mungkin rizqi anda :

Selamat Datang ! Selamat Membaca ! jumlah pengunjung dari negara: ...

free counters

Kamis, 29 Juli 2010

PACARAN MENURUT PANDANGAN ISLAM


Dewasa ini orang beranggapan: berduaan antara laki-laki dan perempuan, bergandengan tangan, berpelukan bahkan berbuat lebih dari itu adalah lumrah, hal biasa bagi orang yang sedang berpacaran. Benarkah ? Pandangan seperti ini sungguh sangat menyesatkan. Pacaran diartikan dengan berbuat sebebasnya antara seorang laki-laki dengan perempuan yang dianggap sudah menjadi pacarnya . Pandangan seperti itu sungguh sangat keliru. Bagaimana Pacaran menurut pandangan Islam ?

1. Rasa Cinta
Islam mengakui adanya rasa cinta yang ada dalam diri manusia. Ketika seseorang memiliki rasa cinta, maka hal itu adalah anugerah Yang Kuasa. Termasuk rasa cinta kepada wanita (lawan jenis) dan lain-lainnya.
“Dijadikan indah pada manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik .”(QS. Ali Imran :14).
Khusus kepada wanita, Islam menganjurkan untuk mengejwantahkan rasa cinta itu dengan perlakuan yang baik, bijaksana, jujur, ramah dan yang paling penting dari semau itu adalah penuh dengan tanggung-jawab. Sehingga bila seseorang mencintai wanita, maka menjadi kewajibannya untuk memperlakukannya dengan cara yang paling baik.
Rasulullah SAW bersabda,”Orang yang paling baik diantara kamu adalah orang yang paling baik terhadap pasangannya (istrinya). Dan aku adalah orang yang paling baik terhadap istriku”.

2. Cinta Kepada Lain Jenis Hanya Ada Dalam Wujud Ikatan Formal
Namun dalam konsep Islam, cinta kepada lain jenis itu hanya dibenarkan manakala ikatan di antara mereka berdua sudah jelas. Sebelum adanya ikatan itu, maka pada hakikatnya bukan sebuah cinta, melainkan nafsu syahwat dan ketertarikan sesaat.
Sebab cinta dalam pandangan Islam adalah sebuah tanggung jawab yang tidak mungkin sekedar diucapkan atau digoreskan di atas kertas surat cinta belaka. Atau janji muluk-muluk lewat SMS, chatting dan sejenisnya. Tapi cinta sejati haruslah berbentuk ikrar dan pernyataan tanggung-jawab yang disaksikan oleh orang banyak.
Bahkan lebih ‘keren’nya, ucapan janji itu tidaklah ditujukan kepada pasangan, melainkan kepada ayah kandung wanita itu. Maka seorang laki-laki yang bertanggung-jawab akan berikrar dan melakukan ikatan untuk menjadikan wanita itu sebagai orang yang menjadi pendamping hidupnya, mencukupi seluruh kebutuhan hidupnya dan menjadi `pelindung` dan ‘pengayomnya`. Bahkan `mengambil alih` kepemimpinannya dari bahu sang ayah ke atas bahunya.
Dengan ikatan itu, jadilah seorang laki-laki itu `the real gentleman`. Karena dia telah menjadi suami dari seorang wanita. Dan hanya ikatan inilah yang bisa memastikan apakah seorang laki-laki itu betul serorang gentlemen atau sekedar kelas laki-laki iseng tanpa nyali. Beraninya hanya menikmati sensasi seksual, tapi tidak siap menjadi the real man.
Dalam Islam, hanya hubungan suami istri sajalah yang membolehkan terjadinya kontak-kontak yang mengarah kepada birahi. Baik itu sentuhan, pegangan, cium dan juga seks. Sedangkan di luar nikah, Islam tidak pernah membenarkan semua itu. Kecuali memang ada hubungan `mahram` (keharaman untuk menikahi). Akhlaq ini sebenarnya bukan hanya monopoli agama Islam saja, tapi hampir semua agama mengharamkan perzinaan. Apalagi agama Kristen yang dulunya adalah agama Islam juga, namun karena terjadi penyimpangan besar sampai masalah sendi yang paling pokok, akhirnya tidak pernah terdengar kejelasan agama ini mengharamkan zina dan perbuatan yang menyerampet kesana.
Sedangkan pemandangan yang lihat dimana ada orang Islam yang melakukan praktek pacaran dengan pegang-pegangan, ini menunjukkan bahwa umumnya manusia memang telah terlalu jauh dari agama. Karena praktek itu bukan hanya terjadi pada masyarakat Islam yang nota bene masih sangat kental dengan keaslian agamanya, tapi masyakat dunia ini memang benar-benar telah dilanda degradasi agama.
Barat yang mayoritas Nasrani justru merupakan sumber dari Hedonisme dan Permisifisme ini. Sehingga kalau pemandangan buruk itu terjadi juga pada sebagian pemuda-pemudi Islam, tentu kita tidak melihat dari satu sudut pandang saja. Tapi lihatlah bahwa kemerosotan moral ini juga terjadi pada agama lain, bahkan justru lebih parah.

3. Pacaran Bukan Cinta
Melihat kecenderungan aktifitas pasangan muda yang berpacaran, sesungguhnya sangat sulit untuk mengatakan bahwa pacaran itu adalah media untuk saling mencinta satu sama lain. Sebab sebuah cinta sejati tidak berentu sebuah perkenalan singkat, misalnya dengan bertemu di suatu kesempatan tertentu lalu saling bertelepon, tukar menukar SMS, chatting dan diteruskan dengan janji bertemua langsung.
Semua bentuk aktifitas itu sebenarnya bukanlah aktifitas cinta, sebab yang terjadi adalah kencan dan bersenang-senang. Sama sekali tidak ada ikatan formal yang resmi dan diakui. Juga tidak ada ikatan tanggung-jawab antara mereka. Bahkan tidak ada ketentuan tentang kesetiaan dan seterusnya.
Padahal cinta itu memiliki, tanggung-jawab, ikatan syah dan sebuah harga kesetiaan. Dalam format pacaran, semua instrumen itu tidak terdapat, sehingga jelas sekali bahwa pacaran itu sangat berbeda dengan cinta.

4. Pacaran Bukanlah Penjajakan / Perkenalan
Bahkan kalau pun pacaran itu dianggap sebagai sarana untuk saling melakukan penjajakan, perkenalan atau mencari titik temu antara kedua calon suami istri, bukanlah anggapan yang benar. Sebab penjajagan itu tidak adil dan kurang memberikan gambaran sesungguhnya dari data yang diperlukan dalam sebuah persiapan pernikahan.
Dalam format mencari pasangan hidup, Islam telah memberikan panduan yang jelas tentang apa saja yang perlu diperhitungkan. Misalnya sabda Rasulullah SAW tentang 4 kriteria yang terkenal itu.
Dari Abi Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW berdabda,”Wanita itu dinikahi karena 4 hal : [1] hartanya, [2] keturunannya, [3] kecantikannya dan [4] agamanya. Maka perhatikanlah agamanya kamu akan selamat. (HR. Bukhari Kitabun Nikah Bab Al-Akfa’ fiddin nomor 4700, Muslim Kitabur-Radha’ Bab Istihbabu Nikah zatid-diin nomor 2661)
Selain keempat kriteria itu, Islam membenarkan bila ketika seorang memilih pasangan hidup untuk mengetahui hal-hal yang tersembunyi yang tidak mungkin diceritakan langsung oleh yang bersangkutan. Maka dalam masalah ini, peran orang tua atau pihak keluarga menjadi sangat penting.
Inilah proses yang dikenal dalam Islam sebaga ta’aruf. Jauh lebih bermanfaat dan objektif ketimbang kencan berduaan. Sebab kecenderungan pasangan yang sedang kencan adalah menampilkan sisi-sisi terbaiknya saja. Terbukti dengan mereka mengenakan pakaian yang terbaik, bermake-up, berparfum dan mencari tempat-tempat yang indah dalam kencan. Padahal nantinya dalam berumah tangga tidak lagi demikian kondisinya.
Istri tidak selalu dalam kondisi bermake-up, tidak setiap saat berbusana terbaik dan juga lebih sering bertemua dengan suaminya dalam keadaan tanpa parfum. Bahkan rumah yang mereka tempati itu bukanlah tempat-tempat indah mereka dulu kunjungi sebelumnya. Setelah menikah mereka akan menjalani hari-hari biasa yang kondisinya jauh dari suasana romantis saat pacaran.
Maka kesan indah saat pacaran itu tidak akan ada terus menerus di dalam kehidupan sehari-hari mereka. Dengan demikian, pacaran bukanlah sebuah penjajakan yang jujur, sebaliknya sebuah penyesatan dan pengelabuhan.
Dan tidak heran kita dapati pasangan yang cukup lama berpacaran, namun segera mengurus perceraian belum lama setelah pernikahan terjadi. Padahal mereka pacaran bertahun-tahun dan membina rumah tangga dalam hitungan hari. Pacaran bukanlah perkenalan melainkan ajang kencan saja.


baca selengkapnya ( klik ) di sini...

Senin, 26 Juli 2010

SIAPAKAH ORANG DUNGU ???


Sabda Nabi Isa Almasih as.
(Diriwayatkan Ali Ibn Musa al-Ridla) Salah seorang Imam kaum Syiah.
Dikatakan bersabda Almasih as.,
■ Sungguh aku telah mengobati orang-orang yang sakit
dan aku sembuhkan mereka dengan perkenan Allah;
■ Juga aku sembuhkan orang buta dan orang berpenyakit lepra dengan perkenan Allah;
■ Juga aku obati orang-orang mati
dan aku hidupkan kembali mereka dengan perkenan Allah;
■ Kemudian aku obati orang dungu (al-ahmaq), namun
aku tidak mampu menyembuhkannya!
■ Maka beliau pun ditanya,
Wahai ruh Allah, siapakah orang dungu itu ???

■ Beliau menjawab:
Yaitu orang yang kagum pada pendapatnya sendiri, yang memandang
semua keunggulannya ada padanya & tidak melihat cacat ada padanya;
Yang memastikan semua kebenaran untuk dirinya sendiri.
■ Itulah orang-orang dungu (al-ahmaq)
yang tidak ada jalan untuk mengobatinya.

renungkanlah !!!
baca selengkapnya ( klik ) di sini...

Sabtu, 24 Juli 2010

CARA MEMBUAT MENDOAN


Pagenjahan adalah sebuah desa kecil yang termasuk dalam wilayah kelurahan Kalierang Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes Jawa Tengah. Rata - rata penduduk desa Pagenjahan adalah petani. Sebagian penduduk memiliki kegiatan berupa: produksi Emping Mlinjo, Tempe, dll. Pembuatan Emping Mlinjo menjadi kegiatan yang hampir merata di setiap rumah, sehingga desa Pagenjahan terkenal sebagai sentra produksi Emping Mlinjo. Selain Emping Mlinjo sebagian penduduk juga memproduksi tempe, yang banyak diolah menjadi berbagai jenis makanan, baik digoreng, dibacem maupun disayur dan dicampurkan pada masakan lain. Salah satunya adalah dibuat menjadi Mendoan.

Mendoan adalah sejenis masakan yang terbuat dari tempe yang tipis, dan digoreng dengan adonan tepung sehingga rasanya gurih dan nikmat. Umumnya di wilayah Pagenjahan , mendoan dibuat dari tempe biasa yang diiris tipis-tipis namun lebar. tetapi mendoan juga dapat dibuat dari jenis tempe bungkus yang lebar tipis, satu atau dua lembar perbungkus. Dalam membuat gorengan tempe harus kering, tetapi untuk membuat tempe mendoan yang lebih nikmat adalah tidak terlalu kering. Lebih nikmat tempe mendoan ini di makan rame-rame Enak disantap saat masih hangat, apalagi makannya pake cabe rawit.
Bahan Utama untuk membuat Mendoan adalah Tempe, bias juga dicampur dengan Dage. Jadi ada Mendoan Tempe dan Mendoan Dage.
Tempe adalah Produk yang dihasilkan melalui proses bioteknologi sederhana (fermentasi) Makanan tradisional yang sangat populer di Indonesia, terutama di kalangan masyarakat Jawa, dan ditengarai sudah ada sejak masa pemerintahan Sultan Agung, tahun 1600-an Tempe itu bisa disayur, bisa pula digoreng dengan tepung.
Bahan baku tempe umumnya kedelai, namun selain itu, dikenal juga bahan-bahan baku lainnya, seperti:
1 . Ampas kelapa untuk membuat Dage
Dage adalah makanan sebagai varian tempe dengan campuran material kelapa. Dage pada umumnya makan makanan kecil atau sarapan yang ditemani oleh cabai rawit . Makanan ini biasanya dijual dengan cara digoreng dage bersama dengan menggoreng makanan lainnya seperti Mendoan Tempe, pisang goreng, goreng ubi dan lain-lain . Pembuatannya tak jauh berbeda dari pembuatan tempe kedelai. Dibersihkan,dikukus, lalu diberi laru agar terjadi fermentasi. Tempe jenis ini umumnya bisa disayur, bisa pula digoreng dengan tepung.Di pasar-pasar, penjual menjajakan dage mentah. Di warung-warung, dage goreng disajikan berdampingan dengan gorengan lain seperti pisang, ketela, mendoan, dan tahu
2. ampas tahu untuk membuat tempe gembus, randem
Tempe Gembus atau Randem merupakan tempe yang dibuat dari ampas tahu, kadang-kadang dicampur dengan dedak halus/ampas kelapa segar. Seperti diketahui, tahu dibuat dari sari kedelai yang telah digiling secara basah, kemudian disaring dan diperas. Ampas sisa proses penyaringan dan pemerasan tersebutlah yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan tempe gembus atau Randem/Kempong. Bahan tersebut masih kaya akan minyak, sehingga mempunyai rasa gurih. Meski berasal dari ampas tahu
3. ampas kacang untuk membuat tempe bongkrek
4. biji kecipir untuk membuat tempe kecipir,
5. biji petai cina jenis lamtoro untuk membuat tempe mlanding / tempe lamtoro
6. biji benguk untuk membuat tempe benguk.
Namun di antara semua jenis bahan itu, tampaknya, tempe kedelai lah yang paling digemari masyarakat.
Fermentasi pada tempe kedelai dapat menghilangkan bau langu dari kedelai yang disebabkan oleh aktivitas dari enzim lipoksigenase. Jamur yang berperanan dalam proses fermentasi tersebut adalah Rhizopus oligosporus. Secara kuantitatif, nilai gizi tempe sedikit lebih rendah daripada nilai gizi kedelai. Namun secara kualitatif nilai gizi tempe lebih tinggi karena tempe mempunyai nilai cerna yang lebih baik. Hal ini disebabkan kadar protein yang larut dalam air akan meningkat akibat aktivitas enzim proteolitik.
Proses Pembuatan tempe tidak memerlukan tempat khusus, hanya membutuhkan tempat yang cukup luas. Dalam pembuatan tempe yang diperlukan adalah bahan utama yaitu kedelai yang berkwalitas baik Selain bahan, diperlukan perlatan yang bersifat sederhana berupa panci besar atau Drum untuk merebus, kemudian Widig / anyaman dari bambu , untuk menampung kedelai yang siap dibungkus
Proses Pembuatan Tempe
 Bahan :
1.Kedelai
2.Ragi tempe / laru
3.daun pisang atau plastik
 cara :
1. Pertama kedelai dimasak / digodok dalam air sampai mendidih dan matang / lunak. Kemudian Cuci kedelai tersebut sampai bersih
2.langkah berikutnya mengupas kulitnya sehingga tampak putih bersih
3. Selanjutnya bilaslah kedelai tersebut dengan air bersih dan biarkan beberapa saat supaya airnya tuntas dan kedelai jadi kering
4.Jika kedelai sudah kering taburilah dengan ragi tempe sampai rata kemudian dibungkus dengan daun pisang atau plastik yang dilubangi lalu diletakkan di atas widig / anyaman bambu di tempat yang teduh dan lembab selama kurang lebih 3 hari
5.Jika selama penyimpanan tersebut keluar jamur – jamur agak lembut dan warnanya kelabu maka berarti pembuatan tempe sudah jadi
Cara Membuat Mendoan :
Sebelum membuat mendoan, harus disiapkan dulu adonannya.Bahan untuk membuat adonan yaitu
• 300 g tempe/ dage, iris lebar tipis 10x15 cm
• tepung terigu protein sedang 100 gram
• tepung beras 75 gram
• air/santan 300 ml
Bumbu Halus Adonan Dasar Mendoan :
• bawang putih 2 siung/kemiri 2 butir
• kunyit 1/2 cm
• ketumbar 1/4 sendok teh
• garam secukupnya
• minyak goreng
Haluskan:
• 2 siung bawang putih
• 1 butir bawang merah
• 1 sdt ketumbar
• ½ sdt merica butiran
• 2 sdt garam
Cara :
• Aduk tepung dengan bumbu halus, daun bawang, dan air hingga rata.
• Celupkan tiap potongan tempe dalam adonan tepung.
• Goreng dalam minyak panas dan banyak hingga adonan tepung membeku tetapi belum mengeras ( Mendo ), matang tetapi tidak kuning atau kering. Angkat, tiriskan.
• Sajikan hangat dengan cabe atau sambal kecap rawit.
tambahan dikit : mau tau cara membuat krupuk rambak ??? silahkan anda download gratis : di sini !

baca selengkapnya ( klik ) di sini...

Selasa, 13 Juli 2010

MAKALAH SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN 2



MEMBANGUN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS KEARIFAN LOKAL


Oleh
Prof. Dr. Rochmat Wahab

Disajikan dan dibahas dalam Seminar Nasional Pendidikan dengan Tema Pengembangan Karakter dan Pendidikan Indonesia yang diselenggarakan dalam rangka HUT I STKIP Islam Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah pada 30 Juni 2010


PENDAHULUAN
• DALAM MENGHADAPI DUNIA GLOBAL, SANGAT DIPERLUKAN INSAN BERMORAL, KOMPETEN, DAN UNGGUL.
• UNTUK MENGHASILKAN INSAN BERMORAL, KOMPETEN, DAN UNGGUL, PENDIDIKAN MERUPAKAN UPAYA YANG PALING STRATEGIS.
• SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL DALAM BATAS TERTENTU TELAH MENGHASILKAN INSAN YANG BERKUALITAS, MISALNYA SEJUMLAH ORANG YANG DIPERCAYA UNTUK MENDUDUKI POSISI STRATEGIS DI SEMUA SEKTOR DAN DI TENGAH-TENGAH MASYARAKAT.
• NAMUN PATUT DIAKUI BAHWA MASIH BANYAK CLAIM YANG MENGINDIKASIKAN SISTEM PENDIDIKAN KITA IKUT ANDIL AKAN RENDAHNYA KUALITAS SDM DAN MASIH MEREBAKNYA DEKADENSI MORAL, YANG BERDAMPAK TERHADAP KRISIS MULTIDIMENSIONAL.
• UNTUK MEMINIMALISIR DAN MEMPERKECIL, BAHKAN MENGHILANGKAN KRISIS MULTIDEMENSIONAL TERUTAMA PERILAKU TAK BERMORAL YANG MELUAS DI MASYARAKAT, KIRANYA KITA PERLU MENATA KONSEP DAN IMPLEMENTASI PENDIDIKAN NASIONAL.
• DALAM MENJAMIN PENDIDIKAN NASIONAL YANG MANTAP, KIRANYA PERLU DIJAGA KONSISTENSI PENDIDIKAN KARAKTER SEJAK DARI LANDASAN FILOSOFIS, SISTEM PENDIDIKAN, SAMPAI DENGAN PRAKTIK PENDIDIKAN.

MEWUJUDKAN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS KEARIFAN LOKAL

RESEARCH #3 PRAKTIK PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN YANG TERPADU
RESEARCH #2
SISTEM PENDIDIKAN YANG MENGANDUNG NILAI-NILAI
RESEARCH #1
PESERTA DIDIK SEBAGAI HAMBA ALLAH DAN KHALIFAH
DI BUMI

KOMPONEN
SISTEM PENDIDIKAN KARAKTER
TUJUAN PENDIDIKAN
HAKEKAT PESERTA DIDIK
KURIKULUM PENDIDIKAN
METODE PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN
PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
PENGELOLAAN PENDIDIKAN
EVALUASI PENDIDIKAN
LINGKUNGAN PENDIDIKAN

TUJUAN PENDIDIKAN
• TUJUAN PENDIDIKAN TIDAK HANYA MENJADIKAN INSAN BERAKAL, INSAN KOMPETEN DAN BERGUNA, INSAN WELL-ADAFTIVE, INSAN AGENT OF CHANGE, DAN INSAN BERTAQWA, MELAINKAN
• INSAN YANG UTUH (INSAN KAAMIL)

HAKEKAT PESERTA DIDIK
• INDIVIDU YANG MEMILIKI POTENSI MORAL, MENTAL, FISIK, SOSIAL, DAN EMOSIONAL DENGAN KEUNIKANNYA.
• INDIVIDU SEBAGAI CO-SUBJECT-OBJECT.
• INDIVIDU MEMILIKI KEBEBASAN MEMILIH.
• INDIVIDU SEBAGAI HAMBA ALLAH DAN SEBAGAI KHALIFAH DI BUMI.
• INDIVIDU MENEMPATKAN KETAQWAAN SEBAGAI CORE TRAITS-NYA

KURIKULUM PENDIDIKAN
STUDENTS-ORIENTED CURRICULUM
SOCIETY-ORIENTED CURRICULUM
KNOLEDGE & TECHNOLOGY-ORIENTED CURRICULUM
MELAINKAN
ECLECTIC AND COMPREHENSIVE CURRICULUM
(STUDENT, SOCIETY, TECHNOLOGY, AND SPIRITUAL ORIENTED CURRICULUM)

METODE PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN
METODE KONVENSIONAL:
COGNITIVE APPROACH, BEHAVIORAL APPROACH, HUMANISTIC APPROACH, DAN SOCIAL APPROACH.
METODE ALTERNATIF:
ECLECTIC OR INTEGRATED APPROACH
“INTERNALISASI NILAI-NILAI ISLAM DALAM KEGIATAN AKADEMIK DAN NONAKADEMIK”

PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
• GURU, TIDAK HANYA KOMPETEN, MELAINKAN JUGA BERTAQWA, MENJADI TELADAN (SIKAP, PIKIRAN, DAN PERILAKU), KREATIF, DAN WELL ADAFTIF (PROFESIONAL YANG UTUH). DEMIKIAN JUGA MENGUPAYAKAN TERUS UNTUK SELF-UPGRADING.
• KONSELOR YANG PROFESIONAL DAN BERTAQWA, YANG SELALU SIAP UNTUK MEMBANTU PENGEMBANGAN DIRI PESERTA DIDIK SECARA OPTIMAL. (AKTUALISASI DIRI).
• KEPALA SEKOLAH YANG MEMILIKI PRINCIPLE LEADERSHIP, DISIPLIN, MODEL, DAN SUPERVISONSHIP SKILL.
• KINERJA PUSTAKAWAN DAN LABORAN/TEKNISI YANG HELPFULL,
• TERSEDIANYA AHLI TERKAIT (PSIKOLOG, DOKTER) YANG FRIENDLY DAN HELPFULL.

PENGELOLAAN PENDIDIKAN
• PENGELOLAAN PENDIDIKAN BERBASIS SEKOLAH DAN BERBASIS MASYARAKAT (SADAR NILAI)
• PENGELOLAAN PENDIDIKAN DIUPAYAKAN BERDASARKAN BALANCED CENTRALIZATION-DECENTRALIZATION DENGAN TETAP MENEMPATKAN KEPENTINGAN DAERAH.
• PENGELOLAAN PENDIDIKAN TERPADU (DENGAN MENJADIKAN SPIRITUALITAS SEBAGAI RUHNYA).
• DURASI WAKTU EFEKTIF BELAJAR PERLU PENAMBAHAN SEBAGAI KONSEKUENSI LOGIS ORIENTASI OUTPUT YANG UNGGUL.
• PENGELOLAAN PENDIDIKAN DIJAMIN TRANSPARAN, ADIL, DAN AKUNTABEL.
• PENDIDIKAN PERLU SEKALI MELIBATKAN ORANGTUA DAN MASYARAKAT BAIK DALAM ASPEK AKADEMIK, MAUPUN ASPEK NON-AKADEMIK (TERUTAMA ASPEK MORALITAS)

PEMBIAYAAN PENDIDIKAN
• PENDIDIKAN DASAR ADALAH PUBLIC GOODS, SEHINGGA PEMBIAYAAN PENDIDIKAN MENJADI TANGGUNG JAWAB PEMERINTAH.
• INSTITUSI PENDIDIKAN YANG BERSTATUS SWASTA DAN SISWANYA YANG SEBAGIAN BESARNYA BERASAL DARI KELUARGA BEREKONOMI MENENGAH KE BAWAH PERLU MEMPEROLEH DUKUNGAN PEMERINTAH DAN MASYARAKAT SECARA PROPORSIONAL)
• UNTUK MENJAMIN KELANCARAN OPERASIONAL PENDIDIKAN, PERLU DIBUKA PELUANG BAGI ORANGTUA DAN MASYARAKAT BERUNTUNG UNTUK MENJADI PENOPANG DANA MELALUI INTITUSI INFAQ, SHADAQAH, ZAKAT, DAN WAQAF)

EVALUASI PENDIDIKAN
• PENILAIAN PENDIDIKAN TIDAK HANYA BERFOKUS PADA HASIL PENDIDIKAN, MELAINKAN JUGA KEPADA INPUT DAN PROSES (PENILAIAN KOMPREHENSIF)
• PENILAIAN PENDIDIKAN TIDAK HANYA PADA ASPEK AKADEMIK, MELAINKAN JUGA ASPEK NON-AKADEMIK (TERUTAMA MORAL MENJADI PENENTU).
• PENILAIAN PENDIDIKAN SEBAIKNYA TIDAK HANYA DILAKUKAN OLEH GURU, MELAINKAN JUGA PESERTA DIDIK, PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN LAINNYA, BAHKAN JIKA MUNGKIN MELIBATKAN ORANGTUA.
• PENILAIAN PENDIDIKAN SEBAIKNYA TIDAK HANYA BERSIFAT JUDGMENTAL, MELAINKAN JUGA BERSIFAT APRESIATIF DAN REKOGNITIF.

LINGKUNGAN PENDIDIKAN
• MENCIPTAKAN LINGKUNGAN KELUARGA YANG SARAT DENGAN NILAI (AGAMA, BUDAYA, DAN KEBANGSAAN)
• MENGUPAYAKAN LINGKUNGAN SEKOLAH YANG KONDUSIF BAGI PENGEMBANGAN NILAI.
• MENGKONDISIKAN LINGKUNGAN MASYARAKAT DENGAN NILAI-NILAI YANG BAIK DAN MENGENDALIKANNYA DENGAN MEMAINKAN PERAN FILTER TERHADAP NILAI-NILAI ASING YANG MASUK.
• MENGAWAL ISI MEDIAMASA YANG MEMBERIKAN MANFAAT BAGI PENYEBARAN NILAI-NILAI DAN MENGONTROL ISI MEDIAMASA YANG BERPOTENSI MERUSAK KEPRIBADIAN ANAK DAN BANGSA.

STRATEGI PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KARAKATER BERBASIS KEARIFAN LOKAL
• MENKONSEPTUALISASIKAN INDIVIDU SEBAGAI MAKHLUK UTUH DENGAN MENEKANKAN PENTINGNYA ASPEK IMTAQ
• MENGUPAYAKAN PENDIDIKAN NILAI SEDINI MUNGKIN DAN SEPANJANG HAYAT
• MENGEMBANGKAN PROGRAM PENDIDIKAN DAN KURIKULUM YANG TERPADU SESUAI DENGAN LATAR BELAKANG SOSIAL BUDAYA DENGAN MENEMPATKAN NILAI MORAL MENJADI RUHNYA.
• MENEMPATKAN PIMPINAN INSTITUSI DAN PENDIDIK MENJADI MODEL DAN BERTINDAK ADIL, AMANAH, DAN KASIH SAYANG.
• MENCIPTAKAN GERAKAN PENDIDIKAN NILAI DAN MENGAWALNYA SECARA ISTIQOMAH, BAIK DALAM KONTEKS PENDIDIKAN FORMAL, INFORMAL, MAUPUN NONFORMAL.
• MEMBERIKAN ORIENTASI PESERTA DIDIK BARU DAN MELEPAS LULUSAN SETIAP JENJANG PENDIDIKAN DENGAN MATERI NILAI-NILAI YANG DAPAT DITERIMA DI MASYARAKAT.
• MENGINTERNALISASIKAN NILAI-NILAI YANG DIJUNJUNG TINGGI DI MASYARAKAT SELAMA DALAM PROSES PEMBELAJARAN DAN PENDIDIKAN.
• MENGUPAYAKAN LINGKUNGAN FISIK DAN SOSIAL YANG BERSIH DAN “MENGUNDANG”.
SEKIAN
TERIMA KASIH

baca selengkapnya ( klik ) di sini...

JADWAL KEGIATAN PRAMUKA SMA ISLAM T. HUDA BUMIAYU




GERAKAN PRAMUKA
GUDEP 03.203 – 03.204
SMA ISLAM T. HUDA BUMIAYU




JADWAL KEGIATAN
No. Waktu ------------- Jenis Kegiatan
1. Rabu,14 Juli 2010-
1. 05.30 – 05.45 - Peserta Tiba di Sekolah dan Daftar Ulang
2. 05.30 – 06.15 - Rapat Koordinasi Peserta dengan penanggung jawab sangga
3. 06.15 – 06.30 - Persiapan Jamuan sarapan pagi
4. 06.30 – 07.15 - Jamuan sarapan pagi bersama
5. 07.15 – 07.30 - Persiapan Upacara Pembukaan

6. 07.30 – 08.30 - Upacara Pembukaan Permata tahun 2010 / 2011
7. 08.30 – 08.45 - Break
8. 08.45 – 12.00 - Penjelajahan Alam
9. 12.00 – 13.00 - Break, Sholat Dluhur, jamuan makan siang dan break
10. 13.00 – 14.00 - Pengenalan satuan karya Wira Kartika
11. 14.00 – 15.00 - Pengenalan Satuan Bhayangkara
12. 15.00 – 15.30 - Break, sholat Ashar
13. 15.30 – 17.00 - Out Bond
14. 17.00 – 17.15 - Apel Sore
15. 17.15 – 17.45 - Keperluan Pribadi
16. 17.45 – 19.15 - Sholat Magrib berjamaah, kultum dan sholat Isya
17. 19.15 – 20.00 - jamuan makan malam
18. 20.00 – 23.00 - Apresiasi seni dan malam keakraban
19. 23.00 – 04.00 - Istirahat

2. Kamis,15 Juli 2010
1. 04.00 – 05.30 – MCK, Sholat dan Kultum Shubuh
2. 05.30 – 06.00 – Olah Raga
3. 06.00 – 06.45 – Keperluan Pribadi
4. 06.45 – 07.15 – Jamuan makan pagi
5. 07.15 – 07.30 – Break
6. 07.30 – 08.30 – Materi I : Koordinator Pembina
7. 08.30 – 09.30 – Materi II : Pembina Pembina
8. 09.30 – 09.45 – Break
9. 09.45 – 11.45 – Materi III : Dewan Ambalan
10. 11.15 – 12.00 – Kebersihan Lingkungan
11. 12.00 – 12.45 – Sholat Dluhur, Break dan makan siang
12. 12.45 – 13.45 – Upacara Kenaikan Golongan
13. 13.45 – 14.00 – Break
14. 14.00 – 15.30 – Upacara Pelantikan Anggota Baru
15. 15.30 – 16.00 – Upacara Penutupan Permata
16. 16.00 ……..... - Sayonara
Bumiayu, 10 Juli 2010
Panitia

baca selengkapnya ( klik ) di sini...

Sabtu, 10 Juli 2010

JADWAL KEGIATAN MASA ORIENTASI SISWA BARU




JADWAL KEGIATAN
MASA ORIENTASI SISWA ( MOS )
SMA ISLAM T. HUDA BUMIAYU
TAHUN PELAJARAN 2010/2011



NO.- HARI/TANGGAL - WAKTU ------ KEGIATAN ------------------------ TUTOR
1. - Senin,12 Juli 2010 - 07.00 – 08.00 - Upacara Pembukaan
- 08.00 – 08.15 - Perkenalan Pengurus OSIS-------- OSIS
- 08.15 – 09.15 - Wawasan Wiyata Mandala -------- Kepala Sekolah
- 09.15 – 09.30 - Istirahat
- 09.30 – 10.30 - Pengembangan Sikap Demokrasi – Khujeni SPd.
- 10.30 – 11.15 - Aqidah/ Akhlaq ---------------------- Drs. Harun Nurosid
- 11.15 – 12.00 - Pengenalan Lingkungan -----------

------------ Khafid Subekhi
- 12.00 – 12.45 - Tata Upacara ------------------------- Abdul Majid
- 12.45 – ……. - Sholat Berjamaah -------------------- Musa Sayono

2. - Selasa, 13 Juli 2010 - 07.00 – 07.15 - Persiapan ------------------------------ OSIS
- 07.15 – 08.00 - Cara Belajar Efektif ----------------- Drs. Mungal Purnomo
- 08.00 – 09.00 - Kepustakaan -------------------------- Imam Masruri
- 09.00 – 10.15 - Olah Raga Gembira ---------- ------- Drs. Mualip
- 10.15 – 10.30 - Istirahat
- 10.30 – 11.30 - Sadar Berlalu – lintas ---------- ----- Kapolsek
- 11.30 – 12.45 - Perkenalan --------------------------- Nurlaely Faiqoh SSi
- 12.45 – ------- Sholat Berjamaah--------------------- Musa Sayono
baca selengkapnya ( klik ) di sini...

Jumat, 09 Juli 2010

DAFTAR NAMA KELOMPOK PESERTA MOS 2010/2011




DAFTAR NAMA KELOMPOK PESERTA MASA ORIENTASI (MOS)
SISWA BARU SMA ISLAM T. HUDA BUMIAYU
Tahun Pelajaran 2010/2011




NO. No.Pend. Nama L/P KELOMPOK PUTRA
1 2010007 M. Yudi Aryanto L Umar Bin Khatab
2 2010008 Irfanuddin Wakhid L Umar Bin Khatab
3 2010009 M. Misbakhul Dzikri L Umar Bin Khatab
4 2010017 Ahmad Faris Auzan L Umar Bin Khatab
5 2010020 Abdul Kholik B.S. L Umar Bin Khatab
...

6 2010021 Marwan Zakky L Umar Bin Khatab
7 2010025 Andi Saputra Aji L Umar Bin Khatab
8 2010037 Tahril L Umar Bin Khatab
9 2010042 Nurdin Teguh Susanto L Umar Bin Khatab
10 2010048 M. Naufal Hanafi L Umar Bin Khatab
11 2010051 M. Nizzar Alwi Alamin L Umar Bin Khatab

1 2010054 Akhmad Riyadi L Abu Bakar Sidiq
2 2010055 M. Taufan Kurnia P. L Abu Bakar Sidiq
3 2010057 Sugeng Priadi L Abu Bakar Sidiq
4 2010058 Sarwoto L Abu Bakar Sidiq
5 2010066 Salman Nur Faras L Abu Bakar Sidiq
6 2010067 Sandi Riski Wijaya L Abu Bakar Sidiq
7 2010077 M. Fitriant Poernomo L Abu Bakar Sidiq
8 2010080 M. Ikhwan Zakaria Al F. L Abu Bakar Sidiq
9 2010081 Ahan Lafdi Munir L Abu Bakar Sidiq
10 2010082 Riko Andika Saputra L Abu Bakar Sidiq
11 2010083 M. Nizar Putra Pratama L Abu Bakar Sidiq
12 2010178 M. Joni Khamdani L Abu Bakar Sidiq

1 2010086 Farid Al Amin L Ali Bin Abu Tholib
2 2010092 Arjunnaefi Sasi Akbar L Ali Bin Abu Tholib
3 2010096 M. Nasyar Faridi L Ali Bin Abu Tholib
4 2010099 Jenal Arifin L Ali Bin Abu Tholib
5 2010113 Naufal Abdur Roziq L Ali Bin Abu Tholib
6 2010123 M. Irsyad Rifki L Ali Bin Abu Tholib
7 2010128 Vandanu Aditya Putra S. L Ali Bin Abu Tholib
8 2010129 M. Ardiyansyah Alfian L Ali Bin Abu Tholib
9 2010141 Agriza N. Bayu L Ali Bin Abu Tholib
10 2010142 Ibnu Fajar L Ali Bin Abu Tholib
11 2010143 Mujianto L Ali Bin Abu Tholib
12 2010254 Teguh Adi Nugroho L Ali Bin Abu Tholib

1 2010149 M. Bagus Pratama L Usman Bin Affan
2 2010151 Prio Krisnandika L Usman Bin Affan
3 2010153 Dios Abni Khaliki L Usman Bin Affan
4 2010155 Aan Nasrulloh L Usman Bin Affan
5 2010159 Sidqi Bakhtiar L Usman Bin Affan
6 2010165 Nurul Iman L Usman Bin Affan
7 2010167 M. Nurul Muzaqi L Usman Bin Affan
8 2010172 Adi Fahmi Risalah L Usman Bin Affan
9 2010177 Akhmad Muzaki L Usman Bin Affan
10 2010181 Alfian Nuari L Usman Bin Affan
11 2010191 M. Wildan Oki S. L Usman Bin Affan
12 2010250 Iman Nur Sofi L Usman Bin Affan

1 2010193 Daroji L Khalid Bin Walid
2 2010200 Aldi Bagas S. L Khalid Bin Walid
3 2010210 Fahmi Nur Zaman L Khalid Bin Walid
4 2010211 M. Ilham R. L Khalid Bin Walid
5 2010212 Afit Masrukhan L Khalid Bin Walid
6 2010213 Nasrullah Alam R. L Khalid Bin Walid
7 2010214 M. Ardan Muazam L Khalid Bin Walid
8 2010216 Melgi Aflih R. L Khalid Bin Walid
9 2010217 Irham L Khalid Bin Walid
10 2010218 Wildan Zulfikri L Khalid Bin Walid
11 2010221 Erpa Glady A. L Khalid Bin Walid

1 2010223 Dani Bagus F. L Bilal Bin Rabah
2 2010231 Rian Bayu L Bilal Bin Rabah
3 2010232 M. Iwan Febriyansyah L Bilal Bin Rabah
4 2010237 M. Rivan Hakim L Bilal Bin Rabah
5 2010238 Bayu Aji Mulyanto L Bilal Bin Rabah
6 2010241 M. Rizqi Bayu T. L Bilal Bin Rabah
7 2010246 Dimas Aditia Perdana L Bilal Bin Rabah
8 2010247 Erwin Melani L Bilal Bin Rabah
9 2010248 Hendro Widodo L Bilal Bin Rabah
10 2010249 Anggoro Prasetyo PP. L Bilal Bin Rabah
11 2010257 Akhmad Ali Sadikin L Bilal Bin Rabah

NO No.Pend. Nama L/P KELOMPOK PUTRI
1 2010001 Khusnul Khotimah P Siti Khodijah
2 2010003 Sofie Fadhilah Chomas P Siti Khodijah
3 2010004 Inda Galuh Lestari P Siti Khodijah
4 2010010 Ratih Irma Zulaekha P Siti Khodijah
5 2010011 Amdatul Khoiroh P. Z. P Siti Khodijah
6 2010013 Awalia Nurul Najah P Siti Khodijah
7 2010014 Qisthi Ardina Sugiharto P Siti Khodijah
8 2010015 Mamluatul Hikmah P Siti Khodijah
9 2010016 Rachmatika Lu'lu Nur M. P Siti Khodijah
10 2010018 Lina Faridatul Hasanah P Siti Khodijah

1 2010019 Durotul Masfufah P Siti Aisyah
2 2010024 Ratna Yunita P Siti Aisyah
3 2010027 Azizahtul Aeni P Siti Aisyah
4 2010028 Kharisma Sita Nur Afni P Siti Aisyah
5 2010029 Firda Ayu Sapitri P Siti Aisyah
6 2010032 Titis Rahmawati P Siti Aisyah
7 2010033 Jeni Hermalia P Siti Aisyah
8 2010034 Maya Silvia P Siti Aisyah
9 2010035 Salsabila Fatur Utami P Siti Aisyah
10 2010036 Khusniatul Wardah P Siti Aisyah
11 2010239 Maghfira Dizania M. P Siti Aisyah

1 2010038 Nur Silvia Hidayanti P Siti Fatimah
2 2010041 Wilut Norma Prasiska P Siti Fatimah
3 2010045 Elza Pebriyanti P Siti Fatimah
4 2010046 Izqi Dwi Aristiani P Siti Fatimah
5 2010047 Dini Amalia Kaknapuki P Siti Fatimah
6 2010052 Amilatun Maola P Siti Fatimah
7 2010053 Nurfiana Riskita P Siti Fatimah
8 2010056 Maghfirotun Nisa Azzahro P Siti Fatimah
9 2010059 Istiharoh P Siti Fatimah
10 2010060 Aina Rahmawati P Siti Fatimah
11 2010253 Nur Halimah P Siti Fatimah

1 2010061 Novi Safira P Siti Hajar
2 2010062 Avinda Mutiara Hikmah P Siti Hajar
3 2010063 Fitra Alfi Fidyati P Siti Hajar
4 2010064 Adetiya Puspitasari P Siti Hajar
5 2010065 Setiani Anjarwati P Siti Hajar
6 2010068 Delfi Nenis Irawan P Siti Hajar
7 2010069 Tri Fami Ajiah P Siti Hajar
8 2010072 Septiana P. Tyas P Siti Hajar
9 2010075 Mila Khasanah P Siti Hajar
10 2010076 Mega Selfi P Siti Hajar
11 2010255 Elsa Riskiani P Siti Hajar

1 2010078 Tanti Sri Rahayu P Siti Zulaikha
2 2010079 Febri Dwi Wulansari P Siti Zulaikha
3 2010085 Yunia Ekasari P Siti Zulaikha
4 2010089 Tri Yuniasih P Siti Zulaikha
5 2010090 Mariska Mustikasari P Siti Zulaikha
6 2010091 Putri Novitasari P Siti Zulaikha
7 2010093 Dewi Kasih Rejeki P Siti Zulaikha
8 2010097 Iis Prihati P Siti Zulaikha
9 2010100 Niken Nastia Nurliza N. P Siti Zulaikha
10 2010108 Rifa Azkiatul Umami P Siti Zulaikha
11 2010240 Nurfa Ratnasari P Siti Zulaikha

1 2010109 Asfia Ajid Cahyani P Siti Mashitoh
2 2010111 Ismaesaroh P Siti Mashitoh
3 2010112 Mia Rizky Amalia P Siti Mashitoh
4 2010114 Nur Aeni P Siti Mashitoh
5 2010115 Iin Andriyanti P Siti Mashitoh
6 2010116 Rofidah Agustiana P Siti Mashitoh
7 2010119 Pakuwati P Siti Mashitoh
8 2010120 Nadia Hana Sabila P Siti Mashitoh
9 2010121 Elya Yuliasih P Siti Mashitoh
10 2010122 Siska Noviyani P Siti Mashitoh

1 2010124 Fetti Fathia Insani P Halimatus Sa'diyah
2 2010125 Rizma RH. Farera P Halimatus Sa'diyah
3 2010126 Annida Awaliani R. P Halimatus Sa'diyah
4 2010131 Siska Seremonia P Halimatus Sa'diyah
5 2010134 Yolanda Mutiara Sari P Halimatus Sa'diyah
6 2010135 Tri Rahayu Indah P. P Halimatus Sa'diyah
7 2010136 Elvira Puspa Yoanda P Halimatus Sa'diyah
8 2010137 Syifa Unnisa Putri P Halimatus Sa'diyah
9 2010139 Angena Budi Fatmala P Halimatus Sa'diyah
10 2010140 Indah Susilowati P Halimatus Sa'diyah

1 2010144 Diah Ayu NM. P Siti Maryam
2 2010145 Windi Astuti P Siti Maryam
3 2010146 Dwi Atika P Siti Maryam
4 2010150 Abidah Aulia Yuliani P Siti Maryam
5 2010154 Desti Rahmawati P Siti Maryam
6 2010162 Siti Zahrotunisa P Siti Maryam
7 2010164 Neni Puspito Rini P Siti Maryam
8 2010166 Musarofah P Siti Maryam
9 2010168 Andika Widyastuti P Siti Maryam
10 2010169 Sadi Chaola Yuliana M. P Siti Maryam

1 2010170 Silmi Kaffahatunajah P Umi Kulsum
2 2010171 Rima Syabrina P Umi Kulsum
3 2010174 Ita Fitrianingsih P Umi Kulsum
4 2010182 Anisa Dayu Arta P Umi Kulsum
5 2010183 Sajidatul Wilda P Umi Kulsum
6 2010184 Annisa Mutiara P Umi Kulsum
7 2010186 Najmi Wana Kusuma P Umi Kulsum
8 2010187 Mukaromatun Ningsih P Umi Kulsum
9 2010188 Mauliya Anis M. P Umi Kulsum
10 2010196 Puji Rahayu P Umi Kulsum

1 2010197 Fadilatun Nisa P Z a e n a b
2 2010198 Ika Puspita Sari P Z a e n a b
3 2010201 Atikah Purnamasari P Z a e n a b
4 2010204 Ria Ristiani P Z a e n a b
5 2010205 Onni Nabila Tsani P Z a e n a b
6 2010215 Wilantika N. S. P Z a e n a b
7 2010219 Dewi Sita Resmi P Z a e n a b
8 2010220 Adinta Wildati S. P. P Z a e n a b
9 2010222 Susi Rananingsih P Z a e n a b
10 2010224 Aminia Muntaz P Z a e n a b

1 2010225 Siti Rokhmawati P R a b i a h
2 2010227 Dwi Utami P R a b i a h
3 2010228 Oktapia Putri Ayu S. P R a b i a h
4 2010229 Fatimah Ayu Azzahra P R a b i a h
5 2010230 Hayuliah P R a b i a h
6 2010234 Fauzia Khudrotul K. P R a b i a h
7 Asa I Gusti P R a b i a h
8 2010073 Silvia Nurrohmah P R a b i a h
9 2010160 Nur Halimah P R a b i a h
10 2010226 Firda Aviyanti P R a b i a h

Bumiayu, 07 Juli 2010
Panitia


baca selengkapnya ( klik ) di sini...