mungkin rizqi anda :

Selamat Datang ! Selamat Membaca ! jumlah pengunjung dari negara: ...

free counters

Kamis, 25 Agustus 2011

PELAJARAN AGAMA ISLAM


Nabi Muhammad SAW. Bersabda : “man yurudi Llahu khoiron, yufaqihu fi din,” artinya : “Barang siapa dikehendaki Allah menjadi baik, maka ia akan mau mempelajari agamanya.”
Di bulan Ramadhan banyak dilaksanakan kegiatan keagamaan, seperti Tadarus, Tarawih, Kuliah Subuh dll. Bagaimana dengan bulan yang lain ? Apakah ketertarikan untuk mendalami agama hanya pada bulan Ramadhan saja ? Semoga kita termasuk orang yang tetap mau mendalami dan mempelajari agama Islam. Mari kita pelajari !


MANUSIA DAN AGAMA

Mari kita melihat diri kita !

SIAPA MANUSIA?
Aristoteles menjelaskan: manusia adalah Animal Rationale . Dalam bahasa Arab : Hayawan al-natiq (hewan yang berpikir).
Fungsi manusia, menurut Thabatabai, adalah sebagai khalifah fi al-ardhi karena:
a. Memiliki intelegensi yang tinggi
b. Dekat dengan Tuhan
c. Memiliki kebebasan dan kreativitas
d. Memiliki martabat
e. Memiliki kesadaran moral
f. Memiliki kecenderungan pada kedamaian

PENGERTIAN AGAMA

Harun Nasution:
Keyakinan dan pengakuan akan adanya hubungan manusia dengan kekuatan gaib yang menguasai, mengikat, mempengaruhi, dan menuntut umatnya untuk mengikuti sistem tingkah laku (code of conduct) yang berasal dari kekuatan gaib tersebut.

Dunlop:
Agama sebagai sarana terakhir bila institusi lainnya tak berdaya mengatasi problem manusia.

Agama menjadi fitrah manusia (Alastu birabbikum balaa syahidna… QS al-Rum/30: 30).

UNSUR-UNSUR AGAMA
1. Kekuatan gaib atau supranatural.
2. Keyakinan bahwa kebahagiaan manusia di dunia dan di akhirat tergantung pada hubungan baik dengan supranatural.
3. Respon yang bersifat kejiwaan (spiritual) dari manusia.
4. Paham adanya yang kudus (sacred).

TUJUAN BERAGAMA
1. Membantu manusia menyesuaikan diri terhadap ketidakberdayaan, ketidakpastian, dan kepunahan.
2. Mencari keselamatan material dan spiritual (akhirat) melalui penyerahan diri dan kepatuhan.
3. Memberikan kedamaian dan kebahagiaan.
4. Memberikan kesadaran moral.
5. Memberikan motivasi untuk hidup bermakna dan mendorong manusia ke arah kebaikan.

FUNGSI AGAMA

• Edukatif
• Penyelamatan
• Kontrol sosial
• Solidaritas sosial
• Profetis atau kritis
• Transformasi sosial
• Rasa ketenangan
• Sumber kreativitas
• Sublimatif (transendensi)
• Identitas

DIMENSI-DIMENSI AGAMA
• Keyakinan (rukun iman dll)
• Praktik ritual (rukun islam dll)
• Pengetahuan (teologi, fiqih dll)
• Perasaan (pengalaman spiritual)
• Konsekuensi (dosa, pahala, sanksi agama dll)

Pendapat lain:
• Ritual dan praktis
• Emosional dan pengalaman (konversi, pencerahan dll)
• Narasi dan mistis (mukjizat, kisah Nabi-nabi dll)
• Doktrin dan filsafat
• Etis dan legal
• Institutional dan sosial
• Material

KEBUTUHAN AKAN AGAMA
M. Quraish Shihab dan Ensiklopedi Remaja Islam
• Manusia mengalami ketidakberdayaan, ketidakpastian, ketidakmampuan, dan kepunahan.
• Manusia memerlukan penjelasan atas pertanyaan tentang arti, asal, dan tujuan hidupnya.
• Memperoleh pembenaran atas praktik hidupnya yang baik dan berguna.

MOTIVASI BERAGAMA
Nico Syukur Dister:
 Mengatasi frustrasi
 Menjaga kesusilaan dan tatanan masyarakat
 Memuaskan rasa ingin tahu
 Mengatasi rasa takut

ISLAM SEBAGAI AGAMA DUNIA
Asal Kata Islam:
Dari bahasa Arab aslama: penyerahan diri, kepatuhan (QS.Al Imran: 19, 85 dan 67, Al-Nisa: 125).
Kata Islam dalam al-Qur’an disebut delapan kali
(6X dalam surat Madaniyah dan 2X dalam surat Makiyyah): “Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah adalah Islam” (Al Imran: 19).
“Orang yang mencari agama lain selain Islam, maka Allah tidak akan meridhainya” (Al Imran: 85)

PENGERTIAN ISLAM
Syekh Muhammad Mahmud al-Shawaf:
Islam adalah penyerahan dan kepatuhan yang menyeluruh dan meninggalkan sikap membantah dan menentang. Sikap ini terekspresi dalam keyakinan di hati, ucapan dengan lisan, dan perbuatan.

Harun Nasution:
• Semua agama yang diturunkan Allah kepada seluruh Nabi sejak Nabi Adam sampai Nabi Muhammad (bersifat umum), disebut islam
• Agama Allah yang dibawa oleh Nabi Muhammad saja (bersifat khusus), disebut Islam

DASAR HUKUM ISLAM
• Al-Qur’an
• Hadist
• Ijma’ (Kesepakatan Ulama)
• Qiyas
• Ra’yu (rasio/nalar)
• Catatan:
 Qiyas dan ra’yu hanya digunakan jika tidak mungkin memperoleh dasar hukum dari ketiga dasar sebelumnya. Dua golongan Islam yang menolak qiyas dan ra’yu menjadi dasar hukum adalah golongan Zhahiriyyah dan Syi’ah Imamiyah.

Ajaran Islam Kaffah

Akidah/Tauhid  Syariah/Amal  Akhlak/Moral

Akidah/Tauhid
Rukun Iman:
1. Allah
2. Malaikat
3. Kitabullah
4. Rasulullah
5. Hari Akhirat
6. Qadha-Qadar

Syariah/Amal
- Ibadah
- Muamalah
- Munakahat
- Jinayah

Ibadah :
- Shalat
- Zakat
- Puasa
- Haji

Muamalah
- Perdata:
- Ekonomi

Munakahat
- Pernikahan
- Perceraian
- Waris
- Hibah

Jinayah
- Pidana dan
- hukumannya

Akhlak/Moral
- Terpuji
- Tercela

HUBUNGAN AKIDAH, SYARI’AH, DAN AKHLAK
• Iman harus terefleksi dalam syariah (ibadah) dan akhlak.
• Tujuan manifestasi terakhir dari iman dan amal ibadah adalah akhlak.
• Akhlak menjadi ukuran keimanan.
• Tujuan syariat (fiqih) adalah memelihara keutamaan, budi pekerti yang luhur, dan akhlak mulia.
• Bila iman, ibadah, dan akhlak saling memperkukuh satu sama lain, maka terciptalah kesejahteraan individu dan masyarakat, di dunia dan di akhirat.

PRINSIP-PRINSIP UNIVERSALISME ISLAM
Universalisme Islam adalah keberlakuan ajaran Islam untuk semua orang di seluruh dunia (QS. al-Anbiya:5 dan Q.S. al-Maidah: 4).
• Prinsip-prinsip universalisme Islam:
 Rasionalisme
 Egalitarianisme
 Keadilan
 Keadilan di depan hukum
 Keadilan diterapkan setara
• HAM
 Al-Ghazali, lima hak utama dalam Islam:
 Hak hidup (hifdz al-nafs),
 hak reproduksi (hifdz al-nasab),
 hak beragama (hifdz al-din),
 hak berpikir (hifdz al-’aql),
 dan hak ekonomi (hifdz al- maal).
• Perdamaian, keseimbangan, dan harmoni
• Keberpihakan pada kelompok marginal
- prosedur zakat, sadaqah, infak.


SUMBER AJARAN ISLAM PERTAMA:

AL-QUR’AN

HADIS RIWAYAT MALIK

تركت فيكم أمرين لن تضلوا ما ان تمسكتم بهما كتاب الله و سنتى (رواه مالك)

“Aku mewariskan dua hal, yang membuat kalian (ummatku) tidak akan tersesat, selama masih berpegang teguh kepada dua hal tersebut, yaitu Kitab Allah (Al-Qur’an) dan Sunnah-ku”. (Hadis riwayat Malik)

PENGERTIAN AL-QUR’AN
 Secara bahasa (etimologi), Al-Qur’an berarti “Bacaan”, berasal dari akar kata “qara’a”. Kata kerja “qara’a” dan berbagai kata bentukannya muncul 17 kali dalam Al-Qur’an.
 Secara istilah (terminologi), Al-Qur’an is the Muslim scripture, containing the revelation recited by Muhammad and preserved in a fixed, written form.

NAMA LAIN AL-QUR’AN
 Selain nama Al-Qur’an, disebut pula nama “Al-Kitab”, yang berarti “Tulisan”.
 Menurut Abu al-Ma’ali Uzaizi bin Abdul Malik (w. 1085), terdapat 55 nama yang lazim digunakan untuk merujuk Al-Qur’an.
 Salah satu nama tersebut adalah “Al-Furqan”, yang berarti “Pembeda”, yakni “Pembeda antara yang hak dan batil”.

SEJARAH AL-QUR’AN
 Al-Qur’an sebagai Kalam Allah diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantaraan Malaikat Jibril selama kurang lebih 22 tahun.
 Pewahyuan secara gradual adalah selaras dengan perkembangan misi kenabian Muhammad SAW.
 Menurut Jalaluddin al-Suyuti (w. 1505) cara pewahyuan Al-Qur’an adalah sebagai berikut:
1. Laksana gemerincing lonceng.
2. Dihunjamkan ke hati Nabi Muhammad oleh Jibril.
3. Disampaikan oleh Jibril yang berwujud manusia.
4. Disampaikan langsung oleh Tuhan, baik saat Nabi Muhammad terjaga atau bermimpi.
 Al-Qur’an tersusun tidak berdasarkan kronologi pewahyuannya, karena 5 ayat pertama yang turun (Iqra’ dan seterusnya) terdapat pada Surah 96 (Al-’Alaq).
 Berdasarkan tempat turunnya wahyu, menurut Ibnu Abbas, surah-surah dalam Al-Qur’an terbagi menjadi dua: Makkiyyah (86 surah) dan Madaniyyah (28 surah).
 Al-Qur’an terpelihara dari kemusnahan dan dikumpulkan menjadi sebuah Kitab Suci melalui dua cara:
1.Ia dihafalkan oleh Nabi dan para Sahabat.
2.Ia direkam secara tertulis di atas berbagai jenis bahan yang bisa ditulis.

 Para Sahabat Nabi yang dikenal sebagai penghafal dan pengumpul Al-Qur’an antara lain:
1. Ubay bin Ka’b (w. 642)
2. Mu’az bin Jabal (w. 639)
3. Zaid bin Tsabit (w. 655)
4. Ali bin Abi Talib (w. 661)
5. Usman bin Affan (w. 656)
6. Sa’ad bin Ubaid (w. 637)
7. Abu al-Darda (w. 652)
8. Abdullah bin Mas’ud (w. 652)

KODIFIKASI AL-QUR’AN
 Inisiatif penulisan Mushaf Al-Qur’an berasal dari Umar bin Khattab yang mengusulkan kepada Khalifah Abu Bakar agar tulisan-tulisan ayat Al-Qur’an dikumpulkan.
 Umar khawatir, karena pada Perang Yamamah puluhan pejuang-penghafal Al-Qur’an gugur.
 Maka dibentuk tim yang diketuai oleh Zaid bin Tsabit.
 Penyeragaman dan standarisasi teks dan bacaan Al-Qur’an ditetapkan pada masa Khalifah Usman bin Affan, dan dikenal sebagai Mushaf Usmani.
 Selanjutnya Al-Qur’an standar tersebut disebarkan ke kota-kota yang dikuasai oleh Khilafah Islamiyah.

KEOTENTIKAN AL-QUR’AN
Jaminan dari Al-Qur’an sendiri:

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُوْنَ

“Sesungguhnya Kami yang menurunkan Al-Qur’an,
dan Kami yang memiliharanya”

Pengakuan William Muir (seorang Orientalis):

“….Kami dengan sangat yakin menegaskan bahwa setiap ayat dalam Al-Qur’an merupakan komposisi asli dan tak berubah dari Muhammad sendiri…”
“… Kami yakin bahwa Al-Qur’an memang kata-kata Muhammad, seperti keyakinan orang Muslim bahwa Al-Qur’an adalah firman Tuhan…”

FUNGSI AL-QUR’AN
 Sebagai petunjuk akidah atau kepercayaan yang harus dianut oleh manusia.
 Sebagai petunjuk mengenai moral (akhlak) yang harus diikuti manusia baik secara individual maupun kolektif.
 Sebagai petunjuk mengenal syari’at dan hukum dengan jalan menerangkan dasar-dasar hukum yang harus diikuti oleh manusia dalam hubungannya dengan Tuhan dan sesamanya.

KEDUDUKAN AL-QUR’AN
 Al-Qur’an dipandang sebagai sumber pertama yang membentuk seluruh bangunan keagamaan Islam, baik teologi, etika, maupun hukum.
 Al-Qur’an menjadi basis segala aspek kehidupan individual dan sosial kaum Muslim.

POKOK KANDUNGAN AL-QUR’AN
 Ajaran mengenai akidah.
 Ajaran mengenai ibadah dan syari’ah.
 Ajaran mengenai mu’amalah.
 Keterangan tentang yang haq (benar) dan bathil (salah).
 Petunjuk-petunjuk ilmiah (keilmuan).
 Keterangan tentang alam gaib.
 Kisah umat-umat terdahulu.
 Tabsyir (berita gembira) dan indzar (peringatan)

TAFSIR AL-QUR’AN
 Tafsir berasal dari kata fassara berarti “menjelaskan”, “menerangkan”, “menyingkap”, atau “menampakkan”.
 Secara khusus tafsir bermakna penjelasan atas al-Qur’an atau ilmu tentang penafsiran Kitab Suci tersebut.
 Tafsir mencakup penjelasan tentang sebab pewahyuan suatu bagian al-Qur’an, kedudukan bagian tersebut dalam surah, kisah sejarahnya, penentuan masa pewahyuan (Makkiyah-Madaniyah), nasikh-mansukh, ‘am-khas, dan lain-lain.
 Tafsir telah muncul sejak awal Islam dan dimotori oleh Nabi Muhammad SAW sendiri. Tafsir Nabi ini direkam dalam berbagai koleksi hadis, dan disusun mengikuti urutan surah dalam Mushaf Usmani.

KONTEKSTUALISASI PENAFSIRAN AL-QUR’AN
 Secara umum metode tafsir terbagi dua: Tafsir bi al-Ma’tsur (periwayatan) dan Tafsir bi al-Ra’yi (penalaran).
 Para penafsir Al-Qur’an menafsirkan ayat-ayat sesuai dengan konteks zaman dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

SIGNIFIKANSI AL-QUR’AN
 Ciri kehidupan modern adalah rasionalitas. Al-Qur’an sangat mendorong manusia menggunakan rasionya.
 Isyarat-isyarat ilmiah di dalam Al-Qur’an justru banyak terbukti pada zaman modern.
 Petunjuk-petunjuk Al-Qur’an relevan dengan isu-isu kemanusiaan yang berkembang pada zaman modern, seperti masalah keadilan, HAM, persamaan, demokrasi, dan lain-lain.

SUMBER AJARAN ISLAM KEDUA:
AL-SUNNAH


وأنزلنا اليك الذكر لتبين للناس ما نزل اليهم

ولعلهم يتفكرون (النحل 44)
“Dan Kami turunkan al-Qur’an kepadamu agar kamu menerangkan kepada manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka, dan supaya mereka memikirkan” (Q.S. al-Nahl ayat 44).

PENGERTIAN HADIS DAN SUNNAH
• Secara harfiah (etimologi), hadis berarti baru, cerita, kisah, perkataan, atau peristiwa.
• Menurut istilah (terminologi), hadis adalah segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW yang berupa ucapan, perbuatan, dan taqrir (sesuatu yang dibiarkan, dipersilakan, dan disetujui secara diam-diam).
• Istilah lain yang sinonim dengan hadis adalah khabar, atsar, dan sunnah.
• Para ulama menganggap bahwa sunnah adalah sinonim dengan hadis.
• Sunnah, secara bahasa, berarti perilaku (sirah), jalan (tariqah), kebiasaan, atau ketentuan.
• Dalam pengertian di atas, maka sunnah ada yang baik (sunnah hasanah) dan ada yang buruk (sunnah sayyi’ah).

KEDUDUKAN SUNNAH
• Banyak ayat dalam Al-Qur’an yang memerintahkan untuk taat kepada Allah dan kepada Rasul (Ati’u Allah wa ati’u al-Rasul). Konsekuensinya, menaati Rasul (Nabi Muhammad SAW) sama dengan menaati Allah.
• Karena itu, sejak awal, sunnah dianggap sebagai sumber wewenang (otoritas) kedua dalam Islam setelah Al-Qur’an.
• Hadis tentang Mu’az bin Jabal meriwayatkan tentang hirarki sumber pemutusan perkara (hukum), yaitu Kitab Allah, Sunnah Rasul, dan ijtihad.

FUNGSI AL-SUNNAH
1. Menetapkan hukum yang terdapat dalam Al-Qur’an. Contoh: kewajiban beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, kewajiban melaksanakan ibadah seperti salat, zakat, puasa, dan haji.
2. Menerangkan atau menjelaskan (bayan) dalil-dalil yang terdapat dalam Al-Qur’an.
3. Menetapkan suatu hukum yang tidak terdapat dalam Al-Qur’an. Contoh: Larangan memakan daging binatang buas bertaring.

EMPAT MODEL BAYAN
1. Bayan Tafsil, yaitu penjelasan dengan memerinci dalil Al-Qur’an yang bersifat global
(mujmal). Contoh: Hadis tentang cara-cara salat, zakat, puasa, dan haji.

2.Bayan Takhsis, yaitu penjelasan yang memberi pengkhususan terhadap nash yang
umum dalam Al-Qur’an. Contoh: Kebolehan berpoligami dalam Al-Qur’an ditakhsis
dengan sebuah Hadis yang tidak membolehkan memadu seorang perempuan/ istri
dengan bibinya (baik bibi dari pihak bapak maupun bibi dari pihak ibu).

3.Bayan Ta’yin, yaitu penjelasan yang menentukan antara dua atau tiga makna yang
dimaksudkan dalam Al-Qur’an. Contoh: Kata qur’un (dalam iddah perempuan yang
dicerai) bisa berarti haid bisa berarti suci. Dalam Hadis disebut bahwa iddah adalah tiga
kali masa haid.

4.Bayan Nasakh/Tabdil, yaitu penjelasan yang mengganti atau menghapuskan suatu
hukum. Contoh: Salat menghadap kiblat ke Bait al-Maqdis diganti dengan hadis yang
menghadapkan salat ke Ka’bah di Masjid al-Haram di Mekkah.

SEJARAH PENULISAN HADIS
• Periode periwayatan dengan lisan. Terjadi pada zaman Rasul SAW hidup; Secara umum Hadis tidak diperkenankan ditulis karena khawatir tercampur dengan penulisan Al-Qur’an.
• Periode penulisan dan pembukuan secara resmi. Terjadi pada masa Khalifah Umar bin Abd al-Aziz (w. 720 M) dan yang mendapat tugas adalah Ibnu Syihab al-Zuhri (w. 742 M). Setelah itu muncul kitab-kitab Hadis seperti Al-Muwatta’ karya Malik bin Anas.
• Periode penyaringan hadis (abad ke-3 H/10 M) sehingga muncul kitab-kitab hadis yang jauh lebih kredibel, seperti kitab-kitab karya Imam Bukhari (w. 870 M), Muslim (w. 875 M), Abu Dawud (w. 888 M), al-Tirmizi (w. 892 M), al-Nasa’i (w. 916 M), Ibnu Majah (886 M).
• Periode penghafalan dan pengisnadan hadis (abad ke-4 H/11 M), ditandai dengan usaha untuk menghafalkan hadis sebanyak-banyaknya dan penelitian terhadap sanad (matarantai periwayat Hadis). Muncul karya-karya seperti Mu’jam al-Kabir, Mu’jam al-Ausath, dan Mu’jam al-Saghir karya Imam Sulaiman bin Ahmad al-Thabrani (w. 360 H).
• Periode pengklasifikasian dan sistematisasi susunan kitab Hadis yang terjadi setelah abad ke-5 H/12 M dan seterusnya. Para ulama berupaya menyusun kitab yang berisi hadis-hadis dengan tema dan konten yang sejenis, membuat syarah (penjelas) kitab-kitab hadis sebelumnya, atau malah meringkasnya. Di antara karya yang muncul adalah Sunan al-Kubra karya al-Baihaqi (w. 458 H). Selain itu muncul pula kitab-kitab kamus hadis seperti Al-Jami’ al-Saghir karya Jalal al-Din al-Suyuthi (w. 911 H) dan Al-Mu’jam al-Mufahras li Alfadz al-Hadis karya AJ Wensinck, dosen bahasa Arab di Universitas Leiden, Belanda, dan diterbitkan di Leiden tahun 1934.

KUALITAS PERIWAYATAN HADIS
• Dari segi kualitas sanad (rangkaian para periwayat), hadis terbagi tiga macam:
– Sahih, yaitu hadis yang memenuhi syarat-syarat: sanad bersambung, para periwayat bersifat ‘adil, dhabit (kuat hapalannya), tidak ada kejanggalan (syadz) dan tidak cacat (‘illat).
– Hasan, syaratnya: sanad bersambung, tetapi ada periwayat yang kurang dhabit.
– Dha’if, hadis yang tidak memenuhi syarat di atas.

KUANTITAS PERIWAYAT HADIS
• Dari segi kuantitas periwayat, hadis terbagi menjadi dua macam:
– Mutawatir: Hadis yang diriwayatkan oleh banyak orang (minimal tujuh orang sahabat). Kedudukan hadis ini kuat, karena tidak mungkin orang bohong secara bersama-sama.
– Ahad: Hadis yang jumlah periwayatnya tidak sampai jumlah mutawatir. Hadis ini terbagi menjadi tiga macam:
1. Gharib (diriwayatkan oleh 1 orang sahabat),
2. ‘Aziz (diriwayatkan oleh 2 orang sahabat),
3. Masyhur (diriwayatkan oleh minimal 3 orang sahabat).

ENAM KITAB HADIS UTAMA
• Enam kitab hadis utama dalam literatur disebut Kutub al-Sittah, merupakan kitab-kitab hadis yang dianggap paling kredibel oleh umat Islam dan dijadikan rujukan dalam kehidupan keagamaan mereka.
• Kutub al-Sittah terdiri dari:
1. Al-Jami’ al-Sahih karya Imam Bukhari.
2. Al-Jami’ al-Sahih karya Imam Muslim.
3. Kitab al-Sunan karya Abu Dawud.
4. Kitab al-Jami’ karya al-Tirmizi.
5. Kitab al-Sunan karya al-Nasa’i.
6. Kitab al-Sunan karya Ibn Majah.

PENGARUH KITAB-KITAB HADIS DALAM PEMBENTUKAN TRADISI ISLAM
• Di samping Al-Qur’an, Kitab-kitab Hadis sangat besar pengaruhnya dalam pembentukan tradisi Islam.
• Hal ini disebabkan kedudukan Hadis sebagai sumber (otoritas) kedua dalam ajaran dan hukum Islam setelah Al-Qur’an.
• Tidak ada tradisi yang berkembang dalam Islam dan masyarakat Muslim –seperti tradisi ritual (ibadah), keyakinan, politik, ekonomi, dan etika pergaulan– yang tidak dipengaruhi oleh Hadis. Hadis menjadi rujukan yang sangat penting dalam membentuk, melegitimasi, memelihara, dan melestarikan tradisi-tradisi tersebut.

SIGNIFIKANSI SUNNAH
• Menjadi sumber rujukan bagi tradisi keagamaan yang berkembang di lingkungan masyarakat Muslim.
• Menjadi sumber rujukan moral dengan Nabi Muhammad sebagai model Manusia Sempurna (Insan Kamil).
• Menjadi penuntun perilaku yang utama bagi kaum Muslim.

Kualitas dan Kuantitas Sanad
• Dari segi kualitas sanad, hadis terbagi 3 macam:
– Shahih, syaratnya: sanad bersambung, periwayat adil, dhabit, terhindar dari kejanggalan(Syaz) dan tidak cacat (illat)
– Hasan, syaratnya Sanad bersambung, periwayat kurang dhabit
– Dhoif: hadis yang tidak memenuhi syarat tsb.
• Dari segi kuantitas, hadis terbagi 2 macam:
– Mutawatir: Diriwayatkan banyak orang (min. diriwayatkan oleh 7 orang sahabat)
– Ahad, terbagi 3 macam:
1. Gharib (diriwayatkab oleh I orang sahabat),
2 ‘Aziz (diriwayatkan oleh 2 orang sahabat),
3. Masyhur (diriwayatkan oleh min. 3 orang sahabat)

ASPEK RITUAL KEAGAMAAN
 ما خلقت الجن والانس الا ليعبدون ( الذاريات 56 )
 Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ritual (a) berarti berkenaan dengan ritus; hal ihwal ritus. Ritus (n) adalah tata cara dalam upacara keagamaan.
 Dalam Islam, “ibadah” merupakan kata yang paling dekat maknanya dengan ritus.
 Dalam arti luas, ibadah berarti segala sesuatu yang mencakup apa yang disenangi serta disukai oleh Allah, baik berupa perkataan maupun perbuatan, secara lahir maupun batin.

 Di dalam kitab-kitab fikih, bab ibadah selalu didahulukan pembahasannya.
 Ruang lingkup fikih ibadah meliputi taharah, salat, puasa, zakat, haji, umrah, kurban, akikah, wakaf, sedekah, infak, makanan, minuman, sembelihan, pengurusan jenazah, ziarah kubur, membaca al-Qur’an, doa, dan nazar.
 Umumnya ibadah yang pertama dibahas dalam kitab-kitab fikih adalah tentang salat. Nabi Muhammad dalam sebuah hadis riwayat Baihaqi menyebut salat sebagai “tiang agama” (‘imad al-din).

SHOLAT
 Menurut bahasa, sholat berarti “doa”.
 Seorang Muslim wajib menjalankan sholat lima waktu berdasarkan petunjuk al-Qur’an dan Hadis.
 Syarat wajib salat:
(1) Islam.
(2) Berakal.
(3) Balig.
 Syarat sah sholat:
(1) Suci dari hadas.
(2) Suci badan, pakaian, dan tempat dari najis.
(3) menutup aurat.
(4) Masuk waktu salat.
(5) Menghadap kiblat (Ka’bah).

 Menurut Imam Syafi’i, rukun sholat ada 13, dari mulai takbiratul ihram sampai salam dan tertib.
 Dalam beberapa hadis disebutkan bahwa sholat berjamaah memiliki pahala yang lebih dibanding sholat sendirian.
 Sholat Jum’at hukumnya fardhu ain bagi setiap lelaki Muslim dewasa, dan tidak diwajibkan bagi wanita, anak-anak, hamba sahaya, dan orang sakit.
 Dalam sebuah perjalanan, sholat boleh diqasar dan dijamak. Yang boleh diqasar adalah sholat dzuhur, asar, dan isya, masing-masing menjadi dua rakaat, sedangkan jumlah rakaat salat subuh dan magrib tetap.
 Syarat sah sholat qasar adalah perjalanan yang dilakukan bukan merupakan perjalanan maksiat, berjarak jauh, memberatkan, dan berniat mengqasar sholat.
 Orang yang dalam perjalanan juga diperbolehkan menjamak sholat, baik takdim maupun ta’khir.
 Sholat-sholat yang hukumnya sunnah adalah
Sholat Id (Fitri dan Adha),
Sholat Gerhana (matahari dan bulan),
Sholat Istisqa’ (memohon hujan),
Sholat Sunnah Rawatib (yang dilakukan sebelum atau sesudah sholat fardhu),
Sholat Duha (waktu pagi saat matahari mulai naik),
Sholat Tahajud (larut malam, lebih baik setelah tidur),
Sholat Tahiyatul Masjid (untuk menghormati masjid sebelum duduk),
Sholat Witir (bilangannya ganjil),
Sholat Tarawih (saat bulan Ramadhan),
Sholat Istikharah (memohon petunjuk).

 Waktu-waktu terlarang untuk sholat:
 Sesudah sholat subuh sampai terbit matahari.
 Sesudah sholat asar sampai matahari terbenam.
 Tatkala persis tengah hari, kecuali Sholat Jum’at.
 Tatkala terbit matahari sampai setinggi tombak.
 Tatkala matahari hampir terbenam sampai terbenam.

 Sholat erat hubungannya dengan latihan moral. Dalam al-Qur’an disebutkan bahwa sholat itu mencegah perbuatan keji dan munkar. Hadis Nabi juga menjelaskan bahwa sholat yang tidak bisa mencegah perbuatan keji dan munkar bukanlah sebenarnya sholat.

PUASA
 Puasa (saum, siyam) secara bahasa berarti “menahan diri dari melakukan sesuatu’.
 Menurut syarak berarti “menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari dengan niat serta persyaratan tertentu”.
 Puasa Ramadan termasuk salah satu rukun Islam yang lima dan diwajibkan atas setiap Muslim yang sudah balig dan berakal berdasarkan al-Qur’an Surah al-Baqarah ayat 183.
 Syarat wajib puasa:
(1) berakal.
(2) balig.
(3) kuat berpuasa.
 Orang yang tidak kuat berpuasa karena sakit atau dalam perjalanan jauh dan melelahkan dapat rukhsah tidak berpuasa, tetapi wajib meng-qada (mengganti) pada hari lain di luar Ramadan. Orang yang tidak kuat berpuasa karena tua tidak wajib meng-qada, tetapi harus membayar fidyah setiap hari sebanyak ¾ liter beras atau yang senilai dengan itu kepada fakir miskin.
 Rukun puasa ada dua:
(1) niat.
(2) menahan diri dari segala yang membatalkan puasa sejak dari terbit fajar sampai matahari
terbenam.
 Syarat sah puasa:
(1) Muslim.
(2) Mumayiz.
(3) Suci dari haid dan nifas bagi wanita.
(4) Dalam waktu yang dibolehkan berpuasa.

 Hal-hal yang membatalkan puasa:
(1) makan dan minum dengan sengaja.
(2) muntah yang disengaja.
(3) bersetubuh.
(4) keluar darah haid, darah nifas, dan keluar mani secara sengaja.

 Orang yang bersetubuh pada siang hari bulan Ramadhan, di samping wajib mengqada puasa, juga terkena kifarat (denda), yaitu memerdekakan seorang hamba sahaya, atau berpuasa selama dua bulan berturut-turut, atau memberi makan enam puluh orang miskin.

 Amalan sunnah ketika puasa:
(1) segera berbuka bila tiba waktunya.
(2) berdoa sewaktu berbuka.
(3) sahur setelah tengah malam.
(4) memperbanyak sedekah.
(5) tadarrus.
(6) i’tikaf.
(7) salat tarawih.

 Puasa-puasa sunnah:
(1) enam hari pada bulan Syawal.
(2) hari Arafah.
(3) hari Asyura.
(4) bulan Syakban.
(5) hari Senin dan Kamis.
(6) puasa Nabi Daud.

 Hari-hari dilarang berpuasa:
(1) Id fitri dan adha.
(2) hari tasyrik.
(3) hari Jumat secara khusus.
(4) setiap hari sepanjang tahun (wisal).

 Puasa wajib di luar Ramadan:
(1) puasa qada.
(2) puasa nadzar.
(3) puasa kifarat.

HIKMAH PUASA
 Membina ketakwaan
 Membina kesabaran
 Membina akhlak
 Membina persaudaraan dan kemanusiaan
 Menjaga kesehatan jasmani
 Mendapat pahala yang besar dan diampuni dosa-dosa yang telah dilakukan

ZAKAT
 Zakat secara bahasa berarti suci, bersih, tumbuh, bertambah. Zakat adalah kadar harta tertentu yang diberikan kepada orang yang berhak menerimanya dengan beberapa persyaratan tertentu.
 Dalam al-Qur’an kewajiban zakat sering disebut beriringan dengan kewajiban salat.
 Secara garis besar zakat dibagi dua: zakat mal (harta) dan zakat nafs (fitrah).
 Syarat muzakki:
(1) beragama Islam.
(2) milik yang sempurna, benar-benar milik pribadi secara penuh.
(3) sampai nisab, yaitu jumlah minimal harta kena wajib zakat.
(4) sampai setahun disimpan (haul).

ZAKAT HARTA
 Harta yang wajib dikeluarkan zakatnya: emas dan perak, hewan ternak, hasil tanaman, harta perniagaan, hasil dari profesi.
 Tuntunan nisab dan besaran zakat kebanyakan berasal dari Hadis Nabi.
 Nisab emas adalah 20 dinar (94 gram) dan besar zakatnya 2,5% (1/40).
 Nisab ternak sangat bervariasi dan besar zakatnya tergantung dari jenis ternaknya.
 Nisab tanaman, baik biji-bijian seperti beras, jagung, dan gandum maupun buah-buahan seperti kurma, anggur, jeruk, dan apel adalah 5 wasaq, kurang lebih 930 liter atau 7,5 kuintal.
 Besar zakat tanaman tergantung cara mendapatkan hasil tanaman. Jika diairi dengan air hujan atau sungai zakatnya 10%, dan jika diairi dengan menggunakan alat yang memerlukan biaya zakatnya 5%.
 Nisab harta perniagaan dihitung berdasarkan modal pokoknya dengan analogi emas atau perak. Zakatnya 2,5%. Jika pada saat haul perdagangan merugi, maka tidak wajib dikeluarkan zakatnya.
 Profesi (pekerjaan) ada dua macam: (1) bekerja sendiri tak tergantung orang lain, seperti dokter, insinyur, advokat, seniman. (2) dipekerjakan dengan mendapat imbalan, baik berupa gaji, upah, maupun honorarium. Nisabnya sama dengan emas, dan zakatnya sebesar 2,5%.

ZAKAT FITRAH
 Zakat fitrah adalah zakat yang harus dikeluarkan oleh setiap muslim (pria-wanita, besar-kecil, tua-muda, kaya-miskin) pada bulan Ramadan sampai menjelang salat Idul Fitri.
 Zakat fitrah wajib dikeluarkan untuk diri sendiri dan orang yang wajib diberi nafkah olehnya.
 Besar zakat fitrah per jiwa adalah sebanyak 1 sa’ (3,1 liter) berupa makanan yang mengenyangkan seperti beras, jagung, dan gandum menurut keadaan setempat, atau berupa uang seharga makanan pokok yang akan dikeluarkan zakat fitrahnya.

PENERIMA ZAKAT
 Ada delapan kelompok (asnaf) yang berhak menerima zakat (harta maupun fitrah):
1.Fakir, yaitu orang yang mempunyai harta tapi tidak mencukupi untuk kebutuhan pokok.
2.Orang miskin.
3.Amil (panitia zakat).
4.Muallaf, yaitu orang yang perlu dibujuk hatinya, seperti orang yang baru masuk Islam.
5.Hamba sahaya.
6.Orang yang terlilit utang.
7.Kepentingan agama (fi sabilillah), seperti pembangunan masjid, sekolah, rumah sakit.
8.Orang yang kehabisan bekal dalam perjalanan.

HIKMAH ZAKAT
 Zakat menjadi perekat dan sarana penghubung antara si kaya dan si miskin.
 Membersihkan harta dan jiwa.
 Mengikis sifat kikir dan memupuk sifat dermawan.
 Mendorong rasa syukur kepada Allah.
 Mendatangkan ketenteraman dan kebahagiaan bagi pemberi dan penerima.
 Mengikis kemiskinan.
 Mengembangkan harta benda.

HAJI
 Haji adalah bersengaja mengunjungi Ka’bah (Baitullah) di Mekkah untuk beribadah dengan tata cara dan persyaratan tertentu.
 Ibadah haji wajib dilaksanakan dengan segera, sekali seumur hidup bagi orang yang telah mencukupi persyaratannya.
 Syarat wajib haji:
(1) Islam.
(2) berakal.
(3) balig.
(4) memiliki kemampuan, baik harta, fisik, maupun mental.
(5) merdeka (bukan hamba sahaya).
 Para imam madzhab berbeda pendapat tentang istita’ah (kemampuan) dalam melaksanakan haji.
 Orang yang mampu membayar ongkos haji, tetapi tidak bisa melaksanakannya sendiri karena usia lanjut atau sakit, boleh mewakilkan kepada orang lain dengan jalan mengongkosinya pergi haji. Syaratnya, orang yang mewakili tersebut pernah menunaikan ibadah haji sebelumnya.
 Dalam melakukan ibadah haji, ada kewajiban untuk melakukan umrah yang merupakan satu kesatuan dengan ibadah haji.
 Dalam praktiknya, ada tiga macam cara dalam melakukan haji dan umrah, yaitu ifrad, tamattu’, dan qiran.
 Ifrad berarti menyendirikan, yaitu menyendirikan haji atau umrah dengan mendahulukan ibadah haji. Caranya, melakukan ihram dari miqat dengan niat melakukan haji dan tetap dalam keadaan ihram sampai ketentuan-ketentuan haji dilakukan, kemudian setelah itu baru umrah.
 Tamattu’ berarti bersenang-senang (santai), yaitu melakukan umrah, jeda dengan melepas ihramnya, sampai kemudian berihram lagi dari Mekah dengan niat melaksanakan ibadah haji.
 Qiran adalah membersamakan, yaitu membersamakan ihram untuk melakukan haji dan umrah sekaligus, dan tetap dalam keadaan ihram sampai segala ketentuan haji dan umrah selesai dilakukan.
 Ada beberapa larangan ketika sedang berhaji dan umrah:
o Laki-laki yang sedang ihram dilarang memakai pakaian berjahit dan menutup kepala.
o Wanita yang sedang ihram dilarang menutup muka dan kedua telapak tangan.
o Laki-laki dan wanita dilarang memakai wangi-wangian pada badan maupun pakaian di waktu ihram.
o Dilarang mencukur bulu badan dan memakai minyak rambut.
o Dilarang memotong kuku.
o Dilarang melakukan perkawinan, mengawinkan, atau menjadi wakil dalam akad perkawinan.
o Dilarang melakukan hubungan seksual.
o Dilarang berburu dan membunuh hewan darat yang liar walaupun halal dimakan.

 Rukun haji ada enam:
1. Ihram, yaitu berniat mulai mengerjakan haji atau umrah.
2. Wukuf, yaitu hadir di Padang Arafah pada waktu yang ditentukan.
3. Tawaf, yaitu mengelilingi Ka’bah.
4. Sa’i, yaitu berlari-lari kecil antara Bukit Safa dan Marwa.
5. Mencukur (menggunting) rambut, sekurang-kurangnya tiga helai rambut.
6. Tertib melaksanakan rukun-rukun di atas.

 Di samping rukun haji ada pula wajib haji. Bedanya, rukun haji jika ditinggalkan maka ibadahnya tidak sah, sementara wajib haji jika ditinggalkan ibadahnya tetap sah, tetapi diwajibkan membayar dam (menyembelih hewan).
 Yang termasuk wajib haji adalah: ihram dari miqat (tempat tertentu pada masa tertentu); bermalam di Muzdalifah sesudah tengah malam Idul Adha setelah wukuf di Arafah; melontar jumrah pada hari raya Idul Adha; melontar jumrah pada tanggal 11, 12, 13 Zulhijjah setelah tergelincir matahari; bermalam di Mina; melakukan tawaf wada’; menjauhkan diri dari segala larangan haji.



baca selengkapnya ( klik ) di sini...

Minggu, 21 Agustus 2011

CARA PASANG JAM DI SIDEBAR BLOG


Mempercantik Blog

Jam berapa sekarang ?
Lupa waktu !!! Itulah yang sering dialami oleh kita. Asyiknya berselancar di internet, menyebabkan waktu berlalu tanpa terasa. Lupa waktu bisa terjadi karena asyik membaca artikel di blog. Penampilan blog yang menarik sering menjadikan pembaca betah berlama – lama menikmati sajian yang disuguhkan.
Bagaimana cara mempercantik tampilan blog agar tampak menarik untuk dilihat ? salah satunya adalah dengan memasang jam. Selain untuk mengingatkan kepada para pembaca tentang waktu, juga untuk melengkapi aksesori blog agar lebih menarik. Bagaimana cara memasang jam di sidebar ?



Untuk memasang jam, agar blog anda tampak cantik untuk dilihat, maka anda bisa mendapatkan pada situs http://www.clocklink.com. Anda bisa mendapatkan secara gratis seperti jam di sidebar yang ditampilkan pada www.pagenjahan.blogspot.com.
Jika blog anda ingin dipasang jam, maka langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
1. Masuklah ke situs http://www.clocklink.com
2. Selanjutnya klik tulisan: Want a clock on your Website ?
3. Ada beberapa pilihan model jam yang bisa dipasang. Silahkan anda memilih model jam yang tersedia, dari model jam Analog, Animal, Animation, dll
4. Apabila anda sudah menemukan model jam yang anda sukai, selanjutnya klik tulisan View HTML tag yang berada di bawah jam yang anda pilih
5. Langkah berikutnya klik tombol yang bertuliskan: Accept
6. Lalu sesuaikan waktu yang tepat dengan tempat anda di samping tulisan: TimeZone. Contoh : untuk Indonesia ( WIB ) pilih GMT +7:00
7. Lanjutkan dengan mensetting ukuran jam yang anda pilih di samping tulisan size
8. Lalu Copy kode HTML yang di berikan pada notepad
9. Selanjutnya Paste-kan kode HTML yang sudah di copy tadi pada blog anda
10. Selesai
Selamat mencoba !!!

baca selengkapnya ( klik ) di sini...

Kamis, 11 Agustus 2011

TIPOLOGI SISWA


(DENGAN PENDEKATAN FIQH)

menuju Siswa IDEAL

ada 5 Tipe Siswa :
1. Siswa Wajib
2. Siswa Sunnah
3. Siswa Mubah
4. Siswa Makruh
5. Siswa Haram
seperti apakah tipe siswa tersebut ?



TIPE Siswa WAJIB
1. Berakhlak mulia
2. Semua orang merasa senang dengan kehadirannya
3. Semua orang merasakan manfaat dengan kehadirannya
4. Apabila tidak ada Banyak yang merasa kehilangan

TIPE Siswa SUNNAH
1. Berprestasi, Semangat belajarnya baik
2. Pribadinya menyenangkan
3. Hanya ketika tidak ada, lingkungan-nya tidak merasa kehilangan (biasa-biasa saja)

TIPE Siswa MUBAH
1. Tidak punya Motivasi, dan asal- asalan
2. Tidak memikirkan kualitas dan prestasi
3. Kehadirannya biasa-biasa saja, dan ketidakhadirannya pun biasa-biasa saja

TIPE Siswa MAKRUH
1. Biang gosip
2. Bicara sia-sia, selalu ketus, marah dan menyinggung perasaan
3. Kehadirannya menjadi masalah, dan ketiadaanya biasa-biasa saja

TIPE Siswa HARAM
1. Kehadirannya sangat menjengkelkan
2. Tidak hadirnya sangat disyukuri

Untuk Menjadi Siswa Wajib
 Ibadahnya benar
 Akhlak terpuji
 Pribadinya kredibel
 Profesional
 Kompeten

5 S

Menjadi Siswa dengan Pribadi
Simpatik dan Menawan

Senyum
Salam
Sapa
Sopan
Santun

MEMULAILAH !!
Bergaul dengan sopan penuh kelembutan
Bicara hati-hati, dan jangan menyinggung perasaan

SOPAN PADA KONDISI APAPUN
 BERDIRI
 DUDUK
 MENYIMPAN TANGAN
 MENYURUH
 MENYELONJORKAN KAKI
 MENUNJUK
 BERBUSANA
 BERBICARA, DLL.

SOPAN KEPADA SIAPAPUN
 Kepala Sekolah
 Sesama Guru
 Tata Usaha
 Pengusaha
 Pejabat
 Sesama Siswa
 Kaum Dhuafa
 Sopir
 Tukang Becak
 Tukang Ojek
 Kusir Dokar
 Pedagang Kecil
 Petani

Akhlak Yang Menawan Ini lahir dari niat yang tulus, buah dari Qolbu yang bersih
serta dari

Sikap tidak memandang rendah orang lain dan menganggap setiap orang adalah penting

Pribadi Kredibel
 Jujur & Terpercaya
 Cakap Memuaskan
 Kreatif & Inovatif

5 AS Siswa DALAM Studynya
 Belajar Keras
 Belajar Cerdas
 Belajar Kualitas
 Belajar Tuntas
 Belajar Ikhlas

Siswa PEJUANG
Belajar Terus, Berkorban untuk Mencapai Kesuksesan

Siswa TypePEKERJA
Belajar Kalau ada Tugas

Siswa Type PENJAHAT
Mengorbankan Orang Lain
untuk Kepentingan Dirinya

• SELF-CONFIDENCE (PERCAYA DIRI)

• UNDERSTANDING (PEMAHAMAN DIRI)

• CREATIVE (KREATIF)

• COLLABORATION (KERJASAMA)

• EXELLENCE (YANG TERBAIK)

• ENJOYMENT (SANTAI TAPI SERIUS)

• DETERMINATION (HADAPI TANTANGAN)

SELF-CONFIDENCE (KEPERCAYAAN DIRI)
• KESUKSESAN DIMULAI DENGAN PERCAYA DIRI
• HARGAI KESUKSESAN KECIL YANG PERNAH DIRAIH
• YAKIN BAHWA KITA MEMILIKI POTENSI YANG DAPAT DIKEMBANGKAN

UNDERSTANDING (PEMAHAMAN DIRI)
• MEMAHAMI KELEMAHAN DIRI
• MEMAHAMI POTENSI DIRI

CREATIVITY (KREATIFITAS)
• KEINGINTAHUAN
• MOTIVASI UNTUK BERKEMBANG

COLLABORATION (KERJASAMA)

• Banyak hal yang sulit dilakukan secara individu, dengan mudah dapat diselesaikan secara kerjasama.

EXELENCE / YANG TERBAIK
ANDA BISA MENJADI YANG TERBAIK

ENJOYMENT / SANTAI DAN SERIUS
HADAPI :

Jangan panik
Jangan Putus Asa
Jangan Tergesa2
Jangan Didramatisir
Jangan Emosional

HAYATI :
Siap sebelum terjadi
Ridho bila sudah terjadi
Jangan mempersulit diri
Evaluasi diri
Cukuplah Allah tempat bergantung

NIKMATI
SYUKURI
SABAR

DETERMINATION/HADAPI TANTANGAN

 HADAPI KESULITAN, JANGAN LARI ATAU MENGHINDAR DARI KESULITAN

PENUTUP
Ada pepatah bijak orang tua kita :

Jika hendak seribu daya

Jika tak hendak seribu dalih

baca selengkapnya ( klik ) di sini...

Selasa, 26 Juli 2011

AKSI GRUP BAND STKIP BUMIAYU


Bertempat di SMP Islam Ta’allumul Huda Bumiayu, dalam acara "Silaturahmi dalam rangka pengembangan kampus universitas di Bumiayu", pada hari Ahad, 24 Juli 2011 , sebagai acara hiburan ditampilkan Grup Band STKIP Bumiayu. Lagu – lagu yang dinyanyikan cukup menarik. Dipadu dengan gerak tari dari para Mahasiswa STKIP Bumiayu, penampilan grup Band STKIP Bumiayu ini cukup menghibur bagi para tamu undangan. Lagu yang dibawakan merupakan lagu – lagu Nahem Ta’allumul Huda Bumiayu. Di antaranya adalah lagu yang berjudul Uskudara, lagu berbahasa Turki, yang merupakan lagu Nahem ciri khas dari Yayasan Wakaf Perguruan Ta’allumul Huda Bumiayu.
Ingin mendengar dan memiliki lagu tersebut ? silahkan anda download gratis di sini ! Selamat menikmati !



atau silahkan klik di sini. !
baca selengkapnya ( klik ) di sini...

AGENDA KBM BULAN RAMADHAN

NO. --- TANGGAL --- JENIS KEGIATAN --- KETERANGAN
1. --- 24 Juli 2011 --- Pengajian Yayasan diikuti oleh guru, dosen, pegawai se-Yayasan Wakaf Perguruan Ta’allumul Huda Bumiayu, dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1432 H
2. --- 28 Juli 2011 --- Pengajian menyambut bulan suci Ramadhan 1432 H.
3. --- 28 Juli 2011 s.d 5 Agustus 2011 --- Libur menyambut dan awal bulan suci Ramadhan 1432 H.
4. --- 6 – 22 Agustus 2011 --- Hari efektif KBM
5. --- 13 – 14 Agustus 2011 --- Renungan dan ulang janji Hari Pramuka ke-50 tahun 2011
6. --- 23 Agustus 2011 s.d 9 September 2011 --- Libur akhir Ramadhan 1432 H. dan Hari raya Idul Fitri 1432 H.
7. --- 10 September 2011 --- Hari efektif KBM



baca selengkapnya ( klik ) di sini...

Selasa, 12 Juli 2011

JADWAL KEGIATAN PERKEMAHAN PENERIMAAN ANGGOTA AMBALAN ( PERMATA )

JADWAL KEGIATAN
PERKEMAHAN PENERIMAAN ANGGOTA AMBALAN ( PERMATA )
SMA ISLAM T. HUDA BUMIAYU

NO. -- HARI/TANGGAL- - WAKTU – KEGIATAN – KETERANGAN
1. – RABU, 13 JULI 2011
 05.15 – 05.45 – Daftar ulang peserta Permata
 05.45 – 06.30 – Persiapan kegiatan dan sarapan pagi
 06.30 – 07.00 – Sarapan pagi bersama dewan guru dan karyawan
 07.00 – 07.30 – Upacara pembukaan Permata
 07.30 – 08.30 – Break, persiapan penjelajahan



 09.00 – 12.00 – Penjelajahan
 12.00 – 13.00 – Break, sholat Dluhur dan makan siang
 13.00 – 14.00 – M.1
 14.00 – 15.00 – M.2
 15.00 – 15.30 – Break, sholat Ashar
 15.35 – 17.15 – Dolanan Sore-sore
 17.00 – 17.15 – Apel sore
 17.15 – 19.30 – Keperluan pribadi, sholat dan Kultum Maghrib, sholat Isya dan makan malam
 19.30 – 20.00 – Persiapan api unggun
 20.00 – 23.00 – Api unggun
 23.00 – 04.00 – Break

2. – KAMIS, 14 JULI 2011
 04.00 – 06.00 – MCK, Sholat dan kultum Shubuh serta olah raga
 06.00 – 06.15 – Apel pagi
 06.15 – 07.30 – Keperluan pribadi dan Sarapan pagi
 07.30 – 09.00 – Perkenalan dengan Dewan Ambalan
 09.00 – 10.00 – M.3
 10.00 – 11.30 – Break
 10.30 – 11.30 – M.4
 11.30 – 12.30 – Kebersihan lingkungan
 12.30 – 13.00 – Sholat Dluhur dan makan siang
 13.00 – 15.30 – Upacara pindah golongan dan pelantikan anggota ambalan
 15.30 ---- Sayonara........

baca selengkapnya ( klik ) di sini...

Jumat, 08 Juli 2011

NAMA KELOMPOK PESERTA MOS 2011/2012

DAFTAR NAMA KELOMPOK PESERTA
MASA ORIENTASI SISWA ( MOS )
SMA ISLAM T. HUDA BUMIAYU
Tahun Pelajaran 2011/2012

NO NPDF Nama L/P KELOMPOK PUTRA
1 2011003 HELMI LUTFIAH L Umar Bin Khatab
2 2011007 MUHNI MUZAKI L Umar Bin Khatab
3 2011009 M. FIKIH FAOZAN L Umar Bin Khatab
4 2011017 M.SULKHI YAZID L Umar Bin Khatab
5 2011018 M. FAJAR NOVALA L Umar Bin Khatab



6 2011021 NAF'AN CHAERUL AZHAR L Umar Bin Khatab
7 2011022 AHMAD KHAERUL RIZAL L Umar Bin Khatab
8 2011043 RENDI ADAM L Umar Bin Khatab
9 2011044 M. FESTIQIAL L Umar Bin Khatab
10 2011054 MOH.ANDI ARIFIN L Umar Bin Khatab
11 2011062 YUSTIAN DWI SAPUTRA L Umar Bin Khatab
12 2011064 ISBAHUL FUADI L Umar Bin Khatab

1 2011065 MUSYAFAK BANGKIT D.T L Abu Bakar Sidiq
2 2011068 DIMAS PUTRA PAMUNGKAS L Abu Bakar Sidiq
3 2011071 IVAN BARIQ MOECHAMAD L Abu Bakar Sidiq
4 2011077 AKMAL SAPUTRA L Abu Bakar Sidiq
5 2011079 IBNU ABU BAKAR L Abu Bakar Sidiq
6 2011090 MUKTI ATI Q L Abu Bakar Sidiq
7 2011091 YULI LEONO DWI CAHYO L Abu Bakar Sidiq
8 2011096 HENDRO ANJAS SAPUTRO L Abu Bakar Sidiq
9 2011104 AHMAD FIRDAN RAHMAN L Abu Bakar Sidiq
10 2011105 M. KEMAL EL SIDQI L Abu Bakar Sidiq
11 2011117 WILDAN BAITY AL ANWARI L Abu Bakar Sidiq
12 2011119 ANDREAN BAHTIAR L Abu Bakar Sidiq

1 2011125 M. NUR ZAMAN L Ali Bin Abu Tholib
2 2011127 AHMAD FAUZI L Ali Bin Abu Tholib
3 2011145 M. FAISAL AMRULLAH L Ali Bin Abu Tholib
4 2011146 AVIAN DWI PANGESTU L Ali Bin Abu Tholib
5 2011150 M.SONI ARDAFI L Ali Bin Abu Tholib
6 2011152 ANDRIYANTO L Ali Bin Abu Tholib
7 2011159 M. HILMI NURMUZAYYIN L Ali Bin Abu Tholib
8 2011162 DIAN AZI FIRMANSYAH L Ali Bin Abu Tholib
9 2011168 REGA NUR WIDIYANSAH L Ali Bin Abu Tholib
10 2011172 RUDI ALFIAN L Ali Bin Abu Tholib
11 2011179 DIDI ALFIAN L Ali Bin Abu Tholib
12 2011189 ANNUAR HIDAYAT L Ali Bin Abu Tholib

1 2011203 M. ABDUL MUIS L Usman Bin Affan
2 2011205 AKBAR SETIA DERMAWAN L Usman Bin Affan
3 2011208 IMAM YULIANTO L Usman Bin Affan
4 2011209 RULLY SATRIA NUGRAHA L Usman Bin Affan
5 2011211 INDRA HARTONO L Usman Bin Affan
6 2011212 ALFIAN NURAINI L Usman Bin Affan
7 2011216 MUH. LUKMAN ALFATH L Usman Bin Affan
8 2011217 SYAEFIN NUHA L Usman Bin Affan
9 2011219 MUH. PRIBADI SUCIANTORO L Usman Bin Affan
10 2011220 RESKI SETIADI L Usman Bin Affan
11 2011221 FAFA GANDHY KHWARIZMI L Usman Bin Affan
12 2011225 MAULANA WEDY IRKHAM L Usman Bin Affan

1 2011231 ABYAN FARADIS HILMY L Khalid Bin Walid
2 2011236 HUSNU SABILI RIDLO L Khalid Bin Walid
3 2011241 M. FADLY NOOR L Khalid Bin Walid
4 2011247 ARIF RAHMAT DARMAWAN L Khalid Bin Walid
5 2011248 ABU KHASAN L Khalid Bin Walid
6 2011249 M. ABRAR HUSAMUDIN L Khalid Bin Walid
7 2011255 HIDAYATULLOH L Khalid Bin Walid
8 2011258 M. SALMAN AL FARISI L Khalid Bin Walid
9 2011259 ALFIAN ASRORI L Khalid Bin Walid
10 2011260 DAFFA IBRAHIM RACHMAN L Khalid Bin Walid
11 2011263 M. IQBAL TAMIMI L Khalid Bin Walid
12 2011264 MUHAMMAD.NURUL FIRDAUS L Khalid Bin Walid

1 2011267 M. ANIS ALWI MUBAROK L Bilal Bin Rabah
2 2011230 M. CHANDRA MAULANA L Bilal Bin Rabah
3 2011218 ARIF PUJIYANTO L Bilal Bin Rabah
4 2011238 RIFQI ALI RIDLO L Bilal Bin Rabah
5 2011185 MUHAMMAD KHERI AMIR S L Bilal Bin Rabah
6 2011262 BENY KURNIAWAN L Bilal Bin Rabah
7 2011237 M. AZWAR FIKRI MUTTAQIEN L Bilal Bin Rabah
8 2011095 ARDHI DHIA ALHAQ L Bilal Bin Rabah
9 2011037 nur faijin L Bilal Bin Rabah

1 2011002 SUCI UTAMI ASIH P Siti Khodijah
2 2011004 KHAFIDATUL UMMAH P Siti Khodijah
3 2011008 IMELDA FRANSISCA ARIFTA P Siti Khodijah
4 2011010 WINDA OKTAVIANI P Siti Khodijah
5 2011011 RIZQI MUAMALAH FATIMAH P Siti Khodijah
6 2011014 DINA AMALIA P Siti Khodijah
7 2011015 SHINTA SARI P Siti Khodijah
8 2011016 AYU PRITIANTI MARSA P Siti Khodijah
9 2011024 PUTRI PUJI LESTARI P Siti Khodijah
10 2011025 NOFI DWI SISWARI P Siti Khodijah
11 2011026 NIKI AYU ANGGINI P Siti Khodijah
12 2011027 EKA WAHYUNINGTYAS P Siti Khodijah

1 2011028 TIYA SAKINA PUTRI P Siti Aisyah
2 2011029 FARAH AZIZAH P Siti Aisyah
3 2011031 WIDYANITA RINJANI P Siti Aisyah
4 2011032 DESTARINI PUTRI PAMUNGKAS P Siti Aisyah
5 2011033 NUR HIDAYATUL LAELY P Siti Aisyah
6 2011036 IKA MAWARNI OKTAVIANI P Siti Aisyah
7 2011040 LIA MURNIATI P Siti Aisyah
8 2011041 ASIH NUR MAOLANI P Siti Aisyah
9 2011042 DHINY ROSSESARI P Siti Aisyah
10 2011045 INKA RAUNELIA MAWALIAH P Siti Aisyah
11 2011046 SUCI FITRIANI P Siti Aisyah
12 2011048 DINDA AYU MASHITOH P Siti Aisyah

1 2011050 INDAH SARIPATUL J P Siti Fatimah
2 2011053 SITI UMI SHOFIYATIN P Siti Fatimah
3 2011055 CITRA YULIANA SAFITRI P Siti Fatimah
4 2011059 EVI NUR LUTFIANI P Siti Fatimah
5 2011060 IRFA IKRIMATUL AMALA P Siti Fatimah
6 2011066 FEBRINTA AYU NUR AISYAH P Siti Fatimah
7 2011067 NISRINA NUR FAJRIN P Siti Fatimah
8 2011069 NISA RIZQI AMALIA P Siti Fatimah
9 2011070 MAR'ATUL KHASANAH P Siti Fatimah
10 2011072 USWATUN AMALIAH P Siti Fatimah
11 2011080 NURAENI OKTAVIA P Siti Fatimah
12 2011081 NURROTUL AZIZAH P Siti Fatimah

1 2011082 AFNI HIDAYATI P Siti Hajar
2 2011084 NELIS ALFINA P Siti Hajar
3 2011085 BILQIS ELSYARIFA FUADIAH P Siti Hajar
4 2011087 ELVANA LIA VIANI P Siti Hajar
5 2011088 MUNA NAFISAH P Siti Hajar
6 2011089 KHUNAENI P Siti Hajar
7 2011093 EVI MARLINA P Siti Hajar
8 2011094 DINAR FEBRIANI P Siti Hajar
9 2011097 AULIYA ROCHMATUL UMAH P Siti Hajar
10 2011102 RUCITA RAMDAENI ALDORA P Siti Hajar
11 2011107 ANNASTARINA EKA SETYARINI P Siti Hajar
12 2011108 PIPIT SUGIARTI P Siti Hajar

1 2011110 DIANA AGUSTIN P Siti Zulaikha
2 2011115 NUDIA NURMALA SARI DEWI P Siti Zulaikha
3 2011118 NIHAYATUZZEN P Siti Zulaikha
4 2011121 OKTARINA TRI RAHAYU P Siti Zulaikha
5 2011122 USWATUN KHASANAH P Siti Zulaikha
6 2011124 DEVI NOVITA SARI P Siti Zulaikha
7 2011128 MALISA MAULAYA P Siti Zulaikha
8 2011129 AULIA PRIMA SUCI P Siti Zulaikha
9 2011140 WIWI LISTIAWATI P Siti Zulaikha
10 2011141 INDAH PUJI PAMUNGKAS P Siti Zulaikha
11 2011153 INDAH MULYANI GUSTI AYU PUTRI P Siti Zulaikha
12 2011154 SEPTI KOMALA PUTRI P Siti Zulaikha

1 2011156 ANGGITA DESI PURWANDINI P Siti Mashitoh
2 2011157 AENI NURSANTI P Siti Mashitoh
3 2011158 LUTFIANA SARI P Siti Mashitoh
4 2011161 NISA ULIL HIDAYAH P Siti Mashitoh
5 2011169 TIWI ANDRI YANA P Siti Mashitoh
6 2011170 AMANATI FISTI ROHMILAH P Siti Mashitoh
7 2011173 MUAMALATUN HASANAH P Siti Mashitoh
8 2011174 RISA YULI LARASATI P Siti Mashitoh
9 2011175 AMBAR UTARI P Siti Mashitoh
10 2011177 ULFIATUR ROFIQOH P Siti Mashitoh
11 2011182 ANISA ISTIQOMAH P Siti Mashitoh
12 2011183 DEVI MEILINA P Siti Mashitoh

1 2011186 UMRI MABRUROH P Halimatus Sa'diyah
2 2011188 EKA LESTARI P Halimatus Sa'diyah
3 2011191 INDAH NUR ROSITA P Halimatus Sa'diyah
4 2011192 AYU WAHYU MULYANI P Halimatus Sa'diyah
5 2011194 RINA RIZKIANA P Halimatus Sa'diyah
6 2011199 PUTRI NUR ROSALINAN P Halimatus Sa'diyah
7 2011200 YUSNIAR DWI MIRANTI P Halimatus Sa'diyah
8 2011202 ANISATUL MAOLA P Halimatus Sa'diyah
9 2011204 ENDAH MAWADDAH P Halimatus Sa'diyah
10 2011207 KHALIMATUS SADIYAH P Halimatus Sa'diyah
11 2011210 MASNIATI NACHA TYAS S P Halimatus Sa'diyah
12 2011213 GINA RAHMATUS SHAFA P Halimatus Sa'diyah
13 NUR FELIANA P Halimatus Sa'diyah

1 2011214 BENING NUARI RAMADHINI P Siti Maryam
2 2011215 INEZ NUZULATUL AUDAT P Siti Maryam
3 2011222 FIATRI LINDIARTI P Siti Maryam
4 2011223 UKE SETYA UTAMI P Siti Maryam
5 2011224 DEVI IRYANTI LESTARI P Siti Maryam
6 2011227 SRI HINDUN P Siti Maryam
7 2011229 AULIA OKTA IMANI TRI M P Siti Maryam
8 2011233 SHINTA WINDY AYU ISKAWATI P Siti Maryam
9 2011234 NISA NORMA UTAMI P Siti Maryam
10 2011235 DAMAR SRINING WATI P Siti Maryam
11 2011239 NELY APRIYANI P Siti Maryam
12 2011240 AJENG PRIHATINING TYAS P P Siti Maryam
13 2011242 NUR AZIZAH P Siti Maryam

1 2011244 INDRI DWI ASTUTI P Umi Kulsum
2 2011246 ISMI HERAWATI P Umi Kulsum
3 2011250 ISTIKHAROH P Umi Kulsum
4 2011251 SITI KHUMAEROH P Umi Kulsum
5 2011252 VISTA ANDRE SHINTIA P Umi Kulsum
6 2011254 RIZKI INDRAWATI P Umi Kulsum
7 2011256 UPI MUTOHAROH P Umi Kulsum
8 2011261 WIDDI YANTI TRI LESTARI P Umi Kulsum
9 2011265 FUDLOLAH DWI LUTFI P Umi Kulsum
10 2011266 FINI SEPTIKA YUNI P Umi Kulsum
11 2011268 FIRDA SASKIA FALAHI P Umi Kulsum
12 2011271 ADE PURWATIH P Umi Kulsum
13 2011273 IIS SOBIKHA P Umi Kulsum

Bumiayu, 06 Juli 2011

Panitia


baca selengkapnya ( klik ) di sini...