SEJARAH ROKOK
Menurut sejarah, merokok untuk pertama kali dilakukan oleh orang – orang Indian Amerika yang dilakukan sebagai bagian dari upacara ritual mereka. Orang Eropa yang pertama kali menemukan benua Amerika pada tahun 1492 kemudian membawa tembakau ke Eropa. Merokok kemudian menjadi kebiasaan baru di Eropa. Tetapi orang-orang Eropa melakukan kegiatan merokok hanya untuk kesenangan. Tembakau telah meningkatkan perdagangan dan keuntungan orang-orang Amerika untuk memperluas tanaman tembakau.
Pada abad ke 17 tembakau dibawa oleh pedagang Eropa ke Asia dan Afrika . pada abad ke 19 orang – orang spanyol membawa sigaret ke Asia melalui pilipina dan selanjutnya ke Rusia dan Turki. Sejak itu kebiasaan merokok mulai memasuki dunia Islam.
Menurut sejarah, Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya hidup ketika tembakau atau rokok belum diterima di kalangan mereka. Nabi Muhammad SAW dan para sahabat dekatnya yang menjadi pembela Islam di seluruh dunia, mereka semua selama hidupnya tidak merokok. Merokok mulai dilakukan oleh umat Islam setelah lama Nabi Muhammad SAW dan para sahabat dekatnya meninggal dunia.
Mereka melakukan kegiatan merokok karena mereka tidak mengetahui bahwa merokok sangat membahayakan kesehatan.
DAMPAK MEROKOK
Mengapa Orang Merokok ?
MITOS
• Menghilangkan stress
• Supaya Lebih produktif
• Bisa konsentrasi
• Lebih rileks
• Lebih semangat
• Ada kesibukan di tangan
• Karakteristik Remaja
• Ketidak tahuan konsumen
• Ketidak berdayaan yang sudah ketagihan
JAMINAN KELANGSUNGAN BISNIS INDUSTRI ROKOK
TIDAK ADA PERLINDUNGAN HUKUM
BAHAN ADIKTIF
UU RI Nomor 23, Tahun 1992 Tentang Kesehatan
Bahan yang penggunaannya dapat menimbulkan ketergantungan psikis
Misal :
Nikotin, Kafein,
Alkohol, Inhalansia
APA ITU NIKOTIN ?
Suatu bahan kimia yang cukup poten dan adiktif
Suntikan 60mg nikotin secara I.V. bisa mematikan.
Berpengaruh pada sistem saraf
Cepat meresap kedalam sel tubuh
Menyebabkan spasm pada saluran darah
Menyebabkan ketagihan
Konsumsi berlebihan menyebabkan keracunan
APA ITU TEMBAKAU?
Nama saintifik : Nicotiana tobacum
Berasal dari benua Amerika
Upacara keagamaan kaum Red Indian
Abad enambelas dibawa ke benua Eropah
Dari Eropa tersebar luas ke seluruh dunia
Dibawa masuk oleh Inggeris ke Asia
pada tahun 1929
Cara penggunaan - hirup, hisap dan kunyah
Pernah digunakan untuk membunuh cacing parasit dalam usus
Divine kretek ( ???)
• Penemuan terbaru Gretha Zahar dan Sutiman Bambang Sumitro
• Digunakan untuk penyembuhan penyakit kanker, kardiovaskuler, autis, stroke, dan paru-paru (setelah dilakukan peluruhan komponen radikal bebas pada tembakau)
ADIKSI membawa serta BAHAN KIMIA BERACUN
Asap Rokok: 4000 bahan kimia beracun, 69 penyebab kanker
PADAT: √ NIKOTIN (ADIKTIF) + Efek pada pembuluh darah
√ TAR(kumpulan partikel pdt penyebab kanker)
GAS: √ CO (mengikat sel darah merah mengganti O2)
√ Gas-gas berbahaya lain
KANDUNGAN ASAP ROKOK ?
Macam-macam bahan
- tar jalan, racun serangga, ubat gegat, kapur
barus, racun anai-anai, gas kentut, gas racun,
bahan plastik, bahan api dll.
Lebih 4000 bahan kimia
- 200 yang sangat toksik
- 43 bahan yang karsinogenik
- berbagai bahan iritan
- berbagai partikel yang merusak paru-paru
- berbagai bahan perasa dan pengawet
Ramuan utama
- nikotin
APA ITU MEROKOK ?
Merokok secara aktif
menghisap asap rokok aliran utama melalui mulut
Merokok secara pasif
menghisap asap aliran sisi dan asap aliran utama yang dihembus keluar oleh perokok. terpapar kepada asap rokok pasif selama 15 menit melebihi 2 hari dalam seminggu.
Bukan perokok yang berada dalam suatu ruang yang dipenuhi asap rokok dalam waktu satu jam menyamai merokok secara aktif 15 batang rokok.
Asap aliran sisi
Asap yang keluar dari bagian rokok yang dinyalakan
Tidak melalui penapis
Hasil dari proses pembakaran yang tidak sempurna
Mengandung bahan kimia beracun yang konsentrasinya lebih tinggi dibanding asap aliran utama yang dihisap oleh perokok
FAKTA = KEKUATAN ROKOK : NIKOTIN
Nikotin 7 -10 detik ► Susunan Syaraf Pusat
▼
DOPAMIN >>
→ Sistim Limbic → sensasi kenikmatan → Dopamin
dideposit di synapsis: 40 menit efek nikotin hilang → ingin merokok lagi → DOPAMIN >>>>> → REAKSI OTAK:
Mengurangi jumlah DOPAMIN → perokok butuh menaikkan dosis rokok untuk memenuhi tingkat kenikmatan yang telah dicapai
↓
NIKOTIN: ADIKTIF
(ketagihan / ketergantungan thd sensasi nyaman)
REAKSI THD STRESS
PEROKOK BUKAN PEROKOK
(merokok = sensasi nyaman) (bukan penghilang stress)
Mitos “Merokok menghilangkan stress”
PESAN PROMOSI YANG MENYESATKAN
• “A Mild”, “Star Mild”, “X-Mild”, “U-Mild”. “Mezzo …zoo mild”, “L-A Light”
q
“low” tar and nicotine branding
tehnik pemasaran yang semakin populer
q
KONSUMEN MERASA AMAN
i
MENINGKATKAN KONSUMSI
Yang dijual bukan semata-mata Rokok tetapi EFEK ADIKTIF NIKOTIN
1. Ada ketergantungan fisik & psikologik ► Kesadaran perokok dikontrol / dijajah oleh nikotin
2. Reduksi kesadaran kritis dari bencana sosial menjadi masalah personal (Merokok adalah kesalahan individu!?)
KERACUNAN NIKOTIN
Hisap rokok berlebihan
Gejala keracunan ringan : - mual, muntah, sakit perut, pening,
berpeluh, pucat.
Gejala keracunan berat : - pusing kepala yang parah, otot lemah
koma dan bisa membawa maut.
KEMATIAN DISEBABKAN MEROKOK..
WHO
• Pada saat ini
- 4 juta kematian terjadi setiap tahun
- 11,000 kematian setiap hari
~ seperti 27 pesawat Boeing 747 jatuh
terhempas setiap hari
- 70% berlaku di negara berkembang
• Menjelang tahun 2030
- 10 juta kematian akan terjadi setiap tahun
- Melebihi jumlah keseluruhan kematian karena AIDS, TB, kematian ibu bersalin dan kematian
perinatal
Di Indonesia
78% perokok mulai merokok pada usia REMAJA
FAKTA MEROKOK DI KALANGAN REMAJA
• Di Dunia 2.5 Miliar (2500000)
• Perokok di kalangan lelaki 15 tahun ke atas
Meningkat dari 41 %- 50 % (1996)
• Sebanyak 25 % pelajar lelaki merokok dan rata-rata mereka menghisap sebanyak 24.3 batang rokok sehari
• Sebanyak 71 % remaja pernah mencoba merokok dan dalam satu kajian lain pula didapati 85 % perokok adalah mereka yang berusia antara 19-22 tahun.
• Setiap hari lebih dari 50 remaja di bawah umur 18 tahun mulai menghisap rokok.
KAITAN MEROKOK DENGAN MASALAH SOSIAL YANG LAIN
• Rokok dan alkohol
proportion perokok yang juga pengguna alkohol
= 25% ( CI: 19.3% - 30.7%)
proportion pengguna alkohol yang juga perokok
= 93% (CI: 87.6% - 98.4%)
• Rokok dan ganja/candu
proportion perokok yang juga pengguna ganja
= 14.3% ( CI:14.23% - 14.36%)
proportion penagih ganja yang merokok
= 97.1% (CI: 97.07% - 97.13%)
Apa yang dilakukan asap rokok pada tubuh (1)
TAR dan GAS BERACUN
TAR
* RIBUAN partikel padat dan lengket, mengendap di saluran paru – rangsangan
kronik → KANKER PARU
GAS-GAS BERACUN:
* merangsang lendir
* lumpuhkan bulu getar
→ BRONKITIS KRONIS
* lumpuhkan serat elastin
→EMPHYSEMA
→kulit keriput
* ikut aliran darah → Kanker
berbagai organ
Apa yang dilakukan asap rokok pada NIKOTIN & CO
Penyempitan pemb.darah
Θ denyut jantung naik
Θ aliran darah ke organ tubuh berkurang
Mengikat sel darah merah m’ganti O2
Organ tubuh kekurangan Nutrisi dan O2
Efek Pada PARU
Efek Pada PEMBULUH DARAH, JANTUNG dan OTAK
Pada IBU HAMIL dan Bayi
Resiko keguguran, bayi lahir mati, lahir prematur, berat badan lahir rendah, bayi kurang gizi → IQ <, gangguan pertumbuhan, perkembangan paru lambat, bayi mati mendadak (SIDS).
Di Indonesia, 78% perokok mulai merokok pada usia REMAJA
Efek Pada BUKAN-PEROKOK
Memaksa meresiko
dampak kesehatan akibat rokok
Resiko penyakit jantung dan kanker paru 25% > tinggi
Resiko Kanker Paru Istri Perokok 30% > istri bukan perokok
ANAK-ANAK Perokok:
• Resiko penyakit saluran nafas 2x >
• Resiko kelainan janin >>
• 75% menjadi perokok aktif
Yang dilakukan asap rokok orang lain….
Paparan asap rokok orang lain selama 30 menit akan meningkatkan jumlah sel dinding dalam pembuluh darah (endotel), menambah beban oksidasi, menyebabkan kerusakan sel endotel dan penggumpalan sel pembeku darah ► yang akan menyebabkan penyempitan dan kekakuan pembuluh darah.
(Burke Fishburn, WHO TFI. Why 100% Smoke Free: power point presentation.
SEATCA Regional Workshop FCTC Article 8. Bangkok, Dec 2007)
baca selengkapnya ( klik ) di sini...
Menengok ke belakang : ada Kegagalan dan Kesuksesan ! ke depan : singkirkan penyebab Kegagalan, persiapkan penyebab Kesuksesan !
Kamis, 21 Juni 2012
MEROKOK DAN DAMPAKNYA
PENDIDIKAN KARAKTER
PENTINGNYA
PENDIDIKAN BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA
Sekarang ini banyak kita jumpai perilaku menyimpang di masyarakat. Dulu pejabat Negara itu terhormat dan dihormati, tetapi di jaman sekarang ini hampir semua pejabat publik, bahkan presiden dan wakil presiden menjadi bahan olok-olok demonstran di jalanan Bahkan lapisan masyarakat yang semestinya terhormat (berkarakter) pun banyak yang bertindak anarkis.Anarkisme berlangsung dari jalanan hingga Senayan
Pertanyaannya, apakah ini perilaku musiman atau memang karakter masyarakat kita ?
Mengapa terjadi begini ? salah siapa ? tanggung jawab siapa ?
LATAR BELAKANG
Persoalan budaya dan karakter bangsa: 1. korupsi 2. kekerasan 3. kejahatan seksual 4. perusakan 5. perkelahian massal 6. kehidupan ekonomi yang konsumtif 7. kehidupan politik yang tidak produktif 3 MASALAH UTAMA YANG DIHADAPI INDONESIA 1. Tantangan dan pusaran arus globalisasi. 2. Masalah internal: KKN, distabilisasi, teror, sparatisme. 3. Adanya krisis : identitas diri, ideologi, karakter, kepercayaan. KEDUDUKAN PPKB PENGERTIAN Pendidikan : adalah suatu usaha yang sadar dan sistematis dalam mengembangkan potensi peserta didik Budaya: Keseluruhan sistem berpikir, nilai, moral, norma, dan keyakinan manusia yang dihasilkan masyarakat. Karakter: Watak, tabiat, akhlak, atau kepribadian seseorang yang terbentuk dari hasil internalisasi berbagai kebajikan yang diyakini dan digunakan sebagai landasan untuk cara pandang, berpikir, bersikap, dan bertindak. PENGERTIAN PBKB Suatu usaha sadar dan sistematis dalam mengembangkan potensi peserta didik, agar mampu melakukan proses internalisasi, menghayati nilai nilai kepribadian mereka dalam bergaul di masyarakat dan mengembangkan kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera, serta mengembangkan kehidupan bangsa yang bermartabat. TUJUAN PBKB 1. Mengembangkan potensi kalbu/nurani/afektif peserta didik sebagai manusia dan warganegara yang memiliki nilai-nilai budaya dan karakter bangsa; 2. Mengembangkan kebiasaan dan perilaku peserta didik yang terpuji dan sejalan dengan nilai- nilai universal dan tradisi budaya bangsa yang religius; 3. Menanamkan jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab peserta didik; 4. Mengembangkan kemampuan peserta didik; 5. Mengembangkan lingkungan kehidupan sekolah FUNGSI PBKB Pengembangan: pengembangan potensi peserta didik untuk menjadi perilaku yang baik bagi peserta didik yang telah memiliki sikap dan perilaku yang mencerminkan budaya dan karakter bangsa Perbaikan: memperkuat kiprah pendidikan nasional untuk bertanggungjawab dalam pengembangan potensi peserta didik yang lebih bermartabat Penyaring: untuk menyaring budaya-budaya bangsa sendiri dan budaya bangsa lain yang tidak sesuai dengan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa. NILAI-NILAI DALAM PBKB 1. AGAMA 2. PANCASILA 3. BUDAYA 4. TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL SUMBER NILAI-NILAI Agama: nilai-nilai pendidikan budaya dan karakter bangsa harus didasarkan pada nilai-nilai dan kaidah yang berasal dari agama. Pancasila: Pendidikan budaya dan karakter bangsa bertujuan mempersiapkan peserta didik menjadi warga negara yang lebih baik, yaitu warga negara yang memiliki kemampuan, kemauan, dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupannya sebagai warga negara. Budaya: tidak ada manusia yang hidup bermasyarakat yang tidak didasari oleh nilai-nilai budaya yang diakui masyarakat tersebut. Nilai-nilai budaya tersebut dijadikan dasar dalam memberi makna terhadap suatu konsep dan arti dalam komunikasi antar anggota masyarakat tersebut. Tujuan Pendidikan Nasional; adalah sumber yang paling operasional dalam pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa dibandingkan ketiga sumber yang disebutkan di atas. Pasal 33 UU SISDIKNAS : Pendidikan Nasional bertujuan : mengembangkan watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, berakhlaq mulia, sehat, berilmu, cakap , kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis. SUMBER NILAI DALAM PBKB Bervisi, Cerdas, Kreatif, Terbuka Olah Pikir Olah Hati Nilai-nilai Luhur dan Perilaku Berkarakter Olah Raga Olah Rasa dan Karsa Gigih, kerja keras, disiplin, bersih, bertanggung- jawab, peduli, demokratis, gotong- royong, suka membantu PRINSIP DAN PENDEKATAN PBKB tidak dimasukkan sebagai pokok bahasan tetapi terintegrasi ke dalam mata pelajaran 1. Berkelanjutan proses panjang, dimulai dari awal peserta didik masuk sampai selesai dari suatu satuan pendidikan. 2. Melalui semua mata pelajaran, pengembangan diri, dan budaya sekolah; 3. Nilai tidak diajarkan tapi dikembangkan Bukanlah bahan ajar biasa; artinya, nilai-nilai itu tidak dijadikan pokok bahasan yang dikemukakan seperti halnya ketika mengajarkan suatu konsep, teori, prosedur, ataupun fakta seperti dalam mata pelajaran. Materi pelajaran bisa digunakan sebagai bahan atau media untuk mengembangkan nilai- nilai budaya dan karakter bangsa 4. Proses pendidikan dilakukan secara aktif dan menyenangkan Dilakukan oleh peserta didik bukan oleh guru, Guru menerapkan prinsip ”tut wuri handayani” dalam setiap perilaku yang ditunjukkan peserta didik. PENGINTEGRASIAN DALAM MATA PELAJARAN 1. Mengkaji SK dan KD PBKB sudah tercantum di dalamnya ? 2. Menggunakan tabel Keterkaitan SK, KD dengan nilai dan indikator 3. Mencantumkan nilai PBKB ke dalam silabus, ke RPP 4. Mengembangkan ke dalam PBM menyenangkan 5. Memberi bantuan pada peserta didik bila mengalami kesulitan NILAI-NILAI YANG DIKEMBANGKAN Nilai-nilai dalam Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa 1. Religius 2. Jujur 3. Toleransi 4. Disiplin 5. Kerja Keras 6. Kreatif 7. Mandiri 8. Demokratis 9. Rasa Ingin Tahu 10. Semangat Kebangsaan 11. Cinta Tanah Air 12. Menghargai Prestasi 13. Bersahabat/Komuniktif 14. Cinta Damai 15. Gemar Membaca 16. Peduli Lingkungan 17. Peduli Sosial 18. Tanggung-jawab 1. NILAI RELIGIUS DESKRIPSI : Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, serta hidup rukun dengan pemeluk agama lain. INDIKATOR SEKOLAH : Merayakan hari-hari besar keagamaan. Memiliki fasilitas yang dapat digunakan untuk beribadah. Memberikan kesempatan kepada semua peserta didik untuk melaksanakan ibadah. INDIKATOR KELAS : Berdoa sebelum dan sesudah pelajaran. Memberikan kesempatan kepada semua peserta didik untuk melaksanakan ibadah. 2. NILAI JUJUR DESKRIPSI : Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan. INDIKATOR SEKOLAH : Menyediakan fasilitas tempat temuan barang hilang. Tranparansi laporan keuangan dan penilaian sekolah secara berkala. Menyediakan kantin kejujuran. Menyediakan kotak saran dan pengaduan. Larangan membawa fasilitas komunikasi pada saat ulangan atau ujian. INDIKATOR KELAS : Menyediakan fasilitas tempat temuan barang hilang. Tempat pengumuman barang temuan atau hilang. Tranparansi laporan keuangan dan penilaian kelas secara berkala. Larangan menyontek 3. NILAI TOLERANSI DESKRIPSI : Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis,pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya INDIKATOR SEKOLAH : Menghargai dan memberikan perlakuan yang sama terhadap seluruh warga sekolah tanpa membedakan suku, agama, ras, golongan, status sosial, status ekonomi, dan kemampuan khas. Memberikan perlakuan yang sama terhadap stakeholder tanpa membedakan suku, agama, ras, golongan, status sosial, dan status ekonomi. INDIKATOR KELAS : Memberikan pelayanan yang sama terhadap seluruh warga kelas tanpa membedakan, suku, agama, ras, golongan, status sosial, dan status ekonomi. Memberikan pelayanan terhadap anak berkebutuhan khusus. Bekerja dalam kelompok yang berbeda. 4. NILAI DISIPLIN DESKRIPSI : Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan INDIKATOR SEKOLAH : Memiliki catatan kehadiran. Memberikan penghargaan kepada warga sekolah yang disiplin. Memiliki tata tertib sekolah. Membiasakan warga sekolah untuk berdisiplin. Menegakkan aturan dengan memberikan sanksi secara adil bagi pelanggar tata tertib sekolah. INDIKATOR KELAS : Membiasakan hadir tepat waktu. Membiasakan mematuhi aturan penanaman disiplin kepada siswa Memiliki pajangan tentang slogan atau motto tentang kerja. 5. NILAI KERJA KERAS DESKRIPSI : Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan belajar, tugas dan menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya. INDIKATOR SEKOLAH : Menciptakan suasana kompetisi yang sehat. Menciptakan suasana sekolah yang menantang dan memacu untuk bekerja keras. Memiliki pajangan tentang slogan atau motto tentang kerja. INDIKATOR KELAS : Menciptakan suasana kompetisi yang sehat. Menciptakan kondisi etos kerja, pantang menyerah, dan daya tahan belajar. Mencipatakan suasana belajar yang memacu daya tahan kerja. Memiliki pajangan tentang slogan atau motto tentang giat bekerja dan belajar. 6. NILAI KREATIF DESKRIPSI : Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki INDIKATOR SEKOLAH : Menciptakan situasi yang menumbuhkan daya berpikir dan bertindak kreatif. INDIKATOR KELAS : Menciptakan situasi belajar yang bisa menumbuhkan daya pikir dan bertindak kreatif. Pemberian tugas yang menantang munculnya karya- karya baru baik yang autentik maupun modifikasi. 7. NILAI MANDIRI DESKRIPSI : Sikap dan prilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas. INDIKATOR SEKOLAH : Menciptakan situasi sekolah yang membangun kemandirian peserta didik INDIKATOR KELAS : Menciptakan suasana kelas yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bekerja mandiri Kreatif dalam Membuat Media Pembelajaran Mempresentasikan hasil kerja kelompok (menguji kemampuan anak dalam pembuatan media power point) 8. NILAI DEMOKRATIS DESKRIPSI : Cara berpikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain INDIKATOR SEKOLAH : Melibatkan warga sekolah dalam setiap pengambilan keputusan. Menciptakan suasana sekolah yang menerima perbedaan. Pemilihan kepengurusan OSIS secara terbuka. INDIKATOR KELAS : Mengambil keputusan kelas secara bersama melalui musyawarah dan mufakat. Pemilihan kepengurusan kelas secara terbuka. Seluruh produk kebijakan melalui musyawarah dan mufakat. Mengimplementasikan model- model pembelajaran yang dialogis dan interaktif 9. NILAI RASA INGIN TAHU DESKRIPSI : Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajari, dilihat, dan didengar. INDIKATOR SEKOLAH : Menyediakan media komunikasi atau informasi (media cetak atau media elektronik) untuk berekspresi bagi warga sekolah. Memfasilitasi warga sekolah untuk bereksplorasi dalam pendidikan, ilmu pengetahuan, teknologi, dan budaya. INDIKATOR KELAS : Menciptakan suasana kelas yang mengundang rasa ingin tahu. Eksplorasi lingkungan secara terprogram. Tersedia media komunikasi atau informasi media cetak atau media elektronik). 10. NILAI SEMANGAT KEBANGSAAN DESKRIPSI : Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya. INDIKATOR SEKOLAH : Melakukan upacara rutin sekolah. Melakukan upacara hari-hari besar nasional. Menyelenggarakan peringatan hari kepahlawanan nasional. Memiliki program melakukan kunjungan ke tempat bersejarah. Mengikuti lomba pada hari besar nasional INDIKATOR KELAS : Bekerja sama dengan teman sekelas yang berbeda suku, etnis, status sosial- ekonomi. Mendiskusikan hari- hari besar nasional 11. NILAI CINTA TANAH AIR DESKRIPSI : Cara berpikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa. INDIKATOR SEKOLAH : Menggunakan produk buatan dalam negeri. Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Menyediakan informasi (dari sumber cetak, elektronik) tentang kekayaan alam dan budaya Indonesia INDIKATOR KELAS : Memajangkan: foto presiden dan wakil presiden, bendera negara, lambang negara, peta Indonesia, gambar kehidupan masyarakat Indonesia. Menggunakan produk buatan dalam negeri. 12. NILAI MENGHARGAI PRESTASI DESKRIPSI : Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, mengakui, dan menghormati keberhasilan orang lain. INDIKATOR SEKOLAH : Memberikan penghargaan atas hasil prestasi kepada warga sekolah. Memajang tanda- tanda penghargaan prestasi. INDIKATOR KELAS : Memberikan penghargaan atas hasil karya peserta didik. Memajang tanda- tanda penghargaan prestasi. Menciptakan suasana pembelajaran untuk memotivasi peserta didik berprestasi. 13. NILAI BERSAHABAT/KOMUNIKTIF DESKRIPSI : Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara, bergaul, dan bekerja sama dengan orang lain. INDIKATOR SEKOLAH : Suasana sekolah yang memudahkan terjadinya interaksi antarwarga sekolah. Berkomunikasi dengan bahasa yang santun. Saling menghargai dan menjaga kehormatan. Pergaulan dengan cinta kasih dan rela berkorban INDIKATOR KELAS : Pengaturan kelas yang memudahkan terjadinya interaksi peserta didik. Pembelajaran yang dialogis. Guru mendengarkan keluhan-keluhan peserta didik. Dalam berkomunikasi, guru tidak menjaga jarak dengan peserta didik. Komunikasi antara kepala sekolah, guru dan siswa Pembiasaan bersalaman saat masuk sekolah 14. NILAI CINTA DAMAI DESKRIPSI : Sikap, perkataan, dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya INDIKATOR SEKOLAH : Menciptakan suasana sekolah dan bekerja yang nyaman, tenteram, dan harmonis. Membiasakan perilaku warga sekolah yang anti kekerasan. Membiasakan perilaku warga sekolah yang tidak bias gender. Perilaku seluruh warga sekolah yang penuh kasih sayang INDIKATOR KELAS : Menciptakan suasana kelas yang damai. Membiasakan perilaku warga sekolah yang anti kekerasan. Pembelajaran yang tidak bias gender. Kekerabatan di kelas yang penuh kasih sayang 15. NILAI GEMAR MEMBACA DESKRIPSI : Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya INDIKATOR SEKOLAH : Program wajib baca.Frekuensi kunjungan perpustakaan. Menyediakan fasilitas dan suasana menyenangkan untuk membaca INDIKATOR KELAS : Daftar buku atau tulisan yang dibaca peserta didik. Frekuensi kunjungan perpustakaan. Saling tukar bacaan. Pembelajaran yang memotivasi anak menggunakan referensi, 16. NILAI PEDULI LINGKUNGAN DESKRIPSI : Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi. INDIKATOR SEKOLAH : Pembiasaan memelihara kebersihan dan kelestarian lingkungan sekolah. Tersedia tempat pembuangan sampah dan tempat cuci tangan. Menyediakan kamar mandi dan air bersih. Pembiasaan hemat energi. Membuat biopori di area sekolah. Membangun saluran pembuangan air limbah dengan baik. Melakukan pembiasaan memisahkan jenis sampah organik dan anorganik. Penugasan pembuatan kompos dari sampah organik. Menyediakan peralatan kebersihan. Membuat tandon penyimpanan air. Memrogramkan cinta bersih lingkungan. INDIKATOR KELAS : Memelihara lingkungan kelas. Tersedia tempat pembuangan sampah di dalam kelas. Pembiasaan hemat energi Kegiatan jum’at bersih Pembiasaan Memisahkan Jenis Sampah Budaya bersih 17. NILAI PEDULI SOSIAL DESKRIPSI : Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan. INDIKATOR SEKOLAH : Memfasilitasi kegiatan bersifat sosial. Melakukan aksi sosial. Menyediakan fasilitas untuk menyumbang INDIKATOR KELAS : Berempati kepada sesama teman kelas. Melakukan aksi sosial. Membangun kerukunan warga kelas. 18. NILAI TANGGUNG-JAWAB DESKRIPSI : Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa. INDIKATOR SEKOLAH : Membuat laporan setiap kegiatan yang dilakukan dalam bentuk lisan maupun tertulis. Melakukan tugas tanpa disuruh. Menunjukkan prakarsa untuk mengatasi masalah dalam lingkup terdekat. Menghindarkan kecurangan dalam pelaksanaan tugas INDIKATOR KELAS : • Pelaksanaan tugas piket secara teratur. Peran serta aktif dalam kegiatan sekolah. • Mengajukan usul pemecahan masalah • Kepedulian social • Tanggungjawab terhadap lingkungan PENGEMBANGAN PROSES PEMBELAJARAN Kelas Sekolah Luar sekolah IMPLEMENTASI DALAM KTSP 1. Visi 2. Misi 3. Tujuan Sekolah 4. Struktur Kurikulum 5. Kalender Akademik Kegiatan Ekstra Kurikuler Kegiatan Bimbingan Konseling Kegiatan Terprogram Kegiatan Rutin Kegiatan Spontan Kegiatan Teladan Integrasi dalam mata pelajaran Muatan Lokal IMPLEMENTASI PBKB DALAM PROSES PEMBELAJARAN Sejarah 1. PENDAHULUAN R P P 1. Kegiatan Pendahuluan • Apersepsi guru membuka pembelajaran dengan menerapkan permainan “Aku Adalah” dengan menunjuk siswa secara acak untuk menyebutkan nama dan asal usul keluarganya. Siswa yang telah ditunjuk kemudian dipersilahkan menunjuk teman lain untuk melakukan hal yang sama. • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. 2. Kegiatan Inti Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi, guru: • Guru menjelaskan arti kata sejarah berdasarkan asal usul kata dengan peta konsep (hal 3 – 4). ((nilai yang ditanamkan: Jujur, disiplin, kerja keras, mandiri, rasa ingin tahu, menghargai prestasi, peduli lingkungan, tanggung jawab.); Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, guru: • Penugasan mencari pengertian arti kata sejarah dan pandangan tokoh tentang sejarah dari situs di www.pagenjahan.blogspot.com , www.yahoo.com, www.wikipedia.com, www.google.com. (nilai yang ditanamkan: Jujur, disiplin, kerja keras, mandiri, rasa ingin tahu, menghargai prestasi, peduli lingkungan, tanggung jawab.); • Tanya-jawab berdasarkan hasil temuan siswa dari internet dan mencermati contoh pandangan tokoh mengenai sejarah di buku teks (hal 4 – 7). (nilai yang ditanamkan: Jujur, disiplin, kerja keras, mandiri, rasa ingin tahu, menghargai prestasi, peduli lingkungan, tanggung jawab.); • Peserta didik secara individu membuat pohon silsilah keluarga dan sejarah keluarga dalam bentuk karangan (Aktivitas hal 7). (nilai yang ditanamkan: Jujur, disiplin, kerja keras, mandiri, rasa ingin tahu, menghargai prestasi, peduli lingkungan, tanggung jawab.); Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi, Siswa: • Menyimpulkan tentang hal-hal yang belum diketahui (nilai yang ditanamkan: Jujur, disiplin, kerja keras, mandiri, rasa ingin tahu.); • Menjelaskan tentang hal-hal yang belum diketahui. (nilai yang ditanamkan: menghargai prestasi, peduli lingkungan, tanggung jawab.) 3. Kegiatan Penutup • Bersama-sama melakukan refleksi materi yang telah dibahas. (nilai yang ditanamkan: Jujur, disiplin, kerja keras, mandiri, rasa ingin tahu, menghargai prestasi, peduli lingkungan, tanggung jawab.); • Menarik kesimpulan materi. (nilai yang ditanamkan: Jujur, disiplin, kerja keras, mandiri, rasa ingin tahu, menghargai prestasi, peduli lingkungan, tanggung jawab.); • Siswa mengerjakan latihan soal UKK sejarah kelas x tahun 2011/2012 secara on line di www.pagenjahan.blogspot.com sebagai pre test ( nilai yang ditanamkan :jujur, kerja keras, rasa ingin tahu, tanggung jawab ) KESIMPULAN 1. Perubahan pembelajaran harus terjadi di seluruh sekolah sehingga terjadi budaya sekolah 2. Kepala Sekolah merupakah tokoh sentral perubahan tsb. Jika hanya satu atau dua guru saja dari sekolah tersebut yang diberi pelatihan/sosialisasi maka perubahan sulit terjadi. 3. Perubahan dilakukan dengan melaksanakan penguatan dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi dalam KTSP masing-masing sekolah Tugas Pengawas Menurut PP 74 tahun 2008 adalah melaksanakan pembimbingan dan pelatihan professional guru dan pengawasan. Menurut permendiknas no. 12 tahun 2007 Adalah melaksanakan supervisi manajerial dan supervisi akademik Selamat mencoba PBKB baca selengkapnya ( klik ) di sini...
Label:
Pengetahuan Kependidikan
Selasa, 19 Juni 2012
UKK SEJARAH KELAS X 2011/2012
Senin, 18 Juni 2012
RANKING KELAS X.3 SMT GENAP 2011/2012
NO. NAMA = RANKING
1. AJENG PRIHATINING TYAS = 12
2. AMANATI FISTI ROHMILLAH = 1
3. ANISA ISTIQOMAH = 4
4. ASIH NUR MAOLANI = 13
5. AULIA PRIMA SUCI = 22
6. DEVY IRYANTI LESTARI = 23
7. DINAR FEBRIANI = 16
8. EKA LESTARI = 30
9. FIATRI LINDIATI = 27
10. FUDLOLA DWI LUTFI = 29
11. HANDRY PUTRA = 31
12 HENDRO ANJAS SAPUTRO = 18
13 HIDAYATULLOH = 32
14 IBNU ABU BAKAR = 28
15. INDAH NUR ROSITA = 6
16. INKA RAUNELLA MAWALIYAH = 26
17. KHALIMATUS SADIYAH = 34
18. KHUNAENI = 3
19. M. FAISAL AMRULLAH = 14
20. M. IQBAL TAMIMI = 24
21. MUH. LUKMAN AL FATH = 19
22. MUSYAFAK BANGKIT D.T. = 10
23. NIKI AYU ANGGINI = 5
24. NUR FAIJIN = 15
25. NUR FELIANA = 33
26. NUR HIDAYATUL LAELY = 20
27. PIPIT SUGIARTI = 7
28. PUTRI NUR ROSALINAN = 23
29. RESKI SETIADI = 25
30. RIFQI ALI RIDLO = 8
31. RIZKI INDRAWATI = 21
32. RULLY SATRIA NUGRAHA = 35
33. SHINTA WINDY AYU ISKAWATI = 11
32. TIARA SALSABILA = 2
33. TIWI ANDRI YANA = 22
34. WILDAN BAITY AL ANWARI = 17
35. WINDA OKTAVIANI = 9
baca selengkapnya ( klik ) di sini...
1. AJENG PRIHATINING TYAS = 12
2. AMANATI FISTI ROHMILLAH = 1
3. ANISA ISTIQOMAH = 4
4. ASIH NUR MAOLANI = 13
5. AULIA PRIMA SUCI = 22
6. DEVY IRYANTI LESTARI = 23
7. DINAR FEBRIANI = 16
8. EKA LESTARI = 30
9. FIATRI LINDIATI = 27
10. FUDLOLA DWI LUTFI = 29
11. HANDRY PUTRA = 31
12 HENDRO ANJAS SAPUTRO = 18
13 HIDAYATULLOH = 32
14 IBNU ABU BAKAR = 28
15. INDAH NUR ROSITA = 6
16. INKA RAUNELLA MAWALIYAH = 26
17. KHALIMATUS SADIYAH = 34
18. KHUNAENI = 3
19. M. FAISAL AMRULLAH = 14
20. M. IQBAL TAMIMI = 24
21. MUH. LUKMAN AL FATH = 19
22. MUSYAFAK BANGKIT D.T. = 10
23. NIKI AYU ANGGINI = 5
24. NUR FAIJIN = 15
25. NUR FELIANA = 33
26. NUR HIDAYATUL LAELY = 20
27. PIPIT SUGIARTI = 7
28. PUTRI NUR ROSALINAN = 23
29. RESKI SETIADI = 25
30. RIFQI ALI RIDLO = 8
31. RIZKI INDRAWATI = 21
32. RULLY SATRIA NUGRAHA = 35
33. SHINTA WINDY AYU ISKAWATI = 11
32. TIARA SALSABILA = 2
33. TIWI ANDRI YANA = 22
34. WILDAN BAITY AL ANWARI = 17
35. WINDA OKTAVIANI = 9
baca selengkapnya ( klik ) di sini...
Minggu, 10 Juni 2012
NILAI UKK SEJARAH KLAS X.5
NO. NAMA = NILAI
1. AFNI HIDAYATI = 6,14
2. AKMAL SAPUTRA = 6,14
3. ARIF RAHMAT DARMAWAN = 7,00
4. AULIYA ROCHMATUL UMAH = 6,29
5. AVIAN DWI PANGESTU = 5,86
6. AYU PRITIANTI MARSA = 5,86
7. BILQIS ELSYARIFA FUADIAH = 7,29
8. DEVI NOVITA SARI = 5,71
9. DIMAS PUTRA PAMUNGKAS = 6,86
10. DINA AMALIA = 5,57
11. DINDA AYU MASYITHAH = 6,00
12. ELVANA LIA VIANI = 6,71
13. EVI MARLINA = 7,29
14. EVI NURLUTFIANI = 7,00
15. INDRI DWI ASTUTI = 7,00
16. IVAN TAMIMI = 6,57
17. MOHAMAD AZWAR FIKRI MUTTAQI = 6,29
18. MOCHAMAD FADLY NOOR = 6,29
19. MUHAMAD FESTIQIAL = 6,29
20. M. SALMAN AL FARISI = 6,86
21. MUHAMMAD SULKHI YAZID = 7,86
22. MUAMALATUN HASANAH = 5,86
23. MUGHNI MUZAKKY = 7,57
24. MUKTI ALI Q. = 8,71
25. NELIS AVINA = 8,43
26. NISA AZKIA = 7,57
27. NISA NORMA UTAMI = 5,43
28. NUDIA NURMALA SARI DEWI = 6,00
29. NUR AZIZAH = 6,29
30. OKTARINA TRI RAHAYU = 7,71
31. RENDI ADAM = 7,71
32. RUCITA RAMDAENI ALDORA = 7,14
33. RUDI ALPIAN = 7,71
34. SEPTI KOMALA PUTRI = 7,29
35. SRI HINDUN = 6,86
36. SUCI FITRIANI = 7,57
37. YUSTIAN DWI SAPUTRA = 8,43
38. SINTA MERLIND YUNI = 8,14 baca selengkapnya ( klik ) di sini...
1. AFNI HIDAYATI = 6,14
2. AKMAL SAPUTRA = 6,14
3. ARIF RAHMAT DARMAWAN = 7,00
4. AULIYA ROCHMATUL UMAH = 6,29
5. AVIAN DWI PANGESTU = 5,86
6. AYU PRITIANTI MARSA = 5,86
7. BILQIS ELSYARIFA FUADIAH = 7,29
8. DEVI NOVITA SARI = 5,71
9. DIMAS PUTRA PAMUNGKAS = 6,86
10. DINA AMALIA = 5,57
11. DINDA AYU MASYITHAH = 6,00
12. ELVANA LIA VIANI = 6,71
13. EVI MARLINA = 7,29
14. EVI NURLUTFIANI = 7,00
15. INDRI DWI ASTUTI = 7,00
16. IVAN TAMIMI = 6,57
17. MOHAMAD AZWAR FIKRI MUTTAQI = 6,29
18. MOCHAMAD FADLY NOOR = 6,29
19. MUHAMAD FESTIQIAL = 6,29
20. M. SALMAN AL FARISI = 6,86
21. MUHAMMAD SULKHI YAZID = 7,86
22. MUAMALATUN HASANAH = 5,86
23. MUGHNI MUZAKKY = 7,57
24. MUKTI ALI Q. = 8,71
25. NELIS AVINA = 8,43
26. NISA AZKIA = 7,57
27. NISA NORMA UTAMI = 5,43
28. NUDIA NURMALA SARI DEWI = 6,00
29. NUR AZIZAH = 6,29
30. OKTARINA TRI RAHAYU = 7,71
31. RENDI ADAM = 7,71
32. RUCITA RAMDAENI ALDORA = 7,14
33. RUDI ALPIAN = 7,71
34. SEPTI KOMALA PUTRI = 7,29
35. SRI HINDUN = 6,86
36. SUCI FITRIANI = 7,57
37. YUSTIAN DWI SAPUTRA = 8,43
38. SINTA MERLIND YUNI = 8,14 baca selengkapnya ( klik ) di sini...
NILAI UKK SEJARAH KLAS X.4
NO. NAMA = NILAI
1. AHMAD TAUZI = 6,71
2. ANISATUL MAOLA = 7,29
3. ANNASTARINA EKA SETYARINI = 7,57
4. ARDHI DHIA AL HAQ = 6,29
5. AULIA OKTA IMANI TRI MULYATIN = 7,43
6. BAGUS ARIF PRAKOSO = 7,57
7. BENING NUARI RAMADHINI = 8,43
8. DHINY ROSSESARI = 9,14
9. DIANA AGUSTIN = 9,00
10. EKA WAHYUNINGTYAS = 7,57
11. FINI SEPTIKA YUNI = 6,00
12. FIRDA SASKIA FALAHI = 6,57
13. GINA RAHMATUS SHAFA = 7,29
14. IIS SOLEKHA = 7.57
15. IMELDA FRANSISCA ARIFTA = 6,71
16. INDRA HARTONO = 6,00
17. ISMI HERAWATI = 8,00
18. ISTIKHAROH = 7,43
19. LUTFIANASARI = 7,43
20. MUHAMMAD ADITYA MAHENDRA W = 5,71
21. MUHAMAD FAJAR NOVALA = 7,29
22. M. FIKIH FAOZAN = 7,14
23. M. NURZAMAN = 7,43
24. M. SONI ARDAFI = 5,57
25. MASNIATI NACHA TYAS SAPUTRI = 7,14
26. MAULANA WEDY IRKHAM = 7,29
27. NUR ILMI HIDAYATI = 6,29
28. NURROTUL AZIZAH = 5,57
29. PUTRI PUJI LESTARI = 5,43
30. SITI UMI SHOFIYATIN = 8,14
31. UPI MUTOHAROH = 6,43
32. WIDDI YANTI TRI LESTARI = 7,43
33. HENDRI BUDIARTO = 6.86 baca selengkapnya ( klik ) di sini...
1. AHMAD TAUZI = 6,71
2. ANISATUL MAOLA = 7,29
3. ANNASTARINA EKA SETYARINI = 7,57
4. ARDHI DHIA AL HAQ = 6,29
5. AULIA OKTA IMANI TRI MULYATIN = 7,43
6. BAGUS ARIF PRAKOSO = 7,57
7. BENING NUARI RAMADHINI = 8,43
8. DHINY ROSSESARI = 9,14
9. DIANA AGUSTIN = 9,00
10. EKA WAHYUNINGTYAS = 7,57
11. FINI SEPTIKA YUNI = 6,00
12. FIRDA SASKIA FALAHI = 6,57
13. GINA RAHMATUS SHAFA = 7,29
14. IIS SOLEKHA = 7.57
15. IMELDA FRANSISCA ARIFTA = 6,71
16. INDRA HARTONO = 6,00
17. ISMI HERAWATI = 8,00
18. ISTIKHAROH = 7,43
19. LUTFIANASARI = 7,43
20. MUHAMMAD ADITYA MAHENDRA W = 5,71
21. MUHAMAD FAJAR NOVALA = 7,29
22. M. FIKIH FAOZAN = 7,14
23. M. NURZAMAN = 7,43
24. M. SONI ARDAFI = 5,57
25. MASNIATI NACHA TYAS SAPUTRI = 7,14
26. MAULANA WEDY IRKHAM = 7,29
27. NUR ILMI HIDAYATI = 6,29
28. NURROTUL AZIZAH = 5,57
29. PUTRI PUJI LESTARI = 5,43
30. SITI UMI SHOFIYATIN = 8,14
31. UPI MUTOHAROH = 6,43
32. WIDDI YANTI TRI LESTARI = 7,43
33. HENDRI BUDIARTO = 6.86 baca selengkapnya ( klik ) di sini...
Langganan:
Postingan (Atom)