mungkin rizqi anda :

Selamat Datang ! Selamat Membaca ! jumlah pengunjung dari negara: ...

free counters

Rabu, 13 Oktober 2010

NILAI ANTROPOLOGI KLAS XII BAHASA

UTS SEMESTER GASAL 2010/2011

1. ALYA ISTIKOMAH : 6,13
2. AYU KARTIKA DEWI : 7,13
3. AZMI FEBRIANDI : 7,83
4. BAYU ADI SAPUTRA : 7,83
5. DANARIC HESTI KAVARILA P. : 8,00


6. DESI RATNASARI : 8,00
7. DIAH NUR AISYIAH : 7,66
8. DIATRINARI ANDARAWARIH : 7,50
9. ENDAH FITRIANI : 7,50
10. FATHUL MUNAWAROH : 8,16
11. FEBRIANA RETA MUTI : 7,66
12. FIKA KAMALUDIN : 8,00
13. FISKA WINDYA RISTI : 7,00
14. FRISKA ADZIBATUL L. : 8,50
15. HAFIDZ ALY HIDAYAT : 7,66
16. HIDAYATUL MUSYAROFAH : 7,33
17. INDAH BUDI ASTUTI : 6,00
18. IRMA SULISTIANTO : 6,33
19. ISMI SUGIATUN : 8,33
20. ISTIJABAHTUL MAULINA : 8,50
21. KHAEROTUL MAEMUNAH : 7,50
22. KHANIFATUL KHIKMAH : 6,83
23. KIRYANTO BAMBANG A. : 8,66
24. LINA WISMA NANTI : 7,33
25. MAKHFIYATUL LIYANI : 6,83
26. MUHSININ : 8,50
27. NOVI ISMATUL MAULA : 8,00
28. NUR APRIATUL HIKMAH : 7,13
29. SITI FRISKA YULIANTI : 6,66
30. SYIFA RESTIANINGTYAS : 7,66
31. TRI SUSANTI : 7,00
32. TRIANA AYU LESTARI : 7,66
33. VIKA ISMU HIDAYAH : 6,66
34. WIWIT WIDYA : 8,00

pagenjahan,13 Oktober 2010
baca selengkapnya ( klik ) di sini...

Selasa, 12 Oktober 2010

REVOLUSI HIJAU DI INDONESIA

green revolution

Standar Kompetensi : 2. Menganalisis Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan teknologi pada abad ke-20
Kompetensi Dasar : 2.1. Menganalisis Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan teknologi di Indonesia
Indikator : - Mendeskripsikan Revolusi Hijau dan upaya meningkatkan produksi pertanian


REVOLUSI HIJAU

• Revolusi hijau (green revolution) adalah pengembangan teknologi pertanian untuk meningkatkan produksi tanaman pangan, terutama tanaman serealia, (bahan makanan pokok seperti gandum, jagung, padi, kentang, sagu). Jadi tujuan pokoknya adalah untuk mencukupi tanaman pangan penduduk.

METODE REVOLUSI HIJAU
Metode yang ditempuh revolusi hijau dapat berbagai cara, seperti : memperkenalkan tanaman baru, penggunaan pupuk (pupuk kimia), peningkatan irigasi, perlindungan tanaman dari hama dan penyakit, serta pengenalan varietas tanaman jenis unggul.

CIRI-CIRI
• Ciri-ciri revolusi hijau :
– Tumbuhan yang ditanam terspesialisasi
– Menggunakan bibit unggul
– Pengelolaan tanah yang maju
– Penggunaan teknologi modern

Latar Belakang Revolusi Hijau
– Pertambahan penduduk yang pesat.
– Lahan pertanian yang sempit.
– Kebutuhan pangan yang meningkat akibat pertambahan penduduk yang cepat.
– Mengupayakan penambahan hasil produksi pertanian untuk mengimbangi jumlah penduduk yang pesat tersebut.
– Kerusakan lahan pertanian akibat ulah manusia seperti perang dan penebangan liar.

Thomas Robert Malthus
• Gagasan revolusi hijau bermula dari hasil penelitian dan pendapat Thomas Robert Malthus yang ditulis dalam buku Essay on The Principle of Populations pada tahun 1878 yang menyatakan bahwa pertumbuhan penduduk berjalan lebih cepat dibandingkan dengan tingkat produksi pertanian. Menurut Malthus, pertumbuhan penduduk mengikuti deret ukur, sedangkan peningkatan produksi pangan mengikuti deret hitung.

Dampak pernyataan Robert Malthus
antara lain sebagai berikut :
 Muncul usaha setiap penduduk untuk mengendalikan jumlah kelahiran yang ada.
 Timbul usaha untuk mengembangkan dan mengadakan penelitian guna menemukan bibit unggul untuk meningkatkan hasil pangan.
• Usaha untuk menemukan bibit unggul yang menjadi fokus revolusi hijau dimulai pada akhir Perang Dunia I. Hal ini terjadi karena Perang Dunia I membawa kehancuran lahan pertanian di Eropa sehingga mengancam produksi pangan.
• Usaha penemuan bibit unggul untuk produksi pangan pasca Perang Dunia I disponsori oleh ford and Rockefeller Foundation yang melakukan penelitian pertanian di negara Mexico, Philipina, India, dan daerah pertania akibat Perang Dunia II mengakibatkan menurunnya produksi pertanian.

Penelitian dalam Rangka peningkatan Revolusi Hijau
• Penelitian ini dilakukan setelah tahun 1970 dan disponsori oleh Ford and Rockeffeler Foundation. Penelitian dilakukan di dua tempat, yaitu :
– International Maize and Wheat Improvement Centre di Mexico
– International rice Research Institute di Philipina
• Kedua pusat penelitian itu bertujuan untuk mencari dan mengembangkan berbagai varietas tanaman penghasil biji-bijian dan buah-buahan dalam skala luas yang berproduksi tinggi. Salah seorang tokoh penelitiannya adalah Norman E. Bourlang (ahli agronomi Amerika serikat), yang pada tahun 1971 menerima hadiah nobel dalam bidang kemanusian. Berkat penelitian tersebut ternyata dapatmenigkatkan hasil produksi pertanian di beberapa Negara. Selanjutnya sebagai realisasi perhatian dunia dalam peningkatan produksi pertanian, maka padatahun 1970 di bentuk Colsultation Group for International Agriculture Research (CGIAR), yang bertujuan membantu pusat-pusat penelitian pertanian international

keuntungan dari revolusi hijau
• Adapun keuntungan dari revolusi hijau dalam rangka meningkatkan produksi pertanian adalah sebagai berikut :
– Menambah lapangan pekerjaan
– Meningkatkan hasil pertanian
– Merangsang perkembangan ekonomi masyarakat
– Meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya teknologi.

Revolusi Hijau di Indonesia
• Revolusi hijau di Indonesia berkembang sejak dikeluarkan UU Agraria tahun 1870 yang mengakibatkan meluasnya perusahaan swasta belanda di bidang pertanian dan perkebunan. Pada tahun 1904 Indonesia pernah menjadi penghasil gula terbesar didunia
• Pada zaman pendudukan Jepang revolusi hijau di Indonesia mengalami kemunduran total. Setelah masa kemerdekaan, revolusi hijau dikembangkan lagi, dimana tanaman rakyat dan perkebunan pemerintahan ditata kembali dalam rangka meningkatkan produksi pangan.
• Usaha pemerintah dalam revolusi hijau ini lebih nyata dan dapat dirasakan hasilnya oleh rakyatsetelah masa pemerintahan orde baru. Pada masa tersebut, revolusi hijau dilaksanakan secara terprogram, sistematis, dan berkesinambungan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Pelaksanaannya revolusi hijau
• Dalam pelaksanaannya revolusi hijau dimasukkan dalam program Pelita, terutama untuk meningkatkan hasil produksi tanaman pertanian dan perkebunan. Metode-metode khusus yang ditempuh oleh pemerintah antara lain sebagai berikut :
– Bimbingan massal (bimas);
– Intensifikasi massal (inmas);
– Intensifikasi khusus (insus), yang kemudian ditingkatkan menjadi "supra insus"
– Sapta Usaha Tani, yang meliputi :
• Pengolahan tanah secara intensif
• Penggunaan varietas unggul
• Pengairan (irigasi)
• Pemupukan
• Pemberantasan hama
• Pengaturan populasi jarak tanam
• Pengolahan pasca tanam

Hasil revolusi hijau
• Hasilnya adalah tercapainya swasembada pangan yang dapat terwujud sejak tahun 1988. Atas hasil ini Indonesia mendapatkan penghargaan dari FAO.
• Selanjutnya untuk meningkatkan produksi pangan dan pertanian umum dilakukan lima usaha pokok, yaitu sebagai berikut :
• Intensifikasi : peningkatan produksi pertanian dengan penggunaan teknologi tepat guna, pemanfaatan sarana produksi (bibit unggul, pestisida dan pupuk)
• Ekstensifikasi : peningkatan produksi dengan perluasan area tanaman
• Diversifikasi : peningkatan produksi dengan penganeka ragaman tanaman (usaha tani)
• Rehabilitasi : peningkatan produksi dengan pemulihan kemampuan daya produksi pertanian yang sudah kritis
• Mekanisasi : peningkatan produksi dengan menggunakan tenaga / peralatan mesin

Pelita I sampai Pelita VI,
• Dalam rangka Pelita I sampai Pelita VI, yang sedang berjalan, pemerintah juga meningkatkan penghijauan untuk tanah-tanah kritis, dan melaksanakan reboisasi lahan yang kritis.

Dampak Revolusi Hijau

Dampak positif penerapan revolusi hijau, antara lain :
– Meningkatkan produksi pertanian / perkebunan;
– Berkembang industri pertanian (traktor, pupuk);
– Memenuhi kebutuhan pangan.

Dampak negatif revolusi hijau, antara lain :
 Terjadi pencemaran lingkungan terutama terhadap tanah karena penggunaan pupuk kimia yang berlebihan;
 Tidak adanya penganekaragaman jenis tanaman yang ditanam menyebabkan terjadi penumpukan hasil sehingga menurunkan harga jual;
 Akibat mengejar jumlah lahan pertanian yang digunakan untuk tanaman pangan, menyebabkan banyak hutan ditebangi untuk keperluan tersebut sehingga berkurang jumlah hutan. Akibatnya tempat peresapan air tanah dan sumber air berkurang.
 Penggunaan pupuk, obat-obatan kimia secara berlebihan juga dapat mengakibatkan terjadinya entrofikasi (perkembangbiakan tumbuhan air yang sangat cepat).
 Terputusnya mata rantai makanan yang merupakan ekosistem, akibatnya terbunuhnya kelompok makhluk tertentu yang merupakan predator dari yang lain oleh penggunaan zat-zat kimia, sehingga berakibat mengganasnya hama tanaman tertentu yang merugikan petani.
 Disadari atau tidak, revolusi hijau ikut menambah jumlah pengangguran, akibat penggunaan hasil-hasil teknologi.

baca selengkapnya ( klik ) di sini...

Senin, 11 Oktober 2010

NILAI ANTROPOLOGI KLAS XI BAHASA

UTS SEMESTER GASAL 2010/2011


1. ACUH MUYAYANG : 5,33
2. AMELIA MEI PURBA : 7,33
3. ANANDA EKA PRATAMA : -
4. DEVI WULANDARI : 6,66
5. DWI YULI ROHANA N. : 7,00


6. EHA DUROTUN NASIHA : 7,13
7. FAHRIATUN NUROHMAH : 6,13
8. FERA ZAKIYAH : 7,33
9. FITRUL MUBAROK : 5,00
10. FUNQI RIZKI AMELIA : 7,66
11. HENDRA NUGROHO : 7,66
12. IDA FARIDA : 6,83
13. IIS NAFISAH : 7,50
14. IRMA FIANI : 7,50
15. KHAERIL AKBAR : 5,66
16. LARASATI PURNAMANINGSIH : 7,83
17. LUKMANUL HAKIM : 6,13
18. M. IKHSAN ROBBANI : 6,66
19. M. ZULHAM YASIN : 6,50
20 M. FARIHIN : 4,00
21. M. FIRMANSYAH : 6,83
22. NISA NUR ARDHILLAH : 7,50
23. NOVIA MAYANGSARI : 7,83
24. NUR INDRASWARI : 7,50
25. NUR KHOFIFAH : 5,66
26. NUR WINDY YUNITASARI : 6,33
27. NURULLIZZA ASRI T. : 6,83
28. RAFIDA ASKA SOLIKHA : 8,16
29. SAHLAN MUHAMMAD A. : 7,50
30. SEKTI INDRA PRATAMA : 6,66
31. SELFI SEPTIANA OLGA : 6,00
32. SOFIATUN NISA : 8,66
33. TRI DYANI : 7,66
34. TRI WIDIO P. : 7,50
35. VONITA RAHMA REDA : 8,00
36. WARDAH AGUSTIANI : 7,66
37. WIDYA HENDRA PRATAMA : 6,83
38. YUNIARTI ISDAHTUL ADHA : 7,50
39. YUTISTIA MEI INDRIANI : 6,66

Bumiayu, 11 Oktober 2010

baca selengkapnya ( klik ) di sini...

Minggu, 10 Oktober 2010

KOLONIALISME DAN IMPERIALISME


Penjajahan di Indonesia


Standar Kompetensi :
• Menganalisis perjalanan bangsa Indonesia dari negara tradisional, kolonial, pergerakan kebangsaan, hingga terbentuknya negara kebangsaan sampai Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Kompetensi Dasar :
• Menganalisis perkembangan negara tradisional (Hindu-Budha dan Islam) di Indonesia.
Indikator :
• Membandingkan kebijakan pemerintah kolonial di Indonesia pada abad ke-19 dan awal abad ke-20.
• Menjelaskan dampak kebijakan pemerintah kolonial terhadap hubungan antar masyarakat dengan pemerintah kolonial.


Kolonialisme dan Imperialisme
• Imperialisme mengandung pengertian yaitu perluasan daerah kekuasaan atau jajahan untuk mendirikan kekaisaran atau imperium. Atau, suatu sistem penjajahan langsung dari suatu negara terhadap negara lain, yang bertujuan untuk kepentingan negara penjajah. Dari pengertian imperium itulah muncul pengertian imperialisme dan yang melaksanakan disebut imperator.
• Berdasarkan waktu, imperialisme dibedakan menjadi 2 yaitu kuno dan modern.
• Imperialisme kuno berlangsung sebelum revolusi industri dengan tujuan Gold, Glory,dan Gospel (semboyan imperialisme kuno).
• Imperialisme modern berlangsung setelah terjadinya revolusi industri dengan mementingkan masalah ekonomi. Sifat dari kedua imperialisme itu adalah sama, hanya sistemnya yang berbeda. Sifat hakikinya berupa nafsu serakah untuk mendapatkan kekayaan. Kekayaan yang dikejar pada masa imperialisme kuno biasanya berwujud emas atau logam mulia lainnya (perak). Sistem yang mendukungnya adalah merkantilisme dimana dalam prakteknya melakukan monopoli, kerja paksa, dsb. Sedangkan pada imperialisme modern didukung oleh industrialisme serta perdagangan bebas, serta upah buruh yang sangat minim, tanpa memiliki hak dalam produksi.
• Kolonialisme adalah sistem pemukiman warga diluar wilayah asalnya, kemudian daerah itu dinyatakan sebagai wilayah mereka. Tujuan utamanya mengurus sumber kekayaan, sedangkan kesejahteraan dan pendidikan rakyat daerah koloni tidak diutamakan.

Latar belakang kedatangan orang Eropa ke Dunia Timur
– Adanya kemajuan dibidang ilmu pengetahuan dan tehnologi.
– Adanya pendapat bahwa bumi bulat.
– Jatuhnya konstantinopel ke tangan Turki Usmani.
– Adanya keinginan untuk mencari daerah penghasil rempah-rempah.
– Ingin menyebarkan agama Nasrani.
• Faham merkantilisme, kapitalisme, dan revolusi industri lebih mendorong perkembangan kelonialisme dan imperialisme di dunia timur termasuk Indonesia.

Masuknya kekuatan asing (bangsa Eropa) dan perkembangannya ke Indonesia
• Bangsa Eropa bisa masuk dan menguasai Asia termasuk Indonesia melalui perdagangan, karena informasi dari literatur/buku-buku tulisan para petualang Barat. Bangsa Portugis disebut sebagai pelopor kolonialis barat, sebab secara psikologis Portugislah yang bertanggung jawab atas pemasukan rempah-rempah ke Eropa. Sejak Konstantinopel (Romawi Timur) jatuh ke tangan Turki Usmani (Islam) tahun 1453, maka mau tidak mau portugis harus mencari rempah-rempah di daerah produsen (Indonesia).
• Melalui perjanjian Thordesilas tahun 1492 Portugis berusaha mencari rempah-rempah ke arah timur dan Spanyol melalui arah barat. Akhirnya mereka bertemu di Maluku tahun 1526, maka timbullah perang berebut daerah rempah-rempah. Perang diakhiri dengan perjanjian Saragosa tahun 1529 dengan kesepakatan Portugis mendapatkan Maluku dan Spanyol mendapatkan Philipina. Protugis di bawah pimpinan Alfonso d’Albaquerque dapat merebut Malaka dari tangan Sultan Mahmud tahun 1511. Di Maluku Portugis mengkhianati Sultan Harun, maka tahun 1575 Portugis dapat diusir oleh Sultan Baabullah dari Ternate.
• Sesuai semboyan imperialis kuno; Gold, Glory and Gospel Portugis melalui Fransiscus Xaverius (1546) menyebarkan agama Katholik ke Asia dan Maluku. Raja Tabariji dan ibunya dari Ternate masuk Katholik.

Kongsi-kongsi perdagangan Eropa
VOC (Verenigde Oost Indische Compagnie)
• Pada tahun 1595 Perseroan Compagnie van Verke dari Amsterdam mengirim empat kapal dagangnya dimpimpin oleh Cornelis de Houtman dan Pieter Keyzer berlayar ke Indonesia. Mereka tiba di Banten tahun 1596 dan bermaksud meneruskan ke Maluku. Berturut-turut Belanda datang tahun 1598, 1599 dan akhirnya atas usul Johan van Qidenbarnevelt dibentuklah Perserikatan Maskapai Hindia Timur (VOC) tahun 1602. ketentuan-ketentuannya adalah :
– Kepentingan yang bersaing diwakili oleh sistem Majelis/Kamer untuk enam wilayah di negeri Belanda.
– Setiap majelis mempunyai sejumlah direktur yang disetujui.
– Jumlah direktur 17 orang yang disebut Heeken XVII.
– Amsterdam merupakan markas VOC dipimpin 8 orang dan Heeken XVII
– VOC memperoleh hak octrooi/istimewa dari pemerintah Belanda/Parlemen sehingga VOC mempunyai wewenang antara lain :
– Hak monopoli perdagangan
– Hak memiliki tentara sendiri dan mengadili sendiri
– Hak mengusai dan mengikat perjanjian-perjanjian dengan kerajaan-kerajaan di daerah kekuasaan monopoli perdagangan
– Mengangkat personil atas dasar sumpah setia
– Melakukan peperangan
• Dengan hak octrooi VOC berkembang pesat, sehingga satu persatu kerajaan-kerajaan di Indonesia jatuh dan menjadi kekuasaan Belanda. Mereka menggunakan siasat devide et impera.

EIC (East India Company)
• Pada tahun 1600 Ratu Elizabeth I memberi hak octrooi kepada EIC, pelayaran mereka dipimpin oleh Sir Hery Midleton dan sampai di Ternate tahun 1604. pada abad XVIII Belanda menjadi sekutu Perancis, Inggris merupakan ancaman Belanda di Indonesia. Lord Minto diangkat sebagai Gubernur Jendral di Asia yang berkedudukan di Calcutta, memerintahkan merebut Indonesia dari tangan Belanda. Dibawah pimpinan Thomas Stamford Raffles tahun 1811 Indonesia berhasil dikuasai. Raffles menerapkan sistem perdagangan bebas. Tetapi pemerintahan Inggris bersiat sementara, maka setelah perjanjian / Konvensi London tahun 1815, Inggris mengembalikan Indonesia kepada Belanda dan Inggris menerima Singapura dan Penang di Malaysia, Afrika Selatan.

Kebijakan Pemerintah Kolonial Belanda di Indonesia Pada Abad 19 Dan Awal Abad 20
• Terbentuknya Pemerintahan Kolonialisme Belanda di Indonesia
• Sejak jatuhnya VOC tahun 1799 Indonesia diperintah langsung oleh kerajaan Belanda. Sehingga sejak tahun 1800 Belanda menerapkan politik dagang dan sistem pajak. Dengan tujuan ingin mengeruk kekayaan dari bumi Indonesia tanpa mau memperhatikan nasib rakyat. Pengaruh politik kekuasaan Belanda makin kuat sehingga kewibawaan raja-raja merosot. Mereka dijadikan alat pembantu bagi Belanda untuk menggali kekayaan bumi Indonesia. Dengan demikian penetrasi kekuasaan kolonial Belanda abad XIX menyebabkan runtuhnya kekuasaan politik pribumi. Oleh karena itu mulai abad XIX perlawanan terhadap kolonial Belanda meluas dimana-mana dan silih berganti.
• Sejak mengusai Belanda, Kaisar Napoleon mengangkat adiknya yang bernama Louis Napoleon menjadi penguasa di Belanda. Louis Napoleon merasa khawatir kalau Pulau Jawa sebagai jajahan Belanda direbut oleh Inggris. Padahal, Inggris pada saat itu sudah mulai meluaskan daerah jajahannya di Indonesia dengna menduduki wilayah Bengkulu, Padang, Pulau Pinang, Ternate, dan beberapa daerah lain di Maluku. Louis Napoleon segera mengirimkan seorang ahli militer yang bernama Herman Williem Daendels ke pulau Jawa sebagai gubernur jenderal untuk mengantisipasinya. Pada tanggal 1 Januari 1808, Daendels bersama ajudannya mendarat di Banten. Pada tanggal 15 Januari 1808, Gubernur Jenderal Wiese menyerahkan kekuasaannya kepada Daendels. Kedatangan Deandels di Indoensia sebagai gubernur jenderal mempunyai tugas pokok mempertahankan pulau Jawa agar tidak jatuh ke tangan Inggris dan memperbaiki keadaan tanah jajahan. Deandels berusaha mempertahankan pulau Jawa dari serangan Inggris dengan melakukan tindakan, antara lain sebagai berikut :
• Membuat jalan raya dari Anyer sampai Panarukan.
• Mendirikan benteng-benteng pertahanan.
• Membangun pangkalan Angkatan Laut di Merak dan di Ujung Kulon.
• Memperkuat pasukan dengan beranggotakan orang Indonesia.
• Mendirikan pabrik senjata di Semarang dan Surabaya.
• Selain berusaha dalam bidang pertahanan dan kemiliteran, Deandels juga berusaha memperbaiki keadaan pulau Jawa dengan tindakan sebagai berikut :
• Membagi pulau Jawa dalam sembilan perfektuur (daerah).
• Menjadikan para Bupati di seluruh Jawa sebagai pegawai pemerintahan Belanda.
• Memperbaiki gaji pegawai, memberantas korupsi, dan memberi hukuman berat bagi para pegawai yang berbuat curang.
• Mendirikan badan-badan pengadilan yang akan mengadili orang-orang Indonesia sesuai dengan adat istiadatnya.
• Usaha yang dilakukan Daendels untuk mempertahankan pulau Jawa membutuhkan biaya sangat besar. Padahal, Daendels tidak mendapat bantuan keuangan yang memadai dari Belanda. Untuk itu, Daendels berusaha memperoleh biaya yang diperlukan dengan cara sebagai berikut :
• Tetap menerapkan aturan penyerahan sebagian hasil bumi sebagai pajak (contingenten) dan aturan penjualan paksa hasil bumi kepada pemerintah dengan harga yang telah ditetapkan (verplichte leverantine).
• Menerapkan kerja paksa (rodi) yang memberi manfaat besar bagi Belanda.
• Menjual tanah-tanah kepada swasta bangsa Belanda dan Tionghoa lengkap dengan penduduknya. Dengan demikian, lahirlah pengisapan dan kesewenang-wenangan oleh tuan-tuan tanah swasta terhadap rakyat Indonesia.
• Memperluas areal penanaman kopi.
• Pemerintahan Daendels di Indonesia membuat rakyat menderita. Selain harta kekayaan dikeruk, tenaga kerja juga diperas dengan kejam. Pembuatan jalan raya dari Anyer sampai Panarukan yang dilakukan dengan kerja paksa (rodi) menyebabkan ribuan rakyat meninggal. Penjualan tanah di daerah Bogor dan Probolinggo kepada para pengusaha swasta merupakan kesalahan besar yang dilakukan oleh Daendels. Oleh karena itu, pada tahun 1811 Daendels dipanggil pulang ke Negeri Belanda. Selanjutnya, Louis Napoleon mengangkat Jansens sebagai Gubernur Jenderal baru di Indonesia menggantikan Daendels.
• Pada saat Jansens memerintah, kedudukan Inggris di Indonesia makin kuat dan makin dekat untuk menguasai pulau Jawa. Pada tahun 1811 Jansens menyerah kepada Inggris di daerah Tuntang, Salatiga (Jawa Tengah). Penyerahan itu ditandai dengan penandatanganan perjanjian damai oleh kedua belah pihak yang disebut Kapitulasi Tuntang. Sejak penandatanganan perjanjian damai, Indonesia menjadi jajahan Inggris.

Masa berlakunya sistem Tanam Paksa dan sistem usaha swasta
• Akibat kas negara yang kosong terkuras untuk biaya perang antara lain ; pemberontakan Belgia yang ingin melepaskan diri, perang Diponegoro, perang Padri dan sebagainya. Untuk itu pemerintahan Kerajaan Belanda mengangkat Van den Bosch sebagai Gubernur Jenderal di Indonesia, dengan tugas pokok; mengusahakan semaksimal mungkin pulau Jawa diperas untuk mengisi kas negara yang kosong yaitu dengan sistem tanam paksa (cultuur stelsel). Inti dari tanam paksa adalah rakyat harus membayar pajak dengan hasil tanaman ekspor seperti; tebu, kopi, tembakau, nila dan sebagainya.
• Peraturan tanam paksa antara lain :
– Penduduk desa wajib menanam tanaman yang laku di pasaran Eropa dan 1/5 bagian tanahnya atau lebih.
– Tanah yang digunakan itu dibebaskan dari pajak.
– Wajib tanam paksa dapat diganti dengan penyerahan tenaga bagi yang tidak memiliki sawah.
– Tenaga dan waktu yang dipergunakan untuk menanam tanaman paksa tidak boleh melebihi tenaga dan waktu untuk mengerjakan tanaman padi/tanahnya sendiri.
– Hasil tanaman akan diserahkan kepada pemerintah Belanda dan jika harga yang ditaksir melebihi pajak, maka kelebihan itu akan dikembalikan kepada rakyat.
– Kegagalan panen ditanggung pemerintah, jika bukan karena kesalahan rakyat atau disebabkan kurang rajin dalam mengerjakannya.
– Penggarapan tanah di bawah pengawasan langsung penguasa pribumi.
• Secara teoritis pokok aturan tersebut tidak memberatkan rakyat, namun dalam prakteknya jauh berbeda, contohnya antara lain :
• Perjanjian dengan rakyat mengenai tanah tidak sesuai dengan yang tertulis luas tanah 1/5 dari tanah pertanian, ternyata ¼ bahkan hampir seluruhnya.
• Kelebihan hasil setelah dipotong pajak sering kali tidak dikembalikan kepada rakyat dan sebagainya.
• Pelaksanaan sistem tanam paksa ini sangat besar artinya bagi Belanda karena dapat mengembalikan kejayaan dan menutup kas yang kosong. Namun bagi Indonesia justru menjadikan rakyat melarat, menderita akhirnya membawa kematian. (Daerah yang paling menderita Demak, Grobogan dan Cirebon). Pelaksanaan tanam paksa menimbulkan reaksi baik dari orang Belanda sendiri maupun dari rakyat kecil yang langsung mengalaminya.

• Reaksi kaum humanis Belanda :
• Dua orang Belanda yang menentang tanam paksa adalah Edward Douwes Dekker dan Baron van Hoevel. Ia menentang berdasarkan pada prinsip etika dan perikemanusiaan. Edward Douwes Dekker dengan nama samaran Multatuli menulis buku Mac Havelaar yang isinya protes keras agar tanam paksa dihapus dan sebagai penggantinya dilaksanakan politik etis. Kemudian muncullah tokoh Van de Venter yang memformulasikan politik etis abad XX.

• Reaksi kaum kapitalis Belanda :
• Pada abad XX golongan kapitalis dan liberal memperoleh kemenangan dalam parlemen/kabinet Belanda. Mereka ingin mendobrak tanah jajahan untuk menanam modal yang waktu itu masih tertutup oleh pemerintah Belanda. Jadi tidak mengherankan jika mereka menentang tanam paksa dan menuntut status tanah dipertegas sehingga dasar hukum penanaman modal jadi jelas. Kaum kapitalis berhasil mendobrak penghalang di tanah jajahan. Maka pemerintah Belanda yang didominasi kaum liberal berhasil mengeluarkan UU Agraria 1870. sehingga tahun 1870 tanam paksa dihapus, kecuali kopi di Priangan baru dihapus tahun 1917.

Masa Sistem Ekonomi Liberal
• Setelah kaum liberal memiliki pengaruh dalam bidang politik dan pemerintahan, maka urausan tanah jajahan berangsur-angsur mulai berada di tangan kaum liberal. Dengan dikeluarkannya Undang-Undang Agraria tahun 1870 telah memberi kesempatan kepada para pengusaha swasta untuk menanam modalnya di Indonesia. Misalnya perkebunan tembakau, kopi, teh, kina, kepala sawit dan karet.

Perkembangan Sistem Pemerintahan, Birokrasi, dan Sistem Hukum masa Kolonial di Indonesia

• Sistem Pemerintahan
• Salah satu peletak dasar pemerintahan modern di Indonesia adalah Gubernur Jenderal Daendels. Untuk mempertahankan pulau Jawa dari serangan Inggris, Daendels membagi wilayah tersebut menjadi sembilan perfektuur. Daendels juga menjadikan para Bupati sebagai pegawai sipil dibawah perintah perfektuur. Para Bupati memperoleh penghasilan dari tanah dan tenaga dari penduduk yang berada di dalam wilayah kekuasaannya. Para Bupati juga mendapat pangkat tertentu dalam hierarki umum kepegawaian Belanda. Dalam menegakkan keadilan, Daendels membentuk pengadilan keliling dan pengadilan Indonesia. Meskipun akhirnya wilayah Indonesia kembali menjadi jajahan Belanda, upaya memperbaiki sistem pemerintahan membutuhkan waktu lama. Kewajiban mengatur pemerintahan di Indonesia dimulai kembali setelah pemerintah kerajaan Belanda mengeluarkan Undang-Undang Desentralisasi pada tahun 1930. Perubahan dan perbaikan pemerintahan di Indonesia mulai berjalan setelah muncul peraturan pembebasan dari perwalian (antvoogding) pada tahun 1922 dan keluarnya sistem pemerintahan baru (bestuurshervorming). Berdasarkan Undang-undang Desentralisasi, wilayah Indonesia dibagi menjadi beberapa daerah yang disebut gouvernementen dimulai dari Jawa yang diawali dari daerah Jawa Barat (1926), Jawa Timur (1929), dan Jawa Tengah (1930). Pembenahan sistem pemerintahan pun terus dilanjutkan dengan menghapus Dewan Karesidenan. Untuk mengatasi berbagai macam pesoalan dan memudahkan segala urusan, pemerintah kolonial membentuk berbagai depertemen dan dinas. Departemen yang dibentuk pemerintah kolonial Belanda, misalnya Departemen Pertanian (1904), Departemen Industri dan Perdagangan (1911) yang sebelumnya pada tahun 1907 bernama Departemen Perusahaan-Perusahaan Negara. Adapun beberapa dinas yang pernah dibentuk pemerintah kolonial Belanda, antara lain Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan, dan Dinas Peternakan.

Sistem Birokrasi
• Perombakan struktur birokrasi di Indonesia dimulai setelah pemerintah Kerajaan Belanda memberlakukan konstitusi baru pada tahun 1848. berdasarkan konstitusi tersebut wilayah Hindia Belanda (Indonesia) perlu juga untuk menyusun undang-undang pemerintahan, sistem keuangan, dan sistem audit yang disetujui oleh Majelis Perwakilan. Pada tahun 1854 berhasil disusun undang-undang pemerintahan Hindia Belanda. Parlemen Belanda baru mulai melakukan pengawasan terhadap Hinda Belanda pada tahun 1868. pemegang kekuasaan tertinggi di wilayah Hindia Belanda adalah seorang Gubernur Jenderal. Di dalam menjalankan pemerintahan Gubernur Jenderal dibantu oleh residen dan beberapa asisten residen.
• Residen bertindak sebagai administratif merangkap fungsi legislatif, yudikatif, dan fiskal. Residen bertugas sebagai pelaksana administrasi pusat. Asisten Residen mengepalai bagian dari keresidenan yang sejajar dengan kabupaten. Asisten Residen menjalankan tugas-tugas residen, kecuali kekuasaan peradilan (yudikatif). Dibawah asisten residen dikenal adanya kontrolir. Tugas kontrolir adalah mengumpulkan berbagai keterangan dan melaksanakan perintah dari atas.
• Di Jawa dikenal adanya kabupaten yang dipimpin oleh Bupati yang dibantu oleh Patih. Wilayah kabupaten dibagi atas wilayah kawedanan yang dipimpin seorang wedana. Wilayah kawedanan dibagi atas wilayah kecamatan yang dipimpin oleh seorang camat atau asisten wedana. Susunan birokrasi tersebut dapat terwujud setelah van de Puttle melakukan reorganisasi pada tahun 1874.
• Berdasarkan reorganisasi tersebut, para pegawai pamong praja yang bertugas tidak lagi berdasarkan ikatan daerah dan hak waris. Pemerintah kolonial Hindia Belanda mulai menerapkan sistem kepegawaian di dalam menunjuk seorang menjadi pegawai pamong praja. Jabatan Bupati yang pada masa van den Bosch masih merupakan hak turun-temurun, sekarang mulai dipandang sebagai pegawai pemerintah kolonial Hindia Belanda.
• Berdasarkan surat edaran tahun 1867 telah dirumuskan tugas dan kewajiban para pamong praja. Adapun tugas para pamong praja, antara lain sebagai berikut :

• Residen, mempunyai tugas dan kewajiban antara lain :
• Menjalankan tugas melalui Bupati
• Mengawasi dan meringankan pekerjaan wajib
• Memerhatikan penanaman tanaman bahan pangan
• Mendorong pendirian sekolah pribumi

• Bupati, mempunyai tugas dan kewajiban antara lain :
• Mengawasi penanaman wajib
• Meneliti perjanjian antara penanaman dan pengusaha Eropa
• Mencegah semua pembatasan otonomi desa
• Mengawasi sekolah pribumi
• Membuat daftar guru-guru agama
• Kedudukan Bupati pada masa pemerintahan kolonial Hindia Belanda makin merosot. Hal itu tidak lain akibat proses maju ke arah pemerintahan langsung dengan memperhatikan dualisme di dalamnya. Menghapuskan ini berarti :
• Menghilangkan diskriminasi pada sistem birokrasi
• Demokrasi yang berarti menghilangkan kedua golongan itu untuk memberikan tempat pada pemimpin yang wajar. Ini semua berarti menghilangkan kolonialisme itu sendiri.

Sistem Hukum
• Seiring berubahnya sistem birokrasi dan pemerintahan, sistem hukum yang berlaku di Indonesia pun mengalami perubahan. Gubernur Jenderal Daendels adalah peletak dasar berubahnya sistem hukum di Indonesia. Apabila sebelumnya di Indonesia berlaku sistem hukum tradisional maka ketika Daendels berkuasa sistem hukumnya digantikan dengan sistem hukum modern model Barat. Daendels selain memperkenalkan sistem hukum modern juga memperkenalkan sistem pengadilan keliling dan pengadilan pribumi (landgerecht) di setiap wilayah (perfectuure). Untuk mengawasi kinerja badan peradilan yang ada di Indonesia, pemerintah kolonial Belanda membentuk pula lembaga Mahkamah Agung (Hog-Gerechschof). Mahkamah Agung menjadi lembaga yudikatif tertinggi di Indonesia. Mulai tahun 1848, Mahkamah Agung memperoleh kewenangan mengawasi seluruh pengadilan di pulau Jawa.
• Pada tahun 1854, semua peraturan pemerintah yang berawal dari raja, putra mahkota, dan gubernur jenderal berlaku sebagai undang-undang yang wajib dipatuhi semua warga negara Belanda dan penduduk tanah jajahan. Beberapa undang-undang yang pernah berlaku di Indonesia, antara lain sebagai berikut :
• Comptabilitas Wet ditetapkan pada tahun 1864. Undang-undang ini mengatur penetapan anggaran belanja Indonesia.
• Agrarische Wet ditetapkan pada tahun 1870. Undang-undang ini mengatur sistem sewa tanah dan penjaminan kepemilikan tanah di Indonesia.
Perubahan Ekonomi dan Demografi diberbagai daerah mulai abad 19 sampai paruh pertama abad 20.

– Sistem Swasta Asing
• Sejak tahun 1870 sistem tanam paksa mulai dihapus, digantikan sistem politik pintu terbuka sehingga Indonesia mulai memasuki masa liberal. Pelaksanaan paham liberal dalam bidang ekonomi memiliki asas :
– Kegiatan ekonomi ditangan rakyat jadi pemerintah tidak campur tangan.
– Kegiatan ekonomi ditangan swasta.
– Penghilang faktor-faktor penghambat kegiatan ekonomi (pajak tinggi, tanam paksa).
– Pemerintah bertugas menjaga keamanan dan penegakkan hukum untuk kelancaran kegiatan ekonomi.
• Untuk menjaga perkembangan kegiatan ekonomi, menjaga hak milik tanah pribumi dan pengaturan sewa tanah oleh swasta asing maka dikeluarkanlah Undang-Undang Agraria (agrarische Wet th. 1870)

– Komersialisasi
• Dimulainya pelaksanaan politik pintu terbuka (masa liberal) maka di Indonesia telah mulai memasuki masa komersialisasi, modernisasi dan industrialisasi. Melalui politik pintu terbuka Belanda berusaha menarik penanam modal swasta asing di Indonesia, dengan demikian berkembang pesat industrialisasi di Indonesia. Contoh : pertambangan batubara di Ombilin, Sumatera Barat ; timah di Bangka, Belitung, dan Singkep; minyak bumi di Bunyu dan Tarakan. Kalimantan Timur; perkebunan, pertanian, perdagangan mulai lancar.

Pertumbuhan dan mobilitas penduduk.

• Kebijakan-kebijakan kolonial Belanda yang dilaksanakan di Indonesia secara langsung maupun tak langsung berpengaruh terhadap pertumbuhan desa, kota, struktur penduduk (demografi) dan gerakan (mobilitas) penduduk. Secara ekonomis di Indonesia juga mengalami pertumbuhan, sehingga terbentuk struktur penduduk (demografi) yang baru.
• Desa-desa banyak bermunculan, kota berkembang sehingga mampu berperan lebih besar menggantikan peran pusat ibu kota jaman kerajaan.
• Pada masa kolonial tersebut mobilitas penduduk sangat tinggi, hal ini desebabkan faktor :
• Urbanisasi : penduduk desa berusaha datang ke kota untuk mencai kerja di kota, tetapi akhirnya menimbulkan masalah sosial.
• Kebijakan pemerintah melaksanakan kuli kontrak (dari Jawa ke Jawa misal ke Deli Sumatera Timur).
• Karena mulai berkembang swastanisasi dan industrialisasi, maka pemerintah mengeluarkan UU Agraris dan peraturan perburuan (berisi : penetapan kondisi pekerjaan yang layak bagi bangsa Indonesia, dan penetapan upah minimal yang harus dibayar).

Kehidupan sosial budaya masyarakat masa kolonial.

• Perubahan politik, ekonomi, sosial
• Perkembangan imperialisme dan kolonialisme pada akhirnya menimbulkan penderitaan dan kesengsaraan bagi rakyat Indonesia. Penderitaan itu hampir meliputi segala bidang kehidupan dibidang politik, ekonomi, sosial maupun pendidikan.

• Bidang Politik
• Dalam bidang ini telah terjadi perubahan-perubahan besar dimana kekuasaan kolonial semakin kuat, maka kekuasaan para raja/penguasa tradisional semakin merosot. Mereka makin menutup pada kekuasaan asing.

• Bidang Ekonomi
• Tujuan utama orang-orang barat datang ke Indonesia berkaitan erat dengan aspek ekonomi (memperoleh rempah-rempah sendiri). Untuk memperoleh rempah-rempah tersebut mereka menempuh berbagai cara (monopoli)

• Bidang Sosial
• Perubahan dalam bidang sosial budaya sebagai contoh : masuk dan berkembangnya agama Kristen serta berkembangnya unsur-unsur budaya Barat.

Kebijakan kolonial dibidang keagamaan
• Pada masa pra kolonial penduduk Indonesia, mayoritas beragama Islam, dan beragama Hindu, Buddha, Kong-hu-chu.
• Pandangan Barat/kolonial terhadap Islam :
– Islam dianggap musuh (ingat misi perang salib)
– Islam tidak akan membawa kemajuan masyarakat.
• Hanya pola pikir Barat yang mampu membawa kemajuan pribumi.
• Tapi setelah Snonck Hurgronje datang ke Indonesia 1889 untuk melakukan penelitian tentang Islam, baru terbuka pandangan kolonial terhadap Islam.
• Kebijakan kolonial dalam keagamaan :
• Islam ditinjau dari ajaran politik / gerakan politik ini yang dianggap berbahaya. Karena melakukan penentangan terhadap kekuasaan kolonial.
• Kolonial Belanda melakukan penyebaran agama Protestan misalnya : program zending.
• Kaum adat yang kurang sepakat dengan gerakan Islam atau ajaran Islam direkrut dimanfaatkan untuk mendukung kolonial melawan kelompok Islam. Contoh : dalam perang Padri.
• Pemimpin Islam didekati sebagai mitra untuk menjadi penguasa.
• Perantara atau peredaran kekuatan Islam, tentunya dengan janji-janji.

Kedudukan dan peran perempuan dalam masyarakat masa kolonial
• Pada awal abad 19 saat kolonial Belanda berkuasa di Indonesia, peran wanita sangat terbatas bahkan terpinggirkan. Hanya sekedar sebagai ibu rumah tangga, melayani suami bahkan dikalangan ningrat terkenal dengan tradisi “pingit”.
• Pada awal abad 20 kesempatan wanita untuk mendapat pendidikan mulai mendapat tempat, maka muncullah tokoh R.A. Kartini. R.A. Kartini menjadi pelopor gerakan emansipasi perempuan Indonesia.
• Pengertian emansipasi pada saat itu adalah keinginan untuk mendapatkan persamaan hak dan kebebasan dari kungkungan adat.
• R.A. Kartini mengutarakan keinginan untuk memperoleh pendidikan dalam bentuk surat yang dikirimkan kepada temannya Stella Zeehandelan di Belanda. Surat-surat pribadi R.A. Kartini kepada teman-temannya di Belanda selanjutnya dikumpulkan dan diterbitkan dalam bentuk buku oleh V.H. Abendanon.
• Buku kumpulan surat R.A. Kartini berjudul Door Duits Ternis to Licht yang diterjemahkan dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang.
• R.A. Kartini berusaha mewujudkan cita-citanya tentang kemajuan perempuan Indonesia dengan mendirikan kelas kecil bagi perempuan di sekeliling rumahnya. Pendidikan bagi perempuan itu diselenggarakan empat kali seminggu. Murid kelasnya berjumlah tujuh orang. Para gadis tersebut mendapat pelajaran membaca menulis, kerajinan tangan, dan menjahit. Semua pendidikan itu diselenggarakan secara gratis.
• Pemikiran kemajuan perempuan Indonesia yang pertama kali digagas oleh R.A. Kartini akhirnya menyebar ke berbagai daerah. Sejak itu lambat laun peranan perempuan di masyarakat Indonesia makin besar sampai saat ini.


baca selengkapnya ( klik ) di sini...

Sabtu, 09 Oktober 2010

MAKALAH SEMINAR NASIONAL


PENDIDIKAN YANG BERETIKA
Oleh :
Ir. Indra Djati Sidi, MSc.PhD.

DISAMPAIKAN DALAM RANGKA HUT
YAYASAN PERGURUAN TAALLUMUL HUDA, BUMIAYU
TANGGAL 29 JULI 2009

HASIL PENDIDIKAN DI INDONESIA


PENDIDIKAN:
RUMAH, SEKOLAH, DAN MASYARAKAT TERMASUK TOKOH-TOKOH

HUMAN DEVELOPMENT INDEX
HDI provides a composite measure of three dimensions of human development: living a long and healthy life (measured by life expectancy), being educated (measured by adult literacy and enrolment at the primary, secondary and tertiary level) and having a decent standard of living (measured by purchasing power parity, PPP, income).

HDI for Indonesia 2008 is 0.726, which gives the country a rank of 109th out of 179 countries.This puts Indonesia in the medium human development category.

GLOBAL COMPETITIVENESS INDEX
• INDONESIA MENEMPATI PERINGKAT 54 DARI 131 NEGARA YG DIEVALUASI
• SINGAPURA PERINGKAT 7, THAILAND PERINGKAT 28
• USA DAN SWISS PERINGKAT 1 DAN 2
• DIBAWAH INDONESIA PHILIPINA, VIETNAM, BRAZIL, DLL

HUMAN POVERTY INDEX
Human poverty index HPI-1
The HPI-1 value of 17.2 % for Indonesia, ranks 69th among 135 developing countries.

HARUSNYA PENDIDIKAN
MELENYAPKAN KEMISKINAN

HASIL STUDI TIMSS DAN PISA
• TIMSS = TRENDS IN INTERNATIONAL MATHEMATICS AND SCIENCE STUDY,
• PISA = PROGRAMME FOR INTERNATIONAL STUDENT ASSESSMENT,
• HASIL STUDI TIMSS DAN PISA PD BIDANG MATEMATIKA, SAIN, DAN MEMBACA, INDONESIA TERLETAK PADA RANKING BAWAH
• LITERASI MATEMATIKA, INDONESIA MENEMPATI PERINGKAT 35 DARI 46 NEGARA PESERTA TIMSS
• UTK LITERASI SAINS PERINGKAT 37, LEBIH BURUK DARI PALESTINA (35)
• LITERASI MEMBACA, INDONESIA MENEMPATI PERINGKAT 39 DARI 40 NEGARA (USIA 15 TH) PESERTA PISA, BEGITU JUGA SURVEI WORLD BANK MENUNJUKAN HAL YANG SAMA

INDEKS OBJEKTIFITAS 2006/2007
UJIAN NASIONAL
SMA - IPA
NO PROVINSI BIN ING MAT % TL RATA UN
1 BALI 0.485 0.777 0.716 0.62 8.38
2 JATIM 0.306 0.435 0.370 2.42 7.85
13 JATENG 0.239 0.158 0.172 6.5 7.44

1 INA 0.279 0.411 0.383 4.98 7.31

INDONESIA MASIH MEMPUNYAI
MASALAH DENGAN KEJUJURAN







INDEKS PERSEPSI KORUPSI 2008
KOTA IPK
YOGYAKARTA 6.43
PALANGKARAYA 6.1
BANDA ACEH 5.87
MATARAM 5.4
KENDARI 3.43
TEGAL 3.32
KUPANG 2.97

BAGAIMANA KITA MEMBACA ARTI DARI INDEKS-INDEKS DI ATAS
• TIDAK PROFESIONAL, STRATEGI TIDAK MENGENAI SASARAN
• ETOS KERJA RENDAH
• MOTIVASI RENDAH / MALAS
• TIDAK BERMORAL / BERETIKA

SIAPA DAN APA YANG SALAH
WHAT’S WRONG !

DATA-DATA APA LAGI …..
• MEROKOK DI SEMBARANG TEMPAT
• TIDAK BISA ANTRI…BAHKAN DALAM PEMBAGIAN BLT ADA YG MENINGGAL DUNIA
• BUANG SAMPAH DI JALANAN
• SEKOLAH KELIHATAN KUMUH
• DAN LAIN-LAIN BANYAK LAGI INDIKATOR LAINNYA
• TIDAK DEMOKRATIK

LALU BAGAIMANA ….
APA YANG PERLU DILAKUKAN …..

KITA HARUS BERUBAH
SEKOLAH HARUS BERTINDAK MENERAPKAN ETIKA DALAM AKSI BUKAN DALAM BENTUK PELAJARAN ATAU CERAMAH-CERAMAH ETIKA

DOING, DOING SEKALI LAGI DOING !

PHILOSOPI
CONFUSIUS
I hear, and I forget;
I see, and I remember;
I do, and I understand.

KAPASITAS VIRTUAL
• ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI
• JARINGAN KERJA
• MORAL…BERETIKA
MENGAPA !

JALUR AKTIFITAS
SISTEM PENDIDIKAN
• KURIKULER
• EXTRA KURIKULER

SECARA TERPADU DAN SINERGI
KERJA KERAS, DAN MENYENANGKAN. KEGIATAN EXTRA KURIKULER AKAN BANYAK MEMPENGARUHI KARAKTER PESERTA DIDIK

Strategic Priorities for Student Affairs
• Illinois Experience
• Leadership and Illinois Leadership Center
• Diversity
• Career Development
• Wellness
• Facilities

Guiding Values/Principles
of Student Affairs Staff Members
Through words and actions, Student Affairs staff members aspire to serve students and treat students, campus colleagues, and other key constituents with honesty, respect, and civility. Student Affairs staff members value:
Excellence,
Diversity and inclusiveness,
Risk taking, innovation and the ability to recognize failure as part of the learning process,
Responsibility, accountability and integrity
Education and development of the whole person
Life-long learning and achievement

TERAPKAN STUDENT CONDUCT AND REGULATION SECARA KONSISTEN
DAN GURU MENJADI TELADAN

BERKOMUNIKASI DENGAN WALI MURID, MEREKA JUGA BERPERAN
BEROLAH RAGA
• RISK TAKER: OLAHRAGA BELADIRI
• DISIPLIN: ATLETIK
• STRATEGIK: BULUTANGKIS DAN TENIS
• KERJA SAMA: SEPAK BOLA, BOLA BASKET

SPORTIF

KARAKTER DEMOKRAT
Amy Gutmann in Democratic Education (1987) argues that the central aim of the schools of a democratic society must be to develop democratic character.

CONTOH
KEGIATAN EXTRA DI UoI
USA
UNIVERSITY OF ILLINOIS
• MEMPUNYAI LEBIH DARI 1012 UNIT KEGIATAN MAHASISWA
• JENIS KEGIATAN SANGAT BERVARIASI: BUDAYA, OLAHRAGA, ORGANISASI BERBASIS BIDANG STUDI, INTEREST GROUP, RELIGIUS, DLL.
• MENDAPATKAN DUKUNGAN DARI UNIVERSITY

JANJI MAHASISWA
MARCHING BAND
PERTOLONGAN PERTAMA
RAMAI DAN GEMBIRA
KEBEBASAN
JURNALIST
FIT AND FUN
TAEKWONDO
CLUB DIABET

PESAN BUNG KARNO
• KEBESARAN DAN KEMAKMURAN DAN SUATU BANGSA MERUPAKAN HASIL KERJA KERAS BANGSA TERSEBUT, TIDAK JATUH DARI LANGIT
• KEBERHASILAN MERUPAKAN KRISTALISASI KERINGAT PRIBADI-PRIBADI YANG BEKERJA KERAS
• HUKUM ALAM YANG DIPEROLEH DARI SEJARAH
• DISAMPAIKAN DALAM PROKLAMASI YANGG KE 6

ORA et LABORA
BERDOA dan BEKERJA

PENUTUP
DEMIKIANLAH PANDANGAN DAN PIKIRAN YANG DAPAT SAYA SAMPAIKAN DALAM FORUM TERHORMAT INI.
SEMOGA BERMANFAAT DALAM PEMBANGUNAN
YAYASAN PERGURUAN TAALLUMUL HUDA BUMIAYU
TERIMA KASIH


baca selengkapnya ( klik ) di sini...

PERKEMBANGAN KEHIDUPAN EKONOMI INDONESIA


Standar Kompetensi
• Menganalisis perjuangan bangsa Indonesia sejak proklamasi hingga lahirnya orde baru.
Kompetensi Dasar
• Menganalisis perkembangan politik dan ekonomi serta perubahan masyarakat di Indonesia dalam upaya mengisi kemerdekaan.
Indikator :
• Mendeskripsikan kehidupan ekonomi


Perkembangan ekonomi keuangan pada masa awal kemerdekaan sampai tahun 1950.
Awal kemerdekaan RI kondisi dan keadaan ekonomi sangat kacau, inflasi yang besar, sumber inflasi disebabkan oleh :
• Beredarnya mata uang rupiah buatan penduduk Jepang secara tak terkendali
• Diedarkannya uang cadangan sebesar 2,3 milyar
• Kas Negara kosong
• Pajak dan bea sangat berkurang, pengeluaran bertambah banyak
• Hasil produksi pertanian dan perkebunan tidak dapat diekspor

Untuk mengatasi keadaan ekonomi
• Pinjaman nasional
• 1946 dikeluarkan UU No.17 tahun 1946 tentang ORI
• melaksanakan konferensi ekonomi, hasilnya :
• Bahan makanan ditangani oleh badan pengawas makanan yang kemudian menjadi BPBM (Badan Persediaan dan Pembagian Bahan Makanan)
• Untuk meningkatkan produksi perkebunan-perkebunan diawasi secara langsung oleh pemerintah.
• Dibentuk badan perencanaan ekonomi.
• Menteri persediaan makanan rakyat, IJ. Kasimo membuat rencana produksi 5 tahun dikenal dengan Kasimo Plan isinya sebagai berikut :
– Memperbanyak kebun bibit dan padi unggul
– Pencegahan penyembelihan hewan pertanian
– Penanaman kembali tanah-tanah kosong
– Pemindahan penduduk sebanyak 20 juta dari Jawa ke Sumatera dalam waktu 10-15 tahun
• Pelaksanaan program rekonstruksi dan rasionalisasi (RERA) angkatan perang guna mengurangi beban Negara di bidang ekonomi dan meningkatkan efisiensi angkatan perang dengan cara menyalurkan bekas prajurit ke bidang yang produktif.
• Mendorong para pengusaha swasta ikut dalam pembangunan ekonomi nasional dengan mengaktifkan kembali persatuan tenaga ekonomi (PTE)
• Penggabungan perusahaan perindustrian dan perusahaan-perusahaan penting : pusat perusahaan tembakau Indonesia. Gabungan Indonesia Daerah Aceh (GASIDA) diaktifkan lagi.

PENATAAN KEHIDUPAN EKONOMI
Di awal-awal kemerdekaan, perekonomian kita dalam keadaan yang sangat buruk. Hal itu dikarenakan oleh beberapa sebab, misalnya :
• Eksploitasi secara besar-besaran yang dilakukan oleh pemerintah pendudukan Jepang baik fisik maupun sumber daya alam untuk kepentingan Perang Asia Timur Raya.
• Perjuangan kemerdekaan (revolusi fisik), menyebabkan masalah perekonomian kurang mendapat perhatian karena konsentrasi potensi bangsa untuk mempertahankan kemerdekaan, kecuali itu juga menyedot dana yang mestinya digunakan untuk perbaikan sarana maupun prasarana ekonomi, padahal kas negara kosong sementara pajak dan lain-lain tidak bisa masuk secara optimal.
• Blokade Ekonomi yang dilakukan oleh Belanda, menyebabkan kita tidak bisa melakukan aktifitas perdagangan dengan luar negeri yang berbuntut pada merosotnya devisa.
• Masuknya Sekutu ke Indonesia yang diikuti dengan pemberlakuan mata uang NICA bulan Maret 1946 menambah kacaunya keadaan karena banyaknya mata uang yang beredar di wilayah Indonesia saat itu.
• Inflasi yang tinggi
• Disebabkan oleh peredaran mata uang rupiah yang tidak
terkendali/diedarkannya uang cadangan sebesar 2,3 milyar
• Kas negara kosong.

Memperbaiki keadaan perekonomian
– Plan Kasimo
– Gunting Syafrudin
– Sistem Ekonomi Gerakan Benteng,
– Nasionalisasi De Javasche Bank menjadi Bank Indonesia
– Sistem Ali Baba,
– Nasionalisasi aset-aset Belanda,
– Program pinjaman nasional jangka panjang yang dicetuskan oleh Mr. AA. Maramis sebagai Menteri Keuangan RI pada saat itu.
– Konfrensi ekonomi.

Nasionalisasi De Javasche Bank menjadi Bank Indonesia
Langkah tersebut didasari oleh kenyataan bahwa segala sesuatu yang berkaitan dengan De Javasche Bank, pemerintah harus minta persetujuan dari pemerintah Belanda di Nederland, sesuatu yang mustahil mudah diperoleh.
Oleh karena itu melalui UU No. 24/1951 pemerintah menasionalisasi bank swasta Belanda tersebut dengan memberikan ganti rugi lewat pembelian saham dan sertifikat De Javasche Bank senilai + Rp. 8,95 juta.

• Diadakannya Konferensi Ekonomi dengan hasil :
• Dibentuk Badan Pengawas Ekonomi
• Dibentuk Badan Perencana Ekonomi
• Program Produksi Lima Tahun oleh IJ Kasimo

Sistem Ekonomi Terpimpin
• Untuk menanggulangi keadaan ekonomi yang semakin suram, pada tanggal 28 Maret 1963 dikeluarkan landasan baru bagi perbaikan ekonomi secara menyeluruh, yaitu “Deklarasi Ekonomi“ atau “Dekon”, beserta 14 Peraturan pokoknya.
• Tujuan Dekon adalah menciptakan ekonomi yang bersifat nasional, demokrasi dan bebas dari sisa-sisa imperialisme, untuk mencapai tahap ekonomi sosialis Indonesia dengan cara terpimpin.
• Pada tanggal 26 Mei 1963 dikeluarkan 14 pokok peraturan, tetapi peraturan-peraturan itu sendiri dalam pelaksanaannya bertentangan dengan prinsip-prinsip Dekon. Di dalam prakteknya kesulitan-kesulitan ekonomi bertambah menyolok. Pada tahun 1961-1962 harga-harga pada umumnya naik menjadi 40 %. Struktur ekonomi Indonesia mengarah kepada etatisme (perekonomian diatur atau dipegang oleh negara). Ekonomi Terpimpin ala Dekon lebih bersifat ekonomi peraturan yang menjurus menjadi ekonomi–anarchi.
• Kondisi politis, yaitu konfrontasi dengan negara-negara Barat dan Malaysia, melibatkan Indonesia ke dalam situasi perang yang mempercepat proses kemerosotan ekonomi. Pada tahun 1966 inflasi mencapai 600 %.
• Adapun sebab-sebab pokok kegagalan ekonomi terpimpin yang berlandaskan Dekon adalah :
– Penanganan masalah ekonomi tidak rasional, lebih bersifat politis dan tidak ada kontrol.
– Tidak adanya ukuran yang obyektif di dalam menilai sesuatu usaha atau hasil orang.
• Dilihat dalam keseluruhannya, gambaran ekonomi Indonesia pada Demokrasi Terpimpin merupakan gambaran yang paling suram di dalam sejarah RI.


baca selengkapnya ( klik ) di sini...

Kamis, 07 Oktober 2010

AKULTURASI BUDAYA DI INDONESIA


PERPADUAN TRADISI LOKAL, HINDU - BUDHA DAN ISLAM DI BERBAGAI DAERAH DI INDONESIA


Standar Kompetensi
Menganalisis perjalanan bangsa Indonesia pada masa negara-negara tradisional
Kompetensi dasar
Menganalisis proses interaksi antara tradisi lokal, Hindu - Budha dan Islam di Indonesia.
Indikator :
 Mengidentifikasi perpaduan tradisi lokal, Hindu - Budha, dan Islam dalam institusi sosial masyarakat di berbagai daerah.
 Menganalisis proses percampuran kepercayaan lokal, Hindu - Budha, dan Islam dalam kehidupan keagamaan masyarakat di kerajaan-kerajaan bercorak Islam.
 Menganalisis prorses pencampuran arsitek lokal, Hindu -_Budha, dan Islam di berbagai wilayah Indonesia


Nilai Tradisi Lokal

Membahas Nilai-nilai tradisi lokal bangsa Indonesia, berarti kita membahas perkembangan kebudayaan Indonesia. Bangsa Indonesia sudah memiliki budaya asli sebagai berikut,
 Sistem Astronomi
 Sistem Kemasyarakatan
 Sistem Macapat
 Kesenian Wayang
 Kesenian Gamelan
 Kesenian Batik dan Tenun
 Teknologi Pengecoran Logam
 Sistem perdagangan dan Pelayaran
Juga memiliki sistem kepercayaan yang melukiskan kebudayaan Megalithikum seperti :
 - Menhir
 - Kubur batu
 - Sarkofagus
 - Dolmen
 - Punden berundak

PERPADUAN TRADISI LOKAL DENGAN TRADISI HINDU-BUDHA

Kedatangan agama (budaya). Hindu-Budha banyak membawa perubahan dalam perkembangan budaya Indonesia. Terlihat pada wujud akulturasi budaya meliputi :

Seni Bangunan
 Candi
Terdiri dari unsur Indonesia, yaitu Punden Berundak, sedang unsur India adalah Stupa
 Yupa dari Kutai.
Unsur Indonesia asli adalah Menhir, sedang unsur India Prasasti dan tiang untuk
menambatkan binatang kurban.
 Lingga dan Yoni (lambang kesuburan)
Unsur India adalah Lingga Yoni sedang unsur Indonesia asli adalah Alu dan Lumpang.

Seni Rupa dan Seni Ukir
 Bisa dilihat pada relief yang dipahatkan pada dinding candi :
Misal : - Pada dinding langkan Candi Borobudur dipahatkan riwayat sang Budha.
- Pada dinding Candi Prambanan dipahatkan cerita Ramayana.

Seni Sastra (Prosa dan Tembang / Puisi)
 Berdasarkan isinya kesusastraan dikelompokkan menjadi 3 :
 Tutur (pitutur = kitab keagamaan)
 Kitab Hukum
 Wiracarita (kepahlawanan)

Filsafat
 Penduduk Indonesia sudah sejak masa prasejarah percaya adanya kehidupan sesudah mati yaitu sebagai roh halus. Kehidupan roh halus memiliki kekuatan, oleh sebab itu roh nenek moyang dipuja orang yang masih hidup. Setelah pengaruh India masuk, hal ini tidak punah. Misal : fungsi candi sebagai makam raja atau penyimpan abu jenazah raja.

Sistem Pemerintahan
 Salah satu bukti akulturasi dalam bidang pemerintahan, yaitu berdirinya Kerajaan, misalnya seorang raja yang sebelumnya adalah kepala suku, harus berwibawa dan dipandang memiliki kekuatan gaib sehingga raja terasa selalu dekat.

Sistem Kepercayaan
 Setelah masuk dan berkembangnya agama Hindu - Budha, maka terjadi pula akulturasi kepercayaan. Pada masa prasejarah, kepercayaan utama masyarakat Indonesia adalah pemujaan roh nenek moyang dengan sarana pemujaan beruapa Menhir, dolmen dan Punden Berundak.

Sistem Kalender
 Pada zaman prasejarah, masyarakat Indonesia telah mengenal astronomi yang digunakan untuk kepentingan praktis, misal untuk menentukan letak bintang sehingga mengetahui arah angin pada waktu berlayar dan kapan mengadakan kegiatan pertanian.

PERPADUAN TRADISI LOKAL (PRA ISLAM) DENGAN TRADISI ISLAM

Masa Pra Islam (menjelang Islam masuk ke Indonesia) tradisi yang berkembang adalah pengaruh Hindu - Budha sedangkan pada Islam masuk maka perpaduan tradisi terjadi pengaruh Islam mulai masuk ke segala aspek kehidupan bentuk akulturasi yang terjadi sebagai berikut :

NON FISIK

Yaitu yang tidak berwujud kebendaan, tetapi berupa adat - isti adat, nilai-nilai atau tradisi lain yang berkembang di masyarakat. Contoh :
- Upacara Sekaten
 Peninggalan sejarah yang bercorak Islam dalam bentuk seni pertunjukan adalah perayaan Garebek Besar dan Garebek Maulud (perayaan Sekaten). Perayaan Garebek Besar dan Garebek Maulud dilakukan di Demak, Surakarta, Yogyakarta, Cirebon, Banten, dan Aceh. Di Yogyakarta, Surakarta, dan Cirebon perayaan Maulud disebut Sekaten.
 Istilah sekaten berasal dari kata syahadatain, pengakuan percaya kepada ajaran agama Islam, tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad SAW adalah Rasul-Nya.
 Sekaten diperkenalkan oleh Raden Patah di Demak pada abad ke-16. Pada saat itu orang Jawa beralih memeluk agama Islam dengan mengucapkan shahadatain. Oleh karena itu, penggunaan nama sekaten pada perayaan tersebut menjadi terkenal. Perayaan Sekaten kemudian diteruskan oleh sultan-sultan berikutnya sehingga menjadi perayaan tahunan. Pada perayaan ini seluruh pusaka kerajaan Yogyakarta dan Surakarta dibersihkan dalam upacara penyucian khusus. Selain itu, sultan membagikan berkah berupa lima jenis nasi yang dibentuk seperti gunung. Kelima macam nasi tersebut mewakili jagad atau dunia orang Jawa.
 Dari peninggalan budaya Sekaten, cobalah cari dan sebutkan bagian-bagian yang merupakan bentuk budaya lokal, Hindu–Budha dan Islam!

- Ziarah Ke Makam
 Ziarah bagi sebagian masyarakat Indonesia sudah mentradisi. Ziarah berasal dari bahasa Arab, artinya mengunjungi. Istilah ziarah disebut juga dengan sowan (mengunjungi) dan nyekar (meletakkan bunga di atas makam). Ziarah dipercaya dapat membawa berkah dunia dan akhirat.
 Ziarah biasanya dilakukan di makam keluarga, makam wali, makam tokoh penting agama, makam raja, atau di makam tokoh penting masyarakat lainnya. Orang melakukan ziarah dengan tujuan berbeda-beda, misalnya untuk mendapatkan anugerah dengan memuja roh nenek moyang, mensyukuri kebesaran Tuhan, mengingatkan tentang akhirat, menghormati orang yang telah meninggal, atau melanggengkan hubungan antara orang hidup dan yang telah mati. Tradisi ziarah dipengaruhi oleh kebudayaan Indonesia lama (kebudayaan lokal) dan kebudayaan Hindu–Budha berupa tradisi pemujaan terhadap arwah nenek moyang.

FISIK

Seni Bangunan (arsitektur)

Asli Indonesia : atap tingkat, prondasi kuat, bentuk bujur sangkar, serambi depan, dan samping, parit depan dan samping.

Makam
 Asli Indonesia : bentuk gugusan cungkup
 Islam : bertulis Arab dan kaligrafi,
contoh : makam Putri Suwari dari Gresik, Makam Sendang Duwur Tuban.

Masjid
Bentuk akulturasi bangunan masjid :
 Atap tumpang : Masjid Agung Cirebon, Ketangka di Sulawesi, Masjid Angke Tambura Jakarta, Masjid Demak, Masjid Baiturrahman Aceh, Masjid Agung Banten.
 Bentuk bujur sangkar, ada serambi baik depan maupun samping.
 Ada menara masjid dan beratap kubah.

Menara Masjid
Menara Masjid Kudus berbentuk candi

Seni Rupa
 Relief
 Kaligrafi

Seni Sastra
 Hikayat yaitu cerita atau dongeng belaka, contoh : Hikayat Amir Hamzah, Bayan Budiman, Cerita 1001 malam.
 Babad yaitu : Hikayat yang digubah dalam cerita sejarah, contoh : Babad Tanah Jawi, Babad Cirebon, Babad Mataram, Babad Surakarta.
 Suluk yaitu kitab yang berisi tasawuf, contoh : Suluk Sukarsa, Suluk Wijil, Suluk



baca selengkapnya ( klik ) di sini...