refleksi materi yang telah dibahas.
• Menarik kesimpulan materi.
E. Sumber Belajar
• Kurikulum KTSP dan perangkatnya
• Pedoman Khusus Pengembangan Silabus KTSP SMA XI IPS - ESIS
• Buku sumber Sejarah SMA XI IPS – ESIS (hal 21 – 62)
• Peta konsep
• Power point
• OHP/slide
• Internet
F. Penilaian
• Tes lisan mengenai wilayah kekuasaan kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia.
Bumiayu, 2010.
Mengetahui,
Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran
H. Tasripin, S.Pd Drs. Harun Nurosid
NIP. 132279333 NIP. ---
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
NO: 7
SMA : SMA ISLAM T. HUDA BUMIAYU
Program : Ilmu Pengetahuan Sosial
Mata Pelajaran : Sejarah
Kelas/Semester : XI/1
Standar Kompetensi : 1. Menganalisis Perjalanan Bangsa Indonesia pada Masa
Negara-negara Tradisional
Kompetensi Dasar : 1.2. Menganalisis Perkembangan Kehidupan Negara-negara
Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia
Indikator : - Mendeskripsikan kehidupan sosial, ekonomi, budaya,
dan agama kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di berbagai
daerah
Alokasi Waktu : 3x45 menit
A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu untuk:
• Mendeskripsikan kehidupan sosial, ekonomi, budaya, dan agama kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di berbagai daerah
B. Materi Pembelajaran
• Kehidupan sosial, ekonomi, budaya, dan agama kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di berbagai daerah
C. Metode Pembelajaran
Pendekatan model ICT dan life skill, pemberian tugas, tanya jawab
D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
1. Kegiatan Pendahuluan
• Apersepsi guru membuka pembelajaran dengan menceritakan kehidupan sosial masyarakat pada masa kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di berbagai daerah.
• Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
2. Kegiatan Inti
• Peserta didik secara berkelompok mencari artikel di perpustakaan dan internet mengenai kehidupan sosial, ekonomi, budaya, dan agama kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di berbagai daerah. Tugas telah diberitahukan pada pertemuan sebelumnya.
• Tanya jawab mengenai kehidupan sosial, ekonomi, budaya, dan agama kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di berbagai daerah.
3. Kegiatan Penutup
• Bersama-sama melakukan refleksi materi yang telah dibahas.
• Menarik kesimpulan materi.
• Peserta didik ditugaskan menganalisis peninggalan-peninggalan sistem kebudayaan dari Kerajaan Tarumanegara yang masih berlaku di masyarakat kita pada saat ini dalam bentuk uraian analitis (Aktivitas hal 26). Tugas dikumpulkan pada pertemuan berikutnya.
E. Sumber Belajar
• Kurikulum KTSP dan perangkatnya
• Pedoman Khusus Pengembangan Silabus KTSP SMA XI IPS - ESIS
• Buku sumber Sejarah SMA XI IPS – ESIS (hal 21 – 62)
• Peta konsep
• Power point
• OHP/slide
• Internet
F. Penilaian
• Portofolio dalam bentuk uraian analitis mengenai peninggalan-peninggalan sistem kebudayaan dari Kerajaan Tarumanegara yang masih berlaku di masyarakat kita pada saat ini (Aktivitas hal 26). Tugas dikumpulkan pada pertemuan berikutnya.
Format Penilaian Portofolio
Indikator Nilai Kualitatif Nilai Kuantitatif Deskripsi
Pengantar
Menunjukkan dengan tepat isi karangan/laporan penelitian, kesimpulan maupun rangkuman. Untuk peta, skema, dan lukisan, mempersiapkan bahan-bahan.
Isi
Kesesuaian antara judul dengan isi dan materi. Menguraikan hasil karangan/laporan penelitian, kesimpulan, dan rangkuman dengan tepat. Menjabarkan peta dan skema sesuai dengan tema yang diajukan. Melukis sesuai dengan wujud benda yang telah ditentukan.
Penutup Memberikan kesimpulan karangan/hasil penelitian
Struktur/logika penulisan Penggambaran dengan jelas metode yang dipakai dalam karangan/penelitian
Orisinalitas karangan Karangan/penelitian, kesimpulan, rangkuman, peta, skema, dan lukisan merupakan hasil sendiri
Penyajian, bahasan dan bahasa Bahasa yang digunakan sesuai EYD dan komunikatif
Jumlah
Bumiayu, 2010.
Mengetahui,
Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran
H. Tasripin, S.Pd Drs. Harun Nurosid
NIP. 132279333 NIP. ---
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
NO: 8
SMA : SMA ISLAM T. HUDA BUMIAYU
Program : Ilmu Pengetahuan Sosial
Mata Pelajaran : Sejarah
Kelas/Semester : XI/1
Standar Kompetensi : 1. Menganalisis Perjalanan Bangsa Indonesia pada Masa
Negara-negara Tradisional
Kompetensi Dasar : 1.2. Menganalisis Perkembangan Kehidupan Negara-negara
Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia
Indikator : - Menjelaskan keberlanjutan tradisi Hindu-Buddha setelah
keruntuhan kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia
Alokasi Waktu : 1x45 menit
A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu untuk:
• Menjelaskan keberlanjutan tradisi Hindu-Buddha setelah keruntuhan kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia
B. Materi Pembelajaran
• Keberlanjutan tradisi Hindu-Buddha setelah keruntuhan kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia
C. Metode Pembelajaran
Pendekatan model ICT dan life skill, pemberian tugas
D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
1. Kegiatan Pendahuluan
• Apersepsi guru membuka pembelajaran dengan mengajukan pertanyaan “Sebutkan faktor-faktor apa saja yang menyebabkan keruntuhan kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia?”.
• Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
2. Kegiatan Inti
• Guru menjelaskan mengenai keruntuhan kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia.
• Guru menjelaskan keberlanjutan tradisi Hindu-Buddha setelah keruntuhan kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia
3. Kegiatan Penutup
• Bersama-sama melakukan refleksi materi yang telah dibahas.
• Menarik kesimpulan materi.
• Peserta didik mengerjakan soal evaluasi pilihan ganda (hal 60 – 62 no. 1 – 20) dan soal uraian (hal 62 no. 1 – 10). Tugas dikumpulkan pada pertemuan berikutnya.
E. Sumber Belajar
• Kurikulum KTSP dan perangkatnya
• Pedoman Khusus Pengembangan Silabus KTSP SMA XI IPS - ESIS
• Buku sumber Sejarah SMA XI IPS – ESIS (hal 21 – 62)
• Peta konsep
• Power point
• OHP/slide
• Internet
F. Penilaian
• Evaluasi pilihan ganda hal 60 – 62 no. 1 – 20 (skor 2 s/d 40) dan soal uraian hal 62 no. 1 – 10 (skor setiap soal benar 6 tetapi bila mendekati 3). Tugas dikumpulkan pada pertemuan berikutnya.
Kunci Jawaban
A.
1. d
2. c
3. b
4. c
5. d
6. a
7. b
8. d
9. e
10. d
11. b
12. e
13. d
14. c
15. c
16. a
17. c
18. e
19. b
20. d
B.
1. Budaya dan agama Kerajaan Kutai telah dipengaruhi oleh kebudayaan India. Golongan istana, Brahmana, dan Ksatria menganut agama Hindu. Masyarakat umumnya masih menjalani adat istiadat dan kepercayaan asli mereka.
2. Prasasti Ciaruteun, Kebon Kopi, Jambu, Muara Cianteun, Tugu, Pasir Awi, dan Munjul.
3. Sri Jayawarsha, Bameswara, Jayabhaya, Gandra, dan Kertajaya.
4. Kerajaan Holing dipimpin oleh Ratu Sima dan sistem pemerintahan bersifat matrilineal. Kerajaan telah mengadakan hubungan perdagangan dengan negara tetangga dan memiliki pusat perdagangan yang terpusat pada pasar. Kerajaan menerapkan hukum dan undang-undang yang ketat dan mayoritas masyarakatnya memeluk agama Buddha.
5. Mpu Sendok. Ia memerintah Kerajaan Medang Kemulan dan mengembangkan kekuasaan kerajaan hingga mencakup hampir seluruh wlayah Jawa Timur.
6. Raja Wisnu, Raja Indra, Raja Samaratungga.
7. Ketika Ken Arok berkuasa di Tumapel, di Kerajaan Kediri berlangsung perselisihan antara Raja Kertajaya dengan para Brahmana. Para Brahmana tersebut melarikan diri ke Tumapel dan meminta perlindungan kepada Ken Arok. Ketika Raja Kertajaya mengetahui hal itu, Sang raja menyerang Tumapel. Namun, dalam pertempuran di Ganter, ia mengalami kekalahan dan meninggal. Kemudian, Ken Arok menyatukan Kerajaan Kediri dan Tumapel, serta mendirikan Kerajaan Singasari.
8. Untuk membalas kematian ayahnya, Anusapati, yang dibunuh oleh Tohjaya.
9. Masyarakat Bali bercorak agraris, beternak, dan menanam perkebunan.
10. Kualitas kepemimpinan tidak maksimal dan pengaruh penyebaran Islam yang kuat.
Bumiayu, 2010.
Mengetahui,
Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran
H. Tasripin, S.Pd Drs. Harun Nurosid
NIP. 132279333 NIP. ---
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
NO: 9
SMA : SMA ISLAM T. HUDA BUMIAYU
Program : Ilmu Pengetahuan Sosial
Mata Pelajaran : Sejarah
Kelas/Semester : XI/1
Standar Kompetensi : 1. Menganalisis Perjalanan Bangsa Indonesia pada Masa
Negara-negara Tradisional
Kompetensi Dasar : 1.3. Menganalisis Pengaruh Perkembangan Agama dan
Kebudayaan Islam terhadap Masyarakat di Berbagai
Daerah di Indonesia
Indikator : - Mendeskripsikan proses lahir dan berkembangnya agama
dan kebudayaan Islam di Jazirah Arab
Alokasi Waktu : 3x45 menit
A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu untuk:
• Mendeskripsikan proses lahir dan berkembangnya agama dan kebudayaan Islam di Indonesia
B. Materi Pembelajaran
• Proses lahir dan berkembangnya agama dan kebudayaan Islam di Indonesia
C. Metode Pembelajaran
Pendekatan model ICT dan life skill, diskusi
D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
1. Kegiatan Pendahuluan
• Apersepsi guru membuka pembelajaran dengan menjelaskan secara ringkas situasi sebelum Islam di Jazirah Arab.
• Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
2. Kegiatan Inti
• Guru menjelaskan mengenai Islam masa Nabi Muhammad Saw, masa Khulafaur Rasyidin, dan masa Bani Umayah.
• Pada pertemuan sebelumnya guru telah menugaskan pada peserta didik untuk mencari informasi tentang perkembangan Islam pada masa Khalifah Abbasiyah, Fatimiyah, dan Kordoba dari berbagai sumber, baik internet maupun buku.
• Peserta didik dibagi dalam kelompok yang terdiri dari 3 – 4 orang untuk mendiskusikan tentang perkembangan Islam pada masa Khalifah Abbasiyah, Fatimiyah, dan Kordoba dari berbagai sumber yang telah peserta didik dapatkan (Aktivitas hal 70).
3. Kegiatan Penutup
• Bersama-sama melakukan refleksi materi yang telah dibahas.
• Menarik kesimpulan materi.
E. Sumber Belajar
• Kurikulum KTSP dan perangkatnya
• Pedoman Khusus Pengembangan Silabus KTSP SMA XI IPS - ESIS
• Buku sumber Sejarah SMA XI IPS – ESIS (hal 63 – 86)
• Peta konsep
• Power point
• OHP/slide
• Internet
F. Penilaian
• Unjuk Kerja berbentuk diskusi kelompok mengenai perkembangan Islam pada masa Khalifah Abbasiyah, Fatimiyah, dan Kordoba dari berbagai sumber yang telah peserta didik dapatkan (Aktivitas hal 70).
Lembar Penilaian Diskusi
Hari/Tanggal : …………………………………
Topik diskusi/debat : …………………………………
No Sikap/Aspek yang dinilai Nama Kelompok/ Nama peserta didik Nilai Kualitatif Nilai Kuantitatif
Penilaian kelompok
1. Menyelesaikan tugas kelompok dengan baik
2 Kerjasama kelompok
3 Hasil tugas
Jumlah Nilai Kelompok
Penilaian Individu Peserta didik
1. Berani mengemukakan pendapat
2. Berani menjawab pertanyaan
3. Inisiatif
4. Ketelitian
Jumlah Nilai Individu
Bumiayu, 2010.
Mengetahui,
Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran
H. Tasripin, S.Pd Drs. Harun Nurosid
NIP. 132279333 NIP. ---
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
NO: 10
SMA : SMA ISLAM T. HUDA BUMIAYU
Program : Ilmu Pengetahuan Sosial
Mata Pelajaran : Sejarah
Kelas/Semester : XI/1
Standar Kompetensi : 1. Menganalisis Perjalanan Bangsa Indonesia pada Masa
Negara-negara Tradisional
Kompetensi Dasar : 1.3. Menganalisis Pengaruh Perkembangan Agama dan
Kebudayaan Islam terhadap Masyarakat di Berbagai
Daerah di Indonesia
Indikator : - Mendeskripsikan pendapat para ahli tentang proses awal
penyebaran Islam di kepulauan Indonesia
- Mengidentifikasi pada peta mengenai tempat-tempat dan bukti-bukti penyebaran Islam di Indonesia
Alokasi Waktu : 3x45 menit
A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu untuk:
• Mendeskripsikan pendapat para ahli tentang proses awal penyebaran Islam di kepulauan Indonesia
• Mengidentifikasi pada peta mengenai tempat-tempat dan bukti-bukti penyebaran Islam di Indonesia
B. Materi Pembelajaran
• Pendapat para ahli tentang proses awal penyebaran Islam di kepulauan Indonesia
• Tempat-tempat dan bukti-bukti penyebaran Islam di Indonesia
C. Metode Pembelajaran
Pendekatan model ICT dan life skill, pemberian tugas
D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
1. Kegiatan Pendahuluan
• Apersepsi guru membuka pembelajaran dengan memberikan gambaran mengenai kegiatan perdagangan yang dilakukan para pedagang Islam.
• Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
2. Kegiatan Inti
• Pada pertemuan sebelumnya guru telah menugaskan pada peserta didik untuk mencari informasi tentang pendapat para ahli mengenai proses awal penyebaran Islam di kepulauan Indonesia, baik dari internet maupun buku.
• Peserta didik membuat rangkuman berdasarkan informasi yang didapatkan.
• Guru dan peserta didik menganalisis peta masuknya Islam di Indonesia (Gambar 3.5 hal 72).
• Tes lisan mengenai peta tempat dan bukti penyebaran Islam di Indonesia.
3. Kegiatan Penutup
• Bersama-sama melakukan refleksi materi yang telah dibahas.
• Menarik kesimpulan materi.
E. Sumber Belajar
• Kurikulum KTSP dan perangkatnya
• Pedoman Khusus Pengembangan Silabus KTSP SMA XI IPS - ESIS
• Buku sumber Sejarah SMA XI IPS – ESIS (hal 63 – 86)
• Peta konsep
• Power point
• OHP/slide
• Internet
F. Penilaian
• Portofolio berbentuk rangkuman mengenai pendapat para ahli mengenai proses awal penyebaran Islam di kepulauan Indonesia.
• Tes lisan mengenai letak tempat dan bukti penyebaran Islam pada peta Indonesia.
Format Penilaian Portofolio
Indikator Nilai Kualitatif Nilai Kuantitatif Deskripsi
Pengantar
Menunjukkan dengan tepat isi karangan/laporan penelitian, kesimpulan maupun rangkuman. Untuk peta, skema, dan lukisan, mempersiapkan bahan-bahan.
Isi
Kesesuaian antara judul dengan isi dan materi. Menguraikan hasil karangan/laporan penelitian, kesimpulan, dan rangkuman dengan tepat. Menjabarkan peta dan skema sesuai dengan tema yang diajukan. Melukis sesuai dengan wujud benda yang telah ditentukan.
Penutup Memberikan kesimpulan karangan/hasil penelitian
Struktur/logika penulisan Penggambaran dengan jelas metode yang dipakai dalam karangan/penelitian
Orisinalitas karangan Karangan/penelitian, kesimpulan, rangkuman, peta, skema, dan lukisan merupakan hasil sendiri
Penyajian, bahasan dan bahasa Bahasa yang digunakan sesuai EYD dan komunikatif
Jumlah
Bumiayu, 2010.
Mengetahui,
Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran
H. Tasripin, S.Pd Drs. Harun Nurosid
NIP. 132279333 NIP. ---
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
NO: 11
SMA : SMA ISLAM T. HUDA BUMIAYU
Program : Ilmu Pengetahuan Sosial
Mata Pelajaran : Sejarah
Kelas/Semester : XI/1
Standar Kompetensi : 1. Menganalisis Perjalanan Bangsa Indonesia pada Masa
Negara-negara Tradisional
Kompetensi Dasar : 1.3. Menganalisis Pengaruh Perkembangan Agama dan
Kebudayaan Islam terhadap Masyarakat di Berbagai
Daerah di Indonesia
Indikator : - Mendeskripsikan perkembangan Islam di berbagai daerah dari abad ke-15 sampai abad ke-18
Alokasi Waktu : 3x45 menit
A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu untuk:
• Mendeskripsikan perkembangan Islam di berbagai daerah dari abad ke-15 sampai abad ke-18
B. Materi Pembelajaran
• Perkembangan Islam di berbagai daerah dari abad ke-15 sampai abad ke-18
C. Metode Pembelajaran
Pendekatan model ICT dan life skill, pemberian tugas
D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
1. Kegiatan Pendahuluan
• Apersepsi guru membuka pembelajaran dengan memberikan gambaran mengenai Wali Songo.
• Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
2. Kegiatan Inti
• Peserta didik dibagi dalam beberapa kelompok dan ditugaskan untuk menganalisis proses perkembangan Islam dari zaman kerajaan hingga saat ini. Peserta didik juga menjelaskanlah faktor-faktor yang menjadi penentu mudahnya proses perkembangan Islam di Nusantara. Tugas dikumpulkan dalam bentuk portofolio uraian analitis (Aktivitas hal 78).
3. Kegiatan Penutup
• Bersama-sama melakukan refleksi materi yang telah dibahas.
• Menarik kesimpulan materi.
E. Sumber Belajar
• Kurikulum KTSP dan perangkatnya
• Pedoman Khusus Pengembangan Silabus KTSP SMA XI IPS - ESIS
• Buku sumber Sejarah SMA XI IPS – ESIS (hal 63 – 86)
• Peta konsep
• Power point
• OHP/slide
• Internet
F. Penilaian
• Portofolio berbentuk uraian analitis mengenai proses perkembangan Islam dari zaman kerajaan hingga saat ini dan faktor-faktor yang menjadi penentu mudahnya proses perkembangan Islam di Nusantara (Aktivitas hal 78).
Format Penilaian Portofolio
Indikator Nilai Kualitatif Nilai Kuantitatif Deskripsi
Pengantar
Menunjukkan dengan tepat isi karangan/laporan penelitian, kesimpulan maupun rangkuman. Untuk peta, skema, dan lukisan, mempersiapkan bahan-bahan.
Isi
Kesesuaian antara judul dengan isi dan materi. Menguraikan hasil karangan/laporan penelitian, kesimpulan, dan rangkuman dengan tepat. Menjabarkan peta dan skema sesuai dengan tema yang diajukan. Melukis sesuai dengan wujud benda yang telah ditentukan.
Penutup Memberikan kesimpulan karangan/hasil penelitian
Struktur/logika penulisan Penggambaran dengan jelas metode yang dipakai dalam karangan/penelitian
Orisinalitas karangan Karangan/penelitian, kesimpulan, rangkuman, peta, skema, dan lukisan merupakan hasil sendiri
Penyajian, bahasan dan bahasa Bahasa yang digunakan sesuai EYD dan komunikatif
Jumlah
Bumiayu, 2010.
Mengetahui,
Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran
H. Tasripin, S.Pd Drs. Harun Nurosid
NIP. 132279333 NIP. ---
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
NO: 12
SMA : SMA ISLAM T. HUDA BUMIAYU
Program : Ilmu Pengetahuan Sosial
Mata Pelajaran : Sejarah
Kelas/Semester : XI/1
Standar Kompetensi : 1. Menganalisis Perjalanan Bangsa Indonesia pada Masa
Negara-negara Tradisional
Kompetensi Dasar : 1.3. Menganalisis Pengaruh Perkembangan Agama dan
Kebudayaan Islam terhadap Masyarakat di Berbagai
Daerah di Indonesia
Indikator : - Mendeskripsikan kehidupan sosial, politik, ekonomi, dan budaya Islam di Indonesia
Alokasi Waktu : 2x45 menit
A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu untuk:
• Mendeskripsikan kehidupan sosial, politik, ekonomi, dan budaya Islam di Indonesia
B. Materi Pembelajaran
• Kehidupan sosial, politik, ekonomi, dan budaya Islam di Indonesia
C. Metode Pembelajaran
Pendekatan model ICT dan life skill, pemberian tugas
D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
1. Kegiatan Pendahuluan
• Apersepsi guru membuka pembelajaran dengan mengajukan pertanyaan “Bagaimana kehidupan sosial masyarakat Islam di Indonesia?”.
• Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
2. Kegiatan Inti
• Guru menjelaskan mengenai kehidupan sosial, politik, ekonomi, dan budaya Islam di Indonesia.
3. Kegiatan Penutup
• Bersama-sama melakukan refleksi materi yang telah dibahas.
• Menarik kesimpulan materi.
• Peserta didik mengerjakan soal evaluasi pilihan ganda (hal 83 – 85 no. 1 – 20) dan soal uraian (hal 85 no. 1 – 10). Tugas dikumpulkan pada pertemuan berikutnya.
E. Sumber Belajar
• Kurikulum KTSP dan perangkatnya
• Pedoman Khusus Pengembangan Silabus KTSP SMA XI IPS - ESIS
• Buku sumber Sejarah SMA XI IPS – ESIS (hal 63 – 86)
• Peta konsep
• Power point
• OHP/slide
• Internet
F. Penilaian
• Evaluasi pilihan ganda hal 83 – 85 no. 1 – 20 (skor 2 s/d 40) dan soal uraian hal 85 no. 1 – 10 (skor setiap soal benar 6 tetapi bila mendekati 3). Tugas dikumpulkan pada pertemuan berikutnya.
Kunci Jawaban
A.
1. e
2. d
3. a
4. e
5. e
6. d
7. c
8. b
9. c
10. c
11. d
12. a
13. c
14. b
15. b
16. d
17. a
18. b
19. d
20. d
B.
1. Daerah Arab sebelum masuk Islam, umumnya dibagi dalam tiga bagian besar, yakni daerah bagian selatan Jazirah Arab, daerah bagian utara Jazirah Arab, dan daerah Hijaz.
2. Kekuasaan Bani Umayyah berumur kurang lebih 90 tahun 661 – 743). Ibu kota negara dipindahkan dari Madinah ke Damaskus, Syria. Sistem pergantian khalifah tidak lagi dilakukan secara musyawarah, tetapi didasarkan pada garis keturunan. Kekhalifahan Abbasiyah berkuasa dari tahun 750 – 1258). Mereka memindahkan pusat kekhalifahan dari Damaskus ke Baghdad. Dalam masa pemerintahan kekhalifahan ini, masyarakat Islam mencapai puncak kejayaan.
3. Menurut catatan Chou Ku-Fei, di Indonesia pada 1178 M, terdapat dua tempat yang menjadi komunitas orang Ta-Shih (Arab), yaitu Fo-lo-an (Kuala Brag, Trengganu, dan Malaysia) dan Sumatra Selatan.
4. Masuknya Islam ke Indonesia dilakukan dengan jalan damai melalui perdagangan dan da’wah oleh para mubaligh dan sufi. Namun, adakalanya penyebaran diwarnai dengan penaklukan, misalnya jika situasi politik di kerajaan-kerajaan itu mengalami kekacauan akibat perebutan kekuasaan. Islam juga berfungsi sebagai alat untuk mempersatukan kekuatan dalam menghadapi lawan.
5. Para pedagang Arab dan Gujarat berdagang di pesisir pantai dan berda’wah menyebarkan agama Islam. Mereka kemudian membangun perkampungan-perkampungan di pesisir pantai dan menikah dengan gadis-gadis pribumi. Pernikahan tersebut menyebabkan para gadis dan keluarganya kemudian ikut memeluk Islam. Para pedagang juga mendekati para bangsawan kerajaan untuk memeluk Islam.
6. Penyebaran Islam di Pulau Kalimantan dapat diketahui dari Hikayat Banjar milik Kerajaan Banjar. Islamisasi dilatarbelakangi adanya kepentingan politik Kerajaan Demak dalam konflik antara Kerajaan Banjar dan Kerajaan Daha. Di Sulawesi, terutama bagian Selatan, agama Islam masuk pada abad ke-16. Di daerah ini Islamisasi terjadi melalui konversi pusat kekuasaan (istana/keraton). Konversi agama dijalankan dengan pusat kekuasaan yang telah ada.
7. Sistem sosial masyarakat di Indonesia setelah masuknya Islam merujuk pada nilai-nilai kesetaraan. Mobilitas sosial masyarakat terjadi secara horisontal maupun vertikal, terbentuknya pusat-pusat kebudayaan di masjid-masjid.
8. Syarat untuk masuk Islam mudah, agama Islam tidak mengenal sistem pembagian masyarakat berdasarkan pembedaan kasta, penyebaran Islam dilakukan dengan jalan yang relatif damai, sifat bangsa Indonesia yang ramah tamah memberi peluang untuk bergaul lebih erat dengan bangsa lain, upacara-upacara keagamaan dalam Islam lebih sederhana dan dipadankan dengan upacara-upacara yang telah ada sebelumnya.
9. Jaringan ekonomi dan intelektual Islam dimulai pada jalur perdagangan. Pertemuan dengan pedagang asing adalah pintu utama jaringan ekonomi sehingga tidak salah yang menjadi titik pentingnya adalah kota-kota pelabuhan.
10. Para wali berperan sebagai juru da’wah, penyebar, dan perintis agama Islam khususnya di Pulau Jawa.
Bumiayu, 2010.
Mengetahui,
Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran
H. Tasripin, S.Pd Drs. Harun Nurosid
NIP. 132279333 NIP. ---
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
NO: 13
SMA : SMA ISLAM T. HUDA BUMIAYU
Program : Ilmu Pengetahuan Sosial
Mata Pelajaran : Sejarah
Kelas/Semester : XI/1
Standar Kompetensi : 1. Menganalisis Perjalanan Bangsa Indonesia pada Masa
Negara-negara Tradisional
Kompetensi Dasar : 1.4. Menganalisis Perkembangan Kehidupan Negara-negara
Kerajaan Islam di Indonesia
Indikator : - Mendeskripsikan muncul dan berkembangnya kerajaan-
kerajaan Islam di berbagai daerah
a. Samudra Pasai
b. Malaka
c. Aceh Darussalam
d. Demak
e. Banten
f. Mataram Islam
g. Gowa dan Tallo
h. Ternate dan Tidore
- Mengidentifikasi ciri-ciri pokok sistem dan struktur sosial masyarakat di kerajaan-kerajaan bercorak Islam di berbagai daerah
Alokasi Waktu : 3x45 menit
A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu untuk:
• Mendeskripsikan muncul dan berkembangnya kerajaan-kerajaan Islam di berbagai daerah
• Mengidentifikasi ciri-ciri pokok sistem dan struktur sosial masyarakat di kerajaan-kerajaan bercorak Islam di berbagai daerah
B. Materi Pembelajaran
• Muncul dan berkembangnya kerajaan-kerajaan Islam di berbagai daerah
• Ciri-ciri pokok sistem dan struktur sosial masyarakat di kerajaan-kerajaan bercorak Islam di berbagai daerah
C. Metode Pembelajaran
Pendekatan model ICT dan life skill, diskusi jigsaw, pemberian tugas
D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
1. Kegiatan Pendahuluan
• Apersepsi guru membuka pembelajaran dengan mengajukan pertanyaan “Sebutkan kerajaan Islam tertua di Indonesia?”.
• Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
2. Kegiatan Inti
• Peserta didik dibagi dalam delapan kelompok untuk mendiskusikan delapan kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia (hal 87 – 111). Setiap kelompok membahas salah satu dari materi tersebut. Setelah itu, setiap kelompok membuat laporan tertulis berdasarkan hasil diskusi.
• Guru memberikan tugas portofolio kepada peserta didik berbentuk uraian analitis mengenai kontribusi pahlawan-pahlawan dan sastrawan Islam besar yang berasal dari Kerajaan Aceh (Aktivitas hal 96). Tugas dikumpulkan pada pertemuan berikutnya.
3. Kegiatan Penutup
• Bersama-sama melakukan refleksi materi yang telah dibahas.
• Menarik kesimpulan materi.
E. Sumber Belajar
• Kurikulum KTSP dan perangkatnya
• Pedoman Khusus Pengembangan Silabus KTSP SMA XI IPS - ESIS
• Buku sumber Sejarah SMA XI IPS – ESIS (hal 87 – 114)
• Peta konsep
• Power point
• OHP/slide
• Internet
F. Penilaian
• Unjuk Kerja berbentuk diskusi kelompok mengenai kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia.
Lembar Penilaian Diskusi
Hari/Tanggal : …………………………………
Topik diskusi/debat : …………………………………
No Sikap/Aspek yang dinilai Nama Kelompok/ Nama peserta didik Nilai Kualitatif Nilai Kuantitatif
Penilaian kelompok
1. Menyelesaikan tugas kelompok dengan baik
2 Kerjasama kelompok
3 Hasil tugas
Jumlah Nilai Kelompok
Penilaian Individu Peserta didik
1. Berani mengemukakan pendapat
2. Berani menjawab pertanyaan
3. Inisiatif
4. Ketelitian
Jumlah Nilai Individu
Format Penilaian Portofolio
Indikator Nilai Kualitatif Nilai Kuantitatif Deskripsi
Pengantar
Menunjukkan dengan tepat isi karangan/laporan penelitian, kesimpulan maupun rangkuman. Untuk peta, skema, dan lukisan, mempersiapkan bahan-bahan.
Isi
Kesesuaian antara judul dengan isi dan materi. Menguraikan hasil karangan/laporan penelitian, kesimpulan, dan rangkuman dengan tepat. Menjabarkan peta dan skema sesuai dengan tema yang diajukan. Melukis sesuai dengan wujud benda yang telah ditentukan.
Penutup Memberikan kesimpulan karangan/hasil penelitian
Struktur/logika penulisan Penggambaran dengan jelas metode yang dipakai dalam karangan/penelitian
Orisinalitas karangan Karangan/penelitian, kesimpulan, rangkuman, peta, skema, dan lukisan merupakan hasil sendiri
Penyajian, bahasan dan bahasa Bahasa yang digunakan sesuai EYD dan komunikatif
Jumlah
Bumiayu, 2010.
Mengetahui,
Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran
H. Tasripin, S.Pd Drs. Harun Nurosid
NIP. 132279333 NIP. ---
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
NO: 14
SMA : SMA ISLAM T. HUDA BUMIAYU
Program : Ilmu Pengetahuan Sosial
Mata Pelajaran : Sejarah
Kelas/Semester : XI/1
Standar Kompetensi : 1. Menganalisis Perjalanan Bangsa Indonesia pada Masa
Negara-negara Tradisional
Kompetensi Dasar : 1.4. Menganalisis Perkembangan Kehidupan Negara-negara
Kerajaan Islam di Indonesia
Indikator : - Menunjukkan peta wilayah kekuasaan kerajaan-kerajaan
Islam di berbagai daerah
a. Samudra Pasai
b. Malaka
c. Aceh Darussalam
d. Demak
e. Banten
f. Mataram Islam
g. Gowa dan Tallo
h. Ternate dan Tidore
Alokasi Waktu : 3x45 menit
A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu untuk:
• Menunjukkan peta wilayah kekuasaan kerajaan-kerajaan Islam di berbagai daerah
B. Materi Pembelajaran
• Wilayah kekuasaan kerajaan-kerajaan Islam di berbagai daerah
C. Metode Pembelajaran
Pendekatan model ICT dan life skill, diskusi
D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
1. Kegiatan Pendahuluan
• Apersepsi guru membuka pembelajaran dengan mengajukan pertanyaan “Dimana letak wilayah kekuasaan Kerajaan Samudra Pasai?”.
• Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
2. Kegiatan Inti
• Peserta didik secara berkelompok mendemonstrasikan peta wilayah kekuasaan kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia berdasarkan hasil buatannya. Tugas telah diberitahukan pada pertemuan sebelumnya.
• Guru memberikan tes lisan kepada para peserta didik mengenai wilayah kekuasaan kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia.
3. Kegiatan Penutup
• Bersama-sama melakukan refleksi materi yang telah dibahas.
• Menarik kesimpulan materi.
E. Sumber Belajar
• Kurikulum KTSP dan perangkatnya
• Pedoman Khusus Pengembangan Silabus KTSP SMA XI IPS - ESIS
• Buku sumber Sejarah SMA XI IPS – ESIS (hal 87 – 114)
• Peta konsep
• Power point
• OHP/slide
• Internet
F. Penilaian
• Tes lisan mengenai wilayah kekuasaan kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia.
Bumiayu, 2010.
Mengetahui,
Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran
H. Tasripin, S.Pd Drs. Harun Nurosid
NIP. 132279333 NIP. ---
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
NO: 15
SMA : SMA ISLAM T. HUDA BUMIAYU
Program : Ilmu Pengetahuan Sosial
Mata Pelajaran : Sejarah
Kelas/Semester : XI/1
Standar Kompetensi : 1. Menganalisis Perjalanan Bangsa Indonesia pada Masa
Negara-negara Tradisional
Kompetensi Dasar : 1.4. Menganalisis Perkembangan Kehidupan Negara-negara
Kerajaan Islam di Indonesia
Indikator : - Mendeskripsikan struktur birokrasi, hubungan pusat daerah, dan hukum di kerajaan-kerajaan yang bercorak
Islam
Alokasi Waktu : 1x45 menit
A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu untuk:
• Mendeskripsikan struktur birokrasi, hubungan pusat daerah, dan hukum di kerajaan-kerajaan yang bercorak Islam
B. Materi Pembelajaran
• Struktur birokrasi, hubungan pusat daerah, dan hukum di kerajaan-kerajaan yang bercorak Islam
C. Metode Pembelajaran
Pendekatan model ICT dan life skill, pemberian tugas
D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
1. Kegiatan Pendahuluan
• Apersepsi guru membuka pembelajaran dengan mengajukan pertanyaan “Bagaimana struktur birokrasi di kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia?”.
• Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
2. Kegiatan Inti
• Guru menjelaskan mengenai struktur birokrasi, hubungan pusat daerah, dan hukum di kerajaan-kerajaan yang bercorak Islam.
3. Kegiatan Penutup
• Bersama-sama melakukan refleksi materi yang telah dibahas.
• Menarik kesimpulan materi.
• Peserta didik mengerjakan soal evaluasi pilihan ganda (hal 112 – 114 no. 1 – 20) dan soal uraian (hal 114 no. 1 – 10). Tugas dikumpulkan pada pertemuan berikutnya.
E. Sumber Belajar
• Kurikulum KTSP dan perangkatnya
• Pedoman Khusus Pengembangan Silabus KTSP SMA XI IPS - ESIS
• Buku sumber Sejarah SMA XI IPS – ESIS (hal 87 – 114)
• Peta konsep
• Power point
• OHP/slide
• Internet
F. Penilaian
• Evaluasi pilihan ganda hal 112 – 114 no. 1 – 20 (skor 2 s/d 40) dan soal uraian hal 114 no. 1 – 10 (skor setiap soal benar 6 tetapi bila mendekati 3). Tugas dikumpulkan pada pertemuan berikutnya.
Kunci Jawaban
A.
1. a
2. c
3. b
4. b
5. a
6. e
7. e
8. b
9. c
10. c
11. b
12. d
13. b
14. e
15. a
16. c
17. b
18. b
19. a
20. a
B.
1. Kerajaan Malaka memiliki letak yang strategis, yaitu berada di tepi Selat Malaka, menyebabkan kerajaan ramai dikunjungi para pedagang.
2. Raja-raja yang memerintah setelah Sultan Iskandar Muda tidak mampu mempertahankan wilayah Kerajaan Aceh yang luas. Terjadi perpecahan antarkelompok antara golongan ulama (tengku) dan golongan bangsawan (teuku).
3. Di Kerajaan Demak terjadi perebutan kekuasaan hingga menimbulkan perpecahan. Akhirnya Demak berada dalam kekuasaan Kerajaan Mataram.
4. VOC menjalankan politik adu domba (devide et impera) dengan mempengaruhi anak Sultan Ageng Tirtayasa, yaitu Sultan Haji. Sultan Haji dekat dengan VOC sehingga menimbulkan persengketaan dan perang saudara. Sultan Ageng Tirtayasa ditangkap dan wafat pada tahun 1692. Kerajaan Banten menjadi kerajaan boneka VOC.
5. Basis perekonomian Demak adalah pertanian beras, sektor perdagangan dan kelautan semakin berkembang setelah Demak berhasil menguasai beberapa pelabuhan penting.
6. Kehidupan politik di Kerajaan Banten sangat dipengaruhi oleh VOC karena Sultan Haji cenderung bersahabat dengan VOC. Ayah Sultan Haji, Sultan Ageng Tirtayasa, tidak menyetujui hubungan tersebut sehingga terhjadi persengketaan dan perang saudara.
7. Perjanjian Giyanti (1755), Kerajaan Mataram terbagi dua, yaitu Kesultanan Yogyakarta dan Kasuhunan Surakarta. Perjanjian Salatiga (1757), Kerajaan Mataram terbagi tiga daerah, yaitu Kesultanan Yogyakarta, Kasuhunan Surakarta, dan Mangkunegaran.
8. Belanda mendapatkan bantuan dari Aru Palaka, Raja Bone.
9. Portugis mendekati Ternate dan membujuk agar diizinkan membangun Benteng Sao Paolo. Hal itu hanyalah taktik Portugis agar dapat memonopoli perdagangan dan menguasai Ternate.
10. Tidak ada pemimpin yang cakap, masuknya pengaruh Barat ke Indonesia.
Bumiayu, 2010.
Mengetahui,
Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran
H. Tasripin, S.Pd Drs. Harun Nurosid
NIP. 132279333 NIP. ---
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
NO: 16
SMA : SMA ISLAM T. HUDA BUMIAYU
Program : Ilmu Pengetahuan Sosial
Mata Pelajaran : Sejarah
Kelas/Semester : XI/1
Standar Kompetensi : 1. Menganalisis Perjalanan Bangsa Indonesia pada Masa
Negara-negara Tradisional
Kompetensi Dasar : 1.5. Menganalisis Proses Interaksi antara Tradisi Lokal,
Hindu-Buddha, dan Islam di Indonesia
Indikator : - Mengidentifikasi perpaduan tradisi lokal, Hindu-Buddha,
dan Islam dalam institusi sosial masyarakat di berbagai
daerah
- Mendeskripsikan proses percampuran kepercayaan lokal, Hindu-Buddha, dan Islam dalam kehidupan keagamaan masyarakat di berbagai daerah
Alokasi Waktu : 3x45 menit
A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu untuk:
• Mengidentifikasi perpaduan tradisi lokal, Hindu-Buddha, dan Islam dalam institusi sosial masyarakat di berbagai daerah
• Mendeskripsikan proses percampuran kepercayaan lokal, Hindu-Buddha, dan Islam dalam kehidupan keagamaan masyarakat di berbagai daerah
B. Materi Pembelajaran
• Perpaduan tradisi lokal, Hindu-Buddha, dan Islam dalam institusi sosial masyarakat di berbagai daerah
• Percampuran kepercayaan lokal, Hindu-Buddha, dan Islam dalam kehidupan keagamaan masyarakat di berbagai daerah
C. Metode Pembelajaran
Pendekatan model ICT dan life skill, diskusi, pemberian tugas
D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
1. Kegiatan Pendahuluan
• Apersepsi guru membuka pembelajaran dengan mengajukan pertanyaan “Sebutkan contoh perpaduan tradisi lokal dan Hindu-Buddha dalam institusi sosial masyarakat di berbagai daerah?”.
• Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
2. Kegiatan Inti
• Peserta didik dibagi beberapa kelompok untuk mendiskusikan warisan peninggalan pengaruh budaya Hindu-Buddha yang sampai saat ini masih secara konsisten dilaksanakan di dalam masyarakat kita (Aktivitas hal 122).
• Guru memberikan tugas portofolio kepada peserta didik berbentuk uraian analitis mengenai akulturasi budaya Islam dengan budaya lokal yang sampai saat ini masih diterapkan di masyarakat tempat tinggalmu, baik dalam ilmu fikih, filsafat, ekonomi, maupun sosial budaya (Aktivitas hal 127). Tugas dikumpulkan pada pertemuan berikutnya.
3. Kegiatan Penutup
• Bersama-sama melakukan refleksi materi yang telah dibahas.
• Menarik kesimpulan materi.
E. Sumber Belajar
• Kurikulum KTSP dan perangkatnya
• Pedoman Khusus Pengembangan Silabus KTSP SMA XI IPS - ESIS
• Buku sumber Sejarah SMA XI IPS – ESIS (hal 115 – 136)
• Peta konsep
• Power point
• OHP/slide
• Internet
F. Penilaian
• Unjuk Kerja berbentuk diskusi kelompok mengenai kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia.
Lembar Penilaian Diskusi
Hari/Tanggal : …………………………………
Topik diskusi/debat : …………………………………
No Sikap/Aspek yang dinilai Nama Kelompok/ Nama peserta didik Nilai Kualitatif Nilai Kuantitatif
Penilaian kelompok
1. Menyelesaikan tugas kelompok dengan baik
2 Kerjasama kelompok
3 Hasil tugas
Jumlah Nilai Kelompok
Penilaian Individu Peserta didik
1. Berani mengemukakan pendapat
2. Berani menjawab pertanyaan
3. Inisiatif
4. Ketelitian
Jumlah Nilai Individu
Format Penilaian Portofolio
Indikator Nilai Kualitatif Nilai Kuantitatif Deskripsi
Pengantar
Menunjukkan dengan tepat isi karangan/laporan penelitian, kesimpulan maupun rangkuman. Untuk peta, skema, dan lukisan, mempersiapkan bahan-bahan.
Isi
Kesesuaian antara judul dengan isi dan materi. Menguraikan hasil karangan/laporan penelitian, kesimpulan, dan rangkuman dengan tepat. Menjabarkan peta dan skema sesuai dengan tema yang diajukan. Melukis sesuai dengan wujud benda yang telah ditentukan.
Penutup Memberikan kesimpulan karangan/hasil penelitian
Struktur/logika penulisan Penggambaran dengan jelas metode yang dipakai dalam karangan/penelitian
Orisinalitas karangan Karangan/penelitian, kesimpulan, rangkuman, peta, skema, dan lukisan merupakan hasil sendiri
Penyajian, bahasan dan bahasa Bahasa yang digunakan sesuai EYD dan komunikatif
Jumlah
Bumiayu, 2010.
Mengetahui,
Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran
H. Tasripin, S.Pd Drs. Harun Nurosid
NIP. 132279333 NIP. ---
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
NO: 17
SMA : SMA ISLAM T. HUDA BUMIAYU
Program : Ilmu Pengetahuan Sosial
Mata Pelajaran : Sejarah
Kelas/Semester : XI/1
Standar Kompetensi : 1. Menganalisis Perjalanan Bangsa Indonesia pada Masa
Negara-negara Tradisional
Kompetensi Dasar : 1.5. Menganalisis Proses Interaksi antara Tradisi Lokal,
Hindu-Buddha, dan Islam di Indonesia
Indikator : - Mengidentifikasi proses percampuran seni bangunan
lokal, Hindu-Buddha, dan Islam di berbagai wilayah
Indonesia
Alokasi Waktu : 2x45 menit
A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu untuk:
• Mengidentifikasi proses percampuran seni bangunan lokal, Hindu-Buddha, dan Islam di berbagai wilayah Indonesia
B. Materi Pembelajaran
• Percampuran seni bangunan lokal, Hindu-Buddha, dan Islam di berbagai wilayah Indonesia
C. Metode Pembelajaran
Pendekatan model ICT dan life skill, pemberian tugas
D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
1. Kegiatan Pendahuluan
• Apersepsi guru membuka pembelajaran dengan mengajukan pertanyaan “Sebutkan contoh perpaduan tradisi lokal dan Hindu-Buddha dalam seni bangunan?”.
• Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
2. Kegiatan Inti
• Peserta didik bersama guru menganalisis gambar-gambar hasil percampuran kebudayaan lokal, Hindu-Buddha, dan Islam dalam seni arsitektur.
• Peserta didik mengerjakan soal evaluasi dan evaluasi akhir semester 1 pilihan ganda (hal 128 – 130 no. 1 – 20 dan hal 132 – 136 no. 1 – 50) dan soal uraian (hal 130 no. 1 – 10 dan hal 136 no 1 – 15). Tugas dikumpulkan pada pertemuan berikutnya.
3. Kegiatan Penutup
• Bersama-sama melakukan refleksi materi yang telah dibahas.
• Menarik kesimpulan materi.
E. Sumber Belajar
• Kurikulum KTSP dan perangkatnya
• Pedoman Khusus Pengembangan Silabus KTSP SMA XI IPS - ESIS
• Buku sumber Sejarah SMA XI IPS – ESIS (hal 115 – 136)
• Peta konsep
• Power point
• OHP/slide
• Internet
F. Penilaian
Penilaian Tes tertulis: - Pilihan ganda hal 128 – 130 no. 1 – 20 dan hal 132 – 136 no. 1
- 50 (skor 1 s/d 70)
- Uraian hal 130 no. 1 – 10 dan hal 136 no. 1 - 15
(skor setiap soal benar 2 tetapi bila mendekati 1)
Kunci Jawaban
A.
1. d
2. b
3. b
4. e
5. c
6. c
7. e
8. a
9. b
10. e
11. d
12. a/b
13. b
14. a
15. c
16. c
17. c
18. b
19. c
20. c
B.
1. Bentuk candi di Indonesia merupakan akulturasi dengan kebudayaan lokal punden berundak-undak. Hasil kesusastraan zaman kuno terutama berasal dari kerajaan-kerajaan di Jawa dan Bali mendapat pengaruh Hindu-Buddha berupa prosa dan puisi atau tembang.
2. Swarloka (atap candi) melambangkan dunia para dewa. Bhurwaloka (tubuh candi) biasanya terdapat patung dewa. Bhurloka (kaki candi) terdapat peripih untuk air suci.
3. Kamadatu (dasar candi) melambangkan manusia dalam rahim ibu. Rupadatu (tengah candi) melambangkan kehidupan manusia penuh nafsu keduniaan. Arupadatu (atas candi) melambangkan manusia sudah mencapai nirwana.
4. Agama Hindu memperkenalkan konsep dewa, sedangkan agama Buddha memperkenalkan samsara dan moksa. Namun, ajaran Hindu-Buddha tidak menyebabkan hilangnya kepercayaan asli Indonesia.
5. Sistem penanggalan yang berkembang ketika kebudayaan Hindu masuk ke Indonesia adalah Tahun Saka. Tahun Saka berasal dari India Barat yang baru diterapkan pada penanggalan tahun 78. Sistem penanggalan Tahun Saka digunakan di Indonesia pada abad ke-7 sampa ke-14.
6. Bangunan masjid dengan arsitektur khas Indonesia, yaitu atap bersusun atau tumpang dan dilengkapi dengan menara. Batu nisan berhias kaligrafi, berbentuk melengkung seperti kubah masjid, dan dibuat dari bahan permanen seperti marmer.
7. Kebudayaan Islam memperkenalkan sistem masyarakat yang relatif lebih demokratis dari masa sebelumnya. Agama Islam tidak mengenal perbedaan golongan dalam masyarakat. Pengaruh budaya tampak dalam penggunaan kalender Islam.
8. Setelah Islam masuk ke Indonesia, banyak raja-raja yang memakai gelar sultan. Selain itu, dalam aturan-aturan pemerintahan, seperti upacara penobatan raja sudah digunakan aturan-aturan Islam.
9. Suluk merupakan salah satu karya sastra yang berisi ajaran tasawuf. Hikayat pada dasarnya sama dengan dongeng atau cerita rakyat yang sudah ada sebelum masuknya Islam kemudian disesuaikan dengan ajaran dan pengaruh Islam. Babad merupakan kisah sejarah yang kadang memuat silsilah para raja suatu kerajaan Islam.
10. Qalam adalah ajaran pokok agama Islam tentang keesaan Tuhan.
Evaluasi Semester 1
A.
1. e
2. d
3. c
4. d
5. d
6. e
7. d
8. a
9. d
10. c
11. e
12. c
13. a
14. d
15. c
16. c
17. e
18. c
19. b
20.
21. e
22. c
23. d
24. d
25. d
26. b
27. d
28. b
29. c
30. c
31. e
32. d
33. b
34. e
35. a
36. a
37. e
38. d
39. e
40. d
41. d
42. d
43. c
44. d
45. e
46. c
47. a
48. c
49. d
50. c
B.
1. Pembagian masyarakat atas kasta pada dasarnya adalah pembagian tugas atau pekerjaan. Kaum Brahmana bertugas mengurus soal kehidupan keagamaan. Kaum Ksatria berkewajiban menjalankan pemerintahan, termasuk pertahanan negara. Kaum Waisya bertugas berdagang, bertani, dan beternak. Sementara itu, Kaum Sudra bertugas sebagai pekerja atau pelayan.
2. Kitab Veda terdiri atas empat bagian, yaitu Reg-Veda (kitab tertua), Yajur-Veda (pedoman pengorbanan), Sama-Weda (pedoman zikir dan puji-pujian), Atharva-Weda (kumpulan mantra-mantra gaib). Tripitaka terdiri atas tiga bagian, yaitu Sutta Pitaka (kumpulan khotbah), Vinaya Pitaka (aturan kehidupan pendeta), Abhidharma Pitaka (filosofi, psikologi, klasifikasi, dan sistematisasi doktrin).
3. Perdagangan di Indonesia semakin berkembang setelah lahirnya kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha. Pada masa kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha, rakyat terkadang dengan sukarela menjadi tenaga kerja dalam pembangunan istana, candi, dan jalan walau dilakukan tanpa bayaran. Hal itu wujud kecintaan terhadap raja yang dianggap sebagai titisan dewa.
4. Berdasarkan catatan dari biksu Cina, yaitu I-Tsing. Pada abad ke-7 terdapat kerajaan Melayu yang berada di dekat Selat Malaka sebagai bagian dari kekuasaan Kerajaan Sriwijaya.
5. Bentuk akulturasi Islam dengan lokal dalam seni bangunan terlihat dari bangunan masjid yang menggunakan atap tumpang, digunakannya tiang penopang yang mengikuti bentuk rumah tradisional Jawa, digunakannya menara masjid untuk mengumandangkan azan. Setelah Islam masuk ke Indonesia, banyak raja-raja yang memakai gelar sultan. Selain itu, dalam aturan-aturan pemerintahan, seperti upacara penobatan raja sudah digunakan aturan-aturan Islam. Kebudayaan Islam memperkenalkan sistem masyarakat yang relatif lebih demokratis dari masa sebelumnya. Agama Islam tidak mengenal perbedaan golongan dalam masyarakat. Pengaruh budaya tampak dalam penggunaan kalender Islam.
6. Dinasti Sanjaya: Raja Sanna, Raja Sanjaya, Rakai Panangkaran, Rakai Pikatan, Rakai Kayuwangi, Rakai Watuhumalang, Raja Balitung, Sri Maharaja Tulodhong, Sri Maharaja Rakai Wawa. Dinasti Syailendra: Raja Indra, Raja Samaratungga.
7. Khalifah Abu Bakar memenangkan Perang Riddah, membasmi nabi-nabi palsu, pengumpulan lembaran surat-surat Alquran. Khalifah Umar bin Khattab menguasai Jazirah Arab, Palestina, Syria, sebagian besae Persia dan Mesir, mendirikan Baitul Maal, menempa mata uang, dan menciptakan Tahun Hijriah. Khalifah Usman bin Affan meresmikan pembukuan Kitab Al-Quran, membangun bendungan, jalan-jalan, masjid, dan memperluas kekuasaan Islam ke Armenia, Tunisia, Cyprus, Rhodes, sebagian Persia, Transoxania, dan Tabaristan. Khalifah Ali bin Abi Thalib menghadapi berbagai pergolakan.
8. Setelah masa Khulafaur Rasyidin, sistem pergantian khalifah tidak lagi dilakukan secara musyawarah antara pemuka agama, tetapi didasarkan pada garis keturunan.
9. Kerajaan Ternate dan Tidore merupakan daerah penghasil rempah-rempah terbesar. Dengan adanya kepentingan penguasaan perdagangan, terbentuklah persekutuan Uli Lima dipimpin oleh Ternate dan Uli Siwa yang dipimpin oleh Tidore. Persaingan ini dipengaruhi oleh kedatangan Portugis dan Spanyol yang berhasil mendirikan benteng. Pembangunan benteng mendapat tentangan dari Sultan Hairun, sehingga diadakan perundingan antara Portugis dengan Sultan Hairun. Namun, Sultan Hairun terbunuh dan rakyat semakin membenci Portugis. Perlawanan dilanjutkan oleh Sultan Baabullah yang berhasil mengusir Portugis pada tahun 1575.
10. Suluk merupakan salah satu karya sastra yang berisi ajaran tasawuf. Hikayat pada dasarnya sama dengan dongeng atau cerita rakyat yang sudah ada sebelum masuknya Islam kemudian disesuaikan dengan ajaran dan pengaruh Islam. Babad merupakan kisah sejarah yang kadang memuat silsilah para raja suatu kerajaan Islam.
11. Pendiri Kerajaan Majapahit adalah Raden Wijaya. Raden Wijaya adalah menantu Raja Kertanegara dari Kerajaan Singasari.
12. Bentuk atap tumpang pada masjid di Indonesia merupakan akulturasi kebudayaan Islam, Hindu-Buddha, dan prasejarah. Bentuk candi-candi di Indonesia yang berakulturasi dengan punden berundak-undak. Aksara Jawa dan Bali dipengaruhi oleh tulisan India. Penggunaan huruf Arab pada seni kaligrafi.
13. Pedagang muslim melakukan perdagangan sekaligus menyebarkan Islam. Para pedagang banyak yang menikah dengan wanita pribumi yang kemudian diminta untuk masuk Islam. Pendidikan Islam dilakukan di pesantren-pesantren. Saluran penyebaran Islam juga melalui tasawuf yang banyak dijumpai dalam cerita babad dan hikayat.
14. Dinasti Meurah Khair didirikan oleh Meurah Khair bergelar Maha Raja Mahmud Syah, memerintah dari tahun 1402-1708. Raja terakhir dari Dinasti ini adalah Sultan Nazimuddin Al-Kamil. Ia tidak memiliki keturunan sehingga terjadi perebutan kekuasaan. Dinasti Meurah Silu didirikan olehnya sendiri dan ia bergelar Sultan Malik Al-Saleh (1285-1297) yang juga keturunan raja Perlak. Ia berhasil memperkuat pengaruh Kerajaan Samudra Pasai menjadi kerajaan perdagangan di Malaka.
15. Ingin menyatukan Pulau Jawa di bawah kekuasaan Mataram.
Bumiayu, 2010.
Mengetahui,
Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran
H. Tasripin, S.Pd Drs. Harun Nurosid
NIP. 132279333 NIP. ---
baca selengkapnya ( klik ) di sini...
Menengok ke belakang : ada Kegagalan dan Kesuksesan ! ke depan : singkirkan penyebab Kegagalan, persiapkan penyebab Kesuksesan !
Senin, 19 April 2010
RPP SEJARAH KLAS XI IPS SEMESTER 1 (GASAL)
Minggu, 18 April 2010
RPP SEJARAH KLAS X SEMESTER 1(GASAL)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
NO: 1
SMA : SMA ISLAM T. HUDA BUMIAYU
Mata Pelajaran : Sejarah
Kelas/Semester : X/1
Standar Kompetensi : 1. Memahami Prinsip Dasar Ilmu Sejarah
Kompetensi Dasar : 1.1. Menjelaskan Pengertian dan Ruang Lingkup Sejarah
Indikator : Mendeskripsikan pengertian sejarah berdasarkan ...
asal usul kata dan pandangan para tokoh
Alokasi Waktu : 1x45 menit
A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu untuk:
• Mendeskripsikan pengertian sejarah berdasarkan asal usul kata
• Mendeskripsikan sejarah dalam pandangan para tokoh
B. Materi Pembelajaran
• Arti kata sejarah berdasarkan asal usul kata
• Sejarah dalam pandangan para tokoh tentang
C. Metode Pembelajaran
Pendekatan model ICT dan life skill, metode bermain, pemberian tugas, tanya jawab
D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
1. Kegiatan Pendahuluan
• Apersepsi guru membuka pembelajaran dengan menerapkan permainan “Aku Adalah” dengan menunjuk siswa secara acak untuk menyebutkan nama dan asal usul keluarganya. Siswa yang telah ditunjuk kemudian dipersilahkan menunjuk teman lain untuk melakukan hal yang sama.
• Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
2. Kegiatan Inti
• Guru menjelaskan arti kata sejarah berdasarkan asal usul kata dengan peta konsep (hal 3 – 4).
• Penugasan mencari pengertian arti kata sejarah dan pandangan tokoh tentang sejarah dari situs di www.yahoo.com, www.wikipedia.com, www.google.com
• Tanya-jawab berdasarkan hasil temuan siswa dari internet dan mencermati contoh pandangan tokoh mengenai sejarah di buku teks (hal 4 – 7).
• Peserta didik secara individu membuat pohon silsilah keluarga dan sejarah keluarga dalam bentuk karangan (Aktivitas hal 7).
3. Kegiatan Penutup
• Bersama-sama melakukan refleksi materi yang telah dibahas.
• Menarik kesimpulan materi.
E. Sumber Belajar
• Kurikulum KTSP dan perangkatnya
• Pedoman Khusus Pengembangan Silabus KTSP SMA - ESIS
• Buku sumber Sejarah SMA – ESIS (hal 1 -26)
• Peta konsep
• OHP
• Internet
F. Penilaian
• Pembuatan pohon silsilah keluarga dan karangan tentang sejarah keluarga (Aktivitas hal 7).
Format Penilaian Silsilah Keluarga
Aspek yang dinilai Nilai Kualitatif Nilai Kuantitatif
Ketepatan silsilah
Keakuratan nama-nama keluarga
Pemberian warna
Ketepatan penggunaan garis dan tanda penghubung silsilah
Keterangan silsilah lengkap
Kerapian
Jumlah Nilai
Format Penilaian Karangan
Aspek yang dinilai Nilai Kualitatif Nilai Kuantitatif Deskripsi
Pengantar
Menunjukkan dengan tepat isi karangan/laporan penelitian
Isi
Kesesuaian antara judul dengan isi dan materi. Menguraikan hasil karangan/penelitian dengan tepat. Hal-hal yang ditemukan dalam penelitian
Penutup Memberikan kesimpulan karangan/hasil penelitian
Struktur/logika penulisan Penggambaran dengan jelas metode yang dipakai dalam karangan/penelitian
Orisinalitas karangan Karangan/penelitian merupakan hasil sendiri
Penyajian, bahasan dan bahasa Bahasa yang digunakan sesuai EYD dan komunikatif
Jumlah Nilai
Kriteria Penilaian :
Kriteria Indikator Nilai Kualitatif Nilai Kuantitatif
80-100 Memuaskan 4
70-79 Baik 3
60-69 Cukup 2
45-59 Kurang cukup 1
Bumiayu, 2010.
Mengetahui,
Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran
H. Tasripin, S.Pd Drs. Harun Nurosid
NIP. 132279333 NIP. ---
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
NO: 2
SMA : SMA ISLAM T. HUDA BUMIAYU
Mata Pelajaran : Sejarah
Kelas/Semester : X/1
Standar Kompetensi : 1. Memahami Prinsip Dasar Ilmu Sejarah
Kompetensi Dasar : 1.1. Menjelaskan Pengertian dan Ruang Lingkup Sejarah
Indikator : Mendeskripsikan sejarah sebagai peristiwa,kisah,
ilmu, dan seni
Alokasi Waktu : 1x45 menit
A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu untuk:
• Medeskripsikan pengertian sejarah sebagai peristiwa, kisah, ilmu, dan seni
• Mendeskripsikan suatu kejadian termasuk ke dalam sejarah sebagai peristiwa, kisah, ilmu, dan seni
• Membedakan sejarah sebagai peristiwa, kisah, ilmu, dan seni
B. Materi Pembelajaran
Sejarah sebagai
• Peristiwa
• Kisah
• Ilmu
• Seni
C. Metode Pembelajaran
Ceramah, diskusi jigsaw
D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
1. Kegiatan Pendahuluan
• Apersepsi guru menanyakan pengalaman pribadi peserta didik yang berkesan. Guru menyebutkan karya-karya Pramoedya Ananta Toer dan menanyakan kepada siswa karya tersebut termasuk sejarah sebagai peristiwa, kisah, ilmu, atau seni.
• Menyampaikan tujuan pembelajaran.
2. Kegiatan Inti
• Guru membagi siswa dalam empat kelompok dan materi dibagi dalam empat bagian, yaitu sejarah sebagai peristiwa, kisah, ilmu, dan seni. Setiap kelompok menganalisa satu sub bab yang berbeda dan mempresentasikannya di depan kelas. Setiap kelompok diberi waktu tujuh menit untuk presentasi dan tanya jawab (Aktivitas hal 14).
• Peserta didik membuat kesimpulan kelompok.
3. Kegiatan Penutup
• Bersama-sama melakukan refleksi materi yang telah dibahas.
• Menarik kesimpulan materi.
E. Sumber Belajar
• Kurikulum KTSP dan perangkatnya
• Pedoman Khusus Pengembangan Silabus KTSP SMA - ESIS
• Buku sumber Sejarah SMA – ESIS (hal 8 – 14)
• Peta konsep
• OHP
• Internet
F. Penilaian
• Unjuk kerja dalam bentuk diskusi jigsaw. Guru membagi siswa dalam empat kelompok. Tiap kelompok mencari tulisan sejarah sebagai peristiwa, kisah, ilmu, dan seni. Setiap kelompok menganalisa mengapa dapat digolongkan demikian dan mempresentasikannya di depan kelas. Setiap kelompok diberi waktu tujuh menit untuk presentasi dan tanya jawab. (Aktivitas hal 14).
Lembar Penilaian Diskusi
Hari/Tanggal : …………………………………………………….
Topik diskusi/debat : ……………………………………………………..
No Sikap/Aspek yang dinilai Nama Kelompok/ Nama peserta didik Nilai Kualitatif Nilai Kuantitatif
Penilaian kelompok
1. Menyelesaikan tugas kelompok dengan baik
2 Kerjasama kelompok
3 Hasil tugas
Jumlah Nilai Kelompok
Penilaian Individu Peserta didik
1. Berani mengemukakan pendapat
2. Berani menjawab pertanyaan
3. Inisiatif
4. Ketelitian
Jumlah Nilai Individu
Bumiayu, ..........................2010.
Mengetahui,
Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran
H. Tasripin, S.Pd Drs. Harun Nurosid
NIP. 132279333 NIP. ---
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
NO: 3
SMA : SMA ISLAM T. HUDA BUMIAYU
Mata Pelajaran : Sejarah
Kelas/Semester : X/1
Standar Kompetensi : 1. Memahami Prinsip Dasar Ilmu Sejarah
Kompetensi Dasar : 1.1. Menjelaskan Pengertian dan Ruang Lingkup Sejarah
Indikator : Memberikan contoh pengertian generalisasi, periodisasi,
dan kronologi
Alokasi Waktu : 1x45 menit
A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu untuk:
• Menjelaskan pengertian generalisasi, periodisasi, dan kronologi
• Mendeskripsikan suatu kejadian termasuk ke dalam generalisasi, periodisasi, dan kronologi sejarah
• Memberikan contoh tentang generalisasi, periodisasi, dan kronologi
B. Materi Pembelajaran
• Pengertian generalisasi, periodisasi, dan kronologi
C. Metode Pembelajaran
Ceramah, pemberian tugas penyusunan kronologi dan peta konsep, tanya jawab
D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
1. Kegiatan Pendahuluan
• Apersepsi guru menayangkan gambar pertumbuhan manusia dari bayi sampai dewasa disertai dengan peristiwa yang dialami manusia tersebut dan menanyakan kepada siswa maksud dari gambar tersebut.
• Menyampaikan tujuan pembelajaran.
2. Kegiatan Inti
• Guru menjelaskan materi generalisasi, periodisasi, dan kronologi (hal 14 – 18).
• Guru memperlihatkan contoh kronologi dari peristiwa-peristiwa bersejarah di Indonesia (skema hal 17).
• Peserta didik menyusun periodisasi hidup sejak lahir sampai saat ini dalam bentuk garis waktu pada selembar kertas (Aktivitas hal 18).
• Tanya jawab tentang generalisasi, periodisasi, dan kronologi.
3. Kegiatan Penutup
• Bersama-sama melakukan refleksi materi yang telah dibahas.
• Menarik kesimpulan materi.
E. Sumber Belajar
• Kurikulum KTSP dan perangkatnya
• Pedoman Khusus Pengembangan Silabus KTSP SMA - ESIS
• Buku sumber Sejarah SMA – ESIS (hal 14 – 18)
• Peta konsep
• OHP
• Internet
F. Penilaian
• Portofolio dengan menyusun periodisasi hidup
Penilaian peta konsep
Format Penilaian Penyusunan Periodisasi Hidup
Nama Peserta Didik Aspek yang dinilai Nilai Kualitatif Nilai Kuantitatif
Struktur/logika dan keakuratan penulisan periodisasi hidup
Orisinalitas periodisasi hidup
Kreativitas bentuk
Penggunaan warna
Jumlah Nilai
Bumiayu, ...........................2010
Mengetahui,
Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran
H. Tasripin, S.Pd Drs. Harun Nurosid
NIP. 132279333 NIP. ---
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
NO: 4
SMA : SMA ISLAM T. HUDA BUMIAYU
Mata Pelajaran : Sejarah
Kelas/Semester : X/1
Standar Kompetensi : 1. Memahami Prinsip Dasar Ilmu Sejarah
Kompetensi Dasar : 1.1. Menjelaskan Pengertian dan Ruang Lingkup Sejarah
Indikator : - Mendeskripsikan kegunaan sejarah secara intrinsik
- Mendeskripsikan kegunaan sejarah secara ekstrinsik
Alokasi Waktu : 1x45 menit
A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu untuk:
• Mendeskripsikan kegunaan sejarah secara intrinsik
• Mendeskripsikan kegunaan sejarah secara ekstrinsik
B. Materi Pembelajaran
• Kegunaan sejarah secara intrinsik
• Kegunaan sejarah secara ekstrinsik
C. Metode Pembelajaran
Pendekatan model ICT dan life skill
D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Pertama
1. Kegiatan Pendahuluan
• Apersepsi guru menanyakan peserta didik mengenai pengertian kegunaan kemudian dikaitkan dengan kegunaan sejarah
• Menyampaikan tujuan pembelajaran
2. Kegiatan Inti
• Guru menjelaskan materi (hal 19 – 23)
3. Kegiatan Penutup
• Bersama-sama melakukan refleksi materi yang telah dibahas
• Menarik kesimpulan materi
• Evaluasi dengan mengerjakan soal pilihan ganda (hal 24 – 26 no. 1 – 20) dan soal uraian (hal 26 no. 1 – 10)
• Siswa membuat karangan analisis mengenai tuntutan mengkaji dan menulis kembali sejarah Indonesia (Analitika hal 23). Tugas dikumpulkan pada pertemuan berikutnya.
E. Sumber Belajar
• Kurikulum KTSP dan perangkatnya
• Pedoman Khusus Pengembangan Silabus KTSP SMA - ESIS
• Buku sumber Sejarah SMA – ESIS (hal 19 – 26)
• Peta konsep
• OHP
• Internet
F. Penilaian
Penilaian Tes tertulis : - Pilihan ganda hal 24 – 26 (skor 2 s/d 40)
- Uraian hal 26 (skor setiap soal benar 6 tetapi bila mendekati 3)
Kunci Jawaban
A
1. a
2. a
3. a
4. e
5. c
6. b
7. c
8. a
9. a
10. c
11. c
12. d
13. e
14. a
15. e
16. d
17. b
18. a
19. d
20. a
B.
1. Kata sejarah berasal dari bahasa Arab, yaitu syajaratun yang berarti pohon. Kata pohon biasanya bermakna pada hubungan keturunan atau asal usul keluarga atau silsilah dinasti. Apabila kita melihat gambaran silsilah raja atau dinasti gambaran itu akan seperti pohon terbalik.
2. Sejarah menurut Kontowijoyo adalah menyuguhkan fakta secara diakronis, idiografis, unik, dan empiris.
3. Colingwood berpendapat bahwa sejarah merupakan ilmu atau suatu jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tentang masalah tindakan manusia pada masa lalu. Jawaban diperoleh dari interpretasi bukti sejarah dan dari self knowledge manusia.
4. Sejarah sebagai peristiwa, tidak semua peristiwa dapat dikatakan sebagai sejarah, sebuah peristiwa dapat dikatakan sebagai peristiwa sejarah jika peristiwa tersebut dapat dikaitkan dengan peristiwa lain dan menjadi bagian dari sebuah proses dalam dinamika historis. Sejarah sebagai kisah, merupakan narasi yang disusun berdasarkan memori, kesan, atau tafsiran manusia terhadap kejadian yang terjadi di masa lalu, ada pengaruh faktor kepentingan dari siapa yang menuturkan kisah itu sehingga sejarah sebagai kisah lebih bersifat subjektif. Sejarah sebagai ilmu, sejarah dianggap sebagai ilmu karena sejarah sangat bergantung pada pengalaman manusia. Sejarah sebagai seni, karena dalam penulisan sejarah diperlukan intuisi, emosi, dan gaya bahasa dalam menyampaikan fakta sejarah.
5. Contoh sejarah sebagai kisah adalah otobiografi seorang tokoh dan contoh sejarah sebagai peristiwa adalah pemberontakan PKI pada tahun 1965.
6. Leopold von Ranke.
7. Generalisasi adalah penyimpulan dari khusus ke umum. Periodisasi adalah pengklasifikasian peristiwa sejarah dalam tahapan atau pembabakan tertentu. Kronologi adalah urutan peristiwa yang disusun berdasarkan waktu terjadinya.
8. Agar seseorang yang mempelajari sejarah tidak lagi berpikir monokausal, yaitu sebuah pikiran yang menyatakan bahwa suatu peristiwa terjadi karena satu alasan. Tapi setelah mempelajari sejarah seseorang dapat berpikir secara plurikausal, yaitu berpikiran bahwa setiap kejadian terjadi karena banyak alasan.
9. Fungsi simplikasi dalam sejarah, antara lain untuk penyederhanaan bagi peneliti dalam melakukan analisis. Fungsi saintifikasi adalah agar sejarah juga melakukan penyimpulan umum, generalisasi sejarah digunakan untuk mengecek teori yang lebih luas.
10. Kegunaan sejarah dapat dibagi menjadi dua, yaitu pertama, secara intrinsik dengan menerapkanya sebagai sebuah ilmu, menyatakan pendapat, dan profesi. Kedua, sejarah digunakan secara ekstrinsik dengan menjadikan sejarah sebagai pendidikan moral, politik, penalaran, dan lain-lain.
Penilaian Portofolio
Buatlah karangan analisis mengenai tuntutan mengkaji dan menulis kembali sejarah Indonesia!
Format Penilaian Portofolio
Indikator Nilai Kualitatif Nilai Kuantitatif Deskripsi
Pengantar
Menunjukkan dengan tepat isi karangan/laporan penelitian, kesimpulan maupun rangkuman. Untuk peta, skema, dan lukisan, mempersiapkan bahan-bahan.
Isi
Kesesuaian antara judul dengan isi dan materi. Menguraikan hasil karangan/laporan penelitian, kesimpulan, dan rangkuman dengan tepat. Menjabarkan peta dan skema sesuai dengan tema yang diajukan. Melukis sesuai dengan wujud benda yang telah ditentukan.
Penutup Memberikan kesimpulan karangan/hasil penelitian
Struktur/logika penulisan Penggambaran dengan jelas metode yang dipakai dalam karangan/penelitian
Orisinalitas karangan Karangan/penelitian, kesimpulan, rangkuman, peta, skema, dan lukisan merupakan hasil sendiri
Penyajian, bahasan dan bahasa Bahasa yang digunakan sesuai EYD dan komunikatif
Jumlah
Kriteria Penilaian :
Kriteria Indikator Nilai Kualitatif Nilai Kuantitatif
80-100 Memuaskan 4
70-79 Baik 3
60-69 Cukup 2
45-59 Kurang cukup 1
Bumiayu, ..........................2010.
Mengetahui,
Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran
H. Tasripin, S.Pd Drs. Harun Nurosid
NIP. 132279333 NIP. ---
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
NO: 5
SMA : SMA ISLAM T. HUDA BUMIAYU
Mata Pelajaran : Sejarah
Kelas/Semester : X/1
Standar Kompetensi : 1. Memahami Prinsip Dasar Ilmu Sejarah
Kompetensi Dasar : 1.2. Mendeskripsikan Tradisi Sejarah dalam Masyarakat
Indonesia Masa Praaksara dan Masa Aksara
Indikator : - Mendeskripsikan cara masyarakat masa prasejarah
mewariskan masa lalunya
- Mengidentifikasi tradisi masyarakat masa prasejarah
Alokasi Waktu : 1x45 menit
A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu untuk:
• Mendeskripsikan cara masyarakat masa prasejarah mewariskan masa lalunya
• Menyebutkan ciri-ciri tradisi lisan
• Mengidentifikasi tradisi masyarakat masa prasejarah pada sistem kepercayaan, mata pencaharian, kemasyarakatan, budaya dan seni, dan pengetahuan
B. Materi Pembelajaran
• Cara masyarakat masa prasejarah mewariskan masa lalunya
• Tradisi lisan
• Tradisi masyarakat masa prasejarah pada sistem kepercayaan, mata pencaharian, kemasyarakatan, budaya dan seni, dan pengetahuan
C. Metode Pembelajaran
Pendekatan model ICT dan life skill
D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Pertama
1. Kegiatan Pendahuluan
• Apersepsi guru menanyakan pada peserta didik mengenai pengertian masa prasejarah.
• Menyampaikan tujuan pembelajaran.
2. Kegiatan Inti
• Guru menjelaskan materi dengan transparansi peta konsep mengenai cara masyarakat masa prasejarah mewariskan masa lalunya (hal 28).
• Guru menerangkan dengan singkat mengenai unsur-unsur tradisi dan sistem kebudayaan manusia (hal 32).
• Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok untuk melakukan unjuk kerja diskusi secara kelompok mengenai tradisi masyarakat masa prasejarah (Aktivitas hal 36).
• Peserta didik ditugaskan membuat uraian analisis mengenai tradisi bercerita di daerahnya. Tugas dikumpulkan pada pertemuan berikutnya (Aktivitas hal 32).
3. Kegiatan Penutup
• Bersama-sama melakukan refleksi materi yang telah dibahas.
• Menarik kesimpulan materi.
E. Sumber Belajar
• Kurikulum KTSP dan perangkatnya
• Pedoman Khusus Pengembangan Silabus KTSP SMA - ESIS
• Buku sumber Sejarah SMA – ESIS
• Peta konsep
• OHP
• Internet
F. Penilaian
• Unjuk kerja dalam bentuk diskusi mengenai tradisi masyarakat masa prasejarah (Aktivitas hal 36).
• Portofolio dalam bentuk uraian analisis mengenai tradisi bercerita di daerahnya.
Lembar Penilaian Diskusi
Hari/Tanggal : …………………………………………………….
Topik diskusi/debat : ……………………………………………………..
No Sikap/Aspek yang dinilai Nama Kelompok/ Nama peserta didik Nilai Kualitatif Nilai Kuantitatif
Penilaian kelompok
1. Menyelesaikan tugas kelompok dengan baik
2 Kerjasama kelompok
3 Hasil tugas
Jumlah Nilai Kelompok
Penilaian Individu Peserta didik
1. Berani mengemukakan pendapat
2. Berani menjawab pertanyaan
3. Inisiatif
4. Ketelitian
Jumlah Nilai Individu
Format Penilaian Portofolio
Indikator Nilai Kualitatif Nilai Kuantitatif Deskripsi
Pengantar
Menunjukkan dengan tepat isi karangan/laporan penelitian, kesimpulan maupun rangkuman. Untuk peta, skema, dan lukisan, mempersiapkan bahan-bahan.
Isi
Kesesuaian antara judul dengan isi dan materi. Menguraikan hasil karangan/laporan penelitian, kesimpulan, dan rangkuman dengan tepat. Menjabarkan peta dan skema sesuai dengan tema yang diajukan. Melukis sesuai dengan wujud benda yang telah ditentukan.
Penutup Memberikan kesimpulan karangan/hasil penelitian
Struktur/logika penulisan Penggambaran dengan jelas metode yang dipakai dalam karangan/penelitian
Orisinalitas karangan Karangan/penelitian, kesimpulan, rangkuman, peta, skema, dan lukisan merupakan hasil sendiri
Penyajian, bahasan dan bahasa Bahasa yang digunakan sesuai EYD dan komunikatif
Jumlah
Kriteria Penilaian :
Kriteria Indikator Nilai Kualitatif Nilai Kuantitatif
80-100 Memuaskan 4
70-79 Baik 3
60-69 Cukup 2
45-59 Kurang cukup 1
Bumiayu, .........................2010
Mengetahui,
Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran
H. Tasripin, S.Pd Drs. Harun Nurosid
NIP. 132279333 NIP. ---
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
NO: 6
SMA : SMA ISLAM T. HUDA BUMIAYU
Mata Pelajaran : Sejarah
Kelas/Semester : X/1
Standar Kompetensi : 1. Memahami Prinsip Dasar Ilmu Sejarah
Kompetensi Dasar : 1.2. Mendeskripsikan Tradisi Sejarah dalam Masyarakat
Indonesia Masa Praaksara dan Masa Aksara
Indikator : Mengidentifikasi jejak sejarah di dalam folklore, mitologi,
legenda, upacara, dan nyanyian rakyat dari berbagai daerah
di Indonesia
Alokasi Waktu : 1x45 menit
A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu untuk:
• Mengidentifikasi jejak sejarah di dalam folklore
• Mengidentifikasi jejak sejarah di dalam mitologi
• Mengidentifikasi jejak sejarah di dalam legenda
• Mengidentifikasi jejak sejarah di dalam nyanyian rakyat
• Mengidentifikasi jejak sejarah di dalam upacara
B. Materi Pembelajaran
• Folklore
• Mitologi
• Legenda
• Nyanyian rakyat
• Upacara
C. Metode Pembelajaran
Ceramah, diskusi
D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Pertama
1. Kegiatan Pendahuluan
• Apersepsi guru menanyakan pada peserta didik mengenai mitologi Nyai Roro Kidul.
• Menyampaikan tujuan pembelajaran.
2. Kegiatan Inti
• Guru menjelaskan materi dengan transparansi peta konsep mengenai folklore, mitologi, legenda, upacara, dan nyanyian rakyat dari berbagai daerah di Indonesia (hal 36 - 47).
• Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari empat orang siswa untuk mendiskusikan mengenai mite, legenda, nyanyian rakyat, dan upacara yang ada di daerah asalnya dan fakta sejarah apa yang terkandung di dalamnya (Aktivitas hal 47).
3. Kegiatan Penutup
• Bersama-sama melakukan refleksi materi yang telah dibahas.
• Menarik kesimpulan materi.
E. Sumber Belajar
• Kurikulum KTSP dan perangkatnya
• Pedoman Khusus Pengembangan Silabus KTSP SMA - ESIS
• Buku sumber Sejarah SMA – ESIS (hal 36 - 47)
• Peta konsep
• OHP
• Internet
F. Penilaian
• Unjuk kerja dalam bentuk diskusimengenai mite, legenda, nyanyian rakyat, dan upacara yang ada di daerah asal peserta didik dan fakta sejarah apa yang terkandung di dalamnya! (Aktivitas hal 47)
Lembar Penilaian Diskusi
Hari/Tanggal : …………………………………………………….
Topik diskusi/debat : ……………………………………………………..
No Sikap/Aspek yang dinilai Nama Kelompok/ Nama peserta didik Nilai Kualitatif Nilai Kuantitatif
Penilaian kelompok
1. Menyelesaikan tugas kelompok dengan baik
2 Kerjasama kelompok
3 Hasil tugas
Jumlah Nilai Kelompok
Penilaian Individu Peserta didik
1. Berani mengemukakan pendapat
2. Berani menjawab pertanyaan
3. Inisiatif
4. Ketelitian
Jumlah Nilai Individu
Bumiayu, ...........................2010
Mengetahui,
Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran
H. Tasripin, S.Pd Drs. Harun Nurosid
NIP. 132279333 NIP. ---
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
NO: 7
SMA : SMA ISLAM T. HUDA BUMIAYU
Mata Pelajaran : Sejarah
Kelas/Semester : X/1
Standar Kompetensi : 1. Memahami Prinsip Dasar Ilmu Sejarah
Kompetensi Dasar : 1.2. Mendeskripsikan Tradisi Sejarah dalam Masyarakat
Indonesia Masa Praaksara dan Masa Aksara
Indikator : - Mengidentifikasi tradisi sejarah masyarakat masa sejarah
dari berbagai daerah di Indonesia
Alokasi Waktu : 1x45 menit
A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu untuk:
• Mengidentifikasi tradisi sejarah masyarakat masa sejarah dari berbagai daerah di Indonesia berupa tulisan-tulisan dalam prasasti
B. Materi Pembelajaran
• Tradisi sejarah masyarakat masa sejarah dari berbagai daerah di Indonesia berupa tulisan-tulisan dalam prasasti
C. Metode Pembelajaran
Ceramah, tanya jawab, pemberian tugas portofolio
D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Pertama
1. Kegiatan Pendahuluan
• Apersepsi guru menanyakan peserta didik mengenai pengertian masa sejarah.
• Menyampaikan tujuan pembelajaran.
2. Kegiatan Inti
• Guru menjelaskan materi tradisi sejarah masyarakat masa sejarah dari berbagai daerah di Indonesia berupa tulisan-tulisan dalam prasasti (hal 47 – 54).
• Bersama-sama menganalisa periodisasi perkembangan tulisan pada masyarakat awal Indonesia (hal 49).
• Tanya jawab mengenai tradisi pembuatan prasasti dan benda-benda sejarah lainnya.
• Peserta didik secara berkelompok membuat portofolio berupa tulisan analisis mengenai kemiripan kebudayaan Indonesia dengan kebudayaan India (Aktivitas hal 54). Tugas dikumpulkan pada pertemuan berikutnya.
3. Kegiatan Penutup
• Bersama-sama melakukan refleksi materi yang telah dibahas.
• Menarik kesimpulan materi.
E. Sumber Belajar
• Kurikulum KTSP dan perangkatnya
• Pedoman Khusus Pengembangan Silabus KTSP SMA - ESIS
• Buku sumber Sejarah SMA – ESIS (hal 47 – 54)
• Peta konsep
• OHP
• Internet
F. Penilaian
Portofolio dalam bentuk karangan analisis mengenai kemiripan kebudayaan Indonesia dengan kebudayaan India! (Aktivitas hal 54)
Format Penilaian Portofolio
Indikator Nilai Kualitatif Nilai Kuantitatif Deskripsi
Pengantar
Menunjukkan dengan tepat isi karangan/laporan penelitian, kesimpulan maupun rangkuman. Untuk peta, skema, dan lukisan, mempersiapkan bahan-bahan.
Isi
Kesesuaian antara judul dengan isi dan materi. Menguraikan hasil karangan/laporan penelitian, kesimpulan, dan rangkuman dengan tepat. Menjabarkan peta dan skema sesuai dengan tema yang diajukan. Melukis sesuai dengan wujud benda yang telah ditentukan.
Penutup Memberikan kesimpulan karangan/hasil penelitian
Struktur/logika penulisan Penggambaran dengan jelas metode yang dipakai dalam karangan/penelitian
Orisinalitas karangan Karangan/penelitian, kesimpulan, rangkuman, peta, skema, dan lukisan merupakan hasil sendiri
Penyajian, bahasan dan bahasa Bahasa yang digunakan sesuai EYD dan komunikatif
Kriteria Penilaian :
Kriteria Indikator Nilai Kualitatif Nilai Kuantitatif
80-100 Memuaskan 4
70-79 Baik 3
60-69 Cukup 2
45-59 Kurang cukup 1
Bumiayu, ...........................2010
Mengetahui,
Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran
H. Tasripin, S.Pd Drs. Harun Nurosid
NIP. 132279333 NIP. ---
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
NO: 8
SMA : SMA ISLAM T. HUDA BUMIAYU
Mata Pelajaran : Sejarah
Kelas/Semester : X/1
Standar Kompetensi : 1. Memahami Prinsip Dasar Ilmu Sejarah
Kompetensi Dasar : 1.2. Mendeskripsikan Tradisi Sejarah dalam Masyarakat
Indonesia Masa Praaksara dan Masa Aksara
Indikator : - Mengidentifikasi perkembangan penulisan sejarah di
Indonesia
- Memberikan contoh lima unsur tradisi dan sistem
kebudayaan manusia
Alokasi Waktu : 1x45 menit
A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu untuk:
• Mengidentifikasi perkembangan penulisan sejarah di Indonesia
B. Materi Pembelajaran
• Perkembangan penulisan sejarah di Indonesia
C. Metode Pembelajaran
Ceramah, tanya jawab, pemberian tugas portofolio
D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Pertama
1. Kegiatan Pendahuluan
• Apersepsi guru menanyakan peserta didik mengenai Babad Tanah Jawi.
• Menyampaikan tujuan pembelajaran.
2. Kegiatan Inti
• Guru menjelaskan materi perkembangan penulisan sejarah di Indonesia (hal 55 – 59).
• Peserta didik secara berkelompok membuat portofolio berupa uraian pendapat dan alasan-alasan mengenai lima unsur tradisi dan sistem kepercayaan manusia di dalam struktur dan pola kehidupan leluhur peserta didik (Analisis hal 59).
3. Kegiatan Penutup
• Bersama-sama melakukan refleksi materi yang telah dibahas.
• Menarik kesimpulan materi.
• Evaluasi dengan mengerjakan soal pilihan ganda (hal 60 – 62 no. 1 – 20) dan soal uraian (hal 62 no. 1 – 10).
E. Sumber Belajar
• Kurikulum KTSP dan perangkatnya
• Pedoman Khusus Pengembangan Silabus KTSP SMA - ESIS
• Buku sumber Sejarah SMA – ESIS (hal 55 – 62)
• Peta konsep
• OHP
• Internet
F. Penilaian
• Penilaian Tes tertulis : - Pilihan ganda hal 24 – 26 (skor 2 s/d 40)
- Uraian hal 26 (skor setiap soal benar 6 tetapi bila mendekati 3)
Kunci Jawaban
A.
1. e 11. a
2. a 12. e
3. c 13. a
4. a 14. d
5. d 15. b
6. c 16. d
7. a 17. c
8. c 18. c
9. a 19. d
10. c 20. b
B.
1. Ciri-ciri dari tradisi lisan adalah:
- Pesan-pesan disampaikan secara lisan, baik melalui ucapan, nyanyian maupun musik.
- Tradisi lisan berasal dari generasi sebelum generasi sekarang (paling sedikit satu generasi sebelumnya). Hal itu menunjukkan fungsi pewarisan pada tradisi lisan.
2. Dua dimensi kisah dan cerita dalam tradisi lisan adalah:
- Dimensi kisah, berupa kisah perorangan atau kelompok adalah kisah tentang kejadian di sekitar kehidupan kelompok. Inti kisah ini sebenarnya merupakan fakta tertentu yang diselimuti berbagai unsur dimensi magis religius sebagaimana yang mereka percayai.
- Cerita kepahlawanan menggambarkan tindakan kepahlawanan yang mengagumkan bagi kelompok pemiliknya. Cerita ini biasanya berpusat pada tokoh-tokoh tertentu. Selain memiliki dimensi historis karena faktanya dapat ditelusuri, cerita kepahlawanan juga memiliki dimensi magis religius.
3. Perbedaan antara monogenesis dan poligenesis adalah:
- Monogenesis adalah suatu penemuan yang diikuti oleh proses difusi atau penyebaran.
- Poligenesis adalah akibat adanya penemuan-penemuan sendiri atau yang sejajar terhadap motif-motif cerita yang sama di tempat-tempat yang berlainan serta alam masa yang berlainan atau pun bersamaan.
4. Ciri-ciri yang harus diperhatikan dalam mengenali sebuah folklore adalah:
- Folklore biasanya menyebar dan diwarisi secara lisan.
- Folklore bersifat tradisional. Hal ini terlihat dari sistem penyebarannya yang relatif tetap.
- Folklore ada dalam versi yang berbeda karena penyampaiannya secara lisan memungkinkan adanya perubahan di dalamnya.
- Folklore bersifat anonim karena nama penciptanya tidak diketahui lagi.
- Folklore memiliki bentuk yang biasanya mempunyai rumus atau berpola. Hal ini, terlihat dalam cerita rakyat yang selalu menggunakan kata-kata klise, seperti ”bulan empat belas hari” untuk menggambarkan kecantikan seorang gadis atau menggunakan kata-kata pembukaan dan penutup yang baku, seperti ”menurut empunya cerita... mereka pun mengalami kesengsaraan...”
- Folklore memiliki suatu fungsi dalam kehidupan bermasyarakat. Misalnya, cerita rakyat yang sangat berguna sebagai alat pendidik, protes sosial, dan proyeksi dari keinginan yang terpendam.
- Folklore bersifat pralogis karena logikanya sendiri tidak sesuai dengan logika umum.
- Folklore menjadi milik bersama masyarakat tertentu. Hal ini karena penciptanya yang pertama tidak diketahui lagi. Maka, semua anggota masyarakat itu merasa memilikinya.
- Folklore pada umumnya bersifat polos dan lugu walaupun sering kali kelihatan kasar dan terlalu spontan.
5. Kelompok golongan legenda menurut Jan Harold Brunvand adalah:
- Legenda keagamaan. Yang termasuk kelompok golongan legenda ini, antara lain legenda orang-orang saleh dan suci dari suatu agama.
- Legenda alam gaib. Legenda seperti ini biasanya berbentuk kisah yang dianggap benar-benar terjadi dan pernah dialami oleh seseorang. Fungsinya adalah untuk meneguhkan kebenaran ”takhayul” atau kepercayaan rakyat.
- Legenda perseorangan. Cerita tentang tokoh-tokoh tertentu. Cerita tersebut dianggap oleh yang empunya cerita benar-benar pernah terjadi.
- Legenda setempat. Yang termasuk ke dalam golongan legenda setempat adalah cerita yang berhubungan dengan suatu tempat, nama tempat, dan bentuk tipografi.
6. Runutan perkembangan kesusasteraan tertulis Indonesia adalah:
- Kesusasteraan Mataram. Hasil karyanya yang tertua adalah Shang Hiang Kamahayanikan yang ditulis oleh Sambara Suryawanasa. Di dalam kitab ini, dikisahkan masalah ajaran dan ibadah agama Buddha Tantrayana.
- Zaman Kediri memiliki hasil karya, yakni Arjuna Wiwaha karangan Mpu Kanwa, Kresnayana karangan Mpu Dharmaja, dan Bharatayudha karya Mpu Sedah yang kemudian diselesaikan oleh Mpu Panuluh.
- Zaman Majapahit I memiliki karya sastra Negarakertagama karangan Mpu Prapanca tentang raja-raja Singasari dan raja-raja Majapahit. Kitab Sutasoma karangan Mpu Tantular.
- Zaman Majapahit II memiliki karya sastra kitab Pararaton dan Bubhuksah. Kitab Pararaton berisi kisah tentang mitos dari Ken Arok sampai akhir Majapahit. Sementara itu, Bhubuksah berisi kisah tentang dua bersaudara yang mencapai kesempurnaan.
7. Penjelasan mengenai tiang bertulis di Kutai dan batu bertulis dari Tarumanegara adalah sebagai berikut:
- Tiang bertulis di Kutai. Pada lembah sungai Mahakam di Kalimantan Timur, ditemukan tujuh buah tugu batu yang digambarkan sebagai yupa, tempat mengikat hewan-hewan yang akan dipersembahkan. Pada tugu-tugu batu ini, tertulis sajak- sajak dalam bahasa sansekerta yang mengisyaratkan persembahan besar-besaran. Persembahan ini utamanya terdiri atas hewan ternak, tetapi terdapat pula binatang lain, seperti kuda yang diberikan kepada para Brahmana sebagai balas jasa atas kehadiran mereka dalam ritual tersebut sebagai wakil dari Raja Mulawarman. Tulisan pada tiang-tiang ini menunjukkan waktu penulisannya, yakni pada pertengahan kedua abad ke-4. Namun, sebuah geonologi yang terdapat di dalamnya menunjukkan bahwa kerajaan tersebut kemungkinan telah berdiri satu abad lebih awal.
- Batu bertulis dari Tarumanegara. Kerajaan Tarumanegara yang berada di Jawa Barat berkembang di bawah kepemimpinan Raja Purnawarman pada abad ke-5. Nama raja ini terdapat dalam sejumlah batu bertulis yang salah satunya ditemukan dalam sebuah batu besar yang terdapat di tengah-tengah aliran sungai. Bekas telapak kaki sang raja pada batu ini mungkin sebagai tanda yang menandai daerah taklukkan atau wilayah kekuasaannya. Pada tulisan dalam prasasti itu, Raja Purnawarman membandingkan bekas telapak kakinya dengan bekas telapak kaki Wisnu, dewa dalam ajaran Hindu. Sebuah batu menunjukkan bekas telapak kaki gajah milik raja yang diduga didatangkan dari Sumatera mengingat sejak zaman Prasejarah tidak ditemukan gajah liar di Pulau Jawa. Peninggalan Purnawarman yang paling penting dan utama adalah pembangunan saluran air ke arah timur laut Jakarta, yang barangkali bertujuan untuk mencegah banjir.
8. Perkembangan penulisan sejarah di Indonesia terbagi atas tiga fase, yaitu sebagai berikut:
- Fase pertama adalah fase historiografi tradisional yang meliputi penulisan babad dan hikayat. Beberapa daerah di Indonesia memiliki tradisi penulisan sejarah yang cukup penting dan biasanya tidak terpisah dari sastra sejarah. Pada zaman Hindu- Buddha, penulisan sejarah umumnya bersifat istanasentris, kepentingan dan keinginan raja sangat menentukan isi tulisan. Masalah yang menjadi objek perhatian saat itu adalah masalah-masalah pemerintahan. Peristiwa-peristiwa yang terjadi di dalam pemerintahan ditulis pada batu besar yang disebut dengan nama prasasti.
- Fase kedua adalah fase historiografi kolonial. Pada masa kolonial, penulisan peristiwa sejarah lebih bertujuan untuk memperkokoh kekuasaan mereka di Indonesia. Sebaliknya, di kalangan rakyat Indonesia, tulisan-tulisan sejarah yang dibuat dapat berperan dalam membangkitkan semangat perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah. Hal ini memberikan corak tersendiri terhadap penulisan sejarah masa pergerakan nasional Indonesia.
- Fase ketiga adalah fase historiografi nasional. Pada masa kemerdekaan, penulisan bertujuan agar perjalanan sejarah bangsa menuju kemerdekaan benar-benar dapat dipahami. Dengan ini, diharapkan bangsa Indonesia terdorong untuk mengisi kemerdekaan. Sekitar tiga belas tahun sesudah Indonesia merdeka, historiografi modern Indonesia dimulai. Sejak proklamasi kemerdekaan, historiografi nasional terbagi atas tiga tahap atau gelombang. Pertama, gelombang dekolonisasi sejarah dengan menggantikan model pendekatan Nederlando-sentris dengan pendekatan Indonesia-sentris. Kedua, gelombang pemanfaatan ilmu sosial dalam sejarah yang dipelopori oleh Sartono Kartodirdjo. Ketiga, gelombang reformasi sejarah, berupa pelurusan terhadap hal-hal yang kontroversial dalam sejarah yang ditulis semasa Soeharto berkuasa.
9. Tradisi masyarakat prasejarah dalam bidang mata pencaharian, awalnya adalah tatanan perekonomian masyarakat prasejarah lebih tergantung pada aktivitas berburu dan mengumpulkan makanan. Kemudian, gaya hidup ini lambat laun berubah menjadi aktivitas bercocok tanam dengan sitem pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin dan umur.
10. Sebuah kisah dapat dikatakan sebagai gosip sejarah (historical gossip) karena inti kisah ini sebenarnya merupakan fakta tertentu yang diselimuti berbagai unsur dimensi magis religius sebagaimana yang mereka percayai. Selain itu, fakta tersebut dituturkan dengan berbagai tambahan sesuai dengan selera penuturnya. Itulah sebabnya kisah ini dikatakan sebagai gosip sejarah (historical gossip).
• Penilaian Portofolio tentang pendapat dan alasan-alasan mengenai lima unsur tradisi dan sistem kepercayaan manusia di dalam struktur dan pola kehidupan leluhur Anda!
Format Penilaian Portofolio
Indikator Nilai Kualitatif Nilai Kuantitatif Deskripsi
Pengantar
Menunjukkan dengan tepat isi karangan/laporan penelitian, kesimpulan maupun rangkuman. Untuk peta, skema, dan lukisan, mempersiapkan bahan-bahan.
Isi
Kesesuaian antara judul dengan isi dan materi. Menguraikan hasil karangan/laporan penelitian, kesimpulan, dan rangkuman dengan tepat. Menjabarkan peta dan skema sesuai dengan tema yang diajukan. Melukis sesuai dengan wujud benda yang telah ditentukan.
Penutup Memberikan kesimpulan karangan/hasil penelitian
Struktur/logika penulisan Penggambaran dengan jelas metode yang dipakai dalam karangan/penelitian
Orisinalitas karangan Karangan/penelitian, kesimpulan, rangkuman, peta, skema, dan lukisan merupakan hasil sendiri
Penyajian, bahasan dan bahasa Bahasa yang digunakan sesuai EYD dan komunikatif
Kriteria Penilaian :
Kriteria Indikator Nilai Kualitatif Nilai Kuantitatif
80-100 Memuaskan 4
70-79 Baik 3
60-69 Cukup 2
45-59 Kurang cukup 1
Bumiayu, ...........................2010
Mengetahui,
Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran
H. Tasripin, S.Pd Drs. Harun Nurosid
NIP. 132279333 NIP. ---
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
NO: 9
SMA : SMA ISLAM T. HUDA BUMIAYU
Mata Pelajaran : Sejarah
Kelas/Semester : X/1
Standar Kompetensi : 1. Memahami Prinsip Dasar Ilmu Sejarah
Kompetensi Dasar : 1.3. Mendeskripsikan Prinsip-Prinsip Dasar Penelitian
Sejarah
Indikator : Mendeskripsikan langkah-langkah dalam penelitian sejarah
Alokasi Waktu : 1x45 menit
A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu untuk:
• Mendeskripsikan langkah-langkah pemilihan topik
• Mendeskripsikan langkah-langkah heuristik
• Mendeskripsikan langkah-langkah verifikasi
• Mendeskripsikan langkah-langkah interpretasi
• Mendeskripsikan langkah-langkah historiografi
B. Materi Pembelajaran
• Pemilihan topik
• Heuristik
• Verifikasi
• Interpretasi
• Historiografi
C. Metode Pembelajaran
Ceramah, tanya jawab, pemberian tugas unjuk kerja
D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Pertama
1. Kegiatan Pendahuluan
• Apersepsi guru mengadakan tanya jawab mengenai salah satu topik penelitian sejarah.
• Menyampaikan tujuan pembelajaran.
2. Kegiatan Inti
• Guru menjelaskan materi langkah-langkah dalam penelitian sejarah dengan menggunakan peta konsep (hal 64).
• Guru memberikan contoh topik-topik penelitian sejarah.
• Siswa menganalisis kesalahan-kesalahan yang sering terjadi pada saat interpretasi (hal 75 – 76).
3. Kegiatan Penutup
• Bersama-sama melakukan refleksi materi yang telah dibahas.
• Menarik kesimpulan materi.
• Peserta didik mencari artikel tentang sejarah kemudian membuat karangan analitis mengenai topik, heuristik, verifikasi, interpretasi, dan kesalahan dalam artikel tersebut (Aktivitas hal 80). Tugas dikumpulkan pada pertemuan berikutnya.
E. Sumber Belajar
• Kurikulum KTSP dan perangkatnya
• Pedoman Khusus Pengembangan Silabus KTSP SMA - ESIS
• Buku sumber Sejarah SMA – ESIS (hal 63 – 80)
• Peta konsep
• OHP
• Internet
F. Penilaian
• Portofolio dalam bentuk karangan analitis mengenai mengenai topik, heuristik, verifikasi, interpretasi, dan kesalahan dalam artikel (Aktivitas hal 80).
Format Penilaian Portofolio
Indikator Nilai Kualitatif Nilai Kuantitatif Deskripsi
Pengantar
Menunjukkan dengan tepat isi karangan/laporan penelitian, kesimpulan maupun rangkuman. Untuk peta, skema, dan lukisan, mempersiapkan bahan-bahan.
Isi
Kesesuaian antara judul dengan isi dan materi. Menguraikan hasil karangan/laporan penelitian, kesimpulan, dan rangkuman dengan tepat. Menjabarkan peta dan skema sesuai dengan tema yang diajukan. Melukis sesuai dengan wujud benda yang telah ditentukan.
Penutup Memberikan kesimpulan karangan/hasil penelitian
Struktur/logika penulisan Penggambaran dengan jelas metode yang dipakai dalam karangan/penelitian
Orisinalitas karangan Karangan/penelitian, kesimpulan, rangkuman, peta, skema, dan lukisan merupakan hasil sendiri
Penyajian, bahasan dan bahasa Bahasa yang digunakan sesuai EYD dan komunikatif
Kriteria Penilaian :
Kriteria Indikator Nilai Kualitatif Nilai Kuantitatif
80-100 Memuaskan 4
70-79 Baik 3
60-69 Cukup 2
45-59 Kurang cukup 1
Bumiayu, ...........................2010
Mengetahui,
Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran
H. Tasripin, S.Pd Drs. Harun Nurosid
NIP. 132279333 NIP. ---
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
NO: 10
SMA : SMA ISLAM T. HUDA BUMIAYU
Mata Pelajaran : Sejarah
Kelas/Semester : X/1
Standar Kompetensi : 1. Memahami Prinsip Dasar Ilmu Sejarah
Kompetensi Dasar : 1.3. Mendeskripsikan Prinsip-Prinsip Dasar Penelitian
Sejarah
Indikator : - Mendeskripsikan sumber sejarah, bukti, dan fakta sejarah
Alokasi Waktu : 1x45 menit
A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu untuk:
• Mendeskripsikan sumber sejarah
• Mendeskripsikan bukti sejarah
• Mendeskripsikan fakta sejarah
B. Materi Pembelajaran
• Sumber sejarah
• Bukti sejarah
• Fakta sejarah
C. Metode Pembelajaran
Ceramah, tanya jawab, pemberian tugas peta konsep
D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Pertama
1. Kegiatan Pendahuluan
• Apersepsi guru mengajukan gambar naskah proklamasi (hal 81) dan bertanya kepada siswa mengenai makna dari naskah tersebut.
• Menyampaikan tujuan pembelajaran.
2. Kegiatan Inti
• Guru menjelaskan materi sumber, bukti, dan fakta sejarah (hal 80 - 83).
• Guru memberikan contoh sumber, bukti, dan fakta sejarah.
3. Kegiatan Penutup
• Bersama-sama melakukan refleksi materi yang telah dibahas.
• Menarik kesimpulan materi.
• Mengerjakan tugas individu mencari sebuah fakta sejarah dari artikel atau internet dan menentukan apakah fakta sejarah tersebut termasuk fakta mental atau fakta sosial dalam bentuk uraian analitis (Aktivitas hal 83).
E. Sumber Belajar
• Kurikulum KTSP dan perangkatnya
• Pedoman Khusus Pengembangan Silabus KTSP SMA - ESIS
• Buku sumber Sejarah SMA – ESIS (hal 80 – 83)
• Peta konsep
• OHP
• Internet
F. Penilaian
• Portofolio dalam bentuk karangan analitis mencari sebuah fakta sejarah dari artikel atau internet dan menentukan apakah fakta sejarah tersebut termasuk fakta mental atau fakta sosial (Aktivitas hal 83).
Format Penilaian Portofolio
Indikator Nilai Kualitatif Nilai Kuantitatif Deskripsi
Pengantar
Menunjukkan dengan tepat isi karangan/laporan penelitian, kesimpulan maupun rangkuman. Untuk peta, skema, dan lukisan, mempersiapkan bahan-bahan.
Isi
Kesesuaian antara judul dengan isi dan materi. Menguraikan hasil karangan/laporan penelitian, kesimpulan, dan rangkuman dengan tepat. Menjabarkan peta dan skema sesuai dengan tema yang diajukan. Melukis sesuai dengan wujud benda yang telah ditentukan.
Penutup Memberikan kesimpulan karangan/hasil penelitian
Struktur/logika penulisan Penggambaran dengan jelas metode yang dipakai dalam karangan/penelitian
Orisinalitas karangan Karangan/penelitian, kesimpulan, rangkuman, peta, skema, dan lukisan merupakan hasil sendiri
Penyajian, bahasan dan bahasa Bahasa yang digunakan sesuai EYD dan komunikatif
Kriteria Penilaian :
Kriteria Indikator Nilai Kualitatif Nilai Kuantitatif
80-100 Memuaskan 4
70-79 Baik 3
60-69 Cukup 2
45-59 Kurang cukup 1
Bumiayu, ...........................2010
Mengetahui,
Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran
H. Tasripin, S.Pd Drs. Harun Nurosid
NIP. 132279333 NIP. ---
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
NO: 11
SMA : SMA ISLAM T. HUDA BUMIAYU
Mata Pelajaran : Sejarah
Kelas/Semester : X/1
Standar Kompetensi : 1. Memahami Prinsip Dasar Ilmu Sejarah
Kompetensi Dasar : 1.3. Mendeskripsikan Prinsip-Prinsip Dasar Penelitian
Sejarah
Indikator : - Mendeskripsikan jenis sejarah ekonomi, politik, sosial,
dan kebudayaan
Alokasi Waktu : 1x45 menit
A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu untuk:
• Mendeskripsikan jenis sejarah ekonomi
• Mendeskripsikan jenis sejarah politik
• Mendeskripsikan jenis sejarah sosial
• Mendeskripsikan jenis sejarah kebudayaan
B. Materi Pembelajaran
• Sejarah ekonomi
• Sejarah politik
• Sejarah sosial
• Sejarah kebudayaan
C. Metode Pembelajaran
Ceramah, tanya jawab, pemberian tugas laporan penelitian
D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Pertama
1. Kegiatan Pendahuluan
• Apersepsi guru menayangkan transparansi peta konsep mengenai aspek penelitian sejarah dan menanyakan pendapat siswa mengenai aspek-aspek tersebut.
• Menyampaikan tujuan pembelajaran.
2. Kegiatan Inti
• Guru menjelaskan pengertian sejarah ekonomi, politik, sosial, dan kebudayaan.
• Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk melakukan penelitian studi pustaka singkat mengenai sejarah ekonomi, politik, sosial, dan kebudayaan.
3. Kegiatan Penutup
• Bersama-sama melakukan refleksi materi yang telah dibahas.
• Menarik kesimpulan materi.
• Menyelesaikan laporan hasil penelitian.
E. Sumber Belajar
• Kurikulum KTSP dan perangkatnya
• Pedoman Khusus Pengembangan Silabus KTSP SMA - ESIS
• Buku sumber Sejarah SMA – ESIS (hal 83 – 88)
• Peta konsep
• OHP
• Internet
F. Penilaian
Format Penilaian Laporan Penelitian
Indikator Nilai Kualitatif Nilai Kuantitatif Deskripsi
Pengantar
Menunjukkan dengan tepat laporan penelitian
Isi
Kesesuaian antara judul dengan isi dan materi. Menguraikan hasil penelitian dengan tepat. Hal-hal yang ditemukan dalam penelitian
Penutup Memberikan kesimpulan hasil penelitian
Struktur/logika penulisan Penggambaran dengan jelas metode yang dipakai dalam penelitian
Orisinalitas karangan Penelitian merupakan hasil sendiri
Penyajian, bahasan, dan bahasa Bahasa yang digunakan sesuai EYD dan komunikatif
Jumlah
Kriteria Penilaian :
Kriteria Indikator Nilai Kualitatif Nilai Kuantitatif
80-100 Memuaskan 4
70-79 Baik 3
60-69 Cukup 2
45-59 Kurang cukup 1
Bumiayu, ...........................2010
Mengetahui,
Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran
H. Tasripin, S.Pd Drs. Harun Nurosid
NIP. 132279333 NIP. ---
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
NO: 12
SMA : SMA ISLAM T. HUDA BUMIAYU
Mata Pelajaran : Sejarah
Kelas/Semester : X/1
Standar Kompetensi : 1. Memahami Prinsip Dasar Ilmu Sejarah
Kompetensi Dasar : 1.3. Mendeskripsikan Prinsip-Prinsip Dasar Penelitian
Sejarah
Indikator : Mendeskripsikan prinsip-prinsip dasar dalam penelitian
sejarah lisan
Alokasi Waktu : 1x45 menit
A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu untuk:
• Mendeskripsikan wawancara dalam sejarah lisan
• Mendeskripsikan sejarah lisan sebagai metode, sumber, dan peluang
• Mendeskripsikan sikap kritis terhadap narasumber
B. Materi Pembelajaran
• Wawancara dalam sejarah lisan
• Sejarah lisan sebagai metode, sumber, dan peluang
• Sikap kritis terhadap narasumber
C. Metode Pembelajaran
Ceramah, tanya jawab, pemberian tugas
D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Pertama
1. Kegiatan Pendahuluan
• Apersepsi guru mengajukan pertanyaan mengenai pengertian wawancara.
• Menyampaikan tujuan pembelajaran.
2. Kegiatan Inti
• Guru menjelaskan pengertian wawancara dalam sejarah lisan (hal 89).
• Siswa membaca peluang-peluang yang diberikan oleh sejarah lisan bagi pengembangan substansi penulisan sejarah (hal 91 – 92).
• Bersama-sama melakukan tanya jawab mengenai kritik narasumber.
3. Kegiatan Penutup
• Bersama-sama melakukan refleksi materi yang telah dibahas.
• Menarik kesimpulan materi.
• Siswa dibagi dalam beberapa kelompok dan ditugaskan untuk mencari sebuah fenomena atau berita yang berasal dari narasumber sejarah lisan. Siswa membuat uraian analitis tentang kredibilitas nara sumber dan isi kisah atau fenomena tersebut dalam bentuk portofolio (Aktivitas hal 94). Tugas dikumpulkan pada pertemuan berikutnya.
E. Sumber Belajar
• Kurikulum KTSP dan perangkatnya
• Pedoman Khusus Pengembangan Silabus KTSP SMA - ESIS
• Buku sumber Sejarah SMA – ESIS (hal 89 – 94)
• Peta konsep
• OHP
• Internet
• Tape recorder
• Daftar pertanyaan wawancara
F. Penilaian
• Portofolio dalam bentuk karangan analitis mengenai fenomena atau yang berasal dari narasumber sejarah lisan (Aktivitas hal 94).
Format Penilaian Portofolio
Indikator Nilai Kualitatif Nilai Kuantitatif Deskripsi
Pengantar
Menunjukkan dengan tepat isi karangan/laporan penelitian, kesimpulan maupun rangkuman. Untuk peta, skema. dan lukisan, mempersiapkan bahan-bahan.
Isi
Kesesuaian antara judul dengan isi dan materi. Menguraikan hasil karangan/laporan penelitian, kesimpulan, dan rangkuman dengan tepat. Menjabarkan peta dan skema sesuai dengan tema yang diajukan. Melukis sesuai dengan wujud benda yang telah ditentukan.
Penutup Memberikan kesimpulan karangan/hasil penelitian
Struktur/logika penulisan Penggambaran dengan jelas metode yang dipakai dalam karangan/penelitian
Orisinalitas karangan Karangan/penelitian, kesimpulan, rangkuman, peta, skema, dan lukisan merupakan hasil sendiri
Penyajian, bahasan dan bahasa Bahasa yang digunakan sesuai EYD dan komunikatif
Jumlah
Kriteria Penilaian :
Kriteria Indikator Nilai Kualitatif Nilai Kuantitatif
80-100 Memuaskan 4
70-79 Baik 3
60-69 Cukup 2
45-59 Kurang cukup 1
Bumiayu, ...........................2010
Mengetahui,
Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran
H. Tasripin, S.Pd Drs. Harun Nurosid
NIP. 132279333 NIP. ---
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
NO: 13
SMA : SMA ISLAM T. HUDA BUMIAYU
Mata Pelajaran : Sejarah
Kelas/Semester : X/1
Standar Kompetensi : 1. Memahami Prinsip Dasar Ilmu Sejarah
Kompetensi Dasar : 1.3. Mendeskripsikan Prinsip-Prinsip Dasar Penelitian
Sejarah
Indikator : Mengidentifikasi peristiwa, peninggalan sejarah, dan
monumen peringatan bersejarah
Alokasi Waktu : 1x45 menit
A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu untuk:
• Mengidentifikasi peristiwa, peninggalan sejarah, dan monumen peringatan bersejarah
B. Materi Pembelajaran
• Mengidentifikasi peristiwa, peninggalan sejarah, dan monumen peringatan bersejarah
C. Metode Pembelajaran
Ceramah, tanya jawab, pemberian tugas
D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Pertama
1. Kegiatan Pendahuluan
• Apersepsi guru memperlihatkan gambar monumen Pancasila Sakti dan foto pembacaan naskah Proklamasi (hal 95) dan siswa ditugaskan untuk memberi komentar.
• Menyampaikan tujuan pembelajaran.
2. Kegiatan Inti
• Guru menjelaskan materi peristiwa, peninggalan sejarah, dan monumen peringatan bersejarah (hal 94 – 96).
• Bersama-sama melakukan tanya jawab mengenai peristiwa, peninggalan sejarah, dan monumen peringatan bersejarah.
3. Kegiatan Penutup
• Bersama-sama melakukan refleksi materi yang telah dibahas.
• Menarik kesimpulan materi.
• Evaluasi dengan mengerjakan soal pilihan ganda (hal 98 – 100 no. 1 – 20 dan hal 101 – 105 no. 1 – 50) dan soal uraian (hal 100 no. 1 – 10 dan hal 106 no. 1 - 15).
E. Sumber Belajar
• Kurikulum KTSP dan perangkatnya
• Pedoman Khusus Pengembangan Silabus KTSP SMA - ESIS
• Buku sumber Sejarah SMA – ESIS (hal 94 – 106)
• Peta konsep
• OHP
• Internet
F. Penilaian
Penilaian Tes tertulis : - Pilihan ganda hal 98 – 100 no. 1 – 20 dan hal 101 – 105 no. 1 –
50 (skor 1 s/d 70)
- Uraian hal 100 no. 1 – 10 dan hal 106 no. 1 - 15
(skor setiap soal benar 2 tetapi bila mendekati 1)
Kunci Jawaban
A.
1. a
2. a
3. d
4. b
5. a
6. c
7. d
8. b
9. a
10. c
11. b
12. c
13. a
14. b
15. a
16. a
17. d
18. a
19. b
20. a
B.
1. Langkah penelitian sejarah pertama, pemilihan topik, kedua heuristik, ketiga verifikasi atau kritik sejarah dan keabsahan sumber, keempat interpretasi, dan kelima historiografi.
2. Topik yang dipilih haruslah bernilai, orisinil, praktis, dan memiliki kedekatan emosional dan kedekatan intelektual dengan peneliti. Dan bagi pemula dalam pemilihan topik yang harus diperhatikan adalah pertanyaan dimana, siapa, kapan, dan bagaimana.
3. Sumber sejarah adalah, bahan yang dijadikan rujukan dalam penulisan sejarah. Dari bahan dan berdasarkan urutannya, sumber terdiri dari sumber primer dan sumber sekunder. Fakta sejarah adalah olahan data yang telah di hasilkan melalui proses verifikasi dan interpretasi. Bukti sejarah adalah, peninggalan sebuah peristiwa atau kejadian yang dapat berbentuk tertulis atau tidak tertulis.
4. Kesalahan dalam pemilihan topik adalah, pertama kesalahan baconian yang menganggap tanpa teori, konsep, ide, paradigma, praduga, hipotesis, atau generalisasi penelitian tetap dapat dilaksanakan. Kedua kesalahan terlalu banyak pertanyaan, dalam penelitian sejarah ada beberapa hal yang tidak boleh ditanyakan sekaligus hal ini akan membuyarkan fokus dalam penelitian. Ketiga kesalahan pertanyaan yang bersifat dikotomi, bahwa seorang peneliti sejarah tidak boleh berpikir bahawa hanya ada dua plikihan yaitu hitam dan putih.
5. Yang diperhatikan dalam memeriksa otensitas sumber adalah,
- kesesuaian tanggal dengan isi dokumen.
- menyelidiki tinta yang dipakai apakah komposisi kimia tinta anakronistis.
- mengidentifikasi pengarang dan tulisan tangan, tanda tangan, material, dan jenis huruf yang digunakan.
- menyelidiki apakah dalam dokumen tersebut ada langgam bahasa yang tidak anakronistis.
- menyelidiki apakah referensi peristiwa dengan tanggal didokumen bersifat anakronistis.
6. Jenis sejarah, a. Sejarah ekonomi, merupakan studio tentang usaha manusia untuk meyediakan batang dan jasa. b. Sejarah politik, sebuah studi tentang kegiatan politik atau kenegaraan suatu negara. c. Sejarah sosial, ilmu yang meneliti masyarakat secara total dan global dengan tema sosial yang membawa perubahan pada kurun waktu tertentu.d. Sejarah kebudayaan, sejarah kebudayaan merupakan pendahulu dari bermacam penulisan sejarah.
7. Kesalahan dalam melakukan interpretasi
- kesalahan membedakan alasan, sebab, kondisi, dan motivasi. Karena keempat hal ini memiliki perbedaan makana yang tipis.
- kesalahan pos hoc, proper hoc. Setelah ini maka ini. Kesalahan ini terjadi ketika sejarawan menunjukan bahwa peristiwa A lebih dulu dari peristiwa B.
- Kesalahan reduksionisme. Kesalahan ini dapat dihindari dengan menyederhanakan gejala-gejala yang sebenarnya kompleks.
- kesalahan pluralisme yang berlebihan. Kesalahan ini muncul ketika sejarawan mencoba menghindari reduksionisme.
8. Prinsip dasar penelitian sejarah lisan adalah metode wawancara. Metode ini sudah dikenal sejak lama, sejak zaman romawi, Herodotus telah menggunakan teknik ini. İa mengajukan pertanyaan silang kepada narasumber tentang suatu peristiwa sejarah.
9. Hubungan antara peristiwa sejarah dengan peninggalan adalah setiap peristiwa sejarah terjadi pasti meninggalkan benda-benda yang mengingatkan orang tentang peristiwa tersebut. Peninggalan tersebut menjadi bukti sejarah yang disebut sebagai benda peninggalan sejarah. Selain meninggalkan benda-benda bersejarah, suatu peristiwa dapat pula di kenang dan di abadikan dalam sebuah monumen peringatan bersejarah, biasanya monumen ini dibangun untuk menyampaikan pesan dan makna dari peristiwa sejarah tersebut.
10. Sejarah lisan dapat digunakan sebagai metode, sumber sejarah, dan peluang untuk mengembangkan substansi dari penulisan sejarah. Sebagai metode, sejarah lisan dengan jelas dan tepat melukiskan peristiwa sejarah yang terjadi. Sejarah lisan juga dapat dengan cermat menggambarkan kandungan emosional penutur sejarah. Sebagai sumber, sejarah lisan menyediakan sumber untuk penelitian sejarah dalam bentuk tape atau transkrip. Sebagai peluang, sejarah lisan dapat mengembangkan substansi penulisan sejarah.
Evaluasi Semester I
A.
1. d
2. c
3. d
4. a
5. b
6. b
7. e
8. a
9. d
10. c
11. e
12. a
13. d
14. d
15. b
16. d
17. d
18. c
19. a
20. b
21. e
22. a
23. c
24. e
25. a
26. c
27. e
28. a
29. d
30. b
31. d
32. b
33. a
34. a
35. c
36. b
37. d
38. e
39. c
40. c
41. b
42. a
43. c
44. b
45. c
46. b
47. b
48. b
49. c
50. c
B.
1. Colingwood berpendapat bahwa sejarah merupakan ilmu atau suatu jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tentang masalah tindakan manusia pada masa lalu. Jawaban diperoleh dari interpretasi bukti sejarah dan dari self knowledge manusia.
2. Kegunaan sejarah dapat dibagi menjadi dua, yaitu pertama, secara intrinsik dengan menerapkannya sebagai sebuah ilmu, menyatakan pendapat, dan profesi. Kedua, sejarah digunakan secara ekstrinsik dengan menjadikan sejarah sebagai pendidikan moral, politik, penalaran, dan lain-lain.
3. Folklore pada masyarakat daerah berfungsi sebagai sistem proyeksi, sebagai alat pengesahan pranata-pranata dan lembaga kebudayaan, sebagai alat pendidikan anak, serta sebagai alat pemaksa dan penegas norma-norma agar dapat dipatuhi oleh masyarakat.
4. Sejarah sebagai peristiwa, tidak semua peristiwa dapat dikatakan sebagai sejarah, sebuah peristiwa dapat dikatakan sebagai peristiwa sejarah jika peristiwa tersebut dapat dikaitkan dengan peristiwa lain dan menjadi bagian dari sebuah proses dalam dinamika historis. Sejarah sebagai kisah, merupakan narasi yang disusun berdasarkan memori, kesan, atau tafsiran manusia terhadap kejadian yang terjadi di masa lalu, ada pengaruh kepentingan dari siapa yang menuturkan kisah itu sehingga sejarah sebagai kisah lebih bersifat subjektif. Sejarah sebagai ilmu, sejarah dianggap sebagai ilmu karena sejarah sangat bergantung pada pengalaman manusia. Sejarah sebagai seni, karena dalam penulisan sejarah diperlukan intuisi, emosi, dan gaya bahasa dalam menyampaikan fakta sejarah.
5. Kesalahan dalam pemilihan topik adalah, pertama, kesalahan baconian yang menganggap tanpa teori, konsep, ide, paradigma, praduga, hipotesis, atau generalisasi penelitian tetap dapat dilaksanakan. Kedua, kesalahan terlalu banyak pertanyaan, dalam penelitian sejarah ada beberapa hal yang tidak boleh ditanyakan sekaligus, hal ini akan membuyarkan fokus dalam penelitian. Ketiga, kesalahan pertanyaan yang bersifat dikotomi, bahwa seorang peneliti sejarah tidak boleh berpikir hanya ada dua pilihan yaitu hitam dan putih.
6. Perkembangan penulisan sejarah di Indonesia terbagi atas tiga fase, yaitu sebagai berikut:
- Fase pertama adalah fase historiografi tradisional yang meliputi penulisan babad dan hikayat. Beberapa daerah di Indonesia memiliki tradisi penulisan sejarah yang cukup penting dan biasanya tidak terpisah dari sastra sejarah. Pada zaman Hindu-Buddha, penulisan sejarah umumnya bersifat istanasentris, kepentingan dan keinginan raja sangat menentukan isi tulisan. Masalah yang menjadi objek perhatian saat itu adalah masalah-masalah pemerintahan. Peristiwa-peristiwa yang terjadi di dalam pemerintahan ditulis pada batu besar yang disebut dengan nama prasasti.
- Fase kedua adalah fase historiografi kolonial. Pada masa kolonial, penulisan peristiwa sejarah lebih bertujuan untuk memperkokoh kekuasaan mereka di Indonesia. Sebaliknya, di kalangan rakyat Indonesia, tulisan-tulisan sejarah yang dibuat dapat berperan dalam membangkitkan semangat perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah. Hal ini memberikan corak tersendiri terhadap penulisan sejarah masa pergerakan nasional Indonesia.
- Fase ketiga adalah fase historiografi nasional. Pada masa kemerdekaan,penulisan bertujuan agar perjalanan sejarah bangsa menuju kemerdekaan benar-benar dapat dipahami. Dengan ini, diharapkan bangsa Indonesia terdorong untuk mengisi kemerdekaan. Sekitar tiga belas tahun sesudah Indonesia merdeka, historiografi modern Indonesia dimulai. Sejak proklamasi kemerdekaan, historiografi nasional terbagi atas tiga tahap atau gelombang. Pertama, gelombang dekolonisasi sejarah dengan menggantikan model pendekatan Nederlando-sentris dengan pendekatan Indonesia-sentris. Kedua, gelombang pemanfaatan ilmu sosial dalam sejarah yang dipelopori oleh Sartono Kartodirdjo. Ketiga, gelombang reformasi sejarah, berupa pelurusan terhadap hal-hal yang kontroversial dalam sejarah yang ditulis semasa Soeharto berkuasa.
7. Sistem kepercayaan pada masayarakat prasejarah di ndonesia berpusat pada pemujaan terhadap roh nenek moyang yang diyakini hidup dan dapat mempengaruhi hidup mereka. Pemujaan terhadap roh nenek moyang dilakukan dengan tujuan agar arwah nenek moyang mereka dapat hidup tenang di alam baka. Masyarakat prasejarah memberikan persembahan untuk para arwah nenek moyang mereka, mendoakan dan agar nenek moyang mereka dapat memberikan kesejahteraan bagi anak-cucu yang ditinggalkan. Sedangkan dalam sistem pengetahuan, masyarakat prasejarah telah menggunakan alat-alat sederhana untuk membantu dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya pada zaman holosen, alat-alat dari batu lebih bervariasi bentuk dan kegunaannya. Semakin lama alat-alat yang digunakan oleh masyarakat purba semakin baik.
8. Sumber sejarah adalah, bahan yang dijadikan rujukan dalam penulisan sejarah. Dari bahan dan berdasarkan urutannya sumber terdiri dari sumber primer dan sumber skunder. Fakta sejarah adalah olahan data yang telah di hasilkan melalui proses verifikasi dan interpretasi. Bukti sejarah adalah, peninggalan sebuah peristiwa atau kejadian yang dapat berbentuk tertulis atau tidak tertulis.
9. Yang dimaksud dengan prinsip dasar penelitian sejarah adalah langkah-langkah dalam melakukan penelitian sejarah yaitu pertama, pemilihan topik, kedua heuristik, ketiga verifikasi atau kritik sejarah dan keabsahan sumber, keempat interpretasi, dan kelima historiografi.
10. Dalam penafsiran atau interpretasi sejarah sengaja atau tidak pasti dipengaruhi oleh subjektifitas peneliti. Seorang sejarawan meberikan tafsiran agar data yang diperolehnya dapat berbicara. Sejarawan yang jujur akan mencantumkan data dan keterangan dari mana data tersebut didapatkan. Sehingga oranglain dapat melihat kemabali dan menafsirkan ulang data tersebut. Subjektifitas membuat interpretasi sejarah berdasarkan topik yang sama dapat berbeda-beda, hal ini dipengaruhi oleh latar belakang dan sudut pandang masing-masing sejarawan.
11. Periodisasi merupakan pengklasifikasian peristiwa-peristiwa sejarah dalam tahapan atau pembabakan tertentu. Periodisasi dalam penulisan sejarah tergantung pada jenis penulisan sejarah yang akan dilakukan. Periodisasi dapat dilakukan berdasarkan perkembangan politik, sosial, ekonomi, kebudayaan, dan agama. Sedangkan kronologi adalah, ilmu untuk menentukan waktu terjadinya suatu peristiwa dan tempat peristiwa tersebut secara tepat berdasarkan urutan waktu. Tujuan kronologi adalah untuk menghindari anakronisme atau kerancuan waktu dalam sejarah.
12. Karena dengan mempelajari sejarah kita akan mampu memahami, menilai, dan mengambil keputusan secara lebih cermat dan bijaksana.
13. Peristiwa dikatakan sebagai peristiwa sejarah apabila mengandung objektivitas. Objektivitas sejarah sebagai peristiwa terletak pada fakta yang berkaitan dengan peristiwa yang benar-benar terjadi. Peristiwa sejarah merupakan peristiwa yang abadi karena peristiwa tersebut tidak berubah-ubah dan tetap dikenang sepanjang masa. Peristiwa sejarah juga bersifat unik karena hanya terjadi satu kali dan tidak pernah terulang kembali secara persis. Peristiwa sejarah juga merupakan peristiwa yang penting karena peristiwa itu mempunyai arti dalam menentukan kehidupan orang banyak.
14. Sejarah membicarakan manusia dari segi waktu. Dalam waktu, ada empat hal yang perlu diperhatikan, yakni perkembangan, kesinambungan, pengulangan, dan perubahan. Artinya, sejarah melihat perkembangan masyarakat dari suatu bentuk ke bentuk yang lain. Sejarah juga melihat kesinambungan yang terjadi dalam suatu masyarakat. Misalnya, kolonialisme merupakan kelanjutan dari patrimonialisme. Sejarah juga melihat perubahan yang terjadi di dalam masyarakat yang biasanya disebabkan oleh pengaruh dari luar.
15. Heuristik atau pengumpulan informasi mengenai topik penelitian sejarah lazimnya dilakukan oleh sejarawan dengan menelaah berbagai buku referensi, bahan-bahan arkeologis, epigrafis, numismatis, dokumen resmi, dan dokumen-dokumen pribadi.
Bumiayu, ...........................2010
Mengetahui,
Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran
H. Tasripin, S.Pd Drs. Harun Nurosid
NIP. 132279333 NIP. ---
baca selengkapnya ( klik ) di sini...
Langganan:
Postingan (Atom)