mungkin rizqi anda :

Selamat Datang ! Selamat Membaca ! jumlah pengunjung dari negara: ...

free counters

Rabu, 13 April 2011

STRATEGI BELAJAR EFEKTIF


Belajar sangat penting bagi kehidupan seseorang. Dalam pendidikan, belajar merupakan unsur yang sangat fondamental. Dengan belajar seseorang akan memperoleh kemampuan baru. Dengan belajar, nilai-nilai sekolah meningkat sehingga kehormatan, harga diri, dan motivasi meningkat. Dan dapat menumbuhkan rasa percaya diri, ketrampilan belajar, dan kemampuan berkomunikasi dalam lingkungan yang menyenangkan. Bagaimanakah cara belajar yang efektif dan efisien ???

DEFINISI DAN TEORI-TEORI POKOK BELAJAR

A. Definisi Belajar

Belajar adalah berproses yang merupakan unsur yang sangat fondamental dalam pendidikan. Belajar adalah suatu bentuk pertumbuhan dan perubahan dalam diri seseorang yang dinyatakan dalam cara atau pola tingkah laku sebagai usaha untuk memperoleh kemampuan baru. Dengan memahami definisi belajar, berarti seseorang yang melakukan kegiatan belajar, mestinya memperoleh kemampuan baru.

B. Teori-Teori Pokok Belajar

Teori belajar adalah teori yang membahas dan menjelaskan tentang masalah-masalah yang berkaitan dengan proses belajar. Ada dua kelompok tentang teori belajar:

1. Teori belajar kelompok kognitif-holistik

Teori belajar kelompok kognitif-holistik yang berorientasi pada
fenomenologis yang beranggapan bahwa manusia sebagai sumber semua
kegiatan, meliputi teori berikut :

a. Teori Gestalt ( Koffka dan Kohler )
Bahwa belajar yang penting adanya penyesuaian pertama
seseorang memperoleh respons yang tepat, untuk memecahkan
problem yang dihadapi. Belajar yang penting bukan mengulang hal-hal
yang harus dipelajari, tetapi mengerti atau memperoleh insight
( pemecahan )

b. Teori Medan ( Lewin )
Bahwa seseorang yang menghadapi masalah jika ingin
memecahkan masalahnya maka orang akan meletakan masalah itu
pada suatu medan atau konteksnya sehingga terpecahkan masalahnya.
Untuk itu, banyak latihan dan banyak pengalaman menyelesaikan
masalah sangat diperlukan

2. Teori belajar kelompok behavioristik elementaristik

Teori belajar kelompok behavioristik elementaristik yang berorientasi
pada behavioristik yang memandang manusia sebagai organisme yang pasif
yang dikuasai oleh stimulus-stimulus yang terdapat dalam lingkungannya,
meliputi teori berikut :

a. Teori Koneksionisme atau asosiasi ( E.L. Thorndike )
Bahwa belajar melalui proses mencoba-coba, kadang-kadang salah,
tetapi akhirnya berhasil

b. Teori Operant Conditioning ( Skinner )
Jika seseorang melakukan kegiatan belajar, lalu mendapat hadiah
maka seseorang itu akan menjadi lebih giat belajarnya ( responsnya
akan lebih intensif atau kuat )

C. Gaya Belajar

Cara belajar seseorang adalah kombinasi dari bagaimana seseorang menyerap, lalu mengatur dan mengolah informasi. Banyak variabel yang mempengaruhi cara belajar seseorang. Misalnya , faktor fisik, emosional, dan lingkungan. Sebagian orang , misalnya, dapat belajar paling baik dengan cahaya yang terang, sedang sebagian yang lain dengan pencahayaan yang suram. Ada seseorang yang dapat belajar secara berkelompok, sementara yang lain memilih figur otoriter, seperti orang tua dan guru. Seseorang dapat belajar dengan mendengarkan musik. Sementara itu , seseorang baru dapat berkonsentrasi dalam keadaan dan ruangan sepi.

Dalam hal gaya belajar, seseorang dipengaruhi oleh modalitas belajar, yaitu faktor :
- Visual , yaitu belajar dengan cara melihat
- Auditorial, yaitu belajar dengan cara mendengr; dan
- Kinestetik, yaitu belajar dengan cara bergerak, bekerja dan menyentuh.

Berikut ciri-ciri perilaku seseorang yang sedang belajar berdasarkan modalitas belajar:
1. Orang-orang Visual mempunyai ciri-ciri antara lain :
a. berbicara dengan cepat
b. mementingkan penampilan, baik dalam hal pakaian maupun presentasi
c. mengingat apa yang dilihat daripada yang didengar
d. pembicara cepat dan tekun
e. lebih suka membaca daripada dibacakan
f. lebih suka melakukan demonstrasi daripada berpidato
g. biasanya tidak terganggu oleh keributan
h. teliti terhadap detail
i. kadang-kadang kehilangan konsentrasi ketika ingin memperhatikan

2. Orang-orang Auditorial mempunyai ciri-ciri antara lain :
a. berbicara dengan diri sendiri saat bekerja
b. mudah terganggu oleh keributan
c. senang membaca dengan keras dan mendengarkan
d. merasa kesulitan untuk menulis tetapi hebat dalam bercerita
e. biasanya pembicara yang fasih
f. belajar dengan mendengarkan dengan mengingat apa yang didiskusikan daripada yang dilihat
g. suka berbicara, suka berdiskusi dan menyelesaikan sesuatu dengan panjang lebar

3. Orang-orang Kinestetik mempunyai ciri-ciri antara lain :
a. berbicara dengan perlahan
b. menanggapi atau perhatian fisik dan banyak bergerak
c. belajar melalui manipulasi dan praktek
d. menghafal dengan cara berjalan dan melihat
e. menggunakan jari sebagai petunjuk ketika membaca
f. banyak menggunakan isyarat tubuh
g. tidak dapat duduk diam untuk waktu lama
h. kemungkinan tulisannya jelek
i. ingin melakukan segala sesuatu
j. menyukai permainan yang menyibukkan

Sebagai bahan kelengkapan gaya belajar seseorang, apakah type visual,
auditorial, ataupun kinestetik, Super Camp, sebuah lembaga pendidikan di
Amerika Serikat memberikan 20% informasi dari Super Camp yang yang
membuat 80% perbedaan dalam cara belajar seseorang. 20 % yang amat
penting ini mencakup bidang dan ketrampilan berikut :
1. bersikap positif
2. termotivasi
3. menemukan cara belajar
4. menciptakan lingkungan belajar yang sempurna
5. membaca dengan cepat
6. membuat catatan yang efektif
7. mempelajari teknik penulisan yang canggih
8. berpikir kreatif
9. mengembangkan hafalan yang menakjubkan

D. Belajar Efektif Dan Efisien

Kata efektif berasal dari bahasa Inggris effective, yang artinya berhasil
guna , sedang efisien berasal dari kata efficient, yang artinya berdaya guna.
Belajar yang efektif dan efisien berarti belajar yang berhasil guna dan berdaya
guna. Maksudnya, belajar yang bermanfaat, tepat sasaran, sesuai antara
perolehan hasil dengan waktu, tenaga, dan biaya yang digunakan. Dengan kata
lain , waktu lebih singkat, tenaga sedikit, dan biaya ringan mendapatkan hasil
yang optimal.

Cara belajar yang efektif perlu memperhatikan prinsip – prinsip belajar.
Belajar adalah kegiatan mentransformasikan ilmu pengetahuan dari sumbernya
ke dalam otak. Apabila sumbernya buku, belajar berarti memperhatikan,
memahami, dan mendengarkan penjelasan guru. Proses transformasi ilmu
pengetahuan dari membaca, mendengarkan, dan melihat sampai terekam di sel-
sel otak ada tiga tahapan :
1. Tahap pertama tahu apa yang dibaca
2. Tahap kedua mengerti apa yang dibaca, didengar, atau dilihat
3. Tahap ketiga memahami apa yang dibaca, didengar atau dilihat

Agar dalam proses transformasi ilmu pengetahuan dapat berhasil dengan
baik, perlu adanya motivasi belajar dan konsentrasi belajar motivasi belajar dapat
berasal dari diri si pelajar itu sendiri. Misalnya , niat yang kuat, kesadaran diri,
rasa tanggung jawab, sedangkan motivasi dari luar lingkungan si pelajar ,
misalnya, pujian atau hadiah, dan orang lain yang berhasil dan sebagainya.

Belajar efektif dan efisien harus memahami materi yang sedang dipelajari,
dengan memperhatikan lingkungan belajar yang tepat, yaitu :
1. menciptakan suasana yang nyaman dan santai
2. menggunakan musik supaya terasa santai, terjaga, dan siap untuk berkonsentrasi.
3. menciptakan dan menyesuaikan suasana hati dengan berbagai jenis musik
4. menggunakan pengingat-pengingat visual untuk mempertahankan sifat positif. Dan
5. berinteraksi dengan lingkungan untuk menjadi peserta didik yang lebih baik

Dalam hal membaca, hal yang perlu diperhatikan adalah
1. mengembangkan kecepatan membaca secara dramatis
2. meningkatkan pemahaman dan daya ingat
3. menambah perbendaharaan kata dan menambah bank data
4. menghabiskan sedikit waktu untuk membaca sehingga masih dapat mengerjakan hal – hal lain

Kiat – kiat untuk membaca adalah :
1. mempersiapkan diri
2. meminimalkan gangguan
3. duduk dengan sikap tegak
4. meluangkan waktu beberapa saat untuk menenangkan pikiran
5. menggunakan jari atau benda lain sebagai petunjuk
6. melihat sekilas bahan bacaan sebelum mulai membaca

Dalam hal mencatat tingkat tinggi, yang harus diperhatikan adalah :
1. melihat seluruh gambaran secara sekilas
2. mengingat detail secara mudah
3. melihat hubungan antara gagasan dan konsep
4. bekerja sama dengan otak, bukan bertentangan dengannya, dan
5. menyingkirkan format outline yang membosankan selamanya

Kiat – kiat untuk memperlancar penulisan adalah :
1. mulailah secepatnya
2. putarlah musik
3. cari waktu yang tepat
4. berolahragalah
5. bacalah apa saja
6. mengelompok-kelompokkan pekerjaan, dan
7. gunakan warna – warna

Selanjutnya, dalam hal belajar materi yang bersifat hafalan, sebaiknya diikuti
petunjuk berikut :
1. bacalah secara cepat seluruh materi yang diperlukan
2. kemudian bacalah kembali ( diulang ) secara perlahan-lahan sambil membuat ringkasan materi inti
3. cocokkan kembali hasil ringkasan terhadap materi inti
4. kumpulkan dalam bentuk materi baru dari hasil seluruh ringkasan
5. apabila ingin mempelajari banyak materi dalam waktu yang singkat, cukup dengan membaca hasil ringkasannya saja

Dalam hal mempelajari materi yang bersifat hitungan dengan banyak rumus ,
dalil dan aksioma, sebaiknya ikuti petunjuk berikut :
1. kuasai isi materi secara mendalam
2. hafalkan rumus atau dalil yang berhubungan dengan materi
3. gunakan rumus atau dalil untuk memecahkan persoalan
4. apabila gagal, konsultasikan dengan guru pemberi materi
5. sebaiknya berlatihlah dari persoalan yang mudah menuju persoalan yang semakin sukar
6. untuk melatih diri menyukai menyelesaian persoalan ( soal-soal ) ada baiknya mengerjakan ulang contoh soal dalam buku. Kerjakan berulang - ulang sampai paham betul


baca selengkapnya ( klik ) di sini...

Selasa, 05 April 2011

DAFTAR NILAI TRY OUT ANTROPOLOGI KLAS XII BHS

1. Alya Istiqomah : 62
2. Ayu Kartika Dewi : 64
3. Azmi Febriandi : 50
4. Bayu Adi Saputra : 52
5. Danaric Hesti K : 46


6. Desi Ratnasari : 74
7. Diah Nur Aisyah : 68
8. Diatrianari Andarawarih : 72
9. Endah Fitriani : 70
10. Fathul Munawaroh : 76
11. Febriana Reta Muti : 60
12. Fika Kamaludin : 52
13. Fiska Windya Risti : ---
14. Friska Adibatul : 62
15. Hafidz AN : 64
16. Hidayatul Musyarofah : 64
17. Indah Budi Astuti : 62
18. Irma Sulistiyanto : 68
19. Ismi Sugiyatun : 56
20. Istijabahtul Maulia : 74
21. Khaerotul Maemunah : 64
22. Khanifatul Hikmah : 40
23. Kiryanto Bambang : 56
24. Lina Wisma Nanti : 46
25. Mahfiyatul Liyani : 40
26. Muhsinin : 68
27. Novi Ismatul M : 76
28. Nur Apriatul H : 48
29. St. Friska Y : 44
30. Syifa Restyaningtyas : 70
31. Tri Susanti : 68
32. Triana Ayu Lestari : 60
33. Vika Ismu Hidayah : 60
34. Wiwit Widia : 78

baca selengkapnya ( klik ) di sini...

Minggu, 27 Maret 2011

PSIKOLOGI REMAJA




Ciri - Ciri Remaja Yang Sehat



Di jaman modern seperti sekarang ini , perkembangan kehidupan remaja sangat mengkhawatirkan. Pengaruh lingkungan luar, dalam bentuk percampuran kebudayaan asing terjadi demikian pesat. Rasa ingin tahu yang demikian besar tanpa diimbangi dengan penalaran yang tepat, memungkinkan remaja mengambil apa yang dianggap baik dan menyenangkan tanpa memikirkan pantas tidaknya hal itu dilakukan.

Kondisi emosi remaja yang labil menyulitkan orang tua untuk mengarahkan remaja, sebab jika remaja dikekang ia akan memberontak, dan jika dibebaskan ia akan lepas kendali, karena belum mampu menggunakan akal sehatnya untuk melangkah secara benar. Bagaimanakah langkah yang harus ditempuh agar dapat dicapai pola kehidupan remaja yang sehat ???


A. Usia Remaja

Remaja adalah suatu fase perkembangan yang dialami seseorang ketika memasuki usia 12 sampai 22 tahun. Masa remaja merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan yang paling menentukan dalam kehidupan seseorang. Oleh karena itu, pada masa remaja merupakan masa yang paling tepat dalam menggali berbagai potensi yng dimiliki seseorang untuk dikembangkan ke arah yang positif demi keberhasilan hidupnya di masa mendatang. Konopka ( dalam Syamsu Yusuf, 2000) membagi remaja menjadi tiga rentangan, yaitu :
1. Remaja Awal : 12 – 15 tahun
2. Remaja Madya : 15 – 18 tahun
3. Remaja Akhir : 19 – 22 tahun

B. Ciri-ciri Remaja

Ada bermacam – macam aspek yang perlu dipahami untuk dapat mengetahui perkembangan remaja, antara lain meliputi :
1. Perkembanagn Fisik
2. Perkembangan Kognitif
3. Perkembangan Emosi
4. Perkembangan Moral
5. Perkembangan Sosial
6. Perkembangan Kepribadian
7. Perkembangan Kesadaran Beragama

Bagaimanakah ciri – ciri fase perkembangan remaja ?

1. Perkembanagn Fisik

Fase remaja adalah periode kehidupan manusia yang sangat strategis, penting, dan
berdampak luas bagi perkembangn berikutnya. Perubahan fisik yang terjadi pada anak
saat memasuki masa remaja adalah tampak dengan adanya perubahan struktur tubuh
yang berbeda dengan struktur tubuh masa kanak-kanak . Perubahan yang paling
menonjol pada anak di usia remaja adalah mulai berfungsinya organ reproduksi
mereka. Pada remaja awal, pertumbuhan fisiknya sangat pesat tetapi tidak
proporsional, misalnya pada hidung, tangan dan kaki. Pada remaja akhir , proporsi
tubuh remaja mencapai ukuran tubuh orang dewasa dalam semua bagiannya.

a. Ciri – ciri seks primer

Remaja pria mengalami pertumbuhan pesat pada organ testis, pembuluh yang
memproduksi sperma dan kelenjar prostat. Kematangan organ – organ seksualitas
ini memungkinkan remaja pria , sekitar usia 14 sampai 15 tahun memngalami
mimpi basah ( keluar sperma ).

Pada remaja wanita, terjadi pertumbuhan cepat pada organ rahim dan Ovarium
yang memproduksi ovum ( sel telur ) dan hormon untuk kehamilan. Akibatnya,
terjadilah siklus menarche (menstruasi pertama). Siklus awal menstruasi sering
diiringi dengan sakit kepala, sakit pungung, kelelahan, depersi, dan mudah
tersinggung.

b. Ciri – ciri seks sekunder

Seksualitas sekunder pada remaja adalah pertumbuhan yang melengkapi
kematangan individu sehingga tampak sebagai lelaki atau perempuan.

Remaja pria biasanya akan mengalami :
1). Pertumbuhan bulu-bulu pada kumis, jambang, janggut, tangan, kaki, ketiak dan
kelaminnya
2). Telah tumbuh jakun dan terjadi perubahan suara menjadi parau dan rendah;
3). Tumbuh jerawat di wajah yang disebabkan aktifnya kelenjar ekspresi
maupun kelenjar endokrin di dalam tubuh;
4). Kulit berubah menjadi kasar;

Pada remaja wanita juga mengalami :
1). Pertumbuhan bulu-bulu secara lebih terbatas, yaitu pada ketiak dan Kelamin;
2). Pertumbuhan pada kelenjar yang memproduksi air susu di buh dada;
3). Pertumbuhan pinggul sehingga menjadi wanita dewasa secara proporsional.

2. Perkembangan Kognitif

Pertumbuhan otak mencapai kesempurnaan pada usia 12 sampai 20 tahun. Secara
fungsional perkembangan kognitif ( kemampuan berpikir ) remaja dapat digambarkan
sebagai berikut :
a. Secara intelektual remaja mulai dapat berpikir logis tentang gagasan abstrak.
b. Berfungsinya kegiatan kognitif tingkat tinggi yaitu membut rencana strategis dan
membuat keputusan – keputusan serta memecahkan masalah.
c. Sudah mampu menggunakan abstraksi – abstraksi, membedakan yang konkrit
dengan yang abstrak.
d. Munculnya nalar secara ilmiah, belajar menguji hipotesis.
e. Memikirkan masa depan, perencanaannya, dan mengeksplorasi alternatif untuk
mencapainya.
f. Mulai menyadari proses berpikir efisien dan relajar berintrospeksi.
g. Horizon berpikirnya semakin meluas, bisa meliputi agama, keadilan, moralitas, dan
identitas ( jati diri ).

3. Perkembangan Emosi

Remaja mengalami puncak emosionalitas ( perkembangan emosi tingkat tinggi ).
Perkembangan emosi remaja awal menunjukkan sifat sensitif, reaksi yang kuat,
emosinya bersifat negatif, dan temperamental ( mudah tersinggung, marah, sedih,
murung ), sedangkan remaja akhir sudah mulai mampu mengendalikannya.

Remaja yang berkembang di lingkungan yang kurang kondusif, kematangan
emosionalnya terlambat, sehingga mengalami akses negatif berupa tingkah laku,
misalnya :
a. Agresif : melawan, keras kepala, berkelahi, suka mengganggu, dan lain-lain:
b. Lari dari kenyataan ( regresif ). Suka melamun, pendiam, senang menyendiri,
mengkonsumsi obat penenang, minuman keras, atau obat terlarang.

Lingkungan yang harmonis dan kondusif dapat membantu kematangan emosi remaja
menjadi sebagai berikut :
a. Adekuasi (ketepatan) emosi; cinta, kasih sayang, simpati, altruis (senang menolong),
respek ( sikap hormat dan menghargai orang lain), ramah, dan lain-lain.
b. Mengendalikan emosi; tidak mudah tersinggung, tidak agresif, wajar, optimis, tidak
meledak – ledak dalam menghadapi masalah.

4. Perkembangan Moral

Remaja sudah mampu berperilaku yang tidak hanya mengejar kepuasaan fisik saja,
tetapi meningkat pada tataran psikologis ( rasa diterima, dihargai, dan penilaian positif
dari orang lain ). Namun , penelitian membuktikan bahwa perkembangan moral remaja
baru berkisar di tahap 3 ( remaja berperilaku sesuai dengan tuntutan dan harapan
kelompoknya saja ). Tahap 4 ( remaja telh bertingkah laku sesuai norma dan panutan
yang berlaku secara luas ).

5. Perkembangan Sosial

Remaja telah mengalami perkembangan kemampuan untuk memahami orang lain (
social cognition ) dan menjalin persahabatan. Remaja memilih teman yang memiliki
sifat dan kualitas psikologis yang relatif sama dengan dirinya, misalnya sama hobi,
minat, sikap, nilai dan kepribadiannya.

Perkembangan sikap yang cukup rawan pada remaja adalah sikap ” comformity ” yaitu
kecenderungan untuk menyerah dan mengikuti bagaimana teman sebayanya berbuat.
Misalnya dalam hal berpendapat, pikiran , nilai, gaya hidup, kebiasaan, kegemaran,
keinginan, dan lain-lainnya.

6. Perkembangan Kepribadian

Isu sentral pada masa remaja adalah masa berkembangnya identitas diri ( jati diri )
yang bakal menjadi dasar bagi masa dewasa. Remaja mulai sibuk dan heboh dengan
problema ” Siapa Saya ? ” . Terkait dengan hal tersebut, remaja justru risau mencari
idola-idola dalam hidupnya yang dijadikan tokoh panutan dan kebanggaan. Faktor –
faktor penting dalam perkembangan integritas pribadi remaja adalah :

a. Pertumbuhan fisik semakin dewasa, membawa konsekwensi untuk berperilaku
secara dewasa pula.
b. Kematangan seksual berimplikasi pada dorongan dan emosi – emosi baru.
c. Munculnya kesadaran terhadap diri dan mengevaluasi kembali norma – norma dan
cita – cita dirinya ;
d. Kebutuhan interaksi dan persahabatan lebih luas dengan teman sejenis dan lawan
jenis;
e. Munculnya konflik – konflik sebagai akibat masa transisi dan masa anak menuju
dewasa.

Remaja akhir sudah mulai dapat memahami , mengarahkan dan menyikapi,
mengembangkan dan memelihara identitas diri. Tindakan antisipasi remaja akhir
ádalah :
a. Berusaha bersikap hati – hati dalam berperilaku dan menyikapi kelebihan maupun
kelemahan dirinya;
b. Mengkaji tujuan dan keputusan untuk menjadi model manusia yang bagaimana;
c. Memperhatikan etika masyarakat, kehendak orang tua, dan sikap teman–temannya.
d. Mengembangkan sikap – sikap pribadinya.

7. Perkembangan Kesadaran Beragama

Iman dan hati adalah penentu perilaku dan perbuatan seseorang. Bagaimana
perkembangan spiritual ini terjadi pada remaja ? Sesuai dengan perkembangannya
kemampuan kritis remaja mampu menyoroti nilai – nilai agama dengan cermat.
Mereka mulai membawa nilai – nilai agama ke dalam kalbu/kehidupannya. Akan
tetapi, mereka juga mengamati secara kritis kepincangan – kepincangan di masyarakat
atas praktek – praktek kebersamaan. Banyak lapisan masyarakat yang gaya hidupnya
kurang memedulikan nilai agama, bersifat munafik, tidak jujur, dan perilku amoral
lainnya. Di sinilah idealisme keimanan dan spiritual remaja mengalami benturan –
benturan dan tujuan.

C. Remaja Yang Sehat

Pengaruh lingkungan luar, dalam bentuk percampuran kebudayaan asing yang terjadi se-
demikian pesat, merupakan hal yang sangat mengkhawatirkan terhadap perkembangan
kehidupan remaja. Rasa ingin tahu yang demikian besar tanpa diimbangi dengan
penalaran yang tepat, memungkinkan remaja mengambil apa yang dianggap baik dan
menyenangkan tanpa memikirkan pantas tidaknya hal itu dilakukan.

Kondisi emosi remaja yang labil menyulitkan kaum orang tua untuk mengarahkan
remaja, sebab jika remaja dikekang ia akan memberontak, dan jika dibebaskan ia akan
lepas kendali, karena belum mampu menggunakan akal sehatnya untuk memilah dan
memilih mana yang pantas dan mana yang tidak.

Untuk mencapai pola kehidupan yang sehat, perlu ditanamkan sejak dini kepada anak –
anak khususnya yang sedang memasuki masa remaja, bahwa tugas perkembangan masa
remaja merupakan persiapan pencapaian segala hal yang berkaitan dengan kehidupan
masa dewasa. Maka dari itu, langkah yang tepat dalam mengatasi masa remaja adalah
mengarahkan kegiatan mereka dengan memberikan tempat yang tepat sebagai media
penyaluran bakat, minat, dan sikap emosi mereka yang menggebu-gebu. Misalnya bagi
remaja yang senang berkelahi diarahkan untuk mengikuti latihan bela diri, sehingga hasrta
bertarungnya dapat tersalurkan secara positif. Demikian pula remaja yang senang
mencorat – coret tembok ( grafis ) perlu diarahkan di bidang melukis, dan sebagainya.

Tidak mudah memang untuk menyalurkan bakat karena selalu terbentur oleh sarana
prasarana maupun situasi lingkungan yang tidak mendukung.

Sebagai gambaran bentuk remaja yang sehat adalah sebagai berikut :
a. Mempersiapkan penampilan dirinya dengan berolah raga, baik secara langsung maupun
tidak langsung. Mendaki gunung merupakan salah satu bentuk kegiatan yang secara
tidak langsung berolah raga.
b. Mempersiapkan potensi karier yang ada pada dirinya melalui kegiatan penyaluran bakat
dan minat. Misalnya : memasukkan remaja ke klub motocross jika ia senang ngebut di jalan raya.
c. Menanamkan nilai – nilai keagamaan melalui kegiatan remaja yang diselenggarakan di tempat peribadatan.
d. Memberikan kebebasan dalam mengemukakan pendapat dengan terjun membentuk organisasi sesuai keinginan remaja. Misalnya : membentuk kelompok musik, kelompok sepak bola, dan sebagainya.
e. Melibatkan remaja dalam kegiatan sosial di tempat mereka tinggal sehingga mereka tidak lagi dianggap anak – anak.
f. Mengembangkan aspek intelektual mereka dengan membuka kesempatan untuk menimba ilmu semaksimal mungkin. Misalnya : mengikut sertakan remaja dalam berbagai lomba ketrampilan maupun kursus – kursus.

Keberhasilan orang tua mengarahkan remaja akan menghasilkan sosok seorang yang berkepribadian menarik yang ditandai dengan penampilan fisik dan psikologis yang sehat.

baca selengkapnya ( klik ) di sini...

Selasa, 22 Maret 2011

AKHLAK DAN TASAWUF




Pentingnya Pendidikan Akhlak


Di jaman modern seperti sekarang nilai – nilai moral sudah tidak begitu diperhatikan. Peristiwa – peristiwa kerusakan moral telah terjadi di mana – mana . Sesungguhnya masalah moral sangat penting dalam kehidupan manusia. “ maju mundurnya suatu bangsa terletak pada budi pekertinya “. Bagaimanakah kedudukan akhlak atau budi pekerti dalam Islam ?
Bagaimanakah sejarah perkembangan pemikiran tentang ilmu Akhlak ?


PENGERTIAN AKHLAK

Istilah budi pekerti atau ahlak, berhubungan dengan erat dengan kata etika, atau moral.

Secara Etimologi: kata Akhlak berasal dari bahasa Arab bentuk jamak dari kata Khulk, yang berarti : budi pekerti, perangai, tingkah laku.

Secara Terminologi: mengandung arti : sifat yang telah meresap dalam jiwa dan menjadi kepribadian, menimbulkan perbuatan spontan, mudah & tanpa pemikiran.
• Ibnu Maskawih: Akhlak adalah keadaan jiwa yang mendorong untuk melakukan perbuatan tanpa memerlukan pemikiran.
• Al-Ghazali: Akhlak adalah suatu sifat yang tetap pada jiwa, yang mendorongnya untuk melakukan perbuatan dengan mudah tanpa membutuhkan pemikiran

ETIKA DAN MORAL
• Etika, dari bahasa Yunani ethos berarti: “adat kebiasaan”. Secara terminologi “ilmu tentang tingkah laku manusia yang berhubungan dengan hak dan kewajiban (kebenaran dan kesalahan) dan tentang nilai (baik dan buruk)
• Moral, dari bahasa Latin mores berarti: “adat kebiasaan” Secara terminologi “ nilai dasar dan adat istiadat dalam masyarakat tertentu yang menjadi ukuran tingkah laku manusia (baik dan buruk)”

PERBEDAAN DAN PERSAMAAN Akhlak, Etika dan Moral

• Persamaan:
menentukan hukum/nilai perbuatan manusia (baik dan buruk)

• Perbedaan:
• Akhlak, perbuatan manusia tolok ukur adalah Al-Qur’an dan Hadis, bersifat teoritis dan praktis. Memandang tingkah laku manusia secara universal
• Etika, tolok ukur adalah akal pikiran, bersifat teoritis, memandang tingkah laku manusia universal
• Moral, tolok ukur adalah adat kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat, bersifat praktis, tingkah laku manusia secara parsial.

SEJARAH PERKEMBANGAN PEMIKIRAN ILMU ETIKA DAN AKHLAK
• Periode Yunani: Socrates (469-399 SM), perintis ilmu etika berpendapat “keutamaan itu ialah ilmu, hubungan manusia harus didasarkan pada ilmu pengetahuan”

• Plato (427-347SM). Keutamaan adalah hikmah kebijaksanaan, keberanian, keperwiraan, dan keadilan.


• Aristoteles (394-322 M) tujuan akhir dari manusia mendapat kebahagiaan. Keutamaan adalah pada posisi tengah dari baik dan buruk.

• Periode Abad Pertengahan, perpaduan etika Yunani dan Kristen, tokohnya antara lain Thomas Aquinas.

• Periode Arab pra-Islam, banyak memiliki ahli hikmat seperti, Zuhair ibn Abi Sulma, Luqman ibn Shaifi, menulis syair-syair tentang perintah berbuat baik dan larangan berbuat jahat, mendorong keutamaan dan menjauhkan kerendahan.


Hubungan Iman, Islam dan Ihsan (Akhlak)

• Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim tentang Ihsan adalah:
“Engkau beribadah (dengan kesadaran) seakan-akan melihat Allah SWT, dan jika tidak dapat melihat-Nya, maka (engkau harus yakin) bahwa Dia melihatmu.”
• Dengan kesadaran bahwa Allah SWT selalu melihat manusia, maka dapat dipastikan perilaku manusia akan terus terarah sesuai dengan norma kebenaran dan kebaikan.

Sumber Akhlak Islam

• Al-Qur’an yang mengungkapkan tentang akhlak antara lain dalam surat Al-Maidah 33, Al-Baqarah 219, Al-Qashash 77, Al-Nahl 90, 97 dll, seperti : “Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran” (al-Nahl 90)

• Hadis, sangat banyak hadis yang menjelaskan tentang akhlak, seperti: “Sesungguhnya aku (Nabi Muhammad SAW) diutus untuk menyempurnakan akhlak”. (Riwayat Imam Malik). Dalam hadis lain Rasul bersabda: “Akhlak yang baik dapat menghapus kesalahan, seperti air menghancurkan tanah yang keras, sedangkan akhlak yang jahat merusak amal seperti cuka merusak madu”. (Riwayat) Imam Baihaqi

Jenis-jenis Akhlak:

1. Akhlak baik/terpuji
2. Akhlak buruk/tercela

Akhlak baik terhadap Allah antara lain :

1.Bertaubat, dalam Surat al Taubah 75, al Nisa’ 16, dll
2. Bersyukur dalam Surat al Baqarah 52, 56 dll, Ali Imran 123, 144 dll
3. Sabar, dalam surat al Nisa’ 24, Hud 11
4. Tawakkal, dalam surat . Ibrahim 12, al Muluk 29, Anfal 50
5. Raja’, dalam surat al Isra’ 28, Kahfi 111
6. Khauf, dalam surat al An’am 15, 80, dll

Akhlak buruk terhadap Allah antara lain :

1. Musyrik, dalam surat Lukman 13,
2. Murtad, dalam surat al Baqarah 217,
3. Takabbur, dalam surat al Mukmin 27, al Zumar 65
4. Munafik, dalam surat al Ahzab, 1, 24, al Taubah 64, 67

Akhlaq kepada Rasul, antara lain:

1. Menaati dan mengikuti perintahnya
2 Memuliakan


Akhlak dalam Al-Qur’an

• Murah hati (At-Taubah: 34-35 dan 75-77,Ali-Imran175-180 dll)
– Dan orang-orang yang membelanjakan (hartanya) secara tidak berlebihan dan tidak juga kikir, sungguh mereka (akan dicintai Allah) karena mereka berada di antara kedua kutub ekstrim itu (al-Furqaan: 67)
• Berani, bukan pengecut
– Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir yang sedang menyerangmu, maka janganlah kamu lari menghindar. Maka barang siapa berlaku demikian, Allah akan memurkainya, dan menempatkannya di neraka jahannam. (Al-Anfal, 15-16)
• Setia dan menepati janji
– Orang-orang yang menepati janjinya antar sesamanya, maka sesungguhnya mereka menunaikan janji setianya kepada Allah. Maka barang siapa melanggar janji itu, kesengsaraan akan menimpa dirinya sendiri dan barang siapa menaati janjinya kepada Allah maka Allah akan memberinya pahala yang besar (Al-Fath: 10).

• Jujur dan tidak khianat
– Sesugguhnya Allah tidak menyukai orang yang berkhianat …(al-Hajj 37-38)
– Dan janganlah kamu menggunakan lidahmu untuk berdusta bahwa “ini (sesuatu) yang halal dan ini haram,” … (karena itu merupakan) kesenangan sesaat dan mereka akan mendapatkan azab yang pedih (An-Nahl: 116/117).
• Saleh (berbuat baik)
– Dan orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, mereka akan menjadi penghuni syurga dan mereka kekal di dalamnya (Al-Baqarah: 76-82)
• Ikhlas, tidak riya’
– Hai orang-orang yang beriman janganlah kamu mehilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti hati si penerima…(Q.S. Al-Baqarah: 264)
• Menghargai orang dan tidak berlaku zalim
– Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zhalim (Ali-Imran: 143)
• Sabar
– Allah menyukai orang-orang yang sabar (Ali-imran: 146)

TASAWUF

Asal usul kata tasawuf
• Saufanah berarti sejenis buah-buahan kecil berbulu, tumbuh di padang pasir dan sufi memakai pakaian berbulu dari bulu domba kasar
• Saff berarti “barisan” mempunyai ikatan kuat, jiwa bersih dan senantiasa memilih barisan (saff) terdepan dalam shalat berjamaah
• Sufi berarti “suci” orang-orang yang telah mensucikan dirinya melalui latihan berat dalam waktu lama
• Ahl al-Suffah, suffah berarti “pelana” , para tuna wisma dari kalangan muhajirin yang tinggal di serambi masjid nabawi, tidur dengan bantal pelana.
• Shopos (Yunani) berarti hikmat. Theosophi- theo berarti Tuhan; berarti hikmah/kearifan ketuhanan
• Safwah berarti yang terpilih atau terbaik, sufi orang yang terpilih di antara hamba Allah SWT karena ketulusan amal
• Suf (bulu domba): para sufi biasa memakai pakaian dari bulu domba yang kasar, sebagai lambang kerendahan hati, untuk menghindari sikap sombong, juga untuk menenangkan jiwa.

PENGERTIAN TASAWUF

• Al-Junaid al-Baghdadi, berpendapat:
“membersihkan hati dari kecendrungan duniawi, memadamkan sifat-sifat buruk manusia, menjauhkan tuntunan hawa nafsu, mengkaji hakekat, melakukan perbuatan semata karena Allah, tunduk dan patuh kepada Rasul”

• Sahal ibn Abdullah al-Tustri, menjelaskan:
“selalu membersihkan diri dari segala kotoran (lahir dan batin), bertafakkur, selalu berhubungan dengan Allah, memutuskan hubungan dengan manusia (untuk hal-hal yang tidak bermanfaat),meninggalkan kemewahan, merasa damai bersama Allah”

• Menurut al-Kanani:
“tasawuf adalah akhlak, apabila bertambah akhlakmu, maka bertambahlah kesucianmu
• Tasawuf: adalah Ilmu yang mengajarkan bagaimana seharusnya sikap mental seorang manusia dalam berhubungan dengan Tuhan dan makhluk, berdasarkan Al-Qur’an dan Hadis

• Intisari tasawuf
Kesadaran akan adanya komunikasi dan dialog antara roh manusia dengan Tuhan


Sumber Tasawuf Islam

• Al-Qur’an antara lain terdapat dalam surat
al-Baqarah 115, Qaf 16, al-Anfal 17, Thaha 84, al-’Ankabut 69, al-Nazi’at 40-41, al-Nahl 172 dll.
Allah menjelaskan “ Jika hambaKu bertanya kepadamu tentang diriKu, maka katakan (wahai Muhammad) Aku dekat dan mengabulkan permohonan orang-orang yang berdoa kepadaKu, maka hendaklah mereka memenuhi perintahKu dan beriman kapadaku, supaya mereka selalu dalam kebenaran.”(al-Baqarah 186)

• Hadis, banyak hadis yang menjadi sumber tasawuf, seperti:
“jika seorang hamba mendekat kepada-Ku sejengkal, maka aku mendekat kepadanya satu hasta, jika mendekat satu hasta , maka aku mendekat sedepa dan jika mendekat kepada-Ku berjalan, maka aku mendekatinya dengan berlari” hadis Qudsi riwayat Bukhari).

Corak Tasawuf
• Tasawuf akhlaqi/amali, identik dengan tasawuf sunni, titik tekan yang dilakukan oleh para sufi yang menjadikan sumber tasawufnya adalah al-Quran dan al-Sunnah.
• Tasawuf falsafi yaitu tasawuf yang mengutamakan pemikiran-pemikiran filosofis dengan ungkapan-ungkapan ganjilnya (shathahat).

PARA TOKOH SUFI

• Hasan al-Basri
dilahirkan di Madinah pada 21 H dan meninggal di Basrah pada 110 H. Ia tumbuh dalam lingkungan yang saleh dan memiliki pengetahuan keagamaan yang mendalam. Ia belajar dari Ali bin Abi Thalib dan Huzaifah bin al-Yaman.

• Rabi’ah al_Adawiyyah
zuhud dilandasi oleh mahabbah (rasa cinta) yang mendalam. Kepatuhan kepada Allah swt bukanlah tujuannya. Sebab, ia tidak mengharapkan nikmat surga dan tidak
takut azab neraka, tetapi dia mematuhinya karena cinta kepadanya.

• Abu Sulaiman al-Darani (w.215 H) yang dikenal sebagai ulama sufi yang menguasai ilmu hakekat dan sikapnya yang sangat wara’ serta selalu rela menerima segala cobaan yang sering menimpa dirinya.

• Abu Yazid al-Busthami (w.216 H) atau lebih dikenal dengan nama Bayazid adalah sufi pertama yang berbicara terbuka tentang fana’fi Allah (pelenyapan diri di dalam Allah) dan baqa’fi Allah (hidup abadi bersama Allah)

Tingkatan Kesufian
• Taubat
• Zuhud
• Wara’
• Sabar
• Fakir
• Tawakkal
• Ridha

TAREKAT

• Tarekat (thariqah), adalah “jalan” atau “metode” yang ditempuh sufi dalam melakukan ibadah, zikir, dan doa. Cara-cara ibadah tersebut diajarkan guru sufi kepada muridnya, dari hubungan tersebut berkembang kekerabatan sufi, mengambil tempat di pondok yang disebut Ribat dan Zawiyah

• Tarekat mulai berkembang abad ke 6 H dan yang pertama tarekat Qadiriyah yang diajarkan Abdul adir al-Jailani di Persia (471 H/1079 M-561H/1166M)

• Tarekat Suhrawardiah, dianjurkan melakukan sama’ yaitu mendengarkan musik sufi, puisi ketuhanan, dan kasidah yang mendorong pengikutnya mendekatkan diri kepada Tuhan dan merasa berada dalam suasana ketuhanan.

• Di Bukhara, muncul tarekat Naksyabandiah, yang dinisbahkan kepada Bahauddin an-Naksyaband al-Bukhari (717-791 H). Tarekat ini berkembang dan mempunyai pengikut yang besar di Asia Tengah, Afghanistan, India, Asia Tenggara dan Timur Tengah.

baca selengkapnya ( klik ) di sini...

Senin, 21 Maret 2011

DAFTAR NILAI SEJARAH KLAS XI BHS

1. ACUH MUYAYANG : 74
2. AMELIA MEI PURBA : 68
3. ANANDA EKA PRATAMA : 54
4. DEVI WULANDARI : 66
5. DWI YULI ROHANA N : 68


6. EHA DUROTUN NASIHA : 68
7. FAHRIATUN NURROHMAH : 66
8. FERA ZAKIYAH : 64
9. FITRUL MUBAROK : 68
10. FUNQI RIZKI AMELIA : 76
11. HENDRA NUGROHO : 70
12. IDA FARIDA : 64
13. IIS NAFISAH : 72
14. IRMA FIANI : 80
15. KHAERIL AKBAR : 70
16. LARASATI PURNAMANIINGSIH : 78
17. LUKMAN NULHAKIM : 70
18. M. IKHSAN ROBBANI : 60
19. M. ZULHAM YASIN : 72
20. MUHAMAD FARIHIN : 56
21. MUHAMMAD FIRMANSHYAH : --
22. NISA NUR ARDHILLAH : 66
23. NOVIA MANYANG SARI : 66
24. NUR INDRA SWARI : 72
25. NUR KHOFIFAH : 60
26. NUR WINDY YUNITASARI : --
27. NURULIZZA ASRI TUSZAKIYAH : 70
28. RAFIDA ASKA SOLIKHA : 58
29. SAHLAN MUHAMMAD A : 56
30. SEKTI INDRA PRATAMA : 66
31. SELFI SEPTIANNA OLGA : --
32. SOFIATUN NISA : 82
33. TRI DYANI : 78
34. TRI WIDIO P. : 64
35. VONITA RAHMA REDA : 86
36. WARDAH AGUSTIANI : 68
37. WIDYA HENDRA PRATAMA : 70
38. YUNIARTI ISDAHTUL ADHA : 64
39. YUTISTIA MEI INDRIANI : 68

baca selengkapnya ( klik ) di sini...

DAFTAR NILAI SEJARAH KLAS XI IPA

1. ZUL HAZMI A : 74
2. ALVINA AMALIYAH : 76
3. ANISA RAHMAWATININGSIH : 72
4. APRIYANI AMALIA : 78
5. ASIH MEILINA : 78


6. CIKA YUNITA EFENDI : 82
7. DESI INDAH LESTARI : 78
8. DIAJENG SARASWATI PM : 76
9. DINI MUSHOFA : 84
10. EMA MILDA RESTIANA : 72
11. FAIZAH FARIDAH HADIAT : 76
12. FARAH ARIFAH JAMILATI : 74
13. FITRI SHOFIANI : 84
14. FITROH RESMI HANUM : 86
15. HABLILLAH : 68
16. HANI RIZQIYATI : 74
17. IDA MAFRUKHA : 66
18. INTAN HAPSARI : 72
19. JUWANITA SARI : 76
20. KIRANA DIYAH P : 76
21. LIA AYUNITA SARI : 78
22. LIZA AMALIA : 74
23. LUCKY ALFI JAMALULLAIL : 68
24. M. FILAR YULIAWAN : 64
25. M. TURIF IRAWAN : 64
26. M. ULFI KHAEDAR : 56
27. MAUNATUL MUFAZAH : 70
28. MELIYA WUWUH SUHESTI : 62
29. MISKATU NUR AFIATI : 76
30. MUHAMMAD MUFTI : 64
31. NUR KHOZIN : 70
32. PRASETIA ARIN : 68
33. RIZKIE AJI SAPUTRA : 68
34. RIZKY NAZIA MUHANDIS : 62
35. SARAS BINTAN AMALIA : 62
36. SEVIA OKTARINA : 70
37. SITI MARWATI : 74
38. TRI LUSI KUSUMA WATI : 74
39. UKHTINA DUHI ANINDHITA : 66
40. ULIS PUTRIYANTI : 72
41. UUM MUTHOHAROH : 66
42. VIVI PEBREYANI : 72
43. ZAIDAN HILMAN KARAMI : 90
44. ZIDNA MAYATUL HUDA : 66

baca selengkapnya ( klik ) di sini...

Jumat, 18 Maret 2011

DAFTAR NILAI ANTROPOLOGI KLAS XI BAHASA

1. ACUH MUYAYANG : 70
2. AMELIA MEI PURBA : 72
3. ANANDA EKA PRATAMA : 66
4. DEVI WULANDARI : 68
5. DWI YULI ROHANA N : 70


6. EHA DUROTUN NASIHA : 68
7. FAHRIATUN NURROHMAH : 66
8. FERA ZAKIYAH : 74
9. FITRUL MUBAROK : 72
10. FUNQI RIZKI AMELIA : 76
11. HENDRA NUGROHO : 78
12. IDA FARIDA : -
13. IIS NAFISAH : 80
14. IRMA FIANI : 72
15. KHAERIL AKBAR : 84
16. LARASATI PURNAMANIINGSIH : 76
17. LUKMAN NULHAKIM : 74
18. M. IKHSAN ROBBANI : 72
19. M. ZULHAM YASIN : 64
20. MUHAMAD FARIHIN : 60
21. MUHAMMAD FIRMANSHYAH : -
22. NISA NUR ARDHILLAH : 78
23. NOVIA MANYANG SARI : 82
24. NUR INDRA SWARI : 80
25. NUR KHOFIFAH : 68
26. NUR WINDY YUNITASARI : -
27. NURULIZZA ASRI TUSZAKIYAH : 72
28. RAFIDA ASKA SOLIKHA : 66
29. SAHLAN MUHAMMAD A : 60
30. SEKTI INDRA PRATAMA : 72
31. SELFI SEPTIANNA OLGA : -
32. SOFIATUN NISA : 90
33. TRI DYANI : 80
34. TRI WIDIO P. : 72
35. VONITA RAHMA REDA : 86
36. WARDAH AGUSTIANI : 70
37. WIDYA HENDRA PRATAMA : 72
38. YUNIARTI ISDAHTUL ADHA : 72
39. YUTISTIA MEI INDRIANI : 70

baca selengkapnya ( klik ) di sini...