mungkin rizqi anda :

Selamat Datang ! Selamat Membaca ! jumlah pengunjung dari negara: ...

free counters

Sabtu, 09 Oktober 2010

PERKEMBANGAN KEHIDUPAN EKONOMI INDONESIA


Standar Kompetensi
• Menganalisis perjuangan bangsa Indonesia sejak proklamasi hingga lahirnya orde baru.
Kompetensi Dasar
• Menganalisis perkembangan politik dan ekonomi serta perubahan masyarakat di Indonesia dalam upaya mengisi kemerdekaan.
Indikator :
• Mendeskripsikan kehidupan ekonomi


Perkembangan ekonomi keuangan pada masa awal kemerdekaan sampai tahun 1950.
Awal kemerdekaan RI kondisi dan keadaan ekonomi sangat kacau, inflasi yang besar, sumber inflasi disebabkan oleh :
• Beredarnya mata uang rupiah buatan penduduk Jepang secara tak terkendali
• Diedarkannya uang cadangan sebesar 2,3 milyar
• Kas Negara kosong
• Pajak dan bea sangat berkurang, pengeluaran bertambah banyak
• Hasil produksi pertanian dan perkebunan tidak dapat diekspor

Untuk mengatasi keadaan ekonomi
• Pinjaman nasional
• 1946 dikeluarkan UU No.17 tahun 1946 tentang ORI
• melaksanakan konferensi ekonomi, hasilnya :
• Bahan makanan ditangani oleh badan pengawas makanan yang kemudian menjadi BPBM (Badan Persediaan dan Pembagian Bahan Makanan)
• Untuk meningkatkan produksi perkebunan-perkebunan diawasi secara langsung oleh pemerintah.
• Dibentuk badan perencanaan ekonomi.
• Menteri persediaan makanan rakyat, IJ. Kasimo membuat rencana produksi 5 tahun dikenal dengan Kasimo Plan isinya sebagai berikut :
– Memperbanyak kebun bibit dan padi unggul
– Pencegahan penyembelihan hewan pertanian
– Penanaman kembali tanah-tanah kosong
– Pemindahan penduduk sebanyak 20 juta dari Jawa ke Sumatera dalam waktu 10-15 tahun
• Pelaksanaan program rekonstruksi dan rasionalisasi (RERA) angkatan perang guna mengurangi beban Negara di bidang ekonomi dan meningkatkan efisiensi angkatan perang dengan cara menyalurkan bekas prajurit ke bidang yang produktif.
• Mendorong para pengusaha swasta ikut dalam pembangunan ekonomi nasional dengan mengaktifkan kembali persatuan tenaga ekonomi (PTE)
• Penggabungan perusahaan perindustrian dan perusahaan-perusahaan penting : pusat perusahaan tembakau Indonesia. Gabungan Indonesia Daerah Aceh (GASIDA) diaktifkan lagi.

PENATAAN KEHIDUPAN EKONOMI
Di awal-awal kemerdekaan, perekonomian kita dalam keadaan yang sangat buruk. Hal itu dikarenakan oleh beberapa sebab, misalnya :
• Eksploitasi secara besar-besaran yang dilakukan oleh pemerintah pendudukan Jepang baik fisik maupun sumber daya alam untuk kepentingan Perang Asia Timur Raya.
• Perjuangan kemerdekaan (revolusi fisik), menyebabkan masalah perekonomian kurang mendapat perhatian karena konsentrasi potensi bangsa untuk mempertahankan kemerdekaan, kecuali itu juga menyedot dana yang mestinya digunakan untuk perbaikan sarana maupun prasarana ekonomi, padahal kas negara kosong sementara pajak dan lain-lain tidak bisa masuk secara optimal.
• Blokade Ekonomi yang dilakukan oleh Belanda, menyebabkan kita tidak bisa melakukan aktifitas perdagangan dengan luar negeri yang berbuntut pada merosotnya devisa.
• Masuknya Sekutu ke Indonesia yang diikuti dengan pemberlakuan mata uang NICA bulan Maret 1946 menambah kacaunya keadaan karena banyaknya mata uang yang beredar di wilayah Indonesia saat itu.
• Inflasi yang tinggi
• Disebabkan oleh peredaran mata uang rupiah yang tidak
terkendali/diedarkannya uang cadangan sebesar 2,3 milyar
• Kas negara kosong.

Memperbaiki keadaan perekonomian
– Plan Kasimo
– Gunting Syafrudin
– Sistem Ekonomi Gerakan Benteng,
– Nasionalisasi De Javasche Bank menjadi Bank Indonesia
– Sistem Ali Baba,
– Nasionalisasi aset-aset Belanda,
– Program pinjaman nasional jangka panjang yang dicetuskan oleh Mr. AA. Maramis sebagai Menteri Keuangan RI pada saat itu.
– Konfrensi ekonomi.

Nasionalisasi De Javasche Bank menjadi Bank Indonesia
Langkah tersebut didasari oleh kenyataan bahwa segala sesuatu yang berkaitan dengan De Javasche Bank, pemerintah harus minta persetujuan dari pemerintah Belanda di Nederland, sesuatu yang mustahil mudah diperoleh.
Oleh karena itu melalui UU No. 24/1951 pemerintah menasionalisasi bank swasta Belanda tersebut dengan memberikan ganti rugi lewat pembelian saham dan sertifikat De Javasche Bank senilai + Rp. 8,95 juta.

• Diadakannya Konferensi Ekonomi dengan hasil :
• Dibentuk Badan Pengawas Ekonomi
• Dibentuk Badan Perencana Ekonomi
• Program Produksi Lima Tahun oleh IJ Kasimo

Sistem Ekonomi Terpimpin
• Untuk menanggulangi keadaan ekonomi yang semakin suram, pada tanggal 28 Maret 1963 dikeluarkan landasan baru bagi perbaikan ekonomi secara menyeluruh, yaitu “Deklarasi Ekonomi“ atau “Dekon”, beserta 14 Peraturan pokoknya.
• Tujuan Dekon adalah menciptakan ekonomi yang bersifat nasional, demokrasi dan bebas dari sisa-sisa imperialisme, untuk mencapai tahap ekonomi sosialis Indonesia dengan cara terpimpin.
• Pada tanggal 26 Mei 1963 dikeluarkan 14 pokok peraturan, tetapi peraturan-peraturan itu sendiri dalam pelaksanaannya bertentangan dengan prinsip-prinsip Dekon. Di dalam prakteknya kesulitan-kesulitan ekonomi bertambah menyolok. Pada tahun 1961-1962 harga-harga pada umumnya naik menjadi 40 %. Struktur ekonomi Indonesia mengarah kepada etatisme (perekonomian diatur atau dipegang oleh negara). Ekonomi Terpimpin ala Dekon lebih bersifat ekonomi peraturan yang menjurus menjadi ekonomi–anarchi.
• Kondisi politis, yaitu konfrontasi dengan negara-negara Barat dan Malaysia, melibatkan Indonesia ke dalam situasi perang yang mempercepat proses kemerosotan ekonomi. Pada tahun 1966 inflasi mencapai 600 %.
• Adapun sebab-sebab pokok kegagalan ekonomi terpimpin yang berlandaskan Dekon adalah :
– Penanganan masalah ekonomi tidak rasional, lebih bersifat politis dan tidak ada kontrol.
– Tidak adanya ukuran yang obyektif di dalam menilai sesuatu usaha atau hasil orang.
• Dilihat dalam keseluruhannya, gambaran ekonomi Indonesia pada Demokrasi Terpimpin merupakan gambaran yang paling suram di dalam sejarah RI.


baca selengkapnya ( klik ) di sini...

Kamis, 07 Oktober 2010

AKULTURASI BUDAYA DI INDONESIA


PERPADUAN TRADISI LOKAL, HINDU - BUDHA DAN ISLAM DI BERBAGAI DAERAH DI INDONESIA


Standar Kompetensi
Menganalisis perjalanan bangsa Indonesia pada masa negara-negara tradisional
Kompetensi dasar
Menganalisis proses interaksi antara tradisi lokal, Hindu - Budha dan Islam di Indonesia.
Indikator :
 Mengidentifikasi perpaduan tradisi lokal, Hindu - Budha, dan Islam dalam institusi sosial masyarakat di berbagai daerah.
 Menganalisis proses percampuran kepercayaan lokal, Hindu - Budha, dan Islam dalam kehidupan keagamaan masyarakat di kerajaan-kerajaan bercorak Islam.
 Menganalisis prorses pencampuran arsitek lokal, Hindu -_Budha, dan Islam di berbagai wilayah Indonesia


Nilai Tradisi Lokal

Membahas Nilai-nilai tradisi lokal bangsa Indonesia, berarti kita membahas perkembangan kebudayaan Indonesia. Bangsa Indonesia sudah memiliki budaya asli sebagai berikut,
 Sistem Astronomi
 Sistem Kemasyarakatan
 Sistem Macapat
 Kesenian Wayang
 Kesenian Gamelan
 Kesenian Batik dan Tenun
 Teknologi Pengecoran Logam
 Sistem perdagangan dan Pelayaran
Juga memiliki sistem kepercayaan yang melukiskan kebudayaan Megalithikum seperti :
 - Menhir
 - Kubur batu
 - Sarkofagus
 - Dolmen
 - Punden berundak

PERPADUAN TRADISI LOKAL DENGAN TRADISI HINDU-BUDHA

Kedatangan agama (budaya). Hindu-Budha banyak membawa perubahan dalam perkembangan budaya Indonesia. Terlihat pada wujud akulturasi budaya meliputi :

Seni Bangunan
 Candi
Terdiri dari unsur Indonesia, yaitu Punden Berundak, sedang unsur India adalah Stupa
 Yupa dari Kutai.
Unsur Indonesia asli adalah Menhir, sedang unsur India Prasasti dan tiang untuk
menambatkan binatang kurban.
 Lingga dan Yoni (lambang kesuburan)
Unsur India adalah Lingga Yoni sedang unsur Indonesia asli adalah Alu dan Lumpang.

Seni Rupa dan Seni Ukir
 Bisa dilihat pada relief yang dipahatkan pada dinding candi :
Misal : - Pada dinding langkan Candi Borobudur dipahatkan riwayat sang Budha.
- Pada dinding Candi Prambanan dipahatkan cerita Ramayana.

Seni Sastra (Prosa dan Tembang / Puisi)
 Berdasarkan isinya kesusastraan dikelompokkan menjadi 3 :
 Tutur (pitutur = kitab keagamaan)
 Kitab Hukum
 Wiracarita (kepahlawanan)

Filsafat
 Penduduk Indonesia sudah sejak masa prasejarah percaya adanya kehidupan sesudah mati yaitu sebagai roh halus. Kehidupan roh halus memiliki kekuatan, oleh sebab itu roh nenek moyang dipuja orang yang masih hidup. Setelah pengaruh India masuk, hal ini tidak punah. Misal : fungsi candi sebagai makam raja atau penyimpan abu jenazah raja.

Sistem Pemerintahan
 Salah satu bukti akulturasi dalam bidang pemerintahan, yaitu berdirinya Kerajaan, misalnya seorang raja yang sebelumnya adalah kepala suku, harus berwibawa dan dipandang memiliki kekuatan gaib sehingga raja terasa selalu dekat.

Sistem Kepercayaan
 Setelah masuk dan berkembangnya agama Hindu - Budha, maka terjadi pula akulturasi kepercayaan. Pada masa prasejarah, kepercayaan utama masyarakat Indonesia adalah pemujaan roh nenek moyang dengan sarana pemujaan beruapa Menhir, dolmen dan Punden Berundak.

Sistem Kalender
 Pada zaman prasejarah, masyarakat Indonesia telah mengenal astronomi yang digunakan untuk kepentingan praktis, misal untuk menentukan letak bintang sehingga mengetahui arah angin pada waktu berlayar dan kapan mengadakan kegiatan pertanian.

PERPADUAN TRADISI LOKAL (PRA ISLAM) DENGAN TRADISI ISLAM

Masa Pra Islam (menjelang Islam masuk ke Indonesia) tradisi yang berkembang adalah pengaruh Hindu - Budha sedangkan pada Islam masuk maka perpaduan tradisi terjadi pengaruh Islam mulai masuk ke segala aspek kehidupan bentuk akulturasi yang terjadi sebagai berikut :

NON FISIK

Yaitu yang tidak berwujud kebendaan, tetapi berupa adat - isti adat, nilai-nilai atau tradisi lain yang berkembang di masyarakat. Contoh :
- Upacara Sekaten
 Peninggalan sejarah yang bercorak Islam dalam bentuk seni pertunjukan adalah perayaan Garebek Besar dan Garebek Maulud (perayaan Sekaten). Perayaan Garebek Besar dan Garebek Maulud dilakukan di Demak, Surakarta, Yogyakarta, Cirebon, Banten, dan Aceh. Di Yogyakarta, Surakarta, dan Cirebon perayaan Maulud disebut Sekaten.
 Istilah sekaten berasal dari kata syahadatain, pengakuan percaya kepada ajaran agama Islam, tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad SAW adalah Rasul-Nya.
 Sekaten diperkenalkan oleh Raden Patah di Demak pada abad ke-16. Pada saat itu orang Jawa beralih memeluk agama Islam dengan mengucapkan shahadatain. Oleh karena itu, penggunaan nama sekaten pada perayaan tersebut menjadi terkenal. Perayaan Sekaten kemudian diteruskan oleh sultan-sultan berikutnya sehingga menjadi perayaan tahunan. Pada perayaan ini seluruh pusaka kerajaan Yogyakarta dan Surakarta dibersihkan dalam upacara penyucian khusus. Selain itu, sultan membagikan berkah berupa lima jenis nasi yang dibentuk seperti gunung. Kelima macam nasi tersebut mewakili jagad atau dunia orang Jawa.
 Dari peninggalan budaya Sekaten, cobalah cari dan sebutkan bagian-bagian yang merupakan bentuk budaya lokal, Hindu–Budha dan Islam!

- Ziarah Ke Makam
 Ziarah bagi sebagian masyarakat Indonesia sudah mentradisi. Ziarah berasal dari bahasa Arab, artinya mengunjungi. Istilah ziarah disebut juga dengan sowan (mengunjungi) dan nyekar (meletakkan bunga di atas makam). Ziarah dipercaya dapat membawa berkah dunia dan akhirat.
 Ziarah biasanya dilakukan di makam keluarga, makam wali, makam tokoh penting agama, makam raja, atau di makam tokoh penting masyarakat lainnya. Orang melakukan ziarah dengan tujuan berbeda-beda, misalnya untuk mendapatkan anugerah dengan memuja roh nenek moyang, mensyukuri kebesaran Tuhan, mengingatkan tentang akhirat, menghormati orang yang telah meninggal, atau melanggengkan hubungan antara orang hidup dan yang telah mati. Tradisi ziarah dipengaruhi oleh kebudayaan Indonesia lama (kebudayaan lokal) dan kebudayaan Hindu–Budha berupa tradisi pemujaan terhadap arwah nenek moyang.

FISIK

Seni Bangunan (arsitektur)

Asli Indonesia : atap tingkat, prondasi kuat, bentuk bujur sangkar, serambi depan, dan samping, parit depan dan samping.

Makam
 Asli Indonesia : bentuk gugusan cungkup
 Islam : bertulis Arab dan kaligrafi,
contoh : makam Putri Suwari dari Gresik, Makam Sendang Duwur Tuban.

Masjid
Bentuk akulturasi bangunan masjid :
 Atap tumpang : Masjid Agung Cirebon, Ketangka di Sulawesi, Masjid Angke Tambura Jakarta, Masjid Demak, Masjid Baiturrahman Aceh, Masjid Agung Banten.
 Bentuk bujur sangkar, ada serambi baik depan maupun samping.
 Ada menara masjid dan beratap kubah.

Menara Masjid
Menara Masjid Kudus berbentuk candi

Seni Rupa
 Relief
 Kaligrafi

Seni Sastra
 Hikayat yaitu cerita atau dongeng belaka, contoh : Hikayat Amir Hamzah, Bayan Budiman, Cerita 1001 malam.
 Babad yaitu : Hikayat yang digubah dalam cerita sejarah, contoh : Babad Tanah Jawi, Babad Cirebon, Babad Mataram, Babad Surakarta.
 Suluk yaitu kitab yang berisi tasawuf, contoh : Suluk Sukarsa, Suluk Wijil, Suluk



baca selengkapnya ( klik ) di sini...

Rabu, 06 Oktober 2010

KERAJAAN ISLAM DI INDONESIA


Standar Kompetensi :
Menganalisis perjalanan bangsa Indonesia dari negara tradisional, kolonial, pergerakan kebangsaan, hingga terbentuknya negara kebangsaan sampai Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Kompetensi dasar :
Menganalisis perkembangan kehidupan negara-negara kerajaan Islam di Indonesia.
Indikator :
Menganalisis munculnya negara-negara kerajaan Islam di Indonesia


KERAJAAN SAMUDRA PASAI

- Geografis
• Berdiri abad XII (1128 M) letak di Pasai dekat Selat Malaka dan sangat strategis dilewati jalur perdagangan, disinggahi para pedagang.

- Politik
• Raja-raja yang pernah berkuasa
• Nazamudin Al Kamil (1128 M) seorang laksamana laut Mesir yang berhasil merebut Gujarat
• Sultan Malikul Saleh (1207 M) berhasil mengalahkan dinasti Fatimah dan datang ke Pasai.
• Sultan Malikul Thahir (1297 M) Pasai mendapat sangat dari kerajaan Malaka.

- Ekonomi
• Pasai merupakan urat nadi pelayaran dan perdagangan internasional sehingga Pasai mendapat bea cukai kapal-kapal pedagang dan menyediakan barang-barang hasil bumi.

- Sosial budaya
• Pasai sering disebut “Serambi Mekah” dengan adat istiadat yang mirip dengan adat Mekkah dengan budaya yang terkenal berupa batu nisan, masjid, kaligrafi, dll.

KERAJAAN ACEH

- Geografis
• Berdiri abad XVII (1637 M) letak di Aceh yang strategis jalur persimpangan jalan perdagangan dunia.

- Sistem birokrasi :
• Sultan sebagai penguasa tertinggi. Wilayah kesultanan Aceh dibagi menjadi :
• Tiga wilayah sagi yang diperintah seorang Panglima Sagi disebut Hulubalang Besar
• Wilayah pusat atau distrik yang memiliki otonomi daerah dipimpin Hulubalang (Uleebalang)

- Politik
• Raja-raja yang pernah berkuasa antara lain :
• Sultan Ali Mughayat Syah (1514 – 1529 M) melakukan ekspansi ke Sumatera Utara.
• Sultan Salahudin (1528 – 1537 M) Aceh mengalami kemunduran karena raja tidak memperhatikan pemerintahan dan kesejahteraan masyarakat.
• Sultan Alaudin Riayat Syah Al Kahar (1537 – 1568 M) mengadakan reformasi politik, ekonomi, dan ekspansi.
• Sultan Iskandar Muda (1607 – 1636 M) mengalami zaman kejayaan dan banyak para pedagang yang singgah.
• Sultan Iskandar Tani (1636 – 1341 M) diganti oleh permaisurinya.

- Ekonomi :
• sebagai penghasil rempah-rempah yang dibutuhkan oleh para pedagang dari luar sehingga mendapatkan devisa yang cukup tinggi.

- Sosial budaya dan seni
• Kehidupan masyarakat terdapat dua kelompok yakni :
• Teuku : bangsawan Islam
• Tengku : orang yang ahli tentang ajaran Islam
• Peninggalan budaya seni bangunan masjid yaitu Baiturrahman dibangun pada masa Sultan Iskandar Muda.
• Keruntuhan Aceh
• Tidak ada Sultan yang kuat untuk mengendalikan Aceh
• Munculnya pertikaian yang terus menerus antara Teuku dan Tengku
• Daerah kekuasaannya saling melepaskan diri

KERAJAAN MALAKA

- Geografis
• Berdiri abad XIV (1396 M), letaknya di Malaka sebagai pusat perdagangan dan pelayaran.

- Politik
• Raja-raja yang berkuasa :
• Iskandar Syah (1414 – 1424 M) nama kecilnya Paramisora.
• Pangeran Kerajaan Majapahit yang lari dari Blambangan ke Tumasik (Singapura). Pada saat perang Paregreg, Paramisora masuk Islam dan bergelar Iskandar Syah.
• Muhammad SAW Iskandar Syah
• Ekspansi ke Semenanjung Malaka dengan menguasai jalur ekspansi Selat Malaka sehingga berhasil menjadi negara maritim.
• Mudzafar Syah (1424 – 1458 M) ekspansi ke Pahang, Indra Giri, Kempar dan sekitarnya.
• Sultan Mansyur Syah (1458 – 1477 M) mencapai zaman kejayaan dan menjadi pusat penyebaran Islam.
• Sultan Alauding Syah (1477 – 1488 M) raja kurang cakap sehingga Malaka mengalami kemunduran.
• Sultan Muhammad SAW Syah ( 1488 – 1511 M) Malaka semakin lemah dan berhasil dikuasai oleh Portugis di bawah Alfonso d’ Al Bequerque.

- Ekonomi
• Malaka sebagai penguasa jalur perdagangan Asia mendapat upeti dan bea cukai dari para pedagang yang singgah dan telah menetapkan UU pelayaran untuk mengatur para pedagang yang berlayar.

- Sosial Budaya
• Masyarakat hidup dari dunia maritim, agamis, dan perdagangan cenderung hidup secara individualis. Hasil budaya berupa sastra yang menceritakan tentang kepahlawanan yakni : Hang Tuah, Hang Lekir, dan Hang Jebat.

KERAJAAN ISLAM TERTUA DI JAWA

KERAJAAN DEMAK (1475 – 1568)

- Geografis
Letak pantai utara Jawa Tengah sebelumnya bernama Bintoro (Kabupaten)

- Politik
Raja yang berkuasa
Raden Patah (Sultan Alam Akbar Al Fattah) 1500 – 1518 M dari keturunan Brawijaya V yang melepaskan diri dari Majapahit tahun 1500 M.
Patiunus (Pangeran Sabrang Lor) 1518 – 1521 M.
Sultan Trenggono 1521 – 1546 jaman kejayaan Demak. Sepeninggal Trenggono terjadi perang saudara antara Aryo Penangsang (Putera Pangeran Sekar Seda Lepen) melawan keturunan Sultan Trenggono (Pangeran Prawoto) yang dibantu Adiwijaya.
- Ekonomi
Demak menguasai wilayah pedalaman (agraris) dan wilayah pesisir yang merupakan pelabuhan dagang yang ramai.

- Sosial budaya
Masyarakat hidup bertani, berdagang, kalangan bangsawan hidup secara feodal. Untuk mengatur kehidupan bernegara dibuat undang-undang dan hukum yang berdasarkan Islam.
Peranan ulama sangat besar dalam pemerintahan Kerajaan Demak perdagangan pelayaran berkembang pesat.

KERAJAAN PAJANG (1568 – 1586 M)

- Geografis
Di pantai utara pulau Jawa wilayahnya meliputi wilayah Demak, dikurangi Banten dan sebagian wilayah pesisir Jawa Timur.

- Politik
Raja-raja yang berkuasa :
Hadiwijaya (Mas Karebet, Joko Tingkir) 1568 – 1582 ia mengalahkan Arya Penangsang kemudian memindahkan pusat pemerintahan di Pajang.
Pangeran Benowo (Putera Hadiwijaya) 1582.
Masa ini terjadi perebutan tahta dengan putera P. Prawoto (Demak) dengan bantuan Sutawijaya Demak dapat dikalahkan oleh Pajang kemudian kekuasaan diserahkan kepada Sutawijaya.

- Sosial Budaya
Masyarakatnya petani, pedagang dan pelaut, agama Islam menjadi agama mayoritas, peranan ulama sangat besar dalam pemerintahan Pajang.

KERAJAAN MATARAM ISLAM

- Geografis
• Letak di sekitar Kotagede Yogyakarta. Mataram adalah daerah perdikan yang dihadiahkan oleh Hadiwijaya kepada Ki Ageng Pemanahan. Setelah Ki Ageng Pemanahan Wafat Pemerintahan di Mataram dipegang oleh Sutawijaya (puteranya).

- Politik
• Raja-raja yang berkuasa :
• Sutowijoyo (Panembahan Senopati Ing Alogo Sayidin Panotogomo) 1585 – 1601
• Mas Jolang (Panembahan Seda Krapyak) 1601 – 1613
• Mas Rangsang (Sultan Agung Hanyokrokusumo) 1613 – 1645
• Amangkurat I (Pangeran Tegal Arum) 1645 – 1677
• Amangkurat II (Adipati Anom) 1679 – 1704
• Amangkurat III (Sunan Mas) 1704 tidak mendapat dukungan VOC
• Paku Buwono I (Pangeran Puger) 1719 – 1719
• Amangkurat IV (Sunan Prabu) 1719 – 1727
• Paku Buwono IIPerjanjian Giyanti, 13 Pebruari 1755
• Paku Buwono III
• Mataram Surakarta
• Hamengkubuwono I
• (Mataram Yogyakarta)Perjanjian Salatiga, 1757 (Mas Sa’id, Pangeran Samber Nyowo)
• Paku Buwono III
• Mangkunegoro I
• (Mangkunegaran)

- Ekonomi
Masyarakat hidup agraris dan perdagangan.

- Sosial Budaya
Lapisan masyarakat terdiri dari golongan bangsawan (feodal) dan rakyat, hasil budaya Jawa berkembang sejalan dengan perkembangan Islam (Kejawen).
Sistem birokrasi
kekuasaan tertinggi dipegang sultan (raja) yang dibantu oleh pejabat kerajaan dengan tugas-tugas tertentu. Jabatan yang berada dibawah raja dibagi menjadi sebagai berikut :
Pemerintahan Lebet, yaitu pemerintahan di dalam istana
Pemerintahan lebet dijabat oleh pejabat tinggi kerajaan yang bergelar Patih Lebet (patih dalam). Dalam menjalankan tugasnya dibantu oleh wedana dengan tugas masing-masing. Tahun 1755 patih lebet dihapus dan diganti Tumenggung.
Pemerintahan Jawi, yaitu pemerintahan di luar istana.
Diperintah oleh Wedana Jawi, pemerintahan manca negara dikepalai oleh seorang Bupati / Adipati sebagai kepala daerah dan bertanggung jawab kepada raja.

KERAJAAN BANTEN


- Geografis
• Letak di ujung barat Pantai Utara Jawa, jalur Selat Sunda.

- Politik
• Raja-raja yang berkuasa :
– Hasanuddin (1550 – 1570 M)
– Panembahan Yusuf (570 – 1579 M)
– Maulana Muhammad SAW (1579 – 1596 M)
– Abu Mufakir (1596 – 1651 M)
– Sultan Ageng Tirtayasa (1651 – 1692 M)
– Sultan Haji (1671 M)

KERAJAAN ISLAM DI SULAWESI DAN MALUKU

KERAJAAN GOA TALLO

- Geografis
Kerajaan Goa dan Tallo adalah dua kerajaan yang berintegrasi menjadi kerajaan Makasar dengan wilayah meliputi Bone, Wajo, Sopeng dan Luwu.

- Politis
Raja yang pernah berkuasa :
Raja Goa : Daeng Manrabia bergelar Sultan Alaudin yang diangkat menjadi Raja Makasar.
Raja Tallo : Karaeng Matoaya bergelar Sultan Abdullah sebagai Mangkubumi di Makasar.
Alaudin (1571 – 1638 M), mulai menata pemerintahan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sultan Hasanuddin (1638 – 1667 M) ekspansi ke Sumbawa, Flores dengan keberaniannya Hasanuddin dijuluki “Ayam jantan dari Timur”. Hasanuddin selalu berusaha mengusir Belanda sehingga Belanda meminta bantuan raja Bone. Akhirnya Makasar dapat ditekan dan menandatangani perjanjian Bongaya 1667 M, dengan isi :
VOC memperoleh hak monopoli dagang di Makasar
Makasar melepaskan Bone
Makasar menyerahkan benteng kepada VOC
Arupalaka sebagai raja Bone
Mapasomba 1667 M, dipercaya untuk mengendalikan Makasar namun sifatnya lebih keras dari ayahnya maka Belanda menghancurkannya dan nasibnya tidak diketahui.

- Ekonomi
Makasar menjadi tempat persinggahan para pedagang internasional dengan pelabuhannya Somba Opu. Untuk mengatur pelayaran dibuatkan UU Pelayaran dan perniagaan yang disusun berdasarkan keislaman karya, Ammana Gapa berupa “Ade Loping Bicaranna Pabbahi’e”

- Sosial Budaya
Raja sangat memperhatikan kehidupan masyarakat dengan berpegang bahwa lautan semua ciptaan Tuhan untuk kita semua, maka harus dikelola dan dimanfaatkan. Budaya yang sangat terkenal adalah pembuatan perahu pinisi yang tersiar sampai ke manca negara.
Sistem birokrasi
Kekuasaan tertinggi dipegang oleh raja. Sebutan untuk raja dapat ditemukan dari beberapa suku tradisional yang bersifat kronik yang memuat silsilah raja. Kitab tersebut antara lain sebagai berikut :
Lontara memuat silsilah raja-raja Toraja
Lagaligo memuat silsilah raja-raja Bugis
Raja Gowa bergelar Sombayari Gowa (disembah).
Raja Lawu bergelar Pajungeri Luwu (berpayung atau yang dipayungi)
Raja Bone bergelar Mangkau’e (tahta)
Pabbicarabutta yang dibantu oleh :
Tumailalang Matowa bertugas menyampaikan perintah raja kepada majelis
Tumailalang Malolo bertugas mengurus istana
Panglima perang bergelar Aurong Guru Lompona Tumakajannanganang.

KERAJAAN TERNATE DAN TIDORE

- Geografis
• Berdiri 1521 M. letak di Maluku merupakan dua kerajaan Islam yang besar.

- Politik
• Ternate memimpin Uli Lima (lima persekutuan / lima saudara). Tidore memimpin Uli Siwa (9 persekutuan / sembilan saudara).
• Sultan Hairun (1550 – 1570 M) menentang politik monopoli Portugis, setelah Portugis mendirikan Benteng Santo Paolo dalam peresmiannya mengundang Sultan Hairun namun di tengah perjalanan dibunuh portugis.
• Sultan Baabullah (1570 – 1583 M) diberi julukan tuan 72 pulau, Baabullah berhasil mengusir Portugis dari Ternate dan pada tahun 1640 ke Timor Timur setelah diusir VOC

- Ekonomi
• Wilayah Maluku sebagai penghasil cengkeh untuk obat-obatan, bumbu masak, pertanian menghasilkan beras, kacang dan rempah-rempah.

- Sosial Budaya
• Masyarakat menganut dua agama yaitu Islam dan Kristen sehingga mudah dipecah belah dan diadu domba. Contoh hasil budaya fisik berupa masjid Ternate, Istana Kerajaan.


baca selengkapnya ( klik ) di sini...

Selasa, 05 Oktober 2010

KERAJAAN HINDU – BUDHA DI INDONESIA


Standar Kompetensi :
• Menganalisis perjalanan bangsa Indonesia dari negara tradisional, kolonial, pergerakan kebangsaan, hingga terbentuknya negara kebangsaan sampai Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Kompetensi Dasar :
• Menganalisis perkembangan negara tradisional (Hindu-Budha) di Indonesia
Indikator :
• Menganalisis munculnya negara-negara kerajaan Hindu-Budha di kepulauan Indonesia
• Membandingkan struktur birokrasi politik, sosial, ekonomi antara kerajaan Hindu-Budha di berbagai daerah.
• Mengidentifikasi faktor-faktor penyebab runtuhnya kerajaan Hindu - Budha
( ingin punya Kamus Bhs Sansekerta ? Silahkan download gratis di sini !! Semoga bermanfaat )

KERAJAAN KUTAI

– Letak : di daerah Muarakaman tepi Sungai Mahakam, Kalimantan Timur.
– Sumber sejarah : tujuh buah prasasti yang tertulis pada Yupa, Yupa adalah tiang/tonggak kayu yang dipergunakan untuk menambatkan binatang kurban. Prasasti ini ditulis dengan bahasa Sansekerta dan tulisan Pallawa. Kerajaan Kutai merupakan kerajaan Hindu yang pertama di Indonesia dan mulai tumbuh sekitar tahun 400 M. agama Hindu yang tersiar di Kalimantan (Kutai) adalah dari India Selatan dengan bukti :
– Prasasti dengan tulisan Pallawa, hanya digunakan di India Selatan.
– Adanya kata Waprakeswara (lapangan suci Dewa Shiwa) yaitu suatu tempat suci yang berhubungan dengan Trimurti.
– Penggunaan nama berakhiran Warman adalah kebiasaan orang India Selatan.
• Sehingga dari prasasti tersebut kita dapat menyimpulkan :
– Raja Kudungga memiliki seorang anak yang bernama Aswawarman. Asmawarman mempunyai tiga anak dan salah satunya adalah Mulawarman.
– Pendiri keluarga kerajaan/Wangsakarta : Aswawarman.
– Agama yang dipeluk berasal dari India.
– Agama yang dianut raja Mulawarman : agama Siwa.
• Raja Kudungga menggunakan nama asli Indonesia, sedang keturunannya memakai nama Hindu

KERAJAAN TARUMANEGARA

– Letak : antara sungai Citarum-Cisadane (prasasti) sedangkan Purbacaraka berdasarkan prasasti tugu, terletak di daerah Bekasi.
– Sumber sejarah : a. Prasasti
• b. Berita Cina
• Sumber Prasasti ada 7 buah prasasti yang berhuruf Pallawa dan berbahasa Sansekerta. Tujuh prasasti tersebut adalah :
– Prasasti Ciaruteun, pada prasasti ini didapatkan sepasang telapak kaki raja Purnawarman.
– Prasasti Kebon Kopi, pada prasasti ini ditemukan pahatan gambar tapak kaki gajah yang disamakan dengan tapak kaki gajah Airawata.
– Prasasti Jambu, prasasti ini menerangkan bahwa raja Purnawarman itu gagah, pemimpin yang termashur.
– Prasasti Tugu, prasasti ini menerangkan tentang penggalian saluran Gomati dan sungai Candrabaga.
– Prasasti Pasir Awi, prasasti ini ditemukan di daerah Bogor.
– Prasasti Muara Cianten, ditemukan di daerah Bogor.
– Prasasti Lebak, menerangkan tentang keperwiraan, keagungan dan keberanian Purnawarman.
• Sumber berita Cina
– Tulisan Fa Hien, seorang musafir Cina menulis bahwa di Yepoti (Jawa Dwipa) hanya sedikit orang yang beragama Budha, tetapi kaum Brahmana lebih banyak.
– Berita dari Dinasti Sui yang menyebutkan bahwa Tolomo (Taruma) mengirimkan utusan ke Cina pada tahun 528 M, dan 535 M.
– Berita dari Dinasti Tang, menyebutkan bahwa pada tahun 666 M utusan Tolomo datang ke China.
• Pemerintahan dan Kehidupan Masyarakat
• Kerajaan Tarumanegara berkembang abad ke-5 M dengan raja yang sangat terkenal yaitu Purnawarman, daerah kekuasaan meliputi Banten, Jakarta, dan Bogor. Agama yang dipeluk adalah Hindu, sedang berdasarkan berita Fa Hien, di Tolomo ada 3 agama yaitu Hindu, Budha dan kepercayaan Animisme. Perkembangan kerajaan ini tidak dapat diketahui dengan jelas, dimungkinkan pada abad ke-7 dihancurkan Sriwijaya. Hal ini dibuktikan melalui : prasasti Kota Kapur (686 M) yang menyebut bahwa Sriwijaya sedang berperang dengan Bumi Jawa (Tarumanegara) karena tidak mau tunduk pada Sriwijaya dan sejak akhir abad ke-7 Cina tidak pernah menyebut adanya pedagangan dengan Tarumanegara (To-Lo-Mo)

KERAJAAN HOLING

• Mengenai letak kerajaan Holing hingga kini belum diketahui dengan pasti hal ini disebabkan tidak diketemukannya catatan-catatan tertulis.
• Berdasarkan berita Cina (catatan I Tsing) disebutkan bahwa temannya yang bernama Hui-Ning pada tahun 664/665 pergi ke Holing untuk mempelajari agama Budha dengan seorang pendeta bernama Jnanabhadra. Juga disebutkan bahwa kerajaan Holing diperintah oleh seorang raja putri bernama Ratu Sima. Pemerintahannya sangat keras tetapi adil dan bijaksana. Rakyat tunduk dan taat terhadap perintah Ratu. Kehidupan masyarakatnya sangat teratur, hubungan perdagangan sudah dilakukan dengan pasar sebagai pusatnya.

KERAJAAN KANJURUHAN

Keterangan tentang kerajaan tertua di Jawa Timur ini dapat diketahui dari prasasti Dinoyo yang berangka tahun 760 M. Prasasti Dinoyo ditemukan di desa Dinoyo di sebelah barat kota Malang. Prasasti Dinoyo berisi pendirian sebuah bangunan suci untuk Dewa Agastya, didirikan oleh Raja Gajayana. Prasasti Dinoyo ditulis dengan huruf Jawa Kuno dan berbahasa Sansekerta. Bangunan suci itu sekarang dikenal dengan Candi Badut

KERAJAAN MELAYU

Letak : diperkirakan pusatnya di daerah ini di kanan kiri sungai Batanghari ditemukan peninggalan-peninggalan beruba candi-candi. Arca dan peninggalan-peninggalan lainnya. Seorang musyafir Cina I-Tsing namanya menyebutkan di dalam bukunya bahwa pada bad ke-7 M, Melayu telah dimasukkan ke dalam kekuasaan kerajaan Sriwijaya.

KERAJAAN SRIWIJAYA

Sumber sejarah : kerajaan Sriwijaya yang terletak di Sumatera keberadaannya dapat diperoleh dari bukti-bukti sebagai berikut :

Sumber dalam negeri
• a). Prasasti Kedukan Bukit (683 M)
Isi : Raja Sriwijaya Dapunta Hyang membawa tentara 20.000 orang berhasil
menundukkan Minangatamwan (daerah Binaga yang terletak di Jambi).
• b). Prasasti Talang Tuo (684 M)
Isi : Pembuatan Taman Srikesetra atas perintah Raja Dapunta Hyang.
• c). Karang Birahi (686 M)
Menunjukkan penguasaan daerah pedalaman di Jambi.
• d). Prasasti Kota Kapur (686 M)
Isi : Usaha penaklukan bumi Jawa. Prasasti ini ditemukan di pulau Bangka.
• e). Prasasti Telaga Batu
Isi : Kutukan raja terhadap siapa saja yang tidak taat pada raja dan melakukan
kejahatan.
Dari prasasti itu diusulkan bahwa pusat kerajaan Sriwijaya selalu berpindah-pindah dari Minangatamwan ke Palembang selain prasasti terdapat sumber sejarah berupa bangunan kelompok Candi Muara Takus (Bangkinang, Riau)

Sumber asing
• a). Berita Cina abad ke-5 menyebutkan bahwa negara Kan-To-Li (Sriwijaya) mengirim utusan ke Cina.
• b). Berita I-Tsing bahwa kerajaan Sriwijaya negerinya dikelilingi oleh benteng abad ke-7 Sriwijaya merupakan pusat kegiatan ilmiah agama Budha.
• c). Berita India, berupa :
– Prasasti Ligor (775 M)
– Prasasti Nalanda (860 M)
Dari berita India ini dapat diperoleh keterangan bahwa kerajaan Sriwijaya mencapai zaman keemasan saat diperintah oleh Balaputradewa seorang keturunan Dinasti Syailendra, Jawa Tengah.

Kebesaran Kerjaan Sriwijaya didukung oleh faktor-faktor sbb :
• Letaknya strategis
• Runtuhnya kerajaan maritim Funan
• Armada laut yang kuat
• Menguasai daerah-daerah starategis (Selat Malaka, Sunda, Tanah Genting Kra)
• Melimpahnya hasil bumi
• Pusat pendidikan agama Budha di Asia Tenggara
Struktur Birokrasi kerajaan Sriwijaya
Wilayah kekuasaan Sri Wijaya lebih banyak tertuju didaerah lautan maupun jalur dan pusat perdagangan yang strategis. Kekuasaan tertinggi ditangan raja bersifat langsung dalam pengawasan ditempat-tempat yang strategis.

Masa Keruntuhan Sriwijaya
• Dari berita Cina, kerajaan Sriwijaya mengalami kemunduran mulai abad ke-10 sampai runtuhnya terjadi akhir abad ke-12.
• Beberapa faktor penyebabnya adalah sebagai berikut :
– Negara-negara taklukan melepaskan diri (Ligor, Tanah Genting Kra, Kelantan, Pahang, dll)
– Mundurnya perekonomian perdagangan karena bandar-bandar penting melepaskan diri.
– Di bidang militer serangan terhadap Sriwijaya terjadi dari :
– Raja Dharmawangsa (992 M)
– Kerajaan Colamandala (1017 M)
– Raja Kertanegara (Ekspedisi Pamalayu 1275)
– Kerajaan Majapahit

KERAJAAN MATARAM KUNO

Letak Kerajaan Mataram Kuno
• Kerajaan Mataram Kuno terletak di Jawa Tengah bagian selatan, daerah intinya disebut Bhumi Mataram dengan ibu kota Medang Kamulan.
– Sumber Sejarah
• Prasasti Canggal (732 M)
• Prasasti Kalasan (778 M) *
• Prasati Kelurak (782 M) *
• Prasasti Sri Kahulunan *
• Prasasti Ratu Boko (856 M) *
• Prasasti Nalanda (860 M) *
• Prasasti Mantyasih (907 M)
• Ket. * : Menerangkan keberadaan kekuasaan Dinasti Syailendra
• Disamping prasasti, Mataram kuno banyak meninggalkan bangunan-bangunan candi baik yang bercorak Hindu (dari Dinasti Sanjaya) maupun yang bercorak Budha (dinasti Syailendra).

Pemerintahan Mataram
- Dinasti Sanjaya
• Dinasti Sanjaya berkuasa sekitar abad ke-7 dari prasasti Canggal disebutkan adanya pendirian Lingga yang merupakan lambang Dewa Syiwa, selain itu menyebutkan wilayah kekuasaan Sanjaya yaitu Medang ri poh pitu.
• Sedang pada Prasasti Mantyasih disebut nama-nama raja Dinasti Sanjaya yang berkuasa atas Mataram Kuno.

Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya
• Sri Maharaja Rakai Panangkaran
• Sri Maharaja Rakai Panunggalan
• Sri Maharaja Rakai Warak Balitung
• Sri Maharaja Rakai Garung
• Sri Maharaja Rakai Pikatan
• Sri Maharaja Rakai Kayuwangi
• Sri Maharaja Rakai Watuhumalang
• Sri Maharaja Rakai Watukura Dyah

Pada akhir abad 8 kekuasaan Dinasti Sanjaya terdesak oleh Dinasti Syailendra seperti disebutkan prasasti Kalasan (778 M) bahwa Raja Panangkaran membuat candi Budha, padahal dinasti Sanjaya memeluk agama Hindu.

- Dinasti Syailendra
• Bhanu (752 – 775)
• Wisnu (775 – 782)
• Indra (782 – 812)
• Samaratungga (812 – 833)
• Pramodhawardhani (833 – 856)
• Pernikahan Pramodhawardhani dengan Pikatan (Dinasti Sanjaya menyebabkan dinasti Sanjaya mulai kokoh kembali bahkan Mataram dapat dipersatukan. Pada tahun 924 Raja Wawa memerintah dibantu Mpu Sindok sebagai Mahamantri dan memindahkan pusat pemerintahannya ke Jawa Timur.

Sistem Birokrasi
• Wilayah dibagi : wilayah pusat (merupakan daerah pusat kerajaan, istana raja, tempat para pejabat tinggi kerajaan dan wilayah watak daerah-daerah dikuasai oleh para Rakai atau Pamgat juga sebagai pejabat tinggi kerajaan)

KERAJAAN MEDANG

• Kerajaan Medang dirintis oleh Mpu Sindok pendiri wangsa Isyana di Jawa Timur. Sindok adalah menantu Wawa, telah berhasil memindahkan pusat pemerintahan dari Jawa Tengah ke Jawa Timur. Dia bergelar Sri Maharaja Rake Hino Sri Isyana Wikramadharmo Tunggadewa. Mpu Sindok digantikan putrinya yang bernama Sri Isyanatunggawijaya. Dia kawin dengan Lokapala punya anak bernama Makutawangsawardhana. Dia diganti putranya, Dharmawangsa dengan gelar Sri Dharmawangsa Teguh Ananta Wikramatunggadewa.
• Pada tahun 1016 M, terjadi peristiwa Pralaya, karena mendapat serangan dari kerajaan Wura-wuri. Kerajaan dibumihanguskan dan hanya Airlangga (putra Mahendratta) yang berhasil lolos disertai oleh Narottama, pada tahun 1919 M, Airlangga Ananta Wikramatungga-dewa, masa pemerintahannya kerajaan mencapai kejayaan. Sebagai bukti berhasil merebut kembali daerah-daerah yang pernah lepas dan menyatukan kembali kerajaan. Narottama diberi jabatan Rakrayan Kanuruhan.
• Bidang perekonomian dan budaya juga mengalami kemajuan. Antara lain dibuat bendungan Waringin Sapto utnuk pertanian. Pada tahun 1035 ditulis kitab Arjunawiwaha oleh Mpu Kanwa. Kitab ini menggambarkan kehidupan Airlangga dan dirinya sebagai titisan Dewa Wisnu. Perwujudannya dapat dilihat Arca Wisnu naik Garuda di Candi Belahan. Sepeninggal Airlangga wilayah dibagi dua yaitu kerajaan Kediri dan Jenggala.

KERAJAAN KEDIRI

- Sumber Sejarah
– Prasasti Sirah Keting (1140 M) tentang pemberian hadiah tanah kepada rakyat desa oleh Jayawarsa.
– Prasasti yang ditemukan di Tulung Agung Kertosono, berisi masalah keagamaan (Raja Bameswara 117 – 1130 M)
– Prasasti Ngantang (1135 M) tentang Raja Jayabaya memberi hadiah rakyat desa Ngantang sebidang tanah bebas pajak.
– Prasasti Jaring (1181 M) tentang Raja Gandra yang memuat sejumlah nama-nama hewan seperti Kebo Waruga dan Tikus Janata.
– Prasasti Kamulan (1194 M) tentang raja Kertajaya yang menyatakan bahwa Kediri berhasil mengalahkan musuh di Katang-katang.
– Buku Cina yang berjudul Chu Fan Chai karangan Chu Ju Kua (1220 M) yang mengambil cerita dari buku Ling Wai Taita (1778 M) karangan Chu Ik Fei tentang kerajaan Kediri pada abad ke-12 dan 13 M.

- Aspek Kehidupan politik
• Pada abad ke-10 pusat pemerintahan di Jawa Tengah dipindahkan ke Jawa Timur karena ada suatu hal, pada awalnya wilayah kekuasaan kerajaan Kediri meliputi daerah Kediri, Madiun, dan daerah bagian barat kerjaan Medang Kamulan.
• Raja-raja yang pernah memerintah :
– Raja Jayawarsa (1140 M)
– Raja Baweswara (117 – 1130 M)
– Raja Jayabaya (1135 – 1157 M)
– Raja Sarweswara dan Raja Aryeswara (tidak diketahui)
– Raja Gandra (1181 M)
– Raja Kertajaya (1190 – 1222 M)

- Kehidupan Sosial
• Pada amasa Raja Jayabaya terdapat usaha utnuk memberikan perlindungan terhadap para ahli sastra seperti penyair dan pengarang sehingga mereka bisa mengembangkan kreatifitasnya. Hal ini dibuktikan dengan munculnya kitab Lubdhaka yang memberikan pelajaran moral tentang tinggi rendahnya martabat seseorang tidak ditentukan berdasarkan asal dan kedudukan, melainkan berdasarkan tingkah lakunya.

- Kehidupan Ekonomi
• Kehidupan perekonomian rakyat Kediri menurut catatan para pedagang Cina yang dikumpulkan jadi kronik-kronik kerajaan yang disebutkan bahwa :
– Kediri banyak menghasilkan beras.
– Barang dagangan yang laku di pasaran pada masa itu adalah emas, perak, gading, kayu cendana, dsb.
– Letak kerajaan Kediri sangat strategis dalam pelayaran perdagangan antara Indonesia Timur dengan Indonesia Barat.

- Kehidupan Budaya
• Abad ke-12 M memiliki arti sangat penting dalam masa selanjutnya. Kerajaan Kediri banyak meninggalkan pelajaran untuk mengembangkan kerajaan diantaranya ;
– Suatu negara bisa maju jika kondisi ekonomi stabil.
– Keadaan politik harus stabil agar kekuatan bangsa tidak kurang.
– Kehidupan kebudayaan harus diperluas, untuk menambah kejayaan bangsa.
• Hasil karya sastra :
• Krisnayana, dari jaman pemerintahan Raja Jayawarsa
• Bharatayuda, karangan Empu Sedah dan Empu Panuluh
• Arjuna Wiwaha karangan Empu Kanwa
• Hariwangsa karangan Empu Pamuluh
• Bhamakarya pengarangnya tidak jelas

KERAJAAN SINGASARI

- Sumber Sejarah
• Kitab Pararaton, tentang raja-raja Singasari
• Kitab Negarakertagama, berisi silsilah raja-raja Majapahit yang memiliki hubungan erat dengan raja-raja Singasari.
• Berita asing (Cina) tentang Kaisar Khubilai Khan (Cina) mengirim pasukannya untuk menyerang Singasari.
• Peninggalan-peninggalan berupa bangunan candi yang dijadikan makam dari Raja Singasari seperti Candi Kidal, Candi Jago, Candi Singasari, dsb.

- Aspek Kehidupan Politik
• Sebagai kerajaan Hindu pada waktu itu kerajaan Singasari pernah mencapai kejayaan dan merupakan cikal bakal kerjaan Majapahit.

Berikut raja-raja yang pernah memerintah di Singasari.
- Ken Arok
• Pertemputan di dekat Ganter tahun 1222 M, membawa nama Ken Arok semakin baik. Dan akhirnya Ken Arok memutuskan untuk membentuk dinasti baru yaitu dinasti Rajasa dan membangun kerajaan baru yaitu Singasari.
- Anusapati
• Setelah Ken Arok dibunuh Anusapati, tahta kerajaan Singasari dipegang Anusapati (1227 – 1248 M). Walaupun pemerintahannya berlangsung lama tapi ternyata kematian Ken Arok pun pada akhirnya tercium oleh Tohjaya yang akhirnya dengan keris yang sama dia dibunuh Anusapati.
- Tohjaya
• Pemerintahan Tohjaya berlangsung singkat (1248 M) karena kematian Anusapati akhirnya diketahui oleh Raggawuni (putra Anusapati) dan dia menuntut hak atas tahta Singasari. Dengan bantuan Mahesa Cempaka dan Lembu Ampel akhirnya Ranggawuni berhasil merebut tahta kerjaan dengan gelar Wisnuwardhana.
- Wisnuwardhana
• Dengan dibantu Mahesa Cempaka yang bergelar Narasinghamurti Wisnuwardhana memerintah Singasari dari tahun 1248 – 1268 M. pada tahun 1254 M Wisnuwardhana mengangkat putranya yang bernama Kertanegara sebagai yuvaraja (raja muda) dan Wisnuwardhana merupakan satu-satunya yang tidak terbunuh.
- Kertanegara
• Raja Kertanegara (1268 – 1292 M) merupakan raja terakhir di Singasari dan dia berhasil melangkah ke luar wilayah Jawa Timur untuk mewujudkan cita-cita persatuan Nusantara dibawah panji kerajaan Singasari. Dan berikut adalah usaha Kertanegara guna mencapai tujuan politiknya :
– Politik Dalam Negeri
– Mengadakan pergeseran pembantu-pembantunya seperti Mahapatih Raganata digantikan oleh Aragani. Raganata diangkat menjadi Adhyaksa di Tumapel. juga Banyak Wide yang berasal dari rakyat biasa diangkat menjadi Bupati Sumenep (Madura)
– Berbudi baik pada lawan politiknya dengan mengangkat putra Jayakatwang (Raja Kediri) yang bernama Ardharaja menjadi menantunya dan Raden Wijaya (cucu Mahesa Cempaka) sebagai menantunya.
– Memperkuat angkatan perang
– Politik Luar Negeri
• Untuk mencapai cita-cita politiknya itu, Raja Kertanegara menempuh cara :
– Melaksanakan ekspedisi Pamalayu (1275 dan 1286 M) untuk menguasai Kerajaan Melayu serta melemahkan posisi kerajaan Sriwijaya di Selat Malaka.
– Menguasai Bali (1289 M)
– Menguasai Pahang (Malaya) dan Tanjung pura (Kalimantan)

KERAJAAN BALI

- Sumber Sejarah
– Prasasti Sanur (839 C/917 M) tentang adanya kekuasaan raja-raja dari Wangsa / Dinasti Warmadewa.
– Prasasti Calcuta, India (1042 M) tentang asal-usul Airlangga yaitu dari keturunan raja-raja Bali (dinasti Warmadewa). Raja Airlangga terlahir dari raja dayana (Bali) dengan Mahenradrata (putri kerjaan Medang Kamulan adik raja Dharmawangsa).

- Aspek Kehidupan Politik
• Mengingat sumber bukti dari Kerajaan Bali tidak lengkap, maka sistem dan bentuk pemerintahannya tidak jelas.
• Raja-raja Bali yang pernah berkuasa :
– Raja Sri Kesari Warmadewa (835 C / 913 M) adalah raja pertama dan pendiri dinasti Warmadewa.
– Raja Ugrasena (915 – 942 M) meninggalkan beberapa prasasti tentang pembebasan pajak terhadap daerah tertentu serta pembangunan tempat suci.
– Raja Tabanendra Warmadewa (tidak diketahui tahunya).
– Raja Jaya Sadhu Warmadewa (tidak diketahui tahunnya).
– Sri Maharaja Sri Wijaya Mahadewi (983 M), diperkirakan bahwa dia adalah putri dari Mpu Sindok (Dinasti Isyana)
– Dharma Udayana Warmadewa (989 – 1022 M) pada masa ini penulisan prasasti-prasasti sudah dimulai dengan menggunakan huruf dan bahasa Jawa Kuno.
– Raja Marakarta (1025 M) memerintah tidak lama karena meninggal duni dan sistem pemerintahannya tidak diketahui secara jelas.
– Raja Anak Wungsu (1049 – 107 M) Raja Bali yang berhasil memepersatukan seluruh Bali.
– Raja yang sakti (tidak diketahui secara jelas)
– Raja Bedahulu (1343 M), raja terakhir Bali Kuno.
• Ketika dilancarkan ekspedisi Majapahit dibawah pimpinan Gajah Mada di Bali, kerjaan Bali tidak bisa bertahan dan akhirnya menjadi bagian kekuasaan Majapahit.

- Struktur Birokrasi Kerajaan Bali
• Disebutkan dalam prasasti bertahun antara 882 M- 934 M : Raja dalam menjalankan pemerintahanya dibantu oleh badan penasehat raja dan badan-badan lain seperti Panglapuan, Somanhanda Senapati di Pangluapan.
• Pejabat dari pusat sampai daerah-daerah diangkat dan diberhentikan oleh raja serta tunduk terhadap perintahnya.

KERAJAAN PAJAJARAN

- Sumber Sejarah
– Prasasti Rakryan Juru Pangambat (923 M) ditemukan di Bogor memuat mengenai pengembalian kekuasaan Raja Pajajaran (kemungkinan kerajaan Pajajaran pernah dikuasai oleh kerajaan-kerajaan di Jawa Timur atau Sriwijaya)
– Prasasti Horren (dari Majapahit) tentang penduduk dari kampung ;Horren sering tidak merasa aman, karena adanya gangguan musuh dari arah barat (kemungkinan kerajaan Pajajaran)
– Prasasti Citasih (1030 M) dibuat atas perintah Raja Jayabhupati untuk memperingati bangunan Sang Hyang Tapak sebagai tanda terima kasih raja terhadap pasukan Pajajaran, berhasil memenangkan perang melawan pasukan dari Swarnabumi.
– Prasasti Astanagede (di Kawali – Ciamis) tentang perpindahan pusat pemerintahan dari Pakwan (Pakuan) Pajajaran ke Kawali.
– Kitab Carita Kidung Sundayana menceritakan kekalahan pasukan Pajajaran dalam pertempuran di Bubat (Majapahit) dan tewasnya Raja Sri Buduga beserta putrinya.
– Kitab Carita Parahyangan menceritakan mengenai pengganti Raja Sri Baduga setelah perang Bubat bernama Hyang Wuni Sola.
Aspek Kehidupan Politik
• Raja-raja yang pernah berkuasa :
– Maharaja Jayabhupati
– Rahyang Niskala Wastu Kencana
– Rahyang Dewa Nishala
– Sri Baduga Maharaja (1357 M)
– Hyang Wuni Sola
– Ratu Samian / Prusu Surawisesa
– Prabu Ratu Dewata
Struktur Birokrasi
• Kekuasaan tertinggi ditangan raja dalam menjalankan tugas dibantu oleh Mangkubumi, di daerah-daerah dikuasai oleh Syah Bandar yang mewakili raja didaerahnya masing-masing. Untuk persiapan penggantian raja diangkat seorang putra Mahkota.

Kehidupan Sosial
• Kehidupan masyarakat Pajajaran digolongkan menjadi :
– Golongan seniman
– Golongan petani
– Golongan pedagang
– Golongan yang dianggap jahat, yaitu tukang copet, tukang tampus, begal, maling, dsb.
Kehidupan ekonomi
– Perdagangan laut
– Perdagangan darat
Kehidupan kebudayaan
• Pengaruh agama Hindu rakyat Sunda Jawa Barat dapat diketahui dari :
– Arca-arca Wisnu di daerah Ci Buaya dan arca-arca Rajarsi.
– Kitab carita Parahyangan dan kitab Sanghyang Siksakandra.
– Cerita-cerita dalam sastra Sunda Kuno bercorak Hindu.

KERAJAAN MAJAPAHIT

Sumber Sejarah
– Prasasti Butak (1294 M) dikeluarkan R. Wijaya setelah ia naik tahta yang memuat peristiwa keruntuhan kerajaan Singasari dan perjuangan Raden Wijaya untuk mendirikan kerajaan.
– Kidung Harsawijaya dan Kidung Panji Wijayakrema menceritakan R. Wijaya ketika menghadapi musuh dari kediri dan tahun awal perkembangan Majapahit.
– Kitab Pararaton menceritakan tentang pemerintahan raja-raja Singasari dan Majapahit.
• Kitab Negarakertagama menceritakan tentang perjalanan raja Hayam Wuruk ke Jawa Timur

- Aspek Kehidupan Politik
• Kekuasaan kerjaan majapahit merupakan suatu massa yang paling mengesankan dalam sejarah Indonesia, karena pada masa ini Indonesia terdapat suatu kerajaan besar yang disegani oleh banyak negara asing dan membawa keharuman nama Indonesia sampai jauh keluar wilayah negara Indonesia.

– Struktur Birokrasi
• Sifat kekuasaan kerajaan teritorial dan desentralisasi. Raja memegang kekusaan tertinggi (sebagai penjelmaan dewa) dalam menjalankan tugas dibantu oleh beberapa pejabat kerajaan antara lain dewan pertimbangan kerajaan, Mangkubumi dan pejabat dibidang keagamaan
• Perjuangan Raden Wijaya
• Sejak serangan Jayakatwang atas Singasari Raden Wijaya berhasil melarikan diri ke Arya Wiraraja di Madura. Atas jasa Wiraraja, Wijaya diterima kembali oleh Jayakatwang serta akhirnya diberi tanah Tarik.
• Serangan Khubilai Khan ke Jawa dimanfaatkan Raden Wijaya untuk mengatur siasat menyerang Kediri. Setelah Kediri jatuh (Jayakatwang dan putranya dibawah Raden Wijaya berbalik menyerang Tartar. Dia memerintah dan mendirikan Kerajaan Majapahit dengan gelar Kertarajasa Jayawardhana. Dan dengan diperistrinya putri Kertanegara maka dia telah mempersatukan keluarga besar Ken Arok.
• Pada tahun 1309 M, Kertarejasa digantikan Kalagemet hingga 1328 M., masa pemerintahan Sri Jaya Negara (Kalagemet) diwarnai pemberontakan-pemberontakan :
– Ronggolawe - Nambi
– Lembu Sora - Kuti
• Saat pemberontakan Kuti itulah muncul peranan Gajah Mada tahun 1328 M. Jayanegara di bawah Banyu Tanca yang berhasil dibalas juga oleh Gajah Mada. Pengganti Jayanegara adalah Tribuana Tunggadewi (putri Gayatri 1328 – 1350 M) yang berhasil ditumpas oleh Gajah Mada. Saat itulah gajah Mada diangkat Patih Mangkubumi Majapahit dan mengucapkan Sumpah “Tan Amukti Palapa”. Majapahit mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Hayam Wuruk yang naik tahta pada usia 16 tahun, dengan gelar, Rajasanegara. Politik dalam negeri ditempuh dengan memusatkan kegiatan politik dan stabilitas di Majapahit, sedangkan politik luar negerinya adalah persatuan wilayah Nusantara. Melanjutkan usaha Kertanegara berhasil menggalang kerjasama dengan negara tetangga (Mitreka Strategi) Birma, Ligor, Anam, Campa, Kamboja, dan Srilangka.
– Struktur Birokrasi
• Sifat kekuasaan kerajaan teritorial dan desentralisasi. Raja memegang kekusaan tertinggi (sebagai penjelmaan dewa) dalam menjalankan tugas dibantu oleh beberapa pejabat kerajaan antara lain dewan pertimbangan kerajaan, Mangkubumi dan pejabat dibidang keagamaan

Perjuangan Raden Wijaya
• Sejak serangan Jayakatwang atas Singasari Raden Wijaya berhasil melarikan diri ke Arya Wiraraja di Madura. Atas jasa Wiraraja, Wijaya diterima kembali oleh Jayakatwang serta akhirnya diberi tanah Tarik.
• Serangan Khubilai Khan ke Jawa dimanfaatkan Raden Wijaya untuk mengatur siasat menyerang Kediri. Setelah Kediri jatuh (Jayakatwang dan putranya dibawah Raden Wijaya berbalik menyerang Tartar. Dia memerintah dan mendirikan Kerajaan Majapahit dengan gelar Kertarajasa Jayawardhana. Dan dengan diperistrinya putri Kertanegara maka dia telah mempersatukan keluarga besar Ken Arok.
• Pada tahun 1309 M, Kertarejasa digantikan Kalagemet hingga 1328 M., masa pemerintahan Sri Jaya Negara (Kalagemet) diwarnai pemberontakan-pemberontakan :
– Ronggolawe - Nambi
– Lembu Sora - Kuti
• Saat pemberontakan Kuti itulah muncul peranan Gajah Mada tahun 1328 M. Jayanegara di bawah Banyu Tanca yang berhasil dibalas juga oleh Gajah Mada. Pengganti Jayanegara adalah Tribuana Tunggadewi (putri Gayatri 1328 – 1350 M) yang berhasil ditumpas oleh Gajah Mada. Saat itulah gajah Mada diangkat Patih Mangkubumi Majapahit dan mengucapkan Sumpah “Tan Amukti Palapa”. Majapahit mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Hayam Wuruk yang naik tahta pada usia 16 tahun, dengan gelar, Rajasanegara. Politik dalam negeri ditempuh dengan memusatkan kegiatan politik dan stabilitas di Majapahit, sedangkan politik luar negerinya adalah persatuan wilayah Nusantara. Melanjutkan usaha Kertanegara berhasil menggalang kerjasama dengan negara tetangga (Mitreka Strategi) Birma, Ligor, Anam, Campa, Kamboja, dan Srilangka.

Kehidupan Ekonomi
• Dalam dunia perdagangan, kerajaan Majapahit memegang dua peranan yang sangat penting :
– Sebagai kerajaan produsen
– Sebagai kerajaan perantara
• Dengan demikian, hubungan kerajaan Majapahit dengan negara tetangga telah membawa keuntungan besar bagi kerajaan Majapahit.

Kehidupan Budaya
Candi :
• - Candi Penataran
• - Candi Egalwangi dan Surawana (Pare, Kediri)
• - Candi Suwentar (Blitar)
• - Candi Sumberjati (Blitar)
• - Canti Tikus (Trowulan)
Sastra
- Sastra zaman Majapahit awal, diantaranya :
– Kitab Negara Kertagama karangan Mpu Prapanca
– Kitab Sutasoma karangan Mpu Tantular
– Kitab Arjunawiwaha karangan Mpu Tantular
– Kitab Kunjarakarna tidak diketahui pengarangnya
– Kitab Parthayajna, tidak diketahui pengarangnya
- Sastra zaman Majapahit akhir :
– Kitab Pararaton mengenai riwayat raja-raja Singasari dan Majapahit
– Kitab Sudayana mengenai peristiwa bubat
– Kitab Solandaka mengenai pemberontakan Semi
– Kitab Ranggalawe mengenai pemberontakan Ranggalawe
– Panji Wijaya Krama mengurangi riwayat Raden Wijaya sampai menjadi raja.
– Kitab Usana Jawa, tentang penaklukan P. Bali oleh Gajah Mada dan Arya Damar, pemindahan Keraton Majapahit ke Gelgel dan penumpasan Raja yang bernama Maya Denawa.
– Kitab Usana Bali, tentang kekacauan di Pulau Bali akibat keganasan Maya Denawa yang akhirnya dibunuh oleh dewa-dewa.

RUNTUHNYA TRADISI HINDU - BUDHA DI INDONESIA

• Faktor-faktor yang mempengaruhi runtuhnya Hindu Budha
• Pertumbuhan dan perkembangan kerajaan Hindu-Budha sangat besar pengaruhnya terhadap aspek kehidupan masyarakat.
• Tradisi Hindu Budha ikut berkembang juga dimasyarakat, tetapi akhirnya kerajaan-kerjaan Hindu Budha tersebut mengalami kemunduran bahkan kehancuran. Seiring dengan runtuhnya kerajaan Hindu Budha tersebut maka tradisi Hindu Budha juga mengalami kemunduran.
• Hal-hal yang menyebabkan keruntuhan kerajaan Hindu Budha.
• masuknya agama islam yang mudah dipelajari dan diterima oleh masyarakat
• munculnya kekuasaan (kerajaan baru yang beragama Islam)
• kepemimpinan di kerajaan Hindu-Budha yang mulai melemah
• banyaknya kerajaan-kerajaan /adipati yang melepaskan diri dari pemerintahan pusat (pengaruh Islam) terutama daerah pesisir
• perang saudara karena perebutan tahta
• lemahnya perekonomian/ perdagangan militer kerajaan-kerajaan Hindu Budha.


baca selengkapnya ( klik ) di sini...

Senin, 04 Oktober 2010

PERSIAPAN KEMERDEKAAN INDONESIA


BPUPKI dan PPKI

Standar Kompetensi : 1. Menganalisis Perjuangan Bangsa Indonesia sejak Proklamasi hingga Lahirnya Orde Baru
Kompetensi Dasar : 1.1. Menganalisis Peristiwa sekitar Proklamasi 17 Agustus 1945 dan Pembentukan Pemerintah Indonesia
Indikator : - Mendeskripsikan upaya mempersiapkan kemerdekaan Indonesia dari pembentukan BPUPKI hingga PPKI


PEMBENTUKAN BADAN PENYELIDIK USAHA-USAHA PERSIAPAN KEMERDEKAAN INDONESIA (BPUPKI)

Menjelang berakhirnya Perang Dunia II dalam semua medan perang Jepang selalu mengalami kekalahan, maka pada tanggal 9 september 1944 PM Kuniaki Kaiso memberi janji kemerdekaan Indonesia di kemudian hari. Untuk mewujudkan janji tersebut maka pada tanggal 1 Maret 1945 Let.Jen Kumakici Harada mengumumkan dibentuknya Dokuritso Junbi Cosakai (BPUPKI) atau Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia yang diketuai oleh Dr. Rajiman Wedyodiningrat dengan anggota 60 orang ditanbah 7 orang Jepang, dengan tegas dan mengumpulkan dan mempelopori komponen-komponen ketatanegaraan Indonesia

BPUPKI diresmikan pada tanggal 28 Mei 1945 dan sidang yang pertama dari 29 Mei – 1 Juni 1945 dengan agenda resmi membicarakan Dasar Negara Indonesia, dan pada tanggal 1 Juni 1945. Ir. Soekarno mengucapkan pidato Pancasila sebagai dasar negara Indonesia Merdeka.

Sidang I BPUPKI (29 Mei – 1 Juni 1945)

Sidang tanggal 29 Mei 1945, Moh. Yamin mengusulkan lima Dasar Negara Kebangsaan Indonesia. Usulannya terdiri dari dua versi yaitu versi lisan dan tertulis.
• Versi Lisan :
• Peri Kebangsaan
• Peri Kemanusiaan
• Peri Ketuhanan
• Peri Kerakyatan
• Kesejahteraan Rakyat
• Versi Tertulis :
• Ketuhanan Yang Maha Esa
• Kebangsaan persatuan Indonesia
• Rasa kemanusiaan yang adil dan beradab
• Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permuyawaratan/ perwakilan
• Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Sidang tanggal 31 Mei 1945, Mr. Soepomo menyampaikan pidatonya tentang dasar filsafat negara sebagai berikut :
• Persatuan
• Kewargaan
• Kesinambungan lahir dan batin
• Musyawarah
• Keadilan sosial

Sidang tanggal 1 Juni 1945, Ir. Soekarno mengucapkan pidatonya tentang dasar dan filsafat negara Indonesia merdeka, yaitu :
• Kebangsaan Indonesia
• Internasionalisme atau perikemanusiaan
• Mufakat atau demokrasi
• Kesejahteraan sosial
• Ketuhanan yang berkebudayaan (Ketuhanan Yang Maha Esa, ketuhanan yang berperadaban).
• Kelima asas itu oleh Ir. Soekarno dinamakan Pancasila.

Pada tanggal 22 Juni 1945 , 9 orang, yakni Ir. Soekarno, Drs. Moh hatta, Mr. Moh. Yamin, Mr. Achmad Subardjo, Mr. AA Maramis, Abdul Khahar Muzakir, Wachid Hasyim, H. Agus Salim dan Abikusno Tjokrosujoso membentuk Panitia kecil.
Panitia kecil ini menghasilkan dokumen yang berisi asas dan tujuan negara Indonesia. Dokumen ini dikenal sebagai Piagam Jakarta (Jakarta Charter), sesuai dengan penamaan yang diberikan oleh Moh, Yamin. Perumusan filsafat, di dalam Piagam Jakarta adalah sebagai berikut :
• Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya
• Kemanusiaan yang adil dan beradab.
• Persatuan Indonesia
• Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
• Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Kemudian dalam sidang II BPUPKI tanggal 10 Juli – 16 Juli 1945 untuk mempersiapkan rancangan undang-undang dasar. Dalam sidang kedua telah dibentuk panitia-panitia kecil, yaitu :
• Panitia perancang undang-undang dasar yang terdiri dari 19 orang diketuai oleh Ir. Soekarno, antara lain : AA. Maramis, Otto Iskandardinata, Purbaya, H. Agus Salim, Para Harahap, Mr. Latu Harhari, Mr. Susanto Tirtoprojo, Mr. Ahmad Subardjo. Prf. Dr. Mr. Soepomo, Mr. Mari Ulfah Santoso, KH. Wachid Hasyim, Mr. Santoso, Mr. Wongsonegoro, Wuryaningrat, Mr. R.P. Singgih, Tan Eng Hoat, Prof. Dr. P.A. Husain Jayaningrat dan dr. Sukiman.
• Panitia Pembela Tanah Air terdiri dari 21 orang dan diketuai oleh Abikusno Cokrosuyoso
• Panitia Soal keuangan dan perekonomian yang diketuai oleh Drs. Moh. Hatta yang terdiri dari 29 orang.

Pada tanggal 11 Juli 1945 menyetujui pembukaan yang diambil dari Piagam Jakarta. Untuk selanjutnya dibentuk Panitia Kecil perancang UUD dengan ketua Prof. Dr. Mr. Soepomo dengan anggota : Mr. Wongsonegoro, Mr. Achmad Subardjo, Mr. AA. Maramis, Mr. Singgih, H. Agus Salim dan dr. Sukiman. Pada tanggl 14 Juli 1945 Ir. Soekarno melaporkan hasil kerja panitia kecil yang memuat ketentuan/keputusan pokok :
• Pernyataan Indonesia merdeka
• Pembukaan UUD
• Batang Tubuh

Pada tanggal 7 Agustus 1945 Dokuritzu Syunbi Coosakai dibubarkan. Sebagai gantinya dibentuklah Dokuritzu Linkai atau Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).

PANITIA PERSIAPAN KEMERDEAAN INDONESIA (PPKI)
• Seteleh selesai melaksanakan tugasnya BPUPKI melaporkan hasilnya epada pemerintah Jepang disertai usulan idbentuknya Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Atas dasar usul itu maka pada tanggl 7 Agustus 1945 dibentuk PPKI yang beranggotakan 21 orang, oleh Terauchi, sebagai ketuanya ditunjuk Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta sebagai wakil ketua. PPKI mempunyai kedudukan dan fungsi yang sangat penting yaitu :
• Mewakili seluruh bangsa Indonesia
• Sebagai pembentuk negara
• Menurut teori hukum, badan ini mempunyai wewenang untuk meletakkan dasar negara (pkok kaedah negara yang fundamental).
• PPKI yang anggotanya 21 orang kemudian ditambah keanggotaannya menjadi 27 orang tanpa sepengetahuan Jepang. Dengan ditambahnya keanggotaan PPKI menjadi badan yang bersifat nasional dan menghilangkan kesan badan bentukan Jepang tetapi PPKI menjadi badan perwakilan seluruh rakyat Indonesia dan dijadikan wadah perjuangan oleh pemimpin nasional guna mewujudkan kemerdekaan Indonesia.

PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA
• Pada tanggal 14 Agustus 1945 Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu. Mulai saat itu terjadi kekosongan kekuasaan di Indonesia. Situasi kekosongan itu tidak disia-siakan oleh bangsa Indonesia. Para pemimpin bangsa Indonesia terutama para pemudanya segera mempersiakpan proklamasi kemerdekaan Indonesia.
• Pada tanggal 16 Agustus 1945 dirumuskan teks proklamasi di rumah Laksamana Muda Tadasyi Maeda oleh Ir. Sokarno, Dr. Moh. Hatta, dan Achmad Subardjo yang disaksikan oleh tiga orang dari golongan muda, yaitu Sukarni, BM. Diah, dan Chaerul Saleh dan dari golongan tua yaitu Dr. Buntaran, Samaun, dan Bakri.
• Naskah proklamasi itu berhasil disusun dan disetujui. Teks aslinya ditulis memakai pensil kemudian diketik oleh Sajuti Melik. Kemudian ditandatangani oleh Ir. Sokarno dan Drs. Moh Hatta atas nama bangsa Indonesia.
• Pegangsaan Timur 56 Jakarta, teks proklamasi itu dibacakan oleh Ir. Sokarno. Dengan demikian lahirlah negara Republik Indonesia merdeka. Setelah proklamasi dibacakan, kemudian Sang Merah putih dikibarkan dengan diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya.
• Dengan selesainya acara itu, maka secara otomatis bahwa bangsa Indonesia telah mempunyai suatu negara yang merdeka dan berdaulat.

Makna proklamasi 17 Agustus 1945 adalah:
• Proklamasi kemerdekaan merupakan wujud dari puncak perjuangan bangsa Indonesia
• Dengan kemerdekaan berarti Indonesia bebas
• Dengan proklamasi maka dimulailah sebuah revolusi baru, karena terjadi perubahan yang mendasar dan cepat, yakni pemindahan kekuasaan dari penjajah ke dalam pemerintahan bangsa sendiri.
• Proklamasi merupaka berkah Allah Yang Maha Kuasa dan hasil jerih payah perjuangan bangsa Indonesia.
• Proklamasi merupakan jembatan emas pintu gerbang bagi bangsa Indonesia

Selanjutnya pada tanggal 18 Agustus 1945 PPKI mengadakan sidang setelah anggotanya ditambah 6 orang sehingga anggotanya berjumlah 27 orang.
Sidang itu telah menetapkan sebagai berikut :
• Mengesahkan dan menetapkan pembukaan UUD
• Mengesahkan dan menetapkan UUD
• memilih ketua PPKI Ir. Soekarno menjadi Presiden dan wakil ketua PPKI Drs. Moh. Hatta sebagai wail presiden.
• Mempertahankan dan mengisi kemerdekaan
• Di dalam pembukaan undang-undang dasar 1945 pada alinea ke IV tercantum rumusan Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia.


baca selengkapnya ( klik ) di sini...

Minggu, 03 Oktober 2010

MASA PENDUDUKAN JEPANG


Standar Kompetensi : 1. Menganalisis Perjalanan Bangsa Indonesia dari negara tradisional, kolonial, pergerakan kebangsaan, hingga terbentuknya negara kebangsaan sampai proklamasi kemerdekaan Indonesia
Kompetensi Dasar : 1.5 Menganalisis Proses Interaksi Indonesia-Jepang dan Dampak Pendudukan Militer Jepang terhadap Kehidupan Masyarakat di Indonesia
Indikator : - Mendeskripsikan pemerintahan Jepang di Indonesia pada awal dan akhir masa pendudukan
- Mendeskripsikan dampak kebijakan politik, ekonomi, sosial, dan budaya pemerintah pendudukan Jepang terhadap kehidupan masyarakat di berbagai daerah


Kedatangan Jepang di Indonesia

• Pada tanggal 8 Maret 1942 tentara Hindia Belanda menyerah tanpa syarat kepada pihak Jepang di Kalijati. Dengan demikian Belanda menyerahkan seluruh wilayah Hindia Belanda kepada pemerintah bala tentara Jepang.
• Kedatangan tentara Jepang pada mulanya mendapat sambutan baik oleh sebagian rakyat Indonesia karena mereka datang dengan semboyan sebagai saudara tua yang akan membebaskan bangsa-bangsa Asia dari penjajahan Barat. Namun pendudukan Jepang di Indonesia dalam beberapa bulan saja telah menunjukkan kekejamannya, bala tentara Jepang melakukan penindasan, pemerasan tenaga, perampasan kekayaan alam dan sebagainya.

Hilangnya Simpati rakyat kepada jepang

Jepang pada mulanya mendapat sambutan baik oleh sebagian rakyat Indonesia karena mereka datang dengan semboyan sebagai saudara tua yang akan membebaskan bangsa-bangsa Asia dari penjajahan Barat. Namun pendudukan Jepang di Indonesia dalam beberapa bulan saja telah menunjukkan kekejamannya, bala tentara Jepang melakukan penindasan, pemerasan tenaga, perampasan kekayaan alam dan sebagainya.
• Semua organisasi politik yang ada pada saat itu dilarang. Satu-satunya organisasi politik berdasarkan agama Islam dibentuk pada zaman Jepang adalah Masyumi (Majelis Syuro Muslimin) pada tanggal 22 November 1943.

Usaha Mengembalikan simpati Rakyat Indonesia
• Untuk menarik simpati takyat Indonesia Jepang telah melaksanakan politik propanganda, adalah sebagai berikut :
• Jepang menyatakan bahwa mereka adalah saudara tua bagai bangsa-bangsa di Asia. Bangsa Indonesia menganggap pernyataan tersebut sebagai hal yang benar, karena bahwa bangsa jepang hampir mirip dan memiliki persamaan dengan bangsa Indonesia.
• Adanya semboyan bangsa Jepang yang terkenal dengan Gerakan Tiga A yakni : Jepang pemimpin Asia, Jepang cahaya Asia, Jepang pelindung Asia
• Menarik simpati lewat pendidikan, para pelajar Indonesia diundang untuk beljar di Jepang melalui program bea siswa yang mereka sediakan.
• Jepang berusaha untuk meraik simpati lewat program haji ke Makkah bagi orang-orang yang beragama Islam.
• Di bidang ekonomi, Jepang menjalankan politik dumping, yakni menjual barang-barang dengan harga lebih murah di luar negeri dari pada di Jepang sendiri.

PERLAWANAN TERHADAP PENDUDUKAN JEPANG

Perlawanan secara Legal
Gerakan Tiga A
• Gerakan ini disebut Tiga A karena semboyannya yang terdiri atas tiga macam :
• Nippon pelindung Asia
• Nippon cahaya Asia
• Nipppon pemimpin Asia
• Gerakan ini diketuai Oleh Mr. Syamsuddin, tokoh Parindra Jawa Barat. Gerakan ini tidak banyak menarik rakyat. Oleh karena itu pemerintah Jepang membubarkan gerakan ini pada tahun 1943 sebagai gantinya dibentuk Putera.

Pusat Tenaga Rakyat (Putera)
• Organisasi ini dibentuk pada 1 Maret 1943 dibawah pimpinan empat serangkai, yaitu Ir. Soekarno, Dr. Moh. Hatta, Ki Hajar Dewantara, dan KH. Mas Mansyur.
• Mereka dinggap mewakili aliran-aliran yang terdapat dalam masyarakat Indonesia. Karena organisasi ini terlalu bersifat nasional, maka pada tahun 1944 dibubarkan oleh pemerintah Jepang dan kemudian membentuk Jawa Hokokai.

Perhimpunan Kebangkitan Jawa (Jawa Hokokai)
• Pimpinan dari organisasi ini di bawah komando militer Jepang. Organisasi ini tersusun dari tingkat pusat sampai ke tingkat daerah. Jawa Hokokai dibentuk karena perang sudah semakin meningkat. Rakyat dituntut agar memberikan pengabdin yang maksimal dan bersedia mengorbankan diri serta mempertebal rasa persaudaraan.

Pembela Tanah Air (Peta)
• Pembela Tanah Air (Peta) dibentuk pada tahun 1943, yang merupakan kesatuan militer bersenjata yang dibentuk atas inisatif Gatot Mangkupraja. Di sini pemuda-pemuda Indonesia dilatih kemiliteran Jepang untuk keperluannya. Ternyata Peta inilah nantinya merupakan tenaga inti untuk membela Republik Indonesia. Jepang memanfaatkan pendirian PETA untuk mengerahkan tenaga dalam rangka menghancurkan Sekutu, yang dianggap merupakan kemenangan terakhir.

Masyumi (Majelis Syuro Muslimin)
• Meskipun Jepang mengekang aktivitas semua kaum nasionalis, namun golongan nasionalis Islam mendapat perlakuan lain. golongan ini memperoleh kelonggaran, karena dinilai paling anti Barat. Jepang menduga bahwa golongan ini akan mudah dirangkul. Sampai bulan November 1943, Jepang masih memperkenankan berdirinya Majelis Islam A’la Indonesia (MIAI) yang dibentuk pada zaman Hindia Belanda. Para pemuka agama diundang ke jakarta oleh Gunseikan Mayor Jendela Okazaki, untuk mengadakan penukaran pikiran. Hasilnya adalah MIAI diakui sebagai organisasi resmi Umat Islam, dengan syarat harus mengubah asas dan tujuannya. Kegiatan MIAI terbatas pada pembentukan baitul mal (badan amal) dan menyelenggarakan peringatan hari-hari besar Islam. Organisasi ini mendapat simpati penuh dari umat Islam, sehingga tumbuh dan berkembang menjadi organisasi yang besar. Pihak Jepang mulai curiga terhadap MIAI. Tokoh MIAI di daerah-daerah mulai diawasi. MIAI yang selama itu dianggap sebagai organisasi resmi, masih juga tidak memuaskan Jepang, maka pada bulan Oktober 1943, MIAI dibubarkan dan diganti dengan Majelis Syuro Muslim Indonesia (Masyumi). Tokoh-tokohnya antara lain KH. Hasyim Asy’ari, KH. Mas Mansyur, KH. Fai Ma’ruf, Kartosudarmo, KH. Nachrowi, dan Zaenal Arifin.

Perlawanan Ilegal

Perlawanan ilegal ialah perlawanan dengan menggunakan organisasi gerakan di bawah tanah atau tidak sepengetahuan pemerintah Jepang. Golongan tersebut diantaranya :

• Golongan Amir Syarifuddin
• Golongan Sutan Syahrir
• Golongan Persatuan Mahasiswa
• Golongan Sukarni
• Golongan Kaigun

Pemberontakan-pemberontakan

Pemberontakan-pemberontakan yang terjadi di pelbagai daerah dan tempat merupakan akibat kekejaman yang dilakukan pihak bala tentara Jepang, yaitu :
• Karangampel, Sindeng (Kabupaten Indramayu) tahun 1943 di bawah pimpinan H. Madriyas dkk. Pemberontakan ini dapat ditindas Jepang.
• Di Sukamanah (Kabupaten Tasikmalaya) tahun 1944 di bawah pimpinan KH. Zainul Mustafa dkk,
• Di Blitar pada tanggal 14 Pebruari 1945 terjadi pemberontakan-pemberontakan pada Peta di bawah pimpinan Supriyadi.
• Di Aceh tahun 1942 terjadi pemberontakan di Lhok Suemawe di bawah pimpinan Teungku Abdul Jalil dan di Meulabu di bawah pimpinan R. Teuku Hamid. Pemberontakan-pemberontakan dapat dipatahkan Jepang.
• Perlawanan rakyat di Pontianak pada tahun 1944 yang menimbulkan pembunuhan besar-besaran di daerah itu.
• Perlawanan Rakyat di Biak, Irian Barat pada tahun 1943.

DAMPAK PENDUDUKAN JEPANG

Aspek Kehidupan Politik
• Pemerintah militer Jepang melarang berdirinya partai-partai politik di Indonesia. Untuk itu semua partai politik dibubarkan. Kegiatan politik Pergerakan Nasional Indonesia dikendalikan oleh Jepang dengan tujuan untuk membantu Jepang dalam perang. Jepang berusaha untuk mengerahkan semua orang demi usaha perangnya. Jawatan propaganda Jepang giat melancarkan propaganda yang pada pokoknya Jepang mengobarkan perang Asia Pacifik Timur Raya dalam rangka membebaskan Asia dan mempersatukan bangsa-bangsa Asia di dalam lingkungan kemakmuran berasama Asia Timur Raya di bawah pimpinan Jepang. Untuk mengurus pergerakan, maka Jepang mengeluarkan undang-undang no. 2 tanggal 8 Maret 1942, isinya, melarang orang-orang Indonesia memperbincangkan soal-soal pergerakan atau propaganda. Untuk mengawasi pelaksanaan UU tersebut Jepang membentuk Kempetai (Polisi Rahasia Jepang) dengan hukuman siksaan atau hukuman mati bagi orang yang melanggar.

Aspek Kehidupan Ekonomi
• Kegiatan ekomoni masyarakat Indonesia pada masa Jepang diarahkan untuk kepentingan Jepang. Jepang berusaha untuk menguasai dan mendapatkan semua sumber-sumber bahan mentah untuk industri Jepang. Jepang dalam rangka untuk mewujudkan ambisinya melaksanakan konsep ekonomi Hakko ichiu bahwa Jepang berkeinginan untuk menjadikan seluruh kawasn Asia Pacifik ada di bawah kendali Jepang dengan Asia Pacifik Timur Raya.
• Pemerintah pendudukan Jepang mulai mengeluarkan peraturan-peraturan untuk menjalankan ekonomi. Semua harta benda dan perusahaan perkebunan sekutu disita dan perusahaan vital seperti pertambangan, telekomunikasi dan perusahaan transport langsung dikuasai pemerontah Jepang. Jepang juga mengadakan pembatasan-pembatasan dan penguasaan alat-alat produksi yang merupakan ciri ekonomi perang. Sistim autarki artinya setiap daerah harus mencukupi kebutuhan sendiri serta harus dapat menunjang kebutuhan perang. Selain itu juga rakyat masih dibebani pekerjaan yang bersifat wajib. Rakyat dipaksa untuk dijadikan romusha dan melakukan

Aspek Kehidupan Pendidikan
• Kegiatan pendidikan pada zaman pendudukan Jepang mengalami penurunan yang drasts. Penurunan itu meliputi jumlah sekolah, jumlah murid, dan jumlah guru. Pada zaman Jepang untuk sekolah dasar hanya ada satu macam yaitu sekolah dasar lima tahun, sistem pengajaran dan kurikulumnya disesuaikan dengan kebutuhan dan kepentingan perang. Murid-murid diwajibkan masuk organisasi murid (pelajar yang disebut Gakutotai) mereka wajib mengikuti pelatihan dasar kemiliteran, juga wajib melakukan kerja bhakti (kinrohosy) antara lain mengumpulkan bahan-bahan yang diperlukan untuk perang, misalnya menanam pohon jarak, menyiangi sawah, membasmi hama. Jepang juga menanamkan semangat Nippon Sieshin (semangat Jepang). Para pelajar wajib hafal lagu kebangsaan Jepang, Kimigayo, upacara bendera yang disertai seikeirie (penghormatan terhadap kaisar Jepang dengan cara membungkukkan badan ke arah matahari terbit). Untuk para guru, Jepang mewajibkan untuk mengikuti kursus-kursus bahasa Jepang. Mereka yang lulus ujian diberi tunjangan tambahan. Melalui pendidikan, Jepang bermaksud mencetak kader-kader yang akan mempelopori dan merealisasikan konsepsi kemakmuran bersama Asia Timur Raya (Hakko ichiu) dan Jepang sebagai pemimpinnya.
• Pada tahun 1944 Jepang memberi wewenang kepada Jawa Hokokai untuk membuka sekolah-sekolah baru, sementara pihak swasta dibolehkan membuka sekolah kejuruan dan bahasa. Para guru juga diwajibkan untuk mengikuti dasar kemiliteran dan indoktrinasi.
• Sekolah-sekolah yang ada pada waktu itu adalah :
• Koo Kumin Gakku (Sekolah Rakyat) 6 tahun
• Tyu Gakku (SMP untuk pria) 3 tahun
• Dyoo Gankku (SMP untuk putri) 3 tahun
• Sekolah Menengah Tinggi
• Djan Sihan Gakku (SGB)
• Kooto Sihan Gakku (SGA)
• Ika Dai Gakku (Sekolah Tinggi Kedokteran)
• Shika Dai Gakku (Sekolah Tinggi Kedokteran Gigi)
• Kagyo Dai Gakku (Sekolah Tinggi teknik)
• kenkoku Gakuin (Akademi Pamongpraja)

Aspek Kehidupan Militer
• Pada bulan April 1943 didirikan dua organisasi pemuda Seinendan (Barisan Pemuda) dan Keibodan (Pembantu Polisi) yang langsung di bawah Gunseikan. Seinendan dimaksudkan sebagai tenaga cadangan perang, mereka diberikan pelatihan dasar militer. Anggota seinendan adalah pemuda yang berusia 14-22 tahun. Mereka yang lebih tua dimasukkan ke dalam Keibodan. Para pemuda Indonesia diberi kesempatan pula untuk dididik menjadi pembantu prajurit perang (Heiho). Tugas Heiho adalah melakukan pekerjaan-pekerjaan kasar seperti mengangkat perlengkapan militer dan memasak. Karena Jepang kekurangan tenaga kemudian Heiho ini diikutkan dalam pertempuran atau masuk pasukan tempur.
• Pada tanggal 3 Oktober 1943, dikeluarkan keputusan tentang pembentukan tentara pribumi yang diberi nama Pasukan Sukarela Pembela Tanah Air (Boei Gyugun) disingkat PETA. Perhatian para pemuda untuk masuk Peta cukup besar, terutama pemuda yang sudah tergabung dalam Seinendan atau Gakutotei. Anggota Peta berasal dari berbagai golongan masyarakat. Bersamaan dengan pembentukan Peta di Jawa, di Sumatra dibentuk tetara sukarela yang disebut Gyugun.
• Manfaat utama yang diperoleh bagi para pemuda-pemuda Indonesia dalam Peta dan gyugun adalah gemblengan fisik dan semangat cinta tanah air, serta kepercayaan diri yang besar. Kaum nasionalis mengarahan mereka untuk kepentingan perjuangan. Peranan mereka amat besar pada masa awal kemerdekaan.

Aspek Kehidupan Birokrasi
• Bulan Agustus 1942 keluar UU No. 27 tentang Aturan Pemerintah Syu dan Tokubetsu yang mengakhiri pemerintahan sementara, diganti pemerintahan militer dan diadakan penggantian pegawai sipil Indonesia dengan pemerintahan sipil Jepang. Berdasarkan UU tersebut, pulau Jawa dijadikan sumber perbekalan perang di wilayah Selatan. Untuk itu dibentuklah daerah Syu (Karesidenan), Syi (Kotamdaya), Ken (Kabupaten), Gum (Kewedenan), Son (Kecamatan), Ku (Kelurahan/Desa), Syu merupakan daerah otonomi di bawah Shucokan (Gubernur). Seteleh Jepang melemah dalam perang pacifik, tenaga bangsa Indonesia kembali sebagai penasehat militer. Dibentuk badan pertimbangan pusat (Chou Sangi In) dalam karesidenan dan kota praja dibentuk Syu dan Tokubetsu Syi Sangi Kai. Pemerintah militer disebut Gum Sheikan yang dijabat kepala staf tentara.

Aspek Kehidupan Kebudayaan
• Di bidang kebudayaan para seniman diberi fasilitas yang cukup, umumnya seni panggug diperbolehkan keliling desa untuk menghibur rakyat, selain itu bioskop keliling sampai ke desa-desa kesemuanya itu ditujukan untuk meningkatkan patriotisme dan memuji Dai Nippon.

Aspek Penggunaan Bahasa Indonesia
• Di samping bahasa Jepang, bahasa Indonesia mengalami perkembangan pesat selama masa pendudukan Jepang. Usaha memperkaya perbendaharaan bahasa dilakukan oleh para ahli bahasa dengan membentuk Komisi Bahasa Indonesia pada tanggal 20 Oktober 1942. Nama kota yang menggunakan bahasa asing diganti dengan nama yang ada dalam bahasa Indonesia, misalnya Batavia diganti dengan nama Jakarta.
• Gerakan indonesianisasi justri memicu dintingkatkannya pengajaran Bahasa Jepang. Bahkan dianjurkan untuk diberikan tunjangan-tunjangan istimewa kepada mereka yang telah menunjukkan kecakapan menggunakan bahasa Jepang pada tingkat I, II, III, IV dan V (sesuai dengan pengumuman Gunseikanbu tanggal 27 Juli 1943).


baca selengkapnya ( klik ) di sini...

Selasa, 28 September 2010

CARA PENGATURAN/SETTING BLOG


Dalam langkah-langkah membuat blog, setelah 3 langkah awal dalam membuat blog sudah dilakukan atau blog sudah jadi, lalu dilanjutkan dengan pemilihan Template. Selanjutnya adalah langkah pengaturan blog atau setting blog. Ada beberapa cara setting blog / pengaturan yang harus di lakukan:

1. Login ke blogger.com dengan user name dan password anda
2. Klik Pengaturan, terus klik Dasar.
isilah form pada menu Dasar :
- Judul ⇒ isi dengan judul blog anda. Contoh : pagenjahan.blogspot.com
- Uraian ⇒ isi dengan penjelasan blog anda. Contoh : menengok ke belakang ada kesuksesan dan
kegagalan ! ke depan : persiapkan penyebab kesuksesan, singkirkan penyebab kegagalan !
- Tambahkan blog Anda ke daftar kami? ⇒ pilih ya agar setiap posting kita selalu masuk
di daftar Blogger.com.
- Biarkan mesin pencari menemukan blog Anda? ⇒ pilih ya
- Tampilkan Editing Cepat di Blog Anda? ⇒ pilih Ya
- Tampilkan Link Posting Email? ⇒ Sebaiknya pilih ya, tapi pilih tidak juga tidak apa- apa
- Konten Dewasa? ⇒ Pilih tidak. Kalau pilih ya berarti blog anda di anggap blog untuk dewasa
(semacam blog porno)
- Tampilkan Mode Compose untuk semua blog Anda? ⇒ pilih Ya
- Aktifkan transliterasi? ⇒ pilih Tidak, jika anda ingin ada button untuk mengubah biasa ke huruf
hindi (India), pilih ya jika sebaliknya)
- Klik tombol Simpan Pengaturan .
Selesai

3. Klik Publikasi untuk mengatur menu Publikasi :

- Alamat Blog*Spot ⇒ isi dengan nama blog sobat. Contoh : www.pagenjahan.blogspot.com.
Biasanya alamat yang tercantum adalah langsung alamat blog anda, jadi jangan di ubah .
- Klik tombol Simpan pengaturan.
Selesai

4. Klik Format untuk mengatur menu format :

- Tampilkan ⇒ pilih angka posting yang ingin anda tampilkan. Misal (diblog : pagenjahan
ada 7 posting) : Tampilkan : 5 posting, berarti posting yang akan tampil di halaman blog anda
adalah sebanyak tujuh posting. Pilih posting (jangan hari) pada menu pulldown.
- Format Header Tanggal ⇒ pilih model tanggal/bulan yang anda sukai, Format tanggal/bulan ini
akan selalu muncul diatas postingan kita.
- Format tanggal Index Arsip ⇒ pilih model untuk pengarsipan yang anda sukai.
- Format Timestamp ⇒ Pilih bentuk waktu yang anda sukai.
- Zona Waktu ⇒ Pilih zona waktu yang sesuai. Contoh untuk WIB : [UTC-+7.00]Asia/Jakarta.
- Bahasa ⇒ Pilih bahasa yang di inginkan.
- Tampilkan Field judul ⇒ Pilih ya atau tidakpun tidak apa-apa
- Tampilkan kolom link ⇒ pilih ya, tapi seandainya pilih tidak juga tidak apa-apa.
- Aktifkan perataan float ⇒ pilih ya, tapi seandainya mau pilih tidak juga tidak apa-apa
- Klik tombol Simpan Pengaturan.
Selesai

5. Klik Komentar Untuk mengatur menu komentar :

- Komentar ⇒ pilih tampilkan, ini agar artikel anda dapat di komentari oleh pengunjung
- Siapa yang Bisa Berkomentar ? ⇒ Pilih Siapa pun - termasuk Pengguna Anonim. Ini di maksudkan
agar setiap orang bisa berkomentar tidak terbatas kepada anggota blogspot saja.
- Default Komentar untuk Posting ⇒ pilih Posting baru memiliki komentar.
- Link balik ⇒ Pilih tampilkan. Ini dimaksudkan agar kita mengetahui apabila ada yang memasang
link pada artikel kita.
- Default Link Balik untuk Posting ⇒ pilih Posting baru Memiliki Link Balik.
- Format Timestamp Komentar ⇒ pilih format jam yang singkat. Contoh: 8.00 PM.
- Tampilkan komentar dalam sebuah window popup? ⇒ pilih Ya. Supaya ketika di klik oleh
pengunjung, halaman blog anda tidak menghilang/tertimpa halaman komentar.
- Aktifkan moderasi komentar? ⇒ pilih Tidak (sebaiknya).
- Tampilkan verifikasi kata untuk komentar? ⇒ pilih Ya. ini di maksudkan agar terhindar dari
software robot dengan tujuan melakukan spam.
- Tampilkan gambar profil dalam komentar? ⇒ pilih ya. Supaya gambar komentator yang punya id
blogger, dapat menampilkan fotonya.
- Email Pemberitahuan Komentar ⇒ isi dengan alamat email anda, ini di maksudkan agar setiap ada
yang berkomentar pada artikel anda, anda dapat kiriman email dari blogger.com sebagai
pemberitahuan.
- Klik tombol Simpan Pengaturan.
Selesai

6. Klik Arsipkan Untuk mengatur menu Arsipkan :

- Frekuensi Arsip ⇒ pilih Bulanan.
- Aktifkan Halaman Posting? ⇒ pilih ya.
- Klik tombol Simpan Pengaturan .
Selesai.

7. Klik Fedd Situs untuk mengatur menu feed situs :
- Izinkan Feed Blog ⇒ pilih Penuh.
- Posting URL Pengubahan Arah Feed ⇒ di isi dengan alamat feed penggati semisal alamat feed dari - feed burner, jika belum punya, di kosongkan saja.
- Footer Feed Posting ⇒ Silahkan di isi dengan kode iklan yang anda punya, misal kode iklan dari
Google adsense dsb, namun jika tidak punya, silahkan kosongkan saja.
- Klik tombol Simpan Perubahan.
Selesai.

Selamat Mencoba !
baca selengkapnya ( klik ) di sini...